Anda di halaman 1dari 9

OPERASI PLASTIK DAN REKONSTRUKSI WAJAH

Denisse Ch. Lampus S. Ked 080111315

Revisi bekas luka


Pertimbangan Umum
Proses penyembuhan bekas luka terbagi atas 3 tahap :

1. Fase Inflasmasi 2. Fase Proliferative 3. Fase Remodeling

Patogenesis
a. Faktor Genetika b. Penyeban Iatrogenik c. Bekas luka Hipertropik, Keloid, dan bekas luka yang melebar

Komplikasi
Komplikasi bekas luka terjadi berbeda-beda tergantung dari
metode yang digunakan. Ini termasuk infeksi lokal, perpindahan kulit, atau pengelopakan permukaan kulit, dan membekasan lebih jauh setelah revisi. Aktivasi viral dari virus herpes zoster adalah komplikasi potensial setelah pengikisan permukaan kulit atau pelaser-an permukaan kulit. Laser permukaan kulit juga dapat menyebabkan hyperpigmentasi pasca-inflammatory, yang bisa bertahan beberapa bulan. Metode peleburan dapat sampai pada lapisan reticular pada kulit dan dapat menyebabkan bekas luka membesar.

Perawatan
a. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7.
Tindakan non-operasi Perantara Intralesional Pengisi jaringan halus Pembungkusan silicon, hidrasi, dan kompresi Laser Pulsed-Dye Dermabrasi Peleburan dengan laser kamuflase

Perawatan
b. Pertimbangan Pra-Operasi

1. Ekspektasi pasien 2. Penempatan waktu dan perbaikan bekas luka 3. Analisis bekas luka

Perawatan
c. Langkah langkah operasi

1. 2. 3. 4. 5. 6.

Pemotongan primer dan penutupan garis lurus


W-Plasty Penutupan geometri garis putus-putus Z-Plasty Pencangkokan kulit Flaps

PROGNOSIS
Kebanyakan bekas luka dapat diperbaiki dengan menggunakan berbagai
variasi dari teknik perbaikan bekas luka. Perawatan luka sama pentingnya setelah perbaikan untuk mendapatkan hasil yang optimal. Bagaimanapun , sebuah bekas luka bisa memerlukan beberapa prosedur perbaikan sebelum hasil yang diinginka oleh pasien dapat tercapai. Kebutuhan akan beberapa ZGEERRRprosedur yang digunakan harus didiskusikan dengan pasien secara jelas

TERIMA KASIH