Anda di halaman 1dari 19

1

SOAL

Kuliah tenaga keperawatan dengan cara dengan cara belajar sendiri, maka bacalah bacaan ini dan selesaikan tugas secara kelompok. Satu kelompok 2 orang dikumpulkan sesuai jam perkuliahan dan letakkan dimeja saya, makasih Pertanyaan : 1. Kasus I Diketahui BOR rata-rata 85 %, jumlah tempat tidur 100, berapa kebutuhan perawat di rumah sakit tersebut menurut gillis: Rata-rata jam Jumlah jam Rata-rata NO Jenis /katagori perawatan perawatan pasien/hari pasien/hari /hari 1 Pasien bedah 20 4 2 Pasien anak 15 6 3 Pasien penyakit dalam 30 5

2. Kasus 2 Diketahui di rumah sakit A rata-rata perawatan selama 24 jam 30 jam, BOR rata-rata 85 %, jumlah tempat tidur 150, berapa kebutuhan perawat di rumah sakit tersebut menurut gillis: 3. Kasus 3 Diketahui di ruang A jumlah pasien /hari 25 orang, , BOR rata-rata 50 %, jumlah tempat tidur 30, berapa kebutuhan perawat di rumah sakit tersebut menurut rumus PPNI : 4. Kasus 4 Diketahui di rumah sakit Brata-rata jumlah pasien/hr 180 orang dengan rata rata jam perawatan 3 jam, , BOR rata-rata 65 %, jumlah tempat tidur 500, berapa kebutuhan perawat di rumah sakit tersebut B menurt rumus Elias:

5. Kasus 5 Suatu ruang rawat departemen penyakit dalam dengan 60 pasien (30 pasien dengan perawatan minimal, 20 pasien dengan perawat intermediet dan 10 pasien dengan perawatan total), maka jumlah perawat yang dibutuhkan diruang tersebut menurut Douglas adalah : 6. Kasus 6 Dalam suatu rumah sakit terdapat 18 operasi /hari, dengan perincian : - Operasi besar 4 orang - Operasi sedang 4 orang - Operasi kecil 10 orang Berapa kebutuhan tenaga perawat di ruang operasi ini :

2 7. Kasus 7 Dalam suatu rumah sakit terdapat 52 operasi /hari, dengan perincian : - Operasi besar 2 orang - Operasi sedang 10 orang - Operasi kecil 40 orang Berapa kebutuhan tenaga perawat di ruang operasi ini : 8. Kasus 8 Diruang gawat darurat diketahui : - rata-rata jumlah pasien / hari : 50 - Jumlah jam perawatan : 2 jam - Jam efektif /hari : 7 jam Berapa kebutuhan tenaga perawat di ruangan UGD ini : 9. Untuk perhitungan jumlah tenaga perlu ditambah (faktor koreksi) yaitu hari libur/cuti/hari besar penambahan ini dalam penghitungan jumlah perawat disebut : A a. loss day b. Tugas non keperawatan c. Jam kerja efektif pershif perawat d. Tugas non keperawatan e. Faktor evaluasi 10. a. b. c. d. e. 11. a. b. c. d. e. 12. a. b. c. d. e. Jam kerja efektif shif perawat di Indonesia adalah : B 6 Jam 7 jam 8 jam 9 jam 10 jam Rata-rata pasien perhari di kali rata-rata jam perawatan pasien perhari disebut : D Jam efektif perawat Jam kerja perawat Jumlah loss day Jumlah jam perawatan / hari Jumlah faktor koreksi Ketergantungan pasien untuk operasi besar di kamar operasi adalah :C 1 jam / 1 operasi 2 jam / 1 operasi 5 jam / 1 operasi 7 jam / 1 operasi 9 jam / 1 operasi

