Anda di halaman 1dari 18

PENYAKIT PRION

TROPIK INFEKSI ILMU PENYAKIT DALAM 1

PENYAKIT PRION = Transmissible spongioform Encephalitis (TSE) Suatu peny infeksi neurodegeneratif fatal Causa: efek toksik protein neuron (prot prion PrPc dan PrPsen) yg malami perubahan struktur jd abnormal tdk memiliki asam nukleat Tmsk peny infeksi ok dpt ditularkan ke orang lain / spesies lain (binatang) Penularan secara iatrogenik, berupa: transplantasi, obat-obat, kontaminasi alat kesehatan, konsumsi daging hewan penderita, transfusi, hematogen Dpt timbul sporadik ok mutasi gen pd pengkode prot prion (gen PNRP)
2

PRION NORMAL & ABNORMAL

Manifestasi klinis pd hewan: (mamalia)


Scraple, Transmission Milk Encephalopaty (TME), Chronic Wasting Disease (CWD), Bovine Spongioform Encephalopathy (BSE), Exotic ungulate encephalopathy.

Pada manusia manifestasi peny prion:


Creutzfeld-Jacob Disease (CJD) Gertsmann-Straussler Scheinker Syndrome (GSS) Fatal Familial Insomnia (FFI) Kuru
4

Bovine Spongioform Ensephalopathy = Mad cow disease = sapi gila (1985, Inggris) Hewan sulit dikendalikan, tdk dpt berdiri & berjalan, ketakutan, agresif kesulitan nafas + Etiologi dan Patogenesis Causa: agen infeksius berupa protein PRION (Proteinaceous Infection Particles) Protein Normal = Protein for cellular (PrPc atau PrPsen) Pada penyakit prion Terjadi perubahan mjd PrPres yg resisten thd degradasi enzim proteinase K Bila akumulasi di neuron kerusakan neuron Akumulasi tu pd lisosom & vakuola sitoplasma jar otak 5

Protein PrPres kontaminasi daging hewan manusia yg mkonsumsi dpt tertular Mekanisme perjalanan spi ke otak msh blm jelas Manifestasi Penyakit Prion pada Manusia 1. Creutzfeld Jacob Disease (CJD) Plg sering pd manusia 1/ 1 jt penduduk Dibagi menjadi: Sporadic CJD 85 -95% sr kasus CJD Onset penyakit pd usia 16 82 thn Diduga ok mutasi genetik spontan
6

New Variant CJD (nvCJD) Gejala awal: gangguan psikiatri Onset pd usia 16 41 (rata: 29 th) Penularan diduga ok Konsumsi daging tkontaminasi Transfusi darah Iatrogenik CJD Terapi growth hormon & gonadotropin kel pituitari ggan cerebral fatal dg demensia Usia 4-30 th < 1% dari CJD Transplantasi kornea, hepar, elektrode encephalogram terkontaminasi, bedah syaraf Masa inkubsi ditentukan titer inokulum & tempat inokulum
7

Familial CJD Sangat jarang (10-15%); bsifat genetik Diturunkan autosom dominan

Gambaran Klinis CJD Gejala prodormal Tdk spesifik: kelemahan umum, ggan tidur, BB turun, nyeri kepala Defisit fungsi kortikal progresif: Kehilangan memori, ggan pengambilan keputusan, ggn fg intelektual, ggan visual, ggan kordinasi Disfungsi ekstrapiramidal: Rigiditas, mask like face, gerakan koreoatetoid 8

Gejala piramidal ringan: Kejang, hiperestesia, atrofi optik Mioklonus: (gerakan involunter) Pd 90% kasus CJD Tetap terjadi selma pasien tidur Pencetus: suara keras, cahaya terang Beda gejala sCJD dan nvCJD sCJD: Gejala menonjol mioklonus & demensia nvCJD Gejala afektif yg menonjol: disforia, iritabilitas, ansietas, apatis, insomnia, ggn fg sosial sering dirujuk ke psikiater Ggan sensorik: nyeri, parestesi, disestesia wajah, tangan & kaki Mioklonus & demensia baru timbul pada fase lanjut
9

Diagnosis CJD

Anamnesis:
Riwayat keluarga dg peny serupa Riwayat transplantasi organ Riwayat tindakan bedah saraf

Pemeriksan fisik:
Demensia, mioklonus, tanpa demam Gejala psikiatrik pd awal penyakit disertai demensia pd fase lanjut nvCJD

Pemeriksaan penunjang:
Hematologi, pungsi lumbal, CT scan, MRI, EEG, biopsi jar 10 otak & jar limforetikuler, analisa genetik

