Anda di halaman 1dari 22

RAJESWARI A/P MOORTHI 820919-02-6358 AMBILAN FEB 2012 KUMPULAN P1

ISI KANDUNGAN

BIL

PERKARA

MUKA SURAT

1 2 3 4 5 6

SURAT AKUAN SOALAN TUGASAN PENGHARGAAN ISI REFLEKSI BIBLIOGRAFI

2 3 4 - 20 21 22

SURAT AKUAN

Saya seperti nama dibawah mengesahkan dan mengakui bahawa segala karya dan hasil kerja kursus ini adalah hasil kerja dan titik peluh saya sendiri.Kerja ini tidak disalin atau diambil dari pihak lain yang berkenaan.Namun segala nota dan ringkasan yang terdapat adalah diambil dari sumber yang telah dinyatakan pada bahagian sumber rujukan. 1

RAJESWARI A/P MOORTHI 820919-02-6358 AMBILAN FEB 2012 KUMPULAN P1

___________ ( T.Tangan )

Nama : RAJESWARI A/P MOORTHI No.I/C : 820919-02-6358 Kumpulan Kuliah : PPG FEB 2012 SCE- 1P Ambilan : 11 Jan 2012

PENGHARGAAN
Bersyukur saya terhadap ilahi kerana dengan limpah dan kurniaNya, dapat saya menyiapkan tugasan ini dengan jayanya. Saya bersyukur kerana tugasan ini dapat disiapkan mengikut tempoh waktu yang ditetapkan dan berjalan seperti yang dirancang. Tidak lupa saya juga mengucapkan jutaan terima kasih kepada pensyarah pembimbing yang banyak membantu sehingga terhasilnya tugasan ini. Cik Lim Poh Sim
2

RAJESWARI A/P MOORTHI 820919-02-6358 AMBILAN FEB 2012 KUMPULAN P1

Samahyang juga banyak memberikan panduan dan tunjuk ajar. Tanpa bimbing beliau mungkin tugasan ini tidak dapat disiapkan. Setinggi terima kasih yang tidak terhingga kepada puan. Saya juga mendapat kerjasama dan bimbingan daripada rakan rakan sekelas. Walaupun tugasan ini berbentuk individu tetapi bimbingan rakan rakan amat saya hargai.Perbincangan kami juga banyak menambah sedikit sebanyak maklumat yang berguna. Sekali lagi saya ungkapkan jutaan terima kasih kepada sesiapa jua yang memberikan kerjasama dan bantuan samada secara langsung mahupun tidak langsung dalam menjayakan tugasan ini. Sekian,terima kasih. Yang benar, . ( CIK RAJESWARI A/P MOORTHI )

Tugasan A

RAJESWARI A/P MOORTHI 820919-02-6358 AMBILAN FEB 2012 KUMPULAN P1

2. a) Tuliskan laporan temubual tentang miskonsepsi murid yang ditemubual. Menurut Novak & Gowin (1984), menyatakan bahwa miskonsepsi merupakan suatu interpretasi konsep-konsep dalam suatu pernyataan yang tidak dapat diterima. Miskonsepsi dapat berbentuk konsep awal, kesalahan hubungan yang tidak benar antara konsep-konsep, gagasan intuitif atau pandangan yang salah. Secara terperinci, miskonsepsi dapat merupakan:
4

pengertian yang tidak akurat tentang konsep, penggunaan konsep yang salah,

RAJESWARI A/P MOORTHI 820919-02-6358 AMBILAN FEB 2012 KUMPULAN P1

klasifikasi contoh-contoh yang salah tentang penerapan konsep, pemaknaan konsep yang berbeda, kekacauan konsep-konsep yang berbeda, dan hubungan hierarkis konsep-konsep yang tidak benar. Menurut Brown (dalam Suparno, 2005:4), menyatakan bahwa miskonsepsi

