Anda di halaman 1dari 5

Laporan

Persilangan Dihibrida

Oleh :

ZULKIFLI

FEBRUARI 2009
SITH-ITB-VEDCA PERTANIAN
CIANJUR - SEAMOLEC
1. Judul : Persilangan Dihibrid

2. Tujuan :
• Membuktikan perbandingan genotif dan fenoti hasil persilangan dihibrid
berdasarkan hukum mandel
• Menganalisis keakuratan data berdasarkan Chi-square

3. Langkah Kerja :
- Buat kantung dari kertas
- Ambil 400 kancing yang terdiri dari 4 jenis warna
- Tentukan sifat dominan dan resesif
- Tentukan lambang sifat dominan dan resesifnya
- Masukkan dalam kantung dan aduk agar homogen
- Ambil 4 buah kancing sekaligus dari 2 kantung secara acak
- Catat genotif kancing yang terambil
- Lakukan terus pengambilan hingga kancing habis
- Hitung genotif homozygot dominan dan resesif
- Hitung juga genotif yang heterozygot
- Hitung perbandingan genotif dan fenotif
- Cocokkan perbandingan tersebut dengan hukum mandel
- Uji data dengan Chi- Square

4. Data Pengamatan :

a. Parameter pengamatan:
Hijau : Tinggi ( T )
Kuning : Pendek ( t )
Merah : Warna merah ( M )
Putih : Warna putih ( m )

b. Data pengambilan kancing acak :


TTMM : 7
TTTm : 9
TtMM : 16
TtMm : 19
TTmm : 7
Ttmm : 18
ttMM : 5
ttMm : 14
ttmm : 5
jumlah : 100
c. Tabel persilangan

TM Tm tM tm
TM TTMM (1) TTMm (2) TtMM (3) TtMm (4)
Tinggi merah Tinggi merah Tinggi merah Tinggi merah
Tm TTMm (5) TTmm (6) TtMm (7) Ttmm (8)
Tinggi merah Tinggi putih Tinggi merah tinggi putih
tM TtMM (9) TtMm (10) ttMM (11) ttMm (12)
Tinggi merah Tinggi merah pendek merah pendek merah
tm TtMm (13) Ttmm (14) ttMm (15) ttmm (16)
Tinggi merah Tinggi putih pendek merah pendek putih
Individu yang mengandung mengandung T = tinggi dan individu yang mengandung M =
warna merah. Fenotipe pada F2 adalah :
Tinggi merah : 1,2,3,4,5,7,9,10,13
Tinggi putih : 6,8,14
Pendek merah : 11,12,14
Pendek putih : 16

Perbandingan Fenotipe F2 adalah : bulat – kuning : bulat – hijau : keriput – kuning :


keriput – hijau = 9 : 3 : 3 : 1 Kemungkinan macam genotipe dan fenotipe pada dihibrid
F2 :

Kemungkinan ke Kotak nomor Genotif Fenotif


1 1 TTMM Tinggi merah
2 2,5 TTMm Tinggi merah
3 3,9 TtMM Tinggi merah
4 4,7,10,13 TtMm Tinggi merah
5 6 TTmm Tinggi putih
6 8,14 Ttmm Tinggi putih
7 11 ttMM Pendek merah
8 12,15 ttMm Pendek merah
9 16 ttmm Pendek putih

d. Uji Chi-Square (tes X2) :


Tinggi merah Tinggi putih Pendek merah Pendek putih
Observed (O) 51 25 19 5
Expected (E) 56 19 19 6
Deviasi (D) -5 (0,4) 6 ( 1,8 ) 0 (0) -1 (0,1)
2
D /E 25/56 = 0,4 1,8 0 0,1
Jumlah d2/e : 0,4+1,8+0+0,1= 3,2

Tabel X2
Derajad Peluang
Bebas 0,95 0,80 0,50 0,20 0,05 0,01 0,005
1 0,004 0,064 0,455 1,642 3,841 6,635 7,879
2 0,103 0,446 1,386 3,219 5,991 9,210 10,597
3 0,352 1,005 2,366 4,642 7,815 11,345 12,838
4 0,711 1,649 3,357 5,989 9,488 13,277 14,860
5 1,145 2,343 4,351 7,289 11,070 15,086 16,750
2
d /e = 3,2 terletak diantara X tabel 0,50 dan 0,20. artinya pengamatan data valid karena
3,2 lebih kecil dari X2 tabel 0,05

5. Pembahasan :
Dari percobaan diperoleh

Dari hasil percobaan diperoleh empat tipe individu, yaitu tinggi merah, tinggi putih,
pendek merah dan pendek putih. Di mana dua dari empat tipe individu tersebut adalah
tipe induk asli (P1) dan dua tipe lainnya adalah tipe individu baru yang merupakan
pencampuran dari kedua induk. Hal ini sesuai dengan pernyataan Winchester (1958) yang
menyatakan bahwa Mendel memperoleh bukan hanya dua tipe induk, tetapi juga dua tipe
baru sebagai hasil dari pencampuran karakter dari kedua induk. Ini menunjukkan bahwa
kedua faktor tersebut tidak cenderung tinggal bersama dalam kombinasi yang sama
dengan di mana mereka ditemukan pada induk asli, P1 nya. Pemisahan kelakuan di antara
gen-gen inilah yang dinamakan hukum pemilihan bebas.

6. Kesimpulan :
Dari percobaan ini dapat disimpulkan bahwa persilangan dihibrid akan memunculkan
keturunan pada F2 sebanyak 16 buah dengan sifat dominan sebanyak 9 buah, dominan
resesif 3 buah, resesif dominan 3 buah, resesif resesif 1 buah. Maka dapat dituliskan
perbandingan 9 : 3 : 3 :1

Berdasarkan data hasil uji Chi-Square diperoleh hasil bahwa X2 hitung lebih kecil dari
X2, dengan demikian hasil percobaan ini dapat di pertanggungjawabkan atau mempunyai
tingkat keakuratan yang valid.
7. Daftar Pustaka :

1. Fajri, fjarimoet.blogspot.com/2008/12/percobaan-mendel.html
2. Endick, Percobaan MENDEL « Endick’s Weblog.htm