Anda di halaman 1dari 21

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT atas rahmat dan karunia- Nya sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan Kamian Makalah berjudul, Penerapan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) di PT Samsung Service Center Cabang Semarang. Adapun tujuan dari pembuatan kamian ilmiah ini adalah sebagai salah satu syarat untuk tugas mata pelajaran Kesehatan dan keslamatan kerja yang ada di semester II. Selama mengerjakan kamian ilmiah ini kami banyak mendapat bantuan dari berbagai pihak, dan dalam kesempatan ini kami mengucapkan banyak-banyak terima kasih kepada: 1. 2. Bapak Taufiq Yulianto selaku dosen pengampu. Kepala PT Samsung Service Center Cabang Semarang, yang telah memberi izin observasi. 3. Semua staf Dosen Politeknik Negeri Semarang yang telah memberi penjelasan kepada kami 4. 5. Kedua orang tua terkaming yang telah memberi dukungan yangg sangat luar biasa Teman teman kelas JRK 1A pengerjaan tugas ini 6. Pihak-pihak lain yang tak dapat kami sebutkan satu persatu yang telah membantu baik secara langsung maupun tidak langsung dalam penyelesaian kamian tugas ini. Pada akhirnya kami berharap dengan dikerjakan dan terselesaikannya tugas ini bisa bermanfaat bagi oranglain dan bagi lingkungan sekitar. yang memberikan inspirasi dan Semangat dalam

Semarang, 13 Meil 2013

Penulis

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah Kami adalah mahasiswa politeknik negeri semarang. Dalam sistem pembelajaran di semester dua ini kami mendapatkan mata kuliah Kesehatan dan keselamatan kerja ata K3. Untuk mengetahui secara Langsung Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja kita harus melakukan observasi di perusahaan. Perusahan untuk tempat kami observasi telah kami tentukan, perusahaan tersebut adalah SAMSUNG.

Dengan dilakukannya observasi mengenai Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) di SAMSUNG, kita atau Mahasiswa dapat mengetahui Penerapan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) secara langsung di dunia industri. Observasi ini juga bermanfaat bagi kami atau Mahasiswa ketika bekerja di perusahaan suatu hari nanti, karena kita sudah tahu Bagaimana Kesehatan dan keselamatan kerja di terapkan dalam sebuah perusahaan atau industri.

Kami berharap dengan terselesaikanya observasi ini dapat membantu Mahasiswa untuk lebih memahami dan mengetahui Penerapan Kesehatan dan Keselamatan Kerja dalam suatu perusahaan atau industri.

1.2

Batasan Masalah Makalah ini hanya membahas seputar K3 secara umum dan membahas tentang penerapan Kesehatan dan Keselamatan Kerja di salah satu perusahaan. Perusahaan yang kami jadikan tempat observasi adalah Samsung Service Senter yg berada di Jln. Dokter Cipto Semarang

1.3

Tujuan Penelitian Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah untuk mengetahui tentang Keselamatan dan kesehatan kerja, selain itu makalah ini juga membahas tentang penerapan keselamatan dan kesehatan kerja di salah satu perusahaan.

1.4

Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam makalah observasi ini: 1. Studi Pustaka Dalam metode ini kami berusaha mencari literatur-literatur yang berkaitan dengan Kesehatan dan keselamatan kerja, baik melalui buku ataupun website sehingga dalam kamian tidak menyimpang dari tema. Literatur - literatur selanjutnya dijadikan sebagai pedoman dalam kamian.

2. Observasi Dalam metode ini kami mengamati lingkungan yg ada di sekitar daerah industri atau perusahaan Samsung Service Senter cabang Semarang.

3. Wawancara Dalam Metode ini kami melakukan wawancara dengan narasumber yang merupakan pekerja dalam perusahan tersebut.

