Anda di halaman 1dari 31

LARUTAN ELEKTROLIT

Elektrolit :

Zat-zat yang dapat menghasilkan ion-ion dalam larutan sehingga dapat menghantarkan listrik
Elektrolisis:

Peristiwa penguraian elektrolit oleh arus listrik searah dengan menggunakan dua macam elektroda. Elektroda tersebut adalah katoda (elektroda yang dihubungkan dengan kutub negatif) dan anoda (elektroda yang dihubungkan dengan kutub positif).

MEKANISME HANTARAN ELEKTROLIT


Ion bergerak dengan arah tertentu (migrasi)
Ion (+) bergerak menuju katoda, sedangkan ion (-)

bergerak menuju anoda Arus listrik menyebabkan perubahan kimia pada elektroda-elekrodanya Reaksi: K : Cu2+ + 2e Cu(s) A : H2O 2H+ + O2 + 2e

HUKUM FARADAY
Michael Faraday mengemukakan massa zat yang

terlibat dalam reaksi pada elektroda berbanding lurus dengan jumlah listrik yang mengalir pada larutan elektrolit W= e I t W = massa zat yang dihasilkan F e = berat ekivalen = Ar atau Mr e Q=It I = arus listrik (A) t = waktu (s) F = tetapan Faraday = 96500 C

HUKUM FARADAY
Q (1e) = 1,602 x 10-19 C 1 mol e = 6,02 x 10-23 elektron maka: Q (1 mol e) = 1,602 x 10-19 C/e (6,02 x 10-23 e/mol) = 96500 C/mol = 1 F/mol

SOAL
Berapa gram logam Cu (Ar = 63,5) dapat diendapkan

jika arus listrik sebesar 3 ampere dilewatkan dalam larutan CuSO4 selama 1 jam?

BILANGAN ANGKUT
Dalam larutan elektrolit:

migrasi ion + (I+) migrasi ion - (I-)

I = I + + I-

I = arus total

BILANGAN ANGKUT
Ion-ion membawa arus listrik dengan jumlah tertentu
Fraksi dari arus total yang dibawa oleh masing-masing

ion dalam larutan disebut sebagai bilangan angkut (ti) t+ = I+ / I t- = I- / I


dimana t+ + t- = 1

Pertanyaan!
Apakah fraksi arus yang dibawa kedua ion sama?

Apa yang mempengaruhi?

Faktor yang mempengaruhi ukuran ion


Bilangan koordinasi Muatan ion

BILANGAN ANGKUT
Sel elektrolisis dengan jarak elektroda sejauh l

diberikan beda potensial V. Sejumlah kation N+ bergerak dengan kecepatan v+ dan muatan z+e sehingga mencapai elektroda negatif (katoda) dalam waktu dt Sejumlah anion N- bergerak dengan kecepatan vdan muatan z-e sehingga mencapai elektroda positif (anoda) dalam waktu dt

BILANGAN ANGKUT
I = N+v+z+e + N-v-z-e l Syarat elektronetralitas larutan : N+z+e = N-z-e I = N+z+e (v+ + v-) l maka: t+ = I+ = N+v+z+e = v+ = I N+z+e (v+ + v-) v+ + vt- = I- = N-v-z-e = v= I N+z+e (v+ + v-) v+ + vsehingga

v+ v vv

PENENTUAN BILANGAN ANGKUT


a) Penentuan bilangan angkut dengan cara hittorf b) Penentuan bilangan angkut dengan cara pergerakan batas (moving boundary)

METODE HITTORF
Penentuan ini didasarkan pada perubahan konsentrasi

elektrolit di sekitar elektroda-elektroda yang disebabkan oleh aliran listrik melalui elektrolit. Prinsip cara ini adalah dengan membagi sel ke dalam tiga bagian yakni daerah anoda, tengah, dan katoda.

