Anda di halaman 1dari 31

PERCOBAAN I STUDI PREFORMULASI SEDIAAN FARMASI A. Tujuan Mampu mengenal, memahami dan melakukan studi preformulasi sediaan farmasi.

B. Data 1. Bahan Parasetamol Pengamatan Umum Bentuk Warna Bau Rasa Ukuranpart ikel Halusberkr istal Gambar

Serbukha Putih luskristal in

Natriumsalisil at

Serbukha Coklatkep luskristal in utihan

Amorfberkristal

Asamsalisilat

Serbukha Putih lusjarum

Jarum

Sulfamerazin

Serbuk

Putih

Halus

Oleumarachid is

Cairan

Kuningbe ning

Cair

UkuranPartikel (5 x 0,01)/10 = 0,005 Asamsalisilat 26x0,005mm=0,13mm 30x0,005mm=0,15mm 27x0,005mm=0,135mm 20x0,005mm=0,1mm 32x0,005mm=0,16mm Sulfamerazin 9,5x0,005mm=0,0475mm 7x0,005mm=0,035mm 8x0,005mm=0,04mm 5x0,005mm=0,025mm 8x0,005mm=0,04mm Natriumsalisilat 130x0,005mm=0,65mm 128x0,005mm=0,64mm 140x0,005mm=0,7mm 135x0,005mm=0,675mm 115x0,005mm=0,575mm Paracetamol 14x0,005mm=0,07mm 17x0,005mm=0,085mm 19x0,005mm=0,095mm 9x0,005mm=0,045mm 16x0,005mm=0,08mm

2.

Penelusuran pustaka a. Sediaan Solid.

1. Tablet Paracetamol Formula : Paracetamol Amilum Laktosa Sol gelatin 10% Paracetamol Parasetamol mengandung tidak kurang dari 98,0% dan tidak lebih dari 101,0% C8H9NO2, dihitung terhadap zat anhidrat. Serbuk hablur, putih; tidak berbau; rasa sedikit pahit (Dirjen POM, 1995). Bentuk Bobot molekul Titik leleh Density Amilum Amilum atau pati digunakan sebagai pengencer kapsul dan tablet, disintegran pada kapsul dan tablet, serta pengikat pada tablet. Rumus empirisnya (C6H10O5)n dimana n = 3001000 (Rowe, R., 2009). Pati merupakan eksipien serbaguna yang terutama digunakan dalam formulasi sediaan solid oral.Amilum atau pati digunakan sebagai pengikat, pengencer, dan disintegran. Dalam formulasi tablet, pasta pati baru siap digunakan pada konsentrasi 3-20% b/b (% biasanya 5-10, tergantung pada jenis pati) sebagai bahan pengikat untuk granulasi basah. Rasio pengikat yang diperlukan harus ditentukan oleh studi optimasi, menggunakan parameter seperti kerapuhan tablet dan kekerasan, waktu hancur, dan laju disolusi ketoprofen. Ketika menggunakan amilum, langkah granulasi sebelumnya dibutuhkan untuk menghindari masalah dengan aliran yang tidak mencukupi dan segregasi. Suatu senyawa pati-laktosa mampu digunakan dalam proses granulasi direct kompresi yang akan meningkatkan proses tableting dan meningkatkan waktu desintegrasi tablet (Rowe, R., 2009). : padat : 151.17 g/mole : 170C (338F) : 1.293 (air = 1) (Paracetamol MSDS, 2011)

Amilum inkompatibel dengan substansi oksidasi yang kuat. Dan dapat menghasilkan kompleks warna ketika direaksikan dengan iodin (Rowe, R., 2009). Bentuk Warna Density 2011) Laktosa Laktosa secara luas digunakan sebagai pengisi dan pengencer dalam bentuk tablet dan kapsul. Laktosa mempunyai rumus empiris C12H22O11.H2O dengan bobot molekul 360,31. Laktosa bersifat inkompatibel dengan reaksi kondensasi tipe Maillard yang terjadi antara laktosa dengan kelompok senyawa dengan gugus amina primer akan membentuk hasil produk berwarna coklat atau kuning kecoklatan. Interaksi Maillard juga terjadi antara laktosa dengan amin sekunder. Laktosa juga inkompatibel dengan asam amino, amfetamin, dan lisinopril (Rowe, R., 2009). Bentuk Bau Bobot Molekul Titik leleh Density Kelarutan MSDS, 2011) Sol gelatin 10% Gelatin berfungsi sebagai Coating agent; agen pembentuk film; gelling agent; suspending agent; pengikat pada tablet; agen peningkat viskositas. Gelatin larut dalam air hangat (> 30C). Bobot molekular gelatin yang ringan : padat (bubuk kristal putih) : tidak berbau : 360.31 g/mole : 214C (417.2F) : 1.525 (air = 1) : sebagian larut di air dingin, air panas (Lactose : Padat : Putih : 1.5 (air = 1)

