Anda di halaman 1dari 24

LAPORAN TUTORIAL SKENARIO A BLOK 18

Disusun oleh : Kelompok 6 Tutor : dr. Yuniza, Sp.PD 1. M. Alvin Astian 2. Tetha Deliana Putri 3. Nurul Ramadhani 4. Jovita Kosasih 5. M. Komarul Hakim 6. Nadiyah Liyanti 7. Rizka Aprilia 8. Ayu Ariesta 9. Riko Aldino 10. M. Areza Bin Bonie 11. Preetibah Ratenavelu 04101401016 04101401020 04101401057 04101401060 04101401069 04101401101 04101401105 04101401126 04101401128 04101401134 04101401136

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SRIWIJAYA 2013

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT karena berkat karunia dan Rahmat-Nya, laporan tutorial skenario A blok 18 ini dapat terselesaikan dengan baik. Laporan ini betujuan untuk memenuhi tugas tutorial yang merupakan bagian dari sistem pembelajaran KBK di Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya. Tim penyusun laporan ini tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan laporan tugas tutorial ini. Laporan ini masih belum sempurna. Oleh karena itu, saran dan kritik pembaca akan sangat bermanfaat bagi revisi yang senantiasa akan tim penyusun lakukan.

Tim Penyusun

DAFTAR ISI

Kata Pengantar............................................................................................... Daftar Isi ........................................................................................................ Skenario ......................................................................................................... I. Klarifikasi Istilah .................................................................................... II. Identifikasi Masalah ................................................................................ III. Analisis Masalah ..................................................................................... IV. Hipotesis ................................................................................................. V. Kerangka Konsep......................................................................... ............ VI. Sintesis ............................................................................................... ..... Daftar Pustaka ..............................................................................................

2 3 4 4 5 5 8 9 10 24

SKENARIO A BLOK 18 A male baby was born at Moh Hoesin Hospital from a 40 years old woman. Her mother, Mrs. Astuti was hospitalized at Moh Hoesin Hospital due to high blood pressure (170/110 mmHg). It was her second pregnancy. She forget when her first day of last period, but she thought that her pregnancy was about 8 months. she delivered her baby via sectio caesarian beacause of fetal distress. The baby was not cried spontaneously after birth, and resucitation was done. APGAR score at 1 minute was 1, 5 minute was 3, and 10 minute was 7. On physical examination : Body weight was 1300 grams, body length was 40 cms, and head circumferance was 30 cm. The muscle tone was decreased, he was poorly flexed at the limbs, he has thin skin, more lanugo over the body and plantar creases 1/3 anterior. At 10 minutes of age, he still had gunting, chest indrawing and cyanosis of the whole body.

I.

KLARIFIKASI ISTILAH a. Caesarean section : Prosedur operasi dengan satu atau lebih insisi pada abdomen dan uterus ibu untuk melahirkan 1 atau 2 bayi atau untuk mengeluarkan janin yang telah mati b. Fetal distress : Keadaan gawat janin yaitu suatu kelainan pada fetus akibat gangguan oksigenasi dan atau nutrisi yang bila tidak dilakukan penyelematanakan berakibat buruk. c. Resuscitation : Memulihkan kembali kerja jantung dan paru setelah henti jantung atau kematian mendadak. d. APGAR score : Penilaian untuk mengevaluasi kesehatan bayi yang barulahir, dengan menghitung (RR, HR , reflex, appreance, activity) e. Lanugo f. Plantar creases g. Grunting h. Cyanosis :Rambut halus pada fetus. : Garis pada telapak kaki : Tangisan bayi seperti merintih. : Warna kebiruan pada kulit atau membrane mukosa dikarenakan karena kadar hemoglobin dalam darah.
4

i. Chest indrawing : Posisi dada seperti inspirasi yang tidak ditemukan pada bayi normal.

II.

