Anda di halaman 1dari 4

ALIRAN-ALIRAN PENDIDIKAN

1. Aliran-aliran Klasik dalam Pendidikan dan Pengaruhnya Terhadap Pemikiran Pendidikan di Indonesia. a. Aliran empirisme Aliran ini berpendapat bahwa manusi adilahirkan dalam keadaan yang kosong sehingga diperlukan adanya pend idikan berupa pengalaman dan keinginan tanpa memperhatikan lingkungan. Menurut saya, pendapat aliran ini tidak tepat karena seharusnya tidak hanya pendidikan saja yang diutamakan tetapi bakatnya juga harus diperhatikan karena pendidikan dan bakat harus menyatu. Contohnya saat seseorang melihat sesuatu yang baru, kemudian dia berpikir dan menganalisisnya sehingga dapat dijadikan pengalaman, misalnya seseorang yang gagal dalam mengerjakan test lalu dia berpikir apa yang menyebabkan dia gagal, setelah dia mengetahuinya dia berusaha memperbaikinya dengan giat belajar untuk menghadapinya test berikutnya dan menghasilkan nilai yang lebih baik dari sebelumnya. Seorang anak disekolahkan oleh orangtuanya sesuai dengan umurnya. Jadi tanpa memperhatikan bakat si anak. b. Aliran Nativisme Aliran ini berpendapat bahwa manusia dilahirkan sudah memiliki bakat yang akan menentukan perkembangan dan nasib orang itu sendiri. Sehingga pendidikan tyang diberikan tidak akan berpengaruh. Menurut saya, aliran ini juga kurang tepat karena pendidikan dan bakat sangat berpengaruh terhadap perkembangan seseorang. Jadi jika orang itu mempunyai bakat dan bakat itu dapat tersalurkan dengan tepat maka bakat itu akan bermanfaat. Namun apabila bakat yang dimilki tidak diimbangi dengan pendidikan maka bakat itu tidak bisa berkembang sama sekali. Contohnya, seorang anak yang lahir itu pasti mempunyai bakat sendiri-sendiri. Jadi bakat anak yang satu dengan yang lain itu pasti bebreda. Misalnya anak yang berasal dari keluarga yang kurang mampu dia tidak bisa bersekolah (dalam arti memperoleh pendidikan) tetapI dia lahir dengan bakat yang bagus maka dia akan tetap sukses dengan sendirinya. c. Aliran Naturalisme Pandangan ini hampir sama dengan nativisme. Disini dinyatakan bahwa pada dasarnya anak lahir dalam keadaan baik, anak menjadi rusak atau tidak baik karena ada campurtangan manusia atau lingkungan. Jadi alam atau lingkungan lah yang berkewajiban.

Menurut saya, seharusnya tidak hanya lingkunagan saja yang berperan sebab seorang anak itu tidak bisa mengkaji sendiri suatu ilmu tanpa ada yang membimbingnya (masyarakat). baik dan buruk bagi dirinya sehingga dia itu memerlukan pembimbing mulai dari keluarga, karena keluarga pasti akan memberikan yang terbaik untuk anaknya. Jadi antara pembimbing (keluarga dan masyarakat) dan lingkungan sangat berperan penting. Contohnya Sandi,bocah asal Malang, sebenarnya dia dia dilahirkan dalam keadaan baik namun karena pergaulan di sekitarnya (masyarakat) buruk, dia ikut menjadi buruk. Oleh karena itu, sebaiknya dijauhkan dari dari masyarakat di sekitarnya. d. Aliran Konvergensi Inti ajaran ini adalah bahwa bakat , pembawaan, dan lingkungan atau pengalamanlah yang menentukan pembentukan pribadi seseorang. Menurut saya, aliran inilah yang sangat tepat. Jadi seseorang dilahirkan dengan bakat tertentu kemudian bakat tersebut digali dengan bantuan lingkungan sekitar agar dapat dididik sesuai dengan bakat sang anak. Dengan bakat yang tersalurkan dan dengan mendapat didikan yang baik diharapkan anak tersbut akan menjadi sukses sesuai dengan bakatnya. Contohnya seorang dari keluarga yang dominan berkecimpung di bidang seni misalnya menyanyi, kemungkinan dia juga mempunyai bakat yang sama dengan orangtuanya sehingga dia dilatih menyanyi secara rutin bhakan disekolahkandi sekolah khusus belajar menyanyi. Diharapkan sang anak akan sukses dengan karier menyanyi di masa yang akan datang. e. Pengaruh Aliran Klasik terhadap Pemikiran dan Praktek Pendidikan di Indonesia Ada empat aliran pendidikan yang ada. Akan tetapi yang cocok hanya aliran konvergensi, karena aliran ini memilki perpaduan yang tepat antara bakat sang anak, pembawaannya, dan lingkungan sekitar yang dapt mengarahkan sang anak supaya menjadi baik. Contohnya aliran ini di Indonesia sudah banyak diterapkan dengan adanya sekolah-sekolah kejuruan. Di sekolah kejuruan, sudah ada berbagai macam jurusan seperti otomotif, teknik mesin, farmasi, dan sebagainya. Jadi individu(anak) bisa memilih jurusan yang mereka inginkan. Namun di Sekolah Menengah Atas (SMA) juga sudah dijuruskan sesuai keinginan dan kemampuan siswanya (yaitu adanya jurusan IPA dan IPS). Jadi siswa yang mempunyai bakat di bidang sains maka dia mengambil jurusan IPA. Sedangkan yang suka ilmu sosial masuk ke IPS. Sama halya di Perguruan Tinggi. Ini merupakan gambaran pendidikan di Indonesia. 2. Gerakan Baru Pendidikan dan Pengaruhnya terhadap Pelaksanaan di Indonesia a. Pembelajaran Alam Sekitar Disini diharapkan bahwa peserta didik akanmendapatkan kecakapan dan kesanggupan baru dalam menghadapi dunia kenyataan. Sehingga dalam pembelajaran alam sekitar dapat

