Anda di halaman 1dari 45

BAB 1

PENDAHULUAN
PERPINDAHAN PANAS
HUKUM KELESTARIAN ENERGI
SYSTEM
dt
dE
( ) W Q E E
E E
dt
dE
out in
out in


, ,
=
in
E

out
E

PERPINDAHAN PANAS
Termodinamika:
Bentuk-bentuk energi yang dimiliki oleh suatu zat:
energi kinetik (EK),
energi potensial (EP), dan
energi dalam (U)
Bentuk perpindahan energi adalah kerja dan panas
EK
A
EP
A
U
A
EK
B
EP
B
U
B
panas
kerja
PERPINDAHAN PANAS
Kerja adalah perpindahan energi yang disebabkan
karena adanya gaya dan perpindahan dalam arah gaya
Panas adalah energi yang berpindah akibat adanya
perbedaan temperatur.
Selanjutnya panas yang dimaksud di atas disebut
sebagai perpindahan panas.
Perpindahan
Panas
Konduksi
Radiasi
Konveksi
fig_01_01
MODUS/JENIS PERPINDAHAN PANAS
KONDUKSI:
perpindahan panas yang melalui suatu media yang
diam atau perbedaan temperatur terdapat di dalam
suatu media yang diam.
media diam: tidak ada pergerakan curah (bulk) dari
media tersebut, baik yang disebabkan oleh adanya
perpindahan panas atau oleh adanya peralatan dari
luar.
Konduksi terjadi karena adanya aktivitas
molekul/partikel, dan energi berpindah dari
molekul/partikel yang mempunyai energi lebih ke
partikel dengan energi yang lebih rendah
MEKANISME PERPINDAHAN PANAS
KONDUKSI
T
x
T
1
>T
2
T
1
q
Konduksi secara micro :
Merupakan hubungan dari aktivitas atom
dalam bentuk aktifitas getaran dari
molekul-molekul dan migrasi electron
sehingga terjadi proses difusi/pembauran
antar electron sampai mencapai kondisi
kesetimbangan energi.
Media: padat, cair, gas
fig_01_02
MODUS/JENIS PERPINDAHAN PANAS
KONVEKSI
perpindahan panas yang berlangsung antara permukaan dan media
yang bergerak (fluida) yang mempunyai temperatur yang
berbeda.
Pergerakan tidak hanya berlangsung secara mikroskopik
(molekuler), tetapi terjadi juga pergerakan curah.
Dengan demikian perpindahan energi panas secara konveksi
berlangsung melalui difusi/konduksi (akibat adanya pergerakan
molekuler) dan melalui adveksi (akibat adanya pergerakan
curah).
Pergerakan curah dapat disebabkan oleh adanya peralatan dari
luar seperti pompa, kompresor atau kipas (konveksi paksa)
atau karena disebabkan oleh adanya perpindahan panas itu
sendiri (konveksi bebas/alamiah).
Konveksi
Konduksi disertai perpindahan makroskopik
(massa/curah) media
Media: cair, gas
fig_01_04
Radiasi
Energi photon
Gelombang Elektromagnet
Media: tidak perlu
MODUS/JENIS PERPINDAHAN PANAS
RADIASI
10
-5
10
-4
10
-3
10
-2
10
-1
1 10 10
2
10
3
10
4
0.4 0.7
Sinar
Tampak
Radiasi
Termal
Ultra
Violet
Sinar x
Sinar
Sinar
Inframerah
Gelombang
Mikro
RADIASI PADA PERMUKAAN SEMI
TRANSPARAN
Emisi
Refleksi
Irradiasi
Absorbsi
Transmisi
Radiositas
PERSAMAAN-PERSAMAAN PERPINDAHAN
PANAS
Persamaan Laju Perpindahan Panas
Persamaan Distribusi temperatur
PERSAMAAN LAJU PERPINDAHAN PANAS
KONDUKSI
Hukum Fourier:
dx
dT
A k q =
q : laju perpindahan panas, W
dx
dt
k : konduktivitas termal bahan, W/mK
: perubahan temperatur dalam arah x
Contoh soal :
Sebuahdindingdari tungkupemanaspadasebuahindustrymemiliki ketebalan0,15
terbuat dari batu tahan api dengan konduktivitas thermal 1,7 W/m.K. Hasil
pengukurantemperaturepadakondisi steady state (tunak) yaitu1400K dan1150K
untuk bagian permukaan dinding bagian dalam dan luar. Berapakah Laju
perpindahanpanaspadadindingyangberukuran0,5dan1,2m?
PERSAMAAN LAJU PERPINDAHAN PANAS
KONVEKSI
HUKUM PENDINGINAN NEWTON
( )

