Anda di halaman 1dari 14

MAKALAH PENGHANTAR STUDI AL QURAN

Diajukan untuk memenuhi tugas terstruktur Mata Kuliah : Sejarah Penulisan Al Quran Dosen : Drs. H. Wawan Arwani, MA

Disusun Oleh : 1 . Laelatul Fatihah 2 . Putri Fikriati 3 . Yosep Ahmad Ali Wardana PBA. B Jurusan Pendidikan Bahasa Arab ( PBA ) Fakultas Tarbiyah

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI ( IAIN ) SYEKH NURJATI CIREBON 2012

KATA PENGANTAR Segala puji bagi Allah SWT yang maha menguasaiseluruh alam semesta beserta isinya. Lagi Maha berkehendak atas segala sesuatudan telah menjadikan manusia sebaik baiknya ciptaan yang diberikan akal untuk berfikir. Rasa syukur kami ucapkan, karena berkat rahmat dan hidayahnya kami dapat menyelesaikan makalah ini. Sholawat serta salam semoga selalu tercurahkan kepada Nabiyullah Muhammad SAW. kepada keluarganya, para sahabatnya, dan kepada kita selaku umatnya. Semoga limpahan rahmat yang diberikan Allah kepada beliau sampai kepada kita semua. Kami sangat menyadari dalam pembuatan makalah ini jauh dari kesempurnaan dan masih banyakkekurangan baik sis maupun penulisan. Semoga makalah ini bermanfaat bagi kami khususnya, dan bagi pembaca pada umumnya.

Cirebon, 16 September 2012

1 2

DAFTAR ISI KATA PENGANTAR...................................................................................1 DAFTAR ISI..................................................................................................2 BAB I PENDAHULUAN...........................................................................3 1.1 Latar belakang.........................................................................................3 1.2 Tujuan.....................................................................................................3 1.3 Rumusan masalah...................................................................................3 BAB II PEMBAHASAN..............................................................................4 2.1 Sejarah Penulisan Al Quran................................................................4 2.2 Pembagian Al Quran..........................................................................6 2.3 Pemeliharaan Al Quran Pada Masa Nabi...........................................6 2.4 Pemeliharaan Al Quran Pada Masa Khulafaurrayidin.......................8 2.4.1 Masa Abu Bakar Ash Shidiq.............................................................8 2.4.2 Masa Utsman bin Affan.......................................................................9 BAB III PENUTUP 3.1 Kesimpulan.............................................................................................11 3.2 Daftar Pustaka..........................................................................................12

2 3

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang Dewasa ini sebagian besar umat islam mempelajari kitabullah, hanya sekedar membaca dan memahami, keseriusan dalam mempelajari sejarah dari kitab suci ini, kurang menjadi momok dalam setiap insan muslim. Untuk itu kita sebagai mahasiswa dan pelajar mencoba untuk mengetahui sejarah kitabullah ini yaitu Al-Quran, yang berlandaskan pada hati. Untuk itu terlebih dahulu kita harus tahu apakah kitab Al-Quran itu, bagaimana, dan dari mana kitab ini di buat. Sebagai landasan untuk menguatkan iman kita. Perjalanan panjang sejarah ini sangatlah penting. Disamping sebagai bahan pertimbangan sekaligus sebagai bahan rujukan menuju keyakinan kita akan kitab ini. Sebuah kilas balik yang panjang ini sangatlah menarik untuk di pelajari, karena dalam pembahasan ini sangat menentukan kebenaran kitab Al-Quran sejak wafatnya rasulullah. Oleh karena itu setelah kita mempelajari sejarah kitab Al-Quran ini, kita semua bisa lebih bertambah imannya, dalam mengimani rukun iman yang ketiga (3). 1.2 Tujuan 1. Untuk mengetahui sejarah Al-Quran. 2. Untuk memperkuat iman. 3. Agar generasi muslim muda diharapkan bisa memlihara, merawat, dan menjaga Al-Quran setelah mempelajari sejarahnya. 1.3 Rumusan masalah 1. Kurangnya kesadaran umat islam dalam mempelajari sejarah Al-Quran. 2. Tidak sedikit kaum muslim yang meragukan kebenaran Al-Quran. 3. Terkikisnya rasa untuk menjaga dan merawat Al-Quran, karena kurangnya minat mereka untuk mempelajari sejarah Al-Quran.