merupakan penjelasan yang salah dan suatu gagasan yang tidak sesuai dengan pengertian ilmiah. Miskonsepsi tidak hanya terjadi pada murid tetapi juga terjadi pada guru. Hal ini menyebabkan miskonsepsi pada murid semakin besar. Miskonsepsi juga dapat terjadi pada buku-buku yang dijual di pasaran. Jika buku tersebut digunakan guru dan murid sebagai sumber belajar maka guru dan murid tersebut akan mengalami konsepsi dan bahkan makin memperkuat miskonsepsi yang sebelumnya sudah terjadi. Oleh kerana itu, memang tidak mudah memperbaiki miskonsepsi namun guru hendaknya selalu berusaha untuk memperbaiki penguasaan konsep yang dipelajarinya sehingga dapat mengenali yang terjadi pada murid. Miskonsepsi yang dialami setiap murid di sekolah biasa berlainan dengan penyebab yang berbeda-beda. Pada satu kelas dapat terjadi bermacam-macam miskonsepsi dengan penyebab miskonsepsi berbeda pula. Oleh karena itu, sangat penting bagi guru untuk mengenali miskonsepsi dan penyebabnya yang terjadi pada murid. Menurut filosofi konstruktivisme, pengetahuan murid dikontruksi atau dibangun oleh murid sendiri. Proses konstruksi tersebut diperoleh melalui interaksi dengan benda, kejadian dan lingkungan. Pada saat murid berinteraksi dengan lingkungan belajarnya, murid mengkonstruksi pengetahuan berdasarkan pengalamannya. Oleh karena itu, ketika proses kontruksi pengetahuan terjadi pada murid, sangat besar kemungkinan terjadinya kesalahan dalam proses mengkontruksi karena secara alami siswa belum

RAJESWARI A/P MOORTHI 820919-02-6358 AMBILAN FEB 2012 KUMPULAN P1

terbiasa mengkontruksi pengetahuan sendiri secara tepat. Apalagi jika tidak didampingi sumber informasi yang jelas dan akurat. Kontruksi pengetahuan murid tidak hanya dilakukan sendiri tetapi juga dibantu oleh konteks dan lingkungan murid, diantaranya teman-teman di sekitar murid, buku teks, guru dan lainnya. Jika aspek-aspek tersebut memberikan informasi dan pengalaman yang berbeda dengan pengertian ilmiah maka sangat besar kemungkinan terjadinya miskonsepsi pada murid tersebut. Oleh karena itu, aspek-aspek tersebut merupakan penyebab terjadinya miskonsepsi pada murid. Aspek-aspek yang dapat menyebabkan terjadinya miskonsepsi adalah: murid itu sendiri, guru, dan metod pembelajaran yang digunakan guru di kelas. Terjadinya miskonsepsi paling banyak disebabkan oleh murid itu sendiri. Banyak murid yang memiliki konsep awal atau prakonsepsi tentang suatu konsep sebelum murid tersebut mengikuti pembelajaran di sekolah. Konsep awal tersebut diperoleh murid dari pengalaman sehari-hari dan informasi dari lingkungan sekitar murid. Konsep awal tersebut kadang-kadang mengandung miskonsepsi.

Menurut teori konstruktivistik, proses kontruksi pengetahuan seseorang akan terbangun sejak lahir. Murid yang baru belajar secara formal di sekolah pada usia 6-7 tahun, sudah memiliki konsepsi awal sesuai dengan pengalaman dan informasi yang diterimanya dari orang tua dan lingkungan sekitarnya. Dalam hal ini, sangat besar kemungkinan konsepsi awal yang dimiliki murid tidak sesuai dengan konsep ilmiah. Banyak hal lain yang menyebabkan terjadinya miskonsepsi yang ditimbulkan oleh murid itu sendiri.

