P. 1
laporan praktikum makrobentos.docx

laporan praktikum makrobentos.docx

|Views: 291|Likes:
Dipublikasikan oleh Dwi Wahyu Intani
Laporan praktikum
Laporan praktikum

More info:

Published by: Dwi Wahyu Intani on Sep 08, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/25/2015

pdf

text

original

Laporan Praktikum Biologi Laut

1

KOMUNITAS MAKROBENTOS DI PANTAI BAMA, TAMAN NASIONAL BALURAN
Layniyatul Umammi (1511100009), Lilis Wahyu Astutik (1511100033), Dwi Wahyu Intani (1511100063), Cholis Muchlisin (1511100067) Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Jl. Arief Rahman Hakim, Surabaya 60111 Indonesia email : intani11@mhs.bio.its.ac.id

Abstrak- Tujuan dari praktikum ini adalah untuk mengetahui dan mampu melaksanakan metode standard sampling makrofauna bentik pada area padang lamun , untuk mengetahui kelimpahan dan keanekaragaman makrofauna bentik, serta mengetahui kesamaan komunitas makrofauna bentik pada lokasi yang berbeda di Pantai Bama, Baluran. Praktikum ini dilakukan pada hari jumat 12 April 2013 di Pantai Bama, Baluran untuk pengambilan sampel dan pada hari Kamis 18 April 2013 untuk identifikasi sampel. Metode yang digunakan dalam pengamatan makfrofauna bentik ini adalah metode belt-transect. Analisis data meliputi perhitungan nilai indeks diversitas Shannon-Wiener (H’), indeks Richness Margalef (d), indeks Evenness Pielou (j), dan indeks kesamaan komunitas Morisitahorn. Banyak ditemukan spesies makrobentos di Pantai Bama, Baluran, yaitu 59 spesies pada zona lamun dan 25 spesies pada zona transisi. Makrobentos yang paling mendominasi pada zona lamun dan transisi adalah spesies Holothuria atra. Kata kunci – belt-transect, dominansi, makrobentos, Pantai Bama.

Bama, Baluran dan untuk identifikasi dilakukan pada hari Kamis 18 April 2013 di Laboratorium Ekologi, Jurusan Biologi ITS, Surabaya.

I. PENDAHULUAN otensi Taman Nasional Baluran tidak hanya berupa potensi yang terdapat di daratan saja. Tetapi juga ada yang berada di perairan. Perairan padang lamun merupakan salah satu ekosistem yang penting pada daerah pesisir (Susetino 2004:4 dalam [1]). Peranan lain dari padang lamun adalah sebagai tempat hidup bagi berbagai kelompok hewan seperti plankton, nekton, bentos, detritus dan meiofauna [1]. Hewan bentik merupakan hewan yang hidup di permukaan ataupun didalam dasar perairan, dan karena biasanya dasar perairan tertutup oleh sedimen, berarti hewan tersebut hidup di permukaan atau di dalam sedimen. Hewan bentik menurut ukurannya dibagi menjadi empat yaitu, Megafauna (>20 cm), Makrofauna (>0.5 mm – 20 cm), Meiofauna (>50 m – 0,5 mm), dan Mikrofauna ( 5 m – 50 m)[2]. Tujuan dari praktikum ini adalah untuk mengetahui dan mampu melaksanakan metode standard sampling makrofauna bentik pada area padang lamun, untuk mengetahui kelimpahan dan keanekaragaman makrofauna bentik, serta mengetahui kesamaan komunitas makrofauna bentik pada lokasi yang berbeda.