Titik leleh : Decomposes. Kelarutan : tidak larut dalam air dingin, air panas (Amylum MSDS,

mampu meningkatkan disolusi dari sediaan oral. Gelatin adalah sebuah materi amfoter dan akan bereaksi dengan asam maupun basa. Gelatin juga sejenis protein, sehingga mempunyai karakteristik yang hampir sama dengan protein; misalnya gelatin akan terhidrolisis dengan kebanyakan sistem proteolitik untuk menghasilkan komponen asam amino. Gelatin juga bereaksi dengan aldehid dan gula aldehid, polimer anion dan kationik, elektrolit, ion logam, plastik, bahan pengawet, oksidator yang kuat, dan surfaktan. Gelatin dapat mengendap dengan alkohol, kloroform, eter, garam merkuri, dan asam tannic (Rowe, R., 2009). Bentuk Bau Warna Density MSDS, 2011) 2. Suppositoria Natrium Salisilat Formula : Natrium Salisilat Oleum cacao Cera flava PEG 6000 PEG 400 Natrium Salisilat Natrium salisilat mengandung tidak kurang dari 99,5% dan tidak lebih dari 100,5% C7H5NaO3, dihitung terhadap zat anhidrat. Natrium salisilat berbentuk serbuk mikrohablur atau amorf atau keping, tidak berwarna, atau merah muda lemah; tidak berbau atau bau khas lemah, dan dipengaruhi cahaya. Larutan segar (1 dalam 10) bereaksi netral atau asam terhadap : putih : 1.2 (air = 1) : padat (bubuk padat) : tidak berbau

Titik didih : Decomposition temperature: >100C (212F) Kelarutan :mudah larut di air panas. Tidak larut air dingin (Gelatin

lakmus. Mudah larut secara lambat dalam air dan dalam gliserin; sangat mudah larut dalam air mendidih dan dalam etanol mendidih; larut secara lambat dalam etanol (Dirjen POM,1995). Bentuk Bobot molekul Titik leleh Kelarutan Salisilat MSDS, 2011) Oleum Cacao Bentuk Warna Bau Density Kelarutan Cera flava Malam kuning adalah hasil pemurnian malam dari sarang madu lebah Apis mellifera Linne. Pemeriaannya berupa padatan berwarna kuning sampai coklat keabuan; berbau enak seperti madu. Agak rapuh bila dingin, dan bila patah membentuk granul, patahan non hablur. Menjadi lunak oleh suhu tangan. Bobot jenis kurang 0,95. Tidak larut dalam air; agak sukar larut dalam etanol dingin. Etanol mendidih melarutkan asam serotat dan sebagian dari mirisin, yang merupakan kandungan malam kuning. Larut sempurna dalam kloroform, dalam eter, dalam minyak lemak, dan dalam minyak atsiri. Larut sebagian dalam benzena dan karbon disulfida dingin; pada suhu lebih kurang 30 larut sempurna dalam benzena, dan karbon disulfida (Dirjen POM, 1995). Bentuk warna : padat : kuning : padat : putih : nyaris tidak berbau : 20 C 0,975 g/cm : tidak larut air (Oleum cacao MSDS, 2011) : Padat : 160.11 g/mole : Decomposes. : mudah larut di air dingin.Oleum cacao (Na-

Titik leleh : 18-36C

titik lebur : 61-66 C

density PEG 6000

: 20 C 0,85 g/cm3 (Cera Flava MSDS, 2011)