BAB II KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA (K3)

A. Pengertian Kesehatan dan Keselatan Kerja Menurut Mangkunegara (2002, p.163) Keselamatan dan kesehatan kerja adalah suatu pemikiran dan upaya untuk menjamin keutuhan dan kesempurnaan baik jasmaniah maupun rohaniah tenaga kerja pada khususnya,

dan manusia pada umumnya, hasil karya dan budaya untuk menuju masyarakat adil dan makmur. Menurut Sumamur (2001, p.104), keselamatan kerja merupakan rangkaian usaha untuk menciptakan suasana kerja yang aman dan tentram bagi para karyawan yang bekerja di perusahaan yang bersangkutan. Menurut Simanjuntak (1994), Keselamatan kerja adalah kondisi keselamatan yang bebas dari resiko kecelakaan dan kerusakan dimana kita bekerja yang mencakup tentang kondisi bangunan, kondisi mesin, peralatan keselamatan, dan kondisi pekerja . Mathis dan Jackson (2002, p. 245), menyatakan bahwa Keselamatan adalah merujuk pada perlindungan terhadap kesejahteraan fisik seseorang terhadap cedera yang terkait dengan pekerjaan. Kesehatan adalah merujuk pada kondisi umum fisik, mental dan stabilitas emosi secara umum. Menurut Ridley, John (1983) yang dikutip oleh Boby Shiantosia (2000, p.6), mengartikan Kesehatan dan Keselamatan Kerja adalah suatu kondisi dalam pekerjaan yang sehat dan aman baik itu bagi pekerjaannya, perusahaan maupun bagi masyarakat dan lingkungan sekitar pabrik atau tempat kerja tersebut. Jackson (1999, p. 222), menjelaskan bahwa Kesehatan dan Keselamatan Kerja menunjukkan kepada kondisi-kondisi fisiologis-fisikal dan psikologis tenaga kerja yang diakibatkan oleh lingkungan kerja yang disediakan oleh perusahaan.

Menurut Mangkunegara (2002, p.170), bahwa indikator penyebab keselamatan kerja adalah: a. Keadaan tempat lingkungan kerja, yang meliputi 1. Penyusunan dan penyimpanan barang-barang yang berbahaya yang kurang diperhitungkan keamanannya.

2.

Ruang kerja yang terlalu padat dan sesak

3. Pembuangan kotoran dan limbah yang tidak pada tempatnya. b. Pemakaian peralatan kerja, yang meliputi 1. Pengaman peralatan kerja yang sudah usang atau rusak. 2. Penggunaan mesin, alat elektronik tanpa pengaman yang baik Pengaturan penerangan.

B. Tujuan Penerapan Kesehatan dan Keselamatan Kerja : Secara umum, kecelakaan selalu diartikan sebagai kejadian yang tidak dapat diduga. Kecelakaan kerja dapat terjadi karena kondisi yang tidak membawa keselamatan kerja, atau perbuatan yang tidak selamat. Kecelakaan kerja dapat didefinisikan sebagai setiap perbuatan atau kondisi tidak selamat yang dapat mengakibatkan kecelakaan. Berdasarkan definisi kecelakaan kerja maka lahirlah keselamatan dan kesehatan kerja yang mengatakan bahwa cara menanggulangi kecelakaan kerja adalah dengan meniadakan unsur penyebab kecelakaan dan atau mengadakan pengawasan yang ketat. (Silalahi, 1995)

Keselamatan dan kesehatan kerja pada dasarnya mencari dan mengungkapkan kelemahan yang memungkinkan terjadinya kecelakaan. Fungsi ini dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu mengungkapkan sebab-akibat suatu kecelakaan dan meneliti apakah pengendalian secara cermat dilakukan atau tidak.

Menurut Mangkunegara (2002, p.165) bahwa tujuan dari keselamatan dan kesehatan kerja adalah sebagai berikut: a. Agar setiap pegawai mendapat jaminan keselamatan dan kesehatan kerja baik secara fisik, sosial, dan psikologis.

b.

Agar setiap perlengkapan dan peralatan kerja digunakan sebaik-baiknya selektif mungkin.

c. d. e. f.

Agar semua hasil produksi dipelihara keamanannya. Agar adanya jaminan atas pemeliharaan dan peningkatan kesehatan gizi pegawai. Agar meningkatkan kegairahan, keserasian kerja, dan partisipasi kerja. Agar terhindar dari gangguan kesehatan yang disebabkan oleh lingkungan atau kondisi kerja.

g.

