Anda di halaman 1dari 6

Laporan Training di PLTG Muara

Tawar

LAPORAN PENYERAPAN MATERI TRAINING PERSONIL


PT PJB SERVICES

NAMA / NID : ARDIAN BURHANDONO (7708005T1)


MENTOR/INSTRUKTUR : LINGGO UTOMO
MATERI TRAINING : GAS TURBIN
PERIODE : Minggu I Bulan Mei 2009 (11 s.d 15 Mei 2009)
LOKASI : PLTG MUARA TAWAR
INTRUKSI LAPORAN :

PEMAHAMAN

FLOW DIAGRAM PLTG (Pusat Listrik Tenaga Gas)

Energi Udara Energi Energi Energi


& Bahan Bakar Gas Mekanik Listrik

BAHAN BAKAR

COMBUSTER

COMPRESSOR GAS TURBIN GENERATOR

STACK

Penjelasan
Komponen Utama dari PLTG
1. Kompresor.
2. Ruang baker (combuster)
3. Turbin.
4. Generator.
Secara garis besar diagram ini dimulai dari energi udara dan bahan bakar
diubah menjadi energi gas. Energi gas yang dihasilkan dari proses pembakaran
digunakan untuk memutar Turbin sehingga pada step ini ada perubahan energi dari
energi gas menjadi energi mekanik. Karena Turbin dan Generator satu poros maka
pada saat Turbin berputar maka Generator juga ikut berputar sehingga menghasilkan
energi listrik, pada step ini terjadi perubahan energi yaitu dari energi mekanik menjadi
energi listrik.
1 Oleh Ardian
Burhandono
Laporan Training di PLTG Muara
Tawar

Udara luar dihisap oleh compressor dan dialirkan ke combuster, demikian juga
dengan bahan bakar yang dipompa oleh pompa bahan bakar menuju combuster juga.
Pada combuster terjadi pertemuan antara udara, bahan bakar, dan panas yang
ditimbulkan oleh ignitor sehingga terjadi pembakaran. Dari hasil pembakaran
menghasilkan gas yang kemudian gas tersebut memutar Turbin dan juga memutar
Generator karena satu poros sehingga timbulah listrik. Sisa gas yang digunakan untuk
memutar Turbin sebagian keluar menuju Stack. Dari flow Diagram diatas dapat
dimbil kesimpulan bahwa pada PLTG menggunakan Siklus Terbuka (Open Cycle)
karena gas yang telah digunakan untuk memutar Turbin lanmgsung dibuang ke Stack
atau dimanfaatkan sebagai pemanas awal pada PLTGU.
Dengan menggunakan analisa termodinamika dapat digunakan siklus brayton,
pada siklus ini ada 2 prsoses isobaric dan 2 proses isentropic.

Proses kerja turbin gas


Dengan system ini udara atmosfer masuk ke dalam kompresor dengan cara
dihisap dan di kompresikan melalui rangkaian baris sudu kompresor tekanan dan
temperature udara keluar kompresor naik menjadi 10 sampai dengan 14 kalinya.
Kemudian udara yang bertekanan dan bertemperatur tinggi itu masuk ke dalam ruang
bakar. Di dalam ruang bakar disemprotkan bahan bakar melalui penyalaan awal 2 atau
3 ignition. Proses pembakaran langsung terjadi pada tekanan konstan.

SPESIFIKASI DAN PRINSIP PENGOPERASIAN GAS TURBIN


I. SPESIFIKASI
GAS TURBIN
UNIT : GAS TURBIN MUARA TAWAR BLOK 1 dan 2
PRODUKSI : ABB (SWISS)
TYPE : GT 13E2 DUAL
BAHAN BAKAR : HSD/GAS
JUMLAH BURNER : 72 Buah
NOx REDUCTION : WATER INJECTION
GENERATOR
- DAYA MAX : 168 MW (210MVA)

2 Oleh Ardian
Burhandono
Laporan Training di PLTG Muara
Tawar

- POWER FACTOR : 0,8


- TEGANGAN STATOR : 16 KV (15,6 KV – 16,4 KV)
- ARUS STATOR : 6,594 KA (MAX)
- TEMP STATOR : MAX 1. 120 C
MAX 2. 130 C
- PENDINGIN : UDARA
- ARUS EXCITASI : 1326 A
TURBIN : 5 Tingkat
KOMPRESSOR : 21 Tingkat
INLET FILTER : 900 Buah