3 13. Dalam suatu rumah sakit terdapat 10 operasi /hari, dengan perincian, operasi besar 5 orang, operasi sedang 3 orang dan operasi kecil 2 orang. Berapa kebutuhan tenaga perawat di ruang ini ?A a. 5 orang b. 4 orang c. 3 orang d. 2 orang e. 1 orang 14. Tokoh yang membuat formula rumus dengan dasar atau mengklasifikasi sesuai derajat ketergantungan klien adalah : A a. Douglass b. Gillis c. Ellyas d. PPNI e. Depkes 15. Perawatan minimal pasien menurut Douglass memerlukan waktu perawatan berapa jam/hari?E a. 9-10 jam/24 jam b. 7 8 jam/24 jam c. 5-6 jam/24 jam d. 3 4jam/24 jam e. 1 2 jam/24 jam 16. 1) 2) 3) 4) Kriteria Perawatan total, menurut douglass antara lain adalah : D Semua keperluan pasien dibantu Perubahan posisi, observasi tanda-tanda vital dilakukan setiap 2 jam Makan melalui NGT, terapi intra vena Klien dengan infus, persiapan pengobatan yang memerlukan prosedur

17. Suatu ruang rawat dengan 20 pasien (10 pasien dengan perawatan minimal, 4 pasien dengan perawat intermediet dan 6 pasien dengan perawatan total), maka jumlah perawat yang dibutuhkan pada saat dinas pagi sesuai dengan formula Douglass adalah : D a. 1 orang b. 2 orang c. 3 orang d. 4 orang e. 5 orang 18. Suatu ruang rawat dengan 30 pasien (20 pasien dengan perawatan minimal, 4 pasien dengan perawat intermediet dan 6 pasien dengan perawatan total), maka jumlah perawat yang dibutuhkan pada saat dinas pagi sesuai dengan formula Douglass adalah : C a. 2 orang b. 4 orang c. 6 orang d. 8 orang e. 10 orang

4 19. Berapa jumlah perawat yang dibutuhkan di rumah sakit tipe C dengan jumlah tempat tidur 20 dengan metode rasio ? D a. 5 orang b. 10 orang c. 15 orang d. 20 orang e. 25 orang

Situasi : diruang Pavilium Paru RSAL dr. Ramelan Surabaya terdapt jumlah tempat tidur 20 buah, jumlah total pasien tiap bulan rata-rata 14 orang 20. Dari Kasus diatas berapa nilai BOR diruangan paru :C a) 40 % b) 50 % c) 70 % d) 80 % e) 90 %

PERENCANAAN TENAGA KEPERAWATAN

Efektifitas dan efisiensi ketenagaan dalam keperawatan sangat ditunjang oleh sistem pemberian asuhan keperawatan yang tepat dan kompetensi individu yang memadai. Perlu kiranya dilakukan perencanaan yang strategis dan sistematis dalam memenuhi kebutuhan tenaga keperawatan. Perencanaan ketenagaan yang baik mempertimbangkan klasifikasi klien berdasarkan tingkat ketergantungan, metode pemberian asuhan keperawatan, jumlah dan kategori tenaga keperawatan serta perhitungan jumlah tenaga keperawatan. Dalam menganalisis dan merencanakan kebutuhan tenaga keperawatan, manajer keperawatan dapat mengacu ke pelbagai pendekatan atau formula penghitungan kebutuhan tenaga perawat menurut beberapa ahli. Perawat merupakan proporsi tenaga yang paling besar di rumah sakit,

diperkirakan sekitar 75 % dari jumlah seluruh tenaga kesehatan. Dengan dominanya jumlah perawat ini maka diperlukan formula khusus untuk menentukan kebutuhanya. Formula dikembangkan untuk memberikan kemudahan kepada manajer keperawatan dalam melakukan penghitungan tenaga perawat dan bisa digunakan untuk perbandingan apakah tenaga perawat yang ada saat ini sudah cukup, kurang atau berlebih. Terdapat beberapa formula perhitungan tenaga keperawatan di pelayanan antara lain adalah formula Gillies (1982), formula PPNI, formula Douglas (1992), formula Ilyas (1999), metode Rasio, dan formula Loveridge dan Cummings (1996) 1. Metode Gillies (1982) Salah satu formula penghitungan tenaga keperawatan yang dikembangkan Gillies (1982) adalah sebagai berikut :
Tenaga Perawat = ( 365 A x B x 365 C ) x jam kerja / hari