Agar setiap pegawai merasa aman dan terlindungi dalam bekerja

C. Dasar Hukum K3

UU no.13/2003 Pasal 86 (1) Setiap pekerja/buruh mempunyai hak untuk memperoleh perlindungan atas: a. Keselamatan & kesehatan kerja b. Moral & kesusilaan c. Perlakuan yang sesuai dengan harkat & martabat manusia d. untuk melindungi keselamatan kerja/buruh guna mewujudkan produktivitas kerja yang optimal diselenggarakan upaya K3. (2) Perlindungan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) & ayat (2) dilaksanakn sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

UU no.14/1969 Pasal 9 Tiap tenaga kerja berhak mendapatkan perlindungan atas: 1. Keselamatan 2. Kesehatan 3. kesusilaan 4. pemeliharaan moril kerja serta perlakuan yang sesuai dengan martabat

manusia & moral agama Pasal 10 Pemerintah membina norma perlindungan tenaga kerja yang meliputi : 1. Norma keselamatan kerja 2. Norma kesehatan kerja 3. Norma kerja 4. Pemberian ganti kerugian, perawatan & rehabilitasi dalam hal kecelakaan kerja UU no.1/1970 1. Agar pekerja & setiap orang lainnya yang berada ditempat kerja selalu berada dalam keadaan sehat & selamat. 2. Agar sumber-sumber produksi dapat dipakai & digunakan secara aman & efisien. 3. Agar proses produksi berjalan secara lancar tanpa hambatan. UU no.3/1992 1. Kecelakaan kerja adalah kecelakaan yang terjadi berhubungan dengan hubungan kerja termasuk penyakit yang timbul karena hubungan kerja, demikian pula kecelakaan yang terjadi dalam perjalanan berangkat dari rumah menuju tempat kerja & pulang kerumah melalui jalan yang biasa atau wajar dilalui. 2. Jaminan kecelakaan kerja Tenaga kerja yang tertimpa kecelakaan kerja berhak menerima jaminan kecelakaan kerja meliputi: 1. Biaya pengangkutan. 2. Biaya pemeriksaan pengobatan dan/atau perawatan. 3. Biaya rehabilitasi. 4. Santunan berupa uang meliputi : a. Santunan sementara tidak mampu bekerja. b. Santunan cacat sebagian untuk selamanya. c. Santunan cacat total untuk selamanya baik fisik maupun mental. d. Santunan kematian

BAB III PT SAMSUNG

A. Samsung Samsung adalah salah satu penyedia terbesar di dunia teknologi. Dimulai sebagai perusahaan perdagangan ekspor berbagai produk dari Korea Selatan ke Beijing, Cina. Didirikan oleh Lee Byung-chul pada tahun 1938, Samsung secara bertahap berkembang menjadi korporasi multinasional yang sekarang ini.

Kata Samsung berarti "tiga bintang" di Korea. Hal ini menjadi nama yang terkait dengan berbagai jenis dunia usaha di Korea Selatan dan di berbagai bagian dunia. Secara internasional, orang mengasosiasikan nama dengan elektronik, teknologi informasi dan pengembangan.

B. Sejarah Samsung Sejarah Samsung bermula pada tahun 1938 dimana Lee Byung-Chull (1910-1987) berasal dari keluarga pemilik tanah yang luas di daerah Uiryeong datang ke kota

Daegu dan mendirikan Samsung Sanghoe, sebuah perusahaan perdagangan kecil dengan empat puluh karyawan yang berlokasi di Su-dong (sekarang Ingyo-dong). Perusahaan yang di bangun Lee mengalami kemajuan dan ia memindahkan kantor pusatnya ke Seoul pada tahun 1947. Ketika pecah Perang Korea, Lee terpaksa meninggalkan Seoul dan memulai penyulingan gula di Busan sebagai nama Cheil Jedang. Setelah perang, pada tahun 1954, Lee mendirikan Cheil Mojik dan membangun pabrik di Chimsan-dong, Daegu sebagai pabrik wol.