Massa putih seperti malam. Memiliki suhu lebur lebih kurang 61. Kekentalan larutan 25% pada suhu 20 lebih kurang 20 mm2/s. (Dirjen POM, 1995). Reaktif dengan alkali Bentuk : padat Titik didih : >150C (302F) Titik leleh : 35C (95F) - 37 C. Density 2011) PEG 400 Polietilen glikol 400 merupakan polimer dari etilen oksida dan air, dinyatakan dengan rumus H(O-CH2CH2)nOH, dengan rata-rata n antara 8,2 dan 9,1. Bentuknya cairan kental jernih, tidak berwarna atau praktis tidak tidak berwarna; bau khas lemah; agak higroskopik. Larut dalam air, dalam etanol, dalam aseton, dalam glikol lain dan dalam hidrokarbon aromatik; praktis tidak larut dalam eter dan dalam hidrokarbon alifatik. Bobot jenis 1,110 sampai 1,140. Suhu beku antara 4 dan 8. Keasaman dan kebasaan antara 4,5 sampai 7,5 (Dirjen POM, 1995). Reaktif dengan agen pengoksidasi, asam, dan basa. Bentuk Bau Bobot molekul Warna Titik leleh Density Kelarutan : jernih : 4C (39.2F) - 6 C. : 1.1254 (air = 1) : larut dalam air dingin, air panas. Mudah larut : cairan ( viscous) : tidak berbau : 400 (380 - 420) g/mole : 1.007 g/ml or 8.4 lbs./gal(air = 1) (PEG 6000 MSDS,

dalam hidrokarbon aromatis. Susah larut dalam hidrokarbon alifatik (PEG 400 MSDS, 2011)

1. Sediaan Liquid 1. Suspensi Sulfamerazine Formula : Sulfamerazine Asam sitrat CMC Na Metil paraben NaOH Sirupus simpleks Etanol Aqua Sulfamerazin Pemerian sulfamerazin ialah sebagai berikut serbuk atau hablur putih atau agak putih kekuningan; tidak berbau atau praktis tidak berbau; rasa agak pahit; stabil di udara, tetapi perlahan-lahan menjadi gelap pada pemaparan terhadap cahaya (DepkesRI, 1995). Sulfamerazin sangat sukar larut dalam air;agak sukar larut dalam aseton; sukar larut dalam etanol;sangat sukar larut dalam eter dan dalam kloroform (DepkesRI, 1995). Sifat fisiko-kimia sulfamerazin : Bentuk Bau Rasa Berat molekul Warna Titik didih Titik lebur : Solid. : tidak berbau : tidak memiliki rasa : 264.3 g/mol : tidak berwarna : Terdekomposisi : 236C (456.8F)

Asam sitrat Pemerian : hablur bening, tidak bewarna atau serbuk hablur granul sampai halus; putih ; tidak berbau atau praktis tidak berbau; rasa sangat asam. Bentuk hidrat mekar dalam udara kering. Kelarutan : sangat mudah larut dalam air; mudah larut dalam etanol; agak sukar larut dalam eter. Sifat fisiko-kimia :

Bentuk Bau Rasa Warna Titik didih Berat jenis Solubilitas

: solid : tidak berbau : asam : tidak berwarna : 153C (307.4F) : 1.665 (air = 1) : Mudah larut dalam air dingin, air panas di etil eter. Tidak larut dalam benzena

Berat molekul : 192.13 g/mol

Inkompatibilitas: reaktif dengan agen pengoksidasi dan pereduksi, besi, dan basa. CMC-Na Pemerian : serbuk atau granul, putih sampai krem; higroskopis Kelarutan : mudah terdispersi dalam air membentuk larutan koloidal; tidak larut dalam etanol, dalam eter dan dalam pelarut organik lainnya. Sifat fisiko-kimia : Bentuk Bau Warna : padat, serbuk padat : tidak berbau : tidak berwarna

