Anda di halaman 1dari 40

Oleh Fajar Maulidan Alamin 70.2009.

017
Pembimbing : Dr.Severina Adella.T, Sp.OG

Laporan Kasus
Identitas Pasien
No RM : 22.08.04 Tanggal Masuk : 2 September 2013, pukul 14.30 WIB Nama Pasien : Ny.B Umur : 36 Tahun Agama : Islam Pendidikan : SLTA Pekerjaan : IRT Alamat : Jl.KH. Azhari, lr Hijriah no.1124 kel 3-4 ulu Pslembang

Laporan Kasus
Anamnesis
Keluhan Utama
Perdarahan dari jalan lahir.

Laporan Kasus
Riwayat Perjalanan Penyakit
Pasien datang ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS. Muhammadiyah Palembang dengan keluhan keluar darah dari jalan lahir. Keluhan ini dirasakan sejak 19 jam SMRS, darah keluar sedikit pada saat magrib kemudian berhenti, darah keluar bertambah banyak sejak pukul 22.00 wib dan tidak berhenti sampai pukul 14.00 WIB dan akhirnya di bawa keluarga ke RSMP. Darah yang keluar berwarna merah segar dan tidak disertai rasa nyeri.


Riwayat perjalanan Penyakit
Pada saat keluar darah pasien tidak sedang melakukan aktivitas Keluhan juga disertai dengan rasa mules, keluar air-air banyak dari jalan lahir belum dirasakan pasien. Gerakan janin masih dirasakan. Pasien mengaku hamil 8 bulan anak pertama. Riwayat jatuh sebelumnya disangkal. Keluhan ini bukan yang pertama kalinya dirasakan oleh pasien

Laporan Kasus
Riwayat Perjalanan Penyakit
Perdarahan pertama terjadi pada tanggal 11 Agustus 2013, jumlah perdarahan sedikit dan tidak sebanyak yang dialami sekarang. Tidak dirasakan nyeri. Kemudian pasien berobat ke rumah sakit dan dirawat selama Beberapa hari. Kemudian perdarahan itu berhenti.

Laporan Kasus
Riwayat Penyakit Dahulu
Pasien mengaku tidak ada riwayat hipertensi, penyakit jantung, diabetes melitus, alergi dan asma.

Riwayat Penyakit Keluarga


Pasien Mengaku ada anggota keluarga yang menderita hipertensi dan diabetes meilitus. Asma dan penyakit menular disangkal.

Laporan Kasus
Riwayat Haid
Usia Menarche : 14 tahun Siklus Haid : 28 Hari Lama Haid : 5 hari Nyeri haid : (-) HPHT : 25-1-2013 TP : 1-11-2013

Riwayata Pernikahan
Lama Pernikahan : 1 tahun Usia Waktu menikah : 35 tahun

Laporan Kasus
Riwayat ANC
Mengaku melakukan pemeriksaan 4 kali selama hamil di dokter dan dilakukan pemeriksaan tekanan darah, tinggi badan, diberi obat dan vitamin

Riwayat Menggunakan KB
Tidak pernah menggunkannya

Laporan Kasus
Pemeriksaan USG
Tanggal 2-9-2013 JTH Presbo Usia Kehamilan 34 minggu Berat Janin 1753 gr Letak Plasenta di SBR menutupi OUI

Riwayat Persalinan
Tidak ada riwayat persalinan sebelumnya

Laporan Kasus
Status generalis
Keadaan umum : Tampak Sakit Sedang Kesadaran : Compos Mentis Tanda vital :
Tekanan darah : 110/60 mmHg Nadi : 105 x/Menit Pernapasan: 23 x/Menit Suhu : 36,3 C