IDENTIFIKASI MASALAH 1. Riwayat Maternal: a. Ibu melahirkan bayi laki-laki pada usia 40 tahun. b. Mempunyai riwayat hipertensi (170/100 mmHg) c. Kehamilan kedua d. Ibu lupa hpht, diperkiran umur janin sekitar 8 bulan. 2. Riwayat persalinan a. Persalinan seksio sesarea karena fetal distress 3. Riwayat posnatalis: a. Bayi tidak menangis setalah lahir b. Dilakukan resusitasi c. Apgar skor; 1 menit skornya 1, 5 menit skornya 3, 10 menit skornya 7. 4. Pemeriksaanfisik a. Antropometri b. Tonus otot, poorly fleksi, thin skin, banyak lanugo, plantar creases c. RR, HR, chest indrawing, suara napas berkurang

III.

ANALISIS MASALAH 1. a. Bagaimana hubungan usia ibu, riwayat hipertensi selama kehamilan dengan keadaan fetal distress pada janin selama kehamilan? Usia ibu pada kasus ini merupakan usia ekstrim untuk kehamilan dan merupakan faktor risiko terjadinya hipertensi pada kehamilan. Hipertensi dalam kehamilan sendiri merupakan salah satu faktor penyebab gawat janin. Pada hipertensi kehamilan: vasokontriksi arteri spiralis aliran darah ke janin << pasokan O2 dan nutrisi berkurang gangguan pertumbuhan dan metabolisme janin gawat janin.

b. Apa pengaruh umur gestasi 8 bulan saat persalinan dengan keadaan janin postnatal? Usia 8 bulan premature pengaruhnya Masalah Ketidakstabilan suhu Penyebab 1. Hilangnya panas << 2. Lemak subkutan << 3. Rasio luas permukaan terhadap BB >> 4. Produksi panas << akibat lemak coklat tidak memadai dan ketidakmampuan untuk menggigil 1. Defisiensi surfaktan yang mengarah ke PMH 2. Risiko aspirasi akibat belum terkoordinasi refleks batuk, refleks menghisap dan refleks menelan 3. Toraks yang dapat menekuk dan otot pembantu respirasi yang lemah 1. Refleks isap dan telan yang buruk terutama 34 minggu 2. Motilitas usus yang menurun 3. Pengosongan lambung tertunda 4. Pencernaan dan absorpsi vitamin yang larut dalam lemak kurang 5. Defisiensi enzim laktease pada brush border usus 6. Menurunnya cadangan kalsium, fosfor, protein, dan zat besi dalam tubuh 7. Meningkatkan risiko EKN 1. Kojungasi dan eksresi bilirubin terganggu 2. Defisiensi faktor pembekuan yang bergantung pada vitamin K 1. Ketidakmampuan untuk mengeksresi kan solute load besar 2. Akumulasi asam anorganik dengan asidosis metabolik 3. Ketidkseimbangan elektrolit, misalnya hiponatremia atau hipernatremia, hiperkalemia atau glikosuria 1. Transfer Ig G maternal tidak banyak 2. Fagositosis terganggu 3. Penurunan faktor komplemen 1. Kejang 2. Hipotonia 3. ROP 4. HIE 5. Apneu 6. Refleks isap dan telan yang immatur 7. Motilitas usus <<
6

Kesulitan pernapasan

Kelainan gastrointestinal dan nutrisi

Imaturitas Hati

Imaturitas Ginjal

Imaturitas Imunologis Kelainan neurologis

Kelainan kardiovaskuler Kelainan hematologis

Metabolisme

8. 9. 1. 2. 1. 2. 3. 4. 1. 2.

