Anda di halaman 1dari 21

[Date]

Lengkuas atau laos (Alpinia galanga) merupakan jenis tumbuhan umbi-umbian yang bisa hidup di daerah dataran tinggi maupun dataran rendah

Disusun Oleh :

Aan Vildani Ardika Chandra Mujiati Rici Oktora Saiful Anwar Vika Khorunissa

Kata Pengantar

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami ucapkan kepada Allah SWT karena atas rahmat dan hidayahnya makalah ini dapat diselesaikan dengan baik. Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas presentasi tentang salah satu tanaman herbal ( tanaman lengkuas). Untuk itu kami mengucapkan terima kasih sehingga makalah ini dapat diselesaikan. Terima kasih juga kami ucapkan pada pihak-pihak yang membantu terselesaikannya makalah ini. Kami menyadari bahwa makalah ini masih terdapat kesalahan dan kekurangan, untuk itu kami mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi perbaikan makalah ini. Semoga makalah ini dapat berguna bagi kami dan pembaca.

Gunung Agung, 29 Agustus 2013

Tim Penyusun

Daftar Isi

ii

Daftar Isi

1. Kata Pengantar ........................................................................i 2. Daftar Isi.................................................................................. ii 3. Pendahuluan ........................................................................... 1


a. Latar Belakang .......................................................................................1 b. Tujuan ....................................................................................................1 c. Manfaat .................................................................................................2

4. Tinjauan Pustaka..................................................................... 2
a. Klasifikasi, Morfologi Dan Habitat Tanaman Lengkuas .......................2 b. Pertumbuhan ........................................................................................6 c. Panen .....................................................................................................6 d. Jenis Lengkuas .......................................................................................7 e. Zat Kimia Yang Terkandung Dalam Lengkuas ......................................7 f. Khasiat Alpinia galanga ........................................................................8 g. Pengolahan Lanjutan Dan Pemanfaatan Lengkuas .............................9 h. Hama, Penyakit Dan Gulma Pada Tanaman Lengkuas.......................14

5. Kesimpulan ............................................................................ 15 6. Soal Latihan............................................................................ 16 7. Daftar Pustaka........................................................................ 18

Pendahuluan

I.

Pendahuluan
Latar Belakang

Lengkuas (Lenguas galanga atau Alpinia galanga) sering digunakan oleh para ibu di dapur sebagai penyedap masakan. Manfaat lain tanaman dari India ini adalah sebagai bahan ramuan tradisional dan penyembuh berbagai penyakit, khususnya penyakit yang disebabkan jamur kulit. Namun, di luar dua manfaat tersebut, lengkuas ternyata juga punya peran dalam memperpanjang umur simpan atau mengawetkan makanan karena aktivitas mikroba pembusuk. Pendeknya, lengkuas dapat berperan sebagai pengganti fungsi formalin yang sekarang sedang hangat diperbincangkan. Kita mengenal ada dua jenis tumbuhan lengkuas, yaitu varietas dengan rimpang umbi (akar) berwarna putih dan varietas berimpang umbi merah yang ukurannya lebih besar. Lengkuas berimpang umbi putih umumnya digunakan sebagai penyedap masakan, sedangkan lengkuas berimpang umbi merah banyak digunakan sebagai obat. Rimpang umbi lengkuas selain berserat kasar juga mempunyai aroma yang khas.Senyawa kimia yang terdapat pada lengkuas antara lain mengandung minyak atsiri, minyak terbang, eugenol, seskuiterpen, pinen, metil sinamat, kaemferida, galangan, galangol, dan kristal kuning. Minyak atsiri yang dikandungnya antara lain galangol, galangin, alpinen, kamfer, dan methyl-cinnamate. Beberapa kegunaan lengkuas sebagai tanaman obat mulai dari mengobati rematik, sakit limpa, membangkitkan nafsu makan, bronkhitis, morbili, panu, antibakteria, membersihkan darah, menambah nafsu makan, mempermudah pengeluaran angin dari dalam tubuh, mencairkan dahak, mengharumkan serta merangsang otot bahkan dapat membangkitkan gairah seks.Di samping itu, lengkuas merah bila dimasak dengan cuka encer, dapat dijadikan minuman untuk wanita yang baru melahirkan karena dapat mempercepat pembersihan rahim. Bila dicampur dengan bawang putih yang telah dilumatkan dengan perbandingan 4 5 : 1 dan dimasak dengan sedikit cuka, lengkuas bisa menjadi obat kurap dengan cara dioleskan pada kulit yang terserang kurap. Bahkan bila diremas-remas dengan cuka dan dioleskan seperti lulur, lengkuas mampu menyingkirkan bercak-bercak kulit dan tahi lalat.

Tujuan
Tujuan dibuat makalah ini yaitu Untuk menambah pengetahuan tentang tanaman lengkuas Untuk mengetahui kegunaan tanaman lengkuas Untuk menambah wawasan kami tentang tanaman herbal Untuk menambah keterampilan kami dalam budidaya tanaman lengkuas

Tinjauan pustaka

Manfaat
Manfaat dibuat makalah ini agar, kami lebih tahu cara yang benar dalam budidaya tanaman lengkuas.

