P. 1
KAJIAN PINJAMAN DAERAH 2008

KAJIAN PINJAMAN DAERAH 2008

|Views: 184|Likes:
Dipublikasikan oleh pasalperda
Pinjaman Daerah
Pinjaman Daerah

More info:

Categories:Types, Business/Law
Published by: pasalperda on Sep 10, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/03/2014

pdf

text

original

Sections

  • 1.1 Latar Belakang
  • 1.2 Identifikasi Masalah
  • 1.3 Maksud dan Tujuan
  • 1.4 Ruang Lingkup Kegiatan
  • 2.1 Dasar Hukum Pinjaman Daerah
  • 2.2 Prinsip Dasar Pinjaman Daerah
  • 2.3 Persyaratan Pinjaman
  • 2.4 Sumber-sumber Pinjaman Daerah
  • 2.5 Jenis dan Jangka Waktu Pinjaman
  • 2.6 Larangan Penjaminan
  • 2.7 Pinjaman dimasukan dalam APBD
  • 2.8 Pembayaran Kembali Pinjaman
  • 2.9 Pelaporan Pinjaman
  • 3.1.1 Kondisi Geografi Kota Depok
  • 3.1.2 Topografi
  • 3.1.3 Penggunaan lahan
  • 3.2 ADMINISTRASI
  • 3.3.1. Penduduk
  • 3.3.2. Tenaga Kerja
  • 3.5 KESEHATAN
  • 3.5.2 Sarana dan Prasarana
  • 3.6 PERHUBUNGAN (JALAN/JEMBATAN)
  • b. Kondisi perekonomian
  • 4.1 Analisis Kemampuan Pinjaman Daerah
  • 4.2 Analisa Batas Maksimal Pinjaman
  • DAFTAR PUSTAKA

KAJIAN PINJAMAN DAERAH

i

DAFTAR ISI Halaman KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang ..................................................................... 1.2. Identifikasi Masalah ............................................................. 1.3. Maksud dan Tujuan ......................................... ................... 1.4. Ruang Lingkup Kegiatan ..................................................... BAB II KAJIAN TEORITIS 2.1. Dasar Hukum Pinjaman Daerah .......................................... 2.2. Prinsip Dasar Pinjaman Daerah ........................................... 2.3. Persyaratan Pinjaman ........................................................... 2.4. Sumber-Sumber Pinjaman Daerah....................................... 2.5. Jenis dan Jangka Waktu Pinjaman 2.6. Larangan Penjaminan .......................................................... 2.7. Pinjaman Dimasukan Dalam APBD................... ................. 2.8. Pembayaran Kembali Pinjaman................... ........................ 2.9. Pelaporan Pinjaman................... .......................................... BAB III GAMBARAN UMUM PEMERINTAH KOTA DEPOK 3.1. Kondisi Fisik ........................................................................ 3.1.1 Kondisi Geografi Kota Depok .................................... 3.1.2 Topografi. .................................................................. 3.1.3 Penggunaan Lahan. .................................................... 3.2. Administrasi ........................................................................ 3.3. Kependudukan ................................................................... . 3.3.1 Penduduk. .................................................................. 15 15 16 16 18 19 19 5 6 7 10 10 13 13 13 14 1 2 3 3

ii

3.3.2 Tenaga Kerja. ............................................................. 3.4. Pendidikan .......................................................................... 3.5. Kesehatan ............................................................................ 3.5.1 Sumber Daya Manusia Tenaga Kesehatan.................................................................. 3.5.2 Sarana dan Prasarana ............................................... 3.6. Perhubungan ( Jalan/Jembatan) ............................................ 3.7. Ekonomi ............................................................................... a. Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Depok ......................................................................... b. Kondisi Perekonomian ..................................................... BAB IV PINJAMAN DAERAH 4.1. Analisa Kemampuan Pinjaman Daerah ............................... 4.2. Analisa Batas Maksimal Pinjaman ..................................... BAB V KESIMPULAN Analisa Kemampuan Pinjaman ..................................................... DAFTAR PUSTAKA .................................................................................. DAFTAR TABEL Tabel 2.3 Tabel 3.1.3 Tabel 3.3.1 a Persyaratan Pinjaman ............................................

21 22 22

23 24 27 28

28 30

32 34

38 40

9

Jenis Penggunaan Lahan Kota Depok.................... 17 Proyeksi Jumlah Penduduk Kota Depok Tahun 2010-2015 (jiwa) ............................................. 20

Tabel 3.3.1 b

Penduduk Menurut Jenis Kelamin dan struktur Usia Kota Depok Tahun 2007 ....................... 20

Tabel 3.3.2

Prosentase Penduduk Berusia 10 Tahun keatas Menurut Jenis Kelamin dan Lapangan Usaha di Kota Depok Tahun 2007 .................................. 21

Tabel 3.5.1

Jumlah Tenaga Kesehatan (RSUD) kota Depok .. 23

iii

Tabel 3.5.2

Proyeksi Pengembangan Gedung, Sarana dan Prasarana RSUD Kota Depok ............................... 25

Tabel 3.7.a Tabel 3.7 a

PDRB Kota Depok 2003-2006 ............................. 29 Prosentase PDRB Kota Depok Atas Dasar Harga Berlaku Tahun 2003-2006 ................................... 30

Tabel 3.7 b

Laju Pertumbuhan Ekonomi Kota Depok Tahun 2002-2006 .......................................................... 31

LAMPIRAN-LAMPIRAN

dan pengendalian dengan propinsi jawa barat. Secara geografis maupun fungsional pembangunan di Kota Depok memberikan pengaruh yang cukup besar bagi pembangunan wilayah disekitarnya. Karena pinjaman daerah ini dapat digunakan untuk membiayai proyek yang bersifat cost recovery khususnya untuk kepentingan pelayanan masyarakat sehingga dapat meningkatkan pembangunan dan perekonomian daerah. namun paling tidak pinjaman daerah ini dapat mempercepat proses pembangunan yang dilaksanakan. untuk itu Pemerintah Daerah Kota Depok harus dapat menyediakan anggaran/dana investasi yang sangat besar. hal ini memberikan peluang bagi pemerintah daerah untuk mencari alternatif sumber pembiayaan untuk membiayai pembangunan.KAJIAN PINJAMAN DAERAH PEMERINTAH KOTA DEPOK BAB I PENDAHULUAN 1. Kajian Pinjaman Daerah Pemerintah Kota Depok 1 . pelaksanaan. Kota Depok merupakan pintu gerbang Propinsi Jawa Barat . walaupun pada prinsipnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) tetap menjadi penerimaan utama . maka salah satu sumber pendapatan daerah yang bisa digunakan untuk membiayai kegiatan pembangunan adalah dengan menggunakan dana pinjaman daerah.1 Latar Belakang Keterbatasan sumber pembiayaan dalam negeri yang berasal dari pemerintah pusat maupun PAD. dihadapkan pada semakin meningkatnya kebutuhan pembiayaan pembangunan daerah. sehingga menjadi satu kesatuan perencanaan. Dengan demikian. diharapkan Kota Depok mampu memberikan pelayanan yang cepat. tepat dan terpadu kepada masyarakat.

sementara itu sumber pendapatan asli daerah untuk membiayai belanja daerah tidak mencukupi sehingga kemampuan pemerintah daerah untuk menyediakan dana pembangunan sangat terbatas. Kajian Pinjaman Daerah Pemerintah Kota Depok 2 .Kemandirian keuangan daerah ini tidak diartikan bahwa setiap pemerintah daerah harus dapat membiayai seluruh kemampuannya dari Pendapatan Asli Daerah (PAD). 1. Penggunaan dana pinjaman daerah ini sebagai salah satu sumber pilihan pembiayaan pembangunan di masa yang akan datang akan memegang peranan penting dan membuka peluang bagi daerah untuk melakukan pinjaman dari pihak luar sesuai dengan peraturan yang berlaku. disebutkan bahwa sumber penerimaan daerah berasal dari pendapatan asli daerah. yang disebabkan oleh lebih besarnya belanja daerah dibandingkan dengan pendapatan yang diperoleh. penyebab utama terjadinya defisit anggaran adalah adanya kebutuhan pembangunan daerah yang semakin meningkat. karena di samping dari PAD masih ada penerimaan lain sebagaimana tercantum dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999 yang telah direvisi melalui Undang-undang 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah dan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1999 yang telah direvisi melalui Undang-undang 33 tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Daerah. pinjaman daerah dan lain-lain penerimaan yang sah. Sejalan dengan undang-undang tersebut maka pemerintah daerah dituntut untuk dapat meningkatkan pendapatannya di dalam pelaksanaan pembangunan daerah. untuk menutupi kekurangan dana tersebut maka pemerintah daerah diberikan kewenangan untuk menggunakan dana pinjaman sebagai mana diatur dalam Peraturan Pemerintah.2 Identifikasi Masalah Pembiayaan merupakan transaksi keuangan untuk menutupi defisit anggaran. dana perimbangan.