Pendarahan intraventrikel dan leukomalasia Pengaturan perfusi serebral yang buruk PDA Hipotensi atau hipertensi Anemia Hiperbilirubinemia DIC HDN Hipokalsemia Hipoglikemia atau hiprglikemia

2. a. Apa saja tanda-tanda gawat janin? Pergerakan fetus berkurang Air ketuban bercampur dengan mekonium Pola non-reassuring pada CTG Peningktan atau penurunan FHR setelah atau selama kontraksi Penurunan variabilitas FHR Late deselerasi Tanda biokimia Fetal metabolik asidosis Peningkatan fetal blood laktat

b. Apa etiologi fetal distress? sintesis

3. a. Apa interpretasi dari apgar score? sintesis b. Bagaimana cara penilaian apgar skore? sintesis c. Apa etiologi dan mekanisme bayi tidak langsung menangis setelah lahir? Menangis langsung pada bayi setelah lahir sistem pernapasan berfungsi dengan baik setelah lahir. Pada kasus ini, diperkirakan bayi yang dilahirkan prematur. Pada bayi prematur terdapat beberapa kondisi : surfaktan <, otot bantu pernapasan lemah, cairan paru belum teresobrsi sempurna gangguan ventilasi udara di

paru-paru perfusi oksigen ke otak berkurang bayi tidak langsung mengangis saat lahir. d. Bagaimana indikasi dan prosedur pemberian resusitasi pada bayi? sintesis 4. a. Bagaimana nilai normal pemeriksaan antropometri pada kasus ini? sintesis b. Bagaimana dampak dari hasil yang abnormal pada pemeriksaan antropometri?sintesis c. Bagamana interpretasi dan mekanisme abnormal dari pemeriksaan yang abnormal?sintesis 5. Apa DD pada kasus ini? sintesis 6. Bagaimana penegakkan diagnosis dan working diagnosis? sintesis 7. Apa etiologi dan factor resikonya?sintesis 8. Bagaimana pathogenesis pada kasus ini? sintesis 9. Bagaimana tatalaksana kasus ini?sintesis 10. Apa komplikasinya? sintesis 11. Bagaimana prognosisnya? 12. KDU? 3B

IV.

HIPOTESIS Bayi, ibu Astuti, laki-laki, lahir premature dengan BBLSR, SGA, dengan riwayat asfiksia perinatal yang mengalami respiratory distress et causa suspect HMD.

V.

KERANGKA KONSEP

Hipertensi kehamilan

Usia ibu Factor lain

Fetal distress

Muscle tone decrease Section cesaria Thin skin Poorly flexy limb prematuritas Lanugo over body Plantar creases 1/3 anterior Asfiksia perinatal APGAR SCORE

BBLSR 1300 gr

Kompresi cairan

Dinding dada tidk optimal (FRC)

Surfactant

Kolaps (atelektasis)

takipnea grunting

Respiratori distress Pemeriksaan penunjang : X-ray, gas darah

Retraksi interkosta nostril

Hyaline membrane disease

Transient takipnea of newborn

VI.

LEARNING ISSUE 1. BBLR 2. Asfiksia Perinatal 3. Interpretasi Pemeriksaan Fisik 4. Respiratory Distress

VII.

SINTESIS 1. BBLR Definisi Bayi dengan berat kurang dari 2500 gram saat lahir

1.1 Klasifikasi a. Premature Bayi lahir sebelum minggu ke 37 kehamilan Tidak siap hidup diluar rahim ibu, dan mungkin mengalami kesulitan dalam memulai pernapasan, mengisap, perlawanan terhadap dan tetap hangat b. SGA Bayi tidak dapat tumbuh baik di rahim selama kehamilan Bayi biasanya aterm , dapat bernapas dan menghisap dengan baik Pada kasus ini, bayi Ny. Astuti lahir prematur, namun ukuran antropomentri dengan usia gestasi sesuai sehingga bayi ini termasuk bayi SGA

1.2 Epidemiologi 3%-7% dari seluruh bayi baru lahir adalah SGA 25% SGA tipe 1 75% SGA tipe 2

1.3 Faktor yang berhubungan dengan BBLR a. Kehamilan pada wanita Usia kurang dari 20
10

Jarak kehamilan kurang dari 3 tahun

b. Wanita yang Pernah memilki bai dengan BBLR sebelumnya Under weight dan nutrisinya jelek Memilki gangguan kesehatan

c. Wanita yang memilki masalah pada kehamilan misalnya: Anemia berat Pre-eklamsia atau hipertensi Mengalami infeksi selama kehamilan Kehamilan multiple

d. Bayi yang mengalami Abnormalitas genetik atau kongenital Infeksi ketika di uterus

