Anda di halaman 1dari 20

BAB I PENDAHULUAN 1.

1 Latar Belakang
Istilah ventura berasal dari kata venture, yang berarti sesuatu yang mengandung risiko atau dapat pula diartikan sebagai usaha. Jadi, modal ventura (venture capital) adalah modal yang ditanamkan pada usaha yang mengandung risiko. Perusahaan modal ventura adalah badan usaha yang melakukan usaha pembiayaan dalam bentuk dengan penyertaan modal ke dalam suatu perusahaan yang menerima bantuan pembiayaan untuk jangka waktu tertentu.Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa modal ventura merupakan pembiayaan yang memiliki risiko tinggi. Pembiayaan modal ventura berbeda dengan bank yang memberikan pembiayaan berupa pinjaman atau kredit, karena modal ventura memberikan pembiayaan dengan cara melakukan penyertaan langsung ke dalam perusahaan yang dibiayainya. Perusahaan yang memperoleh pembiayaan modal ventura disebut Perusahaan Pasangan Usaha (PPU) atau investee company. Instrumen yang dapat digunakan dalam rangka modal ventura adalah obligasi konversi (convertible bond) yang memiliki hak opsi untuk ditukarkan dengan saham PPU. Umumnya, pembiayaan modal ventura hampir selalu disertai dengan persyaratan keterlibatan dalam manajemen PPU, yang biasanya disepakati dalam perjanjian modal ventura. Jangka waktu penyertaan bersifat sementara, di beberapa negara berada di antara 3 - 10 tahun. Di Indonesia sendiri, jangka waktu tersebut menurut Keppres No. 61/1988 adalah sudah harus diinvestasi maksimum 40 tahun, Ciri inilah pula yang membuat unik dan membedakannya dengan investasi biasa.

1.2 Tujuan Penyusunan Makalah


1. Sebagai bahan penunjang dalam proses diskusi kelompok pada mata kuliah manajemen perbankan. 2. Sebagai salah satu sumber untuk memahami lebih dalam mengenai modal ventura dan perannya dalam kehidupan ekonomi.

1.3 Manfaat Penyusunan Makalah


Menambah pengetahuan dan pemahaman yang lebih mendalam mengenai modal ventura sebagai topik yang tengah dibahas dalam makalah ini

BAB II PEMBAHASAN 2.1 Sejarah Modal Ventura


A. Di Dunia Internasional Walaupun penyertaan modal sudah dikenal serta dilakukan oleh investor sejak zaman dahulu, Georges Doriot dikenal sebagai penemu dari industri modal ventura. Pada tahun 1946, Doriot mendirikan American Research and Development Corporation (AR&D), dimana investasinya pada perusahaan Digital Equipment Corporation adalah merupakan sukses terbesar. Pada Tahun 1968 sewaktuDigital Equipment melakukan penawaran sahamnya kepada publik, dan ini memberikan imbal hasil investasi (return on investmentROI) sebesar 101% kepada AR&D .Investasi ARD's yang senilai $70.000 USD pada Digital Equipment Corporation pada tahun 1957 tersebut telah bertumbuh nilainya menjadi $355 juta USD. Biasanya juga dianggap bahwa modal ventura yang pertama kali adalah investasi yang dilakukan pada tahun 1959 oleh Venrock Associates pada perusahaan Fairchild Semiconductor.Awal mula tumbuhnya industri modal ventura ini adalah dengan diterbitkannya Undang-undang investasi usaha kecil (Small Business Investment Act) diAmerika pada tahun 1958 dimana secara resmi diperbolehkannya Kantor Pendaftaran Usaha Kecil (Small Business Administration (SBA)) untuk mendaftarkan perusahaan modal kecil untuk membantu pembiayaan dan permodalan dari usaha wiraswasta di Amerika. B. Di Indonesia Mengacu kepada Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 1251/1988, perusahaan modal ventura dapat membantu permodalan maupun bantuan teknis yang diperlukan calon pengusaha maupun usaha yang sudah berjalan guna : 1. Pengembangan suatu penemuan baru. 2. Pengembangan perusahaan yang pada tahap awal usahanya mengalami kesulitan dana. 3. Membantu perusahaan yang berada pada tahap pengembangan. 4. Membantu perusahaan yang berada dalam tahap kemunduran usaha. 5. Pengembangan projek penelitian dan rekayasa. 6. Pengembangan berbagai penggunaan teknologi baru dan alih teknologi baik dari dalam maupun luar negeri. 7. Membantu pengalihan pemilikan perusahaan Perusahaan modal ventura di Indonesia diawali dengan pembentukan PTBahana Pembinaan Usaha Indonesia (BPUI), sebuah badan usaha milik negara(BUMN) yang sahamnya dimilki oleh Departemen Keuangan (82,2%) dan Bank Indonesia (17,8%).

