Anda di halaman 1dari 31

Kenali 5 Penanda Serangan Stroke

Penulis : Bramirus Mikail | Kamis, 1 Desember 2011 | 11:40 WIB


KOMPAS.com - Stroke merupakan penyakit berbahaya yang dapat menyebabkan matinya sel-sel otak. Penyebab stroke bisa karena adanya sumbatan pada pembuluh darah dan adanya pembuluh darah yang pecah. Deteksi dini gejala stroke adalah kunci untuk mencegah seseorang jatuh pada keadaan yang lebih fatal seperti kelumpuhan, atau bahkan kematian. Oleh karena itu, jika Anda mengalami atau melihat satu atau lebih tanda-tanda stroke seperti di bawah ini, segeralah periksakan diri ke dokter : 1. Tiba-tiba mati rasa atau lemah pada bagian wajah, lengan, atau kaki - terutama pada satu sisi tubuh.

Orang dengan stroke biasanya akan memiliki bentuk mulut "tidak rata" alias mencong. Perlu diwaspadai juga apabila mereka (orang yang dicurigai stroke) mengalami kesulitan menggerakkan lengan atau mengendalikan jari. Misalnya, ketika mengangkat kedua tangan, tangan yang sebelah lebih tinggi dibandingkan tangan yang lain. 2. Tiba-tiba kebingungan dan kesulitan berbicara. Masalah bahasa adalah salah satu tanda-tanda yang paling umum dari stroke. Seseorang yang mengalami stroke tiba-tiba mungkin akan mengalami masalah ketika mereka bicara. Bahkan, beberapa di antaranya juga mengalami penurunan pemahaman. Mintalah dia (orang yang dicurigai stroke) untuk mengulangi kembali kalimat sederhana kepada Anda, misalnya: "Saya pergi ke toko hari ini." Jika ia mengalami kesulitan mengulangi kata-kata itu bisa jadi dia mengalami stroke. 3. Pengelihatan mendadak terganggu. Gangguan pengelihatan yang datang secara tiba-tiba merupakan gejala stroke yang umum. Mereka mungkin tidak akan mampu melihat dengan jelas dengan satu mata, atau mungkin mengalami kesulitan untuk melihat ke kanan atau kiri. 4. Tiba-tiba kesulitan berjalan, kehilangan keseimbangan atau koordinasi. Berjalan seolah-olah mabuk, tersandung, atau bahkan jatuh adalah semua gejala stroke. Tanda-tanda serupa lainnya seperti berjalan dengan kaki terbuka lebar atau tiba-tiba kehilangan kemampuan motorik halus, seperti ketidakmampuan untuk menulis juga patut diwaspadai. 5. Sakit kepala parah tiba-tiba tanpa diketahui penyebabnya. Gangguan sakit kepala tidak selalu identik dengan gejala stroke. Tetapi, jika sakit kepala menyerang tibatiba atau tampak sangat intens, patut untuk diwaspadai. Jika leher kaku, nyeri pada wajah, atau muntah

yang disertai sakit kepala bukan tidak mungkin akan menyebabkan terjadinya perdarahan intrakranial, juga dikenal sebagai "stroke merah (red sroke)."

7 Cara Kurangi Risiko Terkena Stroke


Penulis : Bramirus Mikail | Kamis, 10 November 2011 | 14:07 WIB
KOMPAS.com Beberapa tahun terakhir, peningkatan penyakit tidak menular terus meningkat. Penyakit stroke, misalnya, serangan yang menyebabkan kematian jaringan pada otak itu, kini menjadi ancaman cukup serius, di samping juga penyakit lainnya seperti jantung, hipertensi, dan diabetes.

David Spence, MD, Direktur Pusat Pencegahan Stroke Robarts Research Institute di Kanada mengatakan, peluang kematian terkait penyakit ini sebesar 20 persen, sebesar 40 persen menjadi cacat dan 25 persen bersiko mengalami cacat berat. Sementara itu, David Wiebers, MD, profesor neurologi di Mayo Clinic, mengungkapkan, sebanyak 50-80 persen risiko stroke dapat dicegah. "Caranya, memulai perubahan gaya hidup sehat sejak usia 25, 35, atau 45 tahun. Dengan demikian, Anda dapat memperkecil risiko stroke di usia 60, 70, atau 80-an," katanya. Berikut ini adalah 7 (tujuh) langkah cermat mengurangi risiko terkena serangan stroke. 1. Minum air Para peneliti Loma Linda University menemukan, pria yang meminum lima gelas air atau lebih setiap hari dapat memangkas risiko stroke sebesar 53 persen jika dibandingkan dengan orang yang minum kurang dari tiga gelas. Air membantu mengencerkan darah yang pada gilirannya memperkecil kemungkinan untuk membentuk bekuan darah, menurut Jackie Chan, DrPH, selaku peneliti utama. "Anda harus minum air sepanjang hari untuk menjaga darah tetap encer, dimulai dengan satu atau dua gelas di pagi hari," ujar Dr Chan. 2. Kurangi minum soda Peneliti dari Loma Linda University juga menemukan, pria yang minum dalam jumlah besar cairan lain selain air sebenarnya memiliki risiko lebih tinggi terkena stroke (46 persen). Sebuah teori mengatakan, konsumsi minuman bergula seperti soda akan memicu keluarnya air dari aliran darah, dan menyebabkan penebalan darah. 3. Hindari stres

Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan Stroke, para peneliti melibatkan 2.100 pria untuk mengetahui kaitan antara kecemasan dan stroke. Hasilnya diketahui bahwa pria yang selalu merasa cemas tiga kali lebih mungkin untuk mengalami stroke iskemik ketimbang pria yang lebih tenang. "Kecemasan menyebabkan kelebihan produksi kronis dopamin, suatu neurotransmitter yang mengatur kontrol dari sirkulasi otak," kata Ernest Friedman, MD, profesor psikiatri dari Case Western Reserve University. 4. Jauhi asap rokok Peneliti dari University of Auckland menemukan bahwa orang terpapar asap rokok adalah 82 persen lebih mungkin menderita stroke dibanding mereka yang tidak pernah menghirup. "Untuk menghilangkan setiap bit tunggal dari karbon monoksida, Anda harus menghirup udara segar selama sekitar 8 jam. Tetapi, sebagian besar karbon monoksida akan hilang dari tubuh Anda dalam satu jam pertama," kata Laurence Fechter, PhD, profesor toksikologi di University of Oklahoma. 5. Kurangi kadar homosistein Mengonsumsi beberapa jenis vitamin dan mineral dapat menurunkan kadar homosistein yang berhubungan dengan terjadinya stroke. Asupan tambahan folat akan membantu mengurangi risiko stroke, tetapi hanya untuk beberapa orang. "Sebanyak 50-60 persen tidak akan merespons dengan homosistein yang lebih rendah," kata Seth J Baum, MD, Direktur Medis Mind/Body Medical Institute, sebuah afiliasi Harvard. Dr Baum merekomendasikan 1.000 mikrogram (mcg) asam folat, ditambah 25 miligram (mg) vitamin B6, 1.000 mcg B12, dan 1.800 mg asam amino N-asetil-sistein (NAC). "Dengan folat, B6, B12, dan suplemen NAC, hampir semua orang akan memiliki kadar homosistein yang normal," kata Dr Baum. 6. Aerobik Latihan aerobik adalah obat antistroke. "Latihan teratur dapat menurunkan tekanan darah, meningkatkan kadar kolesterol HDL, menurunkan kolesterol LDL, dan mengurangi kelengketan darah," kata Jerry Judd Pryde, MD, seorang psikiater dari Cedars-Sinai Hospital di Los Angeles. 7. Vaksin flu Peneliti Perancis menemukan, orang yang mendapatkan vaksin flu setiap tahun selama lima tahun, 42 persen lebih rendah risikonya mengalami stroke dibandingkan mereka yang tidak. "Infeksi kronis dan peradangan dapat menyebabkan kerusakan pada arteri dan meningkatkan risiko penggumpalan darah," kata Pierre Amarenco, MD.

Golongan Darah AB dan B Rentan Stroke


Penulis : Lusia Kus Anna | Kamis, 17 November 2011 | 10:35 WIB
Kompas.com - Golongan darah seseorang ternyata ikut berpengaruh pada risiko terkena stroke. Orang-orang yang bergolongan darah AB dan wanita bergolongan darah B lebih rentan terkena stroke dibandingkan dengan orang berdarah O.

