Anda di halaman 1dari 40

KEDUDUKAN IDENTIFIKASI KEBUTUHAN DAN SUMBER BELAJAR DALAM PERENCANAAN PROGRAM PLS

A.

PENTINGNYA MEMPELAJARI DAN MEMAHAMI IDENTIFIKASI KEBUTUHAN DAN SUMBER PLS


Agar tenaga PLS dapat merancang program PLS yang betul-betul sesuai dengan kebutuhan masyarakat Agar dapat membelajarkan masyarakat sesuai dengan kebutuhan yang dimilikinya Agar tenaga PLS dapat mengetahui sumber-sumber belajar dalam masyarakat Dapat memanfaatkan sumber-sumber belajar yang ada untuk kepentingan masyarakat sendiri Agar tenaga PLS dapat melaksanakan kegiatan sesuai dengan kondisi yang ada di masyarakat. Agar masyarakat merasa memiliki terhadap program PLS

B. Kedudukan Identifikasi Kebutuhan dalam perencanaan Program PLS. 1. Identifikasi kebutuhan adalah : upaya yang dilakukan dalam mencari tahu, menemukan, menelusuri apa sebenarnya yang dibutuhkan oleh masyarakat, dan apaapa saja yang dapat dijadikan pendukung pelaksanaan kegiatan yang tersedia dimasyarakat 2. Identifikasi kebutuhan dan sumber belajar menduduki kedudukan pertama dari proses pembuatan perencanaan, dan sangat menentukan dalam proses bebuatan perencanaan, berupa masukan mentah yang akan digunakan dalam membuat perencanaan. 3. Perencanaan yang baik adalah perencanaan yang dibuat berdasarkan kondisi riil dimasarakat dan dapat bermanfaat bagi masyarakat, serta malibatkan secara langsung potensi yang ada pada masyarakat setempat.

KONSEP TENTANG KEBUTUHAN, TUJUAN, MANFAAT DAN RUANG LINGKUP

1. Kebutuhan
a. Kebutuhan adalah segala sesuatu yang harus dipenuhi b. Kebutuhan adalah jarak antara hal yang diinginkan dengan kenyataan yang ada c. Kebutuhan adalah suatu keadaan yang menjadikan adanya keperluan atau maksud yang harus dimiliki

2. Tujuan
a. Mempermudah sekaligus memenuhi kebutuhan dan sumber belajar WB dalam proses pendidikan b. Secara terus menerus mengembangkan wawasan tentang ragam kebutuhan dan sumber belajar di lingkungan pendidikan luar sekolah c. Dapat secara cepat menanngulangi permasalahan kebutuhan belajar masyarakat

3. Manfaat Identifikasi dan Kebutuhan dan Sumber Belajar


a. Mempermudah pendidik untuk mengetahui apa saja kebutuhan dan sumber belajar yang diperlukan peserta didik b. Warga belajar dapat belajar berdasarkan kebutuhan yang diperlukan c. Melibatkan masyarakat dalam proses kegiatan pembelajaran masyarakat, agar mereka merasa memiliki program d. Efesiensi dan efektifitas program

4. Ruang Lingkup
Cakupan materi yang akan dibahas adalah konsep tentang kebutuhan, kebutuhan manusia dan bagaimana menemukan kebutuhan WB sasaran PLS. Aspek yang tercakup dapat menjawab pertanyaan What, Why, When, Where dan How

MANUSIA DAN KEBUTUHANNYA


1. Pengertian Sepanjang kehidupan manusia tidak dapat dilepaskan dari kebutuhannya. Manusia berbuat bereaksi adalah dalam rangka memenuhi kebutuhannya. Untuk memelihara dan mengembangkan kehidupan manusia perlu memenuhi kebutuhan hidupnya.