BAB II PEMBAHASAN 2.1 Sejarah Penulisan Al Quran Quran menurut pendapat yang paling kuat seperti yang di kemukakan oleh Dr. Subhi alshalih berarti: bacaan asal kata qaraa, kata Quran itu berbentuk masdar dengan arti isim maful yaitu maqru di baca Didalam al-quran sendiri ada pemakaian kata Quran: dalam arti demikian sebagai berikut dalam ayat 17-18 surat al-Qiyamah:

Sesungguhnya mengumpulkan(di dalam dadamu) dan (menetapkan) bacaanya pada (lidahmu) itu adalah tanggungan kami, (karena itu), jika kami dalam membacakanya, hendaklah kamu ikuti bacaanya. Kemudian di pakai kata Quran itu untuk Al-Quran yang di kenal sekarang ini.Adapun definisi Al-Quran ialah: kalam Allah SWT yang merupakan mujizat yang di turunkan kepada Nabi Muhammad SAW dan yang di tulis di mushaf dan di riwayatkan dengan mutawatir serta membacanya adalah ibadah. Dengan definisi ini, kalam Allah yang di turunkan kepada Nabi selain Nabi Muahammad Saw tidak di namakan Al-Quran, sepeti Taurat yang di turunkan kepada Nabi Musa, atau injil kepada Nabi Isya, demikain juga, Nabi Muhammad yang membacanya tidak di anggap sebagai ibadah, seperti hadits qudsi tidak boleh di namakn Al-Quran. Nabi muahammad dalam menerima wahyu mengalami berbagai macam cara dan keadaan, diantaranya: 1. Malaikat memasukan wahyu itu itu kedalam hatinya 2. Malaikat menampakkan dirinaya kepada nabi berupa seorang laki-laki yang mengucapkan kata-kata kepadanya, sehingga beliau mengathui dan hafal benar kata-kata itu 3. Wahyu datang kepadanya seperti gemerincing lonceng, cara inilaah yang berat yang dieaskan oleleh nabi, kadang-kadang pada kening beliau bercucuran keringat. 4 5

4. Malaikat menampakan dirinya pada nabi ti berupa seorang laki-laki, melainakan menampakan dengan wujud aslinya. Hal ini tercantum dalam alquran suata an - naml ayat 13-14

sesungguhnya Muhammad telah mellihatnya pada kali yang lain kedua. Ketika ia bearada(di sidratul muntaha). Hikamah di turunkanya Al-quran secara berangsur-angsur dalam waktu 22 tahun 2 bulan 22 hari atau 23 tahun. 13 tahun di mekah dan 10 di madinah. Hikmahnya adalah: 1. Agar lebih mudah dimengerti dan di laksanakan 2. Diantara ayat-ayat itu ada yang nasik dan ada yang mansuk sesuai kemaslahatanya. 3. Turunya sesuatu ayat sesuai denagn peristiwa-peristiwa yang terjadi akan lenbiah mengesankan dan lebih berpenagruh di hati. 4. Dapat lebih mudah di hafalakan 5. Diantara ayat-ayat ada yang merupakan jawaban dari pada pertanayaan atau penolakan suatu pendapat atau perbuatan. Perbedaaan ayat makaiayah dan madanaiayah 1. Ayat makiayah dalam umumnay pendek-pendek, sedangkan ayat madaniyah panjang-panajang 2. Dalam suarta madaniayah terdapat perkataan ya ayuahanas, sedang dala \m suarat makiayah sedikit. 3. Ayat makiayah pada umumnya menagndung hal-hal yang berhubungan denagan keimana, ancaman dan pahala. Kisah-kisah umat yang terdahulu yang mengnadung penagajaran dan budi pekerti seangkan madaniayah menandung hukum-hukum yang berhubungan hukum adat atau duniawi, seperti hukum kemasyarakatan, ketatanegaraan,hukum perang, hukum internasional, hukum antar negara dan lain-lain. Selain Al-Quran, Allah juga memberi beberapa nama lain seperti: 1. Al-kitab. 6

2. Al-furqan artinya pembeda. 3. Adz-zikri artinya peringatan. Dari ketiga nama tersebut yang paling mashurdan merupakan nama khas ialah Al-Quran. Selain dari ketiga itu ada juga yang lainya seperti: Al-mubiin, Alkarim, Al-kalam, An-nur.

