Anda di halaman 1dari 17

4 45,8% dan pedesaan 53,7%.

Selain itu, rata-rata 20 persen perempuan hamil juga mengalami kurang energi kronik dengan persentase tertinggi di Sikka, Papua, dengan 27 persen. Dari penelitian Virdaus Syarifuddin tahun 2011, berdasarkan laporan Dinas Kesehatan kabupaten Bantul diketahui bahwa di Kabupaten Bantul BBLR disebabkan oleh multifaktor, dari seluruh faktor risiko tersebut ada dua faktor yang sangat dominan menyebabkan BBLR yaitu umur ibu sebanyak 149 kasus dan kurang energi kronis (KEK) sebanyak 115 kasus. Dari laporan ini yang menunjukkan bahwa BBLR terjadi karena adanya ibu yang mengalami KEK dapat kita simpulkan bahwa di kabupaten Bantul masih memiliki masalah terhadap KEK pada ibu hamil. Berdasarkan data tersebut, peneliti ingin mengetahui seberapa besar risiko prevalensi KEK dapat ditekan. Hal yang mendasari peneliti melihat hubungan asupan makanan (kecukupan KH dan protein) dan kondisi mual muntah dengan status gizi (dalam hal ini status KEK).

A. PERUMUSAN MASALAH Penelitian ini dilaksanakan untuk menjelaskan hubungan antara asupan karbohidrat, protein dan kondisi mual muntah dengan status gizi Ibu hamil trimester I, sehingga rumusan masalah yang penulis ajukan adalah : Adakah hubungan antara asupan karbohidrat, protein dan kondisi mual muntah dengan status gizi Ibu hamil trimester I di Puskesmas Kabupaten Bantul ?

B. TUJUAN 1. Tujuan Umum Menjelaskan hubungan antara asupan karbohidrat, protein dan mual muntah dengan status gizi Ibu hamil trimester I di Puskesmas Kabupaten Bantul. 2. Tujuan Khusus a. Untuk mengetahui prevalensi KEK di Puskesmas Kabupaten Bantul. b. Untuk mengetahui status gizi ibu hamil trimester I di Puskesmas Kabupaten Bantul. c. Untuk mengetahui tingkat kecukupan karbohidrat dan protein pada ibu hamil trimester I di Puskesmas Kabupaten Bantul. d. Untuk mengetahui kondisi mual dan muntah pada ibu hamil trimester I. e. Untuk menganalisis hubungan antara asupan karbohidrat, protein dan mual muntah dengan status gizi Ibu hamil trimester I di Puskesmas Kabupaten Bantul.

C. MANFAAT PENELITIAN 1. Memberikan informasi mengenai hubungan antara asupan karbohidrat, protein dan mual muntah dengan status gizi Ibu hamil trimester I di Puskesmas Kabupaten Bantul.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA


A. Pengertian Status Gizi

Status gizi adalah keadaan tubuh sebagai akibat konsumsi makanan dan penggunaan zat-zat gizi (Almatsier, 2001).

Malnutrisi pada ibu hamil pada umumnya sering dikatakan Kekurangan Energi Kalori (KEK). Jika ibu mengalami risiko KEK, bukan ibu saja yang akan mendapat masalah, janinnya juga. KEK juga akan menyebabkan risiko penyakit lain, diantaranya : anemia, pendarahan, berat badan ibu tidak bertambah secara normal dan terkena penyakit infeksi.

Berat badan lebih ataupun kurang dari berat badan rata-rata untuk umur tertentu, merupakan factor menentukan jumlah zat makanan yang harus dicukupi selama hamil. Di Negara maju pertambahan berat badan selama hamil sekitar 12-14 kg. kalau ibu kekurangan gizi, pertambahannya hanya sekitar 7-8 kg dengan akibat melahirkan bayi BBLR (Paath,dkk,2005).