II.

Tinjauan pustaka
Klasifikasi, Morfologi Dan Habitat Tanaman Lengkuas
1. Klasifikasi : Plantae : Spermatophyta : Angiospermae : Monocotyledoneae : Zingiberales : Zungiberaceae : Alpinia : Alpinia galanga

Regnum Divisio Sub-diviso Kelas Ordo Famili Genus Species 2.

Nama daerah

o Lengkueus (Gayo) o Langkueueh (Aceh) o Kelawas(Karo) o Halawas(Simalungun) o Lakuwe (Nias) o Lengkuas (Melayu) o Langkuweh (Minang) o Lawas(Lampung) o Laja (Sunda) o Laos (Jawa, Madura) o Langkuwas, Laus (Banjar) o Laja, Kalawasan, lahwas, Isem (Bali) o Laja, Langkuwasa(Makasar) o Aliku (Bugis) o Lingkuwas (Menado) o Likui, Lingkuboto (Gorontalo) o Laawasi lawasi (Ambon)

Tinjauan pustaka o Lawase,Lakwase, Kourola (Seram) o Galiasa, Galiaha, Waliasa (Ternate, Halmahera) o Langkwas (Roti) o Hingkuase (Sangihe) o Langkuwas (Basemah) o Laawasi,Lawasi (Alfuru) o Lauwasel (Saparua) o Langoase (Buru) o Lengkuas, Puar (Malaysia) o Langkauas, Palia (Filipina) o Padagoji (Burma) o Kom deng, Pras (Kamboja) o Kha (Laos, Thailand) o Hong dou ku (Cina) o Galangal, Greater galangal, Java galangal, Siamese ginger (Inggeris) o Grote galanga, Galanga de I'Inde (Belanda) o Galanga (Perancis) o Grosser galgant (Jerman) o Hong dou ku (Cina) o Galangal, Greater galangal, Java galangal, Siamese ginger (Inggeris) o Grote galanga, Galanga de I'Inde (Belanda) o Galanga (Perancis) o Grosser galgant (Jerman) o Kha (Laos, Thailand) 3. Morfologi

BATANG Merupakan terna berumur panjang, tinggi sekitar 1 sampai 2 meter, bahkan dapat mencapai 3,5 meter. Biasanya tumbuh dalam rumpun yang rapat. Batangnya tegak, tersusun oleh pelepah-pelepah daun yang bersatu membentuk batang semu,berwarna hijau agak keputih- putihan. Batang muda keluar sebagai tunas dari pangkal batang tua. Pohon lengkuas putih umumnya lebih tinggi dari pada lengkuas merah. Pohon lengkuas putih dapat mencapai tinggi 3 meter, sedangkan pohon lengkuas merah umumnya hanya sampai 1-1,5 meter. DAUN Daun tunggal, berwarna hijau, bertangkai pendek, tersusun berseling. Daun disebelah bawah dan atas biasanya lebih kecil dari pada yang di tengah.

Tinjauan pustaka Bentuk daun lanset memanjang, ujung runcing, pangkal tumpul, dengan tepi daun rata. Pertulangan daun menyirip. Panjang daun sekitar 20 - 60 cm, dan lebarnya 4 - 1 5cm. Pelepah daun lebih kurang 15 - 30 cm, beralur, warnanya hijau. Pelepah daun ini saling menutup membentuk batang semu berwarna hijau. BUNGA Bunga lengkuas merupakan bunga majemuk berbentuk lonceng, berbau harum, berwarna putih kehijauan atau putih kekuningan, terdapat dalam tandan bergagang panjang dan ramping, yang terletak tegak di ujung batang. Ukuran perbungaan lebih kurang 10-30 cm x 5-7 cm. Jumlah bunga di bagian bawah tandan lebih banyak dari pada di bagian atas, sehingga tandan tampak berbentuk piramida memanjang. Panjang bibir bunga 2,5 cm, berwarna putih dengan garis miring warna merah muda pada tiap sisi. Mahkota bunga yang masih kuncup, pada bagian ujungnya berwarna putih, sedangkan pangkalnya berwarna hijau. Bunga agak berbau harum. BUAH Buahnya buah buni, berbentuk bulat, keras. Sewaktu masih muda berwarna hijau-kuning, setelah tua berubah menjadi hitam kecokelatan, berdiameter lebih kurang 1 cm. Ada juga yang buahnya berwarna merah. Bijinya kecil-kecil, berbentuk lonjong, berwarna hitam. RIMPANG Rimpang besar dan tebal, berdaging, berbentuk silindris, diameter sekitar 2-4 cm, dan bercabang-cabang. Bagian luar berwarna cokelat agak kemerahan atau kuning kehijauan pucat,mempunyai sisik-sisik berwarna putih atau kemerahan, keras mengkilap, sedangkan bagian dalamnya berwarna putih. Daging rimpang yang sudah tua berserat kasar. Apabila dikeringkan, rimpang berubah menjadi agak kehijauan, dan seratnya menjadi keras dan liat. Untuk mendapatkan rimpang yang masih berserat halus, panen harus dilakukan sebelum tanaman berumur lebih kurang 3 bulan. Rasanya tajam pedas, menggigit, dan berbau harum karena kandungan minyak atsirinya. Sebenarnya lengkuas ada dua Jenis, yaitu lengkuas merah dan putih. Lengkuas putih banyak digunakan sebagai rempah atau bumbu dapur, sedangkan yang banyak digunakan sebagai obat adalah lengkuas