Lee berusaha mendirikan Samsung sebagai pemimpin industri dalam berbagai bidang, seperti asuransi, sekuritas, dan ritel. Pada akhir 1960-an, Samsung Group mulai berkembang menjadi industri elektronik dan membentuk divisi elektronik, seperti Samsung Electronics Co Devices, Samsung Electro-Mechanics Co, Samsung Corning Co, dan Samsung Semiconductor & Telecommunications Co, dan membuat fasilitas di Suwon. Produk pertama adalah satu set televisi hitam-putih. Pada tahun 1980, Perusahaan Samsung membeli Hanguk Jeonja Tongsin di Gumi, dan mulai membangun perangkat telekomunikasi. Produk awalnya adalah Switchboards. Fasilitas ini telah berkembang menjadi sistem manufaktur telepon dan faks dan menjadi pusat manufaktur ponsel Samsung. Mereka telah menghasilkan lebih dari 800 juta ponsel. Perusahaan mereka dikelompokkan bersama di bawah Samsung Electronics Co, Ltd pada 1980-an.

Pada akhir 1980-an dan awal 1990-an, Samsung Electronics berinvestasi dalam penelitian dan pengembangan, investasi yang penting dalam mendorong perusahaan untuk terdepan dalam industri elektronik global. Pada tahun 1982, Samsung membangun sebuah pabrik perakitan televisi di Portugal, pada tahun 1984, samsung membangun sebuah pabrik di New York, pada tahun 1985, samsung membangun sebuah pabrik di Tokyo, pada tahun 1987, samsung membangun fasilitas di Inggris, dan fasilitas lain di Austin pada tahun 1996. Secara total, Samsung telah menginvestasikan $ 5,6 milyar di Austin sejauh ini merupakan investasi asing terbesar di Texas dan salah satu investasi asing tunggal terbesar di Amerika Serikat. Investasi baru samsung di Austin totalnya menjadi lebih dari $ 9 miliar.

Samsung mulai bangkit sebagai perusahaan internasional pada 1990-an. cabang konstruksi Samsung mendapatkan kontrak untuk membangun satu dari dua Petronas Towers di Malaysia, Taipei 101 di Taiwan dan Khalifa Burj di Uni Emirat Arab. Pada tahun 1993., Lee Kun-hee menjual sepuluh anak perusahaan Samsung Group, dirampingkan perusahaan, dan operasi lainnya bergabung untuk berkonsentrasi pada tiga industri yaitu elektronik, teknik, dan bahan kimia. Pada tahun 1996, Grup Samsung membeli kembali Sungkyunkwan University foundation.

Dibandingkan dengan perusahaan besar Korea lainnya, Samsung selamat dari krisis keuangan Asia tahun 1997 yang relatif tidak berpengaruh besar. Namun, Samsung Motor dijual kepada Renault karena mengalami kerugian yang signifikan. Pada tahun 2010, saham Renault Samsung 80,1 persen dimiliki oleh Renault dan 19,9 persen dimiliki oleh Samsung. Selain itu, Samsung memproduksi berbagai pesawat dari tahun 1980-an 1990-an. Perusahaan ini didirikan pada tahun 1999 sebagai Korea Aerospace Industries (KAI), hasil penggabungan antara lalu tiga divisi aerospace domestik utama Samsung Aerospace, Daewoo Heavy Industries, dan Hyundai Space dan Aircraft Company.

Samsung menjadi produsen terbesar memory chips di dunia pada tahun 1992, dan pembuat chip dunia terbesar kedua setelah Intel. Sepuluh tahun kemudian, Samsung tumbuh menjadi produsen terbesar di dunia membuat panel layar liquid-crystal. Pada tahun 2006, S-LCD didirikan sebagai perusahaan patungan antara Samsung dan Sony dalam rangka menyediakan pasokan yang stabil dari panel LCD untuk mereka dan mengoperasikan pabrik-pabrik serta membangun fasilitas di Tangjung, Korea Selatan.

