Anda di halaman 1dari 64

MODUL STATISTIKA

BAHAN AJAR MATEMATIKA DASAR 2 SMA NEGERI 10 ”MELATI” SAMARINDA

DI SUSUN OLEH :

KHAIRUL BASARI, S.Pd

khairulfaiq.wordpress.com e-mail : muh_abas@yahoo.com

Page 2 of 64

Kegiatan Pembelajaran 1

A. STANDAR KOMPETENSI Menerapkan konsep aturan statistika dalam pemecahan masalah

B. KOMPETENSI DASAR

Mengidentifikasi pengertian statistik, statistika dan sampel

C. INDIKATOR PENCAPAIAN

1.

Mengidentifikasi statistik dan statistika sesuai dengan defenisinya.

2

Mengidentifikasi populasi dan sampel berdasarkan karakteristiknya

3

Menyebutkan macam-macam data dan memberikan contohnya.

D. TUJUAN PEMBELAJARAN

Setelah pembelajaran ini siswa dapat :

1. Siswa mampu membedakan pengertian statistik dan statistika

2. Siswa mampu menjelaskan pengertian populasi

3. Siswa mampu menjelaskan pengertian sampel

4. Siswa mampu memberikan contoh populasi

5. Siswa mampu memberikan contoh sampel

6. Siswa mampu membedakan macam-macam data

7. Siswa mampu memberikan contoh macam-macam data

8. Siswa mampu menjelaskan syarat data yang baik

Page 3 of 64

E. URAIAN MATERI

Data Dalam Bentuk Statistik Deskriptif

1. Pengertian statistik dan statistika

a. Statistik adalah kumpulan data mengenai suatu keadaan yang dapat menggambarkan keadaan tersebut.

b. Statistika adalah cabang dari matematika yang mempelajari cara pengumpulan, penyajian, penganalisaan, dan penarikan kesimpulan dari data.

Statistika secara garis besar dapat digolongkan menjadi dua metode yaitu:

a. Statistika deskriptif (deduktif) adalah metode statistika yang menggambarkan statistik, disini berupa kegiatan pengumpulan data, pengolahan data, dan penyajian data dalam bentuk tabel, grafik atau diagram.

b. Statistika inferensial (induktif) adalah bagian dari statistika yang berhubungan dengan penarikan kesimpulan mengenai populasi.

2. Pengertian populasi dan sampel

a. Populasi adalah semua objek (orang atau benda) yang akan diteliti (semesta pembicaraan).

b. Sampel adalah bagian dari populasi yang akan dijadikan objek penelitian yang bersifar representatif (mewakili populasi)

Contoh :

1. Seseorang akan membeli sekarung beras. Untuk mengetahui apakah beras yang akan dibelinya berkualitas bagus atau tidak, maka orang tersebut cukup dengan meneliti segenggam beras yang diambil dari sekarung beras tersebut. Dari contoh di atas maka

Populasinya adalah sekarung beras dan

Sampelnya adalah segenggam beras

2. Seorang kepala kelurahan ingin mengetahui seberapa pendapatan rata-rata warganya. Karena waktu dan biaya, ia hanya mengambil dua RW saja untuk didata jumlah

pendapatannya.

Modul Statistika Disusun oleh Khairul Basari, S.Pd Khairulfaiq.wordpress.com, E-mail : muh_abas@yahoo.com
Modul Statistika Disusun oleh Khairul Basari, S.Pd
Khairulfaiq.wordpress.com,
E-mail : muh_abas@yahoo.com

Page 4 of 64

Populasinya adalah Penduduk kelurahan

Sampelnya adalah dua RW dari kelurahan tersebut

3. Macam-macam data

a. Datum adalah informasi tentang suatu masalah atau keadaan.

b. Data adalah sekumpulan informasi yang dapat menggambarkan suatu keadaan. Berarti data adalah kumpulan dari datum-datum atau dapat dikatakan bahwa data adalah bentuk jamak dari datum.

Contoh :

Nilai ulangan susulan matematika dari 6 siswa kelas X- A SMA Merpati Samarinda adalah 7, 5, 6, 8, 9 ,6.

7

5

6

8

9

6

datum

144444444424444444443

Data

datum

datum

datum

datum

datum

Data dapat dkelompokkan dengan berbagai cara, diantaranya adalah :

a. Data kuantitatif dan data kualitatif

Data kuantitatif adalah data yang diperoleh dari hasil mengukur atau menghitung yang hasilnya selalu berupa bilangan Contoh : - Kumpulan nilai matematika kelas X SMA y Samarinda - Harga beras di Pasar Pagi Samarinda Data kuantitatif di bagi 2 jenis yaitu :

Data diskret (data tercacah) adalah data yang diperoleh dari hasil menghitung. Contoh : - Data Gaji karyawan PT. Maju Mundur - Data jumlah anak dalam suatu keluarga

Data kontinu adalah data yang diperoleh dari hasil mengukur Contoh : - Data tinggi badan siswa SMA 10 Samarinda

Page 5 of 64

Data kualitatif adalah data yang menyatakan keadaan atau karakteristik yang

dimiliki oleh objek yang diteliti yang hasilnya tidak dapat dinyatakan dalam

bentuk bilangan.

Contoh : - Data olahraga favourit siswa SMA 10 Samarinda.

