P. 1
Manajemen Sistem Transportasi (MST)

Manajemen Sistem Transportasi (MST)

|Views: 464|Likes:
Dipublikasikan oleh Faishal Shiddiq Prasetyo
Mempelajari tentang manajemen sistem transportasi (MST)
Mempelajari tentang manajemen sistem transportasi (MST)

More info:

Published by: Faishal Shiddiq Prasetyo on Sep 10, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/17/2015

pdf

text

original

MANAJEMEN SISTEM TRANSPORTASI (MST

)

Mata Kuliah: Sistem Transportasi
Budi Yulianto, ST, MSc, PhD Fakultas Teknik - Universitas Sebelas Maret Surakarta - Indonesia

Definisi

Suatu proses yang tidak hanya menyempurnakan perencanaan transportasi dan teknik lalu lintas, tetapi juga menitikberatkan pada terwujudnya suatu mobilitas, keamanan, penghematan energi, serta perlindungan kualitas lingkungan melalui suatu penerapan metode ilmiah berdasarkan pada prinsip-prinsip teknik dan perencanaan sistem. Dengan perkataan lain MST adalah proses yang melibatkan perencanaan dan operasi dari suatu kesatuan sistem transportasi perkotaan.

Tujuan
Tujuan MST dapat dikelompokkan dalam 5 kelompok: 1. Mempertahankan dan meningkatkan kualitas jasa pelayanan transportasi yang ada, 2. Mempertinggi efisiensi transportasi yang ada, 3. Menekan beaya peningkatan kwalitas dan efisiensi sistem transportasi yang ada, 4. Meminimkan dampak lingkungan dari adanya jasa transportasi dan fasilitas transportasi yang ada, dan 5. Informasi dampak sosial dan ekonomi yang positif dan mengurangi dampak negatif dari fasilitas transportasi yang ada.

mempertinggi keselamatan pergerakan. memperbaiki kenyamanan dan kemudahan fasilitas transportasi yang ada.1. mempertinggi keamanan. mengurangi beaya tempuh pergerakan. . dan memperbaiki kehandalan fasilitas transportasi yang ada. Peningkatan kwalitas jasa pelayanan       memperpendek waktu tempuh pergerakan.

Mempertinggi efisiensi     mengurangi pemakaian kendaraan/ mobil pribadi pemakaian kendaraan umum ditingkatkan pemakaian sepeda angin dan pejalan kaki mempertinggi kapasitas transportasi yang ada .2.

Menekan beaya dan efisiensi sistem   menekan beaya investasi / capital. dan menekan beaya operasi . Meminimkan dampak lingkungan    mengurangi kebisingan mengurangi polusi udara mengurangi penggunaan energi / penghematan BBM .3. 4.

Informasi dampak sosial yang positif    pelayanan transportasi khusus pada segolongan masyarakat yang kurang beruntung (misal: penyandang cacat). dan mengurangi penggusuran. distribusi pelayanan dan beaya transportasi yang lebih merata dan adil.5. .

yang meliputi: diterapkan untuk daerah 1. Organisasi a. Masukan dan partisipasi dari organisasi terkait yang berhubungan dengan masalah perencanaan wilayah (Bappeda). . b. pengembangan jalan (Dinas PU). dll. Organisasi yang bertanggung jawab teradap pengaturan sistem transportasi dalam hal ini adalah Dishub.Garis Besar Proses MST Proses MST berikut dapat perkotaan.

. Keselamatan Tujuan jangka pendek harus konsisten dengan tujuan jangka panjang. Efisiensi dengan menggunakan fasilitas yang ada (b). Pertimbangan sosial. Dampak tataguna lahan (g). Mobilitas dan aksesibilitas bagi orang yg berusia lanjut dan cacat (e). contoh: (a). Meningkatkan mobilitas perkotaan (c). Merumuskan strategi kebijaksanaan secara menyeluruh dan tujuan pengembangan jangka pendek yang ingin dicapai. Biaya (i). dan lingkungan (d).2. ekonomi. Perbaikan kualitas udara (f). Aksesibilitas (h).

Karakteristik fisik (b). Pengumpulan data untuk mengidentifikasi karakteristik sistem yang ada.3. Layanan transit . Kemacetan (b). Karakteristik manajemen 4. Identifikasi masalah dan defesiensi yang dihasilkan dari penggunaan sistem transportasi yang tidak efisien. contoh: (a). contoh: (a). Karakteristik operasi (c).

Efisiensi penggunaan jalan yang ada (b).5. contoh: (a). Memperbaiki layanan transit (d). Pengembangan kriteria evaluasi sesuai dengan tujuan jangka pendek. Pengembangan kemungkinan alternatif pemecahan dari setiap masalah. Meningkatkan efisiensi internal manajemen transit 6. (c) tingkat pelayanan . contoh: (a) kecelakaan. (b) waktu tempuh. Pengurangan penggunaan kendaraan di daerah yang macet (c).

