Anda di halaman 1dari 1

Adapun itu telah lama tersimpan. Tertata rapih bak kidung semesta. Namun tetap bukanlah itu.

Mereka bilang, seperti api, angin, tanah, air. Hangat. Sepoi. Nyaman. Penawar dahaga. Seperti seekor singa yang tengah duduk tenang di dalam kandang. Tak sekalipun terlihat berbahaya. Tapi, singa yang tersebutkan tadi kini telah keluar dari sangkarnya. Menakutkan. Kita hanya bisa ternganga ketika melihat lautan tumpah membajir. Tsunami. Atau gulungan ombak yang membara menyambar bangunan-bangunan kota. Pusaran beliung atau badai topan. Retak membelah, dataran luas yang kita pijak. Pada dasarnya semua tenang. Damai. Indah ketika masih dan memang harus terlihat indah. Berawal dari hari. Berganti minggu. Lalu bulan. Dan beranjak kepada tahun menuju tahun. Aku masih mengingatmu. Dan masih. Ku simpan rapat rasa itu. Cinta. Memorial. * Tanpa tujuan kuikuti jejak kemana kaki melangkah. Lalu duduk di satu tempat. Dan kupandang cerita lalu menghampiriku. Cerita Yang Dulu Ku tenggelamkan atas pintamu. Yang telah lama Hanyut terbawa derasnya arus. Di sinilah muara itu. Bersama gontai kaki yang melangkah tanpa arah. Tuhan membawaku kepadamu. Dan di sinilah itu. tak mampu kupandang. Hanya tertunduk. Takut. Sangat takut.