2.2 Pembagian Al quran Sejak zaman sahabat telah ada pembagian Al Quran menjadi 1/2, 1/3, 1/5, 1/7,
1

/9 dan sebagainya. Pembagian tersebut hanya sekegdar untuk hafalan dan amalan

dalam tiap sehari semalam atau di dalam sembahyang. Dan tidak ditulis di dalam al quran atau dipinggirnya. Barulah pada masa Al Hajjaj bin Jusuf Ats Tsaqafi diadakan penulisandalam atau pinggir al quran dan ditambah dengan istilah istilah baru Salah satu cara pembagian al quran itu ialah dibagi menjadi 30 juz,114 surat dan 60 hizb. Al quran terdiridari 114 surat dan dibagi 30 juz terdiri atas 554 ruku. Surat yang panjang berisi beberapa ruku, sedangkan surat yang pendek berisi satu ruku. Tiap satu ruku dibri tanda disebelah pinggirnya dengan huruf al quran yang beredar di Indonesiadibagi menurut pembagian tersebutdiatas seperti cetakan Cirebon, Jepang dan lail lain. Adapun pertengahan al quran ( nishful quran ) terdapat pada surat (18) Al Kahf ayat 19 pada lafadz .

2.3 Pemeliharan Al quran Pada Masa Nabi Pada permulaan isalam bangsa Arab adalah satu bangsa yang buta huruf. Amat sedikit diantara mereka yang pandai menulis dan membaca. Mereka belum mengenal kertas sebagai kertas yang dikenal sekarang. Perkataan Al waraq ( daun ) yang lazim pula dipakaikan dengan arti kertas , dimasa itu hanya dipakaikan pada daun kayu saja. Adapun kertas al qirtos yang dari padanya tes diambil kata Indonesia kertas dipakaikan oleh mereka hanyalah kepada benda benda ( bahan bahan ) yang mereka pergumakan untuk ditulis, yaitu : kuit binatang, batu yang tipis dan licin, pelepah kurma , tulang binatang, dll. Setelah mereka menaklukkan negeri Persia, yaitu sesudah wafatnya nabi Muhammad, barulah mereka mengenal kertas. Itu kaqhit maka dipakailah kata kata kaqhid ini untuk kertas oleh bangsa Arab semenjak itu.

Nabi Muhammad selama berada di Mekkah maupun di Madinah mempunyai juru tulis ( Al kuttab )yang bersifat sukarela untuk mencatat setiap ayat yang diwahyukan kepadanya. Kitab suci al quran itu bukan diwahyukan sekaligus tetapi bersifat sesewaktu dalam masa 23 tahun menuruti perkembangan zaman dari waktu ke waktu. 6 Sejarah mencatat nama sekalian juru tulis tersebut sebagai berikut : Abu Bakar Ash Shidiq, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, Ali bin Abi Thalib, Zubair bin Awwam, Zaid bin Tsabit, Muawiyah bin Abi Sofyan, Ubayya Ibnu Kaab, Muhammad Ibnu Musalammah, Arqam Ibnu Abi Arqam, Ibban Ibnu Said Ibnu Ash, Khalid bin said bin Walid, Abdullah Ibnu Arqam, Allaq Ibnu Otbah, Hanzalah bin Rabiah, Muqairoh Ibnu Syaabah, dan Syarhabil Ibnu Hassanah. Penulisan ayat ayat tersebut dilakukan di atas pelepah kurma yang diraut tipis menurut ukuran tertentu dan tersusun oleh benang dan sebagainya di atas parkamen.dan di atas papirus yang dimasukkan dari masir yang semuanya itu tersimpan dengan baik. Sewaktu nabi Muhammad wafat pada tahun 11 H / 632 M maka kumpulan catatan itu tersimpan ditangan janda nabi Muhammad, Hafsah binti Khattab. Sekalipun sudah ada pencatatan serupa itu, akan tetapi para sahabat nabi pada umumnya. Baik dari kalangan muhajirin maupun anshar menghafalkan ayat itu diluar kepala. Mereka itulah yang dipanggil dengan Al Hufdhah, yakni pihak yang hafal kitab al quran. Kumpulan catatan itu masih tersimpan selama masa pemerintahan khalifah abu Bakar ( 632 634 M ) yang 2 tahun lamanya. Dan juga dalam masa pemerintahan Umar bin Khattab ( 634 644 M ) yang lamanya 10 tahun. Dalam 12 tahun itu wilayah kekuasaan islam telah meluas keluar Arabia, menguasai wilayah imporium parsi dan berbagai wilayah dari imporium Roma Timur. Tokoh tokoh terkemuka dari kalangan dari kalangan Al muhajirin maupun Al anshar banyak yang tewas dan gugur dalam berbagai pertempuran. Jumlah para sahabat nabi yang terpandang Al hufadz itu makin bertambah kecil, dikhawatirkan kalangan Al hufadz tersebut yakni pihak yang hafal kitab suci al quran akan makin menciut di ibu kota Madinah karena sudah terpencar pada berbagai wilayah yang demikian luasnya. Oleh karena itu khalifah Utsman bin Affan ( 644 656 M ) pada masa pemerintahannya membentuk sebuah lembaga di bawah pimpinan Zaid bin Tsabituntuk melakukan penaskahan kitab suci al quran dari kumpulan catatan yang tersimpan di tangan janda nabi Muhammad, yakni Hafsah binti Khattab.

