Anda di halaman 1dari 2

Maskulin

Andropause:
Menopause yang populer di kalangan wanita membuat banyak orang bertanya, apakah menopause juga terjadi pada pria? dr. Anita Gunawan MS Sp.And menjawab: iya, tapi berbeda. Pada pria, kondisi ini disebut andropause. Apa bedanya?

Menopause Versi Pria


A
ndropause adalah kondisi yang dialami pria di atas usia 40 tahun dengan gejala-gejala dan keluhan-keluhan yang mirip menopause pada wanita. Mekanisme terjadinya andropause adalah ka rena menurunnya fungsi reproduksi pria yang berakibat menurunnya kadar testosteron dalam darah di bawah angka normal. Keadaan ini disebut juga hypogonadism. Terdapat perbedaan mendasar antara pria dan wanita. Pada wanita yang mengalami menopause, produksi telur (ovum) dan produksi hormon estrogen menurun. Akibatnya siklus haid berhenti

30

Maskulin
mendadak. Sedangkan pada pria, penurunan produksi sperma, hormon testostron, dan lainnya terjadi secara perlahan. Oleh karena itu, andropause yang diidentikkan de ngan menopause sebenarnya kurang tepat. Ada banyak penamaan untuk andropause yang berasal dari kata Yunani. Dalam ilmu kesehatan, andro artinya pria, pause berarti berhenti (fungsi sebagai pria telah berhenti). Selain andropause, ada juga sebutan menopause pria, viropause, Partial Androgen Deficiency in Aging Male (PADAM), dan masih banyak lagi. Pria yang mengalami andropause juga akan mengalami keluhan seksual, seperti libido menurun, perilaku seks dan aktivitas seks menurun, kemampuan ereksi dan ejakulasi berkurang, dan volume sperma menurun. Selain terjadi penurunan kadar hormon testosteron dan hormon androgen lainnya, juga terjadi penurunan growth hormmone, yaitu melantonin.

Gejala dan keluhan andropause memang mirip dengan gejala wanita menopause, yaitu gejolak panas (hot flush), berkeringat, susah tidur, cemas, gelisah, dan takut. Suasana hati yang berubah-ubah (swing mood), mudah lelah, menurunnya well being, berkurangnya ketajaman intuisi, kurang percaya diri, dan depresi. Andropause juga menyebabkan menurunnya kekuatan dan massa otot-otot, rambut-rambut tubuh menghilang, serta penumpuk an lemak terutama di sekitar perut dan terjadi osteoporosis.

Gejala dan Keluhan

Ada beberapa penyebab andropause, yaitu: Faktor lingkungan. Faktor ini dapat berpengaruh langsung maupun tidak langsung, misalnya bahanbahan kimia, radiasi, dan suasana lingkungan yang tidak nyaman (terlalu bising, banyak polusi). Menderita penyakit-penyakit degeneratif, seperti diabetes, hipertensi, gangguan fungsi lemak, dan obesitas. Menderita Varicocele (kemandulan pada pria yang disebabkan adanya kelainan pembuluh vena pada skrotum kantong buah pelirnya) atau (infeksi pada prostat). Faktor psikis, seperti adanya perasaan tidak aman.

Penyebab andropause

Saya Mengalami Andropause?


Pertanyaan

Jawab pertanyaan-pertanyaan berikut ini dan cari tahu apakah Anda mengalami Andropause.

Ya

Tidak

1. Apakah libido atau dorongan seksual Anda menurun? 2. Apakah Anda merasa lemas dan kurang tenaga? 3. Apakah daya tahan dan kekuatan fisik Anda menurun? 4. Apakah tinggi badan Anda berkurang? 5. Apakah Anda merasa kenikmatan hidup menurun? 6. Apakah Anda sering merasa kesal dan cepat marah? 7. Apakah ereksi Anda kurang kuat? 8. Apakah Anda merasakan penurunanan kemampuan dalam berolahraga? 9. Apakah Anda sering mengantuk dan tertidur sesudah makan? 10. Apakah Anda merasakan adanya penurunan atau perubahan prestasi kerja?
Jika jawaban No. 1 dan 7 adalah ya atau ada 3 jawaban ya selain nomor tersebut, maka kemungkinan besar kadar testosteron Anda menurun atau Anda mengalami andropause. Untuk informasi lebih rinci, silakan hubungi dokter.

31