Anda di halaman 1dari 2

Otoskopi Otoskopi adalah pemeriksaan telinga dengan menggunakan otoskop, terutama untuk melihat gendang telinga.

Pada otoskopi didapatkan gambaran membran timpani sebagai berikut: Membran timpani hiperemi Posisi membran timpani berubah menjadi retraksi (tertarik ke medial) dengan tanda seperti brevis lebih menonjol, tampak lebih cekung, manubrium malei tampak lebih horizontal dan pendek, plika anterior tidak tampak lagi dan refleks cahaya hilang atau berubah. Kadang tampak adanya air fluid level (gambaran cairan yang berbatas tegas dengan udara di kavum timpani) dan (air bubles) gelembung udara bercampur dengan cairan di dalam kavumtimpani. Indikasi Gangguan pendengaran Sumbatan di liang telinga Kontraindikasi Ada riwayat gangguan telinga Pasien tidak kooperatif Pendengaran pada satu telinga terpengaruh Rinoskopi Rinoskopi Anterior Pemeriksaan rinoskopi anterior dilakukan dengan menggunakan spekulum hidung yg dimasukkan kedalam kavum nasi. Kemudian struktur kavum nasi dilihat dengan menundukkan dan menegakkan posisi kepala penerita. Yang dilihat adalah : 1. Konka inferior nasi 2. Vestibulum 3. Meatus inferior 4. Meatus Media 5. Konka media 6. Septum nasi dan 7. Apakah ada tumor atau tanda-tanda radang Rinoskopi Posterior Dilakukan seperti pada pemeriksaan nasofaring dan biasanya sekaligus bersama-sama pemeriksaannya. Pemeriksaan in lebih sulit dan memerlukan ketrampilan, ketenangan pasien dan kerjasama pasien. Menggunakan kaca reflektor dan lampu kepala. Dengan menggunakan spatel, lidah ditekan kebawah. Pada saat memasukkan kaca reflektor, penderita diminta bernafas dari mulut, tetapi setelah kaca masuk penderita diminta bernafas dari hidung. Yang perlu diperhatikan adalah : 1. Bagaimana keadaan koana 2. Septum nasi

3. Konka nasalis media dan superior 4. Adakah sekret atau postnasal drip 5. Adakah masa tumor 6. Bagaimana keadaan fossa Rossenmuller 7. Bagaimana keadaan muara tuba eustachi dan 8. Pada anak kecil perhatikan keadaan adenoidnya. Indikasi Gangguan mukosa hidung Gangguan septum rongga hidung Kontraindikasi Perdarahan Pasien tidak kooperatif

Daftar pustaka: Mangunkusumo E, Soetjipto D. Dalam buku ajar ilmu kesehatan telinga hidung tenggorok kepala dan leher. Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2007