Anda di halaman 1dari 8

Ulkus tropikum

Definisi Ulkus dengan ciri khas sering terdapat pada daerah tropis, berbentuk khas, berbau busuk dan disebabkan oleh berbagai mekanisme. Penyebab & epidemiologi Penyebab Etiologi belum diketahui dengan pasti, diduga berkaitan dengan faktor trauma, higien dan gizi, serta infeksi oleh Bacillus fusiformis yang biasanya bersama-sama dengan Borrelia viincentii. Trauma merupakan keadaan yang mendahului ulkus. Trauma ini bisa berupa goresan maupun akibat gigitan serangga yang kemudian menjadi tempat masuknya kuman. Trauma ini kemudian didukung oleh faktor higien dan gizi yang buruk, yang menyebabkan daya tahan tubuh terhadap serangan penyakit juga berkurang. Usia 6 10 th Jenis kelamin Lebih sering pada pria Faktor faktor yang mempengaruhi Daerah Lebih banyak pada aderah tropis Kebersihan Higiene yang buruk dan gizi kurang Musim Hujan Patogenesis Manusia yang berjalan tanpa alas kaki secara tidak sengaja terinfeksi oleh larva yang mengandung enzim protease untuk menembus kulit melelui folikel, fisura atau kulit intak. Setelah penetrasi ke stratum korneum larva melepaskan kutikelnya. Larva stadium tiga menembus kulit manusia dan bermigrasi beberapa cm perhari, biasanya diantara stratum germinativum ( basal ) dan stratum korneum. Larva berjalan jalan tanpa tujuan di dermoepidermal. Setelah beberapa jam atau hari akan tibul gejala di kulit. Enzim proteolitik yang disekresi larca menyebabkan inflamasi sehingga menyebabkan rasa gatal dan progresi lesi. Gejala Klinis Dimulai dari lepuh kecil berisi serosanguinolen yang kemudian pecah membentuk ulkus kecil yang tertutup jaringan nekrotik. Setelah terinfeksi mikroorganisme, maka dalam beberapa hari ulkus akan melebar kesamping dan kedalam.

Ulkus berbentuk lonjong atau bulat, tertutup oleh jaringan nekrotik, sekret serosanguinolen yang banyak dan meleleh. Pinggir ulkus meninggi, dinding tidak menggaung, jaringan sekitar meradang, sekret produktif berwarna kuning coklat kehijauan dan berbau seperti telur busuk. Dalam waktu 2 minggu ulkus mencapai ukuran maksimal, 5 cm. Ulkus yang sudah lama akan memberikan gambaran berbeda. Inflamasi berkurang atau hilang, tepi mengeras, dasar bersih, terdapat jaringan granulasi, nyeri dan bau menghilang. Pemeriksaan Kulit Lokalisasi Tungkai bawah, lengan Eflorensi dan sifatnya Ulkus solitar, numular, kadang ada lesi satelit akibat autoinokulasi. Pinggir ulkus meninggi, dinding menggaung, dasar kotor, cekung berbenjol- benjol, tepi teratur, seret produktif berwarna kuning coklat kehijauan dan berbau Pemeriksaan penunjang/ lab Dengan melihat tanda klinis dan mencari Bacillus fusiformis dan Borrelia viincentii. Pada ulkus yang telah berlangsung lama, tanda klinis tidak khas, sehingga diagnosa lebih sulit. Diagnosis Banding Erisipelas, Selulitis, Ulkus piogenik Penatalaksanaan Non-medikamentosa dapat kita lakukan melalui perbaikan gizi dengan diet tinggi kalori serta tinggi protein. Medikamentosa dapat kita berikan secara topikal maupun sistemik. Pengobatan topikal dapat kita lakukan dengan kompres KMnO4 1:5000 1:10000 dan salep salisil 2 %. Pengobatan secara sistemik dapat kita berikan penisilin i.m 600000 1,2 juta unit untuk 7-10 hari atau dapat kita ganti dengan amoksisilin 4x500 mg/ hr selama 5-10 hari atau tetrasiklin 3x500 mg/ hr untuk dewasa.

