Anda di halaman 1dari 28

SAMBUNGAN LAS

Jenis Pengelasan Las dengan menggunakan panas saja atau Fusion Welding (cair/lebur) yang meliputi thermit welding, gas welding atau las karbit/las asitelin dan electric welding (las listrik). Las dengan menggunakan panas dan tekanan atau Forge Welding (tempa).

Tipe Sambungan Las a. Lap joint atau fillet joint : overlapping plat, dengan beberapa cara : Single transverse fillet (las pada satu sisi) :melintang Double transverse fillet (las pada dua sisi) Parallel fillet joint (las paralel)

b. Butt Joint Pengelasan pada bagian ujung dengan ujung dari plat. Pengelasan jenis ini tidak disarankan untuk plat yang tebalnya kurang dari 5 mm Untuk plat dengan ketebalan plat (5 12,5) mm bentuk ujung yang disarankan adalah : V atau U

Perhitungan Kekuatan Las a. Kekuatan transverse fillet welded joint

b. Kekuatan las paralel fillet

c. Kekuatan butt joint weld

Tebal plat (mm) 35 68 10 16 18 24 26 58 > 58

Ukuran las minimm (mm) 3 5 6 10 14 20

Rekomendasi Ukuran Las Minimum

Tegangan Sambungan Las


Tegangan pada sambungan las, sulit dihitung karena variabel dan parameter tidak terprediksikan, misalnya : Homogenitas bahan las/elektroda Tegangan akibat panas dari las Perubahan sifat-sifat fisik. Dalam perhitungan kekuatan diasumsikan bahwa : Beban terdistribusi merata sepanjang lasan Tegangan terdistribsi merata

JAWAB 1

JAWAB 2

JAWAB 3

JAWAB 4

SAMBUNGAN BAUT
Sambungan mur baut bukan merupakan sambungan tetap, melainkan dapat dibongkar pasang dengan mudah.

Bagian dari baut

a. Diameter Baut b. Panjang baut c. Daerah dekat efektif d. Lebar kunci e. Diameter baut f. F jarak ulir

Jenis-jenis baut yang biasa digunakan sebagai berikut :

Jenis-jenis sekrup yang biasa digunakan sebagai berikut :

Tegangan Pada Baut Tegangan dalam akibat gaya kerja Tegangan akibat gaya yang berasal dari dalam baut sendiri meliputi tegangantegangan sebagai berikut : a. Tegangan tarik

b. Tegangan geser torsional Jika : T : torsi J : momen inersia polar : tegangan gser r : jari jari

Maka:

Tegangan geser torsional adalah :

Tegangan geser pada ulir :

dengan : di : diameter minor do : diameter mayor b : lebar ulir pada arah melintang n : jumlah ulir Tegangan crushing pada ulir :

. Tegangan lentur : x : perbedaan tinggi sudut ekstrem mur atau kepala. E : modulus elastisitas bahan baut L : panjang baut

Tegangan akibat gaya luar

Tegangan pada baut akibat gaya luar yang bekerja pada baut tersebut sebagai berikut :
a. Tegangan tarik F : gaya luar yang dikerjakan di : diameter minor t : tegangan tarik ijin bahan baut

b. Tegangan geser

Fs : gaya geser do : diameter mayor (nominal) n : jumlah baut

c. Tegangan kombinasi

d. Tegangan dengan kombinasi beban. - Gaya awal pada baut, F1 - Gaya luar pada baut, F2 - Gaya resultan baut, F - Perbandingan elastisitas bahan baut dan bahan komponen, a - Gaya resultan yang harus diperhitungkan pada baut :

Daftar Ukuran Baut Mur Standar

Contoh Soal 1. Dua komponen mesin akan disambung dengan baut tipe tap bolt diameter nominal : 24 mm. Hitung tegangan tarik dari baut.

2.

Sebuah baut digunakan untuk mengangkat beban 60 kN. Tentukan ukuran baut yang digunakan jika tegangan tarik ijin : 100 N/mm2. Asumsikan ulir kasar (lihat toleransi desain baut).

3. Dua poros dihubungkan dengan kopling dengan torsi 2500 Ncm. Kopling flens disambung dengan baut sebanyak 4 buah, dengan bahan sama dan jari-jari 3 cm. Hitung ukuran baut, 2 jika tegangan geser ijin material baut : 3 000 N/cm . 4. Cylinder head dari sebuah steam engine diikat dengan 14 baut. Diameter efektif dari silinder 35 cm dan tekanan uap 85 N/cm2. Diasumsikan baut tidak mengalami tegangan 2 awal. Hitung ukuran baut jika tegangan tarik ijin : 2000 N/cm 5. Cylinder head dari mesin uap menerima tekanan uap 0,7 N/mm2, dibaut dengan 12 baut. Soft copper gasket/gasket dari bahan tembaga lunak digunakan untuk melapisi cylinder head tersebut. Diameter efektif silinder 300 mm, hitung ukuran baut jika tegangan baut tidak boleh melebihi 100 N/mm2.

Jawab 1.

2.

Jawab

3.

Jawab

4.

Jawab 5.