Anda di halaman 1dari 16

TEORI MOTIVASI BELAJAR

Oleh: 1102412043 1102412045 1102412046 1102412077

RISKI ANDIKA ANDREAS JOHAN TUA WINARDO SIHALOHO ABDURRAFI DINULLAH FARID PRASETYO ADI

MOTIVASI
Secara Etimologi

Berasal dari kata Latin motivus atau motum yang berarti menggerakkan atau memindahkan.
Lorens Bagus, dalam Kamus Filsafat

Mengartikan motivasi atau motif sebagai dorongan sadar dari suatu tindakan untuk merumuskan kebutuhan-kebutuhan tertentu manusia.
Secara Umum

Sering diartikan sebagai sesuatu yang ada pada diri seseorang yang dapat mendorong mengakstifkan, menggerakkan dan mengarahkan perilaku seseorang.

Lanjutan
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia

Motivasi sebagai usaha-usaha yang dapat menyebabkan seseorang atau kelompok orang tertentu tergerak melakukan sesuatu karena ingin mencapai tujuan yang dikehendaki atau mendapat kepuasan dengan perbuatannya.

DORONGAN MOTIVASI
Motivasi yang ada dalam diri manusia terdorong oleh karena adanya:
Keinginan untuk hidup Keinginan untuk memiliki sesuatu Keinginan akan kekuasaan Keinginan akan adanya pengakuan

Jadi, motivasi dapat diartikan sebagai dorongan atau keinginan yang dapat dicapai dengan perilaku tertentu dalam usahanya.

SEJARAH SINGKAT ABRAHAM MASLOW


Abraham Maslow dilahirkan pada tahun 1908 dalam keluarga imigran Rusia-Yahudi di

Brooklyn, New York.


Seorang yang pemalu, neurotik, dan depresif namun memiliki rasa ingin tahu yang besar dan

kecerdasan otak yang luar biasa. Dengan IQ 195, ia unggul di sekolah.


Filsuf yang dikagumi Abraham Maslow :Alfred North Whitehead, Henri Bergson, Thomas

Jefferson, Abraham Lincoln, Plato, dan Baruch Spinoza.

Maslow mempunyai prinsip bahwa sebelum mengerti penyakit mental, orang harus terlebih dahulu memahami kesehatan mental

Maslow mengembangkan teori tentang bagaimana semua motivasi saling

berkaitan yang disebut sebagai teorinyahirarki kebutuhan.


Hirarki Kebutuhan Maslow adalah teori motivasi dalam psikologi yang

berpendapat bahwa sementara orang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan dasar, mereka berusaha untuk memenuhi kebutuhan berturut-turut yang lebih tinggi dalam bentuk hirarki.

PIRAMIDA HIERARKI MASLOW

Lanjutan
Menurut Maslow, suatu kebutuhan hanya dapat dipuaskan bila kebutuhan yang pada tingkatan yang lebih rendah telah terpenuhi, yang diatur

dalam suatu hirarki yang disebut prepotensi.

Contoh:

Seseorang tak akan berhasil memenuhi kebutuhan aktualisasi diri (pengembangan diri) bila taraf pertama yang paling fundamental, yakni kebutuhan fisiologis (seperti makanan, minuman, dan sandang) tidak terpenuhi. Kebutuhan tersebut harus dapat dicapai agar kebutuhankebutuhan individu lainnya dapat dipuaskan, dan dimulai dari kebutuhan dasar (fisiologis).

Kebutuhan Fisiologis/ Dasar (Basic Needs)


Berada pada tingkat yang paling bawah

TINGKATAN KEBUTUHAN TEORI MASLOW

Terdapat kebutuhan yang bersifat fisiologis yang ditandai dengan kekurangan sesuatu dalam

tubuh orang yang bersangkutan.


Contoh dari kebutuhan Fisiologis ini adalah: Sandang / pakaian, pangan / makanan, papan /

rumah, dan kebutuhan biologis seperti buang air besar, buang air kecil, bernafas, seks, dan lain sebagainya.
Jika kebutuhan ini tidak dipenuhi dalam keadaan sangat ekstrim (misalnya: sangat kelaparan)

bisa manusia yang bersangkutan kehilangan kendali akan atas perilakunya sendiri (agresif, tidak malu, tidak punya pertimbangan pada orang lain, dan sebagainya) karena seluruh kapasitas manusia tersebut dikerahkan dan dipusatkan hanya untuk memenuhi kebutuhan dasarnya itu (menghilangkan rasa laparnya).

Kebutuhan Keamanan dan Keselamatan (Safety Needs)

TINGKATAN KEBUTUHAN TEORI MASLOW

Kebutuhan ini dikategori sebagai kebutuhan akan kemantapan, perlindungan, kebebasan dari

rasa takut, cemas dan kekalutan, kebutuhan akan struktur, ketertiban, hukum, batas-batas, dan sebagainya.
Kebutuhan akan rasa aman dan keselamatan inilah yang mendorong manusia membuat

peraturan, undang-undang, mengembangkan kepercayaan, membuat sistem asuransi, pensiun, dan sebagainya.
Menurut Maslow, sama halnya dengan basic neeeds, ketidakterpenuhan akan safety needs

ini akan mempengaruhi pandangan seseorang tentang dunianya dan pada gilirannya akan cenderung kearah yang makin negatif.