Walau tidak bisa dibuktikan hubungan langsung, namun menurut penelitian golongan darah A, B, dan AB lebih rentan mengalami penyumbatan darah di bagian kaki. Sedangkan tipe darah O lebih mudah mengalami perdarahan sehingga tidak mudah menderita penyumbatan darah, penyebab utama stroke. "Ada bukti-bukti bahwa golongan darah berpengaruh pada penyakit kronik. Memang belum dibuktikan dengan jelas tetapi ini menambah faktor lain yang perlu diwaspadai sehingga kita wajib menjaga kadar kolesterol dan tekanan darah tetap normal," kata Dr.JoAnn Manson, dari Harvard's Brigham and Women's Hospital. Penelitian mengenai kaitan golongan darah dan risiko stroke ini dilakukan oleh Dr.Lu Qi dan hasilnya dipresentasikan dalam pertemuan American Heart Association. Penelitian tersebut melibatkan 90.000 pria dan wanita dalam dua observasi kesehatan yang berlangsung lebih dari 20 tahun. Selama kurun waktu penelitian terjadi 2.901 kasus stroke. Setelah mempertimbangkan faktor risiko lain seperti tekanan darah tinggi, para peneliti menemukan pria dan wanita bergolongan darah AB memiliki risiko stroke 26 persen lebih tinggi dibanding orang bertipe darah O. Sementara itu wanita dengan golongan darah B risikonya 15 persen lebih tinggi dibanding orang bergolongan darah O. Perbedaan tipe golongan darah tergantung pada protein di permukaan sel darah merah. Pola respon sistem imun tubuh sejak dimulainya kehidupan di kandungan bergantung pada protein tersebut. Menurut Manson ada beberapa golongan darah yang sel darah merahnya lebih mudah bergumpal dan menempel di pembuluh darah sehingga mempercepat proses penyumbatan. Kendati begitu risiko tersebut bisa dikurangi. "Pada dasarnya belum diketahui apakah risiko penyumbatan itu dipengaruhi oleh golongan darah atau faktor gen," kata Dr.Larry Goldstein, direktur pusat stroke dari Duke University. Faktor risiko golongan darah memang tidak bisa kita ubah, tetapi menurut Goldstein ada banyak faktor risiko lain yang bisa diubah untuk menghindari risiko stroke. Misalnya saja berhenti merokok, berolahraga lebih sering, atau mengurangi konsumsi lemak jahat. Golongan darah O sendiri termasuk golongan darah yang paling banyak dimiliki. Sekitar 45 persen orang Kaukasia, 51 persen orang kulit hitam, 57 persen orang Hispanik, dan 40 persen orang Asia memiliki

golongan darah ini. Karena itu golongan darah O disebut sebagai donor universal karena darah mereka bisa ditransfusi ke orang bergolongan darah lain. Golongan darah AB paling jarang, hanya dimiliki oleh sekitar 4 persen orang Kaukasia dan kulit hitam, 2 persen oleh orang Hispanik, dan 7 persen orang Asia. Selanjutnya golongan darah B dimiliki oleh 11 persen orang Kaukasia, 19 persen orang kulit hitam, 10 persen Hispanik, dan 25 persen orang Asia. Terakhir, golongan darah A dimiliki 40 persen orang Kaukasia, 26 persen pada orang kulit hitam, 31 persen orang hispanik, dan 28 persen orang Asia.

STROKE
Ringkasan Stroke merupakan keadaan darurat medis. Ketika arteri ke blok otak atau pecah, sel-sel otak di daerah mati karena kekurangan oksigen. Terkadang hal ini bisa mengakibatkan kematian. Gejala atau tanda-tanda peringatan stroke meliputi kabur atau penglihatan menurun mendadak pada satu atau kedua mata, mati rasa, kelemahan atau kelumpuhan di wajah, lengan atau kaki, kesulitan berbicara atau memahami, pusing, sulit menelan dan sakit kepala parah Sebuah interupsi Stroke aliran darah ke area otak. Bekuan darah dapat memblokir pembuluh darah atau arteri, atau dinding pembuluh darah bisa pecah. Sel-sel otak di daerah yang dibunuh karena mereka kekurangan oksigen. Daerah ini mati dikenal sebagai infark. Tanpa pengobatan yang tepat, daerah sel-sel otak sekitarnya infark juga akan mati. Pada tahun 2010, Australia menderita sekitar 60.000 stroke baru dan berulang. Ini adalah pembunuh terbesar kedua Australia setelah penyakit jantung. Efek dapat bervariasi Baik ukuran dan lokasi pengaruh stroke yang mana fungsi otak yang hilang atau terpengaruh. Seseorang yang memiliki stroke kecil mungkin mengalami hanya efek kecil, tetapi seseorang yang memiliki stroke yang lebih besar dapat dibiarkan lumpuh di satu sisi atau dalam keadaan koma. Beberapa orang sembuh sepenuhnya dari stroke kurang serius, sementara yang lain meninggal karena stroke lebih parah. Orang dengan stroke berat juga dapat membuat pemulihan yang baik. Transient ischemic attack Sebuah transient ischemic attack (TIA) sering disebut 'mini stroke' dan memberikan peringatan kuat bahwa stroke berat dapat mengikuti. Gejala tersebut identik dengan stroke penuh, tetapi menghilang dalam beberapa menit dan berlangsung tidak lebih dari 24 jam. Sebuah TIA dapat muncul jam, hari, minggu atau bulan sebelum stroke penuh, tapi lebih sering terjadi pada hari-hari atau minggu menjelang stroke. Sama seperti stroke penuh, TIA membutuhkan pengobatan darurat dan tidak boleh diabaikan.

Tanda-tanda peringatan
Stroke merupakan keadaan darurat medis. Semakin lama stroke tetap tidak diobati, semakin besar tingkat kerusakan otak berkaitan dengan stroke. Tanda-tanda stroke dan TIA bisa menjadi salah satu atau kombinasi dari berikut ini: Kabur atau penglihatan menurun mendadak pada satu atau kedua mata Mati rasa, kelemahan atau kelumpuhan pada wajah, lengan atau kaki Kesulitan berbicara atau memahami Pusing, kehilangan keseimbangan Kesulitan menelan Sakit kepala parah. Tes FAST adalah cara mudah untuk mengenali dan mengingat tanda-tanda yang paling umum dari stroke. Menggunakan uji FAST melibatkan tiga pertanyaan sederhana. Jika seseorang memiliki masalah dengan salah satu fungsi berikut, tekan 118 untuk memanggil ambulans segera: Kelemahan wajah - bisa orang tersenyum, telah mulut atau mata mereka terkulai? Arm kelemahan - bisa orang mengangkat kedua tangan? Pidato kesulitan - bisa orang berbicara dengan jelas dan memahami apa yang Anda katakan? Waktu untuk bertindak - bertindak FAST dan menelepon 118 segera. Mengurangi risiko stroke Risiko stroke dipengaruhi oleh sejumlah faktor. Beberapa faktor tersebut, seperti usia, jenis kelamin dan riwayat keluarga, tidak bisa dikendalikan. Namun, ada sejumlah faktor risiko yang dapat Anda kendalikan untuk mengurangi kesempatan Anda untuk mengalami stroke. Faktor gaya hidup yang meningkatkan risiko stroke meliputi: Tekanan darah tinggi Merokok Diabetes Tingkat kolesterol yang tinggi Alkohol secara berlebihan Kelebihan berat badan atau obesitas Diet tinggi garam dan lemak Kurang olahraga. Denyut jantung tidak teratur dapat menyebabkan stroke Fibrilasi atrium (AF) merupakan faktor risiko stroke. AF adalah istilah yang diberikan untuk jenis tertentu dari denyut jantung tidak teratur di mana atrium kiri jantung berdetak cepat dan tak terduga. Dalam jantung sehat, keempat bilik mengalahkan serempak di suatu tempat antara 60 dan 100 kali per menit. Atrium kiri dari seseorang dengan AF bisa mengalahkan teratur pada lebih dari 400 kali per menit. Tidak diobati, AF bisa meningkatkan risiko stroke dan

menyebabkan gagal jantung potensial. Gejala-gejala AF meliputi: Berdebar atau detak jantung berkibar, dikenal sebagai jantung berdebar-debar Pusing, pingsan atau pusing Kelelahan Sesak napas Nyeri dada. Pengobatan darurat sangat penting Jika Anda mengalami gejala apapun, hubungi 118, bahkan jika gejala tidak bertahan lama. Jika Anda telah menderita stroke, perawatan medis darurat bisa menyelamatkan hidup Anda dan mengurangi risiko kerusakan permanen. Dimana untuk mendapatkan bantuan Jika Anda mengalami gejala stroke: Dial 118 memanggil ambulans, atau Bawa ke gawat darurat rumah sakit terdekat Hal yang perlu diingat Stroke merupakan keadaan darurat medis. Sebuah transient ischemic attack (TIA) dapat menjadi tanda peringatan bahwa stroke yang besar bisa terjadi. Anda dapat mengurangi risiko stroke dengan membuat beberapa perubahan gaya hidup sehat.

