Anda di halaman 1dari 34

KATA PENGANTAR Puji syukur penyusun panjatkan ke hadirat Allah Subhanahu wataala, karena berkat rahmat-Nya kami dapat

menyelesaikan resume yang berjudul Perkembangan Kematangan dan Perbedaan Individual Peserta Didik. Resume ini diajukan guna memenuhi tugas mata kuliah Perkembangan Peserta Didik Kami mengucapkan terima kasih kepada Ibu pembimbing Dra. Hj. Dewi Astenia, M. Ed. sehingga makalah ini dapat diselesaikan sesuai dengan waktunya. Resume ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kami mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi kesempurnaan makalah ini. Semoga resume ini memberikan informasi bagi semua pada umumnya dan bermanfaat untuk pengembangan ilmu pengetahuan bagi mahasiswa pada khususnya.

Palembang, 14 Oktober 2011 Penyusun

Perkembangan Kematangan dan Perbedaan Individual Peserta Didik


Perkembangan dan Pertumbuhan
Banyak orang menyatakan bahwa perkembangan dan pertumbuhan itu sama. Tetapi pada dasarnya keduanya berbeda. Meski memiliki hubungan yang saling terkait, keduanya dapat dipisahkan, tetapi tidak dapat berdiri sendiri. Pengertian perkembangan menunjukkan pada suatu proses ke arah yang lebih sempurna dan tidak begitu saja dapat diulang kembali. Perkembangan menunjuk pada perubahan yang bersifat tetap dan tidak diputar kembali. Dalam perkembangan tidaklah terbatas pada pengertian pertumbuhan yang semakin membesar, melainkan di dalamnya juga terkandung serangkaian perubahan yang berlangsung secara terus-menerus dan bersifat tetap dari fungsi-fungsi jasmaniah dan rohaniah yang dimiliki individu menuju ke tahap kematangan melalui pertumbuhan, pemasakan dan belajar. Perkembangan itu bergerak secara berangsurangsur tetapi pasti, melalui suatu bentuk/tahap kebentuk/tahap berikutnya, yang kian hari kian bertambah maju, mulai dari masa pembuahan dan berakhir dengan kematian. Dalam perkembangan mengacu pada fisik maupun psikis, bersifat evolusi dan involusi, dan terjadi sepanjang hayat. Manusia adalah mahluk yg berdimensi biopsikososiospiritual. Sejak masih dlm kandungan, manusia merupakan kesatuan psikofisis yg terus mengalami pertumbuhan & perkembangan. Pertumbuhan & perkembangan merupakan sifat kodrat manusia yg hrs mendapat perhatian secara seksama.

Berikut ini pengertian pertumbuhan menurut beberapa ahli:


AHMAD THANTHOWI (1993) pertumbuhan sebagai perubahan jasad yg meningkat dlm ukuran (size) sebagai akibat dari adanya perbanyakan sel-sel. A.E.SINOLUNGAN (1997) pertumbuhan menunjuk pd perubahan kuantitatif, dpt dihitung/diukur seperti panjang /berat tubuh.

C.P.CHAPLIN (2002) suatu pertambahan / kenaikan dlm ukuran dari bagian tubuh/organisme sebagai suatu keseluruhan. Jadi pertumbuhan dlm konteks perkembangan merujuk pd perubahan yg bersifat kuantitatif, yaitu peningkatan dlm ukuran & struktur (pertumbuhan kaki kepala jantung paru-paru, dsb) WERNER Pertumbuhan merupakan perubahan secara fisiologis sebagai hasil proses pematangan fungsi-fungsi fisik yang berlangsung secara normal pada anak yang sehat pada waktu yang normal. Drs. H. M. ARIFIN, M. Ed. Pertumbuhan merupakan suatu penambahan dalam ukuran bentuk, berat atau ukuran dimensif tubuh serta bagian-bagiannya. GUT WINDARSIH dan ROHANA KUSUMAWATI Pertumbuhan merupakan bertambahnya ukuran(volume,massa, dan tinggi) pada makhluk hidup yang bersifat kuantitatif dan irreversible. PERTUMBUHAN lebih cenderung menunjuk pd kemajuan fisik/pertumbuhan tubuh yg melaju sampai pd suatu titik optimum dn kemudian menurun menuju keruntuhannya. Dari beberapa pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa: Pertumbuhan adalah perubahan-perubahan individu yang bersifat kuantitatif (peningkatan dalam ukuran dan struktur), perubahan melaju sampai pada suatu titik optimum kemudian menurun menuju pada keruntuhan. Dalam pertumbuhan hanya mengacu pada fisik atau tubuh, hanya terbatas pada sifat evolusi dan hanya pada batas waktu tertentu.