Selain peralatan utama seperti disebutkan diatas diperlukan juga peralatan pendukung,
yaitu :
• Air Intake
Berfungsi mensuplai udara bersih ke dalam kompresor.
• Blow off Valve
Berfungsi mengurangi besarnya aliran udara yang masuk ke dalam kompressor
utama atau membuang sebagian udara dari tingkat tertentu untuk menghindari
terjadinya stall (tekanan udara yang besar dan tiba-tiba terhadap sudu kompresor
yang menyebabkan patahnya sudu kompresor)
• VIGV ( Variable Inlet Guide Fan )
Berfungsi untuk mengatur jumlah volume udara yang akan di kompresikan sesuai
kebutuhan.
• Ignitor
Berfungsi penyalaan awal atau start up. Campuran bahan bakar dengan udara
dapat menyala oleh percikan bunga api dari ignitor yang terpasang di dekat fuel
nozzle burner dan campuran bahan bakar menggunakan bahan bakar propane atau
LPG.
• Lube oil system
Berfungsi memberikan pelumasan dan juga sebagai pendingin bearing-bearing
seperti bearing turbin, kompressor, generator. Memberikan minyak pelumas ke
jacking oil system. Memberikan supply minyak pelumas ke power oil system.
Sistem pelumas di dinginkan oleh air pendingin siklus tertutup.
• Hydraulic rotor barring
Rotor bearing system terdiri dari : DC pump, Manual pump, Constant pressure
valve, pilot valve, hydraulic piston rotor barring. Rotor barring beroperasi pada
saat unit stand by dan unit shutdown ( selesai operasi ). Rotor barring on < 1 rpm.
Akibat yang timbul apabila rotor barring bermasalah ialah rotor bengkok dan saat
start up akan timbul vibrasi yang tinggi dan dapat menyebabkan gas turbin
trip.
• Exhaust fan oil vapour
Berfungsi utama membuang gas-gas yang tidak terpakai yang terbawa oleh
minyak pelumas setelah melumasi bearing-bearing turbin, compressor dan
generator.

3 Oleh Ardian
Burhandono
Laporan Training di PLTG Muara
Tawar

Fungsi lain adalah membuat vaccum di lube oil tank yang tujuannya agar proses
minyak kembali lebih cepat dan untuk menjaga kerapatan minyak pelumas di
bearing-bearing ( seal oil ) sehingga tidak terjadi kebocoran minyak pelumas di
sisi bearing.
• Power oil system
Berfungsi mensupply minyak pelumas ke :
1. Hydraulic piston untuk menggerakkan VIGV
2. Control-control valve ( CV untuk bahan bakar dan CV untuk air )
3. Protection dan safety system ( trip valve staging valve )
Terdiri dari 2 buah pompa yang digerakkan oleh 2 motor AC.
• Jacking oil system
Berfungsi mensupply minyak ke journal bearing saat unit shut down atau stand by
dengan tekanan yang tinggi dan membentuk lapisan film di bearing. Terdiri dari 6
cylinder piston-piston yang mensupply ke line-line :
1. 2 line mensupply minyak pelumas ke journal bearing.
2. 2 line mensupply minyak pelumas ke compressor journal bearing.
3. 1 line mensupply minyak pelumas ke drive end generator journal
bearing.
4. 1 line mensupply minyak pelumas ke non drive end generator journal
bearing.