Keterangan :
A = jam perawatan/24 jam (nursing time), yaitu waktu perawatan yang dibutuhkan pasien. B = sensus harian (BOR x jumlah tempat tidur) C = jumlah hari libur

6 Komponen A, adalah jumlah waktu perawatan yang dibutuhkan oleh pasien selama 24 jam Komponen B, adalah hasil perkalian BOR dengan jumlah tempat tidur. Contoh jika BOR 76 % dan jumlah tempat tidur 100 maka sensus harian adalah 76. Komponen C, jumlah hari libur resmi yang ditentukan oleh pemerintah dan jumlah hari libur karena cuti tahunan personel. Jumlah hari libur diIndonesia kira-kira 76 hari yang terdiri dari 52 hari minggu, 12 hari cuti dan 12 hari libur nasional. Disamping itu perlu juga diperhitungkan hari libur lain yaitu secara alamiah menjadi hak biologis wanita yaitu cuti hamil kurang lebih selama 3 bulan. Jam kerja perhari 6 jam perhari

Contoh kasus : Diketahui rata-rata perawatan selama 24 jam adalah 120 jam seperti pada tabel, BOR rata-rata 70 %, jumlah tempat tidur 100, berapa kebutuhan perawat di rumah sakit tersebut : Tabel 1.1 rata-rata perawatn selama 24 jam Rata-rata pasien/hari 10 5 10 25 Rata-rata jam perawatan pasien/hari 4 6 5 Jumlah jam perawatan /hari 40 30 50 120

NO

Jenis /katagori

1 2 3

Pasien bedah Pasien anak Pasien penyakit dalam Jumlah

Jawab :
Tenaga Perawat = 120 x (70/100 x 100) x 365 ( 365 76 ) x 6

Jadi jumlah perawat yang dibutuhkan menurut formula gillis adalah :

2. Metode Lokakarya PPNI Penentuan kebutuhan tenaga perawat menurut Lokakarya PPNI dengan mengubah satuan hari dengan minggu. Selanjutnya jumlah hari kerja efektif dihitung dalam minggu sebanyak 41 minggu dan jumlah kerja perhari selama 40 jam per minggu. PPNI berusaha menyesuaikan lama kerja dan libur yang berlaku di Indonesia:
Tenaga
Keterangan : TP A 41 Mg = Tenaga perawat = Jumlah jam perawatan / 24 jam = 365 - 52 (Hr Ming.) - 12 hr libur - 12 hr cuti = 289 / 7

Perawat

( A x 52 mg ) x 7 Hr ( TT x BOR 41 mg x 40 jam

x 125%

Komponen A, adalah jumlah waktu perawatan yang dibutuhkan oleh pasien selama 24 jam BOR, adalah prosentase rata-rata jumlah tempat tidur yang digunakan selama periode tertentu (satu semester/satu tahun) Hari kerja efektif selama 41 minggu yang dihitung sebagai berikut : = (365 (52 hr minggu+12 hari libur nasional+ 12 cuti tahunan) = 289 hari : 7 hari/mg = 41 minggu Komponen 125 %, yaitu tingkat produktivitas diasumsikan hanya 75 % sehingga dikali 125 %.

Contoh kasus : Diketahui rata-rata perawatan selama 24 jam adalah 40 jam seperti pada tabel, BOR rata-rata 70 %, jumlah tempat tidur 100, berapa kebutuhan perawat di rumah sakit tersebut : Tabel 1.2 rata-rata perawatn selama 24 jam Rata-rata pasien/hari 10 Rata-rata jam perawatan pasien/hari 4 Jumlah jam perawatan /hari 40

NO

Jenis /katagori

Pasien bedah

Jawab :
Tenaga Perawat = ( A x 52 mg ) x 7 Hr ( TT x BOR 41 mg x 40 jam ) x 125%

Tenaga

Perawat

( 40 x 52 mg ) x 7 Hr ( 100 x 0,7 ) x 125% 41 mg x 40 jam


= 776

Jadi jumlah perawat yang dibutuhkan menurut formula PPNI adalah

3. Metode Ilyas Metode ini dikembangakan oleh Yaslis Ilyas sejak tahun 1995. Rumus dasar dari formula ini adalah sebagai berikut :
Tenaga Perawat = (255 A x B x 365 x jam kerja / hari)