- Data kualitas hasil panen padi di Tenggarong

Syarat data yang baik

Objektif yaitu data harus dapat memberikan gambaran tentang keadaan yang

sebenarnya

Terpercaya (believable) yaitu data diperoleh dari sumber yang tepat atau dapat

dipercaya

Representatif yaitu data yang diambil secara sampel harus bisa mewakili semua

data yang merupakan populasinya

Relevan yaitu data yang diperoleh harus benar-benar sesuai dan berhubungan

dengan obyek atau permasalahan yang diteliti

Terkini (up to date) yaitu data yang diperoleh merupakan data yang terbaru

(terkini) dan bukan merupakan data usang yang sudah tidak sesuai lagi.

F. Tugas

1. Seorang peneliti ingin mengetahui ada tidaknya bakteri E. Sakazaki pada susu formula bayi. Untuk itu ia memeriksa 50 susu formula bayi dari berbagai merek. Apa yang menjadi populasi dan sampel penelitian tersebut?

2. Seorang petugas laboratorium ingin menyelidiki pencemaran air di Sungai Mahakam, tentukanlah populasi dan sampel dari pencemaran air di Sungai Mahakam tersebut?

3. Seorang peneliti dalam bidang pendidikan ingin mengetahui tingkat kelulusan siswa SMA di Samarinda. Tentukanlah populasi dan sampel dari penelitian tersebut!

4. Buatkanlah permasalahan dalam kehidupan sehari-hari yang terkait dengan populasi dan sampel?

5. Klasifikasikan data berikut sebagai data kualitatif dan data kuantitatif. Jika termasuk data kuantitatif maka tentukan apakah data tersebut diskret atau kontinu.

a. Banyak mobil yang dimiliki oleh setiap keluarga

b. Berat badan dari sekelompok gajah

c. Suhu udara suatu samudra sepanjang hari

Page 6 of 64

d. Warna mobil yang ada di parkiran sekolah SMA Bunga Harapan Samarinda

e. Data cita-cita siswa SD Bunga Harapan Samarinda

f. Data ukuran sepatu siswa di kelasmu

Pilihlah satu jawaban yang paling benar

1. Kumpulan fakta berbentuk angka yang disusun dalam daftar yang menggambarkan

suatu persoalan disebut

a. statistik

b. statistika

c. sampel

d. populasi

e. data

2. Pengetahuan tentang cara mengumpulkan, mengolah, menganalisis, menyajikan

dan menafsirkan data disebut

a. statistik

b. statistika

c. kinematika

d. ekonomimetri

e. statis

3. Yang tidak termasuk kegiatan statistik adalah

a. mengumpulkan data

b. mengolah data

c. mempelajari teori statistik

d. menganalisis data

e. menyimpulkan dan mengambil keputusan

4. Statistika yang berhubungan dengan penarikan kesimpulan mengenai populasi

disebut

a. statistika deskriptif

b. statistika induktif

c. populasi

d. sampel

e. sampling

Modul Statistika Disusun oleh Khairul Basari, S.Pd Khairulfaiq.wordpress.com, E-mail : muh_abas@yahoo.com
Modul Statistika Disusun oleh Khairul Basari, S.Pd
Khairulfaiq.wordpress.com,
E-mail : muh_abas@yahoo.com

Page 7 of 64

5. Di bawah ini yang bukan merupakan syarat data yang baik adalah

a. relevan

b. representatif

c. up to date

d. objektif

e. banyak

6. Sebagian data yang diambil dari objek penelitian dan bersifat representatif disebut

a. populasi

b. sampel

c. sensus

d. sampling

e. referendum

7. Di bawah ini merupakan alasan sampling kecuali

a. biaya

b. tenaga

c. waktu

d. sistematis

e. efektif

8. Yang termasuk data kontinu adalah

a. jumlah karyawan

b. jumlah keuntungan

c.jumlah penjualan

d. jumlah kendaraan

e. jumlah pemakaian listrik

9. Yang termasuk data diskret adalah

a. Tinggi badan Ardi = 170 cm

b. jumlah siswa tingkat 3 = 120 orang

c. Berat badan Dadang = 52 kg

d. Suhu badan Ika = 27,5 0 C

e. Jarak rumah Shinta ke sekolah = 7 km

Page 8 of 64

10. Suatu data yang tidak dapat dinyatakan dengan bilangan disebut

a. data statistik

b. data diskret

c. data kontinu

d. data kualitatif

e. data kuantitatif

11. Yang dimaksud data tunggal adalah

a. data yang isinya hanya satu datum saja

b. data yang nilainya sama dengan satu

c. data yang tidak/belum diklasifikasikan menuut aturan tertentu

d. data yang berdiri sendiri

e. data yang berfrekuensi

12. Data yang bersumber dari hasil pengukuran disebut dengan

a. data kontinu

b. data diskret

c. data primer

d. data sekunder

e. data asli

G. ALAT/BAHAN/SUMBER BELAJAR

Wono Setya Budhi, Ph.D. 2010. Bahan Ajar Persiapan Menuju Olimpiade Sains

Nasional/Internasional SMA Matematika 3. Jakarta :

Zamrut Kumala.

