Anda di halaman 1dari 2

Penyakit Bawaan Vektor Air mati, termasuk genangan air dari system septik yang meluap atau system

air kotor yang bebannya berlebih, dan limbah padat yang penanganannya tidak benar, bukan saja pemandangan yang tidak sedap dilihat. Kondisi itu dapat menjadi sarang, dan menunjang perkembangbiakan, vector penyakit . Vektor adalah organisme yang hidup, biasanya serangga atau arthropoda lain, yang menyebarkan agens penyakit mikroskopik pada pejamu yang rentan. Contoh vector dan penyakit yang disebarkannya mencakup nyamuk (malaria, filariasis, dan virus bawaan arthropoda-arbovirus), pinjal (murine typhus dan pes), tungau (tifus epidemic), dan kutu (Rocky Mountain spotted fever dan Lyme disease) Larva nyamuk membutuhkan air untuk melengkapi pertumbuhannya. Penanganan air limbah yang tidak tepat dan drainase air hujan yang tidak memadai memberikan suatu habitat yang ideal untuk nyamuk dan meningkatkan resiko terjadinya KLB penyakit bawaan vector (KPBV). Focus khusus dalam masalah ini adalah nyamuk rumah utara, Culex pipiens. Culex pipiens merupakan vector paling penting dari penyakit ensefalitis St. Louis (ESL) di Amerika Serikat bagian Timur. Di California, virus ESL disebarkan oleh nyamuk spesies lain, Culex tarsalis, yang berkembang biak dalam air irigasi yang keliru pengelolaannya. ESL merupakan penyakit yang banyak menyerang lansia. Mereka yang beresiko paling tinggi untuk mengalaminya adalah mereka yang tinggal rumah yang tidak memiliki kawat ventilasi dan tanpa pendingin ruangan. Culex pipiens belakangan ini juga menularkan virus West Nile. Nyamuk spesies lain yang berkembang biak akibat kekeliruan dalam pengelolaan lingkungan baik di Amerika Serikat bagian pusat ataupun timur adalah nyamuk lubang pohon bagian timur, Aedes triseriatus. Walau habitat alaminya adalah lubang pohon, nyamuk ini dapat berkembang biak dengan sangat baik dalam air yang tergenang pada ban bekas kendaraan atau truk. Diperkirakan terdapat dua juta lebih ban bekas yang dibuang di berbagai tempat di Amerika Serikat saat ini, dan dua juta lebih ban bekas akan ditambahkan ke lingkungan setiap tahunnya. Di Amerika Serikat bagian timur, Aedes triseriatus adalah vector untuk ensefalitis LaCrosse, arbovirus yang mengakibatkan penyakit yang serius dan terkadang fatal pada anak-anak.

BAHAYA BIOLOGI BAWAAN VEKTOR Bahaya Virus Rickettsiae Agens Virus SLE LaCrosse Rickettsia typi Rickettsia ricketsii Ehrlichia chaffeensis Yersinis pestis Borrelia burgdorferi Vektor Nyamuk Nyamuk Pinjal Kutu Kutu Pinjal Kutu Penyakit Ensefalitis St. Louis Ensefalitis LaCrosse Murine typhus Rocky Mountain spotted fever Erlikiosis Bubonic plaque Lyme disease

Bakteri

Protozoa Nematoda

Plasmodium spp. Wuchereria bancrofti

Nyamuk Nyamuk

Malaria Filariasis (elephantiasis)

Ban bekas kendaraan yang pembuangannya tidak tepat merupakan habitat yang disukai vector lain, nyamuk Asian tiger, Aedes albopictus. Sejak tahun 1985 saat spesien ini ditemukan pertama kali di Amerika Serikat (di Houston, Texas), nyamuk itu telah dilaporkan di 866 country dan 26 negara bagian. Nyamuk Asian tiger ini masuk ke AS dalam ban bekas yang diimpor dari Jepang. Aides albopictus dijuluki vector super karena dapat menyebarkan sekitar sepuluh penyakit pada manusia, termasuk virus yang menyebabkan ensefalitis LaCrosse dan demam berdarah. Larva nyamuk Asian tiger ini dapat berkembang di air yang tergenang dalam wadah apapun buatan manusia, termasuk cangkir dan kemasan plastic yang dibuang. Sejauh ini, ada dua arbovirus pathogen yang berhasil diisolasi dari Ae. Albopictus di AS, virus ensefalomielitis kuda di wilayah timur dan virus Cache Valley