Keterangan: A B 365 255 = Jam perawatan/24 jam (waktu perawatan yang dibutuhkan pasien) = sensus harian (BOR x jumlah tempat tidur) = jumlah hari kerja selama setahun = hari kerja efektif perawat/tahun = {365 - (12 hari libur nasional - 12 hari libur cuti tahunan) x 3/4} = 255 hari Indeks merupakan indeks yang berasal dari karakteristik jadual kerja perawat dirumah sakit yang dihitung dari setiap empat hari kerja efektif, dimana perawat mendapat libur satu hari setelah jadual jaga malam. Uraiannya sebagai berikut hari pertama perawat masuk pagi, hari kedua siang, hari ketiga malam dan hari keempat perawat mendapat libur satu hari

Contoh kasus : Diketahui rata-rata perawatan selama 24 jam adalah 6 jam, BOR rata-rata 70 %, jumlah tempat tidur 100, berapa kebutuhan perawat di rumah sakit tersebut : Jawab :

Tenaga
Tenaga

Perawat
Perawat

=
=

(255
6 x

A x B x 365 x jam kerja / hari)


(100 x 0,7) x (255 x 6 ) 365

= 100 orang

4. Douglas (1992) Douglas (1992), mengklasifikasi derajat ketergantungan klien menjadi tiga kategori, yaitu : a. Perawatan minimal, memerlukan waktu 1 2 jam/24 jam dengan kriteria : 1) Kebersihan diri, mandi, ganti pakaian dilakukan sendiri 2) Makan dan minum dilakukan sendiri 3) Ambulasi dengan pengawasan 4) Observasi tanda-tanda vital dilakukan setiap jaga (shift) 5) Pengobatan minimal dengan status psikologis stabil

b. Perawatan parsial, memerlukan waktu 3 4 jam/24 jam dengan kriteria : 1) Kebersihan diri dibantu, makan dan minum dibantu 2) Observasi tanda-tanda vital setiap 4 jam 3) Ambulasi dibantu, pengobatan lebih dari sekali 4) Klien dengan kateter urine, intake dan out put dicatat 5) Klien dengan infus, persiapan pengobatan yang memerlukan prosedur

c. Perawatan total, memerlukan waktu 5 6 jam/24 jam dengan kriteria : 1) Semua keperluan pasien dibantu 2) Perubahan posisi, observasi tanda-tanda vital dilakukan setiap 2 jam 3) Makan melalui NGT, terapi intra vena 4) Dilakukan pengisapan lendir 5) Gelisah/disorientasi

Berdasarkan kategori tersebut, didapatkan jumlah perawat yang dibutuhkan pada pagi, sore dan malam sesuai dengan tingkat ketergantungan pasien seperti pada tabel 2.1 berikut :

10

Tabel 2.1 Jumlah tenaga perawat yang dibutuhkan dalam satu ruang rawat Klasifikasi klien Jumlah Klien 1 2 3 Dst
Sumber : Douglas (1984) dalam Sitorus (2006)

Minimal Pagi 0,17 0,34 0,51 Siang 0,14 0,28 0,42 Malam 0,07 0,14 0,21 Pagi 0,27 0,54 0,81

Partial Siang 0,15 0,30 0,45 Malam 0,10 0,20 0,30 Pagi 0,36 0,72 1,08

Total Siang 0,30 0,60 0,90 Malam 0,20 0,40 0,60

Suatu ruang rawat dengan 22 pasien (3 pasien dengan perawatan minimal, 14 pasien dengan perawat intermediet dan 5 pasien dengan perawatan total), maka jumlah perawat yang dibutuhkan:
a. Dinas pagi : 3 x 0,17 14 x 0.27 5 x 0,36 = 0,51 = 3,78 = 1,90