Nur Aksin dkk. 2010. Buku Panduan Pendidik Matematika Untuk SMA/MA Kelas XI. Klaten : Intan Pariwara

Sukino. 2007. Matematika Untuk SMA Kelas XI. Jakarta: Erlangga

Page 9 of 64

Kegiatan Pembelajaran 2

A. STANDAR KOMPETENSI Menerapkan konsep aturan statistika dalam pemecahan masalah

B. KOMPETENSI DASAR

Membaca dan menyajikan data dalam tabel dan diagram

C. INDIKATOR PENCAPAIAN

1. Mampu menyajikan data tunggal dalam tabel dan diagram

2. Mampu menyajikan data berkelompok dalam tabel dan diagram

3. Mampu menafsirkan data tunggal dalam tabel dan diagram

4. Mampu menafsirkan data berkelompok dalam tabel dan diagram.

D. TUJUAN PEMBELAJARAN

Setelah pembelajaran ini siswa dapat :

1. Menyajikan data tunggal dalam bentuk tabel

2. Menyajikan data tunggal dalam bentuk diagram batang

3. Menyajikan data tunggal dalam bentuk diagram batang daun

4. Menyajikan data tunggal dalam bentuk diagram pitogram

5. Menyajikan data tunggal dalam bentuk diagram garis

6. Menyajikan data tunggal dalam bentuk diagram lingkaran

7. Menyajikan data berkelompok dalam bentuk tabel distribusi frekuensi

8. Menyajikan data berkelompok dalam bentuk histogram

9. Menyajikan data berkelompok dalam bentuk poligon

10. Menyajikan data berkelompok dalam bentuk ogive

Page 10 of 64

E. URAIAN MATERI

Membaca Dan Menyajikan Data

1. Data Tunggal

1.1 Membaca dan menyajikan data tunggal dalam bentuk tabel

Tabel adalah penyajian data dalam bentuk kumpulan angka yang disusun menurut kategori tertentu dalam suatu daftar. Dalam penyusunan tabel ada beberapa hal yang harus diperhatikan yaitu :

Judul dibuat jelas dan singkat. Apabila perlu diberi keterangan yang dicantumkan di kaki tabel

Judul atau kepala kolom dibuat ringkas. Jika ada penjumlahan data dalam baris dimuat pada kolom terakhir. Apabila jumlah kolom banyak dapat diberi nomor. Pencantuman unit ukuran tidak boleh dilupakan.

Jika dianggap perlu data dapat dikelompokkan. Kelompok data yang akan dibandingkan, diletakkan berdekatan.

Keterangan di bawah (foot note) dimuat untuk memberi penjelasan mengenai judul, kepala kolom, atau angka-angka dalam tabel

Sumber data dicantumkan untuk mengetahui darimana data yang bersangkutan diperoleh, dan jika perlu dapat diadakan pengecekan dari sumber aslinya.

Contoh :

JUMLAH PELANGGAN DAN PEMAKAI INTERNET DI SAMARINDA TAHUN 2005 – 2009

Tahun

Pelanggan

Pemakai

Jumlah

2005

866

8.081

8.947

2006

1.087

11.226

12.313

2007

1.500

16.400

17.900

2008

1.709

20.001

21.710

2009

2.010

25.195

27.205

Sumber : Diskenminfo Samarinda

Page 11 of 64

1. 2

Membaca dan menyajikan data tunggal dalam bentuk diagram

a. Diagaram batang

Diagaram batang umumnya digunakan untuk menggambarkan perkembangan

nilai suatu objek penelitian dalam kurun waktu tertentu. Diagram batang

digunakan untuk menyajikan data diskrit.

Contoh :

Jumlah pemakai dan pelanggan internet Di Samarinda tahun 2005 – 2009 adalah

sebagai berikut :

Tahun

Pelanggan

Pemakai

Jumlah

2005

866

8.081

8.947

2006

1.087

11.226

12.313

2007

1.500

16.400

17.900

2008

1.709

20.001

21.710

2009

2.010

25.195

27.205

Jumlah

Jumlah Pelanggan dan Pemakai Internet di Samarinda 30000 27.205 25000 21.710 20000 17.900 15000 12.313
Jumlah Pelanggan dan Pemakai Internet di Samarinda
30000
27.205
25000
21.710
20000
17.900
15000
12.313
8.947
10000
5000
0
2005
1
2006
2
2007
3
2008
4
2009
5

Tahun

Jenis diagram Batang tegak

Tahu

Jumlah Pelanggan dan Pemakai Internet di Samarinda

2009

2008

2007

2006

1

2005

27.205 21.710 17.900 12.313 8.947 0 5000 10000 15000 20000 25000 30000 Jumlah
27.205
21.710
17.900
12.313
8.947
0
5000
10000
15000
20000
25000
30000
Jumlah

Jenis diagram Batang mendatar

Page 12 of 64

b. Diagram Batang Daun

Diagram batang digunakan untuk mengetahui penyebaran data. Dalam diagram daun data yang terkumpul di urutkan terlebih dahulu dari data terkecil sampai data terbesar. Diagram batang daun terdiri atas dua bagian yaitu bagian batang

dan bagian daun. Bagian batang memuat angka puluhan dan bagian daun memuat angka satuan.

Contoh :

Hasil ulangan matematika kelas X –H SMA Mawar adalah sebagai berikut :

32

75

39

46

56

63

89

38

92

58

54

44

69

93

64

51

81

64

88

45

41

69

56

60

74

72

48

78

78

77

57

74

64

64

72

84

75

86

52

66

49

87

37

Sajikan data di atas dalam bentuk diagram batang daun

Penyelesaian

Batang

Daun

9

23

8

146789

7

224455788

6

03444699

5

1246678

4

145689

3

2789

c. Diagram Piktogram

Diagram lambang adalah penyajian data statistik dalam bentuk gambar-gambar

dengan ukuran tertentu untuk menunjukkan nilai masing-masing data.