Tinjauan pustaka merah.Berdasarkan ukuran rimpangnya, lengkuas juga dibedakan menjadi dua varitas, yaitu yang berimpang besar dan kecil. Oleh karena itu, paling tidak ada tiga kultivar lengkuas yang sudah dikenal, yang dibedakan berdasarkan ukuran dan warna rimpang, yaitu lengkuas merah, lengkuas putih besar, dan lengkuas putih kecil. Lengkuas mudah diperbanyak dengan potongan rimpang yang bermata atau bertunas. Juga dapat diperbanyak dengan pemisahan anakannya, atau dengan biji.Tanaman ini mudah dibudidayakan tanpa perawatan khusus. 4. Habitat Kemampuan penyesuaian tanaman lengkuas terhadap lingkungan tumbuh cukup tinggi. Tanaman ini mempunyai daya produksi tinggi didaerah yang mempunyai kondisi : a. Iklim 1. Ketinggian tempat : 1 - 1200 m diatas permukaan laut 2. Curah hujan tahunan : 2500 - 4000 mm/tahun 3. Bulan basah (di atas 100 mm/bulan) : 7 - 9 bulan 4. Bulan kering (dibawah 60 mm/bulan) : 3 - 5 bulan 5. Suhu udara : 25o C 29o C. 6. Kelembapan : sedang 7. Penyinaran : tinggi b. Tanah 1. Jenis : latosol merah coklat, andosol, aluvial. 2. Tekstur : lempung berliat, lempung berpasir, lempung merah, lateristik. 3. Drainase : baik 4. Kedalaman air tanah : 50 - 100 cm dari permukaan tanah 5. Kedalaman perakaran : 10 - 30 cm dari permukaan tanah 6. Kesuburan : sedang - tinggi Tanaman lengkuas tumbuh baik ditempat terbuka yang mendapatkan sinar penuh, tetapi memerlukan naungan ringan untuk pertumbuhan yang optimum. Hal ini dapat diamati pada tanaman lengkuas yang ditanam secara monokultur daunnya melipat (menutup pada siang hari). Sekalipun demikian, lengkuas yang ditanam di tempat yang terlindung, justru hanya menghasilkan daun-daun saja.Disamping itu, kesuburan tanahnya harus diperkaya dengan bahan organik, antara lain dengan pemberian pupuk kandang atau kompos. Pada tanah yang kurang subur apalagi becek, pertumbuhan tanaman lengkuas kurang baik, sedikit beranak dan rimpang-rimpangnya banyak yang membusuk.

Tinjauan pustaka

Pertumbuhan
Pertumbuhan tanaman lengkuas tersebut di pengaruhi oleh air, unsur hara, kelembaban, cahaya matahari, udara, jenis tanah, suhu, hormon pertumbuhan, dll. Pertumbuhan tanaman lengkuas 2 bln di amati pertumbuhannya tinggi batang setiap 10 hari sekali. pada 10 hari pertama tinggi batang lengkuas 3 cm. Pada lengkuas berumur 20 hari tinggi batangnya 8 cm. Pada lengkuas berumur 30 hari tinggi batangnya 15 cm. pada lengkuas berumur 40 hari tinggi batangnya 23 cm. Pada lengkuas berumur 50 hari tinggi batangnya 30 cm. Pada lengkuas berumur 60 hari tinggi batangnya 36 cm. Pembiakan Pembiakan herba ini adalah dengan cara belahan rumpun. Rumpun berizom ini ditanam terus ke tanah. Tanah yang sesuai ialah tanah yang lembap sedikit tetapi bersaliran baik. Herba ini tidak memerlukan jagaan yang rapi. Pekebun hanya perlu membersihkan pangkalnya dan membuang batang yang kering. Selain itu mengembangbiakkan tanaman ini dapat dilakukan juga dengan potongan rimpang yang sudah memiliki mata tunas. Selain itu dapat pula dengan memisahkan sebagian rumpun anakan. Pemeliharaannya mudah, seperti tanaman lain dibutuhkan cukup air dengan penyiraman atau menjaga kelembaban tanah dan pemupukan. Terutama pupuk dasar.