Gema nama Bahana memang sempat menggetarkan dunia keuangan nusantara. Ketika pada tahun 1993 salah satu anak usahanya, PT Bahana Artha Ventura (BAV), agresif melebarkan usaha ke seluruh provinsi, membentuk Perusahaan Modal Ventura Daerah (PMVD). Sasarannya, usaha kecil menengah (UKM) untuk dibiayai.

2.2 Pengertian Modal Ventura


Kegiatan investasi yang dibiayai oleh modal ventura biasanya dalam jangka waktu panjang dan memiliki resiko tinggi, seperti membentuk atau pengembangan usaha baru di bidang tertentu. Meskipun resiko yang dihadapi tinggi, pihak modal ventura mengharapkan suatu keuntungan yang tinggi pula dari penyertaan modalnya berupa capital gain atau deviden. Perusahaan yang pembiayaannya dari modal ventura disebut Perusahaan Pasangan Usaha (PPU) atau investee company. Pengertian Perusahaan Modal Ventura sesuai dengan keputusan Presiden Nomor 61 Tahun 1988 adalah badan usaha yang melakukan suatu pembiayaan dalam bentuk penyertaan modal ke dalam suatu perusahaan yang menerima bantuan pembiayaan. Adapun beberapa ahli yang mendefinisikan tentang modal ventura antara lain : 1. Handowo Dipo Suatu dana usaha dalam bentuk pinjaman yang bisa dialihkan menjadi saham. 2. Toni Lorenz Investasi jangka panjang, dimana tujuan utama dan sebagai kompensasi atas risiko yang tinggi dari investasinya adalah perolehan keuntungan, bukan pendapatan deviden atau bunga. 3. Robert White Usaha penyediaan pembiayaan untuk membentuk atau mengembangkan usahausaha baru dibidang teknologi dan non teknologi.

2.3 Tujuan Pendirian Modal Ventura


Pembiayaan modal ventura, di samping berorientasi untuk memperoleh keuntungan yang tinggi dengan risiko yang tinggi pula, juga bertujuan antara lain untuk: Memungkinkan dan mempermudah pendirian suatu perusahaan baru. a. Membantu pembiayaan perusahaan yang sedang mengalami kesulitan dana dalam pengembangan usahanya, terutama pada tahap-tahap awal. b. Membantu perusahaan baik pada tahap pengembangan suatu produk maupun pada tahap mengalami kemunduran. c. Membantu terwujudnya dari hanya suatu gagasan menjadi produk jadi yang siap dipasarkan.