B. Asupan Karbohidrat dan Protein Pada Ibu Hamil Status kesehatan seseorang kemungkinan sangat berpengaruh terhadap nafsu makannya. Seorang ibu dalam keadaan sakit otomatis akan memiliki nafsu makan yang berbeda dengan ibu yang dalam keadaan sehat. Namun ibu harus ingat, bahwa gizi yang ia dapat akan dipakai untuk dua kehidupan yaitu bayi dan untuk dirinya (Kristiyanasari, 2010). Menurut penelitian Institut of Medicine tahun 2005, bagi ibu hamil kebutuhannya adalah sejumlah kebutuhan perempuan dewasa (100 g/hari) ditambah kebutuhan karbohidrat janin yaitu 33 g/org/hari, sehinga total kebutuhannya adalah 133 g/org/hari. Untuk dijadikan kecukupan perlu ditambah 30% seperti halnya pada ibu menyusui maka kecukupan karbohidrat bumil adalah 175 g/org/hari. Bila karbohidrat terlalu rendah akan memicu glukoneogenesis yang tidak efisien (energically expensive) dan ini sebaiknya dihindari. Karbohidrat merupakan salah satu zat gizi makro. Karbohidrat ada yang dapat dicerna oleh tubuh sehingga menghasilkan glukosa dan energi, dan ada pula karbohidrat yang tidak dapat dicerna yang berguna sebagai serat makanan. Fungsi

7 utama karbohidrat yang dapat dicerna bagi manusia adalah untuk menyediakan energi bagi sel, termasuk sel-sel otak yang kerjanya tergantung pada suplai karbohidrat berupa glukosa. Kekurangan glukosa darah (hipoglikemia) bisa menyebakan pingsan atau fatal; sementara bila kelebihan glukosa darah menimbulkan hiperglikemia yang bila berlangsung terus meningkatkan risiko penyakit diabetes atau kencing manis (Mahan K. dan Escott-Stump, 2008).

Protein adalah bagian dari semua sel hidup dan merupakan bagian terbesar tubuh sesudah air. Beberapa enzim, hormon, pengangkut zat-zat gizi dan darah, matriks intraseluler adalah protein. Protein mempunyai fungsi khas yang tidak dapat digantikan oleh zat lain yaitu membangun serta memelihara sel-sel dan jaringan tubuh. Protein berfungsi sebagai fondasi sel pada manusia. Protein merupakan zat pembangun jaringan, membentuk stuktur tubuh, pertumbuhan, transportasi oksigen, membentuk sistem kekebalan tubuh. sumber protein yang baik yaitu berasal dari protein hewani dan nabati (Almatsier, 2003). Pada ibu hamil protein berfungsi untuk pertumbuhan dan perkembangan janin, plasenta uterus, payudara, serta peningkatan volume darah ibu (Cunningham, 2005).

Konsumsi protein dianjurkan 67 g/hari untuk ibu hamil. Pangan sumber protein hewani meliputi daging, telur, susu, ikan, seafood dan hasil olahnya. Pangan sumber protein nabati maliputi kedele, kacang-kacangan dan hasil olahnya seperti tempe, tahu, susu kedele. Secara umum mutu protein hewani lebih baik dibanding protein nabati. Di Indonesia kotribusi energi dari protein hewani terhadap total energi relatif rendah yaitu 4% (Hardinsyah dkk, 2001), yang menurut FAO RAPA (1989) sebaiknya sekitar 15% dari total energi.

Guna memperoleh mutu protein dan mutu zat gizi mikro yang lebih baik, paling tidak seperempat (25%) AKP dipenuhi dari protein hewani. Porsi ikan akan lebih banyak dalam pemenuhan kebutuhan protein hewani penduduk Indonesia, karena dalam pola pangan 15 penduduk saat ini sekitar 60% kuantitas pangan hewani penduduk berasal dari ikan (Hardinsyah dkk, 2001). Diantara pangan nabati, beras (dikonsumsi dalam jumlah besar) dan tahu-tempe mempunyai peran besar dalam mensuplai pemenuhan kebutuhan protein. Hal ini mendatangkan manfaat tambahan, karena protein nabati, terutama protein kedele dapat meningkatkan absorbsi kalsium.