4. apabila APBD diperkirakan surplus maka penggunaannya dapat diarahkan untuk pengeluaran pembiayaan yang mencakup : pembayaran cicilan pokok hutang yang jatuh tempo. dan pinjaman daerah. Namun apabila APBD diperkirakan defisit. penyertaan modal (investasi daerah).4 Ruang Lingkup Kegiatan Sesuai dengan apa yang menjadi prinsip dan tujuan yang telah diutarakan pada latar belakang bahwa kajian pinjaman ini mampu memberikan gambaran bagaimana memaksimalkan kemampuan daerah Kajian Pinjaman Daerah Pemerintah Kota Depok 3 . Untuk mengetahui kemampuan keuangan Pemerintah Kota Depok di dalam melakukan pinjaman Untuk menentukan besarnya pinjaman yang layak yang dapat dilakukan oleh Pemerintah Kota Depok Sebagai bahan dalam pengambilan keputusan di lingkungan Pemerintah Kota Depok dalam memperkaya kajian tentang keuangan daerah khususnya mengenai kemampuan keuangan dalam melakukan pinjaman daerah sebagai salah satu sumber investasi untuk membiayai pelaksanaan pembangunan. Sebagai bahan masukan dan informasi bagi Pemerintah Kota Depok dalam memberi arah atau alternatif kebijakan yang berkaitan dengan pelaksanaan pinjaman daerah.3 Maksud dan Tujuan Adapun maksud dan tujuan yang ingin dicapai dalam kajian ini adalah : 1. penggunaannya dapat didanai dari penerimaan pembiayaan yang terdiri dari : sisa lebih perhitungan anggaran tahun lalu. transfer dari dana cadangan. Berdasarkan Pasal 174 Undangundang Nomor 32 Tahun 2004.Pengaturan tentang kebijakan pembiayaan dalam APBD telah diatur dalam Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. hasil penjualan kekayaan daerah yang dipisahkan. 1. dan transfer ke rekening dana cadangan. 2. 1. pada Bab Keuangan Daerah. 3.

mengindentifikasi dan menganalisis . . a) Seberapa besar manfaat yang akan dihasilkan dalam proses pembangunan di Kota Depok dengan sumber pembiayaan dari pinjaman. b) Sampai sejaumana kemampuan keuangan Pemerintah Kota Depok dalam melakukan pinjaman. Kajian Pinjaman Daerah Pemerintah Kota Depok 4 .dalam mengoptimalkan pembiayaan pembangunan yang bersumber dari pinjaman dengan melihat efektivitas dampak terhadap program kerja yang telah disusun dalam rencana pembangunan jangka menengah yang dituangkan dalam rencana kerja pemerintah daerah Sesuai kerangka pemikiran di muka maka ditetapkan ruang lingkup kegiatan yaitu mengumpulkan.

5. 9. 8.PPN/06/2006 tentang Tatacara Perencanaan dan Pengajuan Usulan serta Penilaian Kegiatan yang Dibiayai dari Pinjaman dan/atau Hibah Luar Negeri. 6. Adapun dasar hukum yang menjadi acuan dalam melakukan pinjaman yaitu : 1. Kajian Pinjaman Daerah Pemerintah Kota Depok 5 . UU Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional. UU Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. 3. 005/M. PP Nomor 54 Tahun 2005 tentang Pinjaman Daerah. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 95/PMK. UU Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah. UU Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah.BAB II KAJIAN TEORITIS 2. PP Nomor 2 Tahun 2006 tentang Tata Cara Pengadaan Pinjaman dan/atau Penerimaan Hibah serta Penerusan Pinjaman dan/atau Hibah Luar Negeri. 7.02/2007 tentang Pedoman Pelaksanaan dan Mekanisme Pemantauan Defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah dan Pinjaman Daerah. 2.1 Dasar Hukum Pinjaman Daerah Pinjaman Daerah adalah semua transaksi yang mengakibatkan Daerah menerima sejumlah uang atau menerima manfaat yang bernilai uang dari pihak lain sehingga Daerah tersebut dibebani kewajiban untuk membayar kembali. 4. Peraturan Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas No. UU Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara.

Pinjaman daerah merupakan solusi alternatif untuk membiayai pembangunan.2 Prinsip Dasar Pinjaman Daerah Menurut Undang-undang 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah menetapkan bahwa pinjaman daerah adalah merupakan salah satu sumber pembiayaan daerah dalam rangka pelaksanaan desentralisasi yang dicatat dan dikelola dalam anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD). Pinjaman Daerah digunakan untuk membiayai kegiatan yang merupakan inisiatif dan kewenangan Daerah berdasarkan peraturan perundang-undangan.07/2006 tentang Tatacara Penerbitan. Adapun yang menjadi prinsip Pemerintah Daerah melakukan pinjaman adalah : 1. Pertanggungjawaban. Pinjaman Daerah adalah salah satu alternatif sumber pembiayaan Daerah dalam pelaksanaan desentralisasi. dan Publikasi Informasi Obligasi Daerah. Kajian Pinjaman Daerah Pemerintah Kota Depok 6 . 4.10. dimana pada era otonomi daerah saat ini beban belanja untuk pembangunan di daerah cukup besar. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 147/PMK. 2. serta tuntutan masyarakat terhadap penyediaan fasilitas atau sarana dan prasarana pelayanan umum semakin meningkat. termasuk untuk menutup kekurangan arus kas. Pemerintah dapat memberikan pinjaman kepada pemerintah daerah yang dananya berasal dari luar negeri (On-Lending). Sehingga dalam hal ini Pemerintah Daerah dituntut untuk bekerja keras mencari sumber-sumber alternatif pendapatan dan pembiayaan yang cukup memadai. 2. Daerah tidak dapat melakukan pinjaman langsung kepada pihak luar negeri. 3.

6.5. 7. bea perolehan hak atas tanah dan bangunan serta penerimaan sumber daya alam dan bagian daerah lainnya seperti pajak penghasilan perorangan.5. 2. bagian daerah dari pajak bumi dan bangunan. Untuk Pinjaman Jangka Menengah dan Jangka Panjang waktu pinjaman tidak boleh melebihi masa jabatan Kepala Daerah Debt Service Coverage ratio (DSCR) adalah merupakan perbandingan antara penjumlahan Pendapatan asli daerah. 4. Batas maksimal defisit APBD daerah yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan. 2. Pinjaman Jangka Menengah dan Jangka Panjang dilakukan dengan persetujuan DPRD. namun tentunya ada kaidah-kaidah yang perlu menjadi perhatian yaitu. dana alokasi umum (DAU) setelah dikurangi belanja wajib dengan penjumlahan angsuran pokok. Jumlah sisa pinjaman daerah ditambah jumlah pinjaman yang akan ditarik tidak melebihi 75% dari jumlah penerimaan umum APBD tahun sebelumnya.3 Persyaratan Pinjaman Seperti yang telah di isyaratkan dalam Peraturan Perundangundangan bahwasanya Pemerintah Daerah dapat melakukan pinjaman untuk mendanai pembangunan. Rasio kemampuan keuangan daerah untuk mengembalikan pinjaman (DSCR) paling sedikit 2. 3. 5. Tidak melebihi Batas Defisit APBD dan Batas Kumulatif Pinjaman Daerah yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan. : 1. bunga dan Kajian Pinjaman Daerah Pemerintah Kota Depok 7 . Batas masimal defisit APBD tidak termasuk SiLPA dan defisit yang dibiayai dengan pencairan dana cadangan Tidak mempunyai tunggakan atas pengembalian pinjaman yang berasal dari Pemerintah.

seperti PPh Perseorangan DAU : BW : Dana Alokasi Umum Belanja Wajib yaitu bisa belanja yang dalam harus tahun dipenuhi/tidak P B BL : : : Angsuran Bunga Biaya tempo) dihindarkan Pinjaman Penerimaan Sumber Daya Alam serta Bagian Daerah Lainnya ≥ 2.biaya pinjaman lainnya yang telah jatuh tempo.5 anggaran yang bersangkutan Pokok yang jatuh tempo nggaran yang bersangkutan Pinjaman yang jatuh tempo pada tahun Lainnya Yang Jatuh Tempo (Biaya anggaran yang Bersangkutan komitmen. Biaya Bank dan Lain-lain yang jatuh Kajian Pinjaman Daerah Pemerintah Kota Depok 8 . bila dirumuskan secara matematis perhitungan DSCR yaitu : Rumus DCSR : (PAD + BD +DAU)-BW DSCR = (P + B + BL) DSCR : PAD : BD : Debt Service Coverage ratio Pendapatan Asli Daerah Bagian Daerah dari PBB. BPHTB.