Contoh Jumlah Siswa di Kota Bangun berdasarkan Tingkat Pendidikannya Tahun 2007 ditunjukkan pada tabel dibawah ini

Page 13 of 64

Tingkat Pendidikan

Jumlah Siswa

TK

4.000

SD

3.000

SLTP

2.500

SLTA

3.500

Data di atas jika disajikan dalam diagram pitogram adalah

Tingkat Pendidikan Lambang Jumlah TK 4.000 SD 3.000 SLTP 2.500 SLTA 3.500
Tingkat Pendidikan
Lambang
Jumlah
TK
4.000
SD
3.000
SLTP
2.500
SLTA
3.500

Keterangan :

TK 4.000 SD 3.000 SLTP 2.500 SLTA 3.500 Keterangan : = 500 d. Diagram Garis Diagram

= 500

d. Diagram Garis

Diagram garis biasanya dipakai untuk menggambarkan suatu data yang berkelanjutan dalam suatu kurun waktu tertentu. Misalnya data tentang produksi

dari tahun ke tahun, nilai ekspor suatu jenis barang dari tahun ke tahun dan sebagainya.

Contoh Data curah hujan di Kota Bandung pada tahun 2008 sebagai berikut :

No

Bulan

Curah Hujan

1

Januari

290

2

Februari

580

3

Maret

230

4

April

320320

5

Mei

100

6

Juni

50

7

Juli

90

8

Agustus

110

9

September

170

10

Oktober

290

11

Nove,ber

310

12

Desember

220

 

Jumlah

2.760

Sumber : Kantor BMG Stasiun Bandung

Page 14 of 64

Data diatas jika disajikan dalam diagram garis adalah 600 580 550 500 450 400 350
Data diatas jika disajikan dalam diagram garis adalah
600
580
550
500
450
400
350
320
310
300
290
290
250
230
220
200
170
150
110
100
100
90
50
50
0
Januari
Februari
Maret
April
Mei
Juni
Juli
Agustus
September
Oktober
Nove,ber
Desember
Juni Juli Agustus September Oktober Nove,ber Desember e. Diagram Lingkaran Diagram lingkaran digunakan untuk

e. Diagram Lingkaran

Diagram lingkaran digunakan untuk menyajikan data yang menunjukkan perbandingan. Diagram lingkaran dibagi dalam juring-juring lingkaran besar sudut juring lingkaran sebanding dengan nilai data yang disajikan.

Contoh :

Pekerjaan dari 300 penduduk Desa Makmur pada tahun 2009 ditunjukkan dala tabel berikut :

Pekerjaan

Frekwensi

Petani

90

Peternak

10

Pedagang

120

Guru

50

Karyawan

30

Jumlah

300

Page 15 of 64

Untuk dapat menyajikan data tersebut ke dalam diagram lingkaran maka kita harus

mencari besar sudut juring dan persentase dari masing-masing jenis pekerjaan ,

caranya sebagai berikut.

Pekerjaan

Frekwensi

Besar sudut pusat juribng

Presentase

 

Petani

90

90

×

360

o

=

108

o

90

×

100%

=

30%

300

300

Peternak

10

10

×

360

o

=

12

o

10

×

100%

=

3,33%

300

300

 

120

120 ×

360

o

=

144

o

120 ×

100%

=

40%

Pedagang

300

300

Guru

50

50

×

360

o

=

60

o

50

×

100%

=

16,67%

300

300

Karyawan

30

30

×

360

o

=

36

o

30

×

100%

=

10%

300

300

Jumlah

300

   

Diagaramnya adalah sebagai berikut

Karyawan 10% Peternak 3% Petani Guru 30% 17% Pedagang 40%
Karyawan 10%
Peternak 3%
Petani
Guru
30%
17%
Pedagang
40%

Page 16 of 64

2. Menyajikan data berkelompok 2. 1 Tabel Distribusi Frekuensi

Untuk data yang berukuran besar (lebih dari 30 datum) maka lebih mudah jika kita sajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. Tabel frekuensi adalah tabel yang menunjukkan atau memuat banyaknya kejadian atau frekuensi dari suatu kejadian. Tabel distribusi frekuensi adalah statistika untuk menyusun data dengan cara membagi nilai observasi ke dalam kelas-kelas dengan interval tertentu.

a. Langkah-langkah menyusun tabel distribusi frekuensi adalah sebagai berikut:

1. Tentukan daerah jangkauan (range) = R

R = datum terbesar – datum terkecil
R = datum terbesar – datum terkecil

2. Tentukan banyaknya kelas / kelompok dengan menggunakan aturan Sturgess yaitu :

k = 1 + 3,3 log n , dimana n adalah banyaknya datum
k = 1 + 3,3 log n , dimana n adalah banyaknya datum

3. Tentukan Interval Kelas

R I = k
R
I =
k

4. Tentukan batas kelas yaitu batas atas dan batas bawah

5. Tentukan Tepi kelas

Tepi atas Kelas = Batas atas kelas + 0,5 Tepi bawah Kelas = Batas bawah
Tepi atas Kelas = Batas atas kelas + 0,5
Tepi bawah Kelas = Batas bawah kelas - 0,5

Page 17 of 64

Contoh

Berikut ini merupakan nilai ulangan matematika dari 80 orang siswa SMA

Harapan Jaya Samarinda :

75

84

68

82

68

90

62

88

93

76

88

79

73

73

61

62

71

59

75

85

75

65

62

87

74

93

95

78

72

63

82

78

66

75

94

77

63

74

60

68

89

78

96

97

78

85

60

74

65

71

67

62

79

97

78

85

76

65

65

71

73

80

65

57

88

78

62

76

74

53

73

67

86

81

72

65

76

75

77

85

Data di atas dapat kita sajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi

Langkah-langkah membuat tabel distribusi frekuensi adalah :

1.