= T T A h q
s
q : laju perpindahan panas, W
h : koefisien perpindahan panas, W/m
2
K
A : luas permukaan perpindahan panas, m
2
T
s
: Temperatur permukaan
T

: Temperatur fluida curah


PERSAMAAN LAJU PERPINDAHAN PANAS
RADIASI
HUKUM STEFAN BOLTZMAN
4
1
AT q =
q : laju perpindahan panas, W
o : koefisien Stefan Boltzman, 5,67 x 10
8
W/m
2
K
4
A : luas permukaan perpindahan panas, m
2
T
1
: Temperatur permukaan
PERSAMAAN HANYA BERLAKU BAGI BENDA/PERMUKAAN HITAM
PERMUKAAN HITAM, KELABU DAN NYATA
E

Benda Hitam
Benda Nyata
Benda Kelabu
Pada temperatur yang sama
KONDUKSI 1 DIMENSI
KONDUKSI
Secara umum konduksi dapat terjadi sebagai:
Perpindahan panas multi dimensi (3D)
Tidak stedi
Disertai dengan adanya pembangkitan panas
KONDUKSI SATU DIMENSI YANG STEDI
Pengertiansatu dimensi:
Perubahan temperatur atau laju perpindahan
panas hanya terjadi dalam satu arah.
Dalam realita tidak ada perpindahan panas
konduksi satu dimensi tetapi dengan asumsi dan
penggunaan sistem koordinat yang tepat,
persoalan dapat disederhanakan menjadi 1 D.
Persamaan Difusi Panas 1-D
Sistem Koordinat Cartesian
q
x
T
kA
x t
T
cA +
|
.
|

\
|
c
c
c
c
=
c
c

stasioner
0 q
dx
dT
kA
dx
d
= +
|
.
|

\
|

tanpa bangkitan
panas volumetrik
0
dx
dT
kA
dx
d
=
|
.
|

\
|
Distribusi Temperatur
Sistem Koordinat Cartesian
2
1
1
C dx
A
C
kdT
C
dx
dT
kA
0
dx
dT
kA d
0
dx
dT
kA
dx
d
+ =
=
=
|
.
|

\
|
=
|
.
|

\
|
} }
}
Untuk
k konstan terhadap T
A konstan terhadap x
( )
2 1
C x C x kAT + =
Kondisi Batas
x
x
dx
dT
kA
1. Temperatur
2. Fluks
3. Konveksi
T T
x
=
" q
dx
dT
k
x
=
( )

= T T h
dx
dT
k
x
x
Distribusi Temperatur (Cartesian)
Kondisi Batas Temperatur-Temperatur
T
1
x
L
T(x)
( )
( )
( ) ( ) linier persamaan T
L
x
T T x T
L
T T kA
C C L C kAT
kAT C C kAT
C x C x kAT
1 1 2
1 2
1 2 1 2
1 2 2 1
2 1
+ =