Berikut pengertian perkembangan menurut beberapa ahli:


SANTROCK USSEN (1992) Perkembangan merupakan pola perkembangan individu yang berawal pada masa konsepsi dan berlanjut sepanjang hayat dan bersifat involusi.

E. B. HURLOCK Perkembangan merupakan serangkaian perubahan progresif yang terjadi sebagai akibat dari proses kematangan dan pengalaman, dan terdiri atas serangkaian perubahan yang bersifat kualitatif dan kuantitatif. Drs. H. M. Arifin, M. Ed Perkembanagn merupakan perubahan-perubahan dalam bentuk bagian tubuh dan integrasi dan hanya dapat dilihat gejala-gejalanya. GUT WINDARSIH dan ROHANA KUSUMAWATI Perkembangan merupakan proses menuju keadaan yang lebih dewasa bersifat kualitatif. WERNER (1957) Perkembangan sejalan dengan prinsip orthogenetis, bahwa perkembangan berlangsung dari keadaan global dan kurang berdiferensiasi sampai ke keadaan diman diferensiasi, artikulasi, dan integrasi meningkat secara bertahap. NAGEL (1957) Perkembangan merupakan pengertian dimana stuktur yang terorganisasi dan mempunyai fungsi-fungsi tertentu, oleh karena itu bilamana terjadi perubahan stuktur baik dalam organisasi maupun dalam bentuk, akan mengakibatkan perubahan fungsi. SCHNEIRLA (1957) Perkembangan adalah perubahan-perubahan progresif dalam organisasi organisme, dan organisme ini dilihat sebagai sistem adaptif sepanjang hidupnya. SPIKER (1966) Perkembangan berhubungan dengan dua hal yaitu: Ortogenetik, yang berhubungan dengan perkembangan sejak terbentuknya individu yang baru dan seterusnya sampai dewasa. Filogenetik, yakni perkembangan asal-usul manusia sampai sekarang ini.

LIBERT, PAULUS, dan STRAUSS (Singgih,1990:31) Perkembangan adalah proses perubahan dalam pertumbuhan pada suatu waktu sebagai fungsi kematangan dan interaksi lingkungan.

MONKS (1984) Perkembangan dapat dilukiskan sebagai suatu proses yang kekal dan tetap menuju ke arah suatu organisasi pada tingkat integrasi yang lebih tinggi, berdasarkan proses pertumbuhan,kemetangan dan belajar. PERKEMBANGAN *merupakan suatu deretan perubahan-perubahan yg tersusun & berarti, yg berlangsung pd individu dlm jangka waktu tertentu. * lebih menunjuk pd kemajuan mental/perkembangan rohani yg melaju terus sampai akhir hayat. *merupakan proses yg sifatnya menyeluruh/holistic mencakup proses biologis kognitif -& psikososial. Perkembangan adalah serangkaian perubahan individu yang berlangsung secara teratur/terarah dan bersifat tetap,perubahan dari fungsi-fungsi jasmaniah dan rohaniah menuju ke tahap kematangan melalui pertumbuhan, pemasakan dan belajar. Perkembangan menunjukan hubungan nyata antara perubahan yang terjadi dan yang telah mendahului atau yang akan mengikutinya.Perkembangan menghasilkan bentukbentuk dan ciri-ciri kemampuan baru. Dengan demikian, perkembangan lebih menunjuk pada kemajuan mental dan perkembangan rohani, sedangkan pertumbuhan lebih cenderung menunjuk pada kemajuan fisik atau pertumbuhan tubuh yang melaju sampai pada suatu titik optimum dan kemudian menurun menuju pada keruntuhannya. Pandangan tradisional terhadap perkembangan lebih ditekankan pd: 1). Kematangan 2) pertumbuhan 3) perubahan yg ekstream selama masa bayi anakanak & remaja. Sementara perubahan selama masa dewasa & penurunan pd usia lanjut kurang mendapat perhatian. Pandangan kontemporer tentang perkembangan manusia menekankan pd perkembangan rentang hidup (life-span), yakni perubahan yg terjadi selama rentang kehidupan mulai dari konsepsi ->meninggal. Jd perkembangan merupakan proses yg sifatnya holistic/menyeluruh; mencakup proses biologis kognitif & psikososial.

