Anda di halaman 1dari 4

MISETOMA DEFINISI Misetoma adalah penyakit kronik, supuratif dan granulomatosa yang dapat disebabkan bakteri Actinomyces dan

Nocardia, yang termasuk Schizomycetes dan Eumycetes atau jamur berfilamen.Misetoma merupakan suatu syndrome yang diidentikkan dengan tumor dan sinus yangmengeluarkan pus (nanah). Misetoma berlokasi pada cutaneus dan subcutaneous jaringan fascia, ataupun pada tulang. Perubahan yang ditunjukkan berupa pembengkakan,granulomata, dan kekeringan pada sinus. Sinus akan mengeluarkan suatu granule/grains atauseperti butiran pasir yang mengandung fungi atau bakteri. Pada pewarnaan GMS (Gomori Methenamine Silver) bentuk granule tidak teratur, yang didapatkan hiphae dan clamydoconidia.Pada beberapa kasus, misetoma mempunyai beberpa sinonim, yaitu Madura foot,maduromisetoma dan maduromycosis. Merupakan suatu infeksi kronis pada daerah tropismaupun subtropics, seperti yang ditemukan di Brazil, Mexico, Arab, dan beberapa daerah diIndia ETIOLOGI Etiologi misetoma , terdiri dari : Bacterial misetoma Disebabkan oleh bakteri dan dikenal sebagai Actinomisetoma Jenis-jenis Bakteri penyebab misetoma y Actinomadura madurae y Actinomadura pelletieri y Streptomyces somaliensis' fungal misetoma Disebabkan oleh fungi dan dikenal sebagai Eumisetoma.Jenisjenis fungi penyebab misetoma y Eumycotic misetoma(granule color) y Acremonium falci forme (white) y Acremonium recifei (white) y Aspergillus nidulans(white) y Exophiala jeanselmei(black) y Leptosphaeria senegalensis(black) y M adurella grisea(black) y M adurella misetomatis(black) y N eotestudina rosatii(white) y P seudallesheria boydii(white to yellow) Habitat alami:Tanah EPIDEMIOLOGI

Penyakit ini biasanya muncul pada para pekerja yang berada di daerah pertanian, lebihkhusus pada pria dengan usia 20-40 tahun. Penyakit ini terjadi karena adanya spora bakteriatau fungi yang terdapat dalam tanah. Pseudoallescheria boydii spp. adalah salah satu contohfungi penyebab penyakit ini. Adanya infeksi karena penyakit ini tampak dengan adanya bentukan seperti agar-agar/ yogurt saat sudah dewasa. Penyebaran yang tidak sewajarnya juga bias terjadi, yaitu terjadinya hematogenus dan penyebaran pada limpha. Normalnya,infeksi pertama ditemukan pada daerah kaki atau tangan dan akan berjalan kearah lengan. PATOFISIOLOGI Bagian tubuh yang paling umum terkena dampak misetoma adalah kaki bagian bawah,dengan infeksi dorsal kaki depan yang khas. Tangan adalah lokasi berikutnya yang palingumum, namun, lesi misetoma dapat terjadi di manapun pada tubuh. Lesi di dada dan punggung sering disebabkan oleh spesies Nocardia, sedangkan lesi di kepala dan leher biasanya disebabkan oleh Streptomyces somaliensis Organisme masuk melalui trauma lokal (misalnya, luka di tangan dan kaki, trauma lokalterkait dengan tanah yang terkontaminasi). Respon neutrophilic awalnya terjadi oleh reaksigranulomatosa. Penyebaran terjadi melalui kulit wajah dan dapat melibatkan tulang.Penyebaran jarang melalui hematogen atau limfatik.Perjalanan penyakit termasuk keluhan utama dan tambahan : Jamur masuk ke dalam kulitmelalui abrasi atau luka lecet di kaki, selanjutnya berkembang menjadi tumor di bawah kulit,menyebabkan kelainan bentuk (deformitas) pada kaki yang disebut dengan misetoma. Tumor kemudian mengalami perlunakan, terbentuk fistula atau ulkus yang mengeluarkan sekretyang megandung butir butir kuning kehijauan disebut dengan granula sulfur. Pederitamengeluh nyeri dan selalu disertai dengan pembengkakan kelenjar limfe regional. HISTOPATOLOGI Daerah abses akan ditemukan materi pyogenic dan suatu granuler yang ditutup oleh eksudat.Pada daerah sekitar eksudat akan tampak adanya inflamasi granulomatosa, inflamasi kronis,dan granulasi pada jaringan. Gambar 3 dan 4. Gambaran histopapologi Misetoma FAKTOR YANG MEMPENGARUHI Kebersihan / hygiene :Lebih sering pada hygiene yang kurang yaitu melalui luka luka atau abrasi kulityang kotor. Lingkungan :Lingkungan yang kotor dan udara yang lembab merupakan kondisi yang baik untuk perkembangan penyakit

