Anda di halaman 1dari 2

Assalamualaikum wr. Wb. Bidang Kebumian mulai diadakan pada Olimpiade Sains Nasional pada tahun 2008 di Makassar.

Pada waktu itu pelaksanaan olimpiade kebumian diadakan dalam 3 sesi, yaitu sesi tertulis dengan 50 soal pilihan ganda dan 5 soal essai, dan dilanjutkan sesi praktikum menggunakan 20 peraga geologi, dan terakhir sesi praktikum lapangan. Cabang ilmu yang dilombakan adalah Geologi&Geofisika, Meteorologi&Klimatologi, Oseanografi&Hidrologi, dan Astronomi. Pada sesi tertulis para siswa diberi waktu 2 jam untuk mengerjakan 50 soal pilihan ganda dan 5 soal essai. Selanjutnya peserta akan menjalani tes praktikum menggunakan 20 peraga. Sesi ini bisa dilakukan di dalam ruangan atau terkadang di lapangan terbuka. Peserta secara bergiliran menempati peraga yag disediakan dan menjawab soal sesuai dengan peraga yang ada di depannya. Selanjutnya tes praktikum lapangan. Materi cabang ilmu yang di tes kan pada sesi ini berbeda tiap tahunnya disesuaikan dengan ketersediaan lapangan yang ada di daerah tempat kompetisi. Namun cabang ilmu yang secara rutin diadakan adalah geologi dan meteorologi. Disini siswa diharapkan bisa membaca kondisi alam sesuai teori teori ilmu kebumian yang sudah dipelajari seperti morfologi, struktur geologi, litologi, unsur unsur cuaca, pembacaan hasil alat ukur, serta penggunaan berbagai peralatan geologi, meteorology, oceanografi dan astronomi. Insan Cendekia Serpong sendiri mulai berkiprah di bidang kebumian mulai tahun kedua pelaksanaan OSN bidang kebumian pada tahun 2009 di Jakarta. Pengalaman pertama terjun di bidang kebumian ini berbuah manis bagi Insan Cendekia Serpong dengan merebut 1 medali oerak dan 1 medali perunggu yang diraih Mas Muhammad Hasbi dan Mas Kamil Ismail. Keduanya kini melanjutkan studinya di Geologi UGM. Di tahun tahun berikutnya, dengan izin Allah dan dengan niat berdakwah di jalan Nya, Alhamdulillah, Insan Cendekia Serpong secara rutin mengoleksi medali di Bidang Kebumian tiap tahunnya. Pada OSN tahun 2010 di Medan, Insan Cendekia Serpong kembali meraih medali, kali ini medali emas disumbang oleh Mas Kamil Ismail dan medali perak oleh Mas Imam Fajri Dwiyono. Selanjutnya pada OSN 2011 di Manado ICS hanya mendapat 1 medali perak yang disumbangkan oleh Saifuddin Zuhri dan pada OSN terakhir tahun 2012 di Jakarta ICS kembali mendapat medali perak oleh Mba Naufi Ulumun Nafiah, kini mba Naufi melanjutkan kuliahnya di Psikologi UGM. Di tingkat internasional sendiri, MAN Insan Cendekia Serpong sudah mengecap hasil terbaiknya dengan membawa pulang medali perak IESO (International Earth Science Olympiad) keempat yang diadakan di DIY, Indonesia. Medali ini diraih oleh Mas Kamil Ismail, sebagai pelopor peraih medali IESO di MAN Insan Cendekia, semoga akan dating generasi penerus Mas Kamil yang dapat merebut medali IESO selanjutnya. Amin. Mungkin itu sedikit cerita nostalgia perjalanan para petarung OSN kebumian MAN Insan Cendekia Serpong di kancah Nasional maupun Internasional. Semoga dapat menginspirasi pembaca dan generasi

muda khususnya adik adik di MAN Insan Cendekia Serpong agar lebih kuat dan yakin dalam berjuang di jalan dakwah melalui OSN. Terakhir, saya teringat pesan salah seorang teman di ICS yang sekarang sudah menjadi alumni di Jepang, jadikan BELAJAR SEBAGAI IBADAH dan PRESTASI SEBAGAI DAKWAH. Wassalamualaikum wr. Wb.