METODE HITTORF
Analisis kuantitatif metode Hittorf :

1. Analisis jumlah listrik yang mengalir pada coulometer 2. Buat reaksi redoks masing-masing elektrodanya 3. Hitung mol zat dalam larutan elektrolit sebelum dan setelah elektrolisis 4. Dianalisis jumlah ion-ion yang berpindah pada masing-masing elektroda 5. Ditentukan bilangan angkut masing-masing ion

METODE PERGERAKAN BATAS (MOVING BOUNDARY)


Penentuan ini didasarkan pada penambahan

konsentrasi larutan di sekitar elektrodanya, maka cara gerakan batas didasarkan pada pergerakan ion-ion ketika beda potensial diterapkan.

KONSEP DAYA HANTAR


Suatu sistem yang dapat mengalirkan listrik (kawat atau

larutan elektrolit) akan memiliki tahanan (R) R= l A


Hantaran (L) merupakan kebalikan dari tahanan (R = 1/L)

L= A l

L l A

= hantaran (satuan: siemens, S = -1) = hantaran jenis (-1 m -1) = jarak antara kedua elektroda (m) = luas elektroda (m2)

DAYA HANTAR MOLAR DAN DAYA HANTAR EKIVALEN


Ukuran kemampuan mengangkut listrik dari sejumlah

tertentu elektrolit, disebut hantaran molar (m ). m = = hantaran jenis (-1 m -1) C C = konsentrasi elekrolit (mol dm-3) ek = m = m m = hantaran molar z+ z(-1 m2 mol-1)
Hantaran molar (m) merupakan fungsi dari: konsentrasi,

jenis elektrolit

HUBUNGAN HANTARAN MOLAR DAN KONSENTRASI


Secara umum, semakin besar konsentrasi maka

hantaran semakin kecil. Mengapa?


ELEKTROLIT KUAT:

Pengenceran > kenaikan hantaran < ELEKTROLIT LEMAH: Pengenceran > kenaikan hantaran >

HUBUNGAN HANTARAN MOLAR DAN KONSENTRASI


ELEKTROLIT KUAT:

m = 0m B C

0m = hantaran molar pada pengenceran tak hingga (-1 m2 mol-1) B = tetapan C = konsentrasi elektrolit (mol dm-3) 0 = hantaran molar ion pada pengenceran tak hingga = derajat dissosiasi

ELEKTROLIT LEMAH:

0m = 0+ + 0 = m 0m

Catatan : karena tidak mungkin dapat dihitung hantaran molar masing-masing ion, hubungan matematika diatas dapat digunakan untuk menghitung selisih hantaran suatu jenis ion dengan mencari selisih hantaran molar dari ion yang kation/anionnya sama.

BILANGAN ANGKUT
t + = + t - = dimana = + + -

MOBILITAS ION
Mobilitas ion (ui) didefinisikan sebagai kecepatan (v)

untuk setiap satuan kekuatan medan listrik (E). u i = vi E E = V/l dimana V = beda potensial (V) l = jarak elektroda (m) E = kuat medan (V m-1) vi = kecepatan ion (m s-1) ui = mobilitas ion (m2 V-1 s-1)

HUBUNGAN MOBILITAS ION DAN DAYA HANTAR


Kuat arus dalam suatu larutan elektrolit merupakan

penjumlahan dari kuat arus yang diangkut oleh masingmasing ion. Jika mobilitas ion-ion dalam larutan besar, maka daya hantar ionnya juga besar. Hantaran molar ion-ion didefinisikan sebagai: + = z+ F u+ dan - = z- F umaka: = + + u+ = + dan u- = - dimana u = mobilitas ion z+ F z- F

HUBUNGAN MOBILITAS ION DAN DAYA HANTAR


= + + -

= F (u+ + u-) u/ elektrolit KUAT = F (u+ + u-) u/ elektrolit LEMAH

PENGARUH KONSENTRASI TERHADAP MOBILITAS ION


Pada konsentrasi elektrolit tertentu, mobilitas ion juga

tertentu dan berbeda harganya pada konsentrasi yang berbeda. Mobilitas turun dengan naiknya konsentrasi. Mengapa demikian?