ditanamkan pemahaman, apresiasi, pemanfaatan lingkunagan alami dan sumber-sumber pengetahuan di lar sekolah yang penting untuk perkembangan peserta didik. Contohnya peserta didik diajak berkemah ke suatu tempat kemudian disuruh mengamati lingkungan di sekitarnya dan menganalisisnya. Jika terjadi sesuatu apa yang harus dilakukan itu juga perlu dikaji sendiri oleh peserta didik sehingga suatu saat nanti ketika dia mengalami hal serupa dia akan cepat tanggap dan segera bertindak.

b. Pengajaran Pusat Perhatian (Centres dinteret) Yang dimaksud disini adalah pengajaran disusun sesuai pusat perhatian anak didik. Dari sini dapat diambil pelajaran-pelajaran yang lain yang dapat digunakan sebagai pusat perhatian yang sesuai dengan perhatian anak . Kita harus mencari serta menyelidiki naluri anak dalam pertumbuhannya. Naluri yang perlu didapatkan adalah naluri untuk mempertahankan diri ,untuk makan, untuk bermain, untuk bekerja, untuk meniru, dan sebagainya. Disini bahwa anak selalu bekrja sendiri tanpa ditolong dan dilayani. Contoh jika kita mendapatkan naluri anak untuk makan, maka yang akan dipelajari adalah tentang macam-macam makanan, bagaimana cara makan, dan semua yang berhubungan dengan makanan. c. Sekolah Kerja Mkasud sekolah kerja adalah sekolah-sekolah yang disediakn untuk dapat mempersiapkan peserta didik agar mampu bekerja. Nmayn, disini tidak hanya mengabdi untuk pekerjaan. Akan tetapi pekerjaannya juga harus berguna bagi bangsa dan negaranya. Contoh sekolah pelayaram akan mencetak seorang nahkoda. Nahkoda adalah seseorang yang pekerjaannya menjalankan kapal. Disini nahkoda menjalankan kapal untuk perdagangan laut bebas ynag juga akan menghasilkan devisa Negara selain penghasilannya senidri. Jadi secara tidak langsung pekerjaannya itu uga beermanfaat bagi bangsa dan Negara. d. Pengajaran Proyek Pengajaran proyek merupakan suatu rencana pembelajaran yang dirancang dengan sebaik-baiknya. Jadi sebelum melakukan pembelajaran dibuat rencana pembelajaran terlebih dahulu supaya dapat tepat menuju sassarannya (tujuan pendidikan). Disini pembentukan watak akan terbentuk bukan di bangku sekolah saja. Contohnya seorang pendidik membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang did alamnya terdapat rencana-rencana pembelajaran. Disini peserta didik diajak mengkaji sesuatu dari alam yang sudah ada dalam RPP.

3.

DUA ALIRAN POKOK PENDIDIKAN DI INDONESIA

Dua aliran pokok pendidikan di Indonesia itu di Indonesia itu dimaksudkan adalah Perguruan Kebangsaan Taman Siswa dan Ruang Pendidikan INS Kayu Tanam. Kedua aliran tersebut dipandang sebagai tonggak pemikiran tentang pendidikan di Indonesia. a. Perguruan Kebangsaan Taman Siswa Suatu taman belajar yang didirikan oleh Ki Hajar Dewantara pada tanggal 3 Juli 1932 di yogyakarta, yakni dalam bentuk yayasan. Lahir karena adanya penjajahan Belanda. Dengan berasaskan kemandirian tanpa adanya bantuan dari luar supaya tidak muncul otoriter. Semua pengajarannya bersifat mandiri dan merdeka yang mencakup segala aspek kerakyatan serta keikhlasan dalam pengajaran. Tujuan dari taman siswa yang sangat mulia yaitu menjadikan manusia yang merdeka lahir dan batin yang menjadikan Negara Indonesia dapat memperoleh kemerdekaannya. Perguruan taman siswa lebih mengutamakan pendidikan formal. b. Ruang Pendidik INS Kayu Tanam Sekolah didirikan oleh Mohammad Sjafei pada tanggal 31 Oktober 1926 di Kayu Tanam (sumatera Barat) selain pendidikan formal tetapi juga pendidikan ketrampilan. Peserta didik dituntut untuk berpikir kreatif,inovatif, dan rasional. Peserta didik diajarkan tentang pertukangan, bermain sandiwara, olahraga, membuka koperasi yang hasilnya digunakan untuk membiayai hidup mereka sendiri dan berguna bagi masyarakat karena berguna bagi masyarakat.