8 C. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Asupan Makanan (Kecukupan Karbohidrat dan Protein) Pada Ibu Hamil 1. Status gizi ibu hamil disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain ; a. Pola konsumsi dan asupan makanan Keadaan kesehatan gizi tergantung dari tingkat konsumsi. Tingkat konsumsi ditentukan oleh kualitas dan kuantitas hidangan. Kalau susunan hidangannya memenuhi kebutuhan tubuh, baik dari kualitas maupun kuantitasnya, maka tubuh akan mendapat kondisi kesehatan gizi yang sebaik-baiknya (Sediaoetama, 2001). b. Status kesehatan Salah satu faktor yang mempengaruhi status gizi adalah penyakit infeksi yang dapat mengganggu metabolisme dan fungsi imunitas. Penyakit infeksi dapat menyebabkan perubahan status gizi kurang yang selanjutnya bermanifestasi ke status gizi buruk (Sediaoetama, 2001). c. Pengetahuan Semakin banyak pengetahuan gizinya semakin diperhitungkan jenis dan kwantum makanan yang dipilih untuk dikonsumsinya. Awam yang tidak mempunyai cukup pengetahuan gizi, akan memilih makanan yang paling menarik pancaindera, dan tidak mengadakan pilihan berdasarkan nilai gizi makan. Sebaliknya mereka yang semakin banyak pengetahuan gizinya, lebih mempergunakan pertimbangan rasional dan pengetahuan tentang gizi makanan tersebut (Sediaoetama, 2001). d. Status ekonomi Di negara Indonesia yang jumlah pendapatan penduduk sebagian rendah adalah golongan rendah dan menengah akan berdampak pada pemenuhan bahan makanan terutama makanan yang bergizi (Hendra Arif W, 2008). e. Pemeliharaan kesehatan Perilaku sehubungan dengan peningkatan dan pemeliharaan kesehatan (health promotion behaviour). Misalnya makan makanan yang bergizi, olah raga dan sebagainya termasuk juga perilaku pencegahan penyakit (health prevention behavior) yang merupakan respon untuk melakukan pencegahan penyakit (Hendra Arif W, 2008). f. Lingkungan

9 Status gizi kurang bila diperburuk oleh kesehatan lingkungan rumah tangga yang kurang memadai, dapat meningkatkan angka kesakitan akibat infeksi

(Sediaoetama, 2001). g. Budaya Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pengaruh budaya antara lain sikap terhadap makanan, penyebab penyakit, kelahiran anak, dan produksi pangan. Dalam hal sikap terhadap makanan, masih banyak terdapat pantangan, tahayul, tabu dalam masyarakat yang menyebabkan konsumsi makanan menjadi rendah (Almatsier, 2001). 2. Faktor yang memperngaruhi asupan makanan Kebutuhan akan energi dan zat-zat gizi bergantung pada berbagai faktor seperti umur, gender, berat badan, aktifitas fisik dan lain-lain (Almatsier,2003). Untuk mengetahui tingkat kecukupan gizi pada seseorang maka ditetapkan Angka Kecukupan Gizi Indonesia yang disusun oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), risalah Widyakarya Nasional Pangan dan Gizi 2004 yang dituliskan dalam buku Gizi Ibu Hamil oleh Safitri Sayogo (2007).

D. Kerangka Teori

Pengetahuan tentang Gizi Pengetahuan Sanitasi lingkungan

Mual muntah (kondisi fisik)

Asupan Makanan (Kecukupan KH,Protein) Status Kesehatan

Status Gizi Ibu Hamil KEK bila LILA <23,5 cm

Ekonomi

Budaya

Status Ekonomi

Gambar 2.1 Kerangka Teori Keterangan : : diteliti : tidak dilteliti

10 E. Kerangka Konsep

Mual & Muntah Keterangan : Case : Control 1:1 Kasus : Kontrol 10 : 10 Asupan Makanan (Kecukupan KH & Protein) Baik,Sedang,Kurang,Defisit

Faktor Efek

( Faktor Risiko Status Gizi (KEK)

Asupan Makanan (Kecukupan KH & Protein) Kurang Mual & Muntah

Gambar 2.2 Kerangka Konsep F. Hipotesis Ada hubungan antara asupan makanan (kecukupan karbohidrat dan protein) dengan status gizi ibu hamil trimester I di Puskesmas Kabupaten Bantul.