Solubilitas

: Mudah larut dalam air dingin

Inkompatibilitas: reaktif dengan agen pengoksidasi. Metil paraben Pemerian : hablur kecil, tidak berwarna atau serbuk hablur, putih ; tidak berbau atau berbau khas lemah; mempunyai rasa terbakar. Kelarutan : sukar larut dalam air, dalm benzene dan dalam karbon tetraklorida; mudah larut dalam etanol dan eter. Sifat fisiko-kimia : Bentuk Bau Rasa Warna Titik didih Titik lebur Solubilitas : padat, kristal padat : tidak berbau : seperti terbakar : putih : 270C (518F) - 280 C : 131C (267.8F) : mudah larut dalam dietil eter, aseton, sangat sedikit larut dalam air dingin dan air panas. Inkompatibilitas: reaktif dengan agen pengoksidasi dan basa. NaOH Pemerian : putih atau praktis putih, massa melebur, berbentuk pellet, serpihan atau batang atau bentuk lain. Keras, rapuh dan menunjukan pecahan hablur. Bila dibiarkan di udara, akan cepat menyerap karbon dioksida dan lembab. Kelarutan : mudah larut dalam air dan dalam etanol. Sifat fisiko-kimia : Bentuk Bau Warna pH : padat : tidak berbau : putih : 13,5

Berat molekul : 152.15 g/mol

Berat molekul : 40 g/mol

Titik didih Titik lebur Berat jenis Solubilitas

: 1388C (2530.4F) : 323C (613.4F) : 2,13 (air = 1) : mudah larut air dingin pereduksi, asam, basa, dan kelembaban.

Inkompatibilitas: sangat reaktif dengan besi, agen pengoksidasi dan

Etanol Pemerian : cairan mudah menguap, jernih, tidak bewarna. Bau khas dan menyebabkan rasa terbakar pada lidah. Mudah menguap walaupun pada suhu rendah dan mendidih pada suhu 78 oC, mudah terbakar. Kelarutan : bercampur dengan air dan praktis bercampur dengan semua pelarut organic Sifat fisiko-kimia :

Bentuk Titik didih Titik lebur Berat jenis

: cairan : 193C (379.4F) : -84C (-119.2F) : 1.019 (air = 1)

Berat molekul : 120,15 g/mol

Tekanan uap : 0.2 mm of Hg (@ 20C) Kerapatan uap : 4.14 (Air = 1) Solubilitas : mudah larut air dingin

Aqua Pemerian : cairan jernih tidak bewarna , tidak berbau Sifat fisiko-kimia :

Bentuk pH Titik didih Berat jenis

: cairan :7 : 100C (212F) : 1 (air = 1)

Berat molekul: 18,02 g/mol

Tekanan uap : 2.3 kPa (@ 20C) Kerapatan uap : 0.62 (Air = 1)

c. Sediaan Semisolid 1. UNGUENTA ASAM SALISILAT Unguenta asam salisilat dengan formula asam salisilat, Vaseline, cera flava, PEG 400, PEG 4000. Asam Salisilat Sifat fisikokimia dari asam salisilat adalah sebagai berikut : Bentuk Bau Rasa Warna pH Titik leleh :: 159oC (318,2oF) : padat, kristal granul : tidak berbau : manis. Setelah dirasakan jadi pedas/tajam : putih

Titik lebur Titik didih Volatilitas Tekanan uap Densitas Uap Berat Molekul Kelarutan

:: 211C ::: 4,8 : 136,12 g/mol : larut dalam aseton, sebagian larut pada air

dingin, sangat larut pada air panas Suhu kritikal Ionisitas Polimerisasi Inkompatibilitas :::: reaktif dengan agen pengoksidasi

(oksidator) dan embun. Sangat reaktif dengan cahaya, embun, iodin,asetat yang lebih kuat (Salycylic Acid MSDS, 2011). Vaselin Sifat fisikokimia dari vaselin adalah sebagai berikut : Bentuk Bau Rasa Warna pH :: semisolid : karakteristik :: agak kuning

Titik leleh Titik lebur Titik didih Volatilitas Tekanan uap Densitas Uap Berat Molekul Kelarutan Suhu kritikal Ionisitas Polimerisasi Inkompatibilitas

:::::::: tidak larut dalam air. :::: reaktif dengan agen pengoksidasi

(oksidator) kuat, asam, dan basa (Vaselin MSDS, 2007).