Jumlah 6,90 6 orang

b. Dinas siang 3 x 0,14 14 x 0.15 5 x 0,30 = 0,42 = 2.10 = 1,50

Jumlah 4,02 4 orang

c. Dinas malam 3 x 0,10 14 x 0.07 5 x 0,20 Jumlah = 0,30 = 0,98 = 1,00

2,26 2 orang

11

Berdasarkan perhitungan diatas diketahui bahwa total jumlah kebutuhan perawat untuk dinas pagi, sore dan malam sebanyak 12 orang. Penetapan jumlah perawat dilakukan dengan menghitung jumlah pasien berdasarkan derajat ketergantungan selama 1 (satu bulan) dan jumlah perawat yang dibutuhkan untuk setiap hari. Penetapan satu bulan diharapkan sudah dapat mencerminkan perubahan jumlah dan variasi pasien di ruang rawat tersebut. Kepala ruangan mengalokasikan setiap

pasien baru pada tim tertentu dengan mempertimbangkan beban kerja tim tersebut. Beban kerja dapat terkait dengan jumlah pasien dan tingkat ketergantungan pasien.

5. Metode rasio Metode rasio adalah metode yang didasarkan pada SK Menkes Nomor: 262/Menkes/Per/VI/79), sebagaimana pada tabel 2.3 Tabel 2.3 Rasio Tempat Tidur dan Personel Rumah Sakit Tipe RS A dan B C D E
TM TPP TNP TnonP TT : Tenaga medis, : tenaga paramedis perawatan, : Tenaga non paramedis, : Tenaga non paramedis perawatan, : Tempat tidur

TM/TT 1 /(4-7) 1/9 1/15

TPP/TT (3-4)/2 1/1 1/2

TNP/TT 1/3 1/5 1/6 Disesuaikan

TnonP/TT 1/1 2/3

Sumber : Sitorus (2006)

12

6. Loveridge dan Cummings (1996) Loveridge dan Cummings (1996), mengklasifikasi klien berdasarkan pada tingkat keseriusan kondisi klien yang dirawat di rumah sakit yaitu : a. Sistem klasifikasi pasien (patient classification system) Tabel 2.2 Sistem akuitas dengan evaluasi prototipe Generik
No 1 Kategori Kelas 1 Kelas 2 Kelas 3 Kelas 4 1. Tanda vital setiap 2 jam 2. Terdapat lebih dari 3 selang Pengkajian 1. Tanda vital setiap shift 2. Pasien mandiri Mobilisasi Ambulasi sendiri 1. Tanda vital setiap 6 1. Tanda vital setiap 4 jam jam observasi 2. Tidak ada selang 2. Tanda neurologi setiap 2 4 jam 3. Terdapat 1 2 selang Ambulasi atau duduk Ambulasi atau duduk di di kursi dengan kursi dengan dibantu dibantu oleh satu oleh 2 orang orang 1. Menggunakan 1. Menggunakan pispot, psipot dengan dibantu oleh 2 orang dibantu oleh satu 2. Dimandikan di tempat orang tidur 2. Mandi dibantu 3. Ganti sprei oleh 2 3. Kateter urine orang Mengatur posisi unuk 1. Mengatur posisi untuk makan dengan makan dibantu oleh 2 dibantu oleh satu orang orang 2. Makan dibantu 1. Obat 3 5 macam 1. Obat 6 7 macam tiap tiap shift shift 2. Obat intra vena 1 2. Obat IV dua macam macam tiap shift 3. Transfusi darah 1 unit 1. Cemas ringan 1. Disorientasi 2. Penguatan 2. Hambatan dalam pendidikan bahasa kesehatan 3. Interaksi dengan 3. Interaksi dengan keluarga sering keluarga beberapa 4. Pendidikan kesehatan kali untuk pulang Pelaksanaan prosedur 1. Mengosongkan sederhana kantung kolostomi 2. Pelaksanaan prosedur oleh 2 orang

Ambulasi atau duduk di kursi dengan dibantu oleh 3 orang 1. Inkontinensia 2. Diandikan di tempat tidur 3. Mengganti sprei beberapa kali tiap shift