11

BAB III METODE PENELITIAN


A. Lokasi Penelitian Penelitian dilaksanakan di Puskesmas Kabupaten Bantul, karena untuk mengetahui prevalensi ibu hamil dengan KEK di lokasi penelitian.

B. Jenis dan Rancangan Penelitian Penelitian ini menggunakan metode analitik observasional dan menggunakan desain case control. Penetapan kelompok kasus dan control dilakukan dengan skrining /

pengukuran awal. Jumlah sampel yang diambil dari kelompok kasus dan control masingmasing adalah 10 orang. Kriteria sampel pada penelitian ini adalah ibu hamil trimester I di Puskesmas Kabupaten Bantul X yang memenuhi syarat dalam penelitian. Data yang dikumpulkan terdiri dari status gizi dan pola konsumsi, tingkat konsumsi, aktivitas fisik, dan kondisi fisik yang dikumpulkan dengan kuesioner.

C. Populasi dan Sampel Populasi target pada penelitian ini adalah seluruh ibu hamil dengan usia kehamilan satu sampai tiga bulan (trimester I) yang bertempat tinggal di wilayah kerja Puskesmas Kabupaten Bantul.

D. Variabel Penelitian, Definisi Operasional dan Skala Pengukuran 1. Variabel Terikat Asupan Makanan (Kecukupan KH dan Protein) adalah asupan makanan pada ibu hamil trimester I yang mengandung zat gizi makro, dalam hal ini adalah karbohidrat dan protein dengan metode Food Recall konsumsi makanan 24 jam selama tiga hari yang dikonversikan dalam g/hari. Kemudian dihitung kecukupan karbohidrat dan protein dengan menggunakan satuan g, kemudian dibandingkan berapa persen tingkat kecukupan karbohidrat dan protein tersebut terhadap angka kecukupan gizi/AKG yang dianjurkan. Widyakarya Nasional Pangan dan Gizi, 2004

menganjurkan asupan energi ditambahkan 180 kkal dan asupan protein sebesar 67 g/hari. Hasilnya dikategorikan : Baik jika konsumsi 100%, sedang jika 80 99%, kurang jika 70 80% dan defisit jika <70%. Skala : Interval. 2. Variabel Bebas

12 Status gizi adalah kondisi fisik ibu hamil trimester I, dalam penelitian ini lebih ditujukan pada status KEK yang diukur berdasarkan ukuran LILA (Lingkar Lengan Atas) < 23,5 cm. Skala : Nominal 3. Variabel Pendahulu Kondisi mual dan muntah adalah kondisi yang biasanya dialami oleh ibu hamil dengan usia kehamilan satu sampai tiga bulan yang terjadi karena perubahan hormonal yang dapat mempengaruhi asupan makanan pada ibu hamil. Data diambil dari kuesioner tentang kondisi mual dan muntah. Hasilnya dikategorikan mual muntah dan tidak mual muntah. Skala : Nominal. E. Tahapan Penelitian 1. Persiapan a. Pemilihan sampel Pada penelitian ini pemilihan kerangka sampel diperoleh dari data subdin kesehatan keluarga Dinas Kesehatan kabupaten Bantul. Calon sampel dipilih berdasarkan usia kehamilan 1-3 bulan (trimester I). Sampel yang terpilih dilakukan kunjungan rumah, diberi penjelasan maksud penelitian, bagi yang stuju dibuktikan dengan menandatangani informed consent. Selanjutnya dilakukan pengukuran awal untuk LILA (screening). Dari pengukuran ini akan didapatkan kelompok kasus dan kelompok kontrol masing-masing 10 sampel. 2. Pelaksanaan Pengambilan data konsumsi makanan (asupan makanan untuk mengetahui kecukupan KH dan protein) dengan menggunakan metode Recall 24 jam selama tiga hari. Selain data konsumsi makanan, diambil juga data tentang kondisi mual dan muntah dan data tentang ada tidaknya risiko KEK. F. Instrumen Penelitian Alat yang digunakan dalam penelitian ini : 1. Formulir kuesioner penapisan, untuk mendapatkan sampel yang akan diteliti. 2. Formulir kuesioner terstruktur untuk mendapatkan data dasar responden dan kondisi mual, muntah serta kebiasaan makan pada responden. 3. Formulir frekuensi makan (Food Recall), untuk mendapatkan data asupan makanan responden. 4. Metlin untuk mengukur lingkar lengan atas.

