Anda di halaman 1dari 4

1.

Studi kasus penerapan manajemen rantai pasok di suatu perusahaan DEPO PT TIRTA INVESTAMA, BOYOLALI (Distribusi AMDK Merk AQUA)

a. Diagram Supply Chain

Penjelasan : 1. Manufaktur disini merupakan pabrik pengolahan air minum AQUA yang memproduksi air dalam bentuk Botol, Galon dan Gelas yang akan didistribusikan Depo PT. Tirta Investasi, Boyolali. 2. Distribusi Depo Tirta Investama merupakan perusahaan yang diteliti dimana

perusahaan ini bergerak dibidang distribusi air minum AQUA dalam bentuk galon, gelas dan botol. 3. Retailer disini merupakan agen-agen penjualan air minum besar yang menjadi pangsa pasar dari Depo PT. Tirta Investama 4. End User merupakan konsumen akhir dari produk AQUA yang didistribusikan oleh PT. Tirta Investama tanpa melalui retailer.

b. Strategi supply chain perusahaan dalam keputusan : 1. Penempatan jaringan Dalam penempatan jaringan, Depo PT. Tirta Investama hanya memasarkan produknya disekitar daerah Boyolali seperti Solo, Klaten, dan Sragen karena PT. Tirta Investama merupakan distributor yang hanya mendistribusikan produk dari AQUA jadi dalam mencari jaringan konsumennya sudah diatur oleh perusahaan

AQUA itu sendiri dimana daerah distribusinya berada di daerah sekitar pabrik untuk meminimalkan biaya transport. 2. Decouping point Dalam penentuan decoupling point, Depo PT. Tirta Investama menerapkan sistem make to stock dimana pemesanan produk dari pabrik AQUA dilakukan dengan jumlah yang sama setiap kali pemesanan. Hal ini menurut mereka dilakukan untuk menghindari stockout jika terjadi lonjakan permintaan secara tiba-tiba serta menjaga kepuasan konsumen dengan memberikan lead time paling lama 4 hari. Namun hal ini menyebabkan inventory cost menjadi naik.

c. Analisa strategi supply chain Menurut saya, strategi supply chain yang digunakan masih kurang tepat karena masih terdapat inventory cost yang cukup tinggi sehingga diperlukan adanya perbaikan dalam hal strategi peramalannya. Hal yang dapat dilakukan mungkin dengan memperbaiki aliran informasi dari agen-agen dan perbaikan ulang strategi jaringan yang dilakukan.

d. Pada perusahaan ini, terjadi bullwhip effect yang dapat dilihat pada grafik permintaan pada bulan Juni sampai November 2012 sebagai berikut :

Untuk mengantisipasi bullwhip effect yag terjadi dapat dilakukan dengan memperbaiki sistem peramalan permintaan yang dilakukan oleh perusahaan ini dengan

menggunakan Winters Method yaitu pendekatan eksponential smoothing per musim


dengan ata historis yang ada sehingga mampu meramalkan secara spesifik permintaan per bulan. Selain itu, DEPO PT. Tirta Investama harus gencar dalam melakukan promosi

atas produk air mineral dalam kemasan yang diproduksi untuk masyarakat dalam setiap waktu dan kesempatan dengan bantuan media cetak maupun elektronik, serta berusaha menumbuhkan anggapan di masyarakat bahwa produk air mineral dalam kemasan (AQUA) merupakan produk air mineral yang berkualitas tinggi dan memiliki harga yang bersaing . Dan tidak lupa pihak perusahaan harus benar-benar menjaga kualitas dari produk air mineral tersebut sehingga tidak mengecewakan pelanggan tetap atau calon pelanggan.

Tugas Akhir Semester

MANAJEMEN RANTAI PASOK

OLEH:

OLEH: NGAKAN PUTU WINDRA HADI D22109005

PROGRAM STUDI TEKNIK INDUSTRI JURUSAN MESIN FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR 2013