Tinggi Badan : 162cm Berat Badan : 55 kg

Laporan Kasus
Kepala : Normochepali, rambut hitam, tidak mudah rontok Mata : Konjungtiva anemis+/+, SI -/-, Edema palpebra -/ Leher : Pembesaran tiroid (-), Pembesaran KGB (-) Thoraks :
Mamae Simetris, tidak membesar, Puting susu menonjol Pulmo : Vesikuler +/+, Ronki -/-, Wheezing -/ Cor : BJ1. BJ2 reguler, Gallop (-), Murmur (-)

Ekstremitas : edema -/-, akral hangat

Laporan Kasus
Status Gynekologi
Inspeksi
Abdomen tampak mengalami pembesaran, tidak ada tanda-tanda peradangan, tidak terlihat gerakan janin, tidak terlihat darm contour dan darm steifung. Terlihat striae gravidarum dan linea nigra. Vagina tidak ada edema, terdapat perdarahan pervaginam.

Laporan Kasus
Status Gynekologi
Palpasi
Tinggi fundus 3 jari diatas pusat, pada fundus teraba bagian keras Teraba janin tungga, letak memanjang, Punggung janin di kiri, His (-) Bagian terbawah janin teraba bulat dan lunak Kontraksi (+)

Auskultasi : Bising usus (+), DJJ (+) 136x/Menit Pemeriksaan Dalam : tidak dilakukan

Laporan Kasus
Pemeriksaan Penunjang

Laporan Kasus

Laporan Kasus
Diagnosis
G1P0A0 hamil 34 minggu JTH, presbo dengan perdarahan antepartum et causa Plasenta Previa Totalis + Anemia derajat sedang

Laporan Kasus
Rencana Terapi
Rawat Inap, tirah baring Observasi KU dan VS IVFD RL Drip Duvadilan/kolf gtt XX/Menit Inj.Plasminex 3x500 mg Inj.Dexamethason 1x3 amp Inj.Bioxon 2x1 Rencana Transfusi Darah

Laporan Kasus
Prognosis
Quo ad Vitam : Bonam Quo ad Fucntionam : Bonam

Plasenta Previa
Definisi
Plasenta previa adalah keadaan dimana plasenta berimplantasi pada tempat abnormal, yaitu segmen bawah rahim sehingga menutupi sebagian atau seluruh pembukaan jalan lahir ( Ostium uteri internum )

Plasenta Previa
Klasifikasi

Plasenta Previa
Gambaran Klinis
Gejala paling khas perdarahan tanpa nyeri Gejala muncul menjelang akhir trimester kedua, atau setelahnya peradarahan pertama berlangsung tidak banyak dan berhenti sendiri secara spontan dan terjadi berulang. Perdarahan kembali terjadi tanpa suatu sebab yang jelas. Anemia Bagian terendah janin belum masuk PAP

Plasenta Previa
Penatalaksanaan.
Terapi ekspetatif
Syarat-syarat penanganan pasif, yaitu kehamilan kurang dari 37 minggu atau berat janin belum mencapai 2500 gram, Perdarahan aktif, belum inpartu, keadaan umum ibu baik (Hb>8g%), dan janin masih hidup Tujuan agar janin tidak lahir prematur. Tidak dilakukan pemeriksaan dalam. Diperlukan transfusi darah Terapi pematangan paru janin

Plasenta Previa
Penanganan aktif
syarat; perdarahan yang telah berlangsung atau akan berlangsung yang membahayakan ibu dan janin, kehamilan cukup bulan (37 minggu) atau berat janin telah mencapai 2500 gram, inpartu atau bagian janin terbawah sudah masuk pintu atas panggul . Penangan aktif dibagi menjadi dua, pervaginam atau sectio sesaria

Plasenta Previa
Pervaginam
Cara vaginal yang bermaksud untuk mengadakan tekanan pada plasenta dengan demikian menutup pembuluh-pembuluh darah yang terbuka, sehingga darah berhenti. Persalinan pervaginam biasanya dilakukan pada plasenta previa marginalis dengan presentasi kepala3