1.4 Patogenesis Pada Kasus Ini


Hipertensi Maternal

Vasokontriksi a. umbilikalis

Aliran darah ke plasenta dan janin <<

Suplai nutrisi dan oksigen <<

Gangguan pertumbuhan bayi didalam uterus

1.5 Pengaruh BBLR terhadap Bayi Masalah Ketidakstabilan suhu Penyebab 1. Hilangnya panas << 2. Lemak subkutan <<
11

3. Rasio luas permukaan terhadap BB >> 4. Produksi panas << akibat lemak coklat tidak memadai dan ketidakmampuan untuk menggigil Kesulitan pernapasan 1. Defisiensi surfaktan yang mengarah ke PMH 2. Risiko aspirasi akibat belum terkoordinasi refleks batuk, refleks menghisap dan refleks menelan 3. Toraks yang dapat menekuk dan otot pembantu respirasi yang lemah Kelainan gastrointestinal dan nutrisi 1. Refleks isap dan telan yang buruk terutama 34 minggu 2. Motilitas usus yang menurun 3. Pengosongan lambung tertunda 4. Pencernaan dan absorpsi vitamin yang larut dalam lemak kurang 5. Defisiensi enzim laktease pada brush border usus 6. Menurunnya cadangan kalsium, fosfor, protein, dan zat besi dalam tubuh 7. Meningkatkan risiko EKN Imaturitas Hati 1. Kojungasi dan eksresi bilirubin terganggu 2. Defisiensi faktor pembekuan yang bergantung pada vitamin K Imaturitas Ginjal 1. Ketidakmampuan untuk mengeksresi kan solute load besar 2. Akumulasi asam anorganik dengan asidosis metabolik 3. Ketidkseimbangan elektrolit, misalnya hiponatremia atau hipernatremia, hiperkalemia atau glikosuria Imaturitas Imunologis 1. Transfer Ig G maternal tidak banyak 2. Fagositosis terganggu 3. Penurunan faktor komplemen
12

Kelainan neurologis

1. Kejang 2. Hipotonia 3. ROP 4. HIE 5. Apneu 6. Refleks isap dan telan yang immatur 7. Motilitas usus << 8. Pendarahan intraventrikel dan leukomalasia 9. Pengaturan perfusi serebral yang buruk

Kelainan kardiovaskuler Kelainan hematologis

1. PDA 2. Hipotensi atau hipertensi 1. Anemia 2. Hiperbilirubinemia 3. DIC 4. HDN

Metabolisme

1. Hipokalsemia 2. Hipoglikemia atau hiprglikemia

1.6 Tatalaksana pada Kasus ini Pada kasus ini bayi Ny. Astuti mengalami SGA, adapun tatalaksananya a. Bayi harus ditransfer ke ruang perawatan khusus untuk observasi teliti adanya tanda-tanda RDS, hipoglikemia, dan instabilitas temperatur tubuh. b. Bayi SGA harus diberi makan pada usia 2 jam, jika mungkin dan pemberian makan diberikan setiap 2 jam dengan pengukuran gula darah sebelum pemberian makan c. Pemberian makan pertama sebaiknya adalah D10% dan kemudian diikuti dengan full streght formula. d. Bayi sebaiknya mendapat 60ml/kg pada hari ke-1 dan ditingkatkan menjadi 200 ml/kg tiapharinya. Jika bayi mengalami hipoglikemi

13

disamping pemberian makan awal adalah D10% yang diberikan melalui infus, diberikan juga melalui mulut e. Ht pada usia 4-6 jam harus selalu di ukur jika, >70% , venous hematockrit merupakan indikasi. Jika venous Ht > 70 atau jikabayi memiliki gejala polisitemia dilutional exchange transfusion dengan FFP

2. Asfiksia Perinatal 2.1 Definisi Asfiksia didefinisikan sebagai kegagalan bernafas spontan dan teratur saat bayi lahir dan sesaat setelah lahir ditandai dengan hipoksemia, hiperkapnia dengan asidosis metabolik.