d. Memperlancar mekanisme investasi di dalam dan luar negeri. e. Mendorong pengembangan proyek research and development. f. Membantu pengembangan teknologi baru dan memperlancar terjadinya alih teknologi. g. Membantu dan memperlancar pengalihan kepemilikan suatu perusahaan. Dari sisi perusahaan pasangan usaha (investee company), masuknya modal ventura sebagai sumber pembiayaan pada perusahaan akan memberi manfaat bagi perusahaan yang bersangkutan antara lain sebagai berikut: Kemungkinan Berhasilnya Usaha Lebih Besar Dalam kenyataannya, seseorang yang menemukan suatu ciptaan baru belum tentu mampu memproduksi dan sekaligus memasarkan produknya tersebut dengan berhasil, Pelaksanaan produksi dan pemasaran membutuhkan suatu keahlian, pengalaman, dan jaringan yang memadai sehingga akan menjamin kelancaran usaha. Dengan masuknya modal ventura yang memiliki kemampuan manajemen dan latar belakang bisnis yang kuat sebagai partner usahanya, maka risiko usaha tersebut dapat dikurangi. Meningkatkan Efesiensi Pendistribusian Produk Pada awal dilakukannya produksi, biasanya jumlah produksi tidak akan efisien apabila pendistribusian ditangani sendiri karena volume produksi belum ekonomis untuk dilakukan distribusi sendiri. Untuk mengatasi keterbatasan ini, perusahaan modal ventura, yang memiliki jaringan distribusi atau pemasaran yang luas, dapat diajak serta untuk memberi pembiayaan dengan cara melakukan penyertaan pada perusahaan pasangan usaha. Meningkatkan Bankabilitas Perusahaan baru sering mengalami kesulitan untuk memperoleh pembiayaan, antara lain karena perusahaan bersangkutan biasanya memiliki tim manajemen yang lemah, di samping struktur permodalan yang kurang kuat menyebabkan bank menjadi kurang berminat untuk memberi pinjaman kepada perusahaan baru. Masuknya perusahaan modal ventura ke dalam perusahaan tersebut jelas akan meningkatkan

kepercayaan para calon kreditor pada perusahaan tersebut, di samping adanya perbaikan dalam struktur permodalan. Meningkatkan Kemampuan Memperoleh Keuntungan Pembiayaan modal ventura merupakan pembiayaan dalam bentuk penyertaan modal sehingga perusahaan tidak perlu mengeluarkan biaya rutin dalam bentuk bunga dan cicilan pokok. Di samping itu, jangka waktu pembiayaan modal ventura relatif berjangka panjang sehingga perusahaan akan dapat menggunakan dana tersebut untuk investasi jangka panjang pula. Penambahan modal sendiri perusahaan yang bersumber dari penyertaan saham modal ventura akan semakin memperkecil debt equity ratio perusahaan, yang tentunya secara langsung akan mengurangi atau memperkecil beban biaya bunga. Kecilnya beban biaya bunga yang ditanggung tersebut jelas akan meningkatkan kemampuan perusahaan untuk memperbesar perolehan laba operasinya. Meningkatkan Likuiditas Likuiditas perusahaan tidak perlu terganggu karena perusahaan tidak memiliki beban pembayaran bunga dan cicilan pokok pinjaman seperti halnya dalam kredit bank sebagaimana telah disebutkan di atas.

2.4
1. 2. 3. 4. 5. 6.

Landasan Hukum Modal Ventura

Peraturan yang menjadi landasan hukum modal ventura yang dimaksud adalah sebagai berikut: Keputusan Menteri Keuangan Nomor 469/KMK.017/1995 tanggal 3 Oktober 1995 Tentang Pendirian dan Pembinaan Perusahaan Modal Ventura. Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 1995 tentang Pajak Penghasilan bagi Perusahaan Modal Ventura. Keputusan Menteri Keuangan Nomor 227/KMK.01/1994 tanggal 9 Juni 1994 Tentang Sektor-sektor Usaha Perusahaan Pasangan Usaha dari Perusahaan Modal Ventura. Peraturan Pemerintah Nomor 62 tahun 1992 tentang sektor-sektor usaha Perusahaan Pasangan Usaha (PPU) Perusahaan Modal Ventura. Keputusan Menteri Keuangan Nomor 1251/KMK.013/1988 tanggal 20 Desember 1988 Tentang ketentuan dan Tata Cara Pelaksanaan Lembaga Pembiayaan. Kepres Nomor 61 tahun 1988 tentang Lembaga Pembiayaan.