Tentukan daerah jangkauan (range) = R

Datum terbesar = 97

Datum terkecil = 53

 

Sehingga R = datum terbesar – datum terkecil = 97 – 53 = 44

2.

Tentukan banyaknya kelas/kelompok dengan menggunakan aturan Sturgess

yaitu :

 

k

=

1

+ 3,3

log n

k

= 1 + 3,3 log 80

k

= 1 + 3,3 (1,9031) (diambil dari kalkulator/table logaritma)

k

= 1 + 6,3 = 7,3

 

k

7

2.

Tentukan Interval Kelas

I =

R

 

k

 

I =

44

7

I = 6,3

diambil 7; karena jika diambil 6, ada data yang tidak masuk

Page 18 of 64

3. Tentukan batas kelas yaitu batas atas dan batas bawah

Batas bawah kelas = 52

Batas atas kelas = 58

Sehingga tabelnya adalah sebagai berikut

         

Tepi

Tepi

Kelas

Turus

Frekuensi

Batas

Batas

bawah

atas

bawah

atas

kelas

kelas

52

– 58

 

2

52

58

51,5

58,5

59

– 65

59 – 65 17 59 65 58,5 65,5

17

59

65

58,5

65,5

66

– 72

66 – 72 11 66 72 65,5 72,5

11

66

72

65,5

72,5

 
           
         

73

– 79

27

73

79

72,5

79,5

80

- 86

80 - 86 10 80 86 79,5 86,5

10

80

86

79,5

86,5

87

– 93

87 – 93 8 87 93 86,5 93,5

8

87

93

86,5

93,5

94 – 100

94 – 100 5 94 100 93,5 100,5

5

94

100

93,5

100,5

Jumlah

 

80

       

b. Frekuensi kumulatif

Distribusi frekuensi kumulatif adalah sebuah distribusi yang menyatakan

frekuensi total yang ada di bawah batas bawah tau frekuensi total yang ada di atas

batas bawah suatu kelas.

Distribusi kumulatif yang ada di bawah batas bawah disebut frekuensi

kumulatif kurang dari dan yang ada di atas atau sama dengan batas bawah disebut

frekuensi kumulatif lebih dari atau sama dengan.

b. Frekuensi Relatif

Frekuensi relatif adalah perbandingan antara frekuensi masing-masing kelas

dengan jumlah frekuensi seluruhnya yang dinyatakan dalam persen.

2.2 Data dalam bentuk Diagram dan Grafik

Maksud dan tujuan menyajikan data statistik dalam bentuk diagram

maupun grafik adalah agar mudah memberikan informasi secara visual. Penyajian

data dalam bentuk diagram atau grafik sangat efektif untuk menyebarkan

informasi baik melalui surat kabar, majalah maupun laporan-laporan statistik.

Page 19 of 64

1. Histogram

Histogram merupakan diagram frekuensi bertangga yang bentuknya batang-batang

berimpit. Untuk buat histogram yang diperhatikan adalah tepi kelas.

Contoh :

Data nilai ulangan matematika dari 80 orang siswa SMA Harapan Jaya Samarinda

yang telah kita buat tabel frekuensi diatas kita sajikan dalam jistogram.

   

Tepi

Tepi

Kelas

Frekuensi

bawah

atas

kelas

kelas

52

– 58

2

51,5

58,5

59

– 65

17

58,5

65,5

66

– 72

11

65,5

72,5

73

– 79

27

72,5

79,5

80

- 86

10

79,5

86,5

87

– 93

8

86,5

93,5

94 – 100

5

93,5

100,5

Jumlah

80

   
30 25 20 15 10 5 0 51,5 58,5 65,5 72,5 1 79,5 86,5 93,5
30
25
20
15
10
5
0
51,5
58,5
65,5
72,5
1 79,5
86,5
93,5
100,5

2. Poligon

Dari histogram jika titik-titik tengah pada batang dihubungkan dengan garis maka garis tersebut disebut poligon.

Page 20 of 64

Contoh

Data nilai ulangan matematika dari 80 orang siswa SMA Harapan Jaya Samarinda

yang telah kita buat tabel frekuensi diatas kita sajikan dalam jistogram.

   

Tepi

Tepi

Nilai tengah

Kelas

Frekuensi

bawah

atas

kelas

kelas

52

– 58

2

51,5

58,5

52

+

58 =

55

 

2

59

– 65

17

58,5

65,5

59

+

65 =

62

 

2

66

– 72

11

65,5

72,5

66

+

72 =

69

 

2

73

– 79

27

72,5

79,5

73

+

79 =

76

 

2

80

- 86

10

79,5

86,5

80

+

86 =

83

 

2

87

– 93

8

86,5

93,5

87

+

93 =

90

 

2

94 – 100

5

93,5

100,5

94

+

100 =

97

2

Jumlah

80

     

30

25

20

15

10

5

0

55 62 69 76 1 83 90 97
55
62
69
76 1
83
90
97

Page 21 of 64

3. Ogive

Jika garis diagram poligon frekuensi kumulatif dijadikan kurva mulus maka

kurva tersebut disebut ogif. Ada 2 macam ogif yaitu :

Ogif positif, yang diperoleh dari poligon frekuensi kumulatif kurang dari

Ogif negatif, yang diperoleh dari poligon frekuensi kumulatif lebih dari

Frekuensi kumulatif kurang dari (f kk ) dari menyatakan jumlah frekuensi semua

nilai data yang kurang dari atau sama dengan nilai pada tiap kelas.