Salinan surat pelantikan Kepala Daerah/ Wakil Kepala Daerah. 6. Maksud dan Tujuan c. Kaitan dengan RPJMD j. sosial. Peta wilayah atau lokasi kegiatan. Rencana keuangan (financing plan) pinjaman yang akan diusulkan 15. Surat Pernyataan dari Kepala Daerah tidak mempunyai tunggakan atas pengembalian pinjaman yang berasal dari Pemerintah. 12. Suku bunga 14. SKPD yang menjadi penanggungjawab keuangan f. PERSYARATAN Surat Permohonan Kepala Daerah Kepada Menteri Dalam Negeri untuk mendapat pertimbangan. Jumlah pinjaman Sumber : Departemen Dalam Negeri Kajian Pinjaman Daerah Pemerintah Kota Depok 9 . Lain-lain yang dianggap perlu. l.Tabel 2. APBD tahun bersangkutan. lingkungan. Latar belakang b. • Bukti pelunasan pinjaman tahun sebelumnya. SKPD yang menjadi Penanggungjawab kegiatan e. ekonomi dll) g.3 Persyaratan Pinjaman Daerah NO 1. Rasio Kemampuan Keuangan daerah untuk mengembalikan pinjaman (DSCR) Tahun berkenaan ≥ 2. Jadwal Waktu Pelaksanaan i. 4. 5. 7. 3. 10. Perbandingan sisa Pinjaman Daerah ditambah jumlah pinjaman yang akan ditarik dengan penerimaan umum APBD tahun anggaran sebelumya. Jangka waktu pinjam. Ruang lingkup dalam pemanfaatan pinjaman d. k. Perda APBD 3 (tiga) tahun berturut-turut. seperti: • Persetujuan awal pemberi pinjaman. 2. Analisis aspek (pelayanan. 13. Sisa pinjaman daerah yang masih ada 11. Kerangka Acuan Kegiatan yang berisi: a. Struktur organisasi pengelola kegiatan dan keuangan. Keterpaduan/ Sinergitas dengan Kegiatan Lain h. keuangan. Rencana penggunaan pinjaman 15.5. Naskah Perjanjian Pinjaman. Surat Persetujuan DPRD. 8. 9.

dan biaya lain) seluruhnya harus dilunasi dalam tahun anggaran yang bersangkutan dan digunakan hanya untuk menutupi arus kas dan jumlah maksimum adalah 1/6 dari jumlah belanja dalam APBD tahun anggaran berjalan hal ini disebabkan dengan mempertimbangkan kecukupan daerah untuk membayar kembali pinjaman tersebut pada waktunya. Lembaga Keuangan bukan Bank.5 Jenis dan Jangka Waktu Pinjaman 1.4 Sumber-sumber Pinjaman Daerah Pemerintah Daerah dapat melakukan pinjaman dengan bersumber pada. bunga. Lembaga keuangan Bank. Pendapatan Dalam Negeri (Rekening Pembangunan Daerah). 5. Pinjaman Jangka Pendek Merupakan pinjaman daerah dalam jangka waktu kurang atau sama dengan satu tahun anggaran dan kewajiban pembayaran kembali pinjaman (pokok pinjaman. b. 3. 4. a. Pinjaman Luar Negeri (Subsidiary Loan Agreement (SLA)/onlending) Pemerintah daerah lain. : 1. sedangkan pinjaman daerah yang bersumber dari masyarakat berupa penerbitan Obligasi Daerah diterbitkan melalui pasar modal. Pemerintah Daerah dapat melakukan pinjaman jangka pendek yang bersumber dari : Kajian Pinjaman Daerah Pemerintah Kota Depok 10 . dan Masyarakat Pinjaman daerah yang bersumber dari Pemerintah diberikan melalui Menteri Keuangan. 2. 2. Pemerintah.2.

Pinjaman jangka Menengah Merupakan pinjaman daerah dalam jangka waktu lebih dari satu tahun anggaran dan kewajiban pembayaran kembali pinjaman (pokok pinjaman.1. Lembaga keuangan bukan Bank yang berbadan hukum Indonesia dan mempunyai kedudukan dalam wilayah Negara Republik Indonesia 2. Lembaga keuangan Bank yang berbadan hukum Indonesia dan mempunyai tempat kedudukan dalam wilayah Negara Republik Indonesia 4. Pemerintah yang dananya berasal dari pendapatan APBN dan/atau pengadaan pinjaman Pemerintah dari Dalam Negeri atau Luar Negeri. Pemerintah Daerah lain 2. Pinjaman Jangka Menengah dipergunakan untuk membiayai penyediaan layanan umum yang tidak menghasilkan penerimaan. Lembaga keuangan bukan Bank yang berbadan hukum Indonesia dan mempunyai kedudukan dalam wilayah Negara Republik Indonesia 5. bunga. Lembaga keuangan Bank yang berbadan hukum Indonesia dan mempunyai tempat kedudukan dalam wilayah Negara Republik Indonesia 3. Pemerintah Daerah Lainnya 3. Masyarakat Kajian Pinjaman Daerah Pemerintah Kota Depok 11 . dan biaya lain) harus dilunasi dalam kurun waktu yang tidak melebihi sisa masa jabatan kepala daerah yang bersangkutan. 2. Pemerintah Daerah dapat melakukan pinjaman jangka menengah yang bersumber dari : 1.

Pemerintah Daerah dapat melakukan pinjaman jangka panjang yang bersumber dari : 1. Pemerintah yang dananya berasal dari pendapatan APBN dan/atau pengadaan pinjaman Pemerintah dari Dalam Negeri atau Luar Negeri. 2. dan biaya lain) harus dilunasi pada tahun-tahun anggaran berikutnya sesuai dengan persyaratan perjanjian pinjaman yang bersangkutan. Lembaga keuangan Bank yang berbadan hukum Indonesia dan mempunyai tempat kedudukan dalam wilayah Negara Republik Indonesia 4. Lembaga keuangan bukan Bank yang berbadan hukum Indonesia dan mempunyai kedudukan dalam wilayah Negara Republik Indonesia 5. Masyarakat Kajian Pinjaman Daerah Pemerintah Kota Depok 12 .3. bunga. Pemerintah Daerah Lainnya 3. Pinjaman Jangka Panjang Merupakan pinjaman daerah dalam jangka waktu lebih dari satu tahun anggaran dan kewajiban pembayaran kembali pinjaman (pokok pinjaman. Pinjaman Jangka Panjang dipergunakan untuk membiayai proyek investasi yang menghasilkan penerimaan dalam hal ini proyek investasi yang menyangkut sarana dan prasarana yang menghasilkan pendapatan bagi APBD yang diperoleh dari pungutan atas penggunaan sarana dan prasarana tersebut dan batas maksimum waktu pinjaman disesuaikan dengan umur ekonomis asset yang dibiayai dari pinjaman tersebut.

Pemerintah pusat tidak menanggung pembayaran kembali pinjaman daerah yang menjadi kewajiban daerah dan tanggung jawab daerah Kajian Pinjaman Daerah Pemerintah Kota Depok 13 . Pendapatan daerah dan/atau barang milik daerah tidak boleh dijadikan jaminan. dan dalam hal daerah tidak memenuhi kewajiban membayar pinjamannya kepada Pemerintah. kewajiban membayar pinjaman tersebut diperhitungkan dengan DAU dan/atau Dana Bagi Hasil dari penerimaan negara yang menjadi hak daerah tersebut. Proyek yang dibiayai dari Obligasi Daerah beserta barang milik daerah yang melekat dalam proyek tersebut dapat dijadikan jaminan Obligasi Daerah. untuk pinjaman luar negeri mengenai penyaluran dan pembayaran kembali pinjaman ditetapkan oleh Menteri Keuangan sesuai dengan ketentuan perundangan yang berlaku.8 Pembayaran Kembali Pinjaman Ketentuan mengenai pembayaran kembali pinjaman dilakukan sesuai dengan perjanjian antara Pemerintah Daerah dengan yang memberi pinjam.7 Pinjaman dimasukan dalam APBD Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2005 bahwa setiap pinjaman yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah. 2. 2. wajib dialokasikan dalam APBD. maka sesuai dengan ketentuan semua kewajiban pembayaran kembali pinjaman daerah menjadi tanggung jawab daerah. 2.6 Larangan Penjaminan Dalam beberapa hal daerah dilarang melakukan pinjaman Daerah yang bersipat penjaminan terhadap pinjaman pihak lain yang mengakibatkan beban atas keuangan daerah yaitu : 1.2. Seluruh kewajiban pinjaman daerah yang jatuh tempo wajib dianggarkan dalam APBD tahun anggaran yang bersangkutan.

2. posisi kumulatif pinjaman dan kewajiban pinjaman kepada Pemerintah (Menteri Dalam Negeri) setiap semester dalam tahun anggaran berjalan. Pemerintah dapat menunda penyaluran Dana Perimbangan dan dana bagi hasil yang menjadi hak daerah tersebut.9 Pelaporan Pinjaman Pemerintah daerah wajib melaporkan perjanjian pinjaman. Semua penerimaan dan kewajiban dalam rangka pinjaman daerah dicantumkan dalam APBD dan dibekukan sesuai dengan standar akuntansi Keuangan Pemerintah dan keterangan mengenai pinjaman jangka panjang dituangkan dalam lampiran dokumen APBD. Kajian Pinjaman Daerah Pemerintah Kota Depok 14 . dalam hal daerah tidak menyampaikan laporan.