Ulkus piogenik
Definisi Adalah infeksi kulit yang menimbulkan ulkus tidak khas, disebabkan oleh streptokokus atau stapilokokus Penyebab & epidemiologi Penyebab Streptokokus atau stapilokokus Usia Lebih sering terjadi pada anak-anak. Jenis kelamin Frekuensi kejadiannya sama antara laki-laki dan perempuan. Faktor faktor yang mempengaruhia Daerah Lebih sering pada daerah tropis. Musim atau iklim Panas dan lembab Kebersihan (higiene) Higiene yang buruk dan gizi yang kurang menimbulkan penyakit lebih berat. Lingkungan Sanitasi lingkungan yang kurang baik Gejala Klinis Gambaran perjalanan penyakit yaitu timbul koreng atau ulkus dengan tanda-tanda radang di sekitarnya, kemudian secara lambat mengalami nekrosis dan menyebar secara serpiginosa. Ulkus yang sudah lama akan memberikan gambaran berbeda. Inflamasi berkurang atau hilang, tepi mengeras, dasar bersih, terdapat jaringan granulasi, nyeri dan bau menghilang. Pemeriksaan Kulit Lokalisasi Di daerah ekstrimitas Eflorensi dan sifatnya Ulkus berukuran kecil, pinggir tidak meninggi serta teratur, dinding tidak menggaung, dan di sekitar ulkus terdapat tanda-tanda radang dan sekret serosa kekuningan

Pemeriksaan penunjang/ lab Kultur sekret ulkus dan tes resistensi. Gambaran histopatologinya tampak reaksi sel di jaringan dengan sel plasma dan sel limfoid. Diagnosis Banding Ulkus tropikum dan ulkus karena penyebab lain seperti antraks, tuberkulosis, atau frambusia. Penatalaksanaan Umum Bersihkan ( debridement ) ulkus Khusus Topikal Salep salisil 2 %., jika berat dengan kompres PK 1 ; 10000 atau AgNO 3 1 2% Sistemik Pengobatan secara sistemik dapat kita berikan penisilin i.m 600000 1,2 juta unit untuk - 7 hari atau ritromisin 4 x 500 mg selama 7 hari.

Hidradenitis supurativa
Definisi Adalah infeksi kelenjar apokrin yang umumnya bersifat supuratif kronikdan cenderung menimbulkan sikatriks. Penyebab & epidemiologi Penyebab Sumbatas saluran kelenjar apokrin dan infeksi Staphylococcus aureus Usia Lebih sering terjadi pada usia dewasa Jenis kelamin Wanita lebih banyak daripada pria Faktor faktor yang mempengaruhia Daerah Lebih sering pada daerah tropis. Musim atau iklim Frekuensi lebih tinggi pada negara 2 musim Kebersihan (higiene) Higiene yang buruk dan banyak keringat Keturunan Obesitas dan akne merupakan faktor predisposisi Gejala Klinis Gatal dan nyeri. Mula- mula gatal, lalu timbul nodus merah dan nyeri, dapat lebih dari satu kelenjar sehingga tampak berbenjol- benjol dan saling bertumpuk tidak teratur. Kemudian terjadi perlunakan yang tidak serentak, disebut abses multipel. Jika abses pecah, keluar sekret tanpa mata. Karena perlunakan tidak serentak an kelenjar yang betumpuktumpuk, sekret yang keluar sedikit- sedikit, menimbulkan sinus dan fistel. Pemeriksaan Kulit Lokalisasi Ktiak, areola mamae, anogenital Eflorensi dan sifatnya Makula eritematosa dan nodus lentikular numular, difus, regional. Juga fistel dan sinus. Pemeriksaan penunjang/ lab Pemeriksaan darah dan tes resistensi.