Panen
Ciri-ciri yang dapat dijadikan pedoman bahwa tanaman lengkuas sudah saatnya dipanen adalah : Telah berumur cukup tua, antara 9-12 bulan. Daun-daunnya tampak layu, menguning dan mengering atau berguguran. Rimpangnya berwarna coklat mengilap, dagingnya keras dan liat (alot) Gejala seperti itu terjadi pada musim kemarau atau tanaman sudah berumur lebih dari 6 bulan. Pada usia ini tanaman lengkuas mulai mengakhiri pertumbuhan vegetatifnya dengan dicirikan oleh terhentinya pembentukan tunas-tunas baru dan mulai muncul bunga. Pada keadaan tertentu yang tidak memungkinkan dipanen, misalnya harga pasar sedang turun (rendah), maka pemanenan dapat ditunda pada musim berikutnya. Untuk menjaga harga tanaman tetap utuh, maka semua rumpun lengkuas dibumbun tanah kembali. Bahkan perlu juga dilakukan pemupukan tambahan. Cara ini tidak akan mengurangi kualitas hasil, tetapi justru meningkatkan hasil persatuan luas karena adanya pertambahan anakan atau rimpang baru.Cara pemanenan lengkuas dapat dilakukan hanya dengan mengambil sebagian dari rimpangnya saja. Cara panennya adalah memotong atau mematahkan sebagian rimpang dari rumpun tanaman, kemudian sisanya dibiarkan tumbuh menjadi tumbuhan baru.

Tinjauan pustaka

Dalam dunia industri, rimpang lengkuas dijual dalam bentuk simplisia. Sebagaimana cara membuat simplisia pada jenis rempah rempah yang lainnya, rimpang lengkuas dibersihkan dan dipotong potong serta dikeringkan tanpa sinar matahari langsung ( di angin anginkan bahasa jawanya ). Hal ini untuk mencegah berkurangnya kandungan minyak asiri pada rimpang lengkuas. Simplisia rimpang lengkuas ini di dalam dunia industri dikenal sebagai Galanga Rhizome. Kandungan minyak asiri pada rimpang lengkuas, berwarna kuning kehijauan, berbau khas dan rasanya pahit serta terasa dingin di lidah.

Jenis Lengkuas
Sebenarnya lengkuas ada dua Jenis, yaitu lengkuas merah dan putih. Lengkuas putih banyak digunakan sebagai rempah atau bumbu dapur, sedangkan yang banyak digunakan sebagai obat adalah lengkuas merah. Pohon lengkuas putih umumnya lebih tinggi dari pada lengkuas merah. Pohon lengkuas putih dapat mencapai tinggi 3 meter, sedangkan pohon lengkuas merah umumnya hanya sampai 1-1,5 meter. Berdasarkan ukuran rimpangnya, lengkuas juga dibedakan menjadi dua varitas, yaitu yang berimpang besar dan kecil. Oleh karena itu, paling tidak ada tiga kultivar lengkuas yang sudah dikenal, yang dibedakan berdasarkan ukuran dan warna rimpang, yaitu lengkuas merah, lengkuas putih besar, dan lengkuas putih kecil. Lengkuas mudah diperbanyak dengan potongan rimpang yang bermata atau bertunas. Juga dapat diperbanyak dengan pemisahan anakannya, atau dengan biji. Tanaman ini mudah dibudidayakan tanpa perawatan khusus.

Zat Kimia Yang Terkandung Pada Lengkuas


Senyawa kimia yang terdapat pada lengkuas antara lain mengandung minyak atsiri, minyak terbang, eugenol, seskuiterpen, pinen, metil sinamat, kaemferida, galangan, galangol, dan kristal kuning. Minyak atsiri yang dikandungnya antara lain galangol, galangin, alpinen, kamfer, dan methyl-cinnamate. Rimpang lengkuas mengandung lebih kurang 1 % minyak atsiri berwarna kuning kehijauan yang terutama terdiri dari metil-sinamat 48 %, sineol 20 % - 30 %,eugenol, kamfer 1 %, seskuiterpen, -pinen, galangin, dan lain-lain. Selain itu rimpang juga mengandung resin yang disebut galangol, kristal berwarna kuning yang disebut kaemferida dan galangin, kadinen, heksabidrokadalen hidrat,kuersetin, amilum, beberapa senyawa flavonoid, dan lain-lain.Penelitian yang lebih intensif menemukan bahwa rimpang lengkuas mengandung zat-zat yang dapat menghambat enzim xanthin oksidase sehingga bersifat sebagai antitumor, yaitu trans-p-kumari diasetat, transkoniferil diasetat, asetoksi chavikol asetat, asetoksi eugenol setat, dan 4-hidroksi benzaidehida (Noro dkk., 1988). Juga mengandung suatu senyawa diarilheptanoid yang dinamakan 1-(4-hidroksifenil)-7- fenilheptan-3,5-diol. Buah lengkuas mengandung asetoksichavikol asetat dan asetoksieugenol

Tinjauan pustaka asetat yang bersifat anti radang dan antitumor (Yu dan kawan-kawan, 1988). Juga mengandung kariofilen oksida, kario- filenol, kuersetin-3-metil eter, isoramnetin, kaemferida, galangin, galangin-3-metil eter, ramnositrin, dan 7hidroksi-3,5-dimetoksiflavon. Biji lengkuas mengandung senyawa-senyawa diterpen yang bersifat sitotoksik dan antifungal, yaitu galanal A, galanal B, galanolakton, 12-labdiena-15,16-dial, dan 17- epoksilabd-12-ena-15,16-dial (Morita dan ltokawa, 1988). Dalam setiap 100 g bahagian rizom lengkuas mengandungi: Air 89.9 g, protein 0.9 g, lemak 0.7 g, karbohidrat 6.5 g, serat 1.6 g, kalsium 18 mg, fosforus 26 mg, ferum 1.2 mg, natrium 2 mg, kalium 81 mg, vitamin B1 0.02 mg, vitamin B2 0.04 mg, niasin 0.4 mg, vitamin 0.0 mg.