P

Gambar 1 : Lokasi pengambilan sampel makrobentos B. Pengambilan Sampel Sampling makrofauna bentik dikoleksi dengan menggunakan metode transek sabuk (belt transect) dengan lebar area 0,5 meter ke arah kanan dan kiri garis transek. Metode transek sabuk bertujuan untuk menggambarkan kondisi populasi makrobentos yang bermacam-macam dan juga untuk mengetahui keberadaan makrobentos (jumlah, jenis dan lain-lain) sehingga pencatatan data jumlah individu yang ditemukan lebih teliti. Transek yang digunakan adalah transek yang sama untuk analisis lamun. Dimana setiap transek dilakukan di tempat yang berbeda. Semua jenis makrofauna bentik yang terdapat dalam transek dikoleksi (dimasukkan ke dalam plastik zip-lock yang telah diisi air laut). Spesimen hasil koleksi dipindah ke dalam wadah plastik yang juga telah diisi air laut untuk mempermudah identifikasi.. Semua spesimen diidentifikasi hingga taksa spesies atau genus dan dihitung kelimpahannya. Setelah diidentifikasi, spesimen koleksi dikembalikan ke habitat asalnya. C. Analisis Data Analisis data meliputi perhitungan nilai indeks diversitas Shannon-Wiener (H’), indeks Rishness Margalef (d), indeks Evenness Pielou (j), dan indeks kesamaan komunitas Morisitahorn. - Indeks Diversitas Shannon-Wiener (H’) (1)

I. METODOLOGI A. Waktu dan Lokasi Praktikum komunitas makrobentos, untuk pengambilan spesimen dilakukan pada hari jumat 12 April 2013 di Pantai Dimana Pi = ni / N H’ : indeks diversitas Shannon-Wiener Pi : Porporsi jumlah individu spesies ke-i ni : jumlah individu spesies i dalam komunitas

Laporan Praktikum Biologi Laut

2

N : jumlah total individu semua spesies dalam komunitas Dengan ketentuan : H’<1 maka keanekaragaman spesies rendah 1<H’<3 maka keanekaragaman spesies sedang H’>3 maka keanekaragaman spesies tinggi d= ( Indeks kekayaan Jenis (Richness) Margalef ) (2)

Dimana d : Indeks kekayaan jenis S : Jumlah taxon dalam satu sampel N : Jumlah total keseluruhan spesies Lalu untuk melihat kesamaan komunitas di empat lokasi tersebut digunakan indeks Morisita-Horn untuk membuat dendogram kesamaan komunitas. CMH = 2∑(ani x bni) / (da + db)aN x bN Dimana : CMH ani bni aN bN :koefisien Morisita – Horn :jumlah total individu pada tiap-tiap spesies di komunitas a :jumlah total individu pada tiap-tiap spesies di komunitas b :jumlah individu di komunitas a :jumlah individu di komunitas b da = ∑ dan db = ∑ (3)

Gambar 2. Diagram kelimpahan makrobentos zona lamun

Gambar 3. Diagram kelimpahan makrobentos zona transisi Berdasarkan diagram diatas (gambar 2-3) diketahui tingkat kelimpahan dan keanekaragaman makrobentos pada zona lamun dan zona Transisi Pantai Bama, Baluran berbeda. Pada zona lamun keanekaragaman spesies makrobentos lebih tinggi dibandingkan dengan zona transisi, yaitu terdapat 59 spesies. Sedangkan pada zona transisi hanya terdapat 25 spesies.. Menurut [5] Adanya pembagian yang jelas dari lamun tentang daun, batang, rimpang dan akar menyebabkan meningkatnya keragaman dari mikrohabitat sehingga hal ini membuat dukungan terhadap keragaman fauna yang cukup tinggi, di mana mereka tidak memakan lamun secara langsung Pada zona lamun dan zona transisi terdapat dominansi makrobentos. Pada zona lamun didominansi oleh spesies Holothuria atra dengan prosentase 44%, begipula pada zona transisi. Pada zona transisi juga didominansi oleh Holothuria atra. Tetapi jumlah spesies ini lebih banyak ditemukan di zona transisi daripada di zona lamun yaitu dengan jumlah 69%. Holothuria atra mendominasi lebih dari setengah kelimpahan makrobentos di perairan Pantai Bama terutama pada zona transisi. Menurut [6] beberapa jenis teripang, ada yang hidup di daerah dengan habitat yang berbongkah karang ( boulders), dan sekitar kelompok karang hidup. Pada zona lamun juga ditemukan beberapa Holothuria atra yang mendominansi. Menurut [6], habitat dengan dasar pasir karang yang sebagian ditumbuhi lamun (sea grass) merupakan tempat hidup teripang. Di pantai bama banyak di temukan teripang jenis Holothuria atra karena teripang keling, Holothuria atra, merupakan jenis teripang yang sangat umum ditemukan di daerah tropika mempunyai densitas 5-35 individu/ m3 (Bakus, 1973 dalam [6]). Pada zona lamun dan transisi banyak dijumpai Holothurian karena teripang (holothurians) adalah hewan bentik yang lambat geraknya, hidup pada dasar /