GEJALA KLINIS Gejala klinis biasanya terdiri atas pembengkakan, abses, sinus dan fistel multiple. Di dalamsinus ditemukan butir butir (granules) yang berpigmen yang kemudian dikeluarkan melaluieksudat.Berhubungan dengan penyebabnya, misetoma yang disebabkan Actinomyces disebutactinomycotic misetoma, yang disebabkan bakteri disebut botryomycosis dan yangdisebabkan jamur berfilamen disebut maduromycosis Gejala klinis biasanya merupakan lesi kulit yang sirkumskrip dengan pembengkakan sepertitumor jinak dan harus disertai butir butir. Inflamasi dapat menjalar dari permukaan sampaike bagian dalam dan dapat menyerang subkutis, fasia, otot dan tulang. Sering terbentuk fistel,yang mengeluarkan eksudat. Butir butir sering bersama sama eksudat mengalir ke luar dari jaringan DIAGNOSIS Diagnosis dibuat berdasarkan klinis morfologik sesuai dengan uraian di atas. Namun biladisokong dengan gambaran histologik dan hasil biakan, diagnosis akan lebih mantap.Lagipula penentuan spesies penyebab sangat penting artinya untuk terapi dan prognosis.Diagnosis dari misetoma biasa dilakukan dengan pemeriksaan kulit, histopatologi dan isolasi. Pemeriksaan kulit:Lokalisasi : terutama kaki, tangan, dada dan bokong. Pemeriksaan Histopatogi :Tampak granuloma dengan serbukan sel sel radang berupa Polimorfonuklear,Eosinofil dan makrofag. Pada bagian tengah infiltrate terlihat sel sel epiteloid dansel datia Lagerhans. IsolasiSample yang mengandung fungi diinokulasikan ke dalam Inhibitory Mould agar atauBHI agar dengan kandungan darah kambing sebesar 10% yang kemudian diinkubasi pada suhu 30C. Skleotia harus dicuci dengan air steril atau dalam larutan antibiotic.Beberapa fungi peka terhadap cycloheximide, seperti IMA dan SDA. DIAGNOSA BANDING Skofuloderma:Lokasi biasanya di leher atau ketiak. Timbul ulkus dengan pinggir livide dan ada jembatan jembatan kulit. Osteomielitis :Biasanya berupa benjolan akut berwarna merah, sekresinya pustulosa. PEMERIKSAAN PENUNJANG Pemeriksaan secret secara langsung dengan KOH 10% sulit menemukan elemen jamur. Biakan granula sulfur dalam agar Sabauraud ; sesudah 1 -2 minggu tampak pertumbuhan koloni berwarna krem sampai coklat. Pemeriksaan Radiologi untuk menilai derajat kerusakan.

PENATALAKSANAAN Misetoma aktinomikotik di obati dengan Penisilin prokain 2,4 4,8 juta unit selama 2 4minggu. Preparat sulfa seperti sulfadiazin 3 8 g / hari selama 2 4 minggu. Misetomaeumikotik dengan amfoterisin B intravena , kadar dalam darah 1,2 2 g/ml dapatmembunuh jamur , tetapi umunya sangat resisten. Jika dengan pengobatan ini tidak menolongdianjurkan amputasi.Penyembuhan secara klinis biasanya dilakukan dengan operasi (reseksi radikal), Ketoconazole, Itraconazole, bahkan amputasi kadang kadang perlu dipertimbangkan.Misetoma disebabkan oleh fungi yang biasanya resisten terhadap kemoterapi. Bila terapi inidilakukan akan menggunakan tempo waktu yang cukup panjang. Karenanya, amputasi biasanya merupakan langkah terakhir yang dilakukan. Obat obat, misalnya kombinasi kotrimoksazol dengan streptomisin dapat bermanfaat, bila penyakit yang dihadapi adalah misetoma aktinomikotik, tetapi pengobatan memerlukanwaktu lama (9 bulan 1 tahun) dan bila kelainan belum meluas benar. Obat obat baruantifungal, misalnya itrakonazol dapat dipertimbangkan untuk misetoma maduromikotik. PROGNOSA Prognosis quo ad vitam umumnya baik. Pada maduromikosis prognosis quo ad sanationamtidak begitu baik bila dibandingkan dengan aktinomikosis / botriomikosis. Diseminasilimfogen atau hematogen dengan lesi pada alat alat dalam merupakan pengecualian.