2. Teori-teori ttg Kebutuhan Manusia


Teori kebutuhan manusia yang terkenal adalah Teori Maslow. Tingkat kebutuhan menurut Maslow adalah : a. Psysiological need, adalah kebutuhan fisik atau jasmani b. Safety need adalah kebutuhan rasa aman, lepas dari ancaman c. Belonginess and love adalah kebutuhan rasa memiliki dan dicintai (sosial) d. Esteem need (penghargaan) adalah kebutuhan ingin dihargai, dihormati e. Self actualization yaitu kebutuhan untuk mewujudkan diri

3. Jenis-jenis Kebutuhan manusia


a. Menurut MC Cleland
- Kebutuhan akan kekuasaan - Kebutuhan berafiliasi (bersahabat) - Kebutuhan untuk berprestasi

b. Menurut Sudjana
- Kebutuhan hidup manusia (human need) - Kebutuhan pendidikan (education need) - Kebutuhan belajar (learning need)

c. Menurut Law Head


Kebutuhan Kebutuhan Kebutuhan Kebutuhan Kebutuhan Kebutuhan Kebutuhan Kebutuhan Kebutuhan jasmani rohani jasmani dan rohani sosial yang lebih tinggi melakukan aktivitas menyenangkan hati orang lain mencapai hasil untuk mengatasi kesulitan

d. Menurut Morgan

e. Menurut intensitas kegunaannya


- Kebutuhan primer - Kebutuhan skunder - Kebutuhan tertier

4. Pentingnya Pemenuhan kebutuhan


manusia
a.Mencapai kepuasan dalam hidup b.Untuk kelangsungan hidupnya

5. Pendidikan sebagai Salah Satu

Pemenuhan Kebutuhan Manusia


Melalui pendidikan dapat mengembangkan SDM dan pada akhirnya dapat memenuhi kebutuhan hidup manusia.

KEBUTUHAN BELAJAR DAN RUANG LINGKUPNYA


1. Pengertian dan Jenis-jenis Kebutuhan Belajar
Kebutuhan belajar adalah kebutuhan baik individu maupun kelompok yang dapat dipenuhi melalui belajar. Kebutuhan belajar adalah usaha untuk mendapatkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap tertentu. Philip Coomb membagi kebutuhan belajar atas 6:
a. Sikap positif b. Membaca, menulis dan berhitung c. Pandangan jauh ke depan d. Pengetahuan dan keterampilan kesejahteraan keluarga e. Pengetahuan dan keterampilan meningkatkan pendapatan f. Pengetahuan dan keterampilan menjalankan tugas kemasyarakatan dan berpartisipasi.

2. Kebutuhan Belajar merupakan Bagian Dari Kebutuhan Manusia


Manusia dibekali dengan berbagai potensi. Potensi itu perlu dikembangkan, dan untuk mengembangkan potensi manusia itu perlu belajar dan dididik. Karenanya pendidikan merupakan bagian dari kebutuhan hidup manusia.

3. Kebutuhan Belajar Sasaran PLS


Sasaran PLS :
a. Anak usia dini b. Remaja c. Orang dewasa

Untuk mengetahui kebutuhan belajar sasaran PLS perlu mengetahui tugas-tugas perkembangan masing-masing manusia menurut kelompok usia.

PERTEMUAN VII DAN VIII

PENDAYAGUNAAN SUMBER BELAJAR MASYARAKAT DALAM PEMBELAJARAN PLS


1.Pengertian Sumber Belajar
a. Sumber belajar adalah segala sesuatu yang dapat menyampaikan pengetahuan, keterampilan dan sikap tertentu atau yang menunjang terselenggaranya proses penyampaian pengetahuan, keterampilan dan sikap tertentu b. Sumber belajar adalah segala sesuatu yang dapat menunjang atau membantu proses belajar c. Sumber belajar adalah apa-apa yang kita butuhkan dalam terselenggaranya proses belajar baik terdapat disekeliling kita maupun di tempat lain baik manusia maupun non manusia

2. Jenis-jenisnya
a. Sumber belajar manusia, penilik, pemnas, pamong desa, tokoh-tokoh masyarakat, guru, alim ulama, dokter dll b. Sumber belajar nonmanusia, seperti: sumber alam, sumber kebudayaan, sumber lembaga, sumber komunikasi, dll c. Secara umum sumber belajar dapat dibedakan:
Dalam rumah tangga seperti orang tua Dalam lembaga keagamaan Dalam kegiatan kelompok-kelompok sosial Dalam group-group sebaya Mass media, koran, TV, majalah dll Orang yang berpengalaman seperti dokter, guru, dll Dalam berbagai macam organisasi seperti sekolah, kursus, LSM, perkumpulan koperasi, dll

d. Kemudian sumber belajar dapat pula dibagi atas sumber belajar laten, pasif dan aktif e. Selanjutnya sumber belajar ada yang dirancang dan ada pula yang tidak dirancang langsung dapat dimanfaatkan

