Anda di halaman 1dari 3

Penatalaksanaan Tujuan dari semua strategi pengobatan untuk ITP yaitu mencapai penghitungan platelet yang sesuai dengan

homeostasis, dibanding dengan jumlah trombosit normal. Keputusan untuk mengobati harus melibatkan diskusi dengan pasien dan pertimbangan dari tingkat keparahan perdarahan, antisipasi prosedur bedah, efek samping pengobatan, dan kualitas kesehatan yang berhubungan dengan kehidupan. Manajement awal ITP 1. Penilaian Status Penyakit: o Apakah pasien mengalami perdarahan? o Menentukan waktu, lokasi, dan keparahan gejala perdarahan. o Apakah pasien ini memiliki faktor resiko tambahan perdarahan seperti penggunaan agen antitrombotik atau pekerjaan yang beresiko tinggi? o Apakah ada antisipasi dari prosedur bedah? o Apakah pasien tersebut dapay menerima pengobatan yang direkomendasikan? o Apakah perdaraha yang dialami pasien mengganggu kegiatan sehari-hari atau menyebabkan kecemasan? 2. Pertimbangan keseluruhan untuk menajemen awal: o Sebagian besar pasien dengan tanpa perdarahan atau perdarahan ringan ( perdarahan dengan manifestasi kulit saja, seperti petechiae dan memar) dapat diobati dengan observasi saja tanpa harus dilakukan penghitungan trombosit. o Pengobatan lini pertama meliputi pengamatan, penggunaan kostikosteroid, IVIg, atau anti-D immunoglobulin. o FDA melaporkan anti-D harus digunakan dengan hatihati karena memiliki resiko hemolisis yang berat. Oleh karena itu tidak disarankan untuk pasien dengan perdarahan yang menyebabkan penuruan hemoglobin, atau yang terbukti mengalami hemolysis auto imun. 3. Pertimbangan khusus untuk dewasa dan anak-anak: Dewasa: o Pertimbangan pengobatan untuk pasien dengan penghitungan trombosit <30x109/L. o Penggunaan kortikosteroid jangka panjang lebih diminati dari penggunaan jangka pendek atau IVIg. o Penggunaan IVIg dapat digabungkan dengan kortikosteroid apabila diperlukan peningkatan pesat jumlah trombosit. o Baik IVIg (1g/kg untuk dosis tunggal, diulang apabila diperlukan) atau anti_D dapat digunakan sebagai

pengobatan lini pertama jika kontra indikasi pengobatan dengan kortikosteroid . Anak-anak: o Dosis tunggal IVIg (0.8-1.0 g/kg) atau pengobatan jangka pendek dengan kortikosteroid harus digunakan sebagai pengobatan lini pertama. o IVIg harus digunakan sebagai pengganti kortikosteroid apabila diperlukan peningkatan cepat dari trombosit. o Tidak ada bukti penggunaan kortikosteroid jangka panjang dibanding dengan pemakaian singkat. o Anti-D dapat dipertimbangkan untuk terapi lini pertama pada pasien dengan Rh+ yang tidak dilakukan splenektomi. Manajemen Lanjutan 1. Penilaian status penyakit: o Apakah pasien mengalami perdarahan? Tentukan waktu, lokasi, dan keparahan gejala perdarahn. o Apakah pasien memiliki perubahan dari pemeriksaan fisik atau riwayat yang memerlukan evaluasi untuk diagnosis lain yang menyebabkan trombositopenia? o Apakah pasien memiliki kontra indikasi untuk dilakukan splenectomy? o Apakah diagnosis ITP mempengaruhi kemampuan pasien untuk bekerja, pergi ke sekolah, atau partisipasi dalam kegiatan? o Apakah pasien merespon pengobatan saat ini? o Apakah ada efek samping dari pengobatan jangka panjang? o Apakah pasien dapat mengatasi masalah psikologis karena memiliki jumlah trombosit yang rendah? 2. Pertimbangan keseluruhan untuk manajemen lanjutan o Pasien dewasa yang memiliki perhitungan trombosit >30x109/L dan asimptomatik yang juga dilakukan splenectomy tidak memerlukan terapi lanjutan. o Pada anak-anak, splenectomy atau intervensi lain yang berpotensi menimbulkan komplikasi serius harus ditunda setidaknya selama 12 bulan, kecuali pada penyakit berat yang tidak responsive terhadap langkahlangkah pengobatan atau karena pertimbangan kualitas hidup. o Jika pengobatan dengan kortikosteroid, IVIg, atau anti-D telah berhasil, pilihan terapi ini dapat digunakan untuk mencegah perdarahan. o Jika pengobatan dengan kortikosteroid, IVIg, atau anti-D tidak berhasil, pengobatan lanjutan dapat mencakup splenektomi, rituximab, trombopoietin reseptor agonis, atau agen imunosupresi.

Anda mungkin juga menyukai