Khasiat Alpinia galanga


Khasiat lengkuas sudah tidak diragukan lagi, terutama bagi praktisi kuliner tradisional. Lengkuas menjadi salah satu rempah rempah favorite, yang digunakan sebagai bumbu masakan tradisional Indonesia, dari mulai sayur asem, gulai sampai dengan bumbu bali yang resepnya dapat kita lihat pada Resep Ayam Bumbu Bali. dalam dunia masakan tradisional, tunas samping lengkuas yang masih muda, juga sering digunakan sebagai lalapan. Satu hal yang sangat menarik adalah lengkuas dapat digunakan sebagai bahan pengawet makanan yang sehat. Di kalangan peniliti tehnologi pangan, minyak atsiri lengkuas dikenal mempunyai aktifitas anti mikroba, yang mampu menghambat pertumbuhan mikroba pathogen dan perusak pangan. Jadi sudah tidak alasan menggunakan formalin sebagai bahan pengawet makanan, untuk ini sebaiknya pergunakan varietas lengkuas merah. Selain dimanfaatkan sebagai bumbu masakah, rimpang lengkuas juga memiliki khasiat sebagai obat yang cukup familiar di masyarakat. Diantaranya adalah sebagai berikut : 1. Rimpang lengkuas merah yang dimasak dan ditambahkan dengan cuka encer, biasa digunakan sebagai minuman wanita yang baru melahirkan. Teknik pengobatan ini dalam masyarakat diyakini mampu mempercepat pembersihan rahim. 2. Rimpang lengkuas yang dicampurkan dengan bawang putih dengan perbandingan 1:4, kemudian dicampur dengan cuka banyak digunakan untuk melakukan pengobatan pada borok, panu, kudis dan koreng. 3. Bagi mereka yang terkena rematik, rimpang lengkuas juga sangat mujarab untuk membantu mengatasi rematik. Caranya, rimpang lengkuas dipotong potong dan direbus dengan air secukupnya, kemudian air rebusan ini digunakan untuk mandi. 4. Masih banyak khasiat lengkuas dalam pengobatan tradisional kita, misal sebagai obat gosok, membantu mengeluarkan lendir pada saluran pernapasan dan lain lain. Penggunaan tradisional Rimpangnya sering digunakan untuk mengatasi gangguan lambung, misalnya kolik dan untuk mengeluarkan angin dari perut (stomachikum), menambah nafsu

Tinjauan pustaka makan, menetralkan keracunan makanan, menghi- langkan rasa sakit (analgetikum), melancarkan buang air kecil (diuretikum), mengatasi gangguan ginjal, dan mengobati penyakit herpes. Juga digunakan untuk mengobati diare, disentri, demam, kejang karena demam, sakit tenggorokan, sariawan, batuk berdahak, radang paru-paru, pembesaran limpa, dan untuk menghilangkan bau mulut. Rimpang lengkuas yang dikunyah kemudian diborehkan ke dahi dan seluruh tubuh diyakini dapat meng- obati kejang-kejang pada bayi dan anak-anak. Disamping itu rimpang lengkuas juga dianggap memiliki khasiat sebagai anti tumor atau anti kanker terutama tumor di bagian mulut dan lambung, dan kadangkadang digunakan juga sebagai afrodisiaka (peningkat libido). Khasiatnya yang sudah dibuktikan secara ilmiah melalui berbagai penelitian adalah sebagai anti jamur. Secara tradisional dari sejak zaman dahulu kala, parutan rimpang lengkuas kerap digunakan sebagai obat penyakit kulit, terutama yang disebabkan oleh jamur, seperti panu, kurap, eksim, jerawat, koreng, bisul, dan sebagainya. Di India dan Malaysia, rebusan rimpang lengkuas atau rimpang yang dimasak bersama nasi diberikan kepada para ibu sehabis melahirkan. Di banyak negara di Asia, rimpang lengkuas digunakan sebagai bumbu masak. Demikian pula buahnya sering digunakan sebagai bumbu masak atau rempah pengganti kapulaga. Minyak lengkuas (Oleum galanga) sering ditambahkan sebagai aroma dalam pembuatan minuman keras dan bir. Oleum galanga juga bersifat insektisida. Buah lengkuas dapat digunakan untuk menghilangkan rasa dingin, kembung dan sakit pada ulu hati, muntah, mual, diare, kecegukan (singuitus), dan untuk menambah nafsu makan. Juga dapat digunakan untuk menyembuhkan bisul. Biji digunakan untuk mengatasi kolik, diare, dan muntah-muntah. Daunnya digunakan sebagai pembersih untuk ibu sehabis melahirkan, untuk air mandi bagi penderita rematik, dan sebagai stimulansia. Tunas muda lengkuas dapat digunakan untuk mengobati infeksi ri ngan pada telinga. Batang yang sangat muda (umbut) dan tunas atau kuncup bunga dapat dimakan sebagai lalap atau sayur setelah direbus atau dikukus terlebih dahulu.