2.5

Karakteristik Modal Ventura

Pembiayaan modal ventura memiliki beberapa karakteristik yang membedakannya dengan jenis pembiayaan lainnya seperti perbankan, perusahaan pembiayaan: leasing, factoring, dan pembiayaan konsumen. Karakteristik modal ventura tersebut antara lain sebagai berikut : 1. Pembiayaan Modal Ventura Merupakan Equity (Quasi Equity Financing) Bentuk pembiayaan oleh perusahaan modal ventura dilakukan dengan penyertaan modal langsung pada perusahaan pasangan usaha. Di samping itu, pembiayaan modal ventura dapat pula dilakukan dengan menggunakan instrumen obligasi konversi atau convertible bond. Bentuk pembiayaan ini dikenal sebagai semi equity financing. 2. Modal Ventura Merupakan Investasi dengan Perspektif Jangka Panjang (Long-term Perspective) Modal ventura tidak mengharapkan perolehan keuntungan dengan memperdagangkan sahamnya secara jangka pendek, akan tetapi mengharapkan capital gain setelah jangka waktu tertentu. Hal ini berarti pembiayaan atau bisnis modal ventura, pada prinsipnya, memiliki perspektif yang bersifat jangka panjang. 3. Modal Ventura Merupakan Pembiayaan yang Bersifat Risk Capital Dikatakan berisiko tinggi karena pembiayaan modal ventura tidak disertai dengan jaminan, seperti halnya dengan kredit perbankan. Akan tetapi hanya didasarkan pada keyakinan atas gagasan yang diusulkan tersebut dengan harapan untuk mendapatkan return yang lebih besar. 4. Pembiayaan Modal Ventura Bersifat Aktif (Active Investnaent) Pembiayaan modal ventura selalu disertai dengan keterlibatan perusahaan modal ventura dalam manajemen perusahaan yang dibiayai, meliputi: manajemen keuangan, pemasaran dan pengawasan operasional. 5. Modal Ventura Bersifat Sementara Meskipun pembiayaan modal ventura berupa penyertaan saham, namun pada prinsipnya, tetap bersifat sementara, misalnya, ketentuan jangka waktu penyertaan modal ventura di Indonesia maksimum 10 tahun. Dalam kurun waktu tersebut, diharapkan perusahaan yang dibiayai sudah mencapai tingkat pertumbuhan yang diinginkan, dan selanjutnya perusahaan modal ventura

akan menarik diri dengan menjual sahamnya (divestasi) pada perusahaan pasangan usahanya. 6. Keuntungan Berupa Capital Gain dan Dividen Keuntungan yang diharapkan diperoleh perusahaan modal ventura melalui capital gain atau apresiasi nilai saham di samping dividen. 7. Rate of Return yang Tinggi Bidang usaha yang umumnya dibiayai oleh modal ventura adalah yang bersifat terobosan-terobosan baru yang menjanjikan keuntungan yang tinggi.

2.6 Mekanisme Modal Ventura


Ada dua mekanisme di dalam penyaluran modal ventura, yaitu : 1. Single Tier Approach Perusahaan modal ventura menghimpun dana dan mengelola dana yang diinvestasikan dalam bentuk penyertaan modal pada perusahaan pasangan usaha. 2. Two Tier Approach Pengelolaan modal ventura yang melibatkan dua badan usaha terpisah, dimana yang satu sebagai perusahaan penyedia dana (fund company) dan yang lain sebagai perusahaan pengelola (management company) yang melakukan pengelolaan fund company yang bersangkutan.

2.7 Jenis Pembiayaan Modal Ventura


1. Jenis-jenis Pembiayaan yang dilakukan oleh perusahaan modal ventura adalah: Equity Financing Yaitu merupakan jenis pembiayaan langsung. Dalam hal ini perusahaan modal ventura melakukan penyertaan langsung pada Perusahaan Pasangan Usaha (PPU) dengan cara mengambil bagian dari sejumlah saham milik PPU. Semi Equity Financial Yaitu merupakan pembiayaan dengan membeli obligasi konversi yang diterbitkan oleh Perusahaan PPU. Mendirikan perusahaan baru. Dalam hal ini perusahaan modal ventura bersamasama dengan PPU mendirikan usaha yang baru sama sekali. Bagi hasil Pembiayaan jenis ini merupakan pembiayaan kepada usaha kecil yang belum memiliki bentuk badan hukum Perseroan Terbatas (PT), namun tidak tetutup

2. 3. 4.

kemungkinan dengan yang berbadan hukum PT, apabila kedua belah pihak menginginkannya.

