Anda di halaman 1dari 23

PENGARUH GIZI BURUK DENGAN INFEKSI TERHADAP IMUNISASI DASAR

Oleh:Sri Yusepty Sagala

Pendahuluan

Gizi buruk : suatu kondisi dimana seseorang dinyatakan kekurangan nutrisinya, atau status nutrisinya berada di bawah standar rata-rata. Menurut UNICEF ada dua penyebab langsung terjadinya gizi buruk, yaitu : 1. Kurangnya asupan gizi dari makanan 2. Akibat terjadinya penyakit yang mengakibatkan infeksi

Program KIA
1.

Program Gizi
Pemberian

Makanan Tambahan (PMT) diutamakan :sumber protein hewani ,nabati (telur, ikan, daging, ayam, kacang-kacangan) serta sumber vitamin dan mineral yang berasal dari sayuran dan buah2n. diberikan sekali sehari selama 90 hari berturut-turut Makanan tambahan pemulihan :MP-ASI (bayi &balita 6-23 bulan) & makanan keluarga (anak balita 24-59 bulan).

Penimbangan SKDN
Penimbangan khususnya pada balita Dibuat tabel SKDN : S : semua balita yang ada di posyandu K : balita yang mempunyai KMS D : balita yang ditimbang pada bulan tersebut N : balita yang timbangannya naik pada bulan tersebut

Kartu Menuju Sehat

Imunisasi
Vaksinasi,pencegahan primer ;Memperhatikan gizi dengan sanitasi lingkungan yang baik, pengamanan terhadap segala macam cedera dan keracunan serta vaksinasi atau imunisasi terhadap penyakit . sekunder :deteksi dini, diketahui adanya penyimpangan kesehatan bayi / anak sehingga pengobatan perlu segera diberikan untuk koreksi secepatnya tersier:membatasi berlanjutnya gejala sisa tersebut dengan upaya pemulihan seorang pasien agar dapat hidup mandiri tanpa bantuan orang

Imunisasi dan Vaksinasi


Imunisasi

: suatu pemindahan atau transfer antibody secara pasif vaksinasi : yang dapat merangsang pembentukan imunitas dari system imun di dalam tubuh. Imunitas secara pasif :yaitu immunoglobulin yang non-spesifik dan immunoglobulin yang spesifik yang berasal dari plasma donor yang sudah sembuh dari penyakit

Imunoglobulin yang non-spesifik selain mahal, memungkinkan anak menjadi sakit karena secara kebetulan atau karena suatu kecelakaan serum yang diberikan tidak bersih dan masih mengandung kuman yang aktif. Immunoglobulin yang spesifik diberikan kepada anak yang belum terlindung karena belum pernah mendapatkan vaksinasi dan kemudian terserang.

Vaksin BCG

vaksin hidup :dibuat dari Mycobacterium bovis yang dibiak berulang selama 1-3 tahun sehingga didapatkan basil yang tidak virulen tetapi masih mempunyai imunogenitas menimbulkan sensitivitas terhadap tuberculin.

diberikan pada umur < 2 bulan, sebaiknya pada anak dengan uji Mantoux (tuberculin) negative Efek proteksi timbul 8-12 minggu setelah penyuntikan. diberikan secara intradermal 0,10 ml untuk anak,0,05 ml untuk bayi baru lahir. tidak boleh terkena sinar matahari, harus disimpan pada suhu 2-8OC, tidak boleh beku

Kontraindikasi BCG

Reaksi tuberculin >5 mm, Menderita infeksi HIV atau dengan resiko tinggi infeksi HIV, imunokompromais akibat pengobatan kortikosteroid, obat imuno-supresif, mendapat pengobatan radiasi, penyakit keganasan yang mengenai sumsum tulang atau system limfe, Menderita gizi buruk Menderita demam tinggi. Menderita infeksi kulit yang luas Pernah sakit tuberculosis Kehamilan

Hepatitis B

hanya diberikan pada kondisi pasca paparan (needle stick injury), kontak seksual, bayi dan ibu VHB, terciprat darah ke mukosa atau ke mata) Pada bayi dan ibu HBV, HBIg (0,5 ml) diberikan bersama vaksin di sisi tubuh berbeda, dalam waktu 12 jam setelah lahir

Vaksinasi DTP

Untuk imunisasi primer terhadap difteria digunakan tokoid difteria (alum-precipitated toxoid) yang kemudian digabung dengan toxoid tetanus dan vaksin pertussis dalam bentuk DTP Jadwal imunisasi rutin pada anak dianjurkan pemberian 5 dosis pada usia 2,4,6,15-18 bulan dan usia 5 tahun atau saat masuk sekolah.Dosis ke-4 harus diberikan sekurangkurangnya 6 bulan setelah dosis ke-3.

