Anda di halaman 1dari 9

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA LINGKUNGAN (KIU-447) PERCOBAAN 2 ANALISIS pH, KEASAMAN, KEBASAAN, DAN KESADAHAN AIR 11 Februari 2013

Oleh: Yulia Rahma Sari (100332404592) Kelompok III / Offering H

JURUSAN KIMIA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS NEGERI MALANG 2013

1. Tabel Data Hasil Analisis Laboratorium KEASAMAN JARAK SAMPEL pH TOTAL BEBAS (m) (ppm) (ppm) 0 6,2 28 A B C D 50 (AB) 100 (AC) 150 (AD) 6,2 6,2 6,1 30 52 56 -

KEBASAAN TOTAL PHENOL (ppm) (ppm) 211 210 186 168 -

KESADAHAN TOTAL Ca2+ Mg2+ (mg/L) (mg/L) (mg/L) 104,09 50,05 54,04 102,09 102,09 94,08 56,05 56,05 50,05 46,04 46,04 44,03

2. Rekaman Penetapan Sampel / Pengukuran Jarak Serta Pelaksanaan Analisis / Perhitungan 2.1 Rekaman Penetapan Sampel / Pengukuran Jarak. Pengambilan sampel air dilakukan pada badan sungai di daerah pemukiman kumuh yang diduga tercemar oleh limbah organik hasil buangan penduduk. Titik-titik pengambilan sampel dilakukan di sepanjang sungai yang berada di Jl. Kintamani, Kel. Penanggungan, Kec. Klojen Kota Malang. Waktu pengambilan sampel dilakukan pada hari Minggu, 27 Januari 2013, pukul 12.00 13.00. Agar sampel yang diambil benar-benar mewakili keseluruhan badan air (representative), maka titik pengambilan sampel yang dipilih ada 4 titik, dengan jarak pada masing-masing titik 50 m. Penentuan titik juga diupayakan yang dekat dengan saluran / tempat pembuangan limbah organik yang dibuang langsung oleh penduduk sekitar ke badan sungai. Berikut merupakan Denah Lokasi Pengambilan sampel untuk Percobaan 1 dan 2.

Daerah Padat Penduduk Kandang ayam Masjid


J E M B A T A N

Daerah Padat Penduduk

Daerah Padat Penduduk

Warung makan

J E M B A T A N

Daerah Padat Penduduk

Daerah Padat Penduduk

Lahan Pemancing an

Sampel air sungai yang akan dianalisis diambil menggunakan timba yang diikat tali, yang telah dicuci akuades sebelumnya. Air yang diambil diusahakan berada di tengah bagian sungai, tidak dipermukaan dan tidak di dasar sungai. Selanjutnya sampel dimasukkan ke dalam botol air dengan volume 1,5 L (Botol yang dipakai

untuk menyimpan sampel telah dicuci dengan akuades). Tiap titik pengambilan sampel, ditampung sampel air sebanyak 2 botol yang masing-masing bervolume 1,5 L. Satu botol untuk percobaan 1, dan satu botol sisanya untuk percobaan 2. Diusahakan saat menampung air di dalam botol, tidak ada udara yang tercampur di dalamnya, sehingga tidak mengganggu hasil analisis. Setelah seluruh sampel selesai diambil, sampel disimpan di dalam kotak pendingin dengan suhu 40C. Saat pengambilan sampel dilakukan terdapat beberapa karakteristik fisik dan biologi air serta kondisi fisik badan air yang dapat teramati.
Karakteristik Fisik Warna Bau Kekeruhan Coklat Coklat Karakteristik Biologi Tum- HeBak buhan wan teri Ikan Ikan Kondisi Fisik Badan Air Tinggi Lebar Volume Air Badan Air (m2) (m) Air(m) 0,3 5 1,5 0,4 5 2,0 Benda di Permukaan Air Sampah daun Sampah daun, kaleng Sampah kaleng Sampah daun