Perkembangan sebagai Proses Holistik


Perkembangan sebagai proses holistik artinya bahwa perkembangan merupakan proses yang sifatnya menyeluruh yaitu perkembangan itu tidak hanya dalam satu aspek melainkan melibatkan keseluruhan aspek baik secara fisik maupun psikis yang saling terjalin satu sama lain. Proses perkembangan individu dapat dikelompokkan ke dalam tiga domain diantaranya ialah proses biologis, kognitif, dan psikososial (Santrock dan Yussen,1992;Seifert & huffnung,1991). Untuk dapat membedakan antara ketiganya yaitu:

a. Proses Biologis Mencakup perubahan-perubahan dalam tubuh individu seperti pertumbuhan otak, otot, struktur tulang dan sebagainya. Sebagai contoh ialah bayi yang semula lahir dengan tinggi 45cm dan berat 3 kg dengan seiring berjalannya waktu dengan bertambahnya usia menjadi 18 tahun tinggi dan beratnya menjadi 170cm dan 50kg. b. Proses Kognitif Melibatkan perubahan dalam kemampuan dan pola berfikir, kemahiran bahasa, dan cara individu memperoleh pengetahuan dari lingkungannya. Sebagai contoh ialah anak pada usia SD belum bisa berenang, namun setelah SMA ia menjadi pandai berenang karena sudah mendapatkan pelajaran Olahraga yaitu kususnya berenang dari SMP samapai SMA. c. Proses Psikososial Melibatkan perubahan dalam aspek perasaan, emosi, dan kepribadian individu serta cara yang bersangkutan dengan orang lain. Sebagai contoh diantaranya mengikuti organisasi di masyarakat, perilaku agresif anak terhadap teman

sepermainan, rasa percaya diri anak tampil di depan umum, sikap sopan santun dan disiplin Proses-proses biologis, kognitif, dan psikososial saling mempengaruhi. Misalnya, anak yang mengalami kelainan dalam organ suara dapat mengalami keterlambatan dalam perkembangan bahasa dan juga dapat mengalami keterlambatan perkembangan psikososial.

Ciri Perkembangan :
Seumur hidup (life-long) tdk ada periode usia yg mendominasi perkembangan. Multidimentional terdiri atas biologis kognitif sosial; bahkan dlm satu dimensi terdapat banyak komponen mis: inteligensi :-inteligensi abstrak, inteligensi non verbal, inteligensi sosial dsb. Multidirectionalbeberapa komponen dari suatu dimensi dpt meningkat dlm pertumbuhan, sementara komponen lain menurun;mis: orang dewasa tua dpt semakin arif tp kecepatan memproses informasi lebih buruk. Lentur (plastis) bergantung pd kondisi kehidupan individu. Secara rincinya bila dilihat dari fisik & psikhis: o Terjadi perubahan : fisik: perubahan tinggi/berat badan/organ-organ tbuh lain : psikhis: bertambahnya perbendaharaan kata matangnya kemampuan berpikirmengingat& menggunakan imajinasi kreatifnya o Perubahan dlm proporsi fisik: proporsi tubuh berubah sesuai dng fase perkembangannya ; psikis : perubahan imajinasi dr fantasi ->realitas, perhatiannya dr dirinya sendiri -> orang lain/klmp teman sebaya. o Lenyapnya tanda-tanda lama fisik : lenyapnya kelenjar thymus (kelenjar kanak-2) yg terletak pd bagian dada, kelenjar pineal pd bag. bawah otak , gigi susu & rambut2 halus ; psikhis: masa mengoceh/meraban-gerak gerik kanak2/merangkak-perilaku impulsive (dorongan untk bertindak sebelum berpikir)

o Diperoleh tanda2 baru fisik: pergantian gigi-karakteristik seks pd usia remaja:sekunder:perubahan anggota tubuh & primer:menstruasi/mimpi basah ; psikis: rasa ingin tahu terutama yg berhubungan dng ilmu pengetahuan, seks, nilai moral,keyakinan beragama.