Plasenta Previa
Seksio Sesaria
Prinsip utama dalam melakukan seksio sesaria adalah menyelamatkan ibu, sehingga walaupun janin meninggal atau tidak ada harapan hidup, tindakan ini tetap dilakukan. Dengan seksio sesaria dengan maksud mengosongkan rahim hinga rahim dapat mengadakan kontraksi dan menghentikan perdarahan. Seksio sesaria juga mencegah terjadinya robekan cervix yang agak sering terjadi dengan usaha persalinan pervaginam pada plasenta previa

Pembahasan
Telah dilaporkan sebuah kasus dari seorang pasien usia 36 tahun yang datang ke IGD RS.Muhammadiyah Palembang pada tanggal 02 September 2013 pukul 14.30 WIB dengan keluhan utama perdarahan dari jalan lahir.

Dari anamnesis didapatkan identitas pasien, keluhan utama, riwayat perjalanan penyakit, riwayat penyakit dahulu, riwayat penyakit dalam keluarga, dan riwayat obstetrikus

Pembahasan
Dari identitas pasien didapatkan status penikahan dan tingkat pendidikan serta usia ibu untuk menentukan bahwa ibu tidak berada dalam usia reproduktif yang aman dan sehat antara 20 30 tahun yaitu 36 tahun. Hal ini sesuai dengan etiologi yang menjadi salah satu faktor risiko, karena sklerosis pembuluh darah arteri kecil dan arteriole myometrium menyebabkan aliran darah ke endometrium tidak merata sehingga plasenta tumbuh lebih lebar dan luas permukaan yang lebih besar, untuk mendapatkan aliran yang adekuat

Pembahasan
Dari keluhan utama didapatkan perdarahan dari jalan lahir, perdarahan ini harus dinilai apakah berhubungan dengan kehamilan atau tidak berhubungan dengan kehamilann Dalam kasus ini perdarahan berhubungan dengan kehamilan karena tidak ada tanda-tanda perlukaaan pada serviks maupun perdarahan akibat pecahnya varises vagina dan hal ini didukung oleh USG yang terdapat plasenta berada pada tempat yang tidak seharusnya yaitu di segmen bawah rahim dan menutupi OUI

Pembahasan
Perdarahan dari jalan lahir ini terjadi pada usia kehamilan 34 minggu, sehingga bisa kita katakan terjadinya perdarahan antepartum. Yang mana definisi perdarahan antepartum yaitu perdarahan pervaginam diatas 28 minggu atau lebih. Yang lebih sering digolongkan perdarahan pada trimester ketiga. Sehingga dapat kemungkinan beberapa diagnosis yang menyebabkan perdarahan antepartum tersebut, yaitu salah satunya apakah disebabkan oleh plasenta previa atau solutio placenta.

Dari riwayat perjalanan penyakit didapatkan pasien mengalami perdarahan pervaginam yang awal mulanya sedikit kemudian menjadi banyak, warna darah merah segar. Darah keluar dengan tiba-tiba tanpa adanya suatu sebab atau tanpa adanya trauma. Pasien tidak merasakan nyeri. Dan keluhan ini sudah dirasakan yang kedua kalinya. Dari riwayat perjalanan penyakit diagnosis lebih tertuju kepada Plasenta previa yang mana gambaran klinis dari plasenta previa yaitu; perdarahan yang terjadi pada akhir trimester kedua, perdarahan tidak nyeri, keluar darah segar, perdarahan kembali terjadi setelah beberapa waktu kemudian, berbeda dengan solutio plasenta yang mana terdapat perdarahan disertai nyeri, terjadi spontan atau karena trauma, darah berwana merah gelap

Pembahasan

Pembahasan
Pada kasus ini terjadi perdarahan berulang yang mana sebelum dirawat di rumah sakit sekarang pasien juga berobat kedokter dengan perdarahan pervaginam kemudian berhenti. Keadaan keluhan yang berulang ini disebabkan oleh karena perdarahan pada plasenta previa dapat berulangulang setelah terjadi pergesaran antara plasenta dan dinding rahim.Oleh karena itu regangan dinding rahim dan tarikan pada serviks berkurang, tetapi dengan majunya kehamilan regangan bertambah lagi dan menimbulkan perdarahan baru