Stroke - tanda dan gejala


ringkasan Stroke memiliki gejala yang bertindak sebagai tanda-tanda peringatan. Serangan iskemik transient (TIA) merupakan tanda peringatan penting bahwa stroke dapat terjadi di masa depan. Gejalanya bisa berupa perasaan mati rasa atau lemah pada wajah, lengan atau kaki, kesulitan berbicara atau memahami, pusing dijelaskan, penglihatan kabur atau miskin pada satu atau kedua mata, kehilangan keseimbangan atau jatuh dijelaskan, kesulitan menelan, sakit kepala, kebingungan dan ketidaksadaran . Stroke sering disebut oleh dokter sebagai kecelakaan serebrovaskular, namun stroke yang jarang sebuah 'kecelakaan'. Kondisi yang mendasari stroke (atau penyakit serebrovaskular) biasanya hadir selama bertahun-tahun sebelum stroke terjadi, meskipun gejala stroke dapat terjadi tiba-tiba. Serangan iskemik transient (TIA) merupakan tanda peringatan penting bahwa stroke dapat terjadi di masa depan. Kadang-kadang ada tanda-tanda peringatan yang cukup spesifik dari suatu stroke yang akan datang. Dengan mengenali tanda-tanda peringatan dan mengambil tindakan, Anda mungkin dapat mencegah stroke atau mengurangi beratnya. Hal ini penting untuk dapat mengenali tanda-tanda peringatan untuk mendapatkan bantuan medis secepat mungkin. Gejala stroke

Gejala stroke dapat termasuk: Perasaan mati rasa atau lemah pada wajah, lengan atau kaki Kesulitan berbicara atau memahami Pusing Unexplained Penglihatan kabur atau miskin pada satu atau kedua mata Kehilangan keseimbangan atau jatuh dijelaskan Kesulitan menelan Sakit kepala (biasanya parah atau onset mendadak) atau dijelaskan perubahan pola sakit kepala Kebingungan Tes FAST adalah cara mudah untuk mengenali dan mengingat tanda-tanda yang paling umum dari stroke atau TIA. Menggunakan uji CEPAT melibatkan tiga pertanyaan sederhana. Jika orang tersebut memiliki masalah dengan salah satu fungsi, memanggil tiga nol (000) untuk ambulans segera.

FAST stands for:


Facial weakness can the person smile; have their mouth or eyes drooped on one side? Arm weakness can the person raise both arms? Speech difficulty can the person speak clearly and understand what you say? Time to act act FAST and call 118 immediately.

FAST singkatan dari: Facial weakness Kelemahan wajah - bisakah orang tersenyum, mulut atau mata mereka terkulai di satu sisi? Arm weakness Kelemahan tangan - bisakah orang mengangkat kedua tangan? Speech difficulty Kesulitan bicara - bisakah orang berbicara dengan jelas dan memahami apa yang Anda katakan? Time to act Waktu untuk bertindak - bertindak CEPAT dan menelepon 118 segera. Jika Anda tiba-tiba mengalami gejala-gejala tersebut, segera ke rumah sakit segera. Ingat, stroke adalah keadaan darurat yang mengancam jiwa. Gejala stroke terjadi dalam berbagai cara Tanda-tanda peringatan atau gejala stroke dapat terjadi sendiri atau dalam kombinasi. Mereka mungkin berlangsung beberapa detik atau jam, dan mungkin atau mungkin tidak hilang. Tingkat keparahan gejala tergantung pada daerah otak yang terkena dan penyebabnya. Serangan iskemik transient Serangan iskemik transient (TIA) yang disebabkan oleh pemotongan sementara suplai darah ke otak, karena penyumbatan parsial arteri oleh bekuan darah atau puing-puing. TIA memiliki gejala yang sama seperti stroke, tetapi mereka bersifat sementara dan biasanya tidak menyebabkan kerusakan otak jangka

panjang. Sebuah TIA dapat muncul jam, hari, minggu atau bulan sebelum stroke penuh tetapi lebih sering terjadi dalam beberapa hari atau beberapa minggu. Sama seperti stroke penuh, TIA membutuhkan pengobatan darurat dan tidak boleh diabaikan. Sebuah TIA, atau mini-stroke, merupakan peringatan dari stroke yang akan datang. Seseorang yang telah memiliki TIA adalah pada risiko lebih besar mengalami stroke atau serangan jantung. Identifikasi awal gejala dan manajemen awal dari dokter Anda sangat mengurangi kemungkinan stroke berat. Sebuah TIA adalah: Transient - gejala berlangsung selama kurang dari 24 jam. Iskemik - kegagalan aliran darah ke bagian dari otak atau mata. Serangan - tiba-tiba mengalami gejala yang berbeda dari orang ke orang, tergantung pada bagian otak yang atau mata kekurangan darah. Hal yang perlu diingat Gejala stroke dapat terjadi tiba-tiba. Serangan iskemik transient (TIA) merupakan tanda peringatan penting bahwa stroke dapat terjadi di masa depan. Ingat tes FAST dan bertindak CEPAT jika Anda mengalami salah satu dari tanda-tanda stroke. Identifikasi awal gejala dan diagnosis dini dan manajemen dari dokter Anda sangat mengurangi kemungkinan stroke berat.

Gejala Frontal, Temporal, parietal dan oksipital Strokes


Gejala Anda Memiliki Mei Setelah Stroke dalam Lobe Tertentu Otak Dari Jose Vega MD, Ph.D., mantan About.com panduan Tidak setiap gejala stroke sejelas hemiparesis, atau mati rasa. Beberapa gejala stroke muncul tiba-tiba, dan kadangkadang mereka menjadi benar-benar jelas bagi semua orang, tetapi pasien sendiri. Inilah sebabnya mengapa mengetahui tentang gejala stroke yang berkaitan dengan bagian tertentu dari otak yang terpengaruh dapat membantu pasien dan keluarga mereka memahami, dan menerima, banyak perubahan yang dibawa oleh stroke. Lobus frontal rumah daerah yang sangat penting untuk gerakan, dan melakukan fungsi-fungsi penting lainnya yang berhubungan dengan cara kita memandang diri kita sendiri dan dunia. Stroke lobus frontal meninggalkan banyak gejala yang mungkin sangat sulit untuk dipahami oleh pengasuh, anggota keluarga dan bahkan pasien sendiri. Menjadi akrab dengan gejala-gejala ini dapat membantu Anda menerima beberapa perubahan yang orang pergi melalui setelah stroke lobus frontal. Stroke Lobus Temporal Ini adalah satu lagi bagian penting dari otak kita. Hal ini terutama penting dalam persepsi bahasa, memori, dan mendengar. Tapi itu jauh lebih dari itu, terutama di daerah-daerah yang berbatasan dengan parietal dan oksipital. Pelajari lebih lanjut tentang lobus temporal dan tentang gejala yang dibawa ketika mereka terkena stroke. Stroke Lobus Parietal Ini bagian penting dari otak kita sangat penting untuk persepsi diri, dan kemampuan untuk merasakan lingkungan kita. Karena lokasinya dalam hubungan dengan lobus lain dari otak, stroke di daerah ini dapat membawa pada gejala yang kadang-kadang sulit bagi pasien dan keluarga mereka untuk memahami.

Stroke Lobus oksipital Lobus oksipital sebagian besar bertanggung jawab atas visi. Tapi Anda akan terkejut oleh berapa banyak berbagai bentuk masalah penglihatan dapat timbul sebagai akibat dari stroke di bagian penting dari otak kita. Di sini kami memberikan penjelasan dengan contoh dari apa rasanya menderita stroke lobus oksipital yang paling umum.