13 5. Food model untuk memberikan gambaran atau contoh pada responden untuk memperkirakan jumlah makanan yang dimakan saat pengisian recall 24 jam selama tiga hari. G. Prosedur Pengumpulan Data Penelitian ini didahului dengan pengukuran awal, yaitu pengukuran LILA (Lingkar Lengan Atas) untuk mendapatkan kelompok kasus dan kelompok kontrol karena penelitian menggunakan desain case-control. Identifikasi sampel untuk mendapatkan informasi tentang karakteristik ibu hamil dan ibu hamil yang memenuhi criteria inklusi sebagai subyek penelitian didapat dari data sekunder di Puskesmas Kabupaten Bantul. Kriteria inklusi penelitian untuk kelompok kasus ini adalah ibu hamil trimester I yang terlihat kuru, ibu hamil trimester I yang LILA nya kurang dari 23,5 cm dan bersedia mengikuti penelitian ini yang dibuktikan dengan menandatangani informed consent. Ibu hamil kelompok kasus dengan kriteria eksklusi adalah ibu hamil trimester I dengan gizi lebih, ibu hamil trimester I dengan obesitas maupun faktor lain yang menyebabkan sampel tidak memungkinkan untuk ikut dalam penelitian. Kelompok kontrol dengan kriteria inklusi adalah Ibu hamil trimester I dengan status gizi normal dan bersedia mengikuti penelitian ini yang dibuktikan dengan menandatangani informed consent. Kelompok kontrol dengan kriteria eksklusi adalah Ibu hamil trimester I yang sedang sakit maupun faktor lain yang menyebabkan sampel tidak memungkinkan untuk ikut dalam penelitian. Wawancara untuk mendapatkan data keadaan identitas sampel, social ekonomi, konsumsi makanan, status kesehatan, riwayat kehamilan (mual dan muntah) dilaksanakan oleh peneliti dengan menggunakan kuesioner yang tercantum dalam lampiran. Wawancara untuk mengetahui asupan makanan berikut kecukupan karbohidrat dan protein sampel penelitian dengan menggunakan kuesioner recall makan yang juga dilakukan oleh peneliti. H. Pengolahan dan Analisis Data 1. Jenis Data Jenis data dalam penelitian ini adalah data primer yang meliputi identitas responden, data pemeriksaan LILA sebagai indikator KEK, data pola konsumsi ibu hanil yang didapatkan melalui wawancara dan observasi langsung dan data Ibu hamil KEK dari Puskesmas. 2. Pengolahan Data