Nabi menganjurkan supaya al quran itu dihafal. Selalu dibaca dan diwajibkan membacanya dalam sembahyang. Kepandaian menulis dan membaca itu amat dihargai dan disukai oleh nabi. Beliau berkata : Di akhirat nanti tinta ulama ulama itu akan ditimbang dengan darah syuhada orang orang yang mati syahid. 7 Di dalam al quran pun banyak ayat ayat yang mengutarakan penghargaan yang tinggi terhadap huruf, pena dan tulisan. Firman Allah SWT :


Nun, demi pena dan apa yang mereka tuliskan . Dengan demikian terdapatlah di masa nabi tiga unsur tolong menolong memelihara al quran yang telah diturunkan, yaitu : 1 . Hafalan dari mereka yang hafal al quran 2 . naskah naskah yang ditulis untuk nabi 3 . naskah naskah yang ditulis oleh mereka yang pandai menulis dan membaca untuk mereka masing masing. 2.4 Pemeliharaan Al quran pada Masa Khulafarrasyidin 2.4.1 Pada Masa Abu Bakar Ash - Shidiq Sesudah rasulullah wafat para sahabatbaik anshar maupun muhajirin, sepakat mengangkat Abu Bakar menjadi khalifah. Pada awal pemerintahannya banyak di antara orang orang islam yang belum kuat imannya. Terutama di Nejed dan Yaman banyak diantara mereka yang menjadimurtad dari agamanya. Dan banyak pula yang tidak membayar zakat. Disamping itu ada orang - orng yang mengaku nabi. Hal ini dihadapi oleh Abu Bakar dengan tegas sehingga ia berkata terhadap orang orang yang menolak membayar zakat itu demikian : Demi Allah! kalau mereka menolak untuk menyerahkan seekor anak kambing sebagai zakat ( seperti apa ) yang pernah mereka serahkan kepada rasulullah. Niscaya aku akan memerangi mereka. Maka tejadilah peperangan yang hebat untuk menumpas orang orang murtad dan pengikut orang orang yang mengaku dirinya nabi itu. Diantara peperangan ituyang terkenal adalah perang yamamah. Tentara islam yang ikut peperangan ini kebanyakan terdiri dari para sahabat dan para penghafalal quran. Dalam peperangan ini telah gugur 70 orang penghafal al quran dimasa nabi pada suatu pertempuran di sumur maunah dekat kota Madinah.

Oleh karena itu Umar bin Khattab Khawatir akan gugurnya para sahabat penhhafal al quran yang masih hidup. Maka ia lalu datang kepada Abu Bakar memusyawarahkan hal ini. Dalam bubu buku tafsir dan hadits percakapan antara Abu Bakar, Umar dan Zaid bin Tsabit mengenaipengumpulan al quran diterangkan sebagai berikut :

