Anda di halaman 1dari 7

Wawancara dengan petani jagung A Petani A Petani A Petani A Petani A Petani A Petani A Petani : Selamat sore, Pak?

: Ya, sore. Ada yang bisa saya bantu? : Ya,Pak. Bolehkah saya bertanya tentang hama dan penyakit pada tanaman jagung yang bapak garap ini? : Ya boleh. Dengan senang hati. : Terima kasih atas kesempatan yang diberikan. : Ya. : Tolong ,sebutkan apa saja hama yang menyerang pada tumbuhan jagung, Pak? : Banyak sekali antara lain;ulat tanah, ulat grayak, belalang daun, wereng, ulat, dll. : Lalu bagaimana cara mengatasi hama-hama tersebut? : Ya salah satunya dengan menyemprotkan pestisida? : Dan apa saja penyakit yang menyerang pada tanaman jagung, Pak? : Antara lain;penyakit bulai, bercak daun, penyakit gosong bengkak, busuk biji. : Maukah bapak mengupas sedikit tentang cara menanam jagung? : Yang paling utama itu adalah memilih benih yang bermutu. Lalu pengolahan tanah yang baik, membersihkan gulma dalam tanah, membuat

bendengan, pemupukan, pelubangan tanah antara 2 s/d 5 cm, penanaman benih, dan pengairan. A Petani : Terima kasih atas informasi yang telah bapak berikan kepada kami semoga ini bermanfaat. : Ya sama-sama.

GAMBAR HAMA DAN PENYAKIT HAMA PADA JAGUNG


ULAT TANAH (Agrotis ipsilon) Ciri-ciri hama : Larva biasa berada dalam tanah, berwarna coklat kehitaman, mempunyai tujuh pasang kaki. Serangan : Hama ini menyerang tanaman umur 1-3 minggu, dengan cara menyerang dan memotong pangkal batang pada waktu malam hari, siang hari ulat bersembunyi dalam tanah.

ULAT GRAYAK (Spodoptera liptura) Ciri-ciri hama : Ngengat dengan sayap bagian depan berwarna coklat atau keperak-perakan, sayap belakang berwarna keputihan, aktif pada malam hari. Telur berbentuk hampir bulat dengan bagian datar melekat pada daun (kadang tersusun 2 lapis), warna coklat kekuningkuningan, berkelompok (masing-masing berisi 25 500 butir) tertutup bulu seperti beludru. Larva mempunyai warna yang bervariasi, yang baru menetas berwarna hijau muda, bagian sisi coklat tua atau hitam kecoklatan dan hidup berkelompok. Siklus hidup berkisar antara 30 60 hari (lama stadium telur 2 4 hari, larva yang terdiri dari 5 instar : 20 46 hari, pupa 8 11 hari). Serangan : Ulat menyerang tanaman pada malam hari, dan pada siang hari bersembunyi dalam tanah (tempat yang lembab). Larva yang masih kecil merusak daun dan menyerang secara serentak berkelompok. dengan meninggalkan sisa-sisa epidermis bagian atas, transparan dan tinggal tulang-tulang daun saja, sedang larva berada di permukaan bawah daun. Biasanya ulat berpindah ke tanaman lain secara bergerombol dalam jumlah besar. Serangan umumnya terjadi pada musim kemarau. Tanaman Inang Hama ini bersifat polifag, selain jagung juga menyerang tomat, kubis, dan tanaman lainnya. LALAT BIBIT (Atherigona sp) Ciri-ciri hama : Imago sangat aktif terbang dan sangat tertarik pada kecambah atau tanaman yang baru muncul di atas permukaan tanah. Lama hidup serangga dewasa bervariasi antara lima sampai 23 hari dimana betina hidup dua kali lebih lama dari pada jantan. Imago kecil dengan ukuran panjang 2,5 mm

