Anda di halaman 1dari 20

Buku Ajar PERANCANGAN TAPAK - 1

Bab 3 Bahan Material Lansekap

Bahan material lansekap terbagi dalam 2 golongan yaitu:


1. Soft space: material lunak berupa tata hijau atau vegetasi, dan air. 2. Hard space: material keras berupa bahan nontanaman seperti batu, kayu, besi, beton, dan sebagainya. Pemahaman dan penguasaan terhadap material atau bahan lansekap merupakan salah satu bagian penting dalam perancangan lansekap. Hal ini terjadi karena Arsitektur Lansekap pada dasarnya berkaitan erat dengan pebentukan ruang luar atau ruang terbuka. Pembentukan ruang luar tersebut sangat tergantung dari komponen pembentuk ruang. Sedangkan komponen pembentuk ruang (alas, dinding, atap) tergantung kesan yang dihasilkan unsure-unsur material seperti bentuk, tekstur, warna, dimensi, dan sebagainya. Selain karakter bentuk bahan, fungsi, spesifikasi, pemeliharaan, dan nilai ekonomis bahan material lansekap, juga harus diperhatikan.

Soft space
Pada iklim tropis, ditinjau dari massa daunnya, dikenal 2 macam tanaman: 1. Tanaman yang menggugurkan daun (Decidous plants)

53

Buku Ajar PERANCANGAN TAPAK - 1

2. Tanaman yang hijau sepanjang tahun (Evergreen conifers) Tanaman yang menggugurkan daun adalah jenis tanaman yang berubah bentuk ataupun warna daunnya sesuai dengan musimnya. Setelah musim panas, daun berguguran, sedangkan menjelang musim hujan daun tumbuh lebat, atau sebaliknya. Contoh: flamboyan (Delonix regia), angsana (Pterocarpus indicus), atau jenis Gymnospermae. Tanaman yang berdaun sepanjang tahun adalah jenis tanaman berdaun lebat dan berbunga sepanjang musim, tidak menggugurkan daun. Contoh: berbagai jenis cemara.
Gambar 1 Pohon Flamboyan

Gambar 2 Pohon Glodogan Tiang

54

Buku Ajar PERANCANGAN TAPAK - 1

Gambar 5 Pohon Cemara

Gambar 3 Cemara Norflok

Gambar 4 Angsana

Gambar 6 Pohon dalam sketsa

55

Buku Ajar PERANCANGAN TAPAK - 1

Pemahaman dan penguasaan dari material tanaman yang dimaksud terutama terhadap karakteristik dan habitat tanaman. Karakteristik tanaman terdiri dari: 1. 2. 3. 4. 5. Bentuk (tajuk, batang, cabang, ranting, dan daun) Tekstur (batang dan daun) Warna (batang, daun, bunga) Fungsi tanaman Tinggi dan lebar tanaman

Berikut ini adalah beberapa jenis tanamanyang sering digunakan dalam desain lansekap: Cemara gunung (cemara junghuniana): sepanjang tepi jalan raya Bambu halus (Arundinaria japonica): tepi jalan keluar kendaraan, area parker. Cemara gembel (Cupressus papuana): parier Tanjung (Mimusops elengi): parker, tepi jalan Cemara tiang (Cupressus sempervirens): jalan sekunder Cemara susun (Araucaria exelsa): pembentuk ruang, tepi jalan sekunder Angsana (Pterocarpus indicus): sepanjang boulevard jalan raya Kiara payung (Filicium decipiens): tempat parkir Beringin (Ficus benjamina): peneduh di taman. Berbagai jenis palm: sebagai pengarah

Gambar 7 Berbagai jenis pohon dalam sketsa

Gambar 8 Pohon kelapa sebagai elemen lansekap

56

Buku Ajar PERANCANGAN TAPAK - 1

Gambar 9 Pohon cengkeh sebagai pohon pengarah di Taman Simalem Resort

Gambar 10 Jenis cemara dan jenis keladi, di Hill Park, Brastagi

Gambar 11 Palem sebagai pengarah di Perumahan Bumi Asri Gambar 12 Berbagai macam tanaman mempercantik bangunan

57

Buku Ajar PERANCANGAN TAPAK - 1

Berbagai fungsi tanaman adalah sbb: 1. Kontrol pandangan (gambar 13)