Hematologi: Leuko, hitung jenis, LED Normal CT-scan dpt normal atau atrofi kortikal MRI: peningkatan intensitas ganglia basalis tdk spesifik/sensitif EEG: awal fase N, pd tahap lanjut voltase meninggi, repetitif, gel polifasik tajam khas CJD kec nvCJD Pungsi lumbal: analisa LCS aseluler, glu & prot N Biopsi otak post mortem: pemrx plg spesifik CJD
Diagnosa banding CJD: Alzheimers; Vaskulitis intrakranial Neurosifilis; Tumor intrakranial Intoksikasi litium; Intoksikasi bismuth Demensia kompleks pd AIDS
11

2. Penyakit Kuru Penyakit Prion pd populasi terisolasi di New Guinea tu wanita dewasa & anak, pria dws hy 2% Insidensi 1% populasi Masa inkubasi: 4 30 thn Penyebaran: ritual kanibalisme mkn otak keluarga

Gambaran klinik: Gejala Prodormal: Nyeri kepala, nyeri tungkai, nyeri tlg, diplopia Gejala utama: Ataksia cereberal progresif, tremor, gerak involunter spt khorea atetotik, myoclonik jerk, fasikulasi 12

Gejala lain: Gerakan ekstraokuler & ggan ekspresi emosi, strabismus, hipotonus, kelemahan otot tanpa paralisis/ggan sensoris
Tahap akhir: Perburukan demensia & disfg kortikal: grasp refleks & primitif snout refleks Pem histologi otak: Hilangnya sel neuron & astrogliosis akumulasi PrP Pembtkn plak PrP tu pd lap granular serebelum tersusun unisentrik
13

3. Gertsmann Strawsler Scheinker Syndrome (GSSS) Penyakit prion herediter autosom dominan Jarang dijumpai 1-10 kasus/ 1 milyar populasi/thn Onset peny: usia muda, rerata 43 thn 24 66 thn Gejala klinis: Gejala menonjol: Ataksia Fase lanjut: demensia global Gejala lain: ggan serebelar inkordinasi, sulit bjln, dismetria, tremor, nistagmus, disartria Perjalanan peny lbh lambat dp CJD CT scan: atrofi serebelar & batang otak PA: plak amyloid di seluruh otak tu di serebelum
14

4. Fatal Familial Insomnia Penyakit prion herediter autosomal dominan Onset pd usia pertengahan 35 61 thn, rerata durasi peny 13 bl Gejala: Insomnia progresif (tak respon thd diazepam & barbiturat) Disautonomia/hiperaktivitas simpatik ( hipertermia, hiperhidrosis, takikardia, hipertensi) Gangguan motorik: ataksia, mioklonus, spastik, hiperefleksia, disaartria, demensia pd fase terminal Gangguan status mental:Halusinasi, delirium, konvusi, defisitr memori, ggan hormonal tu kortisol meningkat
Patologi: sel-sel saraf hilang & gliosis nukleus ventral anterior & mediodorsal, serebelum & korteks cerebri 15

Pencegahan Protein prion resisten thd tekniksterilisasi & dekontaminasi konvensional (deterjen, klorida dioksid, alkohol KMNO4, aldehid, radiasi UV) Dpt dirusak dg: membakar pd 10000C, autoclav standar 1340C 1jam. Sodium klorida konsentrasi tinggi 5mnt dg direbus Larutan hipoklorid konsentrasi tinggi 1 jam Guanidin thiosianat > 3 M sbg disinfektan Hidari kontaminasi dg: Jaringan otak, transplantasi organ, growth hormon dr kadaver, tindakansterilisasi alat bedah dg adekuat
16

Penatalaksanaan Blm ada cara efektif utk penyembuhan Pengembangan terapi: Kina & chlorpromazin Polianion, sulfonated dyes, tetrapyroles, antibiotik polyene, branched polyamins, dll penggunaan antibodi Penting terapi suportif: Perawatan pasien, terapi okupasional, nutrisi adekuat, fisioterapi, terapi bicara, terapi bahasa Persiapan keluarga pasien: ok adanya perubahan TL, inkontinensia, sulit menelan, berkominikasi, koma, +
17

Prognosis

Semua penyakit prion sangat progresif dan fatal


Pasien sCJD + dlm 1 thn sejak G/ pertama muncul nvCJD perjalanan peny lbh lambat + antara 7 22 bln Peny prion genetik dpt bertahan spi 20 thn Penyakit kuru dpt bertahan spi 3 thn

18