Anda di halaman 1dari 9

Hipertensi A.

Definisi Hipertensi didefinisikan oleh Joint National Committee on Detection, Evaluation and Treatment of High Blood Pressure (JNC) IV sebagai tekanan darah yang lebih tinggi dari 140/90 mmHg. Namun, pada populasi lansia, hipertensi didefinisikan sebagai tekanan sistolik 160 mmHg dan tekanan diastolic 90 mmHg (Smeltzer, 2002).

B. Penyebab 1. Factor keturunan Dari data statistic terbukti bahwa seseorang yang orang tuanya menderita hipertensi kan memiliki kemungkinfan lebih besar untuk menderita hipertensi. 2. Umur Semakin bertambahnya usia, risiko peningkatan tekanan darah semakin tinggi. Hal ini dipengaruhi oleh menurunnya elastisitas pembuluh darah. 3. Kebiasaan hidup Kebiasaan hidup yang sering menyebabkan timbulnya hipertensi adalah konsumsi garam yang tinggi (melebihi 30 gr), kegemukan atau obesitas yang diakibatkan dari makan berlebih, stress, serta kebiasaan merokok, minum alcohol dan konsumsi obatobatan. 4. Penyakit lain Penyakit ginjal, arterosklerosis dan kelainan hormonal (seperti, hiperaldosteronisme) dapat menyebabkan terjadinya hipertensi, karena dapat mempengaruhi kadar natrium, kalium dalam darah sehingga dapat meningkatkan tekanan darah. 5. Konsumsi obat-obatan Konsumsi obat-obatan seperti pil KB, dan kortikosteroid dapat mempengaruhi volume dan tekanan darah. 6. Penyalahgunaan alcohol Alcohol dapat meningkatkan kekentalan darah sehingga memaksa jantung bekerja lebih keras dan menyebabkan hipertensi. (Smeltzer, 2002)

C. Klasifikasi dan Pencegahan Hipertensi Klasifikasi menurut WHO mengelompokkan hipertensi ke dalam klasifikasi optimal, normal, normal-tinggi, hipertensi ringan, hipertensi sedang, dan hipertensi berat. Kategori Tekanan darah sistol (mmHg) Optimal Normal Normal-tinggi Tingkat 1 (hipertensi ringan) Sub-group: perbatasan Tingkat 2 (Hipertensi sedang) Tingkat 3 (Hipertensi berat) Hipertensi sistol terisolasi Sub-group: perbatasan < 120 <130 130-139 140-159 140-149 160-179 180 140 140-149 Tekanan darah diastole (mmHg) < 80 < 85 85-89 90-99 90-94 100-109 110 < 90 < 90

D. Pencegahan 1. Olahraga yang cukup

Olahraga yang dianjurkan bagi orang yang resiko tinggi terkena hipertensi adalah :

a) Aerobik, meliputi jalan santai, jogging, lari, bersepeda, renang secara teratur. b) Olahraga rileks seperti yoga dan meditasi.
2. Tidak merokok Cara untuk menghindari pengaruh rokok yaitu: a) Sebaiknya menghindari daerah yang terkena asap rokok, atau tutuplah hidung jika terpaksa melintas di daerah dengan asap rokok. b) Jika seorang perokok, kurangilah jumlah batang rokok, lama menghisap, kekuatan menghisap dan banyak hisapan. 3. Tidak minum alkohol Hipertensi dapat dihindari dengan tidak mengkonsumsi alkohol. Selain minuman, alkohol dapat pula terkandung dalam makanan seperti tape dan brem. 4. Mengatur pola makan Perbanyaklah minum air putih. Cara makan yang baik adalah sedikit-sedikit tetapi sering, bukan makan banyak tetapi jarang. Kandungan zat dalam menu makanan juga harus diperhatikan, meliputi a) Diet rendah garam Diet rendah garam diperlukan terutama pada orang yang punya potensi tinggi hipertensi, dapat dilakukan dengan cara : 1) Gunakan garam sebagai bumbu masakan secukupnya saja, perbanyak rempah dan kurangi garam. 2) Jangan menambahkan garam pada hidangan yang siap disantap. Jauhkan garam dari meja makan. 3) Kurangi minum minuman bersoda, minuman kaleng dan botol. Minuman bersoda dan berpengawet banyak mengandung sodium (Natrium). 4) Kurangi makan daging, ikan, kerang kepiting dan susu, camilan/snack yang asin dan gurih. 5) Hindari makan makanan ikan asin, telur asin, otak, vetsin (Monosodium glutamate/MSG), soda kue, jeroan, sarden, udang dan cumi-cumi. b) Diet rendah kolesterol