sampai 4,5 mm. Telur mulai diletakkan oleh Imago betina tiga sampai lima hari setelah kawin dengan jumlah telur tujuh sampai 22 butir atau bahkan hingga 70 butir. Imago betina meletakkan selama tiga sampai tujuh hari, diletakkan secara tunggal, berwarna putih, memanjang, diletakkan dibawah permukaan daun. Larva terdiri dari tiga instar yang berwarna putih krem pada awalnya dan selanjutnya menjadi kuning hingga kuning gelap. Serangan : Serangan terjadi pada tanaman yang baru tumbuh (1-2 minggu setelah tanam). Larva yang baru menetas melubangi batang yang kemudian membuat terowongan hingga dasar batang sehingga tanaman menjadi kuning dan akhirnya mati. PENGGEREK BATANG (Ostrinia furnacalis) Ciri-ciri hama : Ngengat aktif malam hari, dan menghasilkan beberapa generasi pertahun, umur imago/ngengat dewasa 7-11 hari. Telur diletakkan berwarna putih, berkelompok, satu kelompok telur beragam antara 30-50 butir, seekor ngengat betina mampu meletakkan telur 602-817 butir, umur telur 3-4 hari. Ngengat betina lebih menyukai meletakkan telur pada tanaman jagung yang tinggi dan telur di letakkan pada permukaan bagian bawah daun utamanya pada daun ke 5-9. Larva yang baru menetas berwarna putih kekuning-kuningan, makan berpindah pindah, larva muda makan pada bagian alur bunga jantan, setelah instar lanjut menggerek batang, umur larva 17-30 hari. Pupa biasanya terbentuk di dalam batang, berwarna coklat kemerah merahan, umur pupa 69 hari. Serangan : Hama menyerang tanaman menjelang berbunga dengan menggerek dalam batang, tanda terjadi serangan yaitu adanya serbuk berwarna putih berserakan di sekitar permukaan daun dan bunga jantan patah. Kerusakan yang ditimbulkan pada setiap bagian tanaman jagung yaitu lubang kecil pada daun, lubang gorokan pada batang, bunga jantan, atau pangkal tongkol, batang dan tassel yang mudah patah, dan tumpukan tassel yang rusak. PENGGEREK TONGKOL (Helicoverpa armigera) Ciri-ciri hama : Telur diletakkan pada rambut jagung. Rata-rata produksi telur imago betina adalah 730 butir, telur menetas dalam tiga hari setelah diletakkan. Larva terdiri dari lima sampai tujuh instar. Khususnya pada jagung, masa perkembangan larva pada suhu 24 - 27,2C adalah 12,8 - 21,3 hari. Larva memiliki sifat kanibalisme. Spesies ini mengalami masa pra pupa selama satu sampai empat hari. Masa pra pupa dan pupa biasanya terjadi dalam tanah dan kedalamannya bergantung pada kekerasan tanah. Pupa umumnya terbentuk pada kedalaman 2,5 sampai 17,5 cm. Terkadang pula serangga ini berpupa pada permukaan tumpukan limbah tanaman atau pada kotoran serangga ini yang

terdapat pada tanaman. Pada kondisi lingkungan mendukung, fase pupa bervariasi dari enam hari pada suhu 35C dan sampai 30 hari pada suhu 15C. Serangan : Imago betina akan meletakkan telur pada rambut jagung dan sesaat setelah menetas larva akan menginvasi masuk kedalam tongkol dan akan memakan biji yang sedang mengalami perkembangan. Serangan serangga ini akan menurunkan kualitas dan kuantitas tongkol jagung. BELALANG DAUN (Locusta migratoria) Ciri-ciri hama : Belalang muda berwarna hijau, dan belalang dewasa berwarna coklat bercorak hitam Serangan : Belalang memakan daun tanaman, serangan yang parah bisa menghabiskan seluruh daun tanaman dan batangbatang muda. Serangan bisa melibatkan ribuan belalang.

