Anda di halaman 1dari 1

A.

PENETAPAN KADAR PROTEIN Protein merupakan bahan makanan yang sangat penting bagi tubuh, karena selain berfungsi sebagai bahan bakar di dalam tubuh, juga berfungsi sebagai zat pembangun dan pengatur. Protein merupakan sumber asam-asam amino. Bila suatu protein dihidrolisis oleh asam, alkali atau enzim, akan dihasilkan campuran asam-asam amino. Prosedur penetapan kadar protein yang umum digunakan adalah cara Kjeldahl. Cara ini digunakan untuk menetapkan kadar protein kasar dalam bahan makanan secara tidak langsung, karena yang dianalisis adalah kadar nitrogen. Untuk memperoleh kadar protein dalam bahan makanan, hasil analisis harus dikalikan dengan angka konversi 6,25. Prinsip analisis cara Kjeldahl adalah sebagai berikut: mula-mula contoh didestruksi dengan asam sulfat pekat menggunakan katalis campuran selen. Ammonia yang terbentuk ditampung, lalu dititrasi dengan bantuan indikator. Cara Kerja : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Timbang dengan teliti + 1gram contoh dan masukkan ke dalam labu Kjeldahl. Tambahkan 3 gram K2SO4; 0,7 gram CuSO4 (atau gunakan tablet Kjeldahl) dan 10 ml asam sulfat pekat. Panaskan dalam ruang asam, mula-mula dengan nyala api kecil sambil digoyanggoyangkan. Sesudah 5-10 menit, api dbesarkan dan terus dipanaskan sampai warna cairan menjadi Hijau(jernih). Larutan didinginkan, kemudian perlahan-lahan diencerkan dengan 50 ml air suling. Pindahkan kedalam labu didih 250 ml yang berada dalam ice bath, kemudian tambahkan beberapa butir batu didih, +100ml air suling dan indikator PP. Tambahkan 50 ml NaOH 40% dan segera sambungkan labu dengan alat penyuling, lalu suling hingga 2/3 bagian dari cairan tersebut tersuling. Sulingan ditampung dalam 50 ml HCl 0,1N dan tambahkan 2-3 tetes indikator MM. Lalu dititrasi dengan NaOH 0,1 N (a ml). Lakukan pula prosedur yang sama untuk penetapan blanko (b ml).