Cera Flava Sifat fisikokimia dari cera flava adalah sebagai berikut : Bentuk Bau Rasa Warna : padat : lemah.beeswax :: kuning

pH Titik leleh Titik lebur Titik didih Volatilitas Berat Jenis Flash Point Kelarutan Suhu kritikal Ionisitas Polimerisasi Inkompatibilitas

:: 61-66oC :::: 0,85 g/cm3 : > 120oC : tidak larut pada air suhu 20oC ::::-

PEG 400 Sifat fisikokimia dari PEG 400 adalah sebagai berikut : Bentuk Bau Rasa Warna pH :: cair : berbau :: jernih

Titik leleh Titik lebur Titik didih Volatilitas Tekanan uap Berat Jenis Berat Molekul Kelarutan

: 4oC (39,2oF) ::::: 1,1254 : 400g/mol : larut dalam air dingin, hidrokarbon

aromatic, dan sedikit larut dalam hidrokatbon alifatis. Suhu kritikal Ionisitas Polimerisasi Inkompatibilitas :::: reaktif dengan agen pengoksidasi

(oksidator), asam, dan basa (PEG 400 MSDS, 2012).

PEG 4000 Sifat fisikokimia dari PEG 4000 adalah sebagai berikut : Bentuk Bau Rasa Warna : cair : berbau ringan :: jernih

pH Titik leleh Titik lebur Titik didih Volatilitas Tekanan uap Berat Jenis Berat Molekul Kelarutan alifatis. Suhu kritikal Ionisitas Polimerisasi Inkompatibilitas

::::::: 1,12 : 4000 g/mol : larut dalam air dingin, air panas,

hidrokarbon aromatic, dan sedikit larut dalam hidrokatbon

:::: reaktif dengan agen pengoksidasi

(oksidator), asam, dan basa (PEG 4000 MSDS, 2010). 2. EMULSI OLEUM ARACHIDIS Emulsi Oleum Arachidis dengan formula Oleum Arachidis, CMC Na, dan aquadest. Oleum Arachidis Sifat fisikokimia dari Oleum Arachidis adalah sebagai berikut : Bentuk : padat

Bau Rasa Warna pH Titik leleh Flash Point Titik didih Volatilitas Tekanan uap Berat Jenis Berat Molekul Kelarutan Suhu kritikal Ionisitas Polimerisasi Inkompatibilitas CMC Na

: tidak berbau :: putih : netral : 40oC : >100oC :::::: tidak larut dalam air ::::-

Sifat fisikokimia dari CMC Na adalah sebagai berikut : Bentuk Bau : padat : tidak berbau

Rasa Warna pH Titik leleh Titik lebur Titik didih Volatilitas Tekanan uap Berat Jenis Berat Molekul Kelarutan Suhu kritikal Ionisitas Polimerisasi Inkompatibilitas

:: putih ::::::::: mudah larut dalam air dingin :::: reaktif dengan agen pengoksidasi

(oksidator), beberapa garam. (PEG 400 MSDS, 2011).

Aquadest Sifat fisikokimia dari akuades adalah sebagai berikut. Bentuk Bau : cair : tidak berbau

Rasa Warna pH Titik leleh Titik lebur Titik didih Volatilitas Tekanan uap Kerapatan uap Berat Jenis Berat Molekul Kelarutan Suhu kritikal Ionisitas Polimerisasi Inkompatibilitas

: tidak berasa : tidak berwarna :7 ::: 100C (212F) :: 2.3 kPa (@ 20C) : 0.62 g/ml : 1 g/ml : 18.02 g/mol ::::: - (Water MSDS, 2012).

d. SediaanSteril 1. Theophylin Theophylin memiliki rumus kimia C7H8N4O2 masuk ke dalam kelompok unsur kimia yag disebut methylated xanthine. Unsur kimia ini

ditemukan di dalam teh, kopi, dan cokelat. Theophylin merangsang sistem saraf pusat dan jantung, merilekskan otot-otot halus, terutama otot-otot yang akan mengalami kejang selama terjadi serangan asma. Theophylin juga bekerja sebagai diuretik dan membantu menekan edema yang sering terjadi pada jaringan paru-paru yang meradang (Firshein, 2010). Pemerian theophylin adalah sebagai berikut. Serbuk hablur, putih; tidak berbau; rasa pahit; stabil di udara. Kelarutannya sukar larut dalam air, tetapi lebih mudah larut dalam air panas; mudah larut dalam larutan alkali hidroksida dan dalam amonium hidroksida; agak sukar larut dalam etanol, dalam kloroform dan dalam eter (Dirjen POM, 1995). Sifat fisikokimia dari theophylin adalah sebagai berikut. Bentuk Bau BM Warna Titik leleh Titik lebur Volatilitas : padat (kristal padat atau kristal serbuk) : tidak berbau : 180.17 g/mol : putih : 274.5C (526.1F) : 268C : tidak volatil (Theophylline MSDS, 2012)