2.2 Etiologi o Antepartum condition Matenal Factors: o DM o Toxemia o Hypertension o Cardiac disease o Collagen vascular disease o Infections o Insoimmunization o Drug addiction Obstetric Factor: o Placenta Previa o Cord prolaps o PROM o Polyhidramnion o Placenta insuffeciency o Chorioamnionitis
14

o Inpartum Conditions o Abnormal plasentation o Pricipitate or prolonged delivery o Difficult delivery o Post term delivery o Forceps or vacum delivery o Fetal or neonatal conditions o Prematurity o Respiratry distress syndrome o Meconium aspiration syndrome o Sepsis, pneumonia, hemolitic disease o Cardiac or pulmonary anomalies

2.3 Patogenesis Pada Kasus Ini Kematian asfiksia yang terjadi dimulai suatu periode apnu disertai dengan penurunan frekuensi. Pada penderita asfiksia berat, usaha bernafas tidak tampak dan bayi selanjutnya Bradikardi dan penurunan TD. Gangguan metabolisme dan perubahan keseimbangan asam-basa pada tubuh bayi asidosis respioratorik metabolisme an aerobic yang berupa glikolisis glikogen tubuh glikogen tubuh terutama pada jantung dan hati akan berkurang perubahan kardiovaskular yang disebabkan oleh beberapa keadaan diantaranya : 1. Hilangnya sumber glikogen dalam jantung akan mempengaruhi fungsi jantung. 2. Terjadinya asidosis metabolik yang akan menimbulkan kelemahan otot jantung. Pengisian udara alveolus yang kurang adekuat akan mengakibatkan tetap tingginya resistensi pembuluh darah paru sehingga sirkulasi darah ke paru dan ke sistem sirkulasi tubuh lain akan mengalami gangguan.

15

2.4 Manifestasi Klinis a. Tidak bernafas atau bernafas megap-megap b. Warna kulit kebiruan c. Kejang d. Penurunan kesadaran. e. Tachypnea (> 60/min) f. Retraksi dinding dada g. Cyanosis. h. Decreased air entry i. Grunting

2.5 Penilaian Asfiksia pada Bayi Baru Lahir APGAR score Appearance Pulse Grimace Activity Respiration (warna kulit,denyut jantung, respons refleks, tonus otot/keaktifan, dan pernapasan); Penilaian kondisi fisik pada 1 menit dan 5 menit setelah bayi lahir. o Setiap kriteria diberi angka tertentu, dan biasanya dinilai 1 menit setelah bayi lahir lengkap, yaitu saat bayi telah diberi lingkungan yang baik serta telah dilakukan pengisapan lendir dengan sempurna. o Skor Apgar satu menit menunjukkan beratnya asfiksia yang diderita dan baik sekali sebagai pedoman untuk menentukan cara resusitasi. o Skor Apgar perlu pula dinilai setelah 5 menit bayi lahir, karena hal ini mempunyai korelasi yang erat dengan morbiditas dan mortalitas neonatal Lima kriteria Skor Apgar: Nilai 0 Nilai 1 Warna kulit tubuh normal merah muda, tetapi tangan dan kaki kebiruan(akrosianosi s) <100 kali/menit Nilai 2 Akroni m

Warna kulit

Seluruhnya biru

Warna kulit tubuh, tangan, dan kaki Appeara normal merah muda, nce tidak ada sianosis

Denyut jantung )

Tidak ada

>100 kali/menit

Pulse

16

Respons refleks Tonus otot Pernapasan

Tidak ada respons terhadap stimulasi Lemah/tidak ada Tidak ada

Meringis/menangis Meringis/bersin/batuk lemah ketika saat stimulasi saluran Grimace distimulasi napas Sedikit gerakan Lemah teratur atau tidak Bergerak aktif Menangis pernapasan teratur Activity kuat, Respirati baik dan on