Kebersihan diri dan eliminasi

Mandiri

Diet

Makan sendiri

Menggunakan NGT

Obatobatan

Obat 1 -2 macam tiap shift

Pendidikan 1. Waspada kesehatan (alert) dan emosi 2. Pendidikan kesehatan sederhana

Lain-lain

Tidak ada

1. Obat 8 macam tiap shift 2. Mendapat heparin tiap infus 3. Obat IV 3 macam tiap shift 1. Memerlukan perhatian terus menerus 2. Hambatan dalam bahasa 3. Pendidikan kesehatan tentang prosedur kompleks 4. Interaksi dengan keluarga yang intensif 1. Irigasi kolostomi 2. Suction tiap 2 jam

Sumber : Sitorus (2006)

b. Sistem akuitas (acuity system) 1) Evaluasi prototipe, pasien dikelompokkan ke dalam kelas yang ditetapkan berdasarkan indikator kritis, data selengkapnya dapat dilihat pada tabel 2.2. Setiap kelas memerlukan waktu pemberian asuhan keperawatan yang berbeda yaitu : a) Kelas I 2 jam/24 jam, b) Kelas II 3 jam/24 jam, c) Kelas III 4,5 jam/24 jam dan d) Kelas IV 6 jam/24 jam. Dalam satu hari, perawat terbagi

13

menjadi tiga shift dimana setiap shiftnya memerlukan 35 % untuk shift pagi, 35 % untuk shift sore dan 30 % untuk shift malam.

2) Evaluasi

faktor : pasien dikelompokkan berdasarkan jumlah nilai yang

didapat berdasarkan indikator kritis atau unit nilai relatif (RVUs) dengan pembagian : a) Kelas I : 0 -10 point, b) Kelas II 11 25 point, c) Kelas III 26 40 ponit, d) Kelas IV lebih dari 41 point

14

7. Berdasarkan pengelompokan unit kerja dirumah sakit Kebutuhan tenaga kerja keperawatan perlu memperhatikan unit kerja yang ada dirumah sakit. Secara garis besar terdapat pengelompokan unit kerja di rumah sakit sebagai berikut : a. Rawat inap dewasa b. Rawat inap anak / perinatal c. Rawat inap intensif d. Ruang gawat darurat e. Kamar bersalin f. Kamar operasi g. Rawat jalan

Beberapa model pendekatan yang dapat dipergunakan dalam perhitungan adalah sebagai berikut : a. Rawat inap 1) Berdasarkan klasifikasi pasien Cara perhitungannya didasarkan pada : - Tingkat ketergantungan pasien - Rata-rata pasien perhari - Jam perawatan yang diperlukan /hari/pasien - Jam kerja efektif setiap perawat/7 jam /hari Rumus =
jam perawatan tenaga kep.R. Rawat Inap = Jam kerja efektif per shif + Loss day
+ Tugas non kep.

15

Tabel 1.1 Contoh perhitungan dalam ruang Rata-rata Rata-rata jam pasien/hari perawatan pasien/hari 10 4 5 15 30 6 5 Jumlah jam perawatan /hari 40 30 75 145

NO 1 2 3

Jenis /katagori Pasien bedah Pasien anak Pasien penyakit dalam Jumlah

Jadi jumlah tenaga keperawatan yang diperlukan adalah : Jumlah jam perawatan Jam kerja efektif pershif = 145 7 = 21

Untuk perhitungan jumlah tenaga perlu ditambah (faktor koreksi) yaitu hari libur/cuti/hari besar (loss day) :
Jml mg dlm 1 tahun + cuti+hari besar
Jumlah hari kerja efektif setahun X

Jumlah perawat yang ada

52 + 12 + 14 286 X 21 = 6

Jumlah tenaga keperawatan yang mengerjakan tugas-tugas non keperawatan seperti membuat perincian pasien pulang, kebersihan ruangan, kebersihan alat makan pasien, dan lainnya diperkirakan 25 % dari keperawatan. Jumlah tenaga keperawatan + Loss day 100 X 25 = jam pelayanan

21 + 6 100 Jadi tenaga yang diperlukan adalah : Tenaga yang ada + faktor koreksi + tugas non keperawatan = 21 + 6 + 7 = 34 orang perawat X 25 = 7

