Anda di halaman 1dari 17

Konsep Interferensi pada Sistem Komunikasi Bergerak seluler

ALFIN HIKMATUROKHMAN, MT http://sinauonline.org

Pada sistem seluler, salah satu ciri utama mendapatkan effisisensi optimum pada penggunaan spektrum frekuensi ialah dengan penggunaan frekeunsi reuse Kinerja sistem radio seluler sangat dipengaruhi oleh faktor interferensi. Sumber-sumber interferensi dapat berasal dari ponsel lainnya di dalam sel yang sama, dari percakapan yang sedang berlangsung disebelahnya, atau dari BTS yang bekerja pada pita frekuensi yang sama. Interferensi pada pita percakapan menyebabkan crosstalk, yakni pelanggan mendengar nada-nada percakapan orang lain, yang menginterferensi dalam latar belakang percakapannya disebabkan oleh transmisi yang tidak diinginkan
ALFIN HIKMATUROKHMAN, MT http://sinauonline.org 2

Interferensi kanal yang Berfrekuensi sama (co-channel)

Pengulangan kanal radio dengan frekuensi bersama cochannel, menyatakan bahwa dalam daerah liputan tertentu terdapat beberapa sel yang menggunakan spektrum frekuensi yang sama. Sel-sel ini disebut kanal frekuensi bersama, dan interferensi yang terjadi antara sel-sel dengan frekuensi yang sama, disebut interferensi kanal bersama atau interference cochannael. Interferensi kanal bersama tidak dapat hanya diatasi dengan menaikkan level daya yang dipancarkan, karena akan menaikkan interferensi ke sel kanal bersama lainnya. Untuk mengurangi interferensi co-channel sel, sel-sel cochannel harus dipisahkan sejauh jarak minimum.
ALFIN HIKMATUROKHMAN, MT http://sinauonline.org 3

INTERFERENSI KANAL SAMA


D

F1

F1
F1
Radio Tower

Radio Tower

F1

F1

R D

SEL A

ALFIN HIKMATUROKHMAN, MT http://sinauonline.org

SEL A

Pengulangan Frekuensi
D adalah jarak pengulangan reuse distance
R adalah jari-jari sel heksagonal (jarak terjauh dari pusat sel ke ujung sel K adalah kelompok sel atau cluster

Untuk sel berbentuk heksagonal :


(D/R)2 D/R = = 3K q K K = = 1/3 (D/R)2 1/3(q)2

ALFIN HIKMATUROKHMAN, MT http://sinauonline.org

Untuk daerah cakupan yang luas dan padat akan terdapat beberapa cluster atau kelompok frekuensi sel untuk meliputi daerah tersebut. Jika satu sel menggunakan frekuensi yang sama, sel pada kelompok frekuensi acuan akan mendapat gangguan dari sel-sel pengganggu yang mengelilinginya. Pada sistem seluler dengan bentuk sel heksagonal akan terdapat 6 sel interferensi antar kanal pada Lapis ketiga rantai pertama.
A A

Lapis kedua
A

Lapis pertama ALFIN HIKMATUROKHMAN, MT http://sinauonline.org 6

Co-Channel Interference ...

6 Interfering cells

D D

D
D

Pada sistem seluler dengan ukuran sel tetap, interferensi co-channel tidak bergantung pada daya yang dipancarkan. Interferensi kanal bersama menjadi fungsi jari-jari sel (R), dan jarak antara pusat sel co-channel (D). Dengan meningkatkan rasio q = D/R, jarak antara sel kanal-bersama meningkat. Interferensi antar kanal adalah fungsi dari parameter q yang didefinisikan sebagai : q = D/R Parameter q adalah faktor reduksi interferensi kanal bersama (cochannel interfernce reduction factor). Ketika q meningkat interferensi antar kanal menurun.
ALFIN HIKMATUROKHMAN, MT http://sinauonline.org 8

Interferensi kanal bersama dapat dialami di stasiun pangkalan radio maupun pada stasiun mobil. Perbandingan sinyal dengan interferensi C/I (Carier to interference ratio) pada stasiun mobil (down link) yang disebabkan oleh 6 sel penginterferensi, sama dengan yang diterima oleh stasiun pangkalan radio (uplink) yang disebabkan oleh stasiun mobil sebagai penginterferensi yang terletak pada enam sel yang mengelilingi sel acuan. Nilai C/I dapat ditulis sebagai berikut : f Sel Co-channel

Cj I

Cj

f2

Ii
i 1

f3 f2 f1

f2

f2
ALFIN HIKMATUROKHMAN, MT http://sinauonline.org

f2
9

C/I minimum pada beberapa sistem (*:)

GSM

ADC

JDC

AMPS

Dengan Tanpa Dengan Tanpa Dengan Tanpa Frek. Hopping Frek. Hopping Diversitas Diversita Diversitas Diversita 9 dB 12 dB 12 dB 16 dB 13 dB 17 dB 18 dB

(*) diperoleh dari : Capacity digital cellular TDMA system, Raith, K.