Pelaksanaan proyek . Evaluasi kemungkinaan pemecahan dari setiap masalah terhadap kriteria sebelumnya 8. Dokumentasi proses dalam bentuk kaporan MST 11. Menyusun penyelesai terpilih dari setiap masalah 10.7. Pemilihan penyelesain tertentu dari setiap masalah 9.

ataupun melintasi rute/area tertentu. . . .Contoh Cara Pelaksanaan MST A. Contoh: .Penerapan sistem pembuntuan jalan. Pembatasan Lalu Lintas (Traffic Restrictions)  Traffic restriction adalah metoda yang mencegah lalu lintas kendaraan memasuki.Penutupan jalan secara permanen atau temporer. dan .Larangan penggunaan kendaraan berat berdasarkan area atau waktu. berhenti. Cara ini ditujukan hanya untuk suatu kendaraan dengan kategori tertentu.Pembatasan parkir di jalan.

The width of the cobbled patch prevents cars from crossing. Buses only are allowed. .Traffic restriction measures on the Old Norwich Road.

Pengendalian Lalu Lintas (Traffic Restraint)  Metoda ini digunakan untuk mengendalikan lalu lintas kendaraan dengan menerapkan suatu konsekuensi bagi pengguna sistem transportasi. sehingga jarak tempuhnya lebih panjang. .B. Penggunaan metoda ini akan berpengaruh terhadap pemilikan moda serta pemilihan rute. Contoh: Jika tidak mau membayar bea masuk suatu area maka kendaraan akan memilih rute memutar. Konsekuensi tersebut dapat berupa pembayaran atau penalti.

1.Contoh penerapan metoda traffic restraints: B.Pengoperasian jalan tol dan .Area licencing  menarik bayaran kepada kendaraan yang masuk area tertentu yang padat. dengan cara mengurangi kemacetan dan mengefisienkan penggunaan angkutan umum dengan cara menarik bayaran kepada pengguna rute/area yang padat. . Penerapan Road/Congestion Pricing Bertujuan untuk mengurangi total biaya perjalanan. Contoh: .

Congestion pricing is a concept from market economics regarding the use of pricing mechanisms to charge the users of public goods for the negative externalities generated by the peak demand in excess of available supply. causing a shortage. or shifting it to the consumption of a substitute public good. and that they should pay for the additional congestion they create. . thus encouraging the redistribution of the demand in space or in time. According to the economic theory behind congestion pricing. Usually this means increasing prices during certain periods of time or at the places where congestion occurs. switching from private transport to public transport. for example. the objective of this policy is the use of the price mechanism to make users more aware of the costs that they impose upon one another when consuming during the peak demand. or introducing a new usage tax or charge when peak demand exceeds available supply in the case of a tax-funded public good provided free at the point of usage. and that the shortage should be corrected by charging the equilibrium price rather than shifting it down by increasing the supply. at a price of zero. demand exceeds supply. Its economic rationale is that.

Congestion pricing is an efficiency pricing strategy that requires the users to pay more for that public good. airports and road pricing. railways and autobus services. if manufacturing or transportation cause air pollution imposing costs on others when making use of public air. . or because is not economically or financially feasible to provide additional capacity to the service. Congestion pricing is one of a number of alternative demand side (as opposed to supply side) strategies offered by economists to address traffic congestion. and has been proposed for charging internet access. as a means to better manage the demand for the service. the disposition of the revenues raised.This pricing mechanism has been used in several public utilities and public services for setting higher prices during congested periods. and whether to avoid expensive new investments just to satisfy peak demand. Congestion is considered a negative externality by economists. It also has been extensively studied and advocated by mainstream transport economists for ports. metros. such as undesirable distribution effects. and the social and political acceptability of the congestion charge. thus increasing the welfare gain or net benefit for society. An externality occurs when a transaction causes costs or benefits to a third party. although not necessarily. Congestion pricing has been widely used by telephone and electric utilities. particularly for urban roads. though actual implementation is rather limited due to the controversial issues subject to debate regarding this policy. waterways. For example. from the use of a public good. often.

org/wiki/Congestion_charging . congestion pricing is premised on a basic economic concept: charge a price in order to allocate a scarce resource to its most valuable use. If a good or service is provided free of charge. was summarized in a testimony to the United States Congress Joint Economic Committee in 2003: "congestion is considered to arise from the mis-pricing of a good. as evidenced by users' willingness to pay for the resource". namely. http://en.wikipedia. highway capacity at a specific place and time.The transport economics rationale for implementing congestion pricing on roads. people tend to demand more of it – and use it more wastefully – than they would if they had to pay a price that reflected its cost. The quantity supplied (measured in lane-miles) is less than the quantity demanded at what is essentially a price of zero. described as "one policy response to the problem of congestion". Hence.