Titi k A B

Jara k (m) 0 50

Suhu (0C) 27 32

Alir an Air Ten ang Ten ang Ten ang Ten ang

C D

100 150

32 30

Coklat Coklat

Ikan Kepit ing kecil

0,4 0,2

5 4

2,0 0,8

Keterangan: = ya / ada 2.2 Pelaksanaan Analisis dan Perhitungan A. Penentuan pH air sampel Penentuan pH air sampel dilakukan dengan menggunakan alat pH meter yang sebelumnya telah dikalibrasi dengan larutan buffer 7. Setiap sampel diukur pH nya sehingga diperoleh data sebagai berikut : Sampel A B C D pH 6.2 6.2 6.2 6.1

B. Analisis Keasaman Sampel

Penentuan nilai keasaman total sampel dilakukan dengan cara menitrasi 50 mL sampel air dengan larutan NaOH 0,02 M menggunakan indikator fenoftalein. Berikut merupakan hasil perhitungan keasaman total dari sampel air:

Titik A B C D

VNaOH 1,4 ml 1,5 ml 2,6 ml 2,8 ml

NNaOH 0,02 N 0,02 N 0,02 N 0,02 N

Perhitungan

Pada percobaan ini praktikan tidak dapat melakukan percobaan untuk mengetahui kadar keasaman bebas karena bromkresol hijau putih-merah tidak tersedia di laboratorium, sehingga tidak dapat diperoleh data keasaman bebas untuk ketiga sampel sehingga hanya diperoleh volume NaOH untuk mengetahui nilai keasaman total.
C. Analisis Kebasaan Sampel

Penentuan nilai kebasaan total sampel dilakukan dengan cara menitrasi 100 mL sampel air dengan asam sulfat 0,01 M menggunakan indikator metil orange. Berikut merupakan hasil perhitungan Kebasaan Total sampel air.

Titik A B C D 21,1 ml 21,0 ml 18,6 ml 16,8 ml 0,02 N 0,02 N 0,02 N 0,02 N

Perhitungan

Pada percobaan ini praktikan tidak dapat melakukan percobaan untuk mengetahui kebasaan fenolftalein karena pada saat sampel ditetesi dengan 5 tetes indikator fenolftalein, sampel tetap tidak berwarna sehingga langkah percobaan dilanjutkan ke option d yaitu langsung menambahkan indikator metilorange sehingga tidak diperoleh data untuk kebasaan fenolftalin untuk masing-masing sampel.

D. Analisis Kesadahan Sampel

Pembakuan Larutan EDTA 1/28 N a. Dengan indikator EBT ( )

b. Dengan indikator Maurexide ( )

Kesadahan Total Penentuan nilai kesadahan total sampel dilakukan dengan menambahkan 5 mL larutan buffer pH 10 ke dalam 100 mL sampel air. Larutan ini kemudian dititrasi dengan larutan EDTA menggunakan indicator EBT sebanyak 0,1 gram. Volume EDTA yang dibutuhkan untuk menitrasi sampel air dicatat sebagai a (mL), yang selanjutnya perhitungan nilai Kesadahan total dapat dicari melalui rumus berikut: ( ( ) ( ) ( ) ( ) )

Kesadahan Ca2+ Penentuan nilai kesadahan Ca2+ sampel dilakukan dengan menambahkan 1 mL larutan buffer pH 12 ke dalam 100 mL sampel air. Kemudian larutan ini ditritrasi dengan larutan EDTA menggunakan indicator murexide 0,1 gram. Volume EDTA yang dibutuhkan untuk menitrasi sampel air dicatat sebagai b (mL), yang selanjutnya perhitungan nilai Kesadahan Ca2+ dapat dicari melalui rumus berikut: ( ( ) ( ) ( ) ( ) )

Kesadahan Mg2+ Penentuan nilai kesadahan Mg2+ sampel dilakukan dengan menggunakan persamaan :

( ) ( ) ( ) ( )

