Anda di halaman 1dari 2

Tips Membuat Abstrak pada Jurnal

Sebelum kita melangkah lebih jauh dalam menulis karya tulis ilmiah sebaiknya kita tahu dulu pengertian dari abstak itu. Pengertian Abstak adalah sebua benda yang kasat mata namun berbentuk yang dapat kita bayangkan bentuknya menurut pemikiran yang berbeda-beda dari setiap orang. Contohnya adalah apabila kita membayangkan sebuah meja, dalam pikiran seseorang mungkin yang terjadi ada dalam bentuk bulan, persegi, maupun elips. Semua tergantung darimana kita melihat dan memikirkan benda tersebut. Untuk kalini saya akan membahas cara membuat abstrak dan jenis-jenis abstrak. Bahwa Abstrak merupakan uraian ringkas, cermat dan menyeluruh dari isi suatu karangan ilmiah. Untuk itu Abstrak yang baik harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut: Merupakan uraian dari ringkas, cermat dan menyeluruh sehingga mencerminkan keseluruhan isi judul dalam sebuah jurnal. Abstrak dapat berdiri sendiri sebagai satu kesatuan yang utuh sehingga dapat dimuat dalam satu majalah yang khusus memuat abstrak, Tanpa komentar dari pembuatnya di luar apa yang dikemukakan dalam karangan ilmiah. Maksud dari tanpa komentar disini adalah bawah tanpa ada unsur subjektif dari penulis karena semua didasarkan atas hasil penelitian dari sang penulis. Dapat dikerjakan orang lain, tetapi sebaiknya dibuat sendiri oleh penulisnya karena ia lebih memahami apa yang disajikannya dalam karangan ilmiah tersebut. Terdapat pada permulaan karangan ilmiah sehingga para pembaca dapat mengetahui informasi yang disajikan sesuai dengan keperluan atau apa yang minatnya. Isi suatu abstrak sebaiknya jangan melebihi 250 kata atau sekitar 25 baris jika setiap baris terdiri atas 10 kata. Dalam abstrak tidak perlu pergantian paragraf (tanpa alinea). Artinya adalah dalam abstarks tidak ada paragrapf Huruf yang digunakan dalam abstrak sebaiknya berbeda besarnya dengan huruf isi karangan ilmiah, ini akan memudahkan para pembaca untuk memahami keseluruhan isi. Sebisa mungkin dihindari pemakaian, kalimat aktif, sebaiknya kalimat pasif. Kepustakaan, singkatan, ilustrasi, grafik dan tabel jangan dicantumkan.

Di bawah abstrak sebaiknya dicantumkan kata-kata kunci (key words)sebanyak 3 hingga 10 kata yang kira-kira dapat dipakai untuk mengindeks karangan ilmiah kita dalam suatu deretan karangan ilmiah sejenis. Kata kunci(key word) adalah kata-kata yang penting dan paling menonjol dalam karangan ilmiah.

Adapun Jenis-Jenis Abstrak adalah sebagai berikut :

Abstrak indikatif

Pada dasarnya berfungsi sebagai daftar isi karangan ilmiah. Dalam keadaan apa kita terpaksa membuat suatu abstrak indikatif?

Pertama, bila karangan ilmiah/penelitian belum selesai dibuat, padahal kita harus segera memasukkan abstrak kita untuk keperluan pembuatan buku kumpulan abstrak untuk symposium /seminar atau pun Congress. Ke dua, bila data yang ada dalam laporan penelitian sangat banyak sehingga tak dapat diringkas menjadi 250 kata. Kesimpulannya, suatu abstrak indikatif tak dapat berfungsi sebagai pengganti suatu karangan ilmiah lengkap.

Abstrak Informatif

Berisi informasi tuntas sehingga pembaca tidak perlu membaca keseluruhan isi karangan ilmiah. Abstrak yang diperlukan untuk melengkapi pembuatan skripsi bagi mahasiswa FKG. Universitas Trisakti adalah abstrak informatif. Contoh abstrak Informatif: http://apresiasikarya.blogspot.com/2012/04/cara-membuat-abstrak-padakarya-tulis.html