RAJESWARI A/P MOORTHI 820919-02-6358 AMBILAN FEB 2012 KUMPULAN P1

Pada bagian sebelumnya telah diuraikan bahwa salah satu faktor yang menyebabkan terjadinya miskonsepsi adalah masih banyaknya guru melaksanakan pembelajaran hanya dengan berbicara dan menulis saja atau dengan kata lain guru melaksanakan pembelajaran dengan metod ceramah. Namun, walaupun guru melaksanakan pembelajaran dengan metod eksperimen atau demonstrasi, hal tersebut belum menjamin tidak akan terjadi miskonsepsi pada murid. Pemilihan guru terhadap metod pembelajaran dan pelaksanaannya di kelas sangat berpengaruh terhadap terjadinya miskonsepsi pada murid. Oleh karena itu, guru perlu memahami dan memiliki keterampilan dalam memilih metod pembelajaran yang akan dilaksanakannya. Untuk mengenalpasti sejauh manakah miskonsepsi murid, suatu temubual degan murid telah dijalankan. Beberapa soalan telah ditujukan kepada murid tentang sains. Soalannya adalah Dimanakah posisi bulan semasa gerhana matahari? Murid pula menjawab bulan berada diantara matahari dan bumi. Sebenarnya bulan tidak berada diantara matahari dan bumi malah bumi, matahari dan bulan berada dalam garisan yang lurus dan sama. Seterusnya solan yang lain pula Bagaimanakah berlaku gerhana bulan? Murid menjawab ular akan menutup bulan sewaktu berlaku gerhana matahari. Sebenarnya bulan akan masuk ke dalam bayang-bayang bumi dalam garisan lurus yang

mempunyai matahari, bumi dan bulan. Jadi cahaya akan refleksi pada permukaan bulan. Solan yang seturusnya ialah Bagaimana berlaku malam? Murid pula menjawab bumi akan menutup matahari maka belakulah waktu malam. Hal sebenarnya, malam akan berlaku kerana putaran matahari, bumi dan bulan. Apabila bumi putar dan menghadap matahari maka bahagian itu akan menjadi siang dan bahagian yang tidak menerima matahari akan menjadi malam.
7

RAJESWARI A/P MOORTHI 820919-02-6358 AMBILAN FEB 2012 KUMPULAN P1

Di samping itu, soalan yang lain pula Bilakah berlaku gerhana matahari? Murid menjawab bumi menutup matahari maka berlaku gerhana matahari. Sebenarnya, gerhana berlaku apbila matahari, bulan dan bumi berada dalam garisan lurus maka matahari akan ditutup sepenuhnya oleh bulan. Selain itu, soalan tentang belalang ditujukan kepada murid iaitu Adakah belalang boleh bernafas apabila kepalanya dimasukkan ke dalam air? Murid menjawab TIDAK dan mati kerana tidak ada udara dalam air untuk bernafas seperti manusia. Sebenarnya, belalang boleh bernafas walaupun kepalanya dimasukkan ke dalam air kerana ia boleh bernafas melalui trachel system iaitu berada di abdomen. Soalan lain yang ditujukan kepada murid ialah Bagaimanakah belalang bernafas? Murid menjawan belalang akan bernafas melalui kulit. Sebenarnya belalang akan bernafas melalui tracheal system iaitu dengan cara menggunakan corong hawa atau trakea. Dengan kata lain belalang bernafas melalui lubang yang dipanggil liang pernafasan yang terletak di sebelah abdomen dan troaks. Selain itu, soalan yang lain ditujukan kepada murid ialah Adakah

mikroorganisma boleh bernafas? Jawapan murid ialah tidak kerana tiada organ bernafas seperti insang dan paru-paru. Sebenarnya, mikroorganisma boleh bernafas dengan menggunakan sistem pernafasan. Jadi mikroorganisma boleh bernafas.

Tambahan pula, soalan lain yang telah ditanyakan pada murid ialah Bola pingpong adalah gantat. Bagaimanakh bola pingpong menjadi bulat seperti asal? Jawapannya ialah bola ping- pong harus masuk ke dalam air sejuk untuk menjadikan bentuk asal. Sebenarnya , apabila bola ping pong dimasukkan dalam air panas, udara panas akan diserap oleh bola ping pong dan akan mengembangkan. Ini akan menolak lengkuk ke luar dan menjadikan bola itu kembali kepada bentuk asalnya. Seterunya, soalan terakhir yang ditujukan kepada murid adalah Bagaimakah hujan terbentuk? Jawapan murid ialah hujan akan terbentuk melalui awan. Fakta ini
8

RAJESWARI A/P MOORTHI 820919-02-6358 AMBILAN FEB 2012 KUMPULAN P1

salah kerana air sungai akan diserapoleh matahari dan membentukkan awan. Proses ini dikatakan evaporation. Selepas itu. Titisan air diturun sebagai hujan. Proses ini dikatakan pencecairan (condensation).

b) Bincangkan implikasinya kepada guru yang ingin membetulkan miskonsepsi dengan mewujudkan persekitaran pembelajaran sains yang sesuai.