Vaksin polio inactivated (inactivated poliomyelitis vaccine = IPV)


termasuk dalam kelompok (sub-group) entero virus, famili Picornaviridae. Dikenal tiga macam serotipe virus polio yaitu P1, P2, dan P3 Vaksin polio oral diberikan pada bayi baru lahir sebagai dosis awal diteruskan dengan imunisasi dasar mulai umur 2-3 bulan yang diberikan tiga dosis terpisah berturut-turut dengan interval waktunya dengan suntikan vaksin DPT

Imunisasi campak

Virus campak termasuk di dalam famili paramyxovirus. sangat sensitif terhadap panas, sangat mudah rusak pada suhu 37oC. Pada tahun 1963, telah dibuat dua jenis vaksin campak
Vaksin yang berasal dari virus campak yang hidup dan dilemahkan (tipe Edmonston B) Vaksin yang berasal dari virus campak yang dimatikan (virus campak yang berada dalam larutan formalin yang dicampur dengan garam aluminium)

tidak dianjurkan pada ibu hamil, anak dengan imunodefsiensi primer, pasien TB yang tidak diobat, pasien kanker atau transplantasi organ, mereka yang mendapat pengobatan imunosupresif jangka panjang atau anak immunocompromised yang terinfeksi HIV.

Program KB
adalah usaha menolong individu atau pasangan antara lain:
Mencegah

terjadinya kelahiran yang tidak dikehendaki atau sebaliknya bagi pasangan yang menginginkan anak Mengatur interval waktu kehamilan Mengontrol waktu kelahiran berhubungan dengan usia orang tua Menentukan jumlah anak dalam keluarga

Posyandu
wadah pemeliharaan kesehatan yang dilakukan dari, oleh dan untuk masyarakat yang dibimbing petugas Tujuan posyandu antara lain:

Menurunkan angka kematian bayi (AKB), angka kematian ibu (ibu hamil), melahirkan dan nifas. Membudayakan NKBS Meningkatkan peran serta masyarakat untuk mengembangkan kegiatan kesehatan dan KB untuk tercapainya masyarakat sehat sejahtera. Berfungsi sebagai wahana gerakan reproduksi keluarga sejahtera, gerakan ketahanan keluarga dan gerakan ekonomi keluarga sejahtera.

Pelaksanaan Layanan Posyandu Pada hari buka posyandu dilakukan pelayanan masyarakat dengan sistem 5 meja yaitu: Meja I : Pendaftaran Meja II : Penimbangan Meja III : Pengisian KMS Meja IV : Penyuluhan perorangan berdasarkan KMS Meja V : Pelayanan kesehatan berupa:

Imunisasi Pemberian vitamin A dosis tinggi Pembagian pil KB atau kondom. Pengobatan ringan. Konsultasi KB.

Promotif
Pada kegiatan Promotif dan Preventif yang mencegah anak menjadi makin jatuh ke dalam status yang lebih parah antara lain adalah : Penyadaran masyarakat secara keseluruhan dengan bentuk promosi yang menarik . Media yang bisa digunakan :
Spot Iklan Poster dll

Penyadaran sasaran (ibu) untuk konsumsi yang baik bagi balitanya melalui media bacaan ringan, penyuluhan di posyandu dan PMT (pemberian makanan tambahan

Pemberian Suplementasi : Vitamin, Mikronutrien (Fe, Zink dll). Pencarian penderita Gizi Buruk, Gangguan Gizi (T pada KMS) dan BGM serta penyakit menular yang berpotensi menjadi gangguan gizi (tuberkulosis, diare dll) Untuk masyarakat miskin bisa diberikan merata baik yang terkena gangguan gizi maupun tidak adalah MP ASI untuk usia 6-24 bulan (bubur susu) dan usia 24-59 (biskuit)