Pembahasan
Pada klasifikasi, plasenta previa di bagi menjadi empat klasifikasi, yaitu Plasenta previa totalis, plasenta previa lateralis, plasenta previa marginalis dan plasenta letak rendah. Pada pemeriksaan USG didapatkan tampak plasenta di SBR menutupi OUI, klasifikasi plasenta previa totalis

Pembahasan
Pada kasus ini pemeriksaan dalam tidak dilakukan karena merupakan kontraindikasi, kecuali apabila pasien sudah di meja operasi dengan segala persiapan untuk seksio sesaria segera karena pemeriksaan yang dilakukan dengan hati-hati dapat juga menyebabkan perdarahan massif. Selain itu, pemeriksaan ini jangan dilakukan kecuali apabila memang telah direncanakan persalinan.

Pembahasan
Karena terjadinya banyak perdarahan, maka pemeriksan darah wajib dilakukan untuk mengatasi masalah terjadinya anemia yang dapat mengancam keselamatan pasien. Pada kasus terdapat Hb 8,8 jauh dibawah nilai normal dan direncanakan transfusi PRC 300 cc. Karena nilai hb 8,8 maka dapat juga di diagnosis pasien mengalami anemia derajat sedang. Menurut WHO (World Health Organization) Anemia derajat sedang nilai hb 8.0 -9.4 gr/dl

Pembahasan
Untuk penatalaksanaan pada kasus ini, pasien dirawat di rumah sakit atas indikasi perdarahan antepartum karena plasenta previa. Penatalaksanaan pasien dengan plasenta previa dapat dibagi sebagai berikut:
Mereka yang janinnya preterm tetapi belum ada indikasi untuk dilahirkan, Mereka yang janinnya sudah cukup matur. Mereka yang sudah inpartu, Mereka yang perdarahannya sedemikian parah sehingga janin harus dilahirkan walaupun masih imatur.

Sedangkan penanganan plasenta previa digolongkan menjadi dua, yang pertama penanganan pasif (terapi ekspetatif) dengan syarat : kehamilan kurang dari 37 minggu atau berat janin belum mencapai 2500 gram, Perdarahan aktif, belum inpartu, keadaan umum ibu baik (Hb>8g%), dan janin masih hidup.

Pembahasan

Sedangkan yang kedua penanganan aktif dengan syarat : perdarahan yang telah berlangsung atau akan berlangsung yang membahayakan ibu dan janin, kehamilan cukup bulan (37 minggu) atau berat janin telah mencapai 2500 gram, inpartu atau bagian janin terbawah sudah masuk pintu atas panggu

Pembahasan
Pada kasus dilakukan penanganan pasif (terapi ekspetatif) karena usia kehamilan 34 minggu yang mana pembentukan surfaktan pada janin belum terbentuk sempurna di usia kehamilan tersebut, pasien belum keadaan inpartu dengan perdarahan aktif. Dan keadaan umum ibu relatif baik sehingga terapi ekspetatif ini masih dapat dilakukan.

Pada pasien diberikan terapi cairan IUVD RL dengan drip duvadilin bertujuan untuk mengatasi kontraksi berlebihan pada pasien yang akan menyebabkan lahirnya bayi prematur. Mengatasi perdarahan dengan inj. Plasminex (Tranexamic acid). Inj.Bioxon (Ceftriaxone) antibiotik untuk mencegah terjadinya infeksi akibat peradarahan yang disebabkan laserasi dari plasenta. Inj. Dexamethason untuk terapi pematangan paru janin. Pasien perlu diedukasikan kemungkinan keadaan gawat darurat. Perdarahan berhenti pasien boleh dipulangkan untuk rawat jalan. Dan kontrol ulang untuk melihat keadaan janin yang sedang dikandung.

Pembahasan

Terima Kasih