Pengukuran C/I sistem : Tingkat interferensi co-channel dapat diukur di : Mobil unit (MS) Base Station (BS)
ALFIN HIKMATUROKHMAN, MT http://sinauonline.org

10

Perhitungan C/I
Pada contoh perhitungan berikut ini, anggap menggunakan desain sistem antena

omnidirectional.
Dari persamaan : q = D/R ; q : faktor pengurangan interferensi q naik maka C/I turun q turun maka C/I naik D fungsi KI dan C/I : D = f(KI, C/I) KI = jumlah sel co-channel lapis pertama C/I = nilai C/I yang disyaratkan pada BS atau MS dimaksud
C I Cj C
k 1

Ik
R
k 1

Ik

lapis pertama saja

R
k 1 Dk 6

Dk

ALFIN HIKMATUROKHMAN, MT http://sinauonline.org

11

(C/I) Co-Channel tanpa sektorisasi


BTS ditempatkan ditengah-tengah sel dengan menggunakan antenna yang memancar kesegala arah. Terjadi apabila penyebab dan yang kena interferensi berada di pusat sel. Maka C/I dihitung dengan persamaan di atas sbb. (asumsi = 4) :

C I

R 4
k 1 4 Dk 6

1 6 q 4

Sistem GSM

: K 4 maka q

3 K 3,46 : C / I 13,78 dB 3 K 4,58 : C / I 18,67 dB

Sistem AMPS : K 7 maka q

D2 D1
D3 D6 D4

D5

ALFIN HIKMATUROKHMAN, MT http://sinauonline.org

12

C/I keadaan buruk


Terjadi apabila MS menerima sinyal terlemah dari sel tempat dia berada tetapi menerima interferensi yang kuat dari sel penyebab interferensi (D1=D2=D-R; D3=D6=D;D4=D5=D+R) Maka C/I dihitung dengan persamaan (asumsi = 4) :
C R 4 K 4 maka q 3,46 : I 2 ( D R ) 4 2 ( D) 4 2 ( D R ) 4 11,32 dB C R 4 K 7 maka q 4,58 : I 2 ( D R ) 4 2 ( D) 4 2 ( D R ) 4 17,26 dB

S R 4 I 2( D R ) 4 2( D R ) 4 2 D 4 1 2(q 1)4 2(q 1)4 2q 4


ALFIN HIKMATUROKHMAN, MT http://sinauonline.org

D+R

D-R D+R
D D-R

13

Untuk menanggulangi pengaruh interferensi langkah berikut biasa dilakukan, antara :

Perencanaan sistem antena berarah (sektorisasi)


Menurunkan tinggi antena BS Pemakaian antena pola-payung

ALFIN HIKMATUROKHMAN, MT http://sinauonline.org

14

Perencanaan Sistem Antena Berarah


Kasus Tiga Sektor (1200)

Pemakaian antena 3 sektor, sumber interferensi hanya berasal dari 2 sel saja
(misal, sel heksagonal).

Situasi terburuk terjadi bila mobil unit berada di posisi A.


C R 4 I ( D 0,7 R )4 D4 1 (q 0,7 )4 q 4
1
6 10
D+0,7R

Sistem dg K 4 maka q 3K 3,46 19,86 dB Sistem dg K 7 maka q 3K 4,58 24,5 dB

4 5 5 7 6 2
D

5 7

6
5 2

4
5 11 K=7 6

10

ALFIN HIKMATUROKHMAN, MT http://sinauonline.org

15

Perencanaan Sistem Antena Berarah


Kasus Enam Sektor (600)

Sumber interferensi pada pemakaian antena 6 sektor hanya satu sel.


Situasi terburuk terlihat seperti pada gambar.
C R 4 1 4 I (D R ) (q 1)4 C Sistem dg K 4 (q 3,46) : maka 26 dB I C Sistem dg K 7 (q 4,58) : maka 28,9 29,86 dB dB I
10 3 6 4 6 5 2 10 5 11 K=7 1 6 5 4 6 2 3 1 4 6 2 5 7

D+R

Kelemahan penggunaan antena sektor : Lebih banyak antena Sering terjadi hand-off Mengurangi efisiensi trunking

ALFIN HIKMATUROKHMAN, MT http://sinauonline.org

16

Interferensi dari kanal sebelah (adjacent channel Intefernce)

Interferensi yang diakibatkan oleh sinyal-sinyal yang frekuensinya bersebelahan (berdampingan) dengan frekuensi sinyal yang sedang menjadi fokus perhatian tersebut sebagai interferensi kanal sebelah. Interferensi kanal bersebelahan dapat dikurangi pengaruhnya dengan menggunakan filter yang baik, di pemancar maupun penerima. Di pemancar, filter berguna supaya sinyal RF dipancarkan benar-benar berada dalam bidang frekuensi yang telah ditentukan. Di penerima, digunakan untuk meredam sinyal RF terdekatnya. Pemisahan jarak kanal dekat yang menganggu biasanya harus menempuh jarak tertentu sebelum mencapai penerima sehingga memberikan redaman tambahan.
ALFIN HIKMATUROKHMAN, MT http://sinauonline.org 17