II. HASIL DAN PEMBAHASAN Pada praktikum ini digunakan metode transek sabuk ( belt transect). Untuk mempelajari struktur komunitas atau pola sebaran spesies antarzona di terumbu karang maka belt transect yang sejajar garis pantai paling baik digunakan [3]. Kelebihan dari metode belt transect dibandingkan dengan metde yang lainnya adalah pencatatan data jumlah individu lebih teliti dan data yang diperoleh mempunyai akurasi yang cukup tinggi serta dapat menggambarkan struktur populasi. Sedangkan kekurangan metode ini membutuhkan keahlian untuk mengidentifikasi secara langsung dan dibutuhkan penyelaman yang baik dan waktu yang dibutuhkan cukup lama [4] Pada zona lamun dan zona transisi Pantai Bama banyak ditemukan spesies makrobentos. Hasil kelimpahan dan keanekaragaman yang diperoleh pada setiap zona berbeda – beda, yaitu dapat dilihat pada diagram dibawah ini :

Laporan Praktikum Biologi Laut

3

substrat pasir, lumpur maupun dalam lingkungan terumbu. Teripang merupakan komponen penting dalam rantai makanan (food chain) di daerah terumbu karang dengan asosiasi ekosistemnya pada berbagai tingkat trofik (trophic levels), berperan penting sebagai pemakan deposit (deposit feeder) dan pemakan suspensi (suspensi feeder) [6]. Selain itu pada praktikum komunitas makrobentos ini juga mengidentifikasi kelimpahan jenis pada setiap transek dengan menggunakan indeks morisita-horn, Indeks ini tidak dipengaruhi oleh luas titik pengambilan sampel dan sangat baik untuk membandingkan pola pemencaran populasi [7] sehingga diketahui kesamaan komunitas tersebut pada beberapa tempat. Berikut adalah dendogram indeks morisitahorn :

[5] [6] [7]

Indra, Aswandy dan M. Husni Azkab. Hubungan Fauna Dengan Padang Lamun. Oseana, Volume XXV, Nomor 3, 2000 : 19- 24. 2000. Prapto, Darsono. Sumberdaya Teripang Dan Pengolahannya. Oseana, Volume XXVIII, Nomor 2, 2003: 1-9. 2003. Brower, J., J Zar and C. von Ende. Field and Laboratory Methods for General Ecology. Wm. C. Brown Publ. 1990.