Interpretasi score : Tes ini umumnya dilakukan pada waktu satu dan lima menit setelah kelahiran, dan dapat diulangi jika skor masih rendah. Jumlah skor 7-10 4-6 ( mildmoderate asphyxia ) 0-3 ( severe asphyxia ) Interpretasi Bayi normal Agak rendah Catatan Memerlukan tindakan medis segera seperti penyedotan lendir yang menyumbat jalan napas, atau pemberian oksigen untuk membantu bernapas. Memerlukan tindakan medis yang lebih intensif

Sangat rendah

2.6 Tatalaksana Bayi yang mengalami asfiksia perlu mendapatkan resusitasi

17

3. Interpretasi Pemeriksaan Fisik 3.1 Pemeriksaan Antropometri Pada kasus Aterm Normal 8 bulan (34 minggu) Persentil pada chart Lubenco(hubu ngan ukuran bayi dengan usia gestasi) 1500 27000 < 10 th gr 42-49 cm <10 th Mekanisme

BBL PBL

1300gr 40 cm

2500 4000 gr Kurang lebih 50 cm

Pada hipertensi kehamilan: vasokontriksi arteri spiralis aliran darah ke janin << pasokan O2 dan nutrisi berkurang gangguan pertumbuhan dan metabolisme janin gawat janin.

LKL

30 cm

33 -35

29-34 cm

10 th -25 th (sesuai dengan usia gestasi)

3.2 Pemeriksaan Fisik a. Tonus otot lemah Normal Interpretasi Mekanisme : mampu melakukan gerakan aktif : terdapat keterbatasan gerakan : preterm paru belum sempurna bayi berusaha

memenuhi kebutuhan oksigennya energy yg dibutuhkan banyak cadangan energy bayi akan makin berkurang tonus otot melemah. b. Flexi extrimitas kurang Normal : mampu memflexikan sampai mencapai

sudut terkecilnya Interpretasi : menunjukan bahwa makin aterm, makin kecil

sudut yang bisa dibentuk. Mekanisme : perkembangan motorik terjadi dari proksimal ke distal karena bayi masih preterm Flexi extrimitas kurang

18

Keadaan Kulit Lanugo

Kasus Tipis Banyak, seluruh tubuh 1/3 bagian depan telapak kaki

Plantar creases

Normal pada usia gestasi 37-38 mgg Kulit halus, licin Tidak ada lagi, kecuali kadang-kadang terdapat lanugo disekitar punggung Meliputi 2/3 anterior

Interpretasi Preterm Preterm

Preterm

4. Respiratory Distress 4.1 Definisi Kumpulan gejala pada bayi baru lahir dengan karakteristik 1 atau lebih gejala dibawah ini: a. Nasal flaring b. Restriksi dinding dada c. Takipneu d. Grunting

4.2 Etiologi a. b. c. d. e. Transient tachypneu of newborn Hyaline Membrane disease Air leak syndrome Pneumonia Congenital Hearth disease

4.3 Patogenesis Pada Kasus Ini

19

Hipertensi kehamilan

Usia ibu Factor lain

Fetal distress

Muscle tone decrease Section cesaria Thin skin Poorly flexy limb prematuritas Lanugo over body Plantar creases 1/3 anterior BBLSR 1300 gr Asfiksia perinatal APGAR SCORE

Kompresi cairan

Dinding dada tidk optimal (FRC)

