Anda di halaman 1dari 2

FISIOLOGI GENITAL DAN REFLEX CREMASTER Testis Menghasilkan sperma Mengeluarkan testosteron Untuk spermatogenesis

Epididimis dan duktus deferens Sebagai tempat keluar sperma dari testis Sebagai tempat pematangan sperma Menyimpan sperma

Vesikula seminalis memberikan makanan untuk sperma Menghasilkan sebagian besar cairan semen Mengeluarkan suatu fibrinogen untuk membentuk jaringan bekuan

Kelenjar prostat Mengeluarkan cairan basa untuk menetralkan sekresi vagina yang asam Menghasilkan enzim-enzim pembekuan dan fibrinolisin.

Kelenjar bulbourethra Mengeluarkan mukus untuk lubrikasi saat koitus

Perilaku seksual pria Ereksi merupakan pengerasan penis atau pembengkakan penis akibat dari terisinya darah. Yang dalam keadaan normalnya lemas dan memungkinkan untuk masuk ke vagina, karena sebagian penis terdiri dari jaringan erektil. Dimana penis terdapat dua keadaan yaitu bila adanya rangsangan yang menyebabkan jaringan erektil terisi banyak darah karena arteriol yang memperdarahi daerah tersebut mengalami dilatasi dan bila tidak terdapat rangsangan jaringan erektil hanya sedikit terisi oleh darah. Proses dari ereksi itu sendiri di mulai dari adanya stimulasi seksual (penglihatan, suara, baud an rangsangan psikis lain dan di perkuat adanya rangsangan langsung pada kulit kelamin) memebri rangsangan ke impuls saraf parasimpatis menjalari dari bagian sakral medula spinalis melalui

saraf-saraf pelvis lalu ke penis (jaringan erektil), saraf itu akan mengakibatkan vasodilatasi arteriol yang akan menyebabakan peningkatan aliran darah ke jaringan erektil (corpus spongiosum dan corpus kavernosa) yang mengakibatkan penis membesar karena terisi darah dan menekan aliran vena (aliran balik), karena aliran balik tertekan dan lama kelamaan akan jadi terhambat sedangkan darah terus masuk mengakibatkan tekanan di dalam penis jadi meningkat menyebabkan ereksi (penis membesar dan panjang). Ejakulasi merupakan penyemprotan kuat dan ekspulsif semen ke dalam uretra dan keluar dari penis. Terdapat 2 fase yaitu : o Fase emisi : pengosongan sperma dan sekresi semen ke dalam uretra o Fase ekspulsi : penyemprotan yang kuat ekspulsif semen dari penis. Proses Ejakulasi dan emisi Terdapat rangsang kuat yang merangsang pusat refleks medula spinalis melepaskan impuls simpatis untuk kontraksi vas deferens dan ampula mengakibatkan keluarnya sperma ke uretra interna . Adanya impuls simpatis untuk kontraksi otot yang melapisi kelenjar prostat dengan kontraksi vesikula seminalis menyebabkan keluarnya cairan prostat dan cairan vesikula seminalis ke uretra. Kedua proses diatas bercampur di uretra interna dengan mucus yang di hasilkan oleh kelenjar bulbouretra untuk membentuk semen dan jadilah emisi. Emisis akan mengeluarkan sinyal sensorik ke regio sakral medula spinalis untuk menimbulkan rasa penuh di organ genitalia yang akan mengakibatkan peningkatan tekanan ritmik disebut ejakulasi Reflex Cremaster Cremaster berupa serat-serat otot di dalam skrotum tepatnya pada tubulus spermatikus yang berasal dari penerusan otot lurik dinding perut. Otot ini dapat relaksasi dan kontraksi. Kontraksi otot akan mengangkat testis mendekati tubuh (suhu lebih hangat) Relaksasi otot akan membantu testis menjauhi tubuh (suhu lebih dingin) Pemeriksaan dengan menggoreskan paha bagian dalam bawah . (+) bila skrotum sisi yang sama naik