Tekanan darah Stroke dan tinggi


Ringkasan Tekanan darah tinggi (hipertensi) adalah diketahui faktor risiko yang paling signifikan untuk stroke. Seseorang dengan hipertensi yang tidak diobati adalah empat kali lebih mungkin untuk mengalami stroke. Seseorang dengan tekanan darah tinggi mungkin tidak memiliki gejala begitu teratur medis check-up sangat penting. Pilihan pengobatan untuk menurunkan tekanan darah termasuk hidup gaya hidup sehat dan penggunaan obat, bila perlu. Tekanan darah tinggi (hipertensi) adalah diketahui faktor risiko yang paling signifikan untuk stroke. Tekanan darah adalah pengukuran gaya yang bekerja pada dinding arteri oleh darah memompa. Jika Anda memiliki tekanan darah tinggi, darah Anda memompa lebih keras daripada seharusnya dan ini menempatkan beban yang tidak perlu pada pembuluh dari sistem peredaran darah. Hipertensi sering disebut 'silent killer' karena kebanyakan orang bahkan tidak menyadari bahwa mereka memilikinya. Seseorang dengan tekanan darah tinggi mungkin tidak memiliki gejala kondisi sama sekali, begitu teratur medical check-up adalah penting. Tekanan darah tinggi dapat ringan, sedang atau berat. Hipertensi juga menyebabkan kondisi serius dan berpotensi mengancam nyawa lainnya, termasuk serangan jantung, gagal jantung dan penyakit ginjal. Hipertensi yang tidak diobati juga dapat menyebabkan kerusakan mata permanen. Mengukur tekanan darah Dua pengukuran dilakukan ketika mengkaji tekanan darah: Sistolik - tekanan di dalam arteri sebagai pulsa darah datang dari hati. Batas atas normal adalah 140. Diastolik - tekanan istirahat di dalam arteri antara pulsa. Batas atas normal adalah 90. Tekanan darah normal adalah sekitar 120/80, sementara tekanan darah tinggi normal adalah 120/80 sampai 140/90. Tekanan darah tinggi adalah ketika tekanan darah Anda secara konsisten selama 140/90. Ini disebut 'hipertensi'. Seseorang dengan hipertensi yang tidak diobati adalah empat kali lebih mungkin untuk mengalami stroke daripada orang yang tekanan darahnya berada dalam kisaran yang sehat. Efek dari tekanan darah tinggi Tekanan darah tinggi dapat meningkatkan risiko stroke dengan cara yang berbeda. Hal ini dapat: Mempercepat efek aterosklerosis, suatu kondisi yang ditandai dengan penyempitan pembuluh darah akibat penumpukan plak lemak Mengusir plak kolesterol dari dinding arteri, yang kemudian dapat memblokir aliran darah ke otak (stroke emboli) Melemahkan dinding arteri, menyebabkan kerusakan kapal dan perdarahan ke dalam otak (stroke hemoragik) Menebal dan kaku dinding arteri akibat beban stres konstan

Penyebab stroke hemoragik orang yang lahir dengan kelainan langka pembuluh darah di otak. Faktor risiko stroke Tekanan darah tinggi disebabkan oleh kombinasi faktor-faktor yang berbeda, beberapa di antaranya termasuk: Diet tinggi lemak dan garam Kegemukan Kurang olahraga Merokok Stres kronis Pemabuk Kadar kolesterol darah tinggi Faktor keturunan Memajukan usia Jenis kelamin (laki-laki berada pada risiko tinggi) Diabetes. Pilihan sehat dapat mengurangi risiko Beberapa faktor, seperti usia, jenis kelamin dan riwayat keluarga, tidak mungkin untuk berubah. Namun, Anda dapat mengontrol tekanan darah tinggi dan mengurangi risiko stroke jika Anda: Membuat diet sehat dan gaya hidup Menurunkan berat badan Berhenti merokok Batasi konsumsi alkohol Berolahraga secara teratur Gunakan teknik manajemen stres. Obat-obatan yang tersedia, tetapi, sementara obat dapat menurunkan tekanan darah Anda, mereka tidak dapat menyembuhkan kondisi. Hal ini penting untuk mendiskusikan pilihan Anda dengan dokter Anda dan bekerja untuk mengurangi tekanan darah Anda di bawah pengawasan. Hal yang perlu diingat Tekanan darah tinggi merupakan faktor risiko utama untuk stroke. Seringkali tidak ada gejala yang jelas dari tekanan darah tinggi. Regular check-up medis penting. Pilihan pengobatan termasuk diet dan perubahan gaya hidup dan mungkin juga termasuk obat-obatan.

Risiko stroke - kuis


Apa risiko stroke? Kuis kesehatan cepat kami dapat membantu menilai risiko Anda dan membantu Anda untuk berpikir tentang hidup sehat, diet dan olahraga untuk meningkatkan kesehatan jantung Anda. 1. Apakah ada riwayat stroke dalam keluarga Anda? A. Tidak, atau tidak untuk pengetahuan saya. B. Ya - orang tua, saudara atau kakek-nenek. C. Ya - kerabat yang lebih jauh, seperti sepupu. 2. Berapa umurmu? A. 65 tahun atau lebih. B. 45 sampai 65 tahun. C. Kurang dari 45 tahun. 3. Apakah Anda merokok? A. Ya, aku merokok sedikitnya 20 batang rokok setiap hari. B. No C. Kadang-kadang, di acara-acara sosial atau pada akhir pekan. 4. Apakah Anda secara teratur minum alkohol? A. Hanya beberapa gelas pada akhir pekan, atau acara-acara sosial. B. Setiap hari, atau aku pesta berat pada akhir pekan. C. Sangat jarang, atau tidak sama sekali. 5. Seberapa sering Anda makan lemak, makanan asin tinggi seperti kue-kue, burger, ikan dan keripik dan keripik kentang? A. Setiap hari. B. Setidaknya dua kali seminggu. C. Sekali atau dua kali dua minggu, atau kurang. 6. Apakah Anda kelebihan berat badan? A. Tidak, saya tentang berat badan yang tepat untuk tinggi saya, memberi atau mengambil beberapa kilo. B. Ya, saya agak kelebihan berat badan. C. Ya, saya sangat kelebihan berat badan atau obesitas. 7. Apakah Anda memiliki tekanan darah tinggi? A. Ya, tapi saya mencoba untuk mengontrol dengan latihan, memperhatikan diet dan, mungkin, obat resep. B. Ya, atau mungkin ya, tapi saya tidak khawatir tentang hal itu terlalu banyak. C. Tidak, tekanan darah saya normal. 8. Apakah Anda memiliki diabetes? A. Ya, tapi saya mengendalikannya dengan baik. B. No C. Ya, atau mungkin ya, tapi saya tidak khawatir tentang hal itu terlalu banyak.

Skor Anda adalah:

Skor 8 sampai 12: Banyak stroke dapat dihindari dan disebabkan oleh diet yang tidak sehat dan pilihan gaya hidup. Latihan Anda dan kebiasaan diet menempatkan Anda pada peningkatan risiko. Konsultasikan dengan dokter Anda tentang cara-cara untuk mengurangi risiko stroke dan penyakit lainnya yang berhubungan dengan obesitas seperti penyakit jantung dan diabetes. Skor 13 sampai 18: Beberapa latihan Anda dan kebiasaan diet dapat membuat Anda lebih rentan terhadap stroke. Membuat beberapa perubahan sederhana secara signifikan dapat mengurangi risiko Anda. Misalnya, beralih ke rendah lemak, diet tinggi serat dan berhenti rokok bisa menyelamatkan hidup Anda. Skor 19 sampai 24: Selamat, pilihan gaya hidup Anda secara substansial mengurangi risiko stroke.