Bentang alam Depok dari Selatan ke Utara merupakan daerah dataran rendah – perbukitan bergelombang lemah. Sebelah Barat berbatasan dengan Kecamatan Parung dan Kecamatan Gunungsindur Kabupaten Bogor. Sebelah Timur berbatasan dengan Kecamatan Pondokgede Kota Bekasi dan Kecamatan Gunung Putri Kabupaten Bogor. Kota Depok sebagai salah satu wilayah termuda di Jawa Barat.29 km2 yang mencakup 6 kecamatan yaitu: Kecamatan Beji.1. Secara lengkap wilayah ini mempunyai batasbatas sebagai berikut : a. dengan elevasi antara 50–140 meter diatas permukaan laut dan kemiringan lerengnya kurang dari 15 persen.1 Kondisi Geografi Kota Depok Secara geografis Kota Depok terletak pada koordinat 6º 19’00’’ . d.29 Km2.1 KONDISI FISIK 3. Luas keseluruhan Kota Depok 20. Sebelah Utara berbatasan dengan Kecamatan Ciputat Kabupaten Tangerang dan wilayah Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Sebelah Selatan berbatasan dengan Kecamatan Cibinong dan Kecamatan Bojonggede Kabupaten Bogor. Wilayah Kota Depok berbatasan dengan tiga Kabupaten dan satu Propinsi.504.6º 28’00’’Lintang Selatan dan 106º43’00’’ .106º55’30’’ Bujur Timur. mempunyai luas wilayah sekitar 200. Kajian Pinjaman Daerah Pemerintah Kota Depok 15 . Limo. b. c. Cimanggis.BAB III GAMBARAN UMUM PEMERINTAH KOTA DEPOK 3.54 ha atau 200.

3 Penggunaan lahan Jenis penggunan lahan di Kota Depok dapat dibedakan menjadi kawasan lindung dan kawasan budidaya. Sukmajaya dan Kecamatan Pancoran Mas. berdasarkan atas elevasi atau ketinggian garis kontur. peta sebaran spasial kelas lereng lahan Kota Depok.1.1.Sawangan. 3.93 ha Kajian Pinjaman Daerah Pemerintah Kota Depok 16 .80%) dari total luas Kota Depok ± 20502. sawah 3473. Jenis kawasan yang perlu dilindungi terdiri dari Cagar Alam Kampung Baru (Kelurahan Depok) area pinggir sungai dan situ. dengan elevasi antara 50-140 meter di atas permukaan laut. 2000). intensitas penggunaan lahan dan kepadatan bangunan. lahan tidur 3543. 3.94%). Badan air yang terdiri dari sungai dan situ-situ lokasinya tersebar mencakup luasan 551. maka bentang alam daerah Depok dari selatan ke utara merupakan daerah dataran rendah – perbukitan bergelombang lemah. Berdasarkan data RTRW Kota Depok (Anonimous. sebagian besar wilayah Kota Depok memiliki kemiringan lereng kurang dari 15% bentuk kemiringan wilayah tersebut sangat menentukan jenis penggunaan lahan.2 Topografi Secara umum wilayah Kota Depok di bagian utara merupakan daerah dataran tinggi.33 Ha.28%).61 Ha (2. Jenis penggunaan lahan yang dikategorikan untuk kawasan budidaya pada tahun 2001 didominasi oleh pemukiman 4702. Wilayah dengan kemiringan datar hingga sedang digunakan untuk berbagai keperluan khususnya pemukiman. Berdasarkan jenis kawasan lindung yang ada menggambarkan bahwa kondisi morfologis Kota Depok relatif datar. sedangkan di bagian selatanmerupakan daerah perbukitan bergelombang lemah. industri dan pertanian. Kota Depok sebagai pusat Pemerintahan berada di Kecamatan Pancoran Mas.43 ha (22.39 ha(17.

15% 1.85% 100. BAPEDA Kota Depok Kajian Pinjaman Daerah Pemerintah Kota Depok 17 .23% 4.1.00% Sumber : Hasil Revisi RTRW Kota Depok Tahun 2000 – 2010.060. Kuburan Hutan Kawasan Tertentu (TVRI. Beji dan Sukmajaya.12 1.57 967.37 10.94%).(16. Penggunaan pertanian tersebar di Kecamatan Sawangan. Jika dilihat dari sebarannya dapat dikenali kawasan perumahan terkonsentrasi dominan di bagian utara yang berdekatan dengan Jakarta yaitu Kecamatan Limo. Lapangan Golf. tegalan 1781. dan diperkirakan akan semakin mempercepat perubahan menjadi lahan perkotaan. Depo KRL.31% 1.94% 0. Sungai Ciliwung dan Jalan Tole Iskandar.85 230.25 168.45 254. masalah yang dihadapi dalam penggunaan lahan ini adalah konversi lahan pertanian (lahan basah) menjadi kegiatan non pertanian.33 300.874. RRI) Sungai Garis Sempadan (Sungai.24 388. Tabel 3. persoalannya adalah perkembangan nilai tanah (land rent) yang lebih tinggi dibandingkan dengan produktifitas pertanian sawah.54% 1. Pipa Gas) Total Luas (Ha) 9.34% 0.00 % 49. Tegangan Tinggi.13% 0. Pancoran Mas bagian selatan dan sebagian Kecamatan Cimanggis.968.27% 50. dan jenis lahan penggunaan vegetasi campuran hanya 27. Kondisi di atas menggambarkan Kota Depok masih mencerminkan kegiatan yang bercampur antara pertanian dan perkotaan yang dipengaruhi oleh Kota Metropolitan.93 ha (8.078. Kemudian di bagian tengah diapit oleh Jalan Margonda Raya.3 Jenis Penggunaan Lahan Kota Depok Jenis Penggunaan Lahan Kawasan Terbangun Perumahan + Kampung Pendidikan Tinggi Jasa dan Perdagangan Industri Kawasan Tertentu (Gandul.171.84% 1.04 176.40 7.26 82.50% 1.44 308.69%). Radar AURI) Ruang Terbuka Hijau Sawah Teknis dan Non Teknis Tegalan/Ladang/Kebun/Tanah Kosong Situ & Danau Pariwisata.77% 44.43 8.029.80% dari total luas Kota Depok.70 20.83% 35. Brimob. Cilodong.88% 0.41% 5.56 26.

Desa Ratujaya. terutama untuk sarana dan prasarana fisik kota. dalam rangka pengembangan fungsi kotanya sesuai dengan potensinya dan guna memenuhi kebutuhan pada masa-masa mendatang. maka wilayah Kota Depok tidak hanya terdiri dari wilayah Kota Administratif Depok. yaitu Kecamatan Limo.Dewan 06/DPRD/1997 tentang Persetujuan Atas Pembentukan Kotamadya Dati II Depok dan untuk lebih meningkatkan daya guna dan hasil guna penyelenggaraan pemerintah.Selain itu terdapat beberapa penggunaan lahan yang cenderung intensif seperti industri yang tersebar di Jalan Raya Bogor (Kecamatan Cimanggis). Kecamatan Sawangan dan sebagian wilayah Kecamatan Bojonggede yang terdiri dari Desa Pondokterong.DPRD/03/1994 tentang Persetujuan Pembentukan Kotamadya Daerah Tingkat II Depok dan Keputusan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Propinsi Daerah Tingkat I Jawa Barat tanggal 7 Juli 1997 Nomor 135/Kep. Berdasarkan Undang-undang tersebut. pelaksanaan pembangunan. dan penduduk yang berbatasan dengan wilayah Kota Administratif Depok. maka pembentukan Kota Depok sebagai wilayah administratif baru di Propinsi Jawa Barat ditetapkan dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 1999.2 ADMINISTRASI Berdasarkan Surat Keputusan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Daerah Tingkat II Bogor tanggal 16 Mei 1994 Nomor 135/SK. Desa Cipayung dan Desa Cipayung Jaya. serta untuk kesatuan perencanaan. perdagangan dan jasa. pembinaan wilayah. dan pelayanan kepada masyarakat serta untuk lebih meningkatkan peran aktif masyarakat. pendidikan dan perkantoran yang tersebar di sepanjang Jalan Margonda Raya dan Jalan Akses UI. tetapi juga meliputi sebagian wilayah Kabupaten Bogor lainnya. Desa Pondokjaya. Kecamatan Cimanggis. Sehingga wilayah Kota Depok terdiri Kajian Pinjaman Daerah Pemerintah Kota Depok 18 . 3.