Pengolahan Lanjutan Dan Pemanfaatan Lengkuas


Manfaat Lengkuas: Beberapa Khasiat dari Lengkuas dapat dimanfaatkan sebagai penyembuh penyakit, diantaranya : 1. Obat Gosok

Komposisi : Rimpah Lengkuas dan Alkohol Cara menyajikan : Iris rimpang lengkuas, rendam dalam alcohol Pengobatan :

Tinjauan pustaka Digosokan pada daerah yang sakit 2. Rematik

10

Cara Pertama : Komposisi : Rimpah Lengkuas secukupnya. Cara menyajikan : Cuci bersih rimpang lengkuas, lalu rebus Pengobatan: Siramkan air rebusannya pada saat masih hangat ke persendian yang terasa sakit. Cara Kedua : Komposisi : 3 rimpang lengkuas sebesar ibu jari, setengah sendok teh bubuk merica, 1 potong gula merah dan 2 gelas air santan kelapa. Cara menyajikan : direbus bersama-sama hingga airnya tinggal 1 gelas Pengobatan: Diminum sedikit demi sedikit selama 1 minggu. 3. Sakit Kepala, Nyeri dada, Menguatkan Lambung dan Memperbaiki Pencernaan Cara membuat: Dengan mengkomsusinya sebagai campuran masakan sehari-hari. 3. Kurap

Komposisi : 1 Rimpah Lengkuas , 4 siung Bawang Putih dan cuka secukupnya Cara menyajikan : Giling semua bahan sampai halus kemdian diberi air panas sedikit Cara Menggunakan : di kompreskan di tempat yang sakit 4. Panu

a. Bahan: rimpang umbi lengkuas dan kapur sirih secukupnya Cara membuat: kedua bahan tersebut ditumbuk sampai halus Cara menggunakan: digosokkan pada bagian yang sakit, pagi dan sore. b. Bahan: rimpang lengkuas dan spirtus Cara membuat: rimpang lengkuas dipotong-potong.

Tinjauan pustaka Cara menggunakan: bagian yang sakit digosok-gosok dengan potongan-potongan lengkuas, kemudian diolesi dengan spirtus 5. Reumatik

11

a. Bahan: 2 rimpang lengkuas sebesar ibu jari dan 1 butir telur ayam kampung Cara membuat: lengkuas diparut dan diperas untuk diambil airnya, telur ayam kampung mentah dipecah untuk diambil kuningnya, kemudian kedua bahan tersebut dioplos sampai merata. menggunakan: diminum 1 kali sehari b. Bahan: 3 rimpang lengkuas sebesar ibu jari, 0,5 sendok teh bubuk merica, 1 potong gula merah, dan 2 gelas air santan kelapa Cara membuat: semua bahan tersebut direbus bersama-sama hingga airnya tinggal 1 gelas Cara menggunakan: diminum sedikit demi sedikit selama 1 minggu 6. Sakit Limpa

Bahan: 2 rimpang lengkuas sebesar ibu jari, 3 rimpang umbi temulawak sebesar ibu jari dan 1 genggam daun meniran Cara membuat: semua bahan tersebut direbus dengan 3 gelas air sampai mendidih Cara menggunakan: diminum 2 kali sehari 1 cangkir, pagi dan sore. 7. Membangkitkan Gairah Seks

Bahan: 2 rimpang umbi lengkuas sebesar ibu jari, 3 rimpang umbi halia sebesar ibu jari dan 2 buah jeruk nipis, 1 sendok teh merica, 1 sendok teh garam dan 1 ragi tape. Cara membuat: umbi lengkuas dan halia diparut dan diperas untuk diambil airnya, kemudian dioplos dengan bahan-bahan yang lain dengan 0,5 gelas air masak sampai merata. Cara menggunakan: diminum. 8. Membangkitkan Nafsu Makan

a. Bahan: 1 rimpang lengkuas sebesar ibu jari, 3 buah mengkudu

Tinjauan pustaka mentah, 0,5 rimpang kencur sebesar ibu jari, 0,5 sendok teh bubuk ketumbar, 1 siung bawang putih, 3 mata buah asam jawa yang masak, 1 potong gula merah, jakeling, jalawe dan jarahab. Cara membuat: semua bahan tersebut direbus dengan 2 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas Cara menggunakan: diminum 2 kali sehari 0,5 gelas, pagi dan sore. b. Bahan: 1 rimpang umbi lengkuas sebesar ibu jari, 1 rimpang temulawak sebesar ibu jari, 1 pohon tumbuhan meniran dan sedikit adas pulawaras. Cara membuat: semua bahan tersebut direbus dengan 3 gelas air sampai mendidih Cara menggunakan: diminum 3 kali sehari 9. Bronkhitis

