Anda di halaman 1dari 62

KULIAH PROTOZOLOGI

BAGIAN PARASITOLOGI FK UNSRI

PENDAHULUAN

CLASSIFICATION OF PROTOZOA HONIGBERG et al. 1964 PHYLUM PROTOZOA I. SUBPHYLUM : Plasmodroma 1. CLASS : Rhizopoda ORDER : Amoebida GENUS : - Entamoeba SPESIES Entamoeba histolytica Entamoeba coli Entamoeba gingivalis - Endolimax Endolimax nana - Iodamoeba Iodamoeba butschlii - Dientamoeba Dientamoeba fragilis

2. CLASS

: Mastigophora ORDER : Protomonadida GENUS : Di Usus : - Chilomastix Chilomastix mesnili - Trichomonas Trichomonas hominis Trichomonas vaginalis - Enteromonas Enteromonas hominis - Embadomonas Embadomonas intestinalis n Di mulut dan Vagina: - Trichomonas tenax - Tricomhonas vaginalis

In blood & tissues - Trypanosoma Trypanosoma brucei Sub group Trypanosoma cruzi Trypanosoma rangeli - Leishmania Leishmania donovani Leishmania tropica Leishmania braziliensis : Diplomonadida : Giardia : Giardia intestinalis

ORDER GENUS SPESIES

3.

CLASS

: SPOROZOA

ORDER GENUS SPESIES

GENUS SPESIES

: Coccidiida : Plasmodium : Plasmodium vivix Plasmodium falciparum Plasmodium malariae Plasmodium ovale : Isospora : Isospora hominis Isospora belli

II. SUB PHYLUM CLASS ORDER GENUS SPESIES

: Ciliophora : Ciliata : Heterotrichida : Balantidium : Balantidium coli

PROTOZOA
Protozoa terdiri atas sejumlah besar microorganisme ber sel satu (unicellulair) yang menyerupai satu sama lain, walaupun protozoa adalah unicellulair banyak juga ahli-ahli protozoa menganggap acellulair karena unit yang satu itu melakukan semua fungsi hidupnya yaitu metabolisma dan reproduksi. Protozoa adalah jasad renik / binatang ber sel satu yang merupakan satu kesatuan yang complete dan mampu melakukan fungsi-fungsi physiologis.

Perbedaan Antara Protozoa Dan Metazoa


Protozoa Metazoa

Morfologi

Multicellulair (sejumlah sel untuk menjadikan suatu individu yang kompleks) Tiap-tiap sel melakukan fungsinya yang khusus.

Fisiologi

Morfologi Protozoa Protozoa terdiri dari: - Sitoplasma 1. Ectoplasma 2. Endoplasma - Nukleus 1. Membran sel 2. Kromatin 3. Karyosome /nukleus 4. Nukleoplasma

- Ektoplasma Fungsinya : - pergerakan - mengambil makanan - ekskresi - respirasi - proteksi

Organ lokomotif merupakan perpanjangan-perpanjangan daripada ektoplasma, antara lain: - pseudopodia - cilia - flagella - undulating membrane pada beberapa spesies mempunyai : - peristoma yaitu tempat makanan masukcytostomacytopharynx (tube like)endoplasma.

- Endoplasma yang granulair: Fungsinya : Berhubungan dengan nutrisi, karena mengandung Nukleus. Jadi, juga mempunyai fungsi reproduksi. Endoplasma juga mengandung : - food vacuoles - cadangan makanan - benda-benda asing - contractile vacuoles untuk osmoregulator - chromatoidal bodies

Mastigophora mempunyai suatu Kinetoplast yang tdd: 1. Parabasal body 2. Blepharoplast Nukleus Fungsi : Untuk mempertahankan hidup dan reproduksi. Nukleus: 1. Vesiculair nucleus 2. Granular type

Reproduksi a. Aseksual : Yaitu type pembelahan simple (simple fission) Misalnya : - Rhizopoda - Ciliata - Mastigophora

b. seksual Sebelum mengalami pembelahan didahului dulu dengan persatuan 2 sel (syngamy): - Temporair (sementara) - Permanent Transmisi 1. Transmisi daripada protozoa usus dan protozoa atrial sbb: Parasit itu berpindah dari hospes yang satu ke hospes yang lain secara langsung atau melalui makanan dan minuman sesudah kehidupan extra corporeal.