Singapore Singapore and Stockholm charge a congestion fee every time a user crosses the cordon area. . while London charges a daily fee for any vehicle driving in a public road within the congestion charge zone.Congestion Charging .London Electronic Road Pricing . regardless of how many times the user crosses the cordon.

. Caranya:  Membatasi jumlah tempat parkir dan lokasi perparkiran.2.B. jam sibuk). dan  Penarikan ongkos parkir berdasarkan waktu penggunaan (contoh: pagi/siang. Penerapan Kontrol Perparkiran (Parking Control) Bertujuan untuk membatasi jumlah kendaraan yang parkir di area pusat kegiatan serta untuk membatasi volume lalu lintas di perkotaan.  Pembatasan durasi penggunaan tempat parkir.

.

C.Pajak pembelian kendaraan . Sistem ini diterapkan dengan cara: .Pajak import kendaraan . yang akan membatasi penggunaan dan pemilikan kendaraan bermotor lebih dari jumlah tertentu. Sistem Fiskal/Keuangan (Fiscal Measures) Kebijaksanaan fiskal ini berkenaan dengan penerapan pajak terhadap hal hal yang berhubungan langsung dengan transportasi.

penerapan flat fare (ongkos sama untuk semua variasi jarak). . Sistem Insentif (Incentives System) Merupakan suatu sistem dimana pengguna transportasi akan mendapatkan keuntungan tambahan langsung sebagai akibat dari penerapan sistem tersebut.D.Pemberlakuan kebijaksanaan pd pengoperasian kendaraan umum.Pengaturan jam kerja secara bergiliran (staggered work hours) yang mengurangi volume lalu lintas pada jam sibuk . Contoh: subsidi penumpang usia lanjut dan pelajar. penggunaan kartu langganan. yang dapat berupa: .

1.E. Memberikan perlakuan khusus bagi kendaraan umum Contoh:  Pemberian proritas bagi bus pd persimpangan (bus priority)  Penerapan jalur berlawanan khusus untuk bus (contra flow bus lanes)  Penerapan jalur khusus bus (exclusive bus lanes) . Perbaikan Layanan Transit / Kendaraan Umum E.

bus speed rather than avg. vehicle speed. to either give an early green signal or hold one that is being displayed.Traffic Signal Priority      Special treatment to transit vehicles at signalized intersections. Preferential treatment of buses at intersections can involve the extension of green time or actuation of the green light at signalized intersections upon detection of an approaching bus Passive priority: timing signal lights with respect to avg. Queue jumpers: short stretch of bus lane combined with traffic signal priority to cut queues of traffic and receive a green signal. . Active priority: uses chips on the bus and light to calculate the speed of bus and time of approach. and depending on traffic situation at the time.

Batik Solo Trans Bus Priority .

  .Contra-Flow Bus Lanes  A contraflow lane is a bus lane that runs in the opposite direction in what would otherwise be a one-way street. They have a physical divide to only allow authorized vehicles through. These contraflow lanes can be used during peak times of the day to avoid traffic congestion or can be permanent.

speeds travel time.Exclusive Bus Lane  Giving buses priority to lanes. .

dan .Halte bus. tram. kenyamanan Contoh: .Penyediaan fasilitas Park & Ride. dll. toilet. .E. Penyediaan fasilitas untuk pengguna kendaraan umum. trolleybus dan kelengkapannya: informasi rute.Pengadaan terminal transit yang merupakan titik pertemuan semua jenis transit yang ada. dll. .2. . jadwal keberangkatan/ kedatangan.Fasilitas di dalam kendaraan umum: AC.

.

.

rail system (rapid transit. light rail or commuter rail).Park and ride facilities are car parks with connections to public transport that allow commuters and other people wishing to travel into city centres to leave their vehicles and transfer to a bus. . Park and rides are generally located in the suburbs of metropolitan areas or on the outer edges of large cities. Many railway stations and airports feature an area in which cars can discharge and pick up passengers. The vehicle is stored in the car park during the day and retrieved when the owner returns. These "kiss and ride" facilities allow drivers to stop and park temporarily. or carpool for the rest of their trip.

Contoh:  updating SLLL di persimpangan (isolated junction)  koordinasi SLLL pada jalan arteri (> 2 junctions)  koordinasi SLLL pada pusat kota (network). and  SLLL untuk peralihan rute. . Sistem Lampu Lalu Lintas (Traffic Signal Control) Bertujuan meningkatkan kapasitas dan keselamatan pengguna jalan (road user) di persimpangan berlampu lalu lintas.F.

. city walk).  Fasilitas keselamatan pejalan kaki (pedestrian crossing).G. dan  Parkir khusus untuk sepeda.Fasilitas Pejalan Kaki dan Sepeda Usaha untuk mengurangi penggunaan kendaraan mobil pribadi.  Jembatan penyeberangan untuk pejalan kaki dan sepeda. Contoh:  Pembangunan trotoar (pedestrian area.  Jalur khusus untuk sepeda.

.

.

.

Thanks………. .

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->