Anda di halaman 1dari 16

Retinopati Hipertensi

Erwin Budi Cahyono Bagian Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sultan Agung

Retinopati hipertensi
Merupakan suatu kondisi yang ditandai dengan tandatanda spektrum pembuluh darah retina pada orang dengan tekanan darah yang meningkat. Deteksi kelainan retinopati hipertensi dengan oftalmoskop sudah dipandang sebagai bagian dari evaluasi standar penderita hipertensi. Pedoman dari Joint National Committee on Prevention, Detection, Evaluation and Treatment of High Blood Pressure (JNC), disebutkan retinopati merupakan satu dari beberapa tanda terjadinya kerusakan organ target akibat hipertensi. Berdasarkan pada kriteria JNC, timbulnya retinopati dapat menjadi indikasi untuk dimulainya terapi obat anti hipertensi, meskipun penderita dengan hipertensi stage 1 yang belum ada kelainan organ target.

Klasifikasi hipertensi menurut JNC VII


Stage/derajat
TD sistolik (mmHg) TD diastolik (mmHg)

Normal Pre-hipertensi Hipertensi stage 1 Hipertensi stage 2

< 120 dan 120 139 atau 140 159 atau 160 atau

< 80 80 89 90 99 100

Garry P. Reams & John H. Bauer

Garry P. Reams & John H. Bauer

Komplikasi Hipertensi
1. Cerebral

2. Retina

3. Kardiovaskuler

4. Ginjal

Retinopati hipertensi pertama kali dinyatakan oleh Marcus Gunn pada abad ke-19 pada penderita dengan hipertensi dan penyakit ginjal.

Patofisiologi
Gambaran pembuluh darah retina menunjukkan perubahan patofisiologi sesuai respon dari kenaikan tekanan darah. Diawali dengan tahap vasokonstriksi, dimana ada vasospasme dan peningkatan tonus arteriol retina memperlihatkan suatu mekanisme autoregulasi lokal. Pada tahap ini tampak penyempitan arteriol retina. Tingginya kenaikan tekanan darah yang menetap menyebabkan penebalan lapisan intima, hiperplasi dinding media, dan degenerasi hialin kemudian terjadi tahap sklerotik. Tahap ini bersamaan dengan penyempitan arteriol yang menyeluruh atau hanya fokal, terjadi perubahan di pertemuan arteriol dan venulae dan perubahan refleks cahaya arteriol (misal pelebaran dan penekanan pusat refleks cahaya atau copper wiring).

Tahap berikutnya, yaitu tahap eksudativa, yang terjadi kerusakan di blood-retina barrier, nekrosis otot polos dan sel endotel, eksudasi darah dan lipid, dan iskemia retinal. Perubahan ini pada retina ditandai adanya mikroaneurisma, perdarahan, hard eksudat dan cotton-wool spots. Pembengkakan/oedem di diskus optikus dapat terjadi dan biasanya menunjukkan tingginya kenaikan tekanan darah.

Klasifikasi Retinopati Hipertensi

Pembagian RH menurut Keith dan Wagener


Grade I : penyempitan pembuluh darah arteriol retina Grade II : perubahan persilangan arteriovenosus (arteriovenosus crossing) Grade III : perdarahan dan eksudativa Grade IV : grade III dan oedem papil.

Pengelolaan
Kontrol tekanan darah, diberikan terapi medikamentosa dengan obat anti hipertensi bertujuan mencegah progresivitas kerusakan organ target. Apabila telah dijumpai retinopati hipertensi maligna disertai kenaikan tekanan darah (TD diastolik 130 mmHg), maka pengelolaan dengan cara menurunkan tekanan darah sesuai dengan penatalaksanaan krisis hipertensi.