3. Pentingnya Pendayagunaan Sumber Belajar dalam Program Pembelajaran


1.Diantara permasalahan pendidikan di negara kita adalah belum meratanya pendidikan formal bagi masyarakat, relevansi pendidikan kurang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, mutu pendidikan yang rendah dan pendidikan belum efisien. 2. Untuk itu diperlukan pendidikan nonformal membantu para masyarakat untuk memperoleh kesempatan belajar dan mendayagunakan sumber belajar masyarakat 3.Dalam pembelajaran Non Formal, sangat dibutuh keterlibatan masyarakat, selain mempermudah kegiatan tersebut, juga sekaligus menanam rasa memiliki kepada masyarakat sehingga program tersebut mendapat dukungan dari mesyarakat.

TEKNIK OBSERVASI
a. Rasional pengunaan
1) Apakah teknik ini tepat digunakan, jenis data yang akan dikumpulkan, situasi umum dan kondisi (kemampuan peneliti sendiri) 2) Merinci unsur data, sifatnya, banyaknya dan unsur-unsur lainnya 3) Bagaimana mencatat dan menyusun data 4) Latihan mengunakan alat, misalnya latihan mengunakan film, foto dan lainnya 5) Mulai mengumpulkan data

b. Jenis-jenis observasi
1) Observasi langsung mengamati 2) Observasi tidak langsung (direkam, difoto, dll) 3) Observasi partisipasi, pengamat ikut aktif dalam kegiatan objek yang diamati 4) Observasi non partisipasi, pengamat tidak ikut serta dalam kegiatan yang diselidiki

c. Bentuk-bentuk Pedoman Observasi


1) Catatan informal (anekdot) Pencataran dilakukan secara informal dan bebas. 2) Daftar chek/chek list Membantu peneliti mencatat secara sistematis berdasarkan pedoman yang telah disusun. 3) Skala penilaian (rating scala) Untuk mencek sekaligus menetapkan nilai dari suatu faktor, misalnya rendah, sedang, tinggi, dll. 4) Pencatatan dengan alat Pengangamatan dilakukan dan dibantu oleh alat, misalnya pemotretan, perekam suara, dll.

d. Langkah-langkah Pengunaan
1) Jelas tidaknya tujuan 2) Jelas tidaknya setiap aspek penyelidikan yang perlu pemecahan atau pembuktian 3) Jelas tidaknya penentuan sumber data 4) Jelas tidaknya pedoman kerja observasi 5) Jelas tidaknya cara pencatatan data

2. Teknik Wawancara
a. Pengertian
Wawancara adalah teknik pengumpulan data dengan jalan mengadakan komunikasi lisan dan langsung kepada sumber data

b. Jenis-jenis Wawancara (Interviu)

1)Interviu survey (informatif), data yang representatif untuk suatu kelompok populasi. 2)Interviu diagnostik, dilakukan untuk menolong memecahkan masalah orang yang diinterviu 3)Interviu langsung, yakni wawancara langsung dengan sumber data 4)Interviu tidak langsung, wawancara untuk mencapatkan informasi tentang seseorang melalui orang lain.

c. Pertanyaan dalam Wawancara


1) Ajukan pertanyaan dengan kalimat pendek, tegas dengan intonasi yang terpelihara 2) Ajukan pertanyaan secara netral 3) Hidari pertanyaan intimidasi 4) Mulai dengan pertanyaan yang menyenangkan dan yang kurang pribadi 5) Pertanyaan yang dianggap perlu diseragamkan dibacakan 6) Sesudah pertanyaan dijawab, jawaban segera dicatat ditempat dan di saat itu juga

d. Langkah-langkah Persiapan Interviu


1) 2) 3) 4) 5) 6) Menetapkan tujuan wawancara Menetapkan sampel yang akan diinterviu Menyusun pedoman interviu Menetapkan jadwal pelaksanaan Mencoba interviu/try out Berhubungan dengan orang yang akan diinterviu

e. Kelemahan Wawancara
1) Memakan waktu yang panjang 2) Sangat tergantung kepada kerelaan individu yang diwawancarai 3) Memakan ongkos yang besar jika jumlah yang diwawancarai terlalu banyak 4) Membutuhkan tenaga yang banyak 5) Membutuhkan keterampilan 6) Apa yang dikatakan responden belum tentu benar.