Gambaran histopatologinya tampak obstruksi saluran kelenjar apokrin oleh keratin, dilatasi duktus dan tubulus kelenjar, infiltrasi pmn intraglandular. Pada fase akhir terjadi pseudoepitelioma. Diagnosis Banding Skrofuloderma Biasanya dengan tepi yang livid, ada jembatan kulit Mikosis profinda Kronik, terutama berlokasi di tungkai bawah Limfadenitis Biasanya akut, bengkak dan merah seluruh ketiak. Penatalaksanaan Umum Hilangkan predisposisi seperti : Trauma pencabutan rambut ketiak Penggunaan obat perontok rambut Penggunaan deodoran Memakai baju terlampau sempit hiperhidrosis Khusus Topikal Jika masih infiltrat, kompres KMnO4 1:5000 1:10000. Jika sudah pecah, ada ukus/ sedikit basah kompres dengan KMnO4. Insisi dan drainase jika sudah berbentuk abses Sistemik Eritromisin 1-2 g/ hari selama 7 - 10hari. Penisilin 1,2-1,8 juta unitselama 7 14 hari. Steroid sistemik prednison 40-60 mg/ hari Amoksisilin 4 x 500 mg / hari

Keratolisis berlubang
(keratoma plantera sulkatum = keratolisis plantare sulkatum = Pitted keratolysis) Definisi Keratolisis berlubang adalah infeksi superfisial kulit yang memberi / menyebabkan timbulnya lubang-lubang pada stratum korneum dan biasanya timbul pada telapak tangan dan telapak kaki Penyebab & epidemiologi Penyebab Mikroorganisme yang bersifat gram positif, berbentuk kokoid dan filamentosis yang oleh Tapin dikelompokkan dalam spesies Corynebacterium Usia Lebih sering terjadi pada anak-anak. Jenis kelamin Frekuensi kejadiannya sama antara laki-laki dan perempuan. Faktor faktor yang mempengaruhia Musim atau iklim Kelembaban udara Kebersihan (higiene) Orang-orang yang tidak memakai alas kaki ikut memengaruhi timbulnya penyakit. Lingkungan Lingkungan basah atau penyakit hiperhidrosis serta orang yang bekerja di lapangan keras seperti lapangan bebatuan dan berpasis meningkatkan kejadian penyakit ini Gejala Klinis Lesi-lesi berlubang biasanya 1-5 mm timbul pada telapak kaki sehingga memberi gambaran Punch out appearance. Lesi-lesi ini dapat bergabung sehingga menunjukkan bentuk-bentuk lesi yang menyerupai erosi. Umumnya hanya stratum korneum yang terkena. Biasanya lesi-lesi lebih sering timbul pada daerah yang ada tekanan misalnya kaki bagian volar dan ujung-ujung jari dan tumit. Lubang-lubang terbentuk akibat lisis dari stratum korneum; berwarna kecoklatan yang memberi kesan kurang kebersihan. Penyakit ini biasanya tidak menimbulkan gejala; hanya pasien-pasien yang berat mengeluh merasa tidak enak di kaki

Pemeriksaan Kulit Lokalisasi Di telapak kaki, tumit, bagian volar dan ujung-ujung kaki serta telapak tangan dan ujung-ujung jari Eflorensi dan sifatnya Hiperkeratosis yang miliar dengan warna kecoklatan, lubang-lubang yang menyeluruh seluruh area. Kadang-kadang ada fisura dengan panjang 1-5 mm Pemeriksaan penunjang/ lab Kerokan kulit dibuat preparat gram untuk menemukan mikroorganisme yang berbentuk kokoid dan filamentus Gambaran histopatologinya hiperkeratosis, parakeratosis ringan dan akantosis. Pada lapisan epidermis bagian atas terdapat hipervaskularisasi dengan sebukan sel-sel radang limfosit Diagnosis Banding Hiperhidrosis, tinea pedis (perlu dilakukan pemeriksaan kerokan kulit dengan KOH), Eritrasma dilakukan sediaan apus dengan pewarnaan gram Penatalaksanaan (Siregar, 2005). Non medikamentosa Paka alas kaki ketika bekerja di luar rumah Medikamentosa Antibiotik topikal seperti asam fusidat atau golongan azol seperti imidazol, ketokonazol atau itrakonazol dapat menolong Prognosis Prognosis penyakit ini bonam