Inkompatibilitas theophylin terjadi jika theophylin dicampur dengan asam askorbat, klorpromazin, kortikotropin, dimenhdrinat, epinefrin hidroklorida, eritromisin gluseptat, hidralazin, hidroksin hidroklorida, insulin, levorfanol tartrat, meperidin, methadon, natrium methisilin, morfin sulfat, norefinefrin bitartrat, oksitetrasiklin, papaverin-kalium penisilin G, natrium fenobarbital, natrium fenitoin, prokain, proklorferazin maleat, promazin, promethazin, tetrasiklin, vankomisin, dan vitamin B kompleks (www.drug.com).

2. Ringer Laktat Larutan ringer laktat terdiri dari Natrium laktat, NaCl, CaCl 2.2H2O, KCl dan akuades. Natrium laktat Sifat fisikokimia dari natrium laktat adalah sebagai berikut. Bentuk Bau Rasa Warna pH Titik didih Volatilitas : cair : tidak berbau : tidak berasa : putih : 5-7 : 109C : tidak volatil

Tekanan uap : 17.535 mmHg (@ 20C) (Air) Berat Jenis Kelarutan : 0.62 g/ml : larut dalam air dingin dan air panas, praktis tidak larut dalam kloroform, eter dan minyak

Inkompatibilitas: sangat reaktif dengan asam (Sodium Lactate MSDS, 2012)

NaCl Sifat fisikokimia dari NaCl adalah sebagai berikut.

Bentuk Bau Rasa Warna pH Titik leleh Titik didih Volatilitas Berat Jenis

: padat (serbuk kristal padat) : sedikit berbau : asin : putih : 7 (netral) : 801C (1473.8F) : 1413C (2575.4F) : tidak volatil : 2.165 g/ml

Berat Molekul: 58.44 g/mol Kelarutan : larut dalam air dingin dan air panas, larut dalam gliserol dan amoniak. Sangat sedikit larut dalam alkohol. Tidak larut dalam asam hidroklorat.

Inkompatibilitas: reaktif terhadap agen pengoksidasi, besi dan asam. Bereaksi keras degan litium (Sodium chloride MSDS, 2012). CaCl2.2H2O Sifat fisikokimia dari CaCl2.2H2O adalah sebagai berikut. Bentuk Bau Rasa Warna Titik didih : padat : tidak berbau : tidak berasa : putih : 175.5C (347.9F)

Berat Jenis

:0.835 g/ml

Berat Molekul: 147.01 g/mol Kelarutan : sangat larut dalam air dingin dan air panas, mudah larut dalam alkohol. Inkompatibilitas: reaktif terhadap besi dan asam. Bereaksi keras dengan asam borat, Kalsium Oksida,BrF3, asam 2-Furanpercarboxylic, Boron oksida, (Calcium Chloride Dihydrate MSDS, 2012). KCl Sifat fisikokimia dari KCl adalah sebagai berikut. Bentuk Bau Rasa Warna Titik leleh Titik didih Berat Jenis : padat : tidak berbau : asin : putih : 770C (1418F) : 1420C (2588F) :1.987 g/ml

Berat Molekul: 74.55 g/mol Kelarutan : sangat larut dalam air dingin dan air panas, mudah larut dalam alkohol Inkompatibilitas: reaktif terhadap agen pengoksidasi dan asam, inkompatibilitas dengan KMnO4, H2SO4, BrF3, and BrCl3. (Potassium Chloride MSDS, 2012). Akuades

Sifat fisikokimia dari akuades adalah sebagai berikut. Bentuk Bau Rasa Warna pH Titik didih : cair : tidak berbau : tidak berasa : tidak berwarna :7 : 100C (212F)

Tekanan uap : 2.3 kPa (@ 20C) Kerapatan uap: 0.62 g/ml Berat Jenis :1 g/ml

Berat Molekul: 18.02 g/mol (Water MSDS, 2012).