TUGAS
Pada suhu 25C dan 1 atm diperoleh data sebagai berikut:

Larutan NaCl 0,2 M u(Cl-) = 65,1 x 10-5 cm2 V-1 s-1. Larutan KCl 0,2 M u(Cl-) = 65,6 x 10-5 cm2 V-1 s-1. a) Mengapa terdapat perbedaan mobilitas ion Cl di dalam kedua larutan tersebut? b) Pada larutan mana ion Cl dapat mengangkut arus lebih banyak?

APLIKASI DAYA HANTAR


1. Penentuan tetapan dissosiasi (K) dan derajat dissosiasi () misal. HA H+ + Am: C r: -C +C +C s: C(1-) +C +C K = [H+] [A- ] = C2 2 dimana = [HA] C(1-) 0 K = C 2 0 (0 ) K 02 - K 0 = C 2 1 = 1 + C y = b + ax 0 K 02 didapat slope = a = 1/K 02 dan intersep = b = 1/ 0

APLIKASI DAYA HANTAR


2. Penentuan titik ekivalen pada titrasi konduktometri misal. Titrasi HCl dengan NaOH. Pada awal hantaran dari HCl dikarenakan oleh adanya ion H+ dan Cl-. Saat titrasi dilakukan H+ digantikan oleh Na+. Hantaran ion Na+ lebih kecil dari H+ maka hantaran larutan berkurang. Setelah melewati titik akhir ekivalen, NaOH berlebih mulai terbentuk dalam larutan, karena hantaran ion OHsangat besar, maka hantaran dari larutan kembali meningkat.

APLIKASI DAYA HANTAR


3. Penentuan Ksp misal. BaSO4 (garam) = (larutan jenuh garam tersebut dalam air) - (air) = (garam) = (garam) C s garam sukar larut = konsentrasi kecil = larutan dgn pengenceran tak hingga s= 0
Ksp = [Ba2+] [SO42-]

APLIKASI DAYA HANTAR


4. Penentuan jenis muatan elektrolit Jika daya hantar molar pada berbagai konsentrasi diketahui, maka dapat aluran dari terhadap C dapat dibuat. Dari plot tersebut akan di dapat harga 0, kemudian dibandingkan harga 0 yang didapat dengan data eksperimen. Harga 0 untuk berbagai jenis larutan elektrolit akan berada pada rentang daerah tertentu sehingga dapat diketahui muatan ionionnya.

SOAL LATIHAN
1. Daya hantar LiCl pada pengenceran tak hingga adalah 115,83 -1 cm2 mol-1 pada suhu 250C. Bilangan angkut anion adalah 0,664. Tentukan kecepatan ion Li+ dan Cl- dalam larutan LiCl yang sangat encer jika jarak kedua elektroda 4 cm dan beda potensial 6 V. 2. Pada 250C 0/(10-4 -1 m2 mol-1) untuk natrium benzoat, asam klorida, dan natrium klorida masing-masing adalah 82,48; 426,16; 126,45. Hitung 0 untuk asam benzoat.

3. Larutan KCl 0,14941% massa pada 250C dielektrolisis pada sel Hittorf dengan menggunakan elektroda Ag-AgCl. Reaksi di katoda adalah: AgCl(s) + e Ag(s) + Cl-(aq) Reaksi di anoda merupakan reaksi kebalikannya. Setelah dielektrolisis di bagian katoda dianalisis 120,99 g larutan dengan KCl 0,19404% massa. Sementara itu 160,24 mg Ag telah terendapkan pada coulometer yang dihubungkan secara seri dengan sel Hittrof. Tentukan bilangan angkut K+ dan Cl- dalam larutan KCl yang digunakan.
4. Hantaran jenis larutan BaSO4 jenuh adalah 3,48 x 10-6 -1 cm-1 dan hantaran jenis air murni adalah 0,50 x 10-6 -1 cm-1 . Jika hantaran molar pada pengenceran tak hingga untuk ion Ba2+ dan SO42- masing-masing adalah 127,26 dan 160,04 -1 cm2 mol-1, hitung hasil kali kelarutan BaSO4.