f. Kebaikan Interviu
1) Dapat dilakukan untuk semua orang 2) Dapat memperoleh informasi sedalamdalamnya tentang suatu masalah 3) Informasi yang diperoleh lebih efektif 4) Orang yang akan diinterviu lebih terbuka 5) Dapat menimbulkan keakraban 6) Pengunaan bahasa disesuikan dengan keadaan

g. Kelemahan wawancara
1) Memakan waktu yang panjang 2) Sangat tergantung kepada kerelaan individu yang diwawancarai 3) Memakan ongkos yang besar jika jumlah yang diwawancarai terlalu banyak 4) Membutuhkan tenaga yang banyak 5) Membutuhan keterampilan 6) Apa yang dikatakan responden belum tentu benar

3. Teknik Dokumentasi
a. Pengertian
Dokumentasi adalah suatu teknik pengumpulan data dengan cara mempelajari/menganalisa datadata yang sudah didokumentasikan orang lain.

b. Rasional pengunaannya
Pengumpulan data dengan dokumentasi perlu dipikirkan apakah data yang dicari benar-benar terdokumen dengan baik.

c. Pembuatan blangko pencatanan


Blangko pencatatan dipersiapkan sebelum pengambilan data

d. Langkah-langkah Pengunaan
1) Menentukan tujuan dan blangko pencatatan 2) Menentukan variabel yaitu komponen yang akan dicari 3) Menyusun blangko pencatatan agar dapat teratur dalam pengumpulan data

e. Jenis-jenisnya
1) Berdasarkan wujudnya
- Dokumen tertulis (autobiografi), buku harian, suratsurat pribadi, surat kabar - Dokumen tak tertulis berupa foto, tape, film - Benda-benda sejarah

2) Berdasarkan sifatnya
- Dokumen pribadi, buku harian, surat pribadi, dll - Dokumen resmi (internal) memo, pengumuman surat resmi, dll - Dokumen external berisi bahan-bahan informasi yang dihasilkan suatu lembaga sosial. Misalnya majalah, buletin, dan berita.

4. Teknik Curah Pendapat


a. Pengertian
Teknik curah pendapat adalah kegiatan yang dilakukan untuk menghimpun gagasan dan pendapat dalam rangka menentukan dan memilih gagasan dan pendapat terhadap kebutuhan belajar, sumber-sumber belajar, hambatan yang ditemui dalam pelaksanaan kegiatan, dll

b. Langkah-langkah pengunaan
1) SB menyusun pertanyaan tentang kebutuhan belajar dan sumber belajar atau kemungkinan hambatan 2) SB menyampaikan pertanyaan. WB diberi kesempatan 3-5 menit untuk memikirkan alternatif jawaban 3) SB menjelaskan aturan menjawab, misalnya cepat, langsung dan menghindari diri untuk mengetik dan mengevaluasi pendapat orang lain 4) SB memberitahukan waktu yangdigunakan, misalnya 15 menit untuk menjawab masing-masing pertanyaan. WB mengajukan pendapat yagn terlintas dalam pikirannya secara bergiliran dan tidak boleh mengomentari jawaban temannya 5) SB menunjuk saslah seorang anggota untuk menulis jawaban teman-teman. SB dapat memimpin kelompok untuk megnevaluasi jawaban anggota. SB menghindari dominasi seorang peserta dalam menyampaikan gagasan dan pendapat.

c. Kapan teknik ini tepat digunakan


1) Tepat digunakan apabila ingin meminta pendapat tentang kebutuhan belajar dan pemecahan permasalahan dalam kegiatan belajar 2) Dapat dilakukan untuk mememcahkan permasalahan baru atau untuk menentukan cara baru dalam menghadapi masalah lama 3) Dapat menghimpun pendapat dalam waktu singkat 4) Dapat saling memupuk dan saling melengkapi saran dan pendapat diantara warga belajar 5) Teknik ini akan tepat apabila mereka telah saling mengenal dan mereka telah dimotivasi terlebih dahulu 6) Setelah pendapat dihimpun tentukan prioritas kebutuhan belajar WB 7) Kemudian lakukan identifikasi sumber-sumber belajar 8) Selanjutnya tentukan kemungkinan hambatan-hambatan yang ditemukan dalam kegiatan belajar.