3. Solutio anti koagulan Solutio anti koagulan ini terdiri dari asam sitrat, natrium sitrat/sodium sitrat, glukosa, dan air. a. Asam sitrat Asam sitrat adalah asam organik yang dihasilkan dari jeruk dan buah-buahan lainnya yang berasa asam. Asam sitrat (C6H8O7) adalah komponen alami dan metabolit umum tumbuhan dan hewan. Asam sitrat adalah asam organik yang paling fleksibel dan banyak digunakan dalam makanan, minuman, deterjen dan obat-obatan. Karena fungsi dan penerimaan lingkungan digunakan dalam aplikasi industri dan penelitian banyak untuk buffering, penyesuaian pH, dan juga sebagai sumber energi untuk metabolisme bakteri dikendalikan. Dalam bidang farmasi, asam sitrat dapat berfungsi sebagai

Sequistering agent 0,3-2,0 %; larutan buffer 0,1-2,0 %; penimbul rasa pada sediaan cair 0,3-2,0 % (Sutresna,2007). Sifat fisikokimia dari asam sitrat adalah sebagai berikut: Bentuk Bau Rasa Warna pH Titik lebur : padat : tidak berbau : tidak berasa : putih : data tidaktersedia :135-152C

Tekanan uap : <0,1 hPa (@ 20C) (senyawaanhidrat) Densitas Kelarutan : 1,54 g/cm3 pada 20C : larut dalam air 1,630 g/l pada 20C

Inkompatibilitas: sangat reaktif denganlogam, oksidator, basa, reduktor (Asam sitrat MSDS,2010)

b. Natrium sitrat Natrium sitrat atau sodium sitrat ini adalah bentuk garam dari asam sitrat. Natrium sitrat ini merupakan suatu buffer penetralisir asam nonpartikulat. Natrium sitrat juga mempunyai aktifitas antikoagulan, membentuk suatu kompleks sitrat tak berdisosiasi, menjadikan kalsium tidak tersedia untuk mekanisme pembekuan (Omoigui,1997) Sifat fisikokimia dari natrium sitrat adalah sebagai berikut:. Bentuk : kristal

Warna Berat molekul pH c. Glukosa

: berwarna : 258-294 g/mole : 7-9 (Sodium sitrat MSDS,2012).

Glukosa / suatu gula monosakarida, adalah salah satu karbohidrat terpenting yang digunakan sebagai sumber tenaga bagi hewan dan tumbuhan. Glukosa merupakan salah satu hasil utamafotosintesis dan awal bagi respirasi. Bentuk alami (D-glukosa) disebut juga dekstrosa, banyak digunakan terutama pada industri pangan.Glukosa (C6H12O6, memiliki berat molekul 180.18) adalah heksosa-monosakarida yang mengandung enam atom karbon (Stansfield, 2003). Sifat fisikokimia dari glukosa adalah sebagai berikut: Bentuk Bau Rasa Warna pH Titik lebur Kelarutan : padat : tidak berbau : tidak berasa : tidakberwarna : 6-7 pada 100 g/l (20C) :83C : larut dalam air 1.000 g/l pada 20C (Glukosa MSDS,2012). d. Aqua Sifat fisikokimia dari akuades adalah sebagai berikut. Bentuk Bau : cair : tidak berbau

Rasa Warna pH Titik didih

: tidak berasa : tidak berwarna :7 : 100C (212F)

Tekanan uap : 2.3 kPa (@ 20C) Kerapatan uap: 0.62 g/ml Berat Jenis :1 g/ml

Berat Molekul: 18.02 g/mol(Water MSDS, 2012).