Bentuk-bentuk yang infektif: - Kista - Spora yang mengandung sporozoites misal pada sporozoa usus. 2. Untuk parasit darah dan usus. a. Kontak langsung atau transmisi congenital misalnya : - Toxoplasmosis - Leishmaniasis b.Transmisi tak langsung ( indirect transmission) Parasit itu mengalami siklik development di dalam tubuh insecta sebelum mencapai stadium infektif.

Patologi dan Gejala klinis Protozoa yang patogen mengganggu hospesnya dengan cara: 1. Multiplikasi 2. Invasi dan 3. Destruksi sel-sel jaringan dengan 4. Toxin atau aktifitas enzim Perjalanan infeksi melalui: - Stadium akut : - bisa menimbulkan kematian atau bisa menjadi chronic latent state - Tingkat subclinic yang dapat dengan/tanpa exacerbasi

Diagnose 1.Berdasarkan gejala klinik yang khas : misalnya pada malaria, tripanosomiasis dan Visceral leishmaniasis. 2.Laboratorium Bahan dari : - Tractus intestinalis, misalnya pada amoebiasis - Darah& jaringan; pada malaria, tripanosomiasis Pemeriksaan dengan : - Direct smear - Methode concentrasi - Culture - Inoculasi pada binatang - Indirect cutaneus dan serologi

Pencegahan - Mengurangi sumber infeksi - Memblokir rantai transmisi - Memproteksi terhadap hospes-hospes yang rentan Pada umumnya pencegahan infeksi protozoa usus yaitu: - Memperbaiki sanitasi - Hygiene Untuk protozoa darah dan jaringan dengan vector control.

CLASS RHIZOPODA
Ordo Amoebida Protozoa yang termasuk grup ini bergerak dengan Pseudopodea. Genus yang termasuk Ordo ini : Genus Entamoeba

Entamoeba histolytica Entamoeba coli Entamoeba gingivalis

Genus Endolimax
Endolimax nana

Genus Iodamoeba
Iodamoeba butschlii

Genus Dientamoeba
Dientamoeba fragilis

Entamoeba gingivalis

Sinonim : Entamoeba buccalis Morfologi : - Hanya ada bentuk tropozoit, tidak ada bentuk kista - Ukuran 5 35 u, rata-rata 10 20 u - Gerak aktif - Batas ekto&endoplasma jelas - Pseusopoda multiple, panjang&berlobus / pendek& tumpul - Endoplasma mengandung vakuola makanan dengan WBC & sel epitel di dalamnya. Jarang ada RBC. - Nukleus :- chromatin pada membran kasar - Karyosome kecil agak sentral

Entamoeba gingivalis

Entamoeba gingivalis cont-1

Habitat : Jaringan ginggiva sekitar gigi terutama jika ada radang/suppurasi, seperti pyorrhoe alveolaris / hygiene gigi yang jelek. Ditemui juga pada kripta tonsil. Epidemiologi : Penularan melalui droplet mulut, gelas Hygiene mulut yang jelek : infeksi 70 95 % Hygiene mulut yang sehat : infeksi 10 50 %

Entamoeba gingivalis cont-2

Patogenitas : - Komensalisme Diagnose : - Menemukan bentuk tropozoit dari bahan yang diambil dari pinggir gusi / sela-sela gigi Terapi : - Oral hygiene Pencegahan : - Menjaga kebersihan mulut, gigi dan gusi

AMEBA HIDUP BEBAS (Free living ameba)

GENUS TOXOPLASMA Distribusi geografis - Kosmopolit - Mempunyai prevalensi yang tinggi pada sejumlah burung, mamalia termasuk manusia.