T2 1

T5

T4

T1

T3

0,99075

0,918975

0,68165
Gambar 4. Dendogram kesamaan komunitas makrobentos Berdasarkan indeks morisitahorn diatas diketahui tingkat kesamaan komunitas tertinggi yaitu pada transek 2 dan transek 5 yang mempunyai nilai sebesar 1. Ini berarti pada transek 2 dan 5 komunitas makrobentos hampir sama. Kemudian tingkat kesamaan komunitas pada transek 2 dan 4 adalah 0.99075 yang berarti terdapat sedikit perbedaan. Selanjutnya adalah pada transek 2 dan transek 1 nilai kesamaannya adalah 0,9198975 yang berarti semakin banyak terdapat perbedaan komunitas makrobentos. Kemudian transek 2 dengan transek 3 semakin terlihat lebih jauh perbedaan komunitasnya yaitu dengan nilai 0,68165 karena menjauhi nilai 1. III. KESIMPULAN Berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan dapat diambil kesimpulan bahwa keanekaragaman dan kelimpahan makrobentos di zona lamun lebih tinggi dibandingkan dengan zona transisi. Spesies yang mendominansi pada zona lamun dan zona transisi adalah spesies Holothuria atra. DAFTAR PUSTAKA
[1] Nur, Trisnawati. Struktur Komunitas Meiofauna Interstisial Di Substrat Padang Lamun Pulau Pari, Kepulauan Seribu. Skripsi. FMIPA UI.Jakarta. 2012. P.S. Meadows and J.I. Campbell,. An Introduction to Marine Science. Blackie Academic and Professional Glasgow. 118 – 125 pp. 1990. Chair, Rani. Metode Pengukuran Dan Analisis Pola Spasial (Dispersi) Organisme Bentik.UNHAS : Makassar Ofri, Johan. Metode Survey Terumbu Karang Indonesia. Universitas Indonesia : Jakarta. 2003.

[2] [3] [4]

Laporan Praktikum Biologi Laut

4

LAMPIRAN 1

T1 : T2 Archaster typicus Conus sanguinolentus Conus sp Cypraea moneta Diadema setosum Holothuria atra Nassarius jacksonianus Nassarius margaritiferus Nassarius pullus Nassarius venustrus Synapta maculata Tripneustes gratilla Trochus maculatus Varuna yui Vexillum rugosum total T1:T3 Anadara nodifera Archaster typicus Ceratosoma sinuatum Conus flavidus Cypraea moneta Cypraea tigris Cypraea vitellus Diadema setosum Holothuria atra Nardoa tuberculata Nassarius jacksonianus Ophiarachna affinis

an 1

bn 35 1 4 113 33 1 56 13 2 10 1 7 276 bn 1 1 10 1 2 1 2 1 4 31 1 1 2

an*bn 0 0 0 4 0 9040 0 0 0 0 0 2 0 0 0 9046 an*bn 0 10 0 0 0 0 0 16 2480 0 0 0

an^2 1 0 0 1 16 6400 0 0 0 0 1 1 0 0 0 6420 an^2 0 1 0 0 1 0 0 16 6400 0 0 0

bn^2

1 4 80

1 1

88 an

da db IMH 0 0,829029 0,243646 0,694427 1225 1 16 0 12769 1089 1 3136 169 0 4 100 1 49 18560 da db IMH 1 0,829029 0,235455 0,777282 100 1 4 0 4 1 16 961 1 1 4

bn^2

4 80

Laporan Praktikum Biologi Laut

5

Oratosquilla sp Phyllidiella nigra Pilumnus vespertilio Pinna muricata Strombus urceus Synapta maculata Tripneustes gratilla Vexillum rugosum total

1 1 88

1 1 1 1 2 3 3 1 69

0 0 0 0 0 3 3 0 2512

0 0 0 0 0 1 1 0 6420

1 1 1 1 4 9 9 1 1121

T1:T4 Archaster typicus Cypraea moneta Cypraea tigris Diadema setosum Grapsus sp Holothuria atra Holothuria scabra Lambis lambis Plagiocardium pseudolatum Schaparca inaequivalvis Strombus luhuanus Strombus marginatus Strombus urceus Synapta maculata Tripneustes gratilla Vexillum rugosum total

an 1 1 4 80

bn 1 1 1 1 119 17 1 1 1 1 1 1 2 0 1 149

an*bn 1 0 0 4 0 9520 0 0 0 0 0 0 0 2 0 0 9527

an^2 1 1 0 16 0 6400 0 0 0 0 0 0 0 1 1 0 6420

bn^2

1 1 88

da db IMH 1 0,829029 0,651547 0,981491 0 1 1 1 14161 289 1 1 1 1 1 1 4 0 1 14465

Laporan Praktikum Biologi Laut

6

T1:T5 Archaster typicus Cypraea moneta Diadema setosum Holothuria atra Synapta maculata Tripneustes gratilla Coenobita sp Collumbella sp Cypraea tigris Eriphia smithi Malleus sp Strombus urceus Strombus variabilis total