Surfactant

Kolaps (atelektasis)

takipnea grunting

Respiratori distress Pemeriksaan penunjang : X-ray, gas darah

Retraksi interkosta nostril

Hyaline membrane disease

Transient takipnea of newborn

4.4 Penegakan Diagnosis a. Anamnesis *Umur ibu 40 tahun


20

Kehamilan yang keberapa Riwayat hari pertama haid terakhir Riwayat persalinan sebelumnya dan sekarang Paritas, jarak kelahiran sebelumnya Kenaikan berat badan selama hamil Aktivitas Penyakit yang diderita selama hamil Obat-obatan yang diminum selama hamil b. Pemeriksaan fisik Takhipneu (> 60 x/i ), *Pernafasan mendengkur / merintih *Retraksi subkostal/interkostal Pernafasan cuping hidung *Sianosisdan pucat *Hipotonus Apneu Nilai APGAR o pemeriksaan diatas bisa menilai APGAR skore, ballard score, downs score c. Pemeriksaan penunjang Rontgen dada x-ray dada paru-paru - sering menunjukkan a unique ground glass "tanah kaca unik" penampilan disebut pola

reticulogranular. Gas darah (tes untuk oksigen, karbon dioksida dan asam dalam darah arteri) - sering menunjukkan menurunkan jumlah oksigen dan karbondioksida meningkat. Pemeriksaan darah ( Hb, leukosit, hitung jenis, trombosit, CRP ) Kadar gula darah (hypoglikemia ) Kultur darah ( sepsis, pneumonia )

4.5 DD
21

Gejala/ tanda Usia kehamilan Onset gejala Grunting Sianosis

TTN Aterm/preterm

PMH Preterm

timbulnya Beberapa saat setelah Segera (primary distress) lahir + +/- (jarang) + ++ dengan Sementara

Perbaikan dengan Membaik O2 Sucking reflex

oksigen minimal + + + yang Retraksi dinding dada

Retraksi ddg dada +/- (jarang) Gejala khas lain Penyembuhan mendadak, Gambaran Rontgen Menunjukkan vaskuler paru

corak Granulritas parenkim retikular yang halus dan bronkogram udara

jelas, diafragma datar yang sering menonjol pada awal di lobus kiri karena bayangan

penumpangan jantung(superimposisi)

4.6 Tatalaksana Terapi suportif Evaluasi Awal Ventilasi Pemeberian oksigen dengan CPAP Jika setelah dilakukan CPAP

pH < 7,2 PO2 < 40 mmHg PCO2 > 60 mmHg FiO2 > 60%
22

Base deficit > -10 Maka oksigen diberikan dengan ventilasi mekanik

Sirkulasi o Auskultasi suara jantung, tekanan darah, palpasi denyut nadi dan hematokrit o Pertahankan sirkulasi dan volume darah agar tetap adekuat o Penting sekali untuk mencatat darah yang diambil untuk pemeriksaan bila jumlah mendekati 10% volume keseluruhan, maka perlu penggantian.

Asidosis Metabolik Tentukan penyebabnya

Bila penyebab sudah ditentukan, asidosis dapat diobati dengan pemberian larutan bikarbonat Tentukan penyebab respiratory distress Jika HMD terapi surfaktan

4.7 Komplikasi 4.8 Prognosis Dubia. Tergantung dari usia prematuritasnya, semakin muda usia kehamilan ibu saat anak dilahirkan akan memperburuk kondisi bayi. Terapi yang tepat dan adekuat juga sangat berpengaruh. Insufisieni Metabolik Asidosis Kematian Bayi

23

DAFTAR PUSTAKA

American Academy of Pediatrics and American College of Obstetricians and Gynaecologists. 2002. Care of the neonate. Guidelines for perinatal care. Gilstrap LC, Oh W, editors. Elk Grove Village (IL): American Academy of Pediatrics .196-7. IDAI. 2012. Buku Ajar Neonatologi Edisi Pertama. Badan Penerbit IDAI. Pelatihan Asuhan Persalinan Normal Buku Acuan Edisi Ketiga (Revisi 2007) . Jakarta : Jaringan Nasional Pelatihan Klinik. 107-122 World Health Organization. 1999. Basic Newborn Resuscitation: A Practical GuideRevision. Geneva: World Health Organization;. Diunduh dari: http://www.pediatrik.com http://www.nlm.nih.gov/medlineplus/ency/article.htm www.who.int/reproductive-/publications/newborn_resus_citation/index.html. http://www.scribd.com

24