Pencegahan stroke
Ringkasan Stroke dapat berakibat fatal namun bisa dicegah dengan mengurangi faktor risiko. Banyak faktor risiko stroke yang terkait gaya hidup. Tekanan darah tinggi, merokok, diabetes, kadar kolesterol darah tinggi, pola makan yang buruk, kurang olahraga dan minum berat semua meningkatkan risiko stroke. Pada 2012, Australia akan menderita sekitar 60.000 stroke baru dan berulang - itulah satu stroke setiap 10 menit. Stroke adalah pembunuh terbesar kedua Australia setelah penyakit jantung. Stroke dapat berakibat fatal namun risiko dapat dikurangi. Banyak faktor risiko stroke adalah gaya hidup yang terkait, sehingga setiap orang memiliki kekuatan untuk mengurangi risiko mengalami stroke. Penyebab stroke 'Stroke' adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan gangguan aliran darah ke area otak. Hal ini dapat terjadi dengan cara berikut: Stroke perdarahan - arteri dapat pecah dan menyebabkan perdarahan ke dalam jaringan otak. Stroke iskemik disebabkan oleh aterosklerosis - arteri dapat menjadi diblokir oleh penebalan progresif dinding. Stroke iskemik disebabkan oleh emboli - sebuah blok bekuan arteri dan mencegah darah sampai ke bagian otak. Sel-sel otak di daerah yang dibunuh karena mereka kekurangan oksigen. Orang mati daerah itu hasil dari stroke dikenal sebagai infark. Tanpa perawatan medis yang segera, daerah sel-sel otak sekitarnya infark juga akan mati.

Faktor risiko stroke Beberapa faktor risiko stroke tidak dapat dikendalikan. Ini termasuk jenis kelamin, usia dan riwayat keluarga. Namun, banyak faktor risiko stroke yang terkait gaya hidup. Setiap orang dapat mengurangi risiko mengalami stroke dengan membuat beberapa perubahan gaya hidup yang sederhana. Faktor gaya hidup terkait yang meningkatkan risiko stroke meliputi: Tekanan darah tinggi Merokok Diabetes Kadar kolesterol darah tinggi Pemabuk Diet tinggi lemak (terutama jenuh) dan garam, tapi rendah serat, buah dan sayuran Kurangnya olahraga teratur Obesitas. Faktor risiko lain yang penting, terutama saat usia bertambah, termasuk fibrilasi atrium (denyut jantung tidak teratur). Risiko secara keseluruhan meningkat ketika beberapa faktor risiko yang hadir. Dokter Anda harus menilai risiko ini secara keseluruhan (disebut 'resiko absolut') menggunakan alat yang menghitung risiko stroke dan penyakit jantung berdasarkan usia, jenis kelamin, tekanan darah, riwayat merokok, kadar kolesterol, dan jika Anda memiliki diabetes. Menurunkan tekanan darah tinggi Tekanan darah tinggi (hipertensi) merupakan faktor risiko yang paling signifikan untuk stroke. Tekanan darah mengacu pada tekanan di dalam arteri. Hipertensi berarti bahwa darah mengerahkan lebih banyak tekanan daripada yang normal atau sehat. Seiring waktu, hal ini melemahkan dan merusak dinding pembuluh darah, yang dapat menyebabkan stroke, perdarahan terutama otak. Hipertensi juga dapat menyebabkan penebalan dinding arteri, sehingga penyumbatan penyempitan dan akhirnya kapal (stroke iskemik). Dalam aterosklerosis (pengerasan pembuluh darah), tekanan darah Anda memompa bisa 'selang dari' puing-puing dari dinding arteri yang rusak. Puing-puing beredar (emboli) dapat menyebabkan stroke dengan mengajukan dalam dan memblokir pembuluh darah di otak. Strategi untuk mengurangi tekanan darah tinggi meliputi: Periksa tekanan darah Anda secara teratur dan tahu nomor Anda. Menjaga berat badan yang sehat untuk tinggi badan Anda. Berolahraga secara teratur. Pilih lemak, diet tinggi serat rendah. Mengurangi atau menghilangkan garam dari diet Anda.

Batasi asupan alkohol Anda untuk dua atau kurang standar minuman per hari. Berhenti merokok. Ambil obat antihipertensi untuk membantu mengontrol tekanan darah tinggi. Berhenti merokok Merokok dapat dua atau bahkan empat kali lipat risiko stroke. Beberapa bahan kimia dalam asap rokok (seperti nikotin dan karbon monoksida) mempercepat proses aterosklerosis (penyempitan pembuluh darah). Gumpalan lebih cenderung terbentuk karena merokok mengental darah dan membuat faktor pembekuan, seperti trombosit, jauh lebih 'lengket'. Asap rokok pasukan arteri menyempit - diameter menyempit membuat lebih sulit bagi darah menebal untuk bergerak melalui pembuluh. Strategi untuk berhenti merokok antara lain: Menghubungi Quitline 137 848 untuk saran lebih lanjut dan dukungan. Lihat dokter Anda untuk informasi dan saran. Tentukan strategi, seperti 'kalkun dingin' atau menggunakan terapi pengganti nikotin. Buatlah catatan harian merokok sehingga Anda menyadari pemicu merokok Anda (seperti stres atau kebosanan). Mintalah keluarga dan teman-teman untuk dukungan. Jangan berkecil hati dengan slip-up. Jika Anda merokok, meletakkannya di belakang Anda dan terus berjalan. Mengelola diabetes Anda Diabetes adalah suatu kondisi kronis di mana tubuh tidak mampu untuk memanfaatkan gula darah. Seseorang dengan diabetes adalah sekitar dua kali lebih mungkin untuk mengalami stroke sebagai seseorang dari jenis kelamin dan usia yang sama yang tidak memiliki diabetes. Hal ini karena kadar gula darah tinggi berkontribusi pada pengembangan aterosklerosis (penyempitan pembuluh darah). Hal ini sangat penting bahwa diabetes harus dikendalikan. Strategi untuk mengurangi efek dari diabetes meliputi: Temui dokter Anda secara teratur untuk check-up. Memonitor kadar gula darah Anda secara teratur. Menjaga berat badan yang sehat untuk tinggi badan Anda. Berolahraga secara teratur. Pilih lemak, diet tinggi serat rendah. Jika Anda berada di obat, pastikan Anda mengambil dengan benar. Menjaga kadar kolesterol di cek Kolesterol adalah zat lemak seperti yang dibuat oleh tubuh manusia. Ini memiliki banyak peran penting untuk bermain, tetapi menjadi masalah jika kadar dalam darah terlalu tinggi. Kolesterol darah memberikan kontribusi terhadap pembentukan zat yang disebut ateroma, yang menempel pada dinding arteri dan menyebabkan aterosklerosis (penyempitan pembuluh darah).

Strategi untuk menurunkan kadar kolesterol darah meliputi: Apakah kadar kolesterol darah Anda diperiksa secara teratur oleh dokter Anda. Mengkonsumsi diet tinggi serat. Mengurangi asupan lemak jenuh (umumnya ditemukan pada produk hewani). Lihat dokter Anda untuk informasi dan saran. Obat-obatan mungkin disarankan. Hindari minum berat Beberapa studi telah menunjukkan bahwa minum alkohol dalam jumlah moderat (seperti satu atau dua minuman standar per hari) benar-benar dapat mengurangi risiko stroke. Namun, orang yang minum berat tiga kali lebih mungkin untuk mengalami stroke, terlepas dari usia mereka. Hal ini penting untuk membatasi asupan alkohol Anda. Saran meliputi: Batasi konsumsi tidak lebih dari dua minuman standar per hari. Memiliki minimal dua hari bebas alkohol setiap minggu. Temui dokter Anda untuk informasi dan rujukan jika Anda menemukan kesulitan untuk membatasi asupan alkohol Anda. Makan makanan yang sehat Berbagai penelitian menunjukkan bahwa diet merupakan faktor risiko penting dalam pengembangan stroke. Saran meliputi: Batasi asupan garam atau moderat. Pilih segar daripada makanan olahan. Tingkatkan asupan sayuran, buah dan biji-bijian. Potong atau mengurangi makanan manis dan berlemak seperti kue, permen dan junk food. Lihat ahli gizi yang dapat membantu Anda merencanakan diet yang seimbang. Berolahraga secara teratur Sebuah gaya hidup meningkatkan kemungkinan obesitas, tekanan darah tinggi dan kadar kolesterol darah tinggi. Ini semua adalah faktor risiko penting untuk stroke. Saran meliputi: Lihat dokter Anda untuk check-up jika Anda tidak berlatih untuk sementara waktu. Pilih berbagai aktivitas yang Anda nikmati. Mulai program latihan baru secara perlahan dan hanya meningkatkan intensitas dan durasi saat Anda menjadi lebih bugar. Berolahragalah dengan teman atau bergabung dengan tim olahraga untuk menambahkan elemen sosial yang

menyenangkan untuk kegiatan tersebut. Ingatlah untuk pemanasan dan pendinginan. Hubungi fisioterapis atau gimnasium instruktur untuk saran dan informasi mengenai olahraga yang tepat. Cobalah untuk mendapatkan olahraga ringan selama minimal 30 menit (setidaknya) lima hari dalam seminggu. Hal yang perlu diingat Sebuah interupsi Stroke aliran darah ke area otak. Faktor risiko stroke yang paling gaya hidup terkait, sehingga setiap orang memiliki kekuatan untuk mengurangi risiko mengalami stroke. Beberapa faktor risiko stroke, seperti jenis kelamin, usia dan riwayat keluarga, tidak dapat dikontrol. Faktor gaya hidup yang meningkatkan risiko stroke termasuk tekanan darah tinggi, merokok, diabetes, kadar kolesterol darah tinggi, minum berat, tinggi garam dan diet tinggi lemak dan kurang olahraga.