Samsung Electronics mengungguli Sony sebagai salah satu merek yang paling populer di dunia konsumen elektronik pada tahun 2004 dan 2005, dan sekarang peringkat ke 19 di dunia secara keseluruhan. Samsung menjadi perusahaan terbesar

kedua setelah Nokia dengan volume dunia produsen ponsel terutama pangsa pasar terkemuka di Amerika Utara dan Eropa Barat.

Keberhasilan Samsung sebagai sebuah penyedia teknologi terus berkembang melalui delapan puluhan seperti Samsung Electronics telah bergabung dengan Samsung Semikonduktor dan Telekomunikasi. Dengan cara ini diaspal menuju terus kuat di pasar internasional dengan produk teknologi tinggi yang akan menjadi pokok di setiap rumah. Perkembangan ini berlanjut saat dekade berikutnya sebagai Samsung terus melampaui batas dan restrukturisasi rencana bisnis untuk mengakomodasi adegan global. Mengadopsi bentuk baru manajemen terbukti menjadi perpindahan yang bijaksana bagi perusahaan sebagai produk berjalan mereka pada daftar harus top-have dalam berbagai bidang mereka. TV-LCD, tabung gambar, printer Samsung dan produk teknologi tinggi lainnya akuisisi menjadi terkenal karena mereka berkualitas tinggi. Ketika Samsung berkelana ke industri LCD pada tahun 1993, menjadi yang terbaik di dunia.

Metode yang sangat baik perusahaan pengendalian kualitas inilah yang membuatnya berhasil dalam menyediakan hanya produk terbaik untuk seluruh dunia. Ini berlaku sebuah "Berhenti Line" sistem dimana setiap orang bisa menghentikan proses produksi dalam hal bahwa produk ditemukan kurang lancar.

Untuk saat ini, terus Samsung mempertahankan statusnya sebagai operator terbaik di dunia "itu" teknologi. Its tenaga kerja berkualifikasi tinggi masih mengupayakan yang terbaik dalam bidangnya masing-masing membuat keseluruhan perusahaan sukses besar dalam pembuatan. Rahasia sukses terus perusahaan dalam peningkatan konstan struktur manajemen dan penerapan filosofi-nya: "Kami akan mencurahkan sumber daya manusia dan teknologi untuk menciptakan produk dan jasa, sehingga memberikan kontribusi kepada masyarakat global yang lebih baik."

C. Samsung Service Center Cabang Semarang PT Samsung Service Center Cabang Semarang merupakan salah satu cabang dari PT Samsung Electronics Indonesia yang berlokasi di jalan Dr. Cipto No 111 Semarang. PT Samsung Service Center Cabang Semarang menerima segala keluhan tentang kerusakan alat produk Samsung seperti HP, priter, TV, microwave hingga lemari es. Perusahaan ini membuka pelayanan bagi pelanggan setiap hari Senin Sabtu, pukul 08.30 WIB hingga pukul 17.00 WIB. Cuti pekerja di PT Samsung Service Center Semarang: 1. Cuti Tahunan selama 12 hari. 2. Cuti Bulanan tidak ada 3. Cuti Hamil selama 3 bulan. 4. Cuti Keluarga Meninggal selama 2 hari (dalam kota) 3 hari (luar kota) Sementara itu, semua jaminan sosial bagi pekerja menggunakan jaminan sosial yang dikelola oleh PT Samsung, yaitu 1. Jaminan kecelakaan kerja, 2. Jaminan kematian, dan 3. Jaminan kesehatan Sedangkan untuk jaminan hari tua, PT Samsung Service Center Cabang Semarang menggunakan Jamsostek. Pelayanan servis yang dilakukan : Carry in (Melakukan servis dengan cara konsumen datang ke service center) In Home (Melakukan servis dengan cara teknisi datang ke konsumen) Tour Service (Melakukan servis dengan cara teknisi datang ke konsumen yang lokasinya di luar semarang)