Pada bahagian sebelumnya telah diuraikan bahwa salah satu faktor yang menyebabkan terjadinya miskonsepsi adalah masih banyaknya guru melaksanakan pembelajaran hanya dengan berbicara dan menulis saja atau dengan kata lain guru melaksanakan pembelajaran dengan metod ceramah. Namun, walaupun guru
9

RAJESWARI A/P MOORTHI 820919-02-6358 AMBILAN FEB 2012 KUMPULAN P1

melaksanakan pembelajaran dengan metod eksperimen atau demonstrasi, hal tersebut belum menjamin tidak akan terjadi miskonsepsi pada murid. Pemilihan guru terhadap metod pembelajaran dan pelaksanaannya di kelas sangat berpengaruh terhadap terjadinya miskonsepsi pada murid. Oleh karena itu, guru perlu memahami dan memiliki keterampilan dalam memilih metod pembelajaran yang akan dilaksanakannya. Metod ceramah merupakan metod yang paling banyak dipilih dan dilaksanakan oleh guru di sekolah. Mengapa? Dengan berbagai argumentasi, tentunya semua guru dapat memberikan alasan mengapa akhirnya mereka memilih metod ceramah. Metod ceramah memang dapat digunakan dalam pembelajaran tetapi akan lebih baik jika guru tidak membatasi diri dengan satu metod saja. Guru perlu kritis dengan metod yang dipilih dan digunakannya. Metod ceramah yang tidak memberi kesempatan pada murid untuk bertanya dan mengungkapkan gagasannya seringkali meneruskan dan memupuk miskonsepsi. Hal ini terjadi baik pada murid yang mampu maupun siswa yang kurang mampu. Murid tidak memiliki kesempatan untuk mengecek dan menguji apakah konsep yang mereka peroleh di sekolah itu sudah benar atau salah. Murid juga tidak memiliki kesempatan

untuk meluruskan konsep karena pemikiran murid bergantung pada informasi yang diberikan guru saja. Metod demonstrasi merupakan salah satu metod yang dianjurkan dalam pembelajaran. Metod demonstrasi dilakukan untuk mengatasi kekurangan alat dan bahan pembelajaran. Fungsi metod demonstrasi adalah memberikan pembuktian bagi suatu konsep dengan cara melakukan, mengamati dan menguji. Metod demonstrasi juga membuat pembelajaran lebih menarik, untuk memperkenalkan cara kerja alat atau memperkenalkan penggunaan alat dan bahan untuk melakukan eksperimen.
10

RAJESWARI A/P MOORTHI 820919-02-6358 AMBILAN FEB 2012 KUMPULAN P1

Metod demonstrasi sebaiknya tidak hanya menampilkan peristiwa yang benar saja. Metod demonstrasi yang selalu menampilkan peristiwa yang benar saja dapat membuat murid bingung dan tidak punya keinginan untuk mencoba sendiri sehingga murid mengalami miskonsepsi. Oleh karena itu, metod demonstrasi hendaknya menampilkan peristiwa yang benar dan yang salah serta menggunakan peristiwa dalam kehidupan sehari-hari murid. Penyajian yang demikian menyebabkan murid bingung di awal pembelajaran dan tertantang untuk mencari kebenaran peristiwa tersebut. Metod demonstrasi yang menyajikan peristiwa benar dan salah di awal pembelajaran dengan menggunakan contoh peristiwa sehari-hari merupakan metod demonstrasi secara induktif. Metod demonstrasi secara induktif lazim digunakan dalam pembelajaran karena metod ini dapat mendorong murid menganalisis dan membuat hipotesis berdasarkan pengetahuannya. Pada saat demonstrasi dilakukan, guru mengajukan pertanyaan tentang apa yang akan dilakukan, apa yang terjadi dan mengapa hal itu terjadi. Demonstrasi secara induktif memberi kesempatan bagi murid untuk berpikir dan bertindak, murid memberikan jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan guru yang bertindak sebagai umpan balik.