Pencegahan stroke untuk kelompok berisiko tinggi


Ringkasan Kondisi tertentu seperti hipertensi (tekanan darah tinggi), fibrilasi atrium (denyut jantung tidak teratur) dan aterosklerosis (pengerasan pembuluh darah) secara substansial dapat meningkatkan risiko seseorang terkena stroke. Metode untuk mengurangi risiko termasuk obat-obatan, operasi dan perubahan gaya hidup. Sebuah interupsi Stroke aliran darah ke area otak. Sebuah arteri otak dapat diblokir oleh gumpalan darah (emboli) atau dengan penyempitan arteri oleh atherosclerosis. Pemblokiran dari hasil arteri dalam stroke iskemik. Sebuah arteri otak juga bisa pecah, menyebabkan perdarahan ke dalam otak (stroke hemoragik). Sel-sel otak di daerah yang dibunuh karena mereka kekurangan oksigen. Dalam stroke, daerah mati dikenal sebagai infark. Tanpa perawatan medis yang segera, daerah sel-sel otak sekitarnya infark juga akan mati. Pada tahun 2010, Australia menderita sekitar 60.000 stroke baru dan berulang. Hal ini membuat pembunuh terbesar kedua Stroke Australia setelah penyakit jantung. Kondisi tertentu seperti hipertensi (tekanan darah tinggi), fibrilasi atrium (a ketidakteraturan tertentu detak jantung) dan aterosklerosis (pengerasan pembuluh darah) secara substansial dapat meningkatkan risiko seseorang terkena stroke. Seseorang yang sudah mengalami stroke adalah pada peningkatan risiko memiliki lain. Strategi pengurangan risiko termasuk obat-obatan, operasi dan perubahan gaya hidup. Faktor gaya hidup dan risiko stroke Membuat perubahan gaya hidup tertentu dapat secara signifikan mengurangi risiko stroke. Saran meliputi: Menjaga berat badan yang sehat untuk tinggi badan Anda. Berolahraga secara teratur. Pilih rendah lemak, tinggi serat, diet rendah garam.

Berhenti merokok. Pastikan diabetes terkontrol dengan baik. Batasi konsumsi alkohol tidak lebih dari satu minuman standar per hari (jika Anda perempuan) atau dua minuman standar per hari (jika Anda laki-laki). Memiliki tekanan darah dan kadar kolesterol secara teratur diperiksa oleh dokter Anda. Tekanan darah tinggi Tekanan darah tinggi (hipertensi) merupakan faktor risiko yang paling signifikan untuk stroke. Tekanan darah mengacu pada tekanan di dalam arteri. Hipertensi berarti bahwa darah mengerahkan lebih banyak tekanan daripada yang normal atau sehat. Seiring waktu, hal ini melemahkan dan merusak dinding pembuluh darah, yang dapat menyebabkan pendarahan otak. Hipertensi juga dapat menyebabkan penebalan dinding arteri, sehingga penyumbatan penyempitan dan akhirnya kapal (stroke iskemik). Dalam aterosklerosis, tekanan darah Anda memompa bisa 'selang dari' puing-puing dari dinding arteri yang rusak. Puing-puing beredar (emboli) dapat menyebabkan stroke dengan mengajukan dalam dan memblokir pembuluh darah otak. Strategi untuk mengurangi tekanan darah tinggi Strategi meliputi: Apakah tekanan darah Anda secara teratur diperiksa oleh dokter Anda. Menjaga berat badan yang sehat untuk tinggi badan Anda. Berolahraga secara teratur. Pilih lemak, diet tinggi serat rendah. Mengurangi atau menghilangkan garam dari diet Anda. Batasi asupan alkohol Anda untuk dua standar minuman per hari (untuk pria) dan satu minuman standar per hari (untuk wanita). Berhenti merokok. Ambil obat antihipertensi untuk membantu mengontrol tekanan darah tinggi.

Aphasia Setelah Stroke


Penyebab dan Gejala Berbagai Bentuk Aphasia Setelah Stroke Anda pernah mendengar istilah afasia, tetapi Anda masih bertanya-tanya apa itu. Afasia adalah gejala yang relatif umum yang mempengaruhi penderita stroke. Dan seperti banyak gejala stroke lainnya, tingkat keparahan dan karakteristik diatur oleh posisi stroke di otak, serta dengan ukuran daerah yang terkena. Apakah Anda seorang pasien, pengasuh atau anggota keluarga satu, atau penyedia layanan kesehatan pemula, artikel berikut akan memiliki informasi mengenai afasia yang relevan untuk Anda. Tiga Jenis umum Afasia Ada banyak cara stroke dapat mempengaruhi kemampuan seseorang untuk berbicara. Gejala biasanya terkait dengan wilayah tertentu dari otak yang terkena, karena fungsi bahasa di otak terlokalisasi dalam daerah yang sangat khusus seperti Broca, Wernicke, dan daerah lainnya. Membaca dan mempelajari fakta-fakta penting tentang tiga

bentuk yang paling umum dari aphasia, dan tentang stroke yang menyebabkan mereka. Tiga Jenis Tidak begitu umum Afasia Sementara di stroke, dan bidang kehidupan lainnya, memang benar bahwa hal-hal umum yang umum, beberapa penderita stroke dipengaruhi oleh bentuk yang lebih jarang dari aphasia. Di sini kami tunjukkan tiga bentuk aphasia yang sedikit berbeda dari tiga dijelaskan di atas. Anda akan terkejut mengetahui bahwa terlepas dari defisit fungsional yang serius terlihat dengan tiga bentuk aphasia, beberapa aspek bahasa yang Anda tidak akan pernah berharap untuk dipertahankan sebenarnya adalah. Membaca dan mempelajari tentang apa yang disebut "aphasias transcortical". Kata Ketulian Gejala yang paling stroke yang datang dalam berbagai rasa. Dan bahasa tidak terkecuali. Percaya atau tidak, kemampuan berbahasa beberapa orang setelah stroke dapat berdampak serius, bukan karena mereka tidak dapat membentuk atau memahami kata-kata, tetapi karena mereka selektif tuli untuk kata-kata! Baca lebih lanjut tentang gejala langka stroke. Pidato telegraf Setelah stroke beberapa orang memiliki kesulitan mengucapkan kata-kata. Tetapi yang lain memiliki masalah yang membuat .... mereka ... suara ... seperti ..... meskipun ........ mereka ...... adalah .... a ...... telegram! Pelajari tentang gejala menarik dan menantang stroke. Afasia Pengobatan Setelah seseorang menderita stroke yang mempengaruhi wilayah bahasa otak, ia dan keluarganya sering bertanyatanya: Apa sekarang? Apakah ada perawatan yang tersedia? Baca terus dan belajar di mana ilmu afasia rehabilitasi telah membawa kita.