3. Pertanyaan / Pembacaan Tabel Data 3.1 Dari nilai pH sebagaimana tertuang pada Tabel Data di atas, bagaimana kemungkinan kelangsungan hidup biota air pada perairan tersebut? Jelaskan lebih lanjut jawaban saudara. Jawab: pH air mempengaruhi tingkat kesuburan perairan karena mempengaruhi kehidupan jasad renik. Air dengan pH antara 6,7 sampai 8,6 sangat mendukung populasi makhluk hidup dalam sebuah perairan. Sesuai tabel diatas di ketahui data pH sampel A, B, C, dan D berturut-turut 6,2 , 6,2 , 6,2 , dan 6,1 ,jadi dapat disimpulkan bahwa perairan tersebut besifat sedikit asam. Keasaman yang tinggi mengakibatkan kandungan oksigen terlarut akan berkurang, akibatnya konsumsi oksigen menurun, aktivitas pemaparan naik dan selera makan akan berkurang. Oleh karena itu dapat digambarkan populasi yang terdapat diperairan tersebut perkembangbiakan dan pertumbuhannya terganggu sehingga populasinya akan berkurang. 3.2 Jelaskan perbedaan antara keasaman bebas dengan keasaman total! Jawab: Keasaman bebas adalah jumlah kandungan asam dalam air yang hanya disebabkan oleh asam kuat seperti asam klorida dan asam sulfat. Sedangkan keasamaan total adalah jumlah kandungan asam dalam air yang disebabkan oleh asam kuat dan juga asam lemah. 3.3 Dengan nilai keasaman total sebagaimana tertuang pada Tabel Data tersebut di atas, bagaimana tingkat keasaman perairan tersebut secara keseluruhan? Jelaskan lebih lanjut jawaban saudara. Jawab: Dari data pada tabel diketahui keasaman total sampel A,B,C, dan D berturut-turut adalah 28 ppm, 30 ppm, 52 ppm, dan 56 ppm, dapat disimpulkan bahwa tingkat keasaman perairan tersebut keasamannya rendah. Hal itu diperkuat dengan data pengukuran pH yaitu sampel A,B,C, dan D berturut-turut sekitar 6,2, 6,2, 6,2, dan 6,1.

3.4 Jelaskan apa yang saudara ketahui tentang kebasaan total! Jawab: Kebasaan total merupakan kapasitas air tersebut untuk menetralkan asam. Pada umumnya komponen utama yang memegang peran dalam menentukan alkalinitas total perairan adalah ion bikarbonat, ion karbonat, dan ion hidroksil. Secara praktis, kebasaan total ialah jumlah mL asam yang digunakan untuk titrasi dikalikan 10, yang dinyatakan dalam ppm CaCO3. 3.5 Dengan nilai kebasaan total sebagaimana tertuang pada Tabel Data di atas, bagaimana tingkat kebasaan / alkalinitas perairan tersebut secara keseluruhan? Jelaskan lebih lanjut jawaban saudara. Jawab: Dari tabel diatas diketahui nilai alkalinitas yang cukup tinggi secara keseluruhan. Perairan dengan nilai alkalinitas kurang dari 40 mg/l CaCO3 disebut sebagai perairan lunak (Soft water), sedangkan perairan yang nilai alkalinatasnya lebih dari 40 mg/l CaCO3 disebut sebagai perairan keras (Hard water). Perairan dengan nilai alkalinitas yang tinggi lebih produkstif daripada dengan perairan yang nilai alkalinitasnya rendah. 3.6 Dengan tingkat keasaman dan tingkat kebasaan sebagaimana tersebut pada butir 3.3 dan 3.5 di atas, bagaimana tingkat pencemaran perairan tersebut oleh limbah domestik? Jelaskan lebih lanjut jawaban saudara. Jawab: Dari tabel diatas tingkat keasaman air pada daerah tersebut tidak terlalu tinggi, begitu juga dengan tingkat kebasaannya. Oleh karena itu perairan tersebut dapat dikatakan tidak tercemar dan termasuk perairan yang cukup produktif, jika terdapat limbah kemungkinan masih dapat didegradasi oleh biota-biota yang terdapat dalam perairan tersebut. 3.7 Berdasarkan teori, konsentrasi total alkalinitas sangat erat hubungannya dengan konsentrasi total kesadahan air. Jelaskan lebih lanjut pernyataan tersebut di atas! Jawab: Konsentrasi total alkalinitas sangat erat hubungannya dengan konsentrasi total kesadahan air. Pada umumnya di suatu perairan, total alkalinitas mempunyai konsentrasi yang sama dengan total kesadahan air. Hal ini disebabkan karena kesadahan atau yang disebut juga dengan konsentrasi ion-ion logam bervalensi dua seperti Ca2+ dan Mg2+ dipasok dalam jumlah yang sama dari lapisan tanah dengan HCO3- dan CO32- yang merupakan unsur pembentuk alkalinitas. Namun tidak sering ditemukan konsentrasi total alkalinitas lebih tinggi dari total kesadahan, atau sebaliknya. Kesadahan dalam air terutama disebabkan oleh ion-ion Ca2+ dan Mg2+ juga oleh Mn2+, Fe2+ dan semua kation yang bermuatan 2+.