Umpan balik diberikan guru untuk membimbing murid menemukan konsep dan prinsip yang ditunjukkan dalam suatu demonstrasi. Penggunaan demonstrasi secara induktif dalam pembelajaran memberikan informasi bagi guru tentang pemahaman murid terhadap suatu konsep. Pembelajaran dengan menggunakan metod demonstrasi dapat dilakukan pada saat memulai pembelajaran, selama pembelajaran, dan pada akhir pembelajaran, bergantung pada tujuan pembelajaran yang hendak dicapai. Pada awal pembelajaran, metod demonstasi bertujuan untuk memotivasi murid belajar melalui pertanyaan-pertanyaan yang diajukan guru. Pertanyaanpertanyaan tersebut diajukan guru untuk membimbing siswa untuk sampai pada konsep yang ingin
11

RAJESWARI A/P MOORTHI 820919-02-6358 AMBILAN FEB 2012 KUMPULAN P1

dikembangkan sesuai dengan tujuan pembelajaran. Selama pembelajaran berlangsung, metod demonstrasi bertujuan untuk mengembangkan suatu konsep atau merangkaikan sejumlah konsep. Pada akhir pembelajaran, metod ini dilakukan sebagai perluasan untuk pekerjaan rumah. Perluasan konsep tersebut dilakukan secara mandiri oleh murid. Metod eksperiment merupakan metod yang sangat dianjurkan dalam pembelajaran karena melalui praktek sendiri mempelajari peristiwa alam murid diajak untuk mengenali dan menganalisis penyebab dan dampak peristiwa alam dalam kehidupan sehari-hari. Namun penggunaan metod eksperimen tidak selamanya menjadi yang terbaik. Penggunaan metod eksperimen yang sifatnya membuktikan sesuatu dan sudah diketahui jawabannya sebelum kegiatan eksperimen dilakukan akan menyebabkan kegiatan eksperimen tersebut tidak bermakna bahkan menimbulkan miskonsepsi pada murid. Hal ini terjadi jika kegiatan eksperimen dilakukan dengan data-data yang sangat terbatas sehingga konsep yang dipelajari menjadi sulit dipahami murid. Hal lain yang menyebabkan miskonsepsi pada murid pada saat melakukan eksperimen adalah pada saat murid tidak dapat menyelesaikan kegiatan eksperimennya. Murid merasa bahwa dengan datanya yang belum selesai tersebut murid dapat menemukan dan menunjukkan peristiwa, padahal data tersebut dapat menyebabkan munculnya informasi yang salah karena datanya tidak lengkap. Metod diskusi merupakan metod yang banyak digunakan guru dalam pembelajaran terutama jika pembelajaran tersebut dilaksanakan dengan kelompok belajar murid. Metod diskusi pada dasarnya merupakan kerja kelompok siswa yang berperan membantu murid untuk mengembangkan dan memeriksa kembali konsep dan pengetahuannya dengan membandingkannya dengan konsep dan pengetahuan muridmurid lainnya.
12

RAJESWARI A/P MOORTHI 820919-02-6358 AMBILAN FEB 2012 KUMPULAN P1

Namun, metod diskusi juga dapat menyebabkan terjadinya miskonsepsi pada murid jika dalam kelompok diskusi tersebut murid mempunyai konsep yang salah maka kesalahan tersebut akan semakin diperkuat oleh murid lain. Jika hal ini dibiarkan maka akan terjadi miskonsepsi pada murid. Oleh karena itu, guru hendaknya membantu murid dalam menanggapi konsep yang dipelajari dan memperbaikinya. Hal terpenting dalam metod diskusi adalah pembagian anggota kelompok murid. Guru harus membuat anggota kelompok murid bersifat heterogen, dalam arti pada setiap kelompok ada murid pintar dan murid yang kurang mampu. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya miskonsepsi lebih lanjut. harus memeriksa kembali di akhir pembelajaran, apakah konsep yang ditemukan dalam diskusi murid sudah benar atau perlu diperbaiki.

Dalam banyak kesempatan, guru sering memberi tugas berupa pekerjaan rumah pada murid. Kerja rumah biasanya diberikan untuk dikerjakan murid di rumah dan untuk memotivasi belajar murid agar terus belajar. Untuk mencegah terjadinya miskonsepsi pada murid guru juga hendaknya segera mengoreksi pekerjaan murid. Tanpa koreksi atau pembenaran dari guru, murid akan mengalami miskonsepsi kerana murid akan memiliki konsep yang salah karena pekerjaannya telah benar.