PRINSIP OPERASI
1. Daya Mampu .
a. Bahan Bakar HSD
b. Bahan Bakar Gas
2. Kenaikan Beban
a. Normal 8,5 MW/Menit
b. Fast Load 25 MW/Menit
Set Point Normal 145 MW untuk Beban Maximum dengan Bahan Bakar HSD.
Set Point yang diijinkan Maximum 190 MW
3. Sistem Kontrol
a. Egatrol : Kontrol utama Gas Turbin yang mengatur :
1. Start Up Kontrol
Mengatur urut-urutan Start dan Stop Gas Turbin secara Automatis
2. Load / Frekuensi Kontrol
Mengatru operasi Gas Turbin untuk mendapatkan beban yang
diinginkan sesuai Set Point-nya.
3. Temperatur Kontrol
Mengatur operasi Gas Turbin saat Beban Maximum (Base Load).
b. Unitrol : Mengatur Kerja Excitasi (Tegangan Generator) sesuai permintaan
Egatrol.
4. Pengaman Operasi dan Batasan Operasi
a. Sistem Pengaman pada Gas Turbin dapat digolongkan sebaga berikut :
1. Alarm : Memberitahukan bahwa ada peralatan yang terganggu
(dimonitor di efen log)

4 Oleh Ardian
Burhandono
Laporan Training di PLTG Muara
Tawar

2. Protective Load Shedding (PLS) : Beban Gas Turbin akan turun (80
MW/Menit) jika peralatan yang terganggu sudah mencapai batasanya
dan akan berhenti jika penyebab gangguan sudah hilang tetapi beban
tidak akan kembali naik ke Beban semula sebelum PLS diriset.
3. Protective Load Shedding Trip (PLST) : Beban Gas Turbin akan
turun (80 MW/Menit) jika peralatan yang terganggu sudah mencapai
batasanya akan trip setelah beban 6 MW.
4. Trip : Gas Turbin langsung trip jika peralatan yang terganggu sudah
mencapai batasnya.
5. Manual Trip : Gas Trubin bisa langsung di trip manual jika peralatan
pengaman tidak berfungsi tetapi gangguan sudah membahayakan.
b. Pengaman Putaran Turbin
Gas Turbin dilengkapi 2 buah pengaman putaran lebih (Electrical Overspeed)
yang berfungsi men trip Turbin jika terjadi putara lebih yaitu :
1. Electrical Overspeed Governoor .
Mentrip Turbin pada putaran 3300 rpm (110%)
2. Back Up Overspeed Governoor.
Mentrip Turbin pada putaran 3315 rpm (110,5%)
Pada waktu Start Putaran Turbin naik dengan percepatan 300 Rpm. Jika kenaikan
putaran < 300 Rpm Gas Turbin akan Trip dari pengaman DN/DT < MIN (Percepatan /
Waktu < 300 Rpm).
Putaran Kritis pada waktu start adalah 1850 Rpm dan 2250 Rpm pada Temperatur
Exhaust Turbin tidak boleh lebih dari 450 C.
5. Bentuk Operasi
Gas Turbin bisa dioperasikan sebagai berikut :
1. Local (Kunci di Emergency Panel Posisi Local)
Gas Turbin dioperasikan dari local modul melalui Emergency Panel.
2. Remote (Kunci di Emergency Panel Posisi Remote)
Gas Turbin dioperasikan dari MCR (Unit Master jika Purging) Tombol
yang ada pada emergency panel tidak berfungsi kecuali Tombol yang
berwarna merah (Trip) dan Hijau (Riset)

START UP UNIT
Start Up Unit dianggap sudah terjadi jika Generator Unit sudah berhasil disinkronkan
dengan system Tenaga Listrik Pembeli dan telah di bebani pada tingkat Pembangkitan
Minimum sebagaimana diminta oleh Pembeli.
Start Up Open Cycle Mode (Gas Turbin)
a. Start Up Open Cycle Mode didefinisikan sebagai suatu start up unit Turbin
Gas dengan flue gas langsung di buang ke cerobong.
b. Waktu Minimum untuk persiapan, sejak dari perintah start-up :
- Kondisi Gas Turbin Standby dan Turning Motor Run : 8
Menit
- Kondisi Gas Turbin Standby dan Turning Motor stop : 15
Menit
c. Waktu Gas Turbin Start s/d FSNL : 10 Menit
d. Waktu FSNL s/d Sinkron (initial load = 6 MW) : 5 Menit
5 Oleh Ardian
Burhandono
Laporan Training di PLTG Muara
Tawar

e. Waktu initial load s/d Nominal Load (100%) : 17 Menit


f. Start Up Unit maksimum per-bulan tanpa dikenai biaya start-up : 3 kali

6 Oleh Ardian
Burhandono