14 Menggunakan SPSS (Satstitical Program for Social Scien) versi 17. a. Mengedit (Editing) Mengedit atau editing dimaksudkan untuk meneliti tiap daftar pertanyaan yang diisi agar lengkap, untuk mengoreksi data yang meliputi kelengkapan pengisia atau jawaban yang tidak jelas sehingga jika terjadi kesalahan data dapat dengan mudah terlihat dan segera dilakukan perbaikan. b. Pengkodean (Coding) Setelah data terkumpul dan diseleksi serta diedit di lapangan, tahap berikutnya adalah mengkode untuk setiap pengukuran untuk memudahkan dalam pengolahan data. Pada tahap ini dilakukan dengan member kode pada variabel dependen yaitu KEK agar mempermudah dalam pengolahan data. Tidak KEK KEK c. Data entry Hasil dari wawancara dengan Food Recall diolah dengan program Nutrisurvey dan digabungkan dengan data lainnya untuk menjawab tujuan penelitian. d. Tabulasi (Tabulation) Tabulasi dlakukan dengan memasukkan data ke dalam tabel yang tersedia, kemudian melakukan pengukuran masing-masing variabel. 3. Analisis Data Data yang telah didokumentasikan dalam komputer selanjutnya dianalisis sesuai kebutuhan. Analisis data dilakukan secara deskriptif untuk menggambarkan hasil penelitian dan analisis dengan menggunakan perangkat lunak computer yaitu a. Analisis Univariat Untuk mengetahui deskripsi masing-masing variabel yaitu asupan protein dan KEK digunakan analisis univariat yaitu dengan distribusi frekuensi masing-masing variabel dengan menggunakan tabel. b. Analisis Bivariat Analisis Bivariat dilakukan antar variabel yang diteliti menggunakan analisis korelasi yaitu antara variabel jumlah dengan KEK, variabel frekuensi dengan KEK dan bivariat antara jumlah dengan frekuensi. c. Analisis Multivariat :0 :1

15 Analisis yang digunakan adalah analisis Regresi Logistik, yaitu pendekatan model matematis yang digunakan untuk menganalisis hubungan satu atau beberapa variabel independen dengan sebuah variabel dependen yang bersifat kategorikal atau nominal. Pada penelitian ini terdapat 3 variabel independen yaitu Jenis, jumlah, frekuensi. Jenis berskala rasio, jumlah berskala rasio, frekuensi berskala rasio. Untuk menganalisis variabel tersebut dengan KEK yang berskala Nominal dapat menggunakan Regresi Logistik. Menurut Mudrajad (2009) analisis regresi logistik tidak memiliki asumsi normalitas atas variabel bebas yang digunakan dalam model. Variabel bebas (independen) bisa merupakan variabel kontinu, Nominal. Variabel terikat (dependen) merupakan variabel nominal atau kategorikal. Analisis data menggunakan perangkat lunak SPSS 17.0.

16 Lampiran 1

KUESIONER PENAPISAN
Nomer Kuesioner Tanggal Wawancara Nama Pewawancara :____________________________________ :____________________________________ :____________________________________

I.

IDENTITAS RESPONDEN 1. Nama 2. Umur 3. Pendidikan 4. Alamat 5. Pekerjaan :____________________________________ :____________________________________ :____________________________________ :____________________________________ :____________________________________

II.

PENAPISAN 6. Apakah dalam sebulan ini pernah/sedang sakit ? a. Ya b. Tidak 7. Berapakah ukuran LILA (Lingkar Lengan Atas) saudara ? diisi setelah pengukuran LILA a. <23,5 cm (Kurang dari 23,5 cm) b. >23,5 cm (Lebih dari 23,5 cm) 8. Berapakah tinggi badan saudara ? .. cm 9. Berapakah berat badan saudara ? kg

17 Lampiran 2

KUESIONER PENELITIAN
Nama Kuesioner Tanggal Wawancara Nama Pewawancara I. :________________________________________ :________________________________________ :________________________________________

IDENTITAS RESPONDEN 1. Nama 2. Umur 3. Pendidikan 4. Alamat 5. Pekerjaan ISTERI a. PNS/TNI/POLRI b. Pedagang/Wirswasta c. Kaeyawan Swasta d. Petani e. Buruh f. Tidak Bekerja g. SUAMI a. PNS/TNI/POLRI b. Pedagang/Wirswasta c. Kaeyawan Swasta d. Petani e. Buruh f. Tidak Bekerja g. :__________________________________ :__________________________________ :__________________________________ :__________________________________ :__________________________________ :__________________________________ :__________________________________ :__________________________________ :__________________________________ :__________________________________ :__________________________________ :__________________________________ :__________________________________ :__________________________________ :__________________________________ :__________________________________ :__________________________________ :__________________________________ :__________________________________

II.