13

RAJESWARI A/P MOORTHI 820919-02-6358 AMBILAN FEB 2012 KUMPULAN P1

c) Mencadangkan aktiviti hands on sebagai tindakan anda untuk membetulkan miskonsepsi murid. Miskonsepsi murid boleh diatasi dengan beberapa aktiviti hands-on. Tindakan ini boleh membantu murid dalam memahami sesuatu hal atau miskonsepsi dengan lebih dalam dan teliti. Cadangan aktiviti-aktiviti hands-on boleh dipelbagaikan mengikut tahap murid. Salah satu cadangan aktivit hands-on ialah kerja kumpulan. Kerja kumpulan yang diberikan kepada murid oleh guru boleh membantu murid membincangkan hal sebenar dan pada masa yang sama boleh menukar pendapat murid dalam masa itu juga. Hal ini paling popular dan biasa digunakan oleh guru untuk mengelakkan miskonsepsi murid. Dalam satu kumpulan, mungkin terdapat 4 atau 5 murid dan ini
14

RAJESWARI A/P MOORTHI 820919-02-6358 AMBILAN FEB 2012 KUMPULAN P1

menyebabkan setiap murid mengeluarkan idea dan konsep mereka. Hal ini secara tidak langsung memberangsangkan fikiran murid dan murid pun mula berfikir secara kritis dan inonatif. Murid yag lemah juga akan dibantu oleh murid yang mahir dan secara tidak langsung murid yang lemah akan mula berfikir dan mendapat jawapan yang tepat. Ini akan membantu guru mengelakkan murid memahami konsep miskonsepsi. Selain itu. eksperimen juga merupakan suatu aktiviti yang boleh digunakan oleh guru sebagai cadangan mangatasi miskonsepsi murid. Eksperimen pada masa pembelajaran haruslah dilakukan oleh setiap guru dan murid supaya ketidak salah faham mengenai sesuatu hal dalam Sains. Eksperimen merupakan aktiviti yang paling bagus dan patut diadakan bersama murid untuk membuktikan kebenaran Sains. Eksperimen secara persendirian atau kumpulan boleh dilakukan oleh setiap guru supaya mendapat respons yang banyak dan tepat.

Disamping itu, inkuiri penemuan juga boleh dilakukan sebagai aktiviti hands- on dalam menangani masalah miskonsepsi murid. Murid harus diberi arahan seperti mencari penemuan sesuatu hal tentang Sains. Guru juga patut membimbing dan bekerjasama dengan murid untuk melaksanakan penemuan ini. Penemuan ini boleh dilakukan dengan pelbagai cara iaitu penemuan melalui buku rujukan, tesis, internet, media massa dan sebagainya. Pelbagai penemuan boleh memberi kesan yang banyak dan boleh berbincang mengenainya dengan guru atau murid masing-masing. Penemuan juga merealisasikan murid dan ia dapat mengelakkan miskonsepsi mereka. Tambahan pula, guru juga harus menggunakan aktiviti hands-on seperti demonstrasi. Demonstrasi ialah suatu aktiviti yang ditunjukkan kepada murid pada masa penngajaran dan pembelajaran. Guru akan menunjukkan demonstrasi mengenai sesuatu hal dan murid akan melihat dan memahaminya. Melalui demonstrasi murid
15

RAJESWARI A/P MOORTHI 820919-02-6358 AMBILAN FEB 2012 KUMPULAN P1

dapat melihat hal sebenar dan mendapat jawapan pada masa itu juga. Demonstrasi dalam kelas akan membantu murid mendapatkan jawapan yang tepat yang mengelakkan miskonsepsi mereka dalam fikirannya. Selain itu, kaedah penggunaan cuba, buat dan Tanya boleh dilakukan semasa pengajaran dan pembelajaran semasa di kelas. Aaktiviti ini membantu murid mencuba sesuatu aktiviti dan membuat aktiviti tersebut secara pesendirian atau kumpulan. Aktiviti mencuba sangat mempengaruhi murid masing-masing kerana ia akan memberi kesan yang paling hebat. Aktiviti ini memberikan hasil yang dicuba oleh murid itu sendiri. Kemudian, murid bolehlah bertanya mengenai hasilnya kepada murid yang lain dan guru. Melalui jawapan mereka, murid tersebut akan mendapat jawapan yang sebenarnya. Aktiviti ini sangat berguna dan berkesan kepada murid masing-masing.