2.8

Sumber Dana Modal Ventura

Sumber dana modal ventura dapat berasal dari berbagai sumber, antara lain sebagai berikut: 1. Investor Perseorangan Umumnya, investor perseorangan lebih menyukai dan cenderung melakukan investasi pada usaha yang telah berjalan lancar dan bersifat jangka pendek. Investor individu yang memiliki kesabaran dan kesiapan untuk menerima dan menanggung risiko tinggi dalam suatu usaha dianggap sebagai seorang venture capitalist murni karena dalam usaha modal ventura sulit diharapkan akan memberi hasil yang besar atas investasi yang ditanam dalam kurun waktu satu atau dua tahun. 2. Investor Institusi Biasanya perusahaan-perusahaan besar, terutama di negara-negara industri, memiliki suatu divisi tersendiri yang khusus menangani bisnis modal ventura. Tugas divisi khusus ini adalah menampung dan mengevaluasi suatu ide-ide, terutama dalam bidang teknologi, yang dapat dikembangkan menjadi suatu produk teknologi baru yang dapat dipasarkan. Keikutsertaan investor institusi ini merupakan alternatif sumber dana modal ventura. 3. Perusahaan Asuransi dan Dana Pensiun. Lembaga keuangan non-bank ini merupakan sumber dana modal ventura yang cukup besar. Potensi lembaga ini sebagai investor dalam usaha modal ventura didukung oleh sumber dananya yang berjangka panjang. 4. Perbankan Sumber dana modal ventura dapat diperoleh dari bank-bank yang tertarik melakukan bisnis modal ventura. Namun, perlu dipertimbangkan mengenai dana bank yang bersifat jangka pendek, sementara modal ventura bersifat jangka panjang. Dana-dana yang berasal dari bank sebaiknya digunakan untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan dengan pola bagi hasil yang berjangka waktu pendek. 5. Lembaga Keuangan Internasional Lembaga keuangan internasional dapat menjadi sumber dana modal ventura, terutama yang berkaitan dengan upaya untuk membantu pengembangan

sektor-sektor tertentu. Kelebihan sumber dana ini, di samping berbiaya murah, juga biasanya memiliki jangka waktu panjang dengan masa tenggang waktu.

2.9 Perbedaan Modal Ventura dan Bank


Adapun antara bank dan modal ventura memiliki suatu perbedaan, antara lain : Bank Modal ventura Pelaku Bank, kreditur, debitur Investor, perusahaan modal ventura, PPU Bantuan pembiayaan Pinjaman / kredit Penyertaan modal Keterlibatan manajemen Tidak ada Ada sebagai partner Jenis resiko Kredit macet Usaha gagal Bentuk keuntungan Bunga kredit Capital gain Jangka waktu Pendek, menengah, 5-10 tahun (panjang) panjang Akhir kontrak Lunas & putus hubungan divestasi

2.10 Keunggulan dan Kelemahan Modal Ventura


A. Keunggulan 1. Sumber dana bagi perusahaan baru. 2. Adanya penyertaan manajemen. 3. Keperdulian yang tinggi dari perusahaan modal Ventura. 4. Dengan adanya penyertaan modal, Perusahaan Pasangan Usaha dapat mencari bantuan modal dalam bentuk lain. 5. Modal Ventura menaikkan pamor Perusahaan Pasangan Usaha dan Perusahaan Modal Ventura itu Sendiri. 6. Perusahaan Pasangan Usaha mendapat mitra baru yang dimiliki perusahaan modal ventura. 7. Mendukung usaha kecil yg berpotensi berkembang dan memperluas kesempatan kerja. B. Kelemahan Modal Ventura 1. Jangka waktu pembiayaan yang relatif panjang. 2. Terlalu selektifnya perusahaan modal ventura dalam mencari perusahaan pasangan usaha. 3. Kontrol manajemen perusahaan pasangan usaha dapat diambil alih oleh perusahaan modal ventura apabila menunjukan gejala kegagalan.