Frekuensi kumulatif lebih dari (f kl ) menyatakan jumlah frekuensi semua nilai data

yang lebih dari atau sama dengan nilai tiap kelas.

Contoh :

 
   

Tepi

Tepi

F

kum

F

kum

Kelas

Frekuensi

bawah

atas

kurang

lebih

kelas

kelas

dari TA

dari TB

52

– 58

2

51,5

58,5

 

2

 

80

59

– 65

17

58,5

65,5

 

19

 

78

66

– 72

11

65,5

72,5

 

30

 

61

73

– 79

27

72,5

79,5

 

57

 

50

80

- 86

10

79,5

86,5

 

67

 

23

87

– 93

8

86,5

93,5

 

75

 

13

94 – 100

5

93,5

100,5

 

80

 

5

Jumlah

80

       
OgiveKurangDari/OgivPositif 90 80 70 60 50 40 30 20 10 0 51,5 58,5 65,5 72,5
OgiveKurangDari/OgivPositif
90
80
70
60
50
40
30
20
10
0
51,5
58,5
65,5
72,5
79,5
86,5
93,5
100,5

Page 22 of 64

Ogive Lebih Dari/ogive Negatif 90 80 70 60 50 40 30 20 10 0 51,5
Ogive Lebih Dari/ogive Negatif
90
80
70
60
50
40
30
20
10
0
51,5
58,5
65,5
72,5
79,5
86,5
93,5
100,5

F. TUGAS

1. Hasil Penjualan berbagai alat elektronik di toko ”Sinar” disajikan dalam diagram berikut :

Kipas angin Setrika 12% 10% Kompor gas 18% Dispenser 25% Televisi 20% Lemari Es 15%
Kipas angin
Setrika
12%
10%
Kompor gas
18%
Dispenser
25%
Televisi
20%
Lemari Es
15%

Jika diketahui banyaknya kipas angin yang terjual ada 24 buah tentukan :

a. banyaknya dispenser yang terjual

b. banyaknya kompor gas yang terjual

2. Data berikut adalah data tinggi badan dari 40 siswa SMA Harapan Bangsa Samarinda,

siukur sampai sentimeter terdekat.

168, 165, 176, 159, 163, 175, 158, 170, 170, 155, 156, 169, 170, 160, 160, 164, 153,

154, 150, 158, 147, 151, 150, 167, 168, 160, 150, 148, 161, 174, 176, 163, 149, 166,

175, 158, 166, 164, 167, 159

Sajikan data diatas dalam bentuk

Page 23 of 64

a. Tabel distribusi frekuensi data kelompok

b. Histogram

c. Ogive Positif

G. ALAT/BAHAN/SUMBER BELAJAR

Wono Setya Budhi, Ph.D. 2010. Bahan Ajar Persiapan Menuju Olimpiade Sains

Nasional/Internasional SMA Matematika 3. Jakarta :

Zamrut Kumala.

Nur Aksin dkk. 2010. Buku Panduan Pendidik Matematika Untuk SMA/MA Kelas XI. Klaten : Intan Pariwara

Sukino. 2007. Matematika Untuk SMA Kelas XI. Jakarta: Erlangga

Page 24 of 64

Kegiatan Pembelajaran 3

A. STANDAR KOMPETENSI

Menerapkan konsep aturan statistika dalam pemecahan masalah

B. KOMPETENSI DASAR

Menentukan ukuran Pemusatan Data

C. INDIKATOR PENCAPAIAN

1. Manpu menentukan ukuran pemusatan data tunggal (mean, median dan modus)

2. Manpu menentukan ukuran pemusatan data kelompok (mean, median dan modus)

D. TUJUAN PEMBELAJARAN

Setelah pembelajaran ini siswa dapat :

1. Menghitung nilai mean data tunggal

2. Menghitung rata-rata gabungan

3. Menghitung nilai mean data berkelompok dengan menggunakan rumus

4. Menghitung nilai mean data berkelompok dengan menggunakan rata-rata sementara

5. Menghitung nuilai median data tunggal

6. Menghitung nilai median data berkelompok dengan menggunakan rumus

7. Menghitung nilai modus data tunggal

8. Menghitung nilai modus data berkelompok dengan menggunakan rumus

9. Menghitung nilai modus data berkelompok dengan menggunakan histogram

10. Menghitung nilai modus data berkelompok dengan menggunakan ogive

Page 25 of 64

E. URAIAN MATERI

Ukuran Pemusatan Data

Ukuran pemusatan data menggambarkan tempat dimana data cenderung berkumpul. Ada 3 ukuran pemusatan data yang biasa digunakan yaitu rata-rata hitung (mean), median dan modus.

A. Data Tunggal

1. Rata-rata Hitung (mean)

Mean ( x ) adalah nilai rata-rata dari data. Mean paling sering dijadikan ukuran pusat data kuantitatif. Mean data tunggal merupakan jumlah nilai semua data dibagi dengan ukuran data tersebut. Misalkan kita memiliki data berukuran n dengan nilai-nilai x 1 ,

x

2 ,

, x n maka :

sehingga,

x =

x

1

+

x

2

+

+

x

n 1

=

n

n

n ∑ x i i = 1 x = n
n
x
i
i = 1
x
=
n

(

x

1 +

x

2

+

+

x

n

)

Jika data dalam bentuk tabel distribusi data tunggal berbobot maka rata-ratanya adalah adalah :

k ∑ x f . i i = 1 x = n
k
x f
.
i
i = 1
x
=
n

Page 26 of 64

Contoh

1.