BAB IV PENERAPAN K3 DI SAMSUNG

PT Samsung Service Center Cabang Semarang adalah salah satu perusahaan yang menerapkan K3 di kegiatan sehari-harinya. Penerapan ini didasarkan kepada kebutuhan perusahaan untuk menjamin kelancaran kerja. Tentunya K3 diperlukan karena dalam kegiatannya PT Samsung menyadari bahwa kegiatan operasional sehari-hari yang dilakukan oleh para teknisi memiliki resiko bahaya yang dapat mengancam kesehatan, dan keselamatan para teknisi. Terutama masalah kebersihan, PT Samsung sangat menekankan kepada para teknisinya untuk dapat menjaga kebersihan, baik kebersihan alat, kebersihan tempat dan kebersihan tubuh. Kebersihan ditekankan kepada para teknisi karena untuk mengurangi resiko penurunan kesehatan serta untuk mengurangi resiko bahaya. Penerapan K3 di PT Samsung Service Center Cabang Semarang PT Samsung Service Center Cabang Semarang menerapkan K3 dengan tujuan untuk menjamin keselamatan dan peningkatan derajat kesehatan para pekerja dan teknisi di PT Samsung Service Center Cabang Semarang. PT Samsung Service Center Cabang Semarang memiliki empat ruang yang digunakan sehari-harinya dalam bekerja. Di dalam empat ruangan tersebut telah diterapkan K3, keempat ruangan itu adalah sebagai berikut:

1. Costumer Service Room

Ruangan yang digunakan untuk menangani keluhan pelanggan Samsung, di ruang ini pelanggan dapat mengajukan keluhan serta permintaan service untuk peralatan mereka yang rusak seperti TV, Printer, PC, Mesin Cuci, Microwave, termasuk handphone. Khusus untuk reparasi handphone pelayanan servis handphone dapat dilakukan di costumer service room. Sedangkan untuk peralatan lainnya tersedia ruangan tersendiri untuk proses reparasi. Kebersihan di kantor sangat di utamakan di setiap sudut kantor. Penerapan K3 di ruang pelanggan: Menyediakan APAR

Menyediakan AC agar udara sejuk Memberikan kursi yang aman dan nyaman baik bagi pelanggan maupun CS dan teknisi

2. Audio Video Room

Ruang yang digunakan untuk memperbaiki barang konsumen yang rusak, barang tersebut meliputi : TV, Laptop, Camera Digital, Home Theater, Printer, DVD. Diruang ini tempat teknisi memperbaiki dan menyimpan unit konsumen. Dan tentunya di ruang ini juga memiliki K3. Penerapan K3 di ruang Audio Video: Setiap teknisi menggukan masker setiap mereparasi Menggunakan kursi yang memiliki roda untuh memudahkan mobilisasi

Penggunaan sarung tangan untuk proses solder komponen Sebelum dan sesudah mereparasi meja selau dibersihkan

3. Home Appliances Room Ruang yang digunakan untuk memperbaiki barang kebutuhan rumah consumen, barang tersebut meliputi : Kulkas, AC, Mesin cuci, Microwave. Penerapan K3 di ruang Home Appliances: Ruangan berada di tempat yg berventilasi besar Teknisi dibekali masker Teknisi dibekali kaca mata hitam ketika mengelas

4. Spare Part Room

Ruangan ini digunakan untuk menyimpan barang spare part, agar komponen unit konsumen yang telah rusak dapat diganti baru. Penerapan K3 yang digunakan: Agar udara tetap segar dan nyaman, diberikan AC

Ketinggian rak telah diatur untuk kenyamanan peletakan unit Ada jumlah minimal orang untuk mengangkat unit tertentu, misal untuk lemari es minimal tiga orang

Setiap hari spare part di rapikan dan dicek agar tidak terjadi kehilangan

LAMPIRAN-LAMPIRAN

Gambar 1 : APAR untuk K3 di Samsung

Gambar 2 : Fasilitas parkir luas untuk konsumen

Gambar 3 : Fasilitas TV 3D untuk Konsumen

Gambar 4 : Foto saat wawancara dengan Kepala cabang Samsung Semarang

Gambar 5 : Pemberian cindera mata berupa masker, sebagai bentuk kepedulian kami dan sebagai bentuk dukungan terhadap penerapan K3 di PT Samsung

Gambar 6 Kunjungan ke PT Samsung Service Center Semarang