an 1 1 4 80 1 1

bn 2

an*bn 2 0 0 8400 7 1 0 0 0 0 0 0 0 8410

an^2 1 1 16 6400 1 1 0 0 0 0 0 0 0 6420

bn^2

88

105 7 1 1 108 6 1 1 1 1 234

da db IMH 4 0,829029 0,416101 0,656014 0 0 11025 49 1 1 11664 36 1 1 1 1 22784

T2:T3 Anadara nodifera Archaster typicus Ceratosoma sinuatum Conus flavidus Cypraea moneta Cypraea tigris Cypraea vitellus Diadema setosum Holothuria atra Nardoa tuberculata Nassarius jacksonianus Ophiarachna affinis Oratosquilla sp Phyllidiella nigra Pilumnus vespertilio

an

bn 1 10 1 2 4 2 1 4 31 1 1 2 1 1 1

an*bn 0 0 0 0 0 0 0 0 3503 0 33 0 0 0 0

an^2 0 0 0 0 16 0 0 0 12769 0 1089 0 0 0 0

bn^2

113 33

da db IMH 1 0,243646 0,235455 0,777948 100 1 4 0 4 1 16 961 1 1 4 1 1 1

Laporan Praktikum Biologi Laut

7

Pinna muricata Strombus urceus Synapta maculata Tripneustes gratilla Vexillum rugosum Conus sanguinolentus Conus sp Nassarius margaritiferus Nassarius pullus Nassarius venustrus Trochus maculatus Varuna yui total

2 7 35 1 1 56 13 10 1 276

1 2 3 3 1

69

0 0 0 6 7 0 0 0 0 0 0 0 3549

0 0 0 4 49 1225 1 1 3136 169 100 1 18560

1 4 9 9 1 0 0 0 0 0 0 0 1121

T2:T4 an Archaster typicus Conus sanguinolentus Cypraea tigris Diadema setosum Grapsus sp Holothuria atra Holothuria scabra Lambis lambis Plagiocardium pseudolatum Schaparca inaequivalvis Strombus luhuanus Strombus marginatus Strombus urceus Synapta maculata Conus sp Vexillum rugosum Cypraea moneta

bn 1 35 1 1 1 119 17 1 1 1 1 1 1 2 1

an*bn 0 0 0 0 0 13447 0 0 0 0 0 0 0 0 0 7 0

an^2 0 1225 0 0 0 12769 0 0 0 0 0 0 0 0 1 49 16

bn^2

113

1 7 4

da db IMH 1 0,243646 0,651547 0,730919 0 1 1 1 14161 289 1 1 1 1 1 1 4 0 1 0

Laporan Praktikum Biologi Laut

8

Nassarius jacksonianus Nassarius margaritiferus Nassarius pullus Nassarius venustrus Tripneustes gratilla Trochus maculatus Varuna yui Total

33 1 56 13 2 10 1 276 149

0 0 0 0 0 0 0 13454

1089 1 3136 169 4 100 1 18560

0 0 0 0 0 0 0 14465

T2:T5 Archaster typicus Conus sanguinolentus Conus sp Cypraea moneta Coenobita sp Holothuria atra Nassarius jacksonianus Nassarius margaritiferus Nassarius pullus Nassarius venustrus Synapta maculata Tripneustes gratilla Trochus maculatus Varuna yui Vexillum rugosum Strombus variabilis Strombus urceus Collumbella sp Cypraea tigris Eriphia smithi Malleus sp total

an 35 1 4 113 33 1 56 13 2 10 1 7

bn 2

an*bn 0 0 0 0 0 11865 0 0 0 0 0 2 0 0 0 0 0 0 0 0 0 11867

an^2 0 1225 1 16 0 12769 1089 1 3136 169 0 4 100 1 49 0 0 0 0 0 0 18560

bn^2

1 105

7 1

276

1 1 108 6 1 1 234

da db IMH 4 0,243646 0,416101 0 0 0 1 11025 0 0 0 0 49 1 0 0 0 1 1 11664 36 1 1 22784

