Anda di halaman 1dari 2

11 April 2013 Pagi basah oleh sisa hujan semalam Damai dan hening sempurna menentramkan Tentu aku

memandang pagi ini berbeda. Menyingkap tirai Terpekur lama ke jalanan yang basah, rerumputan kuyub Bagiku pagi ini berbeda, tentu saja. Perjalananku telah sampai pada angka 27 Titik yang entah bagaimana aku memaknainya Bukan awal yang baru Semoga juga bukan akhir segalanya Dititik ini aku mengukuhkan tekad Menggebukan semangat Berdiri tegak, berjalan lurus dan cepat Tidak banyak lagi kesempatan tersisa Waktuku semakin singkat Menoleh ke belakang Dua puluh tujuh tahun perjalanan Sembilan ribu delapan ratus enam puluh dua hari Lihatlah hidupku penuh warna Bagaimanalah aku tidak bersyukur? Bagaimana aku mengatakan begitu banyak waktu yang kupersiakan? Bagaimana aku hendak bilang tidak bahagia? Dengan media apapun hidupku digambarkan Ia tetap menyenangkan Aku mereguk manisnya hidup Lebih separuh harapan dan keinginannku menjadi kenyataan Ada beberapa impian yang sedang dalam proses Menunggu diwujudkan Aku hanya perlu berusaha lebih keras, lebih gigih, lebih tekun, lebih kuat. Hidup tentu saja tidak selalu manis Kadang ada pahit yang harus dikecap Beberapa tetes saja Hanya beberapa tetes saja dan aku berani bilang hidupku tidak bahagia? Ya Allah betapa tidak bersyukurnya diri ini Perkataan sahabatku suatu ketika benar Tidak ada badai dalam hidupku (Belum, semoga tidak) Hanya ada gelombang, kadang tinggi, lumrahnya samudra Karena begitulah hidup

27 tahun telah berlalu dengan berbagai romansanya Instropeksi ke dalam diri Banyak yang harus diubah Kebiasaan-kebiasaan buruk itu Perkataan-perkataan buruk itu Kelakuan buruk itu. Aku perlu merestart ulang hidupku Menata hati menjadi pribadi yang lebih baik lagi Agar tahun-tahun selanjutnya Ketika sejenak menoleh ke belakang Aku bisa tersenyum bahagia Mengucapkan syukur yang tak hingga Tanpa ada penyesalan akan waktu yang berlalu sia-sia.