Nama-nama perusahaan Modal Ventura yang ada di Indonesia, antara lain:


1 PT Multi Investama Ventura 2 PT Astra Mitra Ventura 3 PT Freefort FinanceIndonesia 4 PT Bahana Artha Ventura 5 PT Bahana Bina Ventura 6 PT Ventura Investasi Utama 7 PT Multi Ventura Kapitalindo 8 PT Bhakti Sarana Ventura 9 PT Batavia Internasional Ventura 10 PT Arsi Bina Venturinda

Salah satu perusahaan Modal Ventura yang ada di Indonesia :

PT. Bahana Artha Ventura


PT. Bahana Artha Ventura (BAV) adalah anak perusahaan Perseroan (Persero) PT. Bahana Pembinaan Usaha Indonesia yang memfokuskan diri pada pengembangan usaha mikro, kecil, menengah (UMKM) dan koperasi dengan memberikan fasilitas pembiayaan dan pendampingan manajemen dengan tetap menjalankan praktek bisnis yang sehat. Visi kami adalah Menjadi Perusahaan Modal Ventura Terkemuka di Indonesia sebagai Mitra bagi Pengusaha UMKM. Dan untuk mencapai hal tersebut kami memiliki misi untuk menjadi Mitra Usaha UMKM yang memberikan fasilitas pembiayaan dan melakukan pendampingan aktif dalam hal pengembangan kemampuan manajerial UMKM. Dalam beberapa tahun BAV telah berhasil mempercepat perkembangan usaha mikro, kecil menengah (UMKM) di Indonesia. BAV berhasil menggali potensi daerah untuk dikembangkan melalui berbagai program pembiayaan, dampingan manajemen dan dukungan pemasaran. Keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan pemerintah dan pihak-pihak terkait lainnya yang berkomitmen untuk mengembangkan sektor UMKM. Keberhasilan BAV dalam mempercepat perkembangan UMKM di Indonesia tidak lepas dari dukungan pendanaan dari pemerintah sebagai berikut:

Penerusan pinjaman dari Japan Exim Bank pada tahun 1996 Pinjaman Rekening Dana Investasi (RDI) Dana Modal Awal Padanan (MAP) sejak tahun 2001

Manajemen PT. Bahana Artha Ventura (BAV)


BAV memiliki sumber daya manusia yang sudah sangat handal dan berpengalaman baik di sektor Perbankan maupun sektor jasa keuangan lainnya (swasta dan pemerintahan) dengan total pengalaman lebih dari 30 tahun. Selain itu kami secara konsisten melakukan program pengembangan sumber daya

manusia melalui pendidikan formal dan informal demi terciptanya proses regenerasi yang berkesinambungan.

Susunan Manajemen PT. Bahana Artha Ventura adalah sebagai berikut:

Dewan Komisaris Presiden Komisaris Komisaris Komisaris

Hari Gursida Dwina Septiani K Heri Sunaryadi Direksi Hesty Purwanti Joseph Tobing Dwityo Pujotomo Budi Permana Agus Wicaksono

Direktur Utama Direktur Direktur Direktur Plt. Direktur

Jenis pembiayaan Bahana Artha Ventura (BAV)


Penyertaan Saham:

Jenis pembiayaan ini berbentuk penyertaan langsung dengan pembelian saham Calon Perusahaan Pasangan Usaha (CPPU) oleh Modal Ventura. Syarat dari pembiayaan ini adalah CPPU harus sudah berbentuk Perseroan Terbatas (PT), atau akan menjadi PT bersamaan dengan masuknya Modal Ventura sebagai pemodal.

Obligasi Konversi:

Dengan Obligasi Konversi, CPPU menerbitkan surat Obligasi kepada Modal Ventura dengan perjanjian akan dapat dikonversikan/ditukar menjadi saham pada waktu yang akan ditetapkan. Syarat dari pembiayaan ini adalah CPPU harus sudah berbentuk Perseroan Terbatas (PT), atau akan menjadi PT bersamaan dengan masuknya Modal Ventura sebagai pemodal.

