Anda di halaman 1dari 10

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT

Pengertian :
• Peningkatan kemampuan masyarakat untuk berpartisipasi,
bernegosiasi, mempengaruhi dan mengendalikan kelembagaan
masyarakatnya secara bertanggung gugat demi perbaikan
kehidupannya.
• Upaya untuk memberikan daya (empowerment) atau kekuata
(strenght) kepada masyarakat

Keberdayaan
Unsur-unsur yang memungkinkan masyarakat mampu bertahan
dan mampu mengembangkan diri untuk mencapai tujuan-
tujuannya
Pemberdayaan Kepedulian orang
(dalam/luar) untuk

Kemandirian
masyarakat

Keberdayaan

-SDM
-SDA
-Teknologi
LANGKAH-LANGKAH
PEMBERDAYAAN
MASYARAKAT DESA
NGABEAN RT 05/O4
Disusun Oleh
Sinta Amelya G0A007001
Fauzan ma`ruf G0A007005
Gramelia G0A007007
Hadi Winarso G0A007009
A. PERSIAPAN

Analisi Situasi
Desa Ngabean Rt/05/04 memiliki 20 Kepala kerluarga daerah ini terdapat di dataaran rendah dengan curah
huijan 500 mm/m dengan suhu rata-rata 27 0C daerah ini dibatasi di sebelah timur oleh pasar dengan
nama pasar minggu dengan sebelah barat di batasi oleh sawah dan perempatan jalan sebelah selatan
dibatasi dengan desa Sirnoboyo sedangkan sebelah utara dibatasi oleh sawah.
c. Keadaan Daerah
Luas Daerah
- Daerah ini memiliki luas 1,5 km2, iklim hujan dimulai bulan September- Desember sedankan bulan
Januari - Agustus musim kemarau, daerah ini sarana penting berupa instalasi listrik yang sudah
didistribusikan ke seluruh perumahan sejak tahun 1995, komunikasi berupa jaringan telepon rumah
belum ada di daerah ini namun u/ komunikasi umumnya orang menggunakan telepon genggam,
income perkapita dengan rata2 antara 700- Juta, karena mata pencaharian di daerah ini adalah petani.
b. Keadaan Demografi meliputi :
- Jumlah KK sebesar 20 , jumlah klp usia kerja sebanyak 50 orang, besarnya keluarga rata-rata memilikii
anak antara 2 sampai dengan 6, dengan jumlah balita 7 anak, sehingga memiliki kepadatan penduduk
sebesar 55/km2
c. Derajat Kesehatan
- 0/7 kelahiran dalam satu tahun, CFR 0/70 penduduk, Morbidity 7/70 penduduk/ tahun,
Mortality 5/70 /tahun
d. Sarana Kesehatan
- Belum memiliki rumah sakit, belum memiliki puskesmas, belum memiliki Polindes, belum
ada Bides, terdapat 1Posyandu,
e. Sarana khusus  belum adanya kesadaran masyarakat terkait kebersihan lingkungan sehingga
tingkat DBD di daerah ini cukup tinggi dan potensial dalam penularan.
2. Potensi Peran Serta Masyarakat
g. Desa ini memiliki RT dan RW yang berkaitan dengan upaya kenersihan lingkungan, dusun
ngabean Rt 5/4 awalmulanya hanya dua keluraga yaitu keluarga imandrewio dengan
keluarga danuri yang menduduki daerah itu dengan bertambahnya tahun yang diiringi
berkembangnya keturunan sampai saat ini dusun ngabean Rt 5/4 memiliki 20 kk, advokasi
berupa organisasi karang taruna yg ada di daerah tersebutMekanisme koordinasi lintas
sektoral setempat
h. Toma (kiyai, RT, Rw), Organisasi berupa Karang taruna, dusun ngabean Rt 5/4 meiliki 5
pengusaha / dan 3 PNS yang dapat berkontribusi dalam PSM (Social support)
i. Tingkat kesadaran masyarakat kaitanya dengan kebersihan liungkungan masih rendah
sehingga tingkat risiko DBD di daerah ini tinggi
j. Merumuskan Permasalahan yang ada untuk pemecahannya adalah kegiatan PSN
B. PERENCANAAN

1. Tujuan : PSN adalah intuk membangkitkan kesadaran msy dalam


mengelola lingkungan agar DBD di daerah ini dapat terkurangi
b. Umum : Diperolehnya Kemandirian masyarakat dalam bidang
Pemberantasan Sarang Nyamuk, dan pengelolaan lingkungan yang
baik
c. Khusus :
- Terbentuknya kader kesehatan khusunya kader PSN di desa dusun
ngabean Rt 5/4
- Terlaksananya kerja bhakti PSN dusun ngabean Rt 5/4
- Terbentuknya Pokja Kesling dusun ngabean Rt 5/4
2. MENENTUKAN BERSAMA KEGIATAN YANG
DAPAT DILAKUKAN MASYARAKAT / LSM DI
BERBAGAI TINGKAT
☻Pertemuan Tingkat Desa (ditemukan saat rapat dalam
tahlilan setiap kamis malam)
☻Survei mawas diri
☻Musyawarah mufakat desa (MMD)
☻Latihan kader /diklat (Empowerment))
☻Pelaksanaan upaya kesehatan oleh masyarakat
(Empowerment)
☻Pembinaan kepada seluruh masyarakat yang ada di daerah itu
☻Perluasan berupa pemikiran kepada desa lain supaya melakukan
upaya yang sama agar masyarakat terhindar dari masalah DBD
3. Menyusun tata laksana penyelenggaraan yang disepakati pada
berbagai tingkat administrasi  PSN memberi pelatihan kepada kader
desa, mengkampanyekan lewat rapat desa serta menggiatakan program
bersama (gotong royong)
4. Menyusun alokasi sumber daya masyarakat  RAB yang
dibutuhkan sekitar 2 juta untuk pembangunan sarana t4 sampah, dan
kegiatan PSN sekaligus foging akan dilakukan bulan 12 mei 2009
C. PELAKSANAAN &
PENGGERAKAN
Daerah dusun ngabean Rt 5/4 perlu ditingkatkan kaityanya dengan psan mengingat daerahnya di
dataran rendah dan sarana kebersihannya yg kurang dan juga kiurangny partisipasi masyarakat
dalam pengelolaan sampah
Pelaksanaan pada prinsipnya adalah mobilisasi melalui kegiatan PSN
Advokasi, Empowerment dan sosial support
☻Masyarakat yg ada dapat di berdayakan dengan kegiatan pelatihan kepada kader desa dan
tomas, selanjutnya dapat dijalankan program PSN
☻Dana dapat diperolah melalui donatur kepada masyarakat dan tomas, pinjaman JPKM, dan
jimpitan melalui kegiatan ronda.
☻Mobilisasi tenaga profesional melalui organisasi profesi Kesling
☻Mobilisasi tenaga kesehatan tradisional dari dukun  akupunturis
☻Mobilisasi Institusi kesehatan melalui dari BP/BKIA dll
☻Mobilisasi LSM
D. PEMANTAUAN DAN PENILAIAN

Agar kegiatan berjalan sesuai dengan yang diharapkan, maka selalu


diperlukan penilaian dan pemantauan yang berguna untuk feedback.
Akan lebih baik jika indikator-indikator keberhasilannya juga sudah di
tentukan sebelumnya (ini sangat terbantu dari tujuan yang spesifik)

INPUT PROSES OUTPUT OUTCOME