8 Umar berkata kepada Abu Bakar : dalam peperangan yamamah para sahabat yang hafal al quran telah banyak yan gugur. Saya khawatir akan gugurnya para sahabat yang lain dalam peperangan selanjutnya. Sehingga banyak ayat ayat al quran itu perlu dikumpulkan. Abu Bakar menjawab mengapa aku akan melakukan sesuatu yang tidak diperbuat oleh rasulullah? Umar menegaskan : Demi Allah! Ini adalah perbuatan yang baik. Dan ia berulang kali memberikan alasan alasan kebaikan mengumpulkan al qurn ini, sehingga Allah membukakan hati Abu Bakar untuk menerima pendapat Umar itu. Kemudian Umar memanggil Zaid bin Tsabit dan berkata kepadanya Umar mengajakku mengumpulkan al quran. Lalu diceritakannya segala pembicaraannya yang terjadi antara dia dengan Umar. Kemudian Abu Bakar berkata Engkau adalah pemuda yang cerdas yang kupercayai sepenuhnya, dan engkau adalah penulis wahyu yang selalu disuruh oleh rasulullah. Oleh karena itu, maka kumpulkanlah ayat ayat al quran itu. Zaid menjawab : Demi Allahini adalah pekerjaan yang berat bagiku, seandainya aku diperintahkan untuk memindahkan sebuah bukit maka hal itu tidaklah berat bagiku dari pada mengumpukan al quran yang engkau perintahkan itu. Sehingga Zaid pun membukukan hati, kemudian ia mengumpulkan ayat ayat al quran dari daun, pelepah kurma, batu, tulang unta atau kambing dan dari sahabat sahabat yang hafal al quran. 2.4.2 Pada Masa Utsman Bin Affan Tetaplah demikian keadaan Al-Quran itu artinya telah di tuliskan dalam stu naskah yang lengkap, di atas lembaran-lembaran yang serupa, ayat ayat dalam suatu surat tersusun menurut tertib urut yang ditunjukkan oleh nabi. Lembaran lenbaran ini digulung dan diikat dengan benang, disimpan oleh mereka yang disebutkan oleh mereka. Di atas telah disebutkan bahwa dipermulaan pemerintahan khalifah Abu Bakar terjadilah riddah ( pemberontakan orang orang murtad ). Yang kemudian

10

dapat dipadamkan oleh Abu Bakar.setelah jaziratul Arab tentram kembali, mulailah Abu Bakar menyiarkan isalam ke negeri negeri yang berdekatan. Dimasa beliau tentara islam telah memasuki kota kota khirah dan anbar ( di Mesopotamia) dan telah sampai di pulau Yarmuk di Syiria, dan dimasa pemerintahan khalifah Umar bin Khattab, kaum muslimin telah melakukan Bachtriane dekat sungai ayaks ( Amudaria ) di sebelah timur, dan mesir di sebelah barat.

9 Dimasa khalifah Ustman bin Affan, pemerintahan mereka telah sampai ke Armenia dan Ajarbaigan disebelah timur, dan Tripoli disebelah barat. Dengan demikian kelihatanlah bahwa kaum muslimin diwaktu itu telah terpencar-pencar di Mesir, Syiria, Irak, Persia, dan Afrika. Kemana mereka pergi dan dimana mereka tinggal Al-quranul karim itu tetap menjadi imam mereka, diantara mereka banyak yang menghafal Al-quran tersebut. Pada masa mereka ada naskah-naskah Al-quran itu, tetapi naskah-naskah yang mereka punyai itu tidak sama susunan surat-suratnya. Begitu juga ada di dapat diantara mereka perbedaan tentang bacaan Al-quran itu. Asal mulanya perbedaan bacaan ini ialah karena Rasulullah sendiri pun member kelonggaran kepada kabilah-kabilah arab yang berada dimasanya, untuk membaca dan melafadzkan Al-quran itu menurut lahjah ( dialek ) mereka masing-masing. 1. Hafalan dari mereka yang hafal Al-quran \ 2. Naskah-naskah yang ditulis untuk nabi 3. Naskah-naskah yang ditulis oleh mereka yang pandai menulis dan membaca untuk m,ereka masing-masing. Ketika itu oleh Jibril diadakan ulangan (Repetisi) sekali setahun. Diwaktu ulangan itu nabi disuruh mengulang memperdengarkan Al-quran yang telah diturunkan. Ditahun beliau wafat, ulangan itu diadakan oleh Jibril dua kali. Nabi sendiri pun sering pula mengadakan ulangan itu kepada sehabatsahabatnya, maka sahabat-sahabat itu disuruh beliau membacakan Al-quran itu didepannya, untuk menetapkan atau membetulkan hafalan atau bacaan mereka. Ketika nabi wafat Al-quran itu telah sempurna diturunkan dan telah dihafal oleh ribuan manusia, dan telah dituliskan semua ayat-ayatnya. Ayat-ayat dalam suatu surat telah disusun menurut tertib urut yang ditunjukan sendiri oleh nabi. Mereka telah mendengar Al-quran itu dari mulut nabi berkali-kali, dalam sembahyang, dalam pidato-pidato beliau, dalam pelajaran-pelajaran, dan lain-lain. Sebagaimana nabi sendiripun telah mendengar pula dari mereka. Pendeknya Al11