3. Pengendali iklim (gambar 15)

2. Pembatas fisik (gambar 14)

4. Pencegah erosi (gambar 16)

58

Buku Ajar PERANCANGAN TAPAK - 1

5. Habitat satwa 6. Nilai estetis

Gambar 17 Air sebagai elemen softspace pada lansekap

Gambar 18 Berbagai jenis tanaman hias, memenuhi unsureestetika

Gambar 19 Tanaman hias dalam sketsa

59

Buku Ajar PERANCANGAN TAPAK - 1

Hard Space
1. Material keras alami, misalnya kayu 2. Material keras alami dan potensi geologi, misalnya batu-batuan, pasir, dan batubata 3. Material keras buatan bahan metal, misalnya aluminium, besi, perunggu, tembaga, baja, dan lainlain 4. Material keras buatan sintetis/tiruan, misalnya plastic atau fiberglass 5. Material keras buatan kombinasi, misalnya beton dan plywood.

Gambar 20 Tempat parkir Taman Simalem Resort, Brastagi

Gambar 21 Hardspace dalam sketsa

60

Buku Ajar PERANCANGAN TAPAK - 1

Gambar 22 Desain hardspace dalam paving dan pot bunga

Gambar 23 Berbagai bentuk/pola paving lantai

61

Buku Ajar PERANCANGAN TAPAK - 1

Gambar 24 Pedestrian

Gambar 25 Papan nama Taman Simalem Resort. Hardspace di tengahtengah softspace

Gambar 26 Bahan material lansekap dalam sketsa

62

Buku Ajar PERANCANGAN TAPAK - 1

Tugas 3: Bahan Material Lansekap


Tugas 3a: tugas kelompok 3-4 org
Membuat FOTO-FOTO yang menunjukkan penggunaan bahan material lansekap, baik soft space maupun hard space. Soft space: foto yang menunjukkan penggunaan tata hijau/vegetasi sebagai (1) tanaman pengarah, (2) tanaman peneduh, (3) perdu, sebagai hiasan, pembatas, dan sebagainya, dan (4) rumput penutup muka tanah. Hard space: foto yang menunjukkan karakter bahan yang digunakan untuk material non-tanaman, mis. Bahan penutup tanah (perkerasan/paving), bahan untuk bangku taman, lampu taman, pagar pembatas, tangga di luar bangunan, dan sebagainya. Catatan: Foto sebaiknya berupa suasana 3d dengan skala (ada manusia, mobil, atau benda lainnya untuk menunjukkan dimensi). Format:

1. Foto ditempel menggunakan double tip di lembar tugas dengan mengisi boks informasi (judul foto/gambar, jumlah gambar/foto, lokasi pengambilan foto, tanggal pengambilan foto, nama mhs, dll.). 2. Jumlah foto minimal 4 (empat) untuk soft space dan 4 (empat) untuk hard space. 3. Pada setiap foto disertakan informasi nama lokal dan nama latin tata hijau/vegetasi.

63

Buku Ajar PERANCANGAN TAPAK - 1

64

Buku Ajar PERANCANGAN TAPAK - 1

65

Buku Ajar PERANCANGAN TAPAK - 1

66

Buku Ajar PERANCANGAN TAPAK - 1

Tugas 3b: tugas individual


Membuat SKETSA PERSPEKTIF/SUASANA penggunaan bahan material lansekap, baik soft space maupun hard space. Sketsa suasana dibuat free hand berdasarkan foto-foto yang telah dibuat pada tugas 4a. Format: 1. Sketsa free hand dengan teknik penyajian bebas, boleh berwarna atau monokromatik, boleh pinsil warna, tinta, cat air, air brush, dan sebagainya. 2. Jumlah sketsa 2 (dua) lembar; masing-masing satu untuk soft space dan hard space. 3. Sketsa dibuat pada lembar tugas yang tersedia dengan mengisi boks informasi.

67

Buku Ajar PERANCANGAN TAPAK - 1

68

Buku Ajar PERANCANGAN TAPAK - 1

69

Buku Ajar PERANCANGAN TAPAK - 1

70

Buku Ajar PERANCANGAN TAPAK - 1

71

Buku Ajar PERANCANGAN TAPAK - 1

72