Tugasan B Tujuan tugasan B ialah untuk mengenal pasti dan memahami miskonsepsi sendiri. Imbas kembali satu miskonsepsi yang anda pernah alami tentang benda hidup , bumi dan alam semesta atau sains fizikal. Terangkan bagaimana anda memperbetulkan miskonsepsi tersebut. Salah Faham Mengenai Fenomena Siang dan Malam Pada masa kecil, saya menganggap fenomena siang dan malam terjadi disebabkan bumi beredar mengelilingi matahari. Apabila disoal apakah yang terjadi kepada matahari pada waktu malam?, saya menjawab matahari pergi ke tempat lain atau matahari berada di sebelah hemisfera lain. Ada juga yang mengatakan matahari akan turun ke laut, oleh itu matahari tidak dapat memancarkan cahayanya. Kadang kala saya berfikir bahawa malam terjadi disebabkan matahari berada di sebalik bukit
16

RAJESWARI A/P MOORTHI 820919-02-6358 AMBILAN FEB 2012 KUMPULAN P1

atau awan. Malah apabila ditanya apakah yang terjadi kepada bulan dan bintang pada waktu siang ? Saya memberi jawapan pada waktu siang bulan dan bintang tiada. Pada suatu pagi sewaktu dalam perjalanan ke kelas, saya terpandang matahari dan bulan jelas kelihatan di langit. Memandangkan kedua-dua objek ini merupakan anchor points untuk ikliptik, saya menyaksikan kedua-dua jasad samawi tersebut. Kemudian, saya bertanyakan banyak soalan mengenai fenomena tersebut. Setelah berbual dengan guru saya menyedari selama ini saya menganggap matahari dan bulan merupakan satu objek yang sama. Melihat bulan dan matahari pada suatu masa memaksa saya mengubah konsep sedia ada untuk dihubungkan dengan pengalaman yang baru dialami. Selepas itu saya juga membaca buku mengenai fenomena siang dan malam. Dari hari itu saya telah memahami bahawa siang dan malam disebabkan putaran bumi pada paksinya yang mengambil masa 24 jam untuk satu putaran lengkap. Bahagian yang menghadap matahari mengalami siang manakala yang membelakangkan matahari mengalami malam. Memahami kejadian siang dan malam dianggap asas dalam ilmu falak kerana konsep putaran bumi pada paksinya dianggap mudah berbanding konsep lain yang lebih abstrak.

17

RAJESWARI A/P MOORTHI 820919-02-6358 AMBILAN FEB 2012 KUMPULAN P1

Nilai Keguruan Tuliskan rumusan penambahbaikan kepada pengajaran anda berdasarkan pengalaman yang diperolehi daripada Tugasan A dan B Miskonsepsi pelajar bukanlah perkara mudah kerana kajian menunjukkan murid berpegang teguh dengan salah konsep mereka. Miskonsepsi ini akan diubah oleh murid sekiranya didapati berbeza dengan pengajaran guru di bilik darjah. Walau bagaimanapun pengajaran dibuktikan hanya mampu mengubah sebahagian daripada salah konsep murid manakala sebahagian yang lain masih kekal. Jika salah konsep diabaikan, murid mungkin keliru dan tidak dapat menerima pengajaran guru. Selain itu murid mungkin menghafal fakta untuk lulus peperiksaan. Oleh sebab fakta ini tidak digabungkan dengan pengetahuan sedia ada murid, fakta berkenaan hanya dapat diingat dalam jangka waktu yang singkat. Hal ini bermakna salah konsep murid tidak berubah walaupun murid lulus dengan cemerlang.