quranul karim adalah dijaga dan terpelihara baik-baik, dan nabi telah menjalani suatu acara yang amat praktis untuk memelihara dan menyiarkan Al-quran itu. Satu hal yang menarik perhatian, ialah nabi baru wafat sebagaimana disebutkan diatas, yaitu dikala Al-quran itu telah cukup diturunkan, dan Al-quran itu sempurna diturunkan ialah diwaktu nabi telah mendekati masanya untuk kembali kehadirat Allah Yang Maha Kuasa. Hal ini bukanlah suatu kebetulan saja, tetapi telah diatur oleh Yang Maha Esa. 10 BAB III PENUTUP 3.1 Kesimpulan Kesimpulan dari makalah ini yaitu ; Quran menurut pendapat Dr. Subhi Al Shahih adalah bacaan asal kata Qaraa. Kata Al-quran itu berbentuk masdar dengan arti isim maful yaitu maqru (dibaca). Adapun definisi Al-quran itu ialah kalam Allah yang merupakan mujizat yang diturunkan kepada nabi Muhammad SAW yang ditulis di mushaf dan diriwayatkan dengan metawatir serta membacanya adalah ibadah. Hikmah diturunkannya Al-quran secara berangsur-angsur dalam masa 22 tahun 2 bulan 22 hari atau 23 tahun. 13 tahun di Mekah dan 10 tahun di Madinah. Salah satu hikmahnya adalah mudah dimengerti dan dilaksanakan, memudahkan penghafalan. Selain Al-quran Allah juga memberi beberapa nama lain bagi kitabNya yaitu : Al-kitab, Al-furqan, dan Az-zikir. Pada masa itu penulisan ayat-ayat Al-quran dilakukan diatas pelepah kurma, tulang, kulit binatang dan lain-lain. Sewaktu nabi Muhammad wafat maka kumpulan catatan itu trsimpan ditangan janda Rasulullah yakni Hafsah binti Khattab. Sesudah Rasulullah wafat pada masa itu Abu Bakar diangkat sebagai khulafaurrasyidin. Dan pada saat itu ada orang yang mengaku sebagai nabi dan mereka tidak mau membayar zakat. Kemudian Zaid bin Tsabit mengumpulkan ayat Al-quran dari daun, pelepah kurma, batu, tanah keras, tulang unta atau kambing dan dari sahaat-sahabat yang hafal Al-quran. Perbedaan pengumpulan Al-quran pada masa Abu Bakar adalah memindahkan ayat-ayat Al-quran dari pelepah kurma,kulit, dan daun kedalam satu mushaf. Sementara sabab pengumpulannya adalah karena gugurnya hufaz. Sedangkan pengumpulan Al-quran pada masa Utsman adalah sekedar memperbanyak salinan mushaf yang telah dikumpulkan pada masa Abu Bakar untuk

12

dikirimkan ke berbagai wilayah islam. Adapun sebuah pengumpulan Al-quran adalah terjadinya perbedaan qiraah dalam membaca Al-quran. Al-quran pertama kali dicetak di Hamburg ( Jerman ) pada tahun 1694 M, diawal abad 12 dariu hijriyah.

11 DAFTAR PUSTAKA Teungku Muhammad Hasbi Ash Shiddideqy,Ilmu Al-quran dan Tafsir,Cet ke II, Pustaka Rizki Putra,Semarang,1997. Al Abyari Ibrahim, Sejarah Al Quran,Cet I,Dina Utama,Semarang,1993. Syekh Muhammad Ali Ash Shabuni,Ikhtisar Ulumul Quran Praktis,Cet I, Pustaka Alami,Jakarta,2001.

13

12

14