Kebutuhan Sosial (Social Needs)

TINGKATAN KEBUTUHAN TEORI MASLOW

kebutuhan sosial yang mencakup kebutuhan akan rasa memiliki-dimiliki, saling percaya,

cinta, dan kasih sayang (belongingness and love needs) akan menjadi motivator penting bagi perilaku.
Orang di posisi kebutuhan ini bahkan mungkin telah lupa bahwa tatkala masih memuaskan

kebutuhan akan makanan, ia pernah meremehkan cinta sebagai hal yang tidak nyata, tidak perlu, dan tidak penting. Sekarang ia akan sangat merasakan perihnya rasa kesepian itu, pengucilan sosial, penolakan, tiadanya keramahan, dan keadaan yang tak menentu.
Maslow tidak menyamakan cinta dengan seks (yang merupakan kebutuhan fisiologis).

Menurutnya seks merupakan cara untuk mengekspresikan kebutuhan akan cinta.


Maslow menyebutkan bahwa kegagalan untuk memuaskan kebutuhan akan cinta merupakan

penyebab dasar dari ketidakmampuan menyesuaikan diri secara emosional.

Kebutuhan Penghargaan

TINGKATAN KEBUTUHAN TEORI MASLOW

Menurut Maslow, semua orang dalam masyarakat (kecuali beberapa kasus yang patologis)

mempunyai kebutuhan atau menginginkan penilaian terhadap dirinya yang mantap, mempunyai dasar yang kuat, dan biasanya bermutu tinggi, akan rasa hormat diri atau harga diri (estem needs).
Karenanya, Maslow membedakan kebutuhan ini menjadi kebutuhan akan penghargaan secara

internal dan eksternal. Internal : mencakup kebutuhan akan harga diri, kepercayaan diri, kompetensi, penguasaan, kecukupan, prestasi, ketidaktergantungan, dan kebebasan (kemerdekaan). Eksternal : menyangkut penghargaan dari orang lain, prestise, pengakuan, penerimaan, ketenaran, martabat, perhatian, kedudukan, apresiasi atau nama baik.

Kebutuhan Aktualisasi Diri

TINGKATAN KEBUTUHAN TEORI MASLOW

Menurut Maslow, setiap orang harus berkembang sepenuh kemampuannya. Kebutuhan manusia untuk bertumbuh, berkembang, dan menggunakan kemampuannya

disebut Maslow sebagai aktualisasi diri (self actualization).


Maslow juga menyebut aktualisasi diri sebagai hasrat untuk makin menjadi diri sepenuh

kemampuan sendiri, menjadi apa menurut kemampuan yang dimiliki. Kebutuhan akan aktualisasi diri ini biasanya muncul setelah kebutuhan akan cinta dan akan penghargaan terpuaskan secara memadai.

Lanjutan
Menurut Maslow orang dewasa secara normal memuaskan kira kira 85% kebutuhan

fisiologis, 70% kebutuhan rasa aman, 50% kebutuhan untuk memiliki dan mencintai, 40% kebutuhan harga diri serta 10% kebutuhan aktualisasi diri.
Pernyataan tersebut cukup logis karena rata rata orang lebih termotivasi memenuhi

kebutuhan yang sifatnya tidak bisa ditunda tunda lagi seperti makan, minum dan kebutuhan fisiologisnya. Sementara kebutuhan lainya masih bisa ditunda.
Ada 2 tingkat jenis kebutuhan umum yang disusun oleh Maslow 1. Kebutuhan order rendah yang mencangkup kebutuhan fisiologis dan keamanan 2. Kebutuhan order tinggi yang mencangkup kebutuhan sosial, penghargaan dan

aktualisasi diri

PRO DAN KONTRA TEORI ABRAHAM MASLOW


Sejumlah kalangan melihat bahwa teori Maslow, kendati tampak sah bagi banyak orang, namun

masih harus dibuktikan secara empiris. Dalam kenyataannya, sulit sekali untuk memisahkan dan mengukur kebutuhan itu. Urutan hirarki spesifik tidak sama bagi semua orang. Juga tidak ada penjelasan kapan suatu kebutuhan sudah cukup terpenuhi. Dan mungkin ada beberapa kebutuhan yang dominan dalam diri seseorang pada saat yang sama.
Patut disayangkan bahwa bagian terbesar dari hasil-hasil riset tersebut dicapai dari studi-studi

yang tidak menguji teori Maslow secara tepat. Evaluasi di atas menunjukkan sejumlah keterbatasan yang lumrah pada suatu teori ilmiah.
Tidak jarang terjadi, dalam banyak kasus penelitian, teori yang baik gagal dibuktikan karena

metode dan aplikasi riset yang buruk. Tidak adanya keberhasilan sering disebabkan oleh salah pengertian teori, atau penerapan buruk konsep motivasi yang baik.

PRO DAN KONTRA TEORI ABRAHAM MASLOW


Tetapi untuk para penganut aliran ini berpendapat bahwa sebenarnya tesis yang Maslow

ungkapkan harus dipertimbangkan dengan beberapa pertimbangan lagi yaitu


Karena teori ini merupakan sebuah teori umum maka jika kita terapkan pada masyarakat

tertentu akan menimbulkan beberapa pengecualian.


Suatu tindakan jarang sekali dimotivasi oleh sebuah kebutuhan tunggal dan setiap tindakan

cenderung disebabkan oleh berbagai macam kebutuhan Namun disisi lain tidak selamanya kebutuhan-kebutuhan tersebut saling menimbulkan reaksi dan tujuan yang sama.
Karena sikap dan kepribadian Manusia yang berbeda menyebabkan sulit ditebak rasa inginnya.

Jika ia tidak berminat tentang sesuatu pada waktu dekat ini bukan berarti ia tidak menginginkannya dimasa depan.