C. Analisis data Analisis Sediaan Solid (Tablet Parasetamol) Pada tablet Parasetamol dan suppositoria tidak terdapat inkompatibilitas. Pada tablet parasetamol bahan-bahan yang digunakan tidak akan meleleh saat dikeringkan pada suhu 60C karena bahan yang digunakan memiliki titik leleh yang tinggi. Pada pembuatan tablet, penuangan granul lewat tepi corong agar granul tidak meyumbat corong sehingga granul dapat mengalir. Analisis Sediaan Solid (Suppositoria) pada pembuatan suppositoria Na-Salisilat tidak ditemukan bahan yang inkompatibel satu sama lain. Cera flava dilelehkan dalam penangas air pada suhu sekitar 60C sesuai dengan titik leburnya. Natrium salisilat seuai dengan formulasi suppositoria ini karena mudah larut dalam oleum cacao. Analisis Suspensi Sulfamerazin Pada pembuatan suspensi sulfamerazin terdapat bahan formula yang inkompatibilitas. Berdasarkan Material Safety Data Sheet (MSDS) senyawa yang dapat mengalami inkompatibilitas antara lain adalah Asam Sitrat, NaOH, dan Metil Paraben.

Asam sitrat dan metil paraben inkompatibilitas dengan suatu basa, dalam hal ini adalah NaOH. Sedangkan NaOH inkompatibilitas dengan suatu asam, yaitu Asam sitrat. Namun hal ini dapat diatasi dengan cara pembuatan yang tidak langsung mencampurkan bahan yang inkompatibilitas. Pencampuran yang tidak langsung terdapat dalam metode presipitasi, dimana NaOH dicampurkan dengan sulfamerazin. Lalu metil paraben dicampurkan dengan etanol (sebagai pelarut). Tetapi pada metode dispersi dapat terjadi inkompatibilitas yaitu pada pencampuran NaOH dan asam sitrat kedalam suatu wadah. Hal ini mungkin dapat diatasi dengan mencampurkan NaOH terlebih dahulu dengan sulfamerazin, setelah itu baru ditambahkan dengan asam sitrat. Analisis Sediaan Semisolid Sediaan unguenta asamsalisilat, untuk bahan Vaseline, ceraflava, PEG 400, PEG 4000 reaktif dengan asam, padahal dalam formula ada asam salisilat tetapi menurut kami itu tidak menimbulkan inkompatibilitas yang berarti. Dan dalam pembuatan unguenta asam salisilat diharapkan dihindarkan dari cahaya karena hampir semua bahan reaktif dengan cahaya.Sedangkan untuk sediaan emulsi oleum arachidis tidak terjadi inkompatibilitas antar bahan sehingga bisa menjadi sediaan yang baik dan bagus. Analisis sediaan teofilin dan ringer laktat Pada sediaan teofilin dan ringer laktat tidak terdapat

inkompatibilitas. Semua formula dapat terlarut sempurna dalam solvent. Analisis sediaan solution antikoagulan Dilihat dari segi kelarutan semua formula bersifat kompatibel dengan pelarut yang akan digunakan yaitu air. Sehingga semua bahan akan dapat larut secara sempurna dalam solvent, dalam sediaan ini digunakan air.

DaftarPustaka Dirjen POM, 1995, Farmakope Indonesia, Edisi IV, Depkes RI, Jakarta, pp.48,63, 112, 175, 186, 511, 551, 589, 600, 649, 767, 783, 1193. Firshein, R. N., 2010, Langkah Revolusioner Sembuh dari Asma, PT Bentang Pustaka, Yogyakarta, p. 98. Rowe, R., 2009, Handbook of Pharmaceutical Excipients, 6th edition, Pharmaceutical Press, United Kingdom, pp. 278, 364, 685. MSDS Paracetamol MSDS amylum MSDS Lactose MSDS Natrium Salicylate MSDS Oleum Cacao

MSDS Cera flava MSDS PEG 6000 MSDS PEG 400 MSDS Theophylline MSDS Sodium Lactate MSDS Calcium Chloride Dihydrate MSDS Potassium Chloride MSDS Sodium Chloride MSDS Water MSDS Asamsitrat MSDS Natriumsitrat MSDS Glukosa MSDS Aqua Omoigui, Sota, 1997, BukuSaku Obat-Obatan Anestesia, Edisi II, EGC, Jakarta, p.341. Stansfield, W.D, 2003, Biologi Molekuler dan Sel, Erlangga, Jakarta, p.17. Sutresna,Nana, 2007, Cerdas Belajar Kimia, Jilid VI, Grafindo Media Utama, Bandung, pp.229,230.