Rata-rata dari data 7, 6, 4, 5, 3, 8 9 adalah

Penyelesaian

x =

7

+

6

+

4

+

5

+

3

+

8

+

9

7

=

42

7

= 6

2.

3.

Jika data umur (dalam bulan) dari 10 kelinci disajikan dalam tabel di bawah, maka

rata-rata umur kelinci adalah:

Umur

(bulan)

Frekuensi

3

2

5

3

8

1

9

1

11

2

13

1

Total

10

Penyelesaian

x =

(3.2

+

5.3

+

8.1

+

9.1

+

11.2

+

13.1) =

73

 

10

 

10

= 7,3

Rata-rata dari 4 buah data adalah 5, jika data ditambah satu lagi maka rata-ratanya

menjadi 5,5. Maka besar data penambah adalah

Penyelesaian

Misalkan ke 4 data adalah a, b, c, d

Data penambah adalah x

Sehingga :

Page 27 of 64

x =

a

+ b

+

c

+

d

4

5 =

a

+ b

+

c

+

d

4

20 =

a

+

b

+

c

+

d

 
 

a

+

b

+

c

+

d

+

x

 

x

=

 

5

5,5 =

a

+

b

+

c

+

d

+

x

 

5

27,5

=

20

+ x

 

27,5

20

= x

x = 7,5

4. Nilai rata-rata ujian sekelompok siswa sebanyak 40 orang adalah 51. Jika seorang

siswa dari kelompok itu yang mendapat nilai 90 tidak dimasukan dalam

perhitungan rata-rata tersebut, maka nilai rata-rata ujian akan menjadi……

Penyelesaian

x =

x

51 =

n

x

40

x = 2040

jika seorang siswa yang mendapat nilai 90 tidak dimasukkan maka perhitungannya

menjadi

x =

x 90

=

n 1

2040

90

39

1950

=

39

= 50

Page 28 of 64

2. Median Median (M e ) adalah nilai yang membagi data terurut menjadi dua bagaian yang sama banyak. Median untuk data berukuran n dapat ditentukan dengan aturan sebagai berikut:

Urutkan data dari datum terkecil sampai datum terbesar atau sebaliknya

Jika jumlah datum ganjil, median adalah nilai dari datum ke

n + 1

2

Jika

jumlah

datum ke

n

 

2

+

datum

datum ke

genap,

n

2

+

1

   

 

maka

median

2

adalah

nilai

dari

Contoh

1. Perhatikan data terurut berikut. Carilah mediannya.

a. 11 13 13 14 15 16 19 20 20 b. 5 10 10 12
a.
11
13
13
14
15
16
19
20
20
b.
5
10
10
12
16
20
25
25
27
28
Penyelesaian
a.
11
13
13
14
15
16
19
20
20
x 1
x 2
x 3
x 4
x 5
x 6
x 7
x 8
x 9

b.

n = 9 (ganjil) maka mediannya adalah

 9 + Me = datum ke   1   = datum ke
 9
+
Me = datum ke
1  
= datum ke 5 = x 5 = 15
2
5
10
10
12
16
20
25
25
27
28
x 1
x 2
x 3
x 4
x 5
x 6
x 7
x 8
x 9
x 10

n = 10 (genap) maka nilai mediannya

Page 29 of 64

Me =

Me =

Me =

1

datum ke

2

datum ke

5

10

2

+

datum ke   10

2

+

datum ke

6

16

+

20

2

2

Me = 18

+

1

   

 

2. Diketahui data terdiri dari 3 pengamatan mempunyai rata-rata 15, median 15 dan jangkauan 10. Pengamatan yang terbesar adalah ….

Penyelesaian

Dimisalkan ke 3 data tersebut setelah diurutkan adalah a, b, c

karena diketahui mediannya 15 maka nilai b = 15

jangkauan nya 10 berarti c – a = 10 c = 10 + a

sehingga

a

x =

+

b

+

c

3

15 =

a

+

b

+

c

3

15

45

45

2

a = 10

maka

a =

=

=

+

a

a

2

20

+

+

25

10

+

c

c

10

=

= 20

+

10

a

Jadi ketiga data tersebut adalah 10, 15, 20

3. Median data di bawah adalah

Nilai

6

7

8

9

Frekuensi

7

13

15

5

Page 30 of 64

Penyelesaian

Dari tabel diketahui jumlah data adalah 7 + 13 + 15 + 5 = 40

Ternyata data genap, maka mediannya adalah

Me =

datum ke

40

2

+

datum ke   40

2

+

1

   

 

 

2

Me =

x

20

+

x

21

2

Jadi mediannya terletak diantara datum ke-20 dan ke 21 Datum ke 20 adalah 7 dan datum ke 21 adalah 8, sehingga Me adalah

Me =

Me =

7

+

8

2

15

2

Me = 7,5

3. Modus

Pada sebuah kelompok data, modus (M o ) adalah nilai yang paling sering muncul yaitu nilai-nilai yang memiliki frekuensi paling tinggi. Dalam satu kelompok data, modus tidak mungkin tunggal, pada kasus lain ada juga kelompok data yang tidak

memiliki modus karena tiap datum memiliki frekuensi yang sama.