3.8 Bandingkan konsentrasi total alkalinitas dengan konsentrasi total kesadahan air berdasarkan Tabel Data tersebut di atas! Mana yang lebih tinggi? Jelaskan mengapa demikian! Jawab: Konsentrasi total alkalinitas lebih tinggi dibanding total kesadahan air. Hal ini terjadi karena komponen-komponen yang memegang peran dalam alkalinitas perairan adalah ion bikarbonat, ion karbonat, dan ion hidroksil. Sedangkan dalam menentukan kesadahan komponen yang memegang peran ialah ion bikarbonat dan ion karbonat. Karena ion hidroksil tidak berperan dalam kesadahan air, maka wajar apabila nilai total kesadahan perairan tersebut lebih kecil dibanding nilai total alkalinitasnya. 3.9 Berdasarkan Tabel Data tersebut di atas, kesadahan yang terbentuk dalam perairan tersebut merupakan kesadahan sementara atau kesadahan tetap? Jelaskan lebih lanjut jawaban saudara! Jawab: Termasuk kesadahan tetap, karena kesadahan total berkisar antara 61-120 mg/L, dimana kesadahan ini digolongkan dalam kesadahan agak keras. Kesadahan tidak bisa dihilangkan dengan jalan pemanasan. Kesadahan jenis ini dapat dihilangkan dengan penambahan zat pelunak berupa Ca(OH)2 atau Na2CO3. 3.10 Sampel percobaan 1 dan percobaan 2 diambil dari lokasi dan titik pengambilan sampel yang sama, demikian juga waktu dan prosedur pengambilannya. Dengan memperhatikan parameter uji dari masing-masing percobaan tersebut, simpulkan macam zat pencemaran apa yang memasuki perairan tersebut? Jelaskan lebih lanjut jawaban saudara. Jawab: Tabel Analisis Percobaan 1 Sampel A B C D DO (mg/L) 5,9 2,4 3,0 6,2 Stabilitas Relatif 80% 21% 50% 97% Kadar CO2 (mg/L) 22,0 22,0 22,0 26,4 BOD (mg/L) 7,1 0,4 6,5 7,7

Jika dilihat dari hasil parameter uji yang telah dilakukan, kemungkinan zat pencemar yang ada di titik A dan D berasal dari bahan buangan rumah tangga / limbah yang tidak dapat didegradasi oleh bakteri aerobik (limbah anorganik). Hal ini terbukti dengan tingginya kandungan oksigen dalam air. Artinya bakteri aerobik yang memerlukan oksigen untuk mendegradasi limbah tidak beraktivitas, sehingga kadar oksigen terlarut dalam air tinggi. Sedangkan titik B dan C diduga tercemar

oleh limbah domestik, dimana limbah ini dapat diuraikan oleh bakteri yang memerlukan oksigen (limbah organik). Hal ini terlihat dari data oksigen terlarut, stabilitas, dan BOD yang rendah. Adanya bakteri pengurai, menyebabkan kandungan oksigen dalam air menurun, sehingga stabilitas relative sampel air rendah. Semakin banyak limbah organic dalam perairan tersebut, semakin banyak pula bakteri aerobik yang hidup. Maka sisa oksigen dalam air (BOD) rendah.