12

Bahan: rimpang umbi lengkuas, temulawak dan halia (masing-masing 2 rimoang) sebesar ibu jari, keningar, 1 genggam daun pecut kuda, 0,5 genggam daun iler, daun kayu manis secukupnya. Cara membuat: semua bahan tersebut ditumbuk halus kemudian direbus dengan 3 gelas air sampai mendidih Cara menggunakan: diminum 2 kali sehari, pagi dan sore 10. Morbili

Bahan: 4 rimpang umbi lengkuas sebesar ibu jari, 1 sendok teh minyak kayu putih, dan 2 sendok teh minyak gondopura. Cara membuat: umbi lengkuas diparut halus, kemudian dicampur dengan bahan lainnya sampai halus. Cara menggunakan: dipakai untuk obat luar 11. Masuk angin.

Bahan : 2 jari rimpang, parut, remas dengan 3 sendok makan madu dan 1 sendok arak. Cara membuat : di parut lalu diPeras, saring, minum, sehari 2 sendok makan. 12. Diare.

Bahan : 3/4 jari rimpang, parut, + 1/2 cangkir air + 1 sedok

Tinjauan pustaka madu. Cara membuat : diparut kemudian diPeras, saring, minum. Cara pakai : 2 kali sehari. 13. Pembersihan sehabis bersalin (nifas).

13

Bahan : Rimpang lengkuas yang masih muda sebesar 3 jari Cara Membuat : dicuci lalu dipotong-potong. Rebus dengan air secukupnya, minum.

14.

Eksema.

Bahan : Satu jari rimpang, cuci, parut, tambahkan air kapur sirih secukupnya, aduk jadi adonan seperti bubur. Pakai untuk mengusap kulit yang terkena eksema, lalu dibalut. Ganti dua kali sehari

15.

Bercak-bercak kulit dan tahi lalat (sproeten).

Bahan : Dua jari rimpang digiling halus, tambahkan cuka secukupnya menjadi seperti bubur. Cara menggunakan : Oleskan di bagian tubuh yang terdapat kelainan kulit. 16. Nyeri haid.

Bahan : Seibu jari lengkuas segar, setelunjuk lengkuas dicuci, kupas, memarkan, 1 sendok makan penuh ketumbar, 3 tanaman meniran beserta akarnya, cuci, rebus semua dengan 4 gelas air sampai airnya tinggal setengah, saring, untuk digunakan 2 hari. Minum pagi dan sore @ 1/2 gelas. Yang belum terminum simpan di lemari es. 17. Radang telinga.

Satu jari rimpang lengkuas dicuci bersih lalu diparut. Tambahkan dua sendok makan air masak, diperas lalu disaring. Airnya dipakai untuk menetesi telinga yang sakit. sehari empat kali, sebanyak dua sampai tiga tetes. Hingga radang berkurang.

Tinjauan pustaka

14

Hama, Penyakit Dan Gulma Pada Tanaman Lengkuas

1.

Hama

a)

Ulat penggerek akar (Dichcrosis puntifera.)

Gejala: pada pangkal akar dimana tunas daun menjadi layu dan lama kelamaan tunas menjadi kering lalu membusuk. Pengendalian: tanaman disemprot/ditaburkan insektisida furadan G3. 2. Penyakit a) Busuk bakteri rimpang

Penyebab : : oleh kurang baik sistem pengairan (drainase) atau disebabkan oleh rimpang yang terluka akibat alat-alat pertanian, sehingga luka rimpang kemasukan cendawan. Gejala: kulit akar tanaman menjadi keriput dan mengelupas, kemudian rimpang lama kelamaan membusuk dan keropos. Pengendalian: 1. mencegah terjadi genangan air pada lahan, mencegah terlukanya rimpang; penyemprotan fungisida dithane M-45. 3. Gulma Gulma potensial pada pertanaman lengkuas ini adalah gulma kebun yang umum yaitu alang-alang, rumput teki, rumput lulangan, ageratum, dan gulma berdaun lebar lainnya.

Kesimpulan

15

III. Kesimpulan
Dari seluruh materi dalam makalah ini dapat disimpulkan bahwa : 1. Tumbuhan Lengkuas dapat dimanfaat sebagai obat seperti rematik, nyeri haid, panu, radang telinga, bercak-bercak kulit dan tahi lalat, kutil,diare, penambah nafsu makan, eksima, masuk angin, bronchitis, menambah gairah seks, rematik, dll. 2. Pertumbuhan lengkuas di pengaruhi oleh air, jenis tanah, iklim, ketinggian tempat, media tanam, unsur hara, kelembaban, suhu dll. 3. Kerusakan tumbuhan lengkuas dapat disebabkan oleh hama, penyakit (Panchaetothrips), gulma (alang-alang, rumput teki, rumput lulangan, ageratum). 4. Kandungan Senyawa kimia yang terdapat pada lengkuas antara lain mengandung minyak atsiri, minyak terbang, eugenol, seskuiterpen, pinen, metil sinamat, kaemferida, galangan, galangol, dan kristal kuning. Minyak atsiri yang dikandungnya antara lain galangol, galangin, alpinen, kamfer, dan methyl-cinnamate.