Rehabilitasi Stroke adalah Bagian Kritis Stroke Pemulihan


Beberapa dekade penelitian ilmiah sekarang menunjukkan bahwa rehabilitasi stroke sangat penting untuk pemulihan stroke yang optimal. Manfaat datang dari membantu otak untuk menata dirinya sendiri dengan terapi fisik, yang pada gilirannya membantu penderita stroke untuk memulihkan fungsi yang hilang setelah cedera otak. Di bawah ini Anda akan menemukan informasi penting tentang proses terapi fisik dan rehabilitasi dan tentang potensi untuk membantu Anda mendapatkan kembali kehidupan Anda setelah stroke. Apa rehabilitasi stroke? Rehabilitasi stroke adalah proses dimana penderita stroke bekerja dengan tim penyedia layanan kesehatan dengan tujuan memperoleh kembali sebanyak fungsi yang hilang setelah stroke mungkin. Dengan bergabung program rehabilitasi yang komprehensif segera setelah meninggalkan rumah sakit, penderita stroke dapat memaksimalkan kesempatan mereka pemulihan, dan dalam kebanyakan kasus mereka dapat memperoleh kembali sebagian besar dari fungsi mereka hilang sebagai akibat dari stroke. Beberapa jenis profesional medis yang berpartisipasi dalam perawatan pasien stroke selama proses rehabilitasi meliputi: Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi Dokter (physiatrists) Terapis Fisik Terapis Pidato

Terapis okupasi Mengapa rehabilitasi stroke penting? Rehabilitasi penting setelah stroke tidak bisa terlalu ditekankan. Penelitian telah menunjukkan bahwa rehabilitasi bertanggung jawab untuk sebagian besar pemulihan yang dialami oleh pasien setelah stroke, dan bahwa tanpa itu, sedikit atau tidak ada perbaikan dapat dicapai. Rehabilitasi stroke menyediakan rencana yang ditargetkan dan terorganisasi untuk kembali belajar fungsi yang hilang dalam periode waktu sesingkat mungkin. Berapa lama rehabilitasi stroke terakhir? Durasi kebutuhan rehabilitasi akan tergantung pada jenis stroke yang Anda derita. Secara rata-rata, segera setelah meninggalkan rumah sakit, orang-orang tinggal di dalam fasilitas rehabilitasi untuk total 16 hari. Ini periode singkat terapi di rumah diikuti dengan rehabilitasi lebih lanjut di fasilitas luar selama beberapa minggu berikutnya. Meskipun sebagian besar perbaikan akan terjadi dalam waktu ini, otak Anda dapat terus belajar dan belajar kembali tugas-tugas baru dan lama selama Anda hidup. Inilah sebabnya mengapa sangat penting untuk melanjutkan rehabilitasi sendiri di rumah setelah Anda menyelesaikan kunjungan Anda ke pusat rehabilitasi. Sebuah hasil yang sukses akan membutuhkan dedikasi, ketekunan, dan sikap yang baik. Bahkan, beberapa studi menunjukkan bahwa sukses dan bermakna pemulihan lebih mungkin untuk dicapai jika Anda berdedikasi dan menjaga tingkat motivasi yang tinggi selama proses rehabilitasi.

physiatrist
Definisi: Seorang dokter yang memiliki spesialisasi di bidang kedokteran fisik dan rehabilitasi. Physiatrists mengambil baik gangguan fisik dan kondisi medis pasien mereka ke account dan bekerja dengan praktisi kesehatan lainnya untuk menyusun rencana perawatan. Juga Dikenal Sebagai: dokter CAGP, dokter rehabilitasi

Stroke
Ringkasan Stroke terjadi ketika bagian otak menjadi rusak karena gangguan pasokan darahnya. Gejala dan tanda tergantung pada ukuran dan lokasi daerah yang rusak. Pada serangan iskemik sesaat (TIA) gejala stroke hilang seluruhnya dalam 24 jam.

Gejala
Gejala umum termasuk:

Kelemahan satu sisi wajah, tangan, kaki Mati rasa satu sisi wajah, tangan, kaki Bicara cadel atau sulit bicara

Kehilangan penglihatan Pandangan ganda Kehilangan keseimbangan atau koordinasi Pusing bersamaan dengan satu dari gejala di atas Kehilangan kesadaran Sakit kepala terburuk dalam hidup Anda

Gejala biasanya terjadi seketika, dan mungkin memburuk dalam beberapa menit atau jam. Mereka terjadi semasa tidur dan disadari hanya saat bangun.

Penyebab
Darah dipasok ke otak melalui pembuluh darah yang disebut arteri. Arteri ini mungkin tersumbat, menyebabkan stroke iskemik atau infark. Kurang umum, arteri ini mungkin pecah, mengakibatkan stroke hemoragik atau hemoragik otak.

Faktor Resiko
Terdapat beberapa faktor yang meningkatkan resiko stroke:

usia lebih lanjut jenis kelamin pria tekanan darah tinggi (hipertensi) merokok diabetik (diabetes melitus) kolesterol tinggi detak jantung tidak teratur (fibrilasi atrial) penyakit jantung tertentu termasuk serangan jantung terakhir stroke atau TIA sebelumnya

Diagnosa
Beberapa tes dilakukan, termasuk:
1. Scan Otak: biasanya scan CT dilakukan. Kadang kala scan MRI diperlukan. Scan dapat membantu dokter mengkonfirmasi jenis stroke dan lokasinya. 2. Tes darah: untuk mencari penyakit yang mendasari seperti diabetic (diabetes mellitus) dan kolesterol tinggi.

3. Sinar X Dada, elektrokardiogram (ECG): untuk informasi penyakit jantung. 4. Ultrasound mempelajari pembuluh darah pada leher dan tengkorak (ultrasound karotid, transkranial Doppler), dan jantung (ekokardiogram): untuk deteksi kondisi yang mungkin mem pengaruhi stroke. 5. Angiogram: tube kecil dimasukkan ke dalam selangkangan dan melalui pembuluh darah hingga mencapai otak. Pewarna disuntikkan dan gambar sinar X diambil. Ini menyediakan informasi lokasi dan keparahan penyumbatan pembuluh atau perdarahan.

Pilihan Pengobatan
Selama di rumah sakit, kondisi Anda diawasi ketat. Sekitar 20% pasien memburuk dalam minggu pertama. Tekanan darah sangat tinggi, gula darah dan kolesterol akan perlu diturunkan oleh control diet dan obatobatan. Mereka yang tidak dapat menelan dengan aman mungkin perlu diberi makan lewat tube melalui hidung. Rehabilitasi bertujuan untuk membuat pasien mandiri dalam aktivitas sehari-harinya. Itu mulai secepat mungkin melalui terapi fisik, okupansi dan bicara. Pada stroke iskemik, penggunaan pengencer darah seperti obat-obatan anti trombosit dan anti koagulasi secara signifikan menurunkan resiko stroke kedua. Jika terdapat penyempitan akut pada arteri leher yang mengakibatkan stroke minor atau TIA, operasi untuk mengangkat penyempitan tersebut (endarterektomi karotid) menurunkan resiko stroke lainnya. Jika stroke hemoroid disebabkan karena pecahnya gelembung pada pembuluh darah (aneurism), aneurism dapat dijepit secara operasi, atau kadang diblok oleh kumparan yang dimasukkan khusus. Pecahnya malformasi arteri vena (AVM) dapat juga menyebabkan stroke hemoroid. Operasi, lem dimasukkan khusus atau radiasi pisau gamma mungkin diperlukan untuk mengobatinya. Akumulasi cairan otak mungkin perlu untuk dibebaskan dengan operasi pengeringan dimasukkan. Kemungkinan Pemulihan Pemulihan setelah stroke merupakan proses natural. Hingga sepertiga pasien stroke pulih sepenuhnya, sepertiga pulih sebagian, dan sepertiga tidak pulih sama sekali. Sekitar 10 hingga 20% mungkin tidak bertahan dalam periode awal setelah stroke. Pemulihan membutuhkan waktu. Sebagian besar pemulihan terjadi dalam 3 hingga 6 bulan pertama, tetapi mungkin berlanjut perlahan untuk beberapa tahun. Terdapat 5 hingga 15% kesempatan per tahun stroke berulang. Untuk mengurangi kemungkinan stroke lainnya, semua obat-obatan harus diminum secara teratur dan merokok harus dihentikan.