d. Keuntungan
1) Merangsang WB untuk mengemukakan pendapat 2) Menghasilkan jawaban dengan/pendapat melalui reaksi berantai 3) Pengunaan waktu dapat dikontrol dapat digunakan dalam kelompok besar atau kecil 4) Tidak memerlukan alat dan sumber belajar yang profesional

e. Kelemahan
1) WB yang kurang perhatian merasa terpaksa untuk berpendapat 2) Jawaban cendrung terlepas dari pendapat berantai 3) WB cendrung semua pendapatnya diterima 4) Memerlukan evaluasi lanjutan untuk menentukan urutan/prioritas pendapat yang disampaikan

5. Pengunaan Kartu SKBM


a. Pengertian
Kartu SKBM (Sistem Kegiatan Belajar mengajar) adalah kartu untuk mengetahui kebutuhan belajar masyarakat. Kartu ini merupakan pengalaman eksperimentasi pusat kegiatan belajar Kabupaten Indramayu dan Kecamatan Bringkaraya Kota Ujung Pandang.

b. Langkah-langkah pelaksanaan

1) Menyiapkan alat pengumpulan data yaitu kartu SKBM calon WB dan kartu SKBM orang tua dan tokoh masyarakat 2) Calon WB, orang tua dan tokoh masyarakat menulis sendiri keterampilan yang dibutuhkan 3 bh mulai dari no 1 yang penting, seterusnya no 2 kurang penting dan tidak penting. Kemudian buat pula 3 keterampilan khusus mulai no 1 dan seterusnya sampai no 2 tidak penting 3) Menentukan lokasi dan sasaran 4) Mengkomunikasikan rencana kepada camat dan kepala desa 5) Pelaksanaan identifikasi secara individual ataupun secara kelompok mengisi kartu SKBM 6) Pengolahan hasil identifikasi (hasil rekaman kartu SKBM) 7) Tiap kebutuhan belajar menurut urutan nomor dihitung 8) Tabulasi kebutuhan belajar no 1,2,3

9) Hasil tabulasi dipindahkan ke tabel menurut urutan 10) Melakukan tabulasi kebutuhan belajar orang tua dan tokoh masyarakat seperti tabulasi kebutuhan WB 11) Membuat tabel gabungan kebutuhan belajar no 1,2,3 12) Mengabungkan tabel I dan II 13) Mencek kembali hasil identifikasi kebutuhan belajar berupa satu set kartu sejumlah kebutuhan belajar hasil identifikasi berukuran 4 x 7 cm. Kartu disusun menurut urutan kepentingan yaitu tinggi, sedang dan rendah. Sedang dan rendah dibuang. T dihitung fekuensinya dan dihitung masukkan ke tabel IV 14) Mencek kedua kalinya hasil identifikasi kebutuhan belajar, kemudian menghubungi calon WB untuk mengetahui kebutuhan belajar mana menurut meraka paling penting satu saja dan masukkan ke tabel V dan itulah rangking kebutuhan belajar yang dibutuhkan 15) Mengadakan pendekatan langsung kepada keluarga (masyarat) untuk mengetahui masalah apa saja yang mereka hadapi.

TEKNIK PENGOLAHAN/ANALISIS HASIL IDENTIFIKASI KEBUTUHAN DAN SUMBER BELAJAR


1. Seleksi data Data yang telah terkumpul perlu diadakan penyeleksian, mungkin ada data yang tidak begitu penting dan tidak berguna, maka data itu dibuang 2. Tabulasi data Data yang terkumpul perlu dikelompokkan 3. Menyusun prioritas kebutuhan Dari beberapa data yang terkumpul tentukan prioritas, artinya masalah apa yang membutuhkan pemecahan dengan segera 4. Penetapan kebutuhan belajar masyarakat Setelah kita prioritaskan masalah berarti secara tidak langsung kita telah menetapkan kebutuhan belajar WB.