Morfologi Morfologi paling sedikit terdiri dari 4 tipe: 1. Bentuk tropozoit (pada fase proliferatif) 2. Bentuk merozoit dari kista 3. Bentuk merozoit dari schizont yang terjadi di dalam epithelium usus kucing 4. Bentuk Sporozoit dari ookista

MORFOLOGI T.gondii

Pada manusia atau HP lain hanya ada 2 bentuk. Tropozoit daripada toxoplasma hidup bebas di jaringan (tissue cyst) atau di dalam intraseluler disebut juga pseudocyst. Ukuran: 4 - 7 x 2 - 4 u Bentuk intraseluler biasanya lebih tumpul dan pendek dari ekstraseluler. Pada pengecatan Giemsa dan Wright, nukleus tampak merah dan sitoplasma berwarna biru. Merozoit berbentuk fusiform dan bergerak. Ookista: - bentuk oval dengan ukuran : 10 - 13 u - mengandung 2 sporokista dengan ukuran 6 8 u - tiap sporokista ada 4 buah sporozoit berbentuk sickle shape dengan ukuran 2 8u.

Siklus hidup Ada 5 stadium


Fase proliferatif Stadium kista Bentuk schizogony Bentuk gametogonie Ookista

Kelima stadium terjadi pada kucing yang berlaku sebagai hospes defenitif. Sedangkan pada manusia atau mamalia sebagai hospes perantara ditemukan hanya 2 stadium, yaitu:

Fase Proliferatif Stadium kista

Toxoplasma yang infeksius adalah: Tropozoit Kista Ookista - Jika hospes perantara misalnya manusia atau mamalia makan daging setengah matang dan daging tersebut mengandung tropozoit atau kista Toxoplasma, ataupun termakan makanan maupun minuman yang terkontaminasi dengan tinja kucing yang mengandung Ookista maka terjadilah fase proliferatif dan menjadi tropozoit di intraseluler dari berbagai macam jaringan.

- Multiplikasi terjadi di dalam sel dan sel tersebut menjadi besar dan penuh dengan tropozoit maka sel ini disebut sebagai Pseudokista. - Setelah tubuh membentuk immunitas maka infeksi akut menjadi stadium kronis atau stadium kista. - Dimana tropozoit berkembang menjadi lambat, membentuk kista intraseluler, kista ini berisikan merozoit. - Pada stadium akhir kista terletak bebas di dalam jaringan, biasanya terdapat pada jaringan otak, retina, otot skletal, otot jantung, dll. - Apabila daya tahan tubuh kurang / turun maka akan terjadi fase proliferatif.

Transmisi
1.Termakan daging setengah matang, kista yang di dalam jaringan setengah matang lebih penting dibanding tropozoit yang ada di jaringan itu, karena bentuk tropozoit bisa dipengaruhi oleh enzym pencernaan. 2. Tumbuhan yang terkontaminasi tinja yang mengandung kista merupakan sumber infeksi bagi binatang herbivora dan mamalia pemakan tumbuhtumbuhan 3. Dalam laboratorium bisa terjadi infeksi secara terinokulasi pada dirinya sendiri melalui spuit dll. 4. Secara eksperiment bahan infeksi toxoplasma pada manusia bisa melalui hidung 5. Melalui transplacenta

Patogenitas dan Gejala Klinis Setelah invasi yang biasanya terjadi di usus, maka parasit memasuki sel atau difagositosis. Sebagian parasit mati setelah difagositosis, sebagian berkembang biak dalam sel, menyebabkan sel hospes pecah dan menyerang sel-sel lain. Dengan adanya parasit di dalam makrofag dan limfosit, maka penyebaran secara hematogen dan limfogen ke seluruh badan mudah terjadi. Parasitemi berlangsung selama beberapa minggu. T.gondii dapat menyerang semua organ dan jaringan tubuh hospes kecuali sel darah merah (tidak berinti).

Kista jaringan dibentuk bila sudah ada kekebalan dan dapat ditemukan di berbagai alat dan jaringan, mungkin untuk seumur hidup. Kerusakan yang terjadi pada jaringan tubuh, tergantung pada : 1) Umur, pada bayi kerusakan lebih berat daripada orang dewasa, 2) Virulensi strain Toxoplasma, 3) Jumlah parasit, dan 4) organ yang diserang.