DATA SOSIAL EKONOMI 6. Penghasilan Perbulan Suami (Tetap) Suami (Tidak Tetap) Istri (Tetap) Istri (Tidak Tetap) Jumlah : Rp_______________________________ : Rp_______________________________ : Rp_______________________________ : Rp_______________________________ : _________________________________

7. Jumlah anggota kel. Tertanggung : .. orang III. RIWAYAT KEHAMILAN & KONSUMSI MAKANAN 8. Apakah selama hamil usia satu sampai tiga bulan ini saudara mengalami mual dan muntah ? a. Ya b. Tidak

18 9. Bila jawabannya ya (a), berapa kali saudara mengalami mual dan muntah dalam sehari ? a. 1 2 kali b. 3 4 kali c. Lebih dari 4 kali 10. Saat mengalami mual dan muntah apakah saudara tetap berusaha makan walaupun sedikit ? a. Ya b. Tidak 11. Bila jawaban no. 10 Ya, berapa kali saudara makan dalam sehari ? a. 1 kali b. 2 kali c. 3 kali 12. Apakah saudara minum susu ? a. Ya Jika ya,alasannya. Jika tidak alasannya

b. Tidak

13. Apakah saudara makan telur ? a. Ya Jika Ya, alasannya Jika tidak, alasannya

b. Tidak

14. Apakah makanan pokok yang saudara konsumsi ? a. Nasi b. Kentang c. Roti d. Tidak pernah Jika tidak, alasannya..

19 Lampiran 3

FORMULIR RECALL KONSUMSI MAKANAN


No. Responden Nama Responden Usia Alamat Hari / Tanggal Recall hari keNo. :______________________________________ :______________________________________ :______________________________________ :______________________________________ :______________________________________ : 1 2 3 4 5 6 7 (lingkari) NAMA MAKANAN A. MAKAN PAGI BAHAN URT BERAT / g

WAKTU / JAM

B.

MAKAN SIANG

C.

MAKAN MALAM

20

DAFTAR PUSTAKA
Almatsier, S. 2003. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta : PT Gramedia. Almatsier, Sunita. 2001. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama Chuningham, F Gary. 2005. Obstetry Williams. Jakarta : EGC. 252-6,24-111 Erna Francin Paath,dkk. 2005. Gizi Dalam Kesehatan Reproduksi. Jakarta: EGC. Hardinsyah, Martianto D. 1992. Menaksir Kecukupan Energi dan Protein serta Penilaian Mutu Konsumsi Pangan. Jakarta: Wirasari. Hardinsyah dan Tambunan, V. 2004. Kecukupan Energi, Protein, Lemak dan Serat Makanan. Dalam Angka Kecukupan Gizi dan Acuan Label Gizi. LIPI, Deptan, Bappenas, BPOM, BPS, Menristek, PERGIZI PANGAN, PERSAGI dan PDGMI. Jakarta Hardinsyah, Irawati, A, Kartono, D, Prihartini S, Linorita I, Amilia L, Fermanda M, Adyas EE, Yudianti D, Kusrto CM dan Heryanto Y. ( 2012). Pola Konsumsi Pangan dan Gizi Penduduk Indonesia. Departemen Gizi Masyarakat FEMA IPB dan Badan Litbangkes Kemenkes RI. Bogor. Hendra, Arif W. 2008. Konsep Status Gizi. Http://ajangberkarya.wordpress. com/2008/05/20/konsep-status-gizi/. Diakses pada tanggal 20 Mei 2013 : 19.30 WIB Huliana, 2001. Gizi Ibu Hamil.Jakarta: Kanisius Kristiyanasari, widya. 2010. Gizi Ibu Hamil. Yogyakarta: Nuha Medika. Mahan K. dan Escott-Stump. (2008). Food, Nutrition, and Diet Therapy. USA: W.B Saunders Company Sediaoetama AD. (2000). Ilmu Gizi untuk Mahasiswa dan Profesi. Jakarta : Dian Rakyat