471 orang. Sampai dengan tahun 2007 Kota Depok mempunyai 63 kelurahan.762 orang. Jumlah anggota DPRD Kota Depok hasil pemilu 2004 (periode 2004 – 2009) adalah 45 orang.dari 6 Kecamatan. pembangunan dan pembinaan serta pelayanan masyarakat di Kota Depok. kepadatan penduduk Kota Depok mencapai 7. dan 4. yang terdiri dari laki-laki 761. Kecamatan Sukmajaya merupakan kecamatan terpadat di Kota Kajian Pinjaman Daerah Pemerintah Kota Depok 19 .382 jiwa dan perempuan 708. dan golongan IV sebanyak 2.483 orang. Fraksi PDI Perjuangan 6 orang. Jumlah Pegawai Negeri Sipil Daerah Kota Depok tahun 2007 adalah 6. 3. Jumlah keputusan DPRD Kota Depok pada tahun 2007 yang berupa Surat keputusan Pimpinan DPRD sebanyak 2. dan sebanyak 4 berupa Peraturan Daerah (PERDA).037 jiwa. kemudian Fraksi partai Golkar 8 orang.722 orang. terdiri dari golongan I sebanyak 86 orang. Fraksi Partai Amanat Nasional 5 orang. 828 Rukun Warga (RW).339.620 jiwa. golongan III sebanyak 2.43 persen.888 jiwa. Kecamatan Cimanggis paling banyak penduduknya dibanding kecamatan lain di Kota Depok. yaitu 403. Di Tahun 2007. dan Fraksi Persatuan Bangsa 6 orang. Laju pertumbuhan penduduk Kota Depok tahun 2007 3.1.538 Rukun Tetangga (RT). sedangkan Surat Keputusan Dewan (DPRD) ada 24 keputusan. Fraksi Partai Demokrat 8 oang.3 KEPENDUDUKAN 3. Hal ini mengakibatkan bertambahnya beban tugas dan volume kerja dalam penyelenggaraan pemerintahan. sedangkan rasio jenis kelamin di Kota Depok adalah 102.470. laki-laki 39 orang. Sedangkan kecamatan dengan penduduk terkecil adalah Kecamatan Beji yaitu 139.002 jiwa. dan perempuan 6 orang. Penduduk Jumlah penduduk Kota Depok pada tahun 2007 mencapai 1.3.37 jiwa/km2. Anggota DPRD dari fraksi Partai Keadilan Sejahtera 12 orang. golongan II sebanyak 1.

62 10.22 1.1.93 111.854 249.732.041 32.74 5.905 51.905 22.323 708.30 0.226 220.35 8.537 65.717 398.382 9.779 150.642 2015 350.982 57.69 6.03 8.20 1.921 35.805 23.93 8.69 109.84 jiwa/km2.72 6.278 77.033.19 2.002 7.63 9.567 9.64 10.31 112.b Penduduk Menurut Jenis Kelamin dan Struktur Usia Di Kota Depok Tahun 2007 Kelompok Umur 1 Laki-Laki N 2 % 3 Perempuan N % 4 5 Laki-Laki+Perempuan N % 6 7 RJK 8 0 ‐4 5 ‐9 10 ‐14 15 ‐19 20 ‐24 25 ‐29 30 ‐34 35 ‐39 40 ‐44 45 ‐49 50 ‐54 55 ‐59 60 ‐64 65 ‐69 70 ‐74 75   + J UML AH 73.660 478.15 103.90 114.35 8.306 71.272 1. BAPEDA Kota Depok Tabel 3.27 1.36 106.56 108.62 8.27 9.035.92 8.925 1.991 135.111 2.20 8. Sedangkan kecamatan dengan kepadatan penduduk terendah adalah Kecamatan Sawangan yaitu sebesar 3.189 207.842 60.3.900 69.78 104.070 32.17 107.523 182.949 761.620 9.762 30.70 104.632 15.92 8.768 48.897 127.29 0.33 3.470.901 6.42 9.673 100.31 3.82 1.636 72.41 9.081 75.869 70.03 100 139.90 5.803 63. Tabel 3.241 76.3.13 2.76 96.1.99 94.16 8.45 Sumber : Depok Dalam Angka Tahun 2007 Kajian Pinjaman Daerah Pemerintah Kota Depok 20 .685 18.61 jiwa/km2.89 107.601 13.61 9.501 73.97 100 109.12 9.a Proyeksi Jumlah Penduduk Kota Depok Tahun 2010 – 2015 (jiwa) Kecamatan Jumlah Penduduk (Jiwa) 2010 Pancoran Mas Sukmajaya Beji Sawangan Limo Cimanggis TOTAL 310.72 1.968 13.536 141.39 4.569 26.82 5. kemudian Kecamatan Beji dengan tingkat kepadatan 9.438 16.526 515.989 451.05 4.293 Sumber: Hasil Revisi RTRW Kota Depok Tahun 2000 – 2010.52 9.002 9.91 100 66.52 8.320 41.782.881 65.360 61.76 106.23 1.200 122.00 104.91 1.189 217.118 9.59 9.35 107.903 14.218 64.08 2.36 3.66 6.634.38 jiwa/km2.265 179.950 145.81 10.22 4.Depok dengan tingkat kepadatan 10.723 126.685 63.710 46.

00 Jumlah (%) 4 2.10 16. Tahun 2007 Lapangan Usaha 1 Pertanian Pertamb.3.88 0.92 %.2 Persentase Penduduk Berusia 10 Tahun Keatas Menurut Jenis Kelamin dan Lapangan Usaha di Kota Depok.00 21.71dari penduduk yang bekerja sebagian besar bekerja di sektor jasa dan perdagangan dengan persentase masing-masing 27.3.06 0.17 0.36 25.42 100. sisanya merupakan penduduk bukan angkatan kerja.92 12. sehingga angkatan kerja yang tidak terserap dikategorikan sebagai pengangur.35 0.2. Gas & Air Konstruksi Perdagangan Angkutan & Komunikasi Keuangan Jasa-jasa Lain-lain JUMLAH Laki-laki 2 3.27 0.98 %.00 2005 (%) Perempuan 3 0.50 4.00 8.56 % dan perempuan 25.79 %.00 100.48 27.41 15.3.30 100.98 0. Jadi penduduk Kota Depok yang tergolong angkatan kerja 53.36 6. penduduk Kota Depok yang bekerja 44.79 23.14 14.83 26.84 %. Penduduk usia kerja terdiri dari “ angkatan kerja” dan bukan angkatan kerja. kemudian berusaha sendiri 26. Hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional 2006. Penduduk yang bekerja masih didominasi lakilaki dari pada perempuan (lakilaki 63. Tabel 3.00 Sumber: Bapeda Kota Depok Kajian Pinjaman Daerah Pemerintah Kota Depok 21 .98 % dan 26. & Penggalian Industri Listrik.63 0.28 0. Status pekerjaan didominasi sebagai buruh/karyawan/pegawai sebanyak 64. Tenaga Kerja Penduduk usia kerja didefinisikan sebagai penduduk yang berumur 10 tahun keatas.63 % sedangkan yang menganggur sekitar 9.70 6.36 %. Kesempatan kerja memberikan gambaran besarnya tingkat penyerapan pasar kerja.60 3.75 0. dapat diperoleh gambaran bahwa pada tahun 2006. Penduduk yang tergolong “Angkatan Kerja adalah mereka yamg aktif dalam kegiatan ekonomi.24 33.00 0.49 9.00 35.

Memiliki Ijazah tertinggi SLTA merupakan persentase terbesar dibanding jenjang pendidikan lainnya. Penduduk Kota Depok yang berumur 10 tahun keatas yang bisa membaca dan menulis huruf latin 59. Selain itu terdapat 55 sekolah SMK.51 %. huruf lainnya 1.726 orang dan jumlah guru 1.183 orang. dan 4. yaitu hak rakyat untuk memperoleh akses atas kebutuhan pelayanan kesehatan.5 KESEHATAN Pembangunan kesehatan merupakan upaya untuk memenuhi salah satu hak dasar rakyat.023 orang.07 %. 27.4 PENDIDIKAN Tahun Ajaran 2006/2007 jumlah Sekolah Taman Kanak-kanak di Kota Depok sebanyak 314 sekolah.937 orang dan 1.43 %. huruf latin dan huruf lainnya 37. serta penambahan tenaga medis terus dilakukan sehingga pelayanan secara maksimal bagi semua lapisan masyarakat dapat dirasakan dan tingkat Kajian Pinjaman Daerah Pemerintah Kota Depok 22 . dengan 125. upaya yang dilakukan pemerintah yaitu dengan meningkatkan fasilitas. penduduk Kota Depok yang berumur 10 tahun keatas yang memiliki ijazah tertinggi SLTA dan sederajat. Sekolah SD sebanyak 362 sekolah. Sekolah SMP berjumlah 137 sekolah dengan jumlah siswa 44. dan yang buta huruf 1. Peningkatan mutu pelayanan kesehatan di Kota Depok harus selalu ditingkatkan melihat perkembangan jumlah penduduk yang selalu bertambah dari tahun ke tahun. Pembangunan kesehatan juga harus dipandang sebagai suatu investasi dalam kaitannya untuk mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pembangunan ekonomi.656 orang guru.3.581 murid.99 %.67%. dengan jumlah murid 18. Di tingkat SMA terdapat 51 sekolah dengan jumlah murid dan guru masing-masing 14.053. Pada tahun 2006.601 orang dan jumlah guru 3. 3. jumlah murid TK 14.371 orang. serta memiliki peran penting dalam upaya penanggulangan kemiskinan. dan 954 guru TK. sarana dan prasaran kesehatan.