PENYAKIT PADA JAGUNG


PENYAKIT

1. Penyakit Bulai ( Downy Mildew ) Penyebab: cendawan Peronosclero spora maydis dan P. spora javanica serta P. spora philippinensis. yang akan merajalela pada suhu udara 27 derajat C ke atas serta keadaan udara lembab. Gejala: (1) pada tanaman berumur 2-3 minggu, daun runcing dan kecil, kaku dan pertumbuhan batang terhambat, warna menguning, sisi bawah daun terdapat lapisan spora cendawan warna putih; (2) pada tanaman berumur 3-5 minggu, tanaman yang terserang mengalami gangguan pertumbuhan, daun berubah warna dan perubahan warna ini dimulai dari bagian pangkal daun, tongkol berubah bentuk dan isi; (3) pada tanaman dewasa, terdapat garis-garis kecoklatan pada daun tua. Pengendalian : (1) penanaman dilakukan menjelang atau awal musim penghujan; (2) pola tanam dan pola pergiliran tanaman, penanaman varietas unggul; (3) dilakukan pencabutan tanaman yang terserang, kemudian dimusnahkan. 2. Penyakit Bercak Daun ( Leaf Bligh )

Penyebab:cendawan Helminthosporium turcicum. Gejala : pada daun tampak bercak memanjang dan teratur berwarna kuning dan dikelilingi warna coklat, bercak berkembang dan meluas dari ujung daun hingga ke pangkal daun, semula bercak tampak basah, kemudian berubah warna menjadi coklat kekuningkuningan, kemudian berubah menjadi coklat tua. Akhirnya seluruh permukaan daun berwarna coklat. Pengendalian: (1) pergiliran tanaman hendaknya selalu dilakukan guna menekan meluasnya cendawan; (2) mekanis dengan mengatur kelembaban lahan agar kondisi lahan tidak lembab; (3) kimiawi dengan pestisida antara lain: Daconil 75 WP, Difolatan 4 F. 3. Penyakit Karat ( Rust )

Penyebab : Cendawan Puccinia sorghi Schw dan Puccinia polypora Underw. Gejala : Pada tanaman dewasa yaitu pada daun yang sudah tua terdapat titik-titik noda yang berwarna merah kecoklatan seperti karat serta terdapat serbuk yang berwarna kuning kecoklatan, serbuk cendawan ini kemudian berkembang dan memanjang, kemudian akhirnya karat dapat berubah menjadi bermacam-macam bentuk. Pengendalian : (1) mengatur kelembaban pada areal tanam; (2) menanam varietas unggul atau varietas yang tahan terhadap penyakit; (3) melakukan sanitasi pada areal pertanaman jagung; (4) kimiawi menggunakan pestisida seperti pada penyakit bulai dan bercak daun.

4. Penyakit Gosong Bengkak ( Corn Smut / Boil Smut )

Penyebab : Cendawan Ustilago maydis (DC) Cda, Ustilago zeae (Schw) Ung, Uredo zeae Schw, Uredo maydis DC. Gejala : Pada tongkol ditandai dengan masuknya cendawan ini ke dalam biji sehingga terjadi pembengkakan dan mengeluarkan kelenjar (gall), pembengkakan ini menyebabkan pembungkus terdesak hingga pembungkus rusak dan kelenjar keluar dari pembungkus dan spora tersebar. Pengendalian : (1) mengatur kelembaban areal pertanaman jagung dengan cara pengeringan dan irigasi; (2) memotong bagian tanaman kemudian dibakar; (3) benih yang akan ditanam dicampur dengan fungisida secara merata hingga semua permukaan benih terkena. 5. Penyakit Busuk Tongkol dan Busuk Biji

Penyebab : Cendawan Fusarium atau Gibberella antara lain Gibberella zeae (Schw), Gibberella fujikuroi (Schw), Gibberella moniliforme. Gejala : Dapat diketahui setelah membuka pembungkus tongkol, biji-biji jagung berwarna merah jambu atau merah kecoklatan kemudian berubah menjadi warna coklat sawo matang. Pengendalian : (1) menanam jagung varietas unggul, dilakukan pergiliran tanam, mengatur jarak tanam, perlakuan benih; (2) penyemprotan dengan fungisida setelah ditemukan gejala serangan. (av)