Bagi Hasil:

Bagi Hasil adalah suatu jenis pembiayaan dimana terlebih dahulu disepakati suatu prosentase tertentu dari keuntungan setiap bulan atau dari suatu periode yang telah ditetapkan yang akan diberikan oleh Perusahaan Pasangan Usaha (PPU) kepada Modal Ventura. Syarat Pembiayaan Bagi Hasil dapat dilakukan terhadap semua bentuk badan usaha.

Jenis pembiayaan yang sebagian besar diserap oleh UMKM adalah pembiayaan dengan pola bagi hasil. Karena pola ini secara tradisional seringkali digunakan UMKM untuk pengembangan usahanya. Dilain pihak, salah satu sumber dana terbesar BAV yang diperoleh melalui pinjaman mensyaratkan bahwa pola pembiayaan adalah bagi hasil.

Pola pembiayaan bahana Artha Ventura (BAV)


Pembiayaan Langsung/Individu Pola kerjasama ini adalah Pola Pembiayaan Langsung dari BAV dan/atau PMVD kepada Satu Perusahaan. Bahana memberikan dana kepada PPU - UMKM (PPU), dan juga bekerjasama dengan pihak ketiga (Jasa Profesional dan Institusi Terkait) untuk membantu memberikan jasa (audit, pelatihan, hukum, manajemen, dll) kepada PPU.

Kerjasama Kemitraan Pola kerjasama ini adalah Pola Pembiayaan kepada para Pemasok yang melibatkan Perusahaan Besar/BUMN. Kerjasama antara BAV dan/atau PMVD dengan Perusahaan Besar atau BUMN dimaksudkan untuk membantu dan membina secara bersama-sama demi kemajuan para Pemasok Dalam kerjasama yang dibina, diharapkan Perusahaan Besar / BUMN bertindak sebagai penjamin pasar, manajemen mutu dari produk yang dihasilkan oleh para Pemasok.

Kerjasama Inti - Plasma Pola kerjasama ini adalah Pola Pembiayaan kepada Perusahaan Plasma yang melibatkan Perusahaan Inti. Kerjasama antara Bahana dan/atau PMVD dengan Perusahaan Inti dimaksudkan untuk membantu dan membina secara bersama - sama kemajuan Perusahaan Plasma. Keterlibatan Bahana dan/atau PMVD adalah dari segi pendanaan. Keterlibatan Perusahaan Inti adalah dari segi bimbingan kualitas, manajemen, produksi, dll.

Pola Pendampingan Bahana Artha Ventura


Kegiatan pendampingan dan pengembangan PPU merupakan salah satu kekuatan dan nilai tambah layanan kami, yang meliputi: Konsultasi, perancangan dan implementasi sistem SDM, akuntansi, keuangan, dan manajemen umum. Usulan perbaikan usaha sesuai dengan jenjang dan kondisi PPU. Pendeteksian "early warning signal" atas masalah yang mungkin timbul dan mengambil tindakan yang diperlukan.

Dalam melakukan pendampingan ini Bahana senantiasa terus bekerja sama dengan instansi-instansi yang kompeten di bidangnya, seperti: UKM Center UI, BKPM, dll.

Keunggulan Bahana Artha Ventur


Kekuatan dan Kunci sukses PT. Bahana Artha Ventura terletak pada tiga faktor pengembangan UMKM di Indonesia, yakni: Pembiayaan, Dampingan Manajemen dan Bantuan Akses Perluasan Pasar.