Contoh

Modus dari data 7, 8, 3, 5, 7, 4, 6, 7, 3, 6, 3, 7, 8. adalah…

Penyelesaian

Datum 3 sebanyak 3 kali Datum 4 sebanyak 1 kali Datum 5 sebanyak 1 kali Datum 6 sebanyak 2 kali Datum 7 sebanyak 4 kali Datum 8 sebanyak 2 kali Sehingga modus data di atas adalah 7

Page 31 of 64

B. Data Kelompok 1. Mean/Rata-rata.

Jika kita hanya mempunyai data berkelompok tanpa mengetahui detail setiap data

dalam kelompok tersebut, maka mean ditentukan dari nilai titik tengah kelompok-

kelompok tersebut.

Rataan ( x ) data berkelompok dihitung sebagai berikut :

k ∑ x . f i 1 i = 1 x = k ∑ f
k
x
. f
i
1
i = 1
x =
k
f
1
i = 1

dengan x i adalah titik tengah kelas ke-i

selain cara diatas untuk menghitung rata-rata suatu databis menggunakan rumus rata-

rata sementara yakni :

Dimana :

n ∑ f . d i i i = 1 x = x + s
n
∑ f
. d
i
i
i = 1
x
=
x
+
s
n
f
i
i = 1

x = rata-rata sementara biasanya diambil pada nilai tengah pada kelas

s

dengan frekuensi tertinggi.

d i = simpangan (deviasi) yakni nilai tengah tiap-tiap kelas dikurang rata-

Contoh

rata sementara ((

x

i

x

s

)

Tentukan rata-rata hitung dari data berikut :

Nilai

Frekuensi

1

-

50

4

51 – 100

7

101

– 150

10

151

– 200

16

201

– 250

30

251

– 300

13

Modul Statistika Disusun oleh Khairul Basari, S.Pd Khairulfaiq.wordpress.com, E-mail : muh_abas@yahoo.com
Modul Statistika Disusun oleh Khairul Basari, S.Pd
Khairulfaiq.wordpress.com,
E-mail : muh_abas@yahoo.com

Page 32 of 64

Penyelesaian

 
   

Nilai

Frekuensi

 

x

i

x

i .f i

 

1

 

-

50

4

1

+

50 =

25,50
2

102

 

51 – 100

7

51

+ 100 =

75,50

528,50

 

2

 

101

– 150

10

101

+

150 =

125,50

1255

 

2

 

151

– 200

16

151

+

200 =

175,50

2808

 

2

201

– 250

30

201

+

250 =

225,50

6765

 

2

251

– 300

13

251

+

300 =

275,50

3581,5

 

2

 

80

 

15040

f

i

 

= 80

 

x

i

.

f

i

= 15040

 

Maka rata-ratanya adalah

∑ x . f i i x = ∑ x i 15040 x =
x
.
f
i
i
x
= ∑
x
i
15040
x
=

80

x = 188

Dari

diketahui

tabel

Selain cara di atas rata-rata juga bisa kita tentukan dengan menggunakan rata-rata sementara yaitu :

Page 33 of 64

Jika rata-rata sementara diambil 225,5

Nilai

 

Frekuensi

 

x

i

d

i

 

i .d i

f

1

-

50

 

4

 

1

+

50 =

25,50

25,5 - 225,5 = - 200

 

-

800

     

2

   

51 – 100

 

7

 

51

+

100 =

75,50

75,5 – 225, 5 = - 150

-

1050

   

2

   
     

101

+

150 =

     

101

– 150

 

10

   

2

125,50

- 100

-

1000

151

– 200

 

16

   

151

+

200 =

175,50

- 50

 

-

800

     

2

 

201

– 250

 

30

   

201

+

250 =

225,50

0

 

0

     

2

 

251

– 300

 

13

   

251

+

300 =

275,50

50

 

650

     

2

 
 

   

80

     

-

3000

Maka :

   

3000

 

x

=

225,5

+

80

x

=

225,5

37,5

x

= 188

 

2. Median

Data kelompok biasanya tersaji dalam bentuk daftar distribusi. Median untuk data

berkelompok ditentukan oleh rumus berikut ini :

 n   − f  kum 2 Me = tb + i 
n
− f
kum
2
Me
=
tb
+
i
f
Me

Dimana :

tb = tepi bawah kelas median

kelas median

n = frekuensi/banyaknya data

i = interval kelas

f kum = frekuensi kumulatif sebelum kelas median

f Me = frekuensi pada kelas median

n

2

Modul Statistika Disusun oleh Khairul Basari, S.Pd Khairulfaiq.wordpress.com, E-mail : muh_abas@yahoo.com
Modul Statistika Disusun oleh Khairul Basari, S.Pd
Khairulfaiq.wordpress.com,
E-mail : muh_abas@yahoo.com

Page 34 of 64

Contoh

Tentukan median dari data yang dinyatakan dalam daftar distribusi frekuensi berikut.

Berat Badan (kg)

Frekuensi

40

– 49

5

50

– 59

14

60

– 69

16

70

– 79

12

80

– 89

3

Penyelesaian

Dari tabel dia atas diketahui

n = 50

Berarti median terletak antara datum ke

datum terletak di kelas 60 – 69

50 =

2

25

dan datum ke

50 +

2

1

=

26 . Kedua

tepi bawah kelas median adalah 60 – 0,5 = 59,5

f kum = 5 + 14 =19

f Me = 16

i = 50 – 40 = 10

maka :

Me

=

tb

+

i

n