1

Laporan Praktikum Biologi Laut

9

T3:T4 an Anadara nodifera Archaster typicus Ceratosoma sinuatum Conus flavidus Archaster typicus Cypraea tigris Cypraea vitellus Diadema setosum Holothuria atra Nardoa tuberculata Nassarius jacksonianus Ophiarachna affinis Oratosquilla sp Phyllidiella nigra Pilumnus vespertilio Pinna muricata Strombus urceus Synapta maculata Tripneustes gratilla Vexillum rugosum Grapsus sp Holothuria scabra Plagiocardium pseudolatum Lambis lambis Schaparca inaequivalvis Strombus luhuanus Strombus marginatus total

bn 1 10 1 2 2 1 4 31 1 1 2 1 1 1 1 2 3 3 1 1 1 1 119

an*bn 0 0 0 0 0 2 0 4 3689 0 0 0 0 0 0 0 2 6 0 1 0 0 0 0 0 0 0 3704

an^2 1 100 1 4 0 4 1 16 961 1 1 4 1 1 1 1 4 9 9 1 0 0 0 0 0 0 0 1121

bn^2

1 2 1 1 17 1 1 1 1 1 149

69

da db IMH 0 0,235455 0,651547 0,812346 0 0 0 1 1 0 1 14161 0 0 0 0 0 0 0 1 4 0 1 1 289 1 1 1 1 1 14465

Laporan Praktikum Biologi Laut

10

T3:T5 Anadara nodifera Archaster typicus Ceratosoma sinuatum Conus flavidus Coenobita sp Cypraea tigris Cypraea vitellus Diadema setosum Holothuria atra Nardoa tuberculata Nassarius jacksonianus Ophiarachna affinis Oratosquilla sp Phyllidiella nigra Pilumnus vespertilio Pinna muricata Strombus urceus Synapta maculata Tripneustes gratilla Vexillum rugosum Collumbella sp Eriphia smithi Malleus sp Strombus variabilis total

an 1 10 1 2 2 1 4 31 1 1 2 1 1 1 1 2 3 3 1

bn

an*bn 0 0 2 0 0 12 0 0 3255 0 0 0 0 0 0 0 2 21 3 0 0 0 0 0 3295

an^2 1 100 1 4 0 4 1 16 961 1 1 4 1 1 1 1 4 9 9 1 0 0 0 0 1121

bn^2

2 1 6

105

1 7 1 108 1 1 1 234

69

da db IMH 0 0,235455 0,416101 0,626425 0 4 0 1 36 0 0 11025 0 0 0 0 0 0 0 1 49 1 0 11664 1 1 1 22784

Laporan Praktikum Biologi Laut

11

T4:T5 Archaster typicus Eriphia smithi Cypraea tigris Diadema setosum Grapsus sp Holothuria atra Holothuria scabra Lambis lambis Plagiocardium pseudolatum Schaparca inaequivalvis Strombus luhuanus Strombus marginatus Strombus urceus Synapta maculata Tripneustes gratilla Vexillum rugosum Coenobita sp Strombus variabilis Collumbella sp Malleus sp Total

an 1 1 1 1 119 17 1 1 1 1 1 1 2 1

bn 2 1 6

an*bn 2 0 6 0 0 12495 0 0 0 0 0 0 1 14 0 0 0 0 0 0 12518

an^2 1 0 1 1 1 14161 289 1 1 1 1 1 1 4 0 1 0 0 0 0 14465

bn^2

105

da db IMH 4 0,651547 0,416101 0,672566 1 36 0 0 11025 0 0 0 0 0 0 1 49 1 0 1 1 11664 1 22784

1 7 1 1 1 108 1 234

149

Laporan Praktikum Biologi Laut

12

LAMPIRAN 2

1.

Archaster typicus

4.

Tripneustes gratilla

2.

Eriphia smithi

5.

Synapta maculata

3.

Malleidae

6.

Holothuria atra

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->