= + =
= =
+ =
T
2
T
1
Distribusi Temperatur (Cartesian)
Kondisi Batas Temperatur-Fluks
( )
( ) linier persamaan T x
k
" q
x T
A " q C A " q C
dx
dT
kA
kAT C C kAT
C x C x kAT
1
1 1
L
1 2 2 1
2 1
+ =
= = =
= =
+ =
x
L
T(x)
Distribusi Temperatur (Cartesian)
Kondisi Batas Temperatur-Konveksi
T
1
( )
( )
( ) ( )
1 L
L 1
L
1 2 2 1
2 1
kAT x T T hA x kAT
T T hA C
dx
dT
kA
kAT C C kAT
C x C x kAT
+ =
= =
= =
+ =

x
L
T(x)
Laju Panas 1-D Stasioner
T
1
x
L
T(x)
T
2
kA L
T T
L
T T
kA q
` 2 1 ` 1 2

=

=
q
q
Konsep tahanan termal
T
1
T
2
R = L/kA
q
R
T T
q
` 2 1

=
Kondisi Batas Konveksi-Konveksi
x
L
T(x)
T
2
h
2
T
1
h
1
T
1
T
2
1/h
1
A 1/h
2
A L/kA
q
T
s1
T
s2
A h 1
T T
k
T T
A h 1
T T
A h 1 kA L A h 1
T T
q
2
2 2 s 2 s 1 s
1
1 s 1
2 1
2 1

=
+ +

=
TAHANAN TERMAL
(Analogi Rangkaian Termal dan Rangkaian Listrik)
Arus Listrik : (I) Laju Perpan (q)
Beda Tegangan
(E
2
E
1
)
Beda Temperatur
(T
2
T
1
)
Tahanan Listrik
R
e
Tahanan Termal
R
th
R
t,
T
2
T
1
R
e
E
2
E
1
TAHANAN TERMAL
Konduksi pada dinding
datar:
Konveksi:
Radiasi:
( )
2 , s 1 , s x
T T
L
kA
q =
kA
L
q
T T
R
x
2 , s 1 , s
cond , t
=

( )

= T T hA q
s
hA
1
q
T T
R
s
conv , t
=


( )
sur s r
T T A h q =
A h
1
q
T T
R
r
s
conv , t
=


sur s
4
sur
4
s
r
T T
T T
h


X = 0 X = L
T
.1,
h
1
T
.2,
h
2
q
x
T
2
T
1
) A h /( 1
T T
) kA /( L
T T
) A h /( 1
T T
q
2
2 , 2 , s 2 , s 1 , s
1
1 , s 1 ,
x


=

=
T
,1
T
,2
T
1 T
2
A h
1
1
A h
1
2
kA
L
q
x
Dinding Komposit Seri
k
1
k
2
k
3
T
1
h
1
T
2
h
2
x
L
1
L
2
L
3
T
1
T
2
1/h
1
A L
1
/k
1
A L
2
/k
2
A L
3
/k
3
A 1/h
2
A
Dinding Komposit Paralel
k
1
A
1
k
2
A
2
isoterm 1 isoterm 2
adiabat
L/k
2
A
2
L/k
1
A
1
L
DINDING KOMPOSIT
A h
1
1
A h
1
2
A k
L
A
A
T
,1
T
,2
T
s,1
T
2
q
x
T
1
T
s,2
A k
L
B
B
A k
L
C
C
A B C T
.1,
h
1
T
.2,
h
2
L
A
L
B
L
C
.... ..........
A k
L
T T
A k
L
T T
A h
1
T T
R
T T
A h
1
A k
L
A k
L
A k
L
A h
1
T T
q
B
B
3 , s 2 , s
A
A
2 , s 1 , s
1
1 , s 1 ,
tot
2 , 1 ,
4 C
C
B
B
A
A
1
2 , 1 ,
x
=

=
(

+ + + +


KOEFISIEN PERPAN KESELURUHAN
(Overall Heat Transfer Coefficient)
luruhan perpankese koefisien U
R
UA
tot
= = ;
1
A R
1
U
R
1
UA
R
T
T UA q
tot
tot
=
=
=
=


DINDING KOMPOSIT
A
B
C
D a
b
L
A
L
B
=L
C
L
D
a k
L
A
A
a k
L
D
D
) b a ( k
L
C
C

T
s,1
T
s,2
T
1
T
2
) b ( k
L
B
B
CONTOH SOAL