Anda di halaman 1dari 2

Pemeriksaan Penunjang Sistem Kardiovaskuler Thorax X-Ray(Rontgen) Chest radiography dilakukan untuk menentukan ukuran,silhouette,dan posisi jantung,juga menilai

kongesti paru,kalsifikasi katup jantung,penempatan central Venous Pressure atau endotracheal tube dan alat monitoring hemodinamik. Cardio Thoraxic Ratio (CTR) adalah cara memperhitungkan pembesaran jantung ,nilai CTR > 50% menandakan kardiomegali. Echocardiography menggunakan ultrasonic guna mengkaji struktur dan gerakan katup jantung. Pemeriksaan ini digunakan untuk membantu pengkajian dan diagnosis kardiomiopati,kerusakan katup,pericardial effusion,fungsi ventrikel kiri,aneurisma ventrikel dan tumor jantung. Cardiac Fluroscopy,suatu pemeriksaan sederhana dengan sinar-X yang menampilkan aktivitas jantung.pemeriksaan ini dilakukan melalui observasi visual terus-menerus terhadap gerakan jantung,paru,dan pembuluh darah dengan suatu layar luminescent xRay dalam ruangan gelap.Fluoroscopy digunakan dalam penempatan dan pengaturan posisi kateter intrakardiak dan IV pacemaker wire.pemeriksaan ini juga membantu mengidentifikasi struktur abnormal, kalsifikasi,dan tumor jantung. Arteriography (angiography),merupakan prosedur fluoroscopy dan studi x-Ray atau rontgen.Prosedur ini dilaksanakan jika ada indikasi obstruksi atau penyempitan atau aneurisma arteri. 2.Elektrokardiography (EKG) Merupakan pemeriksaan paling umum dilakukan pada klien dengan gangguan sistem kardiovaskuler.Metode pemeriksaan yang digunakan antaralain EKG istirahat,continous ambulatory EKG (Holters monitoring) dan EKG latihan(stress test).EKG dapat menilai irama jantung,denyut jantung,axis bidang frontal dan horizontal,gangguan konduksi,kerusakan miokard dan gangguan elektrolit. 3.Katerisasi Jantung Prosedur diagnostic invasive yang dilakukan dengan menginsersikan kateter khusus(misalnya:Swan Ganz Catheter)ke dalam ruang jantung kiri dan atau kanan,serta arteri koroner.Pemeriksaan ini dilakukan apabila terdapat penyakit jantung tertentu.Sesuai lokasi lesi yang dicurigai dan derajat disfungsi miokardium maka dilakukan pemeriksaan-pemeriksaan selektif. 4.Pemeriksaan MRI(Magnetic Resonance Imaging) Pemeriksaan MRI sebelumnya disebut Nuclear Magnetic resonance (NMR),adalah suatu teknik pencitraan tomografi yang tidak memerlukan pemberian radionuclir.

5.Pencitraan Infark Pencitraan infark dapat dilakukan menggunakan tiga isotop,untuk mendeteksi ukuran infark 2 hingga 3 hari setelah infark miokardium,yaitu ketika terjadi migrasi leukosit. 6.Pemeriksaan Laboratorium Sistem hematologic Serum isoenzim kardiak

Serum lipid Faal hemostasis Arterial Blood Gasses Tes fungsi hati Tes fungsi ginjal Kimia darah Elektrolit Urine analisis Serum katekolamin Kultur darah

Silvia A,Princes.Patofisiologi,konsep klinis proses-proses penyakit edisi 6