Dokter Umum 2. Sarjana Keperawatan 3.kepuasan dapat lebih dimaksimalkan dengan pelayanan kesehatan secara mudah. SMF 3. pendidikan. penyelenggaraan kesehatan lingkungan dan promosi kesehatan dapat lebih dioptimalkan. Dokter spesialis 1. 2. Tenaga Medis 26 orang Paramedis Keperawatan 19 orang 1. Seperti apa yang tertuang Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Depok tahun 2006 – 2011 dimana disebutkan bahwa prioritas perencanaan pembangunan lebih menitikberatkan pada bagaimana meningkatkan kualitas keluarga. Tabel 3.5. kewaspadaan pangan dan gizi.1 Jumlah Tenaga Kesehatan (RSUD) Kota Depok No Spesifikasi Jumlah Pendidikan 1. hal ini tentunya harus ditunjang dengan sarana dan parasarana pelayanan yang memadai sehingga peningkatan kualitas pelayanan khususnya penyediaan layanan kesehatan dasar dan rujukan. Administrasi Negara 10 orang Paramedis Non Keperawatan Tenaga Non 20 orang Medis Kajian Pinjaman Daerah Pemerintah Kota Depok 23 . peningkatkan kesehatan keluarga. SPK 1. merata. Dkter Gigi 3. dan murah ( Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 228/Menkes/SK/III/2002 tentang Pedoman Penyusunan Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit Yang Wajib Dilaksanakan Daerah).1 Sumber Daya Manusia Tenaga Kesehatan Sumber daya manusia adalah unsur yang sangat penting dalam memberikan pelayanan yang optimal karena hal ini sangat mempengaruhi mutu pelayanan dan pengelolaan kesehatan. 3.5. 3. 4. D3 Gigi 1. D3 Kebidanan 2. Apoteker 2. penanganan penyakit menular dan tidak menular. kesehatan dan kesejahteraan masyarakat yang berlandaskan nilai-nilai agama. D3 Keperawatan 2.

b. D3 Lingkungan 6.4. D3 Administrasi RS 11. Di Kota Depok tahun 2007 tersedia 27 puskesmas yang tersebar di 6 kecamatan dan 10 puskesmas pembantu. Untuk saat ini RSUD sudah dapat beroperasi. poliklinik RSUD Kota Depok dan ruang perawatan kelas III. D3 Rekam Medik 8. Mengacu pada sarana dan prsarana yang tersedia di RSUD Kota Depok. dan genset) sudah selesai dan berfungsi: Bangunan/gedung dengan luas 4. SMA Sumber : RSUD Kota Depok 3. IPAL.420 M2 (yang terdiri dari gedung A. OK. mengingat jumlah penduduk yang harus dilayani akan semakin berkembang setiap tahunnya. c.010 M2 (yaitu gedung C) sedang proses pembangunan (Pondasi) Bangunan/gedung dengan luas 8. D3 Analis 10. Untuk meningkatkan pelayanan yang optimal tentunya sarana dan prasarana harus lebih ditingkatkan. SKM 12. D3 Rontgent 7. D3 Gizi 9.2 Sarana dan Prasarana Untuk mengoptimalkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat Kota Depok pada saat ini sudah tersedia Rumah Sakit Umum Daerah dimana proses pembangunan gedung RSUD dilakukan secara bertahap sesuai dengan Master Plan yang telah dibuat. Ekonomi 5.5. terutama bangunan gedung dibagi dalam tiga kategori yaitu : a. Bangunan/gedung dengan luas 3. Sarana Kajian Pinjaman Daerah Pemerintah Kota Depok 24 . namun hanya ada satu gedung yang telah siap untuk digunakan untuk pelayanan diataranya : IGD.210 M2 belum dibangun.

000.000.250.000 300 350 1.000.000. Sampai dengan tahun 2007 rumah sakit umum yang ada di Kota Depok ada 10.000. INST.000. FARMASI.750. rumah sakit ibu dan anak ada 4 rumah sakit.000.000 250. REHAB MEDIK. LAB.5.805. ANAK & KEBIDANAN.250. Tabel 3.000.000 1850 9. C.000       900.000       13.554. Rumah Bersalin 24 buah.000 300.200. Balai Pengobatan 142.pelayanan kesehatan antara lain rumah sakit juga tersedia di Kota Depok.000 1.000.500.000 750.000 2.000.000 60.000.000 D E F G H I J K L M N O P             Gambar Konsultan+Pengawas Kajian Pinjaman Daerah Pemerintah Kota Depok 25 .072. FAS UMUM Lt 2 : KANDUNGAN & BEDAH SENTRAL.000 1.150. D MESJID SELASAR 1 LT SELASAR 2 LT TOTAL 60 50 50 70 180 80 24 150 3300 LUAS TOTAL B 3250 16. Sarana dan Prasarana RSUD Kota Depok Kelas C GED A PERUNTUKAN Lt 1 : POLIKLINIK UGD Lt 2 : RAWAT INAP KELAS 3 Lt 1 : RADIOLOGI.000.000 345.724 4% 3% 51. CSSD Lt 2 : RAWAT INAP KELAS 2 Lt 3 : ADMINISTRASI MEDICAL RECORD Lt 1 : POLI TAMBAHAN. BEDAH SENTRAL Lt 3 : ICU DAN ICCU Lt 1 : RAWAT INAP KELAS VIP Lt 2 : RAWAT INAP KELAS 1 LAUNDRY INSTALASI GIZI EKSISTING WORKSHOP AMBULANCE CENTER INSENERATOR IPAL GENSET NORTULARY (KAMAR JEAZAH) Instalasi Logistik Landasan Oksigen Sentral Instalasi Oksigen ke Gedung B.000 4010 C 20.2 Proyeksi Pengembangan Gedung.050.000.000 400.

000 1.500.000. ICCU 4TT.533. Apotik.000 Kajian Pinjaman Daerah Pemerintah Kota Depok 26 .180.000 LUAS 3300 4330 TOTAL 21.761. Ct-Scan.000.000 Kelas B GED A B PERUNTUKAN Poli. VK 1 kamar.650.000 D 3700 18. Kelas III 60 TT Lantai 1: CSSD. kamar RR 2. NICU 4TT Lantai 1: Rinap Kelas 1 A 20 TT Lantai 2: Rinap Kelas 1 B 20 TT Lantai 3: Rinap Kelas VIP 8 TT dan Super VIP 2 TT Lantai 4: Administrasi E F G H I Laundry Instalasi Gizi Workshop Ambulance Center IPAL 300 350 60 50 1. Haemodialisa 4 TT Lantai 3: ICU 6TT.500.000.750.850. UGD. Ruang Praktek 6.000.000.000 C 4010 20.000 5. Medical Record Lantai 2: Rinap Kelas III A 60 TT Lantai 3: Kelas II 50 TT Lantai 4: Kelas II 50 TT Lantai 1: Radiologi (kamar (X-Ray 2).000.050.000 60. Farmasi Rehabilitasi Medik.295.000.000 42.500. Laboratorium Sentral & Administrasi.000 300.            Penyempurnaan Master Plan Inflasi TOTAL ALKES    10%    70% 150. Ruang Tunggu Lantai 2: OK 4 Kamar.

000.C.000 66. jumlah penumpang yang ada di Kota depok merupakan investasi yang menunjang pembangunan di Kota Depok dan merupakan salah satu asset di dalam penghitungan PAD Kota Depok.000.150.D Masjid Selasar Jumlah Gambar Penyempurnaan Master Plan Penyempurnaan FS Konsultan+Pengawas Inflasi 50 70 180 80 24 250.000 400.358.6 PERHUBUNGAN (JALAN/JEMBATAN) Perhubungan darat merupakan prasarana pengangkutan yang penting untuk memperlancar kegiatan perekonomian.000. Dengan makin meningkatnya usaha pembangunan maka akan menuntut peningkatan pembangunan jalan untuk memudahkan mobilitas penduduk dan memperlancar lalu lintas barang dari satu daerah ke daerah lain.644.000 6.000 150 16.000 2. Jumlah angkutan.000 690. ijin trayek.000.000 54.400.000 3% 10% TOTAL 70% 1.000 77.932.000 150.000.110. Lalu lintas Angkutan Penumpang Kereta Api merupakan alat transportasi yang banyak diminati hal ini dikarenakan biayanya yang relative murah dan cepat sampai ditujuan.600.000 900.J K L M N O P Insenerator Genset Kamar Jenazah Instalasi Logistik Landasan Oksigen Sentral Pekerjaan Pipa Oksigen ke Gedung A.440.000 60.000.000.000.000.654 4% 750. Di Kota Depok terdapat 5 Kajian Pinjaman Daerah Pemerintah Kota Depok 27 . B.000 150.000.000.000 BIAYA ALKES Sumber : RSUD Kota Depok 3.000.

jika dirinci menurut status pemerintah yang berwenang maka panjang jalan negara 14. Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Depok Kota Depok sebagai kota perdagangan dan jasa yang berbasiskan ekonomi perkotaan dan ekonomi pedesaan..301 dan 75. Perkembangan perekonomian Kota Depok tahun ketahun-nya mengalami perkembangan yang cukup signifikan hal ini dapat dilihat dengan makin meningkatnya aktifitas perekonomian. Depok Baru. antara lain : Stasiun Kereta Api Pondok Cina. pembangunan ekonomi tak dapat lepas dari pertumbuhan ekonomi (economic growth).24 km2. Pada bulan September 2007 jumlah pelanggan Kancatel Depok sebesar 72.16 km2. pembangunan ekonomi mendorong pertumbuhan ekonomi. perdagangan dan jasa. hal ini mencerminkan bahwa Kota Depok sebagai kota perdagangan dan jasa yang berbasiskan kegiatan Industri.476 dengan jumlah kapasitas sentral dan jumlah LIS (Line in service) 80. jalan propinsi 19.Stasiun Kereta Api. Depok Lama. Kajian Pinjaman Daerah Pemerintah Kota Depok 28 . a. Panjang jalan di Kota Depok tahun 2007 adalah 503. PDRB Kota Depok terakhir (tahun 2006). UI.77 km2.7 EKONOMI Pembangunan ekonomi adalah suatu proses kenaikan pendapatan total dan pendapatan perkapita dengan memperhitungkan adanya pertambahan penduduk dengan perubahan fundamental dalam struktur ekonomi suatu daerah. yaitu Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).529. dan sebaliknya. serta pertanian menunjukan pertumbuhan yang terus meningkat. dan Citayam. dimana masing-masing sektor perekonomian berkembang.31 km2. 3. hal menunjukan peningkatan yang terus indikator makro ini mencerminkan bahwa ekonomi daerah. pertumbuhan ekonomi memperlancar proses pembangunan ekonomi suatu daerah. jalan kota 469. atas dasar harga berlaku.