Lesi pada susunan saraf pusat dan mata biasanya lebih berat dan permanen, oleh karena jaringan ini tidak mempunyai kemampuan untuk beregenerasi. Kelainan pada susunan saraf pusat berupa nekrosis yang disertai dengan kalsifikasi. Penyumbatan akuaduktus Sylvii oleh karena ependimitis mengakibatkan hidrosefalus pada bayi. Pada infeksi akut di retina ditemukan reaksi peradangan fokal dengan edema dan infiltrasi leukosit yang dapat menyebabkan kerusakan total dan pada proses penyembuhan menjadi parut (sikatriks) dengan atrofi retina dan koroid, disertai pigmentasi.

Toxoplasmosis akuisita. Infeksi pada orang dewasa adalah asimtomatik, tetapi bila seorang ibu hamil mendapat infeksi primer, maka ia dapat melahirkan anak dengan toksoplasmosis congenital. Manifestasi klinis yang paling sering dijumpai pada toksoplasmosis akuisita adalah limfadenopati dan rasa lelah, disertai demam dan rasa sakit kepala. Gejalanya mirip mononucleosis infektiosa. Sekali-sekali dapat dijumpai eksantem. Retinokoroiditis jarang dijumpai pada toksoplasmosis akuisita.

Retinokoroiditis pada pubertas dan dewasa sebagai kelanjutan infeksi congenital mungkin merupakan reaktivasi infeksi laten. Sudah lama diketahui bahwa toxoplasma menyebabkan infeksi oportunistik yang disebabkan imunosupresi berhubungan dengan transplantasi organ dan pengobatan keganasan. Pada tahun 1980-an ensepalitis toksoplasmik muncul sebagai penyakit parasitic yang paling sering dijumpai pada penderita AIDS.

Toxoplasmosis congenital. Gambaran klinis toksoplasmosis congenital dapat bermacam-macam. Beratnya infeksi tergantung pada umur janin saat terjadi infeksi: makin muda usia janin saat terjadi infeksi primer , makin berat kerusakan pada organ tubuh. Sebaliknya, makin muda usia kehamilan saat terjadi infeksi primer pada ibunya, makin kecil persentase janin yang terinfeksi. Ada yang tampaknya normal pada waktu lahir dan gejala klinisnya baru timbul setelah beberapa minggu sampai beberapa tahun. Ada gambaran eritroblastosis, hidrops fetalis dan triad klasik yang terdiri dari hidrosefalus, retinokoroiditis dan kalsifikasi intrakranial atau tetrade Sabin yang disertai kelainan psikomotorik.

Diagnose Diagnosis toxoplasmosis akut dapat dipastikan bila menemukan bentuk tropozoit (fase proliferatif) dalam biopsy otak atau sumsum tulang, cairan cerebrospinal dan ventrikel. Tetapi dengan cara pulasan yang biasa bentuk tropozoit sukar ditemukan dalam spesimen ini. Isolasi parasit dapat dilakukan dengan inokulasi pada mencit, tetapi hal ini memerlukan waktu lama. Isolasi parasit dari cairan badan memerlukan adanya infeksi akut, tetapi isolasi dari jaringan hanya menunjukkan adanya kista dan tidak memastikan adanya infeksi akut.

Prognose Toxoplasmosis akuisita biasanya tidak fatal. Gejala klinis dapat dihilangkan dengan pengobatan adekuat. Tetapi bentuk kista jaringan parasit tidak dapat dibasmi dan dapat menyebabkan eksaserbasi akut, bila kekebalan menurun. Bayi yang dilahirkan dengan toxoplasmosis congenital yang berat biasanya meninggal, atau tetap hidup dengan infeksi menahun dan gejala sisa dan sewaktu-waktu dapat mengalami eksaserbasi akut. Seorang ibu yang melahirkan anak dengan toksoplasmosis congenital, selanjutnya akan melahirkan anak normal, oleh karena ibu tersebut sudah mempunyai zat anti.

Terapi Obat-obat yang dipakai sampai saat ini hanya membunuh bentuk tropozoit T.gondii dan tidak membasmi bentuk kistanya, sehingga obat-obat ini dapat memberantas infeksi akut, tetapi tidak dapat menghilangkan infeksi menahun, yang dapat menjadi aktif kembali. Obat-obatan yang dipakai : - Pyrimethamine (daraprim) - Sulfadiazine

CLASS MASTIGOPHORA
I. II. FLAGELLATA USUS (Intestinal) FLAGELLATA VAGINA DAN MULUT. III. FLAGELLATA DARAH DAN JARINGAN.