16

b. Kamar Operasi Dikamar operasi menggunakan dasar perhitungan sebagai berikut : 1) Jumlah jenis operasi 2) Jumlah kamar operasi 3) Pemakaian kamar operasi (diprediksi 6 jam per hari) pada hari kerja. 4) Tugas perawat dikamar operasi (instrumentator, perawat sirkulasi = 2 orang /tim) 5) Ketergantungan pasien - Operasi besar - Operasi sedang - Operasi kecil : 5 jam/ 1 operasi : 2 jam / 1 operasi : 1 jam / 1 operasi =

( jam perawatan /hari X operasi) X perawat dalam tim Jam kerja efektif / hari

Contoh kasus : Dalam suatu rumah sakit terdapat 25 operasi /hari, dengan perincian : - Operasi besar 6 orang - Operasi sedang 10 orang - Operasi kecil 9 orang Berapa kebutuhan tenaga perawat di ruang ini : Jawab : (6 x 5) +(10 x 2) + (9x1) X 2 7 jam = 18

Jadi jumlah tenaga keperawatan yang dibutuhkan dikamar operasi adalah 18 orang

17

c. Diruang Gawat darurat Dasar perhitungan di unit gawat darurat adalah : 1) Rata-rata jumlah pasien / hari 2) Jumlah jam perawatan / hari 3) Jam efektif perawat / hari 4) Ketergantungan pasien,Gawat darurat, Mendesak , dan tidak mendesak Rumus : D X 365 TP: 255 X Jam kerja/hari
Keterangan: TP = Tenaga perawat D = Jam keperawatan

365 = jumlah hari kerja selama setahun 255 = hari kerja efektif perawat/tahun = {365 - (12 hari libur nasional - 12 hari libur cuti tahunan) x 3/4} = 255 hari Indeks merupakan indeks yang berasal dari karakteristik jadual kerja perawat dirumah sakit yang dihitung dari setiap empat hari kerja efektif, dimana perawat mendapat libur satu hari setelah jadual jaga malam. Uraiannya sebagai berikut hari pertama perawat masuk pagi, hari kedua siang, hari ketiga malam dan hari keempat perawat mendapat libur satu hari Jam kerja/hari = 6 jam/hari

Contoh : Diruang gawat darurat diketahui : - rata-rata jumlah pasien / hari - Jumlah jam perawatan - Jam efektif /hari : 30 : 4 jam : 7 jam

Berapa kebutuhan tenaga perawat di ruangan/hari : 30 x 4 7 Jumlah tenaga + loss day =.......... = 29

18

d. Critical care Diketahui : - Rata-rata jumlah pasien/hari - Jumlah jam perawatan/hari : 10 orang : 12 jam

Jadi kebutuhan tenaga perawatan diruang critikal care adalah :

e. Rawat Jalan Diketahui : - Rata-rata jumlah pasien 1 hari = 100 - Jumlah jam perawatan 1 hari 15 Jadi kebutuhan tenaga perawat di rawat jalan ini adalah :

19

DAFTAR PUSTAKA

Gillies D.A. (1994). Nursing Management a System Approach. Third edition. Philadelphia. WB Saunders. Hasibuan, Malayu SP.(2003). Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta. Bumi Aksara. Herawani ( 2006). Semiloka Nasional Trend Issue Kepemimpinan Manajemen Keperawatan, Hotel Acacia Jakarta. Ilyas, Yaslis. (2004). Perencanaan SDM Rumah Sakit: Teori, Metoda dan Formula. Depok- Jawa Barat. Fakultas Kesehatan Masyarakat-Universitas Indonesia Siagian, Sondang P. (2006). Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta. Bumi Aksara Sitorus, Ratna dan Yulia A.C (2006). Model Praktik Keperawatan Profesional di Rumah Sakit Penataan Struktur dan Proses Pemberian Asuhan Keperawatan di ruang Rawat Inap. Jakarta. EGC Swansburg, R. (1990). Management and Leadership for Nurse Managers. Boston. Jones and Bartlett Publishers.