000.10 (dalam juta) Tahun 2005 menjadi Rp.779.01. 7.000 3. yaitu dari Rp.000 2.000 8. 5.65 % dari Rp.000. 8.000 4.000.000.91 % dibanding Tahun 2005.000. 4.000 7..(dalam juta) pada Tahun 2006.000.000 2003 2004 2005 2006 PDRB atas dasar harga berlaku PDRB atas dasar harga konstan Kajian Pinjaman Daerah Pemerintah Kota Depok 29 .06.mengalami peningkatan sebesar 18. Tabel 3.000.967.750.000.000.7.000 1.. Sedangkan atas dasar harga konstan mengalami peningkatan sebesar 6.000 6.541.000 5.000.666.066.129.a PDRB Kota Depok Tahun 2003-2006 10.(dalam juta) Tahun 2006.034.(dalam juta) pada Tahun 2005 menjadi Rp.15.000 9.

83 7.04 %.32 6.01 %).59 3.27 48. LISTRIK.51 38.PERDAGANGAN. Kondisi perekonomian Kemajuan ekonomi Kota Depok juga terlihat dari cukup tingginya Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE).60 5.44 30.13 37. Subsektor yang tinggi pula pertumbuhannya adalah jasa-jasa yang mengalami pertumbuhan mencapai 8.65 2.39 %.90 30.71 2006)* (5) 2.66 3. PERTAMBANGAN DAN PENGGALIAN B.98 48.34 5.65 %. lebih tinggi dibanding rata-rata pertumbuhan Jawa Barat (6.73 %.18 30.a Presentase PDRB Kota Depok Atas Dasar Harga Berlaku Tahun 2003 .81 3.52 4.94 8.99 2. HOTEL & RESTORAN 2.64 3. Kajian Pinjaman Daerah Pemerintah Kota Depok 30 . PERTANIAN 2. sektor tersier mengalami pertumbuhan sektor pertumbuhan paling pesat. T E R S I E R 1. yaitu mencapai 6.94 b.23 48.81 5.JASA-JASA Sumber: BPS Kota Depok.54 4.65 47.23 3. S E K U N BD E R 1.59 38.09 5.87 47.82 7.7.98 2004 (3) 3.44 5. PENGANGKUTAN DAN KOMUNIKASI 3.00 2005)* (4) 2.2006 KELOMPOK SEKTOR (1) A. hotel dan restoran yang bertumbuh hingga mencapai 9.86 50.22 32.73 4. 2006 2003 (2) 3. GAS DAN AIR MINUM 3.99 48.30 4. Angka ini merupakan yang paling tinggi dibanding subsektor-subsektor yang berkembang di Kota Depok.Tabel 3.42 3. Subsektor yang paling mendukung pesatnya laju tersier adalah subsektor perdagangan. INDUSTRI PENGOLAHAN 2.BANK & LEMBAGA KEUANGAN LAINNYA 4. yaitu mencapai 7.59 48.07 6. P R I M E R 1. Dari semua sektor yang ada.49 4.57 38.53 7. BANGUNAN/KONSTRUKSI C.

83 10. P R I M E R 1.39 2.86 2.BANK & LEMBAGA KEUANGAN LAINNYA 4.50 4.49 7.87 6.01 *)Angka Perbaikan **)Angka sementara Kajian Pinjaman Daerah Pemerintah Kota Depok 31 .21 5.94 6.07 7.95 7. 2006 2003 (2) 2. GAS DAN AIR MINUM 3. PERTAMBANGAN DAN PENGGALIAN B. PENGANGKUTAN DAN KOMUNIKASI 3. T E R S I E R 1.84 2004 (3) 4.03 9.24 6.21 5.32 4.77 2005* (4) 4. BANGUNAN/KONSTRUKSI C.88 7.62 2006** (5) -4.80 8.98 6.94 7.91 6.70 8.PERDAGANGAN.26 4.00 5.44 7.27 -4.66 5.83 6.00 7.64 3.15 3.23 6.7.54 5.04 6.78 6. HOTEL & RESTORAN 2.27 6.23 2.23 2.JASA-JASA PDRB KOTA DEPOK PDRB PROPINSI JAWA BARAT Sumber : BPS Kota Depok.73 9.70 4.58 6.95 6.93 5.96 5. LISTRIK.62 5.Tabel 3.27 5.03 3.b Laju Pertumbuhan Ekonomi Kota Depok Tahun 2003-2006 KELOMPOK SEKTOR (1) A.65 6. PERTANIAN 2. INDUSTRI PENGOLAHAN 2.24 4.34 4. S E K U N BD E R 1.

131. Rencana Usulan Pinjaman 2. Dalam rangka pinjaman daerah Pemerintah Kota Depok perlu melakukan analisis kewajiban pinjaman berdasarkan potensi pendapatan riil maupun besaran biaya yang dibutuhkan sehingga tidak terjadi permasalahan dalam pengembaliannya. Untuk mengantisipasi hal tersebut diperlukan perumusan yang sistematis dan terkoordinasi melalui suatu perhitungan sebagai berikut: Perhitungan DSCR Pemerintah Kota Depok dengan Asumsi APBD tahun 2008. Bunga/Tahun (%) (Mengikuti Suku Bunga yg berlaku) 3. Kota Depok dalam melakukan pembiayaan pembangunan lebih mengefektifkan pendanaan dari APBD.1 Analisis Kemampuan Pinjaman Daerah Kota Depok dalam pelaksanaan pembangunannya belum melakukan pinjaman.(BW) DSCR = ANGSURAN POKOK PINJAMAN + BUNGA + BIAYA LAIN Kajian Pinjaman Daerah Pemerintah Kota Depok 32 .600.508.00 dananya tidak (PAD + BHP/BHBP+DAU+DBHP Prov + DP OTSUS + BK Prov) . yaitu : 1. sehingga tidak ada kewajiban pembayaran ke pihak lembaga pemberi pinjaman manapun.000.00 12. namun untuk pembangunan selanjutnya Pemerintah Kota Depok dimungkinkan melakukan pinjaman apabila program dan kegiatan yang dilaksanakan dalam proses pembangunan sumber mencukupi .BAB IV PINJAMAN DAERAH 4. Jangka Waktu Pinjaman : 8 (delapan) Tahun : : Rp.

asuransi dan Denda Komponen A 1.678.74 65.292.300.00 106.(KOMPONEN B) DSCR = KOMPONEN C Keterangan : PAD BHP/BHBP DAU DBHP Prop DP Otsus BK Prop PK Biaya Lain : : : : : : : : : : : : : : : 80.815.509.958.381. 3.000.00 (+) JUMLAH = 525. 2.450.057.792.500. 2.450.426.425.54 130.000.378. Belanja Langsung Pembayaran Utang Pokok Pegawai ( Tdk : : 459.766. PAD BHP/BHBP DAU DBHP Prop DP Otsus BK Prop Komponen B 1.00 44.754.570. 4. Biaya Komitmen.31 (+) JUMLAH = 788.847. 6.092. Biaya Provisi.47 Pendapatan Asli Daerah Bagi Hasil Pajak/Bagi Hasil Bukan Pajak Dana Alokasi Umum Dana Bagi Hasil Pajak dari Propinsi dan Pemerintah Daerah Lainnya Dana Penyesuaian dan Otonomi Khusus Bantuan Keuangan dari Propinsi atau Pemerintah Daerah Lainnya Pembayaran Pokok Utang Biaya Administrasi.387.74 Kajian Pinjaman Daerah Pemerintah Kota Depok 33 .62 427.821.338. 5.872.136.(KOMPONEN A) .