Jaringan Bahana Artha Ventura


Untuk meningkatkan akses pendanaan kepada UMKM dengan pola modal ventura dan program pendampingan manajemennya, BAV terus membina dan memperkuat jaringannya melalui pembentukan perusahaan modal ventura daerah (PMVD) di berbagai propinsi di seluruh Indonesia. Bermula dari hanya 7 Perusahaan Modal Ventura Daerah (PMVD) pada tahun 1994, BAV memiliki target untuk memiliki PMVD di setiap propinsi. Pada tahun 1998 target ini tercapai dengan memiliki PMVD di 26 propinsi. Saat ini, sejak ditutupnya kantor PMVD di Timor Timur pada tahun 1999, BAV telah memiliki 27 PMVD di 25 propinsi. Kepemilikan BAV di PMVD berkisar antara 21% - 87% dengan rata-rata 44%. Sedangkan pemegang saham lainnya adalah berbagai perusahaan swasta, perbankan, perorangan/tokoh masyarakat serta Pemerintah Daerah yang memiliki komitmen untuk memberdayakan UMKM di propinsi yang bersangkutan. Melalui ke-27 PMVD di 26 propinsi, BAV telah mendanai 17,867 UMKM (PPU) sampai bulan Desember 2006. Dengan demikian BAV telah memiliki jaringan Perusahaan Modal Ventura terluas dan terkuat yang mampu menjangkau hampir ke seluruh pelosok tanah air. Pembiayaan kepada sektor UMKM oleh BAV dan jaringannya telah menciptakan lapangan kerja lebih dari 1,2 juta orang di hampir seluruh propinsi di tanah air. Kerjasama antara BAV dan setiap PMVD terbentuk atas dasar tujuan yang sama yaitu membantu mengembangkan UMKM yang tangguh, sehat dan mandiri melalui program pendanaan pola bagi hasil yang disertai pendampingan manajemen dan jasa lainnya demi peningkatan produktivitas, perluasan pasar dan perbaikan daya saing produk UMKM tersebut. Misi ini pun terus berkembang sesuai dengan berjalannya waktu sehingga saat ini bentuk pembiayaan disesuaikan dengan kebutuhan spesifik setiap UMKM. Jaringan Nasional Modal Ventura Berikut ini adalah jaringan penanaman Modal Ventura di seluruh Indonesia, dibawah koordinasi Bahana Artha Ventura. Sumatera - Jawa & Bali - Kalimantan - Sulawesi & Maluku - NTT, NTB & Papua

JAWA & BALI PT. SARANA BALI VENTURA Gd. Deperindag (Unit Design Center) Jl. By Pass - Ngurah Rai no. 17, Denpasar 80227 Telp: (0361) 282885-7; Fax : (0361) 283654 PT. SARANA JABAR VENTURA Jl. Laswi no 104-108, Bandung 40273 Telp: (022) 7334722-3; Fax:(022) 7334727 PT. SARANA JATENG VENTURA Jl. Tri Lomba Juang no. 5, Semarang Tel: (024) 8452929; Fax: (024) 8452424 PT. SARANA JATIM VENTURA Jl. Jemur Andayani 33, Surabaya 60237 Telp: (031) 8433233/2333/4133; Fax: (031) 8434333 PT. SARANA YOGYA VENTURA Jl. Yos Sudarso 25, Kota Baru, Yogyakarta 55224 Telp: (0274) 518227/562333; Fax: (0274) 518225 PT. SARANA JAKARTA VENTURA Jl. Teuku Cik Di Tiro no. 23 Telp (021) 31925088 Jakarta Pusat PT. SARANA SURAKARTA VENTURA Jl. M. Saleh Werdisastro No. 1 Surakarta 57133 Telp. +62271 667602 (Hunting) Fax +62271 667605

BAB III

KESIMPULAN
Dari pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa modal ventura merupakan suatu bentuk pembiayaan yang sumber dananya berasal dari pihak pertama ( Bank, investor, dan isnstitusi keuangan lainnya ), yang disalurkan oleh pihak kedua ( Perusahaan modal ventura ) kepada pihak ketiga ( Perusahaan pasangan usaha ) guna membiayai pengembangan usahanya, dengan harapan memperoleh keuntungan yang tinggi dari usaha yang dibiayainya. Dari hal tersebut juga dapat disimpulkan beberapa manfaat dari pembiayaan modal ventura, antara lain : Meningkatkan Keberhasilan Usaha Efisiensi dalam Pendistribusian Barang Menigkatkan Bank-abilitas perusahaan Pemanfaatan Dana Perusahaan Menigkat Likuiditas Menigkat

1. 2. 3. 4. 5.