I.FLAGELLATA INTESTINAL Sp: 1. Giardia lamblia. 2. Chilomastix mesnili. 3. Trichomonas hominis. 4. Embadomonas intestinalis. 5. Enteromonas hominis.

Giardia lamblia

Destribusi : seluruh dunia. Habitat : duodenum dan bagian atas jejenum. Morfologi : trofozoit dan kista Trofozoit : Nampak ventral : raket tenis Lateral : buah pear yang terpotong longitudinal.

Permukaan dorsal : convex. ventral : concaf dengan batil isap. Ukuran : 5-15 x 2-4. posterior lancip dan tipis. Gambar : simetris bilateral , semua organ berpasangan ; 2 axostyle, 2 nukleus, 4 pasang flagella, 2 benda parabasal.

Trofozoit Giardia lamblia

Kista : bentuk oval , 12 X 7 u. axostyle terletak diagonal, mempunyai 4 nukluei berpasangan pada kutub yang berlawanan. Sisa flagella dan pinggir batil isap terlihat didalam cyto plasma.
Siklus hidup : Trofozoit binary fission diusus keadaan tidak baik ( duodenum) enkistment membelah 2 dalam kista keluar bersama tinja termakan manusia dalam 30 menit kista 2 trofozoit multifikasi terus koloni diduodenum Berlokasi di-traktus biliary ( gall -bladder).

Siklus Hidup Giardia lamblia

Patogenitas: Dengan batil isapnya melekat pada permukaan usus terjadi atrofi villous pada epithel mukosa gangguan absorbsi fat. steatorrhoe. Disebabkan parasit : - allergi dengan efektoksiknya -aksi spoliatif menjauhkan nutrisi. -traumatik dan iritasi. Giardiasis paling sering terjadi pada anak-anak dengan keadaan malnutrisi dan diare.

Gejala utama : steatorrhoe. Infeksi dapat sementara atau kronis oleh karena: - respon immun -strain parasit yang spesifik -atau pada penderita hypogammagloinaemia ( kongenital). Infeksi dapat menimbulkan carrier atau asimptomatik selama 15 tahun.

Gejala umum : demam , anemia , gejala allergi. Terjadi kronik Cholecystopathy. Diagnose Lab. Pada diarrhoic tinja / furgatif diketemukan bentuk trofozoit dan kista. Pengobatan : Atebrine dan Acxranil Metronidazole , klorokuin 300 mgr base 1 kali perhari selama 5 hari. Tinidazole .

Genus Trichomonas
Flagellata yang umumnya terdapat didaerah tropis Hanya ditemukan pada tinja diarrhae. Hanya ada bentuk trofozoit., tidak ada bentuk kista. Secara umum bentuk trofozoit : buah pear. 3- 5 flagella anterior bebas , 1 flagella kecil tebal keluar kebelakang undulating mem brane keposterior bebas Axostyle bagian tengah badan keujung mem bentuk seperti ekor.

Trichomonas hominis

Morfolgi : ukuran : 5-14 X 7-10 u , pyriform. 3-5 flagella anterior, bila ada 2 blepharoplast flagella ada 5 buah, 1 flagella lain berjalan di undulating - membran mem bentuk ujung flagella yang bebas. Tidak ada parabasal body. Habitat ; didaerah cecum Reproduksi : belah pasang longitudinal.

Flagel yg berjalan diatas undulating membran

nukleus

blepharoplast

Trichomonas tenax

Morfologi : pyriform , 5-12 X 6,5-7,5 mempunyai 4 flagella anterior sama panjang dengan tubuh, 1 flagella lain berjalan diatas undulating membran. Mempunyai costa = chromatine basal rod. 1 blepharoplast + 1 parabasal body. Cytostome di anterior , vesikuler nukleus + granuler kromatin .Cytoplasma mengandung granula kromatin.

Habitat : dalam rongga gigi yang ada caries dengan nekrosis sekitar tepi ginggiva

nukleus
Flagel yg berjalan diatas undulating membran

blepharoplast

Parabasal body