Makanan yang dimakan sebaiknya mengandung lemak baik (meningkatkan HDL) dan sedikit mengandung lemak jahat seperti kolesterol (menurunkan LDL). Diet rendah kolesterol dapat dilakukan dengan cara : a. Kurangi makan makanan yang mengandung gula murni, daging, ayam, kuning telur dan sarden b. Hindari makan makanan seafood, otak, jeroan, lemak hewani, mentega, susu full cream. c. Makanan yang dianjurkan meliputi sayuran, buah, minyak nabati (kecuali minyak kelapa), putih telur, ikan, kacang-kacangan dan minyak zaitun. Jika sudah mencapai berat badan ideal, jangan melakukan diet terlalu keras. Imbangi dengan pola makan sehat, mengandung sumber energi, pembangun tubuh, pelindung serta pengatur tubuh. Sumber energi ideal adalah 12-15 % protein, 30-35 % lemak dan 50-60 % karbohidrat. 5. Istirahat cukup dan kurangi stress Istirahat dapat mengurangi ketegangan dan kelelahan otot bekerja sehingga mengembalikan kesegaran tubuh dan pikiran. Istirahat dengan posisi badan berbaring dapat mengembalikan aliran darah ke otak. Berusahalah untuk beristirahat setelah beberapa saat melakukan kesibukan rutinitas. Oleh karena tekanan darah dapat meningkat jika orang terkena stres, maka hindarkanlah kegiatan dan tempat-tempat yang dapat menyebabkan stres. Rekreasi ke tempat-tempat sejuk, rindang, alam bebas dan daerah yang berbeda dengan kegiatan sehari-hari dapat pula menjadi pilihan mengurangi stres.

E. Manifestasi 1. Peningkatan tekanan darah > 140/90 mmHg

2. Sakit kepala 3. Epistaksis 4. Rasa berat ditengkuk 5. Susah tidur 6. Mata berkunang-kunang 7. Lemah dan lelah 8. Muka pucat 9. Suhu tubuh rendah

F. Penatalaksanaan 1. Penatalaksanaan Non Farmakologis

a) Diet
Golongan Makanan Karbohidrat Beras, ketan, singkong, terigu, tapioca, gula, macaroni, mie bihun, roti, biskuit. Protein Hewani Daging dan ikan sungai segar maksimal 100 gr dala sehari (kira-kira 2 potong sedang), telur maksimum 1 butir sehari, Sayuran Buah Lemak Bumbu dan susu 1 gelas. Semua sayuran segar Semua buah-buahan segar Minyak goreng Semua kering mengandung natrium bumbu yang garam segar dan tidak atau Sayuran yang diawetkan, Bahan Makanan yang Boleh Makanan yang Tidak Boleh Kue, soda Keju kacang tanah, makanan dari kacang yang boleh memakai garam dapur biscuit, roti yang

dimasak memakai garam dan

sawi,asinan, acar. Buah yang diawetkan Margarin dan mentega Garam dapur, baking powder, penyedap rasa, kecap asin, terasi, taucho, saos.

b) Aktivitas Klien disarankan untuk berpartisipasi pada kegiatan dan disesuaikan dengan batasan medis dan sesuai dengan kemampuan seperti berjalan, jogging, bersepeda atau berenang. 2. Penatalaksanaan Farmakologis Golongan obat - obatan yang diberikan pada klien dengan hipertensi seperti golongan diuretic, golongan betabloker, golongan antagonis kalsium, golongan penghambat konversi rennin angitensin. Secara garis besar terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pemberian atau pemilihan obat anti hipertensi yaitu: a) Mempunyai efektivitas yang tinggi. b) Mempunyai toksitas dan efek samping yang ringan atau minimal.

c) Memungkinkan penggunaan obat secara oral. d) Tidak menimbulakn intoleransi. e) Harga obat relative murah sehingga terjangkau oleh klien. f) Memungkinkan penggunaan jangka panjang.

G. Komplikasi 1. Stroke Stroke dapat terjadi perdarahan di otak atau akibat embolus yang terlepas dari pembuluh darah non-otak yang terpajan tekanan tinggi. Stroke dapat terjadi pada

hipertensi kronik apabila arteri-arteri yang memperdarahi otak mengalami hipertrofi dan penebalan, sehingga aliran darah ke daerah-daerah yang diperdarahinya berkurang. 2. Infark Miokardium Infark miokard dapat terjadi apabila arteri koroner yang aterosklerotik tidak dapat menyuplai darah yang cukup oksigen ke miokardium atau apabila terbentuk thrombus yang menghambat aliran darah melalui arteri koroner. 3. Gagal ginjal Gagal ginjal dapat terjadi karena kerusakan progresif akibat tekanan yang tinggi pada kapiler-kapiler ginjal, yaitu glomerulus. Dengan rusaknya glomerulus, darah akan mengalir ke unit-unit fungsional ginjal, nefron akan terganggu dan dapat berlanjut menjadi hipoksia dan kematian. 4. Ensefalopati Ensefalopati dapat terjadi terutama pada hipertensi maligna (hipertensi yang meningkat cepat). Tekanan yang sangat tinggi pada kelainan ini dapat menyebabkan peningkatan tekanan kapiler dan mendorong cairan ke dalam ruang interstitium di seluruh susunan saraf pusat. Neuron-neuron disekitarnya kolaps dan terjadi koma serta kematian,