00 262.872.657.47 – 525.008.74 DSCR = 33.678. 3.Komponen C 1.032. Angsuran Bunga Angsuran Pokok ( Jumlah : : 16.008.600.5% Notaris 1 permil : 15.781.2 Analisa Batas Maksimal Pinjaman Sesuai dengan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 54 Tahun 2005 tentang Pinjaman Daerah.338.780.96 Ketentuan DSCR ≥ 2.570.575.658.438.00 DSCR = 7.658.00 788. 2.450.008.600.600.73 DSCR = 33.600. bahwa batas maksimal pinjaman Pemerintah Kota Depok dengan asumsi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2008 dapat dirumuskan sebagai berikut : Kajian Pinjaman Daerah Pemerintah Kota Depok 34 .000.000.5 ( Rasio proyeksi kemampuan keuangan daerah untuk mengembalikan pinjaman) 4.227.051.768.00 789.092.00 Pinjaman/jangka waktu) Biaya Lain ( Prediksi Provisi Bank 0.00 (+) JUMLAH = 33.

00 : : 22.95 : 545.000.346.000.727.127.797.346.00 (+) Total Pinjaman : 142.96 Rencana Pinjaman TA 2008 : 131.508.138.00 Kajian Pinjaman Daerah Pemerintah Kota Depok 35 .549. DAK b.138.634.097.800.127.00 (+) PENERIMAAN UMUM APBD TAHUN 2007 Komponen A Komponen B Jumlah Maksimum Pinjaman Jumlah Sisa Pinjaman TA 2007 : 10.000.800.672.797.180.800.600.877.179.549.672.979.00 (-) : 726.95 : 22.95 Komponen B a.800.979.179.853.800. Dana Darurat Jumlah : 11.95 : 75% x Penerimaan Umum APBD TA 2007 75% x 726. Pembayaran Pokok utang : 10.00 : 749.Komponen A Pendapatan Daerah : 749.127.265.00 c.127.265.

47 = 18.000.678.00 : : 19.997.678.750.872.678.750.47 Komponen B a.47 : 19.138.138.850.47 : 7.00 : 11.000.350.41 Persyaratan = ≤ 75 % x 100% Kajian Pinjaman Daerah Pemerintah Kota Depok 36 .000.00 (+) : 776.872.988.00 (+) Perbandingan Rencana Pinjaman dengan Penerimaan APBD TA 2008 142.650.000.750.988.850.000. Pembayaran Pokok Utang : 11.000.122.Perhitungan perbandingan sisa pinjaman daerah dengan jumlah pinjaman yang akan diterima dengan penerimaan umum APBD TA 2008 dapat dirumuskan sebagai berikut : Rencana Pinjaman Sisa Pinjaman Tahun 2008 Total Pinjaman : 131.000.488.00 (+) : 142.000.678.000.750.600. Dana Darurat Jumlah Penerimaan Umum APBD TA 2008 Komponen A Komponen B Jumlah : 795.488.00 = 776.00 c.997. DAK b.122.00 PENERIMAAN UMUM APBD TA 2008 Komponen A Pendapatan Daerah : 795.508.350.

719.872.360.623.372.06 % Ketentuan Defisit ≤ 3% Kajian Pinjaman Daerah Pemerintah Kota Depok 37 .219.000.571.891.988.997.988.00) Komponen B Pendapatan Daerah Surpus/Defisit = Defisit APBD x 100% 795.47 = x 100% (95.496.891.249.63 (-) : (202.997.00 (+) : (95.16) : 106.571.678.Perhitungan defisit APBD Pemerintah Kota Depok TA 2008 menurut PMK 95 tahun 2007 dapat dirumuskan sebagai berikut : Asumsi APBD TA 2008 adalah defisit (Pendapatan-Belanja) + (SiLPA TA 2007 +Pencairan Dana Cadangan+Penerimaan kembali pemberian pinjaman+ pencairan deposito) Surplus/Defisit = Total Pendapatan x 100% Komponen A Pendapatan Daerah Total Belanja Jumlah Silpa TA 2007 Pencairan Dana Cadangan Penerimaan Kembali Pinjaman Pencairan Deposito Jumlah TA 2008 Defisit : 795.678.00) = 12.16 : : : 513.000.730.000.872.47 : 998.

dalam pinjaman ini terdapat kewajiban dari Pemerintah Kota Depok untuk mengembalikan berupa angsuran pokok pinjaman yang disertai dengan bunga. Pinjaman yang dapat dilakukan oleh Pemerintah Kota Depok adalah sebesar 75% dari total penerimaan APBD tahun 2007 yaitu sebsear Rp.BAB V KESIMPULAN Pemerintah Kota Depok dengan cara meminjam dapat meningkatkan kemampuan pemerintah daerah untuk menggali Pendapatan Daerah Sendiri (PDS) yang pada gilirannya dapat meningkatkan kemampuan daerah membayar kembali pinjamannya.634.5% 2. 545.097.00 memenuhi syarat sesuai dengan ketentuan PP 54 Tahun 2005 pasal 12 3.853. serta batas maksimum pinjaman yang diperbolehkan sesuai dengan peraturan saat ini.96 % lebih besar dari syarat DSCR ≤ 2.600.000.07/2007 bahwa defisit APBD TA 2008 adalah sebesar Rp. karena pinjaman daerah ini berbeda dengan Pedapatan Asli Daerah seperti pajak dan restribusi.96 jadi apabila Pemerintah Kota Depok mengajukan pinjaman sebesar Rp. Bahwa berdasarkan perhitungan DSCR (Rasio proyeksi kemampuan keuangan daerah untuk mengembalikan pinjaman) Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 54 Tahun 2005 tentang Pinjaman Daerah. Namun untuk menentukan apakah Pemerintah Kota Depok layak atau tidak untuk melakukan pinjaman.508.(95.997.891. Berdasarkan uraian tersebut di atas.000. diperlukan adanya analisis untuk menghitung kemampuan keuangan daerah dan menentukan besarnya pinjaman.00) dan hasil perhitungan batas maksimal defisit APBD Kota Depok adalah 12. Sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 95/PMK. Pemerintah Kota Depok memenuhi syarat untuk melakukan pinjaman hal ini disebabkan rasio kemampuan Pemerintah Kota Depok untuk mengembalikan pinjaman adalah sebesar 7. maka dalam kajian ini dapat dianalisis beberapa kesimpulan yaitu : 1.131. biaya administrasi dan denda.06 % Kajian Pinjaman Daerah Pemerintah Kota Depok 38 .

Sesuai dengan peraturan yang berlaku bahwa Pemerintah Kota Depok dapat melakukan pinjaman sehingga perlu dipersiapkan langkah-langkah menuju pada pinjaman daerah yaitu : Kerangka Acuan Kegiatan yang terdiri dari : 1.Sosial. 5. Defisit APBD Pemerintah Kota Depok lebih dari 3% maka untuk dapat melakukan pinjaman harus mendapatkan rekomendasi dari Departemen Keuangan dan apabila defisit APBD dibawah 3% maka rekomendasi cukup dari Departemen Dalam Negeri. Jadwal Waktu Pelaksanaan 9. Ruang Lingkup Kegiatan 4. Analisis aspek (Pelayanan.sehingga sesuai dengan ketentuan apabila defisit APBD melebihi dari 3 % dari proyeksi PDB. 4. Latar Belakang 2. Lain-lain yang dianggap perlu • • Persetujuan Awal Pinjaman Bukti Pinjaman tahun sebelumnya ( bila ada) Kajian Pinjaman Daerah Pemerintah Kota Depok 39 . Maksud dan Tujuan 3. Kaitan dengan RPJMD 10. Lungkungan. Keuangan . Ekonomi dst) 7. Keterpaduan/sinergitas dengan kegiatan yang lain 8. SKPD yang menjadi Penanggung Jawab Kegiatan 5. SKPD yang menjadi Penanggung Jawab Keuangan 6. Struktur Organisasi Pengelolan Kegiatan Keuangan 12. Peta Wilayah 11.

PPN/06/2006 tentang Tatacara Perencanaan dan Pengajuan Usulan serta Penilaian Kegiatan yang Dibiayai dari Pinjaman dan/atau Hibah Luar Negeri. 005/M. Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara UU Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional UU Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah UU Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah PP Nomor 54 Tahun 2005 tentang Pinjaman Daerah PP Nomor 2 Tahun 2006 tentang Tata Cara Pengadaan Pinjaman dan/atau Penerimaan Hibah serta Penerusan Pinjaman dan/atau Hibah Luar Negeri Peraturan Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas No. Depok Dalam Angka Tahun 2007 Dinas Kesehatan Kota Depok.Profil Dinas Kesehatan Kota Depok Tahun 2007 Kajian Pinjaman Daerah Pemerintah Kota Depok 40 . Bapeda Kota Depok. Tahun 2003 tentang Keuangan Negara UU Nomor 1.02/2007 tentang Pedoman Pelaksanaan dan Mekanisme Pemantauan Defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah dan Pinjaman Daerah.DAFTAR PUSTAKA UU Nomor 17. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 95/PMK.

tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah tahun 2007 APBD Pemerintah Kota Depok. tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah tahun 2008 Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Depok tahun 2006 – 2011 Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 983/Menkes/SK/XI/1992 tentang Pedoman Organisasi Rumah Sakit Umum Kajian Pinjaman Daerah Pemerintah Kota Depok 41 .Bachrul Elmi 2002. APBD Pemerintah Kota Depok. UI Press. Keuangan Pemerintah Daerah Otonomi di Indonesia.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->