Soal Latihan

16

VI. Soal Latihan


Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat!
1. Di bawah ini merupakan ciri daun tanaman lengkuas ...
A. Daun tunggal B. Daun majemuk A. Pegunungan B. Dataran rendah A. Runduk B. Stek A. Antara 3-4 Bulan B. Antara 4-5 Bulan A. Aliku B. Kelawas A. 25OC 29OC B. 21oC 24OC C. Daun ganda D. Bertangkai panjang C. Rawa-rawa D. Sabana C. Rhizoma D. Generatif C. Antara 4-6 b D. Antara 6-9 bulan C. Lawas D. Laja C. 16OC 20OC D. 30oC 33oC E. Tersusun Berhadapan

2. Habitat tanaman lengkuas sangat cocok di daerah ...


E. Delta

3. Tanaman lengkuas berkembangbiak dengan ...


E. Aseksual

4. Yang bukan merupakan ciri tanaman lengkuas siap di panen adalah ...
E. Antara 9-12 bulan

5. Nama tanaman lengkuas menurut suku Lampung ...


E. Laos

6. Suhu udara yang ideal untuk tanaman lengkuas ...


E. 22OC 25OC

7. Di bawah ini yang bukan syarat tumbuh tanaman lengkuas di pengaruhi oleh ...
A. Unsur hara C. Hormon E. Pupuk B. Air D. Udara C. Pada pangkal akar diman tunas daun menjadi layu dan lama kelamaan tunasmenjadi kering lalu membusuk, gejala seperti ini disebabkan oleh hama ... D. Busuk bakteri C. Gulma E. Ulat grayak E. Ulat penggerek akar D. Bakteri Coli

8. Ada berapa macam jenis tanaman lengkuas dan berwarna apa ...
A. 2 ; merah dan putih B. 2 ; merah dan cokelat A. Akar B. Perdu A. Minyak asiri B. Minyak terbang C. 2 ; cokelat dan putih D. 2 ; cokelat da putih E. Biji E. Semua jawaban salah

9. Yang tidak termasuk morfologi tanaman lengkuas adalah ...


C. Batang D. Buah

10. Di bawah ini senyawa kimia yang tidak terkandung dalam lengkuas ...
C. Eugenol E. Kafein D. Seskuiterpen

Soal Latihan

26

11. Zat kimia yang terdapat dalam rimpang tanaman lengkuas adalah ....
A. Resin B. Kafein A. Obat gosok B. Rematik A. Asetin asetat B. Asetin glukamat A. 2.500 3.000 mm/tahun B. 2.500 4.000 mm/tahun A. Zingiberales B. Monocotiledonae A. 1 4 meter B. 2 meter A. Bunga majemuk B. Bunga tunggal C. Pepsin D. Heroin C. Kurap D. Panu E. Amfetamin

12. Di bawah ini merupakan manfaat tanaman lengkuas, kecuali ...


E. Stroke

13. Zat yang terkandung dalam buah lengkuas adalah ....


C. Asetoksieugenol D. Asetin siklamat C. 3.000 4.000 mm/tahun D. 2.000 -2.500 mm/tahun E. Asetin fosfat

14. Berapakah curah hujan tanaman lengkuas yang ideal ....


E. Semua salah

15. Tanaman lengkuas termasuk dalam ordo ...


C. Dicotiledonae D. Plantae C. 3 meter D. 1 1,5 meter E. Alpinia galanga

16. Tinggi tanaman lengkuas putih sekitar ...


E. 1,5 2 meter

17. Di bawah ini merupakan ciri bunga pada tanaman lengkuas kecuali....
C. Berbau E. Berwarna putih kehijauaan D. Berbentuk lonceng

18. Cara pemanenan tanaman lengkuas yang paling tepat adalah ....
A. Mematahkan sebagian rimpang dari rumpun tanaman B. Mengambil daun dari tanaman lengkuas C. Mengambil buah dari tanaman lengkuas D. Mengambil biji dari tanaman lengkuas E. Mengambil bunga dari tanaman lengkuas

Daftar Pustaka

18

DAFTAR PUSTAKA

Afriastini, J.J. 2005. Bertanam lengkuas. Penebar Swadaya. Jakarta. Ir. Rukmana, rahmat. 1994. Lengkuas, Yogyakarta: Kanisius. Ashari, Sumeru. 1995. Hortikultura Aspek Budaya. Jakarta: Universitas Indonesia Press. Kartasapoetra, G. 1996. budidaya Tanaman Berkhasiat Obat. Jakarta: Rineka Cipta. Prof. Dr. Ir. Semangun, Haryono. 2000. Penyakit-Penyakit Tanaman Hortikultura Di Indonesia. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. http://i-herbal.blogspot.com/2008/06/khasiat-lengkuas.html