18

RAJESWARI A/P MOORTHI 820919-02-6358 AMBILAN FEB 2012 KUMPULAN P1

Dalam usaha membantu murid mengubah dan membina semula konsep sedia ada mereka, guru perlu menggalakkan murid menjalankan penyiasatan ke atas fenomena-fenomena sains yang menarik. Guru harus memberikan bukti bahawa konsep asas yang dikemukakan oleh saintis pada masa kini lebih tepat untuk menerangkan sesuatu fenomena semula jadi. Hal ini membolehkan murid menghubungkan fenomena, idea dan pengalaman baru dengan konsep sedia ada mereka. Oleh itu guru perlu mengenal pasti salah konsep murid, merancang strategi untuk menangani salah konsep ini dan membina teknik penilaian yang mengambil kira sejauh mana murid dapat menyerap konsep sains yang diajar. Selain itu guru juga perlu mengubah peranannya daripada penyampai maklumat kepada penyelidik dan pemudah cara. Sebagai penyelidik guru perlu mengenal pasti pengetahuan sedia ada murid manakala sebagai pemudah cara guru perlu membimbing agar murid dapat mempelajari sesuatu dengan bermakna. Guru juga

tidak dianggap sebagai pakar yang cuba menyumbatkan pengetahuan ke dalam minda murid sebaliknya peranan guru adalah sebagai peransang sifat ingin tahu murid, pencabar konsep sedia ada murid, sumber maklumat dan juga rakan penyiasat. Hal ini bermakna murid bertanggung jawab sepenuhnya terhadap aktiviti pemelajaran. Saya berpendapat perubahan peranan guru sebegini akan memberi peluang kepada murid membina potensi diri dan kreativiti dalam segala aspek. Melalui penambahbaikan miskonsepsi, guru boleh meningkatkan tahap

pengajaran dan pembelajaran mereka dengan lebih berkesan. Kemahiran murid juga akan bertambah dan mengelakkan murid berfikiran secara tidak rasional. Ini mambantu guru menyelasaikan masalah murid dalam cara menjawab soalan dalam peperiksaan. Murid juga akan berkreatif dan inovatif dalam semua bidang akan datang.

19

RAJESWARI A/P MOORTHI 820919-02-6358 AMBILAN FEB 2012 KUMPULAN P1

REFLEKSI INDIVIDU
Saya bersyukur kepada tuhan kerana dapat melengkapkan tugasan ini dengan baik.Walaupun saya mengharungi pelbagai cabaran terutamanya kekangan masa dan bahan untuk tugasan serta idea penyampaian tugasan dan sebagainya.Ini kerana,saya selaku seorang guru di sekolah yang mempunyai tugas dan tanggungjawab terhadap sekolah dan murid tetapi saya telah mengagihkan tugas saya dengan baik dan sempurna supaya tidak menggangu tugasan PPG saya.Saya menerima tugasan ini pada interaksi kedua kelas PPG iaitu pada 25/2/2012.Walaupun tugasan ini merupakan tugasan individu,tetapi tugasan ini memerlukan kajian dan perbandingan antara beberapa pendekatan tetapi bagi tugasan saya hanya memilih dua pendekatan sahaja dan perlu membuat perbandingan antara beberapa aspek utama.saya mendapatkan bantuan rakan-rakan sekelas saya untuk berbincang dan mendapatkan bahan-bahan untuk tugasan. Akhirnya,saya mengucapkan terima kasih kepada keluarga saya yang bertolak ansur demi kepentingan saya serta rakan-rakan seperjuangan saya yang membantu
20

RAJESWARI A/P MOORTHI 820919-02-6358 AMBILAN FEB 2012 KUMPULAN P1

saya untuk menyiapkan tugasan saya.Disamping itu,saya juga mengucapkan terima kasih kepada pensyarah saya yang memberi tunjuk ajar serta panduan untuk menyiapkan tugasan saya.Semoga tugasan ini dapat manfaatkan saya.

SUMBER RUJUKAN
Internet : 1. http://www.scribd.com/doc/47149075/miskonsepsi-pembelajaran-sains 2. http://www.searchinpdf.com/pdf/miskonsepsi-murid-dalam-sains-.html 3. http://edukasi.kompasiana.com/2011/06/05/konsep-dan-miskonsepsi/ 4. http://www.scribd.com/doc/66768917/Miskonsepsi-Kanak-kanak-Dalam-Sains 5. http://armansamawa.blogspot.com/2011/07/prakonsepsi-miskonsepsi-sertacontoh.html 6. http://www.typecat.com/?s=definisi+miskonsepsi

21

RAJESWARI A/P MOORTHI 820919-02-6358 AMBILAN FEB 2012 KUMPULAN P1

22