Pencegahan
Kunjungan teratur ke dokter keluarga akan membantu deteksi dini dan pengobatan tekanan darah tinggi, diabetic, kolesterol tinggi, dan penyakit jantung. Mengikuti gaya hidup sehat juga membantu utnuk

mencegah serangan stroke. Olah raga teratur dan hindari merokok. Semua obat-obatan harus diminum secara teratur kecuali disarankan oleh dokter. Dimana Anda mencari bantuan? Stroke Club di RS Pondok Indah didirikan tahun 1996 untuk keuntungan pasien stroke dan Terapis. Stroke Club mencari untuk menyediakan dukungan pasien stroke dan keluarga mereka, untuk membangun dukungan komunitas untuk pasien stroke dan keluarga mereka, dan untuk meningkatkan kesadaran tentang stroke diantara masyarakat. Informasi Kontak RS PONDOK INDAH Tel: 021 765 7525 Email: rspi@rspondokindah.co.id Website: www.rspondokindah.co.id/rspi

Cegah Stroke, Konsumsi Wortel


Banyak cara dilakukan orang untuk menghindari penyakit ini, salah satu cara yang paling mudah dan murah adalah mengkonsumsi tanaman wortel. WORTEL Wortel dikenal memiliki kandungan Vitamin A yang sangat tinggi, selain memiliki unsur lain seperti kalori, protein, lemak, hidrat arang, kalsium, dan besi. Wortel termasuk tumbuhan yang ditanam sepanjang tahun, terutama di daerah pegunungan yang memiliki suhu udara dingin dan lembab, dan tumbuhan ini dapat tumbuh pada semua musim. MANFAAT WORTEL PADA PENYAKIT STROKE Selama ini orang mengenal wortel hanya untuk kesehatan mata karena kandungan vitamin A yang sangat tinggi. Ternyata tanaman ini mempunyai khasiat yang lebih hebat lagi. Sayuran yang dikenal sebagai makanan favorit kelinci ini ternyata bisa mencegah stroke. Orang yang terkena stroke, jika banyak mengkonsumsi Vitamin A, akan mengalami lebih sedikit kerusakan neurologis (saraf) dan mempunyai kesempatan untuk sembuh. Hal ini disebabkan karena waktu otak tidak memperoleh oksigen berapa lama, seperti pada stroke, sel mulai mengalami malfungsi (gangguan fungsi) yang menyebabkan rangkaian kejadian mencapai puncaknya ketika pada sel-sel saraf terjadi kerusakan oksidatif, dan kondisi tersebut dapat diredam jika dalam darah banyak terdapat vitamin A. Sebuah penelitan menunjukkan, mengkonsumsi wortel sedikitnya lima kali dalam seminggu dapat menurunkan resiko terkena stroke hingga 68 persen bila dibandingkan yang makan wortel satu kali dalam sebulan. Khasiat antistroke tersebut juga ditimbulkan karena aktivitas beta karoten yang mencegah terjadinya plak atau timbunan kolesterol dalam pembuluh darah. Beta karoten merupakan pigmen paling aktif apabila dibandingkan dengan alpha dan gamma karoten. Biasanya beta karoten lebih dikenal sebagai provitamin A yang akan menjadi vitamin A pada dinding usus halus.

Tak ada seorangpun yang mau terkena stroke, dan tak seorangpun yang ingin mati muda. Mencegah lebih baik daripada mengobati, belajar pada alam, karena dari alam kita banyak menemukan manfaat. Wortel yang kita kenal sebagai sayuran, ternyata bisa menjauhkan kita dari kemati

DETEKSI DINI & PENCEGAHAN STROKE


Stroke adalah serangan otak yang timbul secara mendadak dimana terjadi gangguan fungsi otak sebagian atau menyeluruh sebagai akibat dari gangguan aliran darah oleh karena sumbatan atau pecahnya pembuluh darah tertentu di otak. Gejala stroke : v Gangguan bicara ( sulit, bingung, pelo ) v Gangguan penglihatan v Kesemutan sebelah/ sesisi v Anggota gerak lemah sebelah/ sesisi v Nyeri kepala tanpa sebab v Tingkah laku berubah ( emosi labil ) v Sulit berjalan ( sempoyongan, jatuh ) Factor resiko stroke : Hipertensi Penyakit jantung Kelebihan berat badan Konsumsi alcohol Stress Diabetes mellitus Merokok Kurang olahraga Gaya hidup bebas stroke : 1. anjurkan

makanan banyak serat, kedelai, kacang, teh hitam/ hijau, sayuran dan buah. 2. kurangi

konsumsi gizi seimbang hidup teratur, istirahat cukup olahraga teratur berat badan ideal rekreasi cukup

cemilan kolesterol lemak dalam makanan

berat badan/ obesitas 3. kendalikan ( dengan diet dan obat )

asam urat garam, kopi stress

hipertensi diabetes mellitus penyakit jantung penyakit pembuluh darah ( artherosklerosis )

stres 4. hindari merokok alcohol dan narkoba kegemukan ( sering menimbang berat badan ) konsumsi garam berlebihan stress mental

MENGENALI STROKE
Kadang-kadang gejala stroke sulit dikenali. Sayangnya, kurangnya kewaspadaan dapat mendatangkan bencana. Korban stroke dapat menderita kerusakan otak sewaktu orang-orang yang ada disekitarnya pada saat kejadian gagal mengenali gejala-gejala stroke. Sekarang banyak dokter mengatakan bahwa orang di sekitar korban dapat mengenali gejala stroke dengan menanyakan tiga pertanyaan sederhana ini: 1. Minta orang tersebut untuk TERSENYUM. 2. Minta orang tersebut untuk MENGANGKAT KEDUA TANGANNYA. 3. Minta orang tersebut untuk MENGUCAPKAN SEBUAH KALIMAT SEDERHANA (yang masuk akal), contoh: "Hari ini cerah." Blablabla.... Bila orang tersebut tidak bisa melakukan apa yang kita minta diatas atau salah satunya segera bawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan pertama selanjutnya. Seorang kardiolog berkata kalau setiap orang yang mendapatkan e-mail ini mengirimkannya kembali ke 10 orang, kau bisa bertaruh bahwa setidaknya satu nyawa akan diselamatkan. PERTOLONGAN PERTAMA PADA STROKE

Pertolongan Pertama Pada Stroke (Dengan cara mengeluarkan darah pada setiap ujung jari tangan dan ujung daun telinga). Ada satu cara terbaik untuk memberikan pertolongan pertama kepada orang yang mendapat serangan STROKE. Cara ini selain dapat menyelamatkan nyawa si penderita, juga tidak menimbulkan efek sampingan apapun. Pertolongan pertama ini dijamin merupakan pertolongan GAWAT DARURAT yang dapat berhasil 100%. Sebagaimana diketahui, orang yang mendapat serangan STROKE, seluruh darah di tubuh akan mengalir sangat kencang menuju pembuluh darah di otak. Apabila kegiatan pertolongan diberikan terlambatsedikit saja, maka pembuluh darah pada otak tidak akan kuat menahan aliran darah yang mengalir dengan deras dan akan segera pecah sedikit demi sedikit. Dalam menghadapi keadaan demikian jangan sampai panik tetapi harus tenang. Sipenderita harus tetap berada ditempat semula dimana ia terjatuh (mis: di kamar mandi, kamar tidur, atau dimana saja). JANGAN DIPINDAHKAN !!! sebab dengan memindahkan si penderita dari tempat semula akan mempercepat perpecahan pembuluh darah halus di otak. Penderita harus dibantu mengambil posisi duduk yang baik agar tidak terjatuh lagi, dan pada saat itu pengeluaran darah dapat dilakukan. Yang terbaik ialah menggunakan JARUM SUNTIK, namun apabila tidak ada, maka JARUM JAHIT / JARUM PENTUL / PENITI dapat dipakai dengan terlebih dahulu disterilkan dulu dengan cara dibakar diatas api. Segera setelah jarum steril, lakukan PENUSUKAN pada 10 UJUNG JARI TANGAN. Titik penusukan kira-kira 1cm dari ujung kuku. Setiap jari cukup ditusuk 1 kali saja dengan harapan setiap jari mengeluarkan 1 tetes darah. Pengeluaran darah juga dapat dibantu dengan cara dipencet apabila darah ternyata tidak keluar dari ujung jari. Dalam jangka waktu kira-kira 10 menit, si penderita akan segera sadar kembali. Bila mulut sipenderita tampak mencong / tidak normal, maka KEDUA DAUN TELINGA sipenderita HARUS DITARIK-TARIK sampai berwarna kemerah-merahan. Setelah itu lakukanlah 2 KALI PENUSUKAN pada masing-masing UJUNG BAWAH DAUN TELINGA sehingga darah keluar sebanyak 2 tetes dari setiap ujung daun telinga. Dengan demikian dalam beberapa menit bentuk mulut sipenderita akan kembali normal. Setelah keadaan sipenderita pulih dan tidak ada kelainan yang berarti, maka bawalah sipenderita dengan hati-hati ke dokter atau rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan lebih lanjut.