Prinsip-prinsip Perkembangan :
Proses yg tdk pernah berhenti/never ending process terus menerus berkembang/berubah dipengaruhi pengalaman/belajar sepanjang hidup sejak masa konsepsi ->tua/mencapai kematangan. Saling mempengaruhi setiap aspek perkemb baik fisik-emosi-inteligensi-sosial; satu sama lain saling mempengaruhi & ada korelasi yg positif antar aspek tsb Mengikuti pola/arah tertentu tiap thap merupakan hasil perkembangan tahap sebelumnya yg merupakan prasyarat bagi perkembangan selanjutnya Terjadi pd tempo yg berlainan ada yg cepat ada yg lambat Individu normal akan mengalami fase perkembangan : bayi -> kanak-kanak -> anak -> remaja -> dewasa -> masa tua. Punya ciri khas sampai usia 2 th memusatkan untk mengenal lingkunganmenguasai gerak fisik-belajar bicara ; usia 3-6 th perkemb. dipusatkan menjadi manusia sosial.

Pentingnya Memahami Perkembangan Anak :


Masa anak periode perkemb. Yg cepat & perubahan terjadi dlm banyak aspek perkembangan. Pengalaman masa kecil mempunyai pengaruh yg kuat bagi perkembangan selanjutnya Pengetahuan tentang perkembangan anak dpt membantu mengembangkan diri & memecahkan masalah yg dihadapi Memahami factor-faktor yg mempengaruhi perkemb. Anak dpt:

o mengantisipasi berbagai upaya untk memfasilitasi perkemb baik di lingkungan keluarga sekolah masyarakat o mencegah berbagai kendala/factor-faktor yg akan meracuni perkemb anak

Fase-fase Perkembangan
Pengertian fase perkembangan adalah penahapan/pembabakan rentang perjalanan kehidupan yg diwarnai cirri-ciri khusus/pola-pola tingkah laku tertentu Berdasarkan Analisis Biologis: o ARISTOTELES sejak anak dewasa terjadi dlm 3 tahap:,dn didasarkan pd gejala dlm perkemb.fisik Tahap I : dari 0,0-7,0 th -> masa anak kecil/masa bermain Tahap II : dari 7,0 14,0 th ->masa anak, masa sekolah rendah Tahap III: dari 14,0 21,0th -> masa remaja/pubertas

Antara tahap I dn II dibatasi dng pergantian gigi & antara tahap II ke III ditandai dng mulai berfungsinya organ-organ seksual. o ELIZABETH HURLOCK Tahap I :Fase Prenatal mulai masa konsepsi proses kelahiran (9bln/280 hari). Tahap II : Infancy (orok) mulai lahir-usia 10/14 hari. Tahap III: Babyhood (bayi) mulai 2 minggu 2 th. Tahap IV: Childhood (kanak-kanak) mulai 2 th masa remaja. Tahap V Adolesence/puberty a. Pre Adolosence ummnya wanita 11/13 th, pria lebih lambat b. Early Adolesence ->usia 16 17 th c. Late Adolosence ->sampai usia kuliah di PT Berdasarkan Dedaktis : o COMENIUS pendidikan yg lengkap berlangsung dlm 4 jenjang: a. Sekolah ibu (scola maternal) usia 0,0 6,0 th b. Sekolah bahasa ibu (scola vernaculan) usia 6,0 12,0 th

c. Sekolah latin (scola Latina) usia 12,0 18,0 th d. Akademi (academica)usia 18,0 24,0 th Bahan pengajaran& metode yg digunakan hrs sesuai dng perkembangannya. o ROSSEAU a. Tahap I : 0,0 2,0 th usia asuhan b. Tahap II: 2,0 12,0 th masa pendidikan jasmani & latihan panca indra c. Tahap III: 12,0-15,0th periode pendidikan akal d. Tahap IV: 15,0 20,0 th periode pend watak & pend agama Berdasarkan Psikologis dalam perkembangan umumnya individu mengalami masa-masa kegoncangan yaitu: kira-kira tahun ketiga/keempat & permulaan masa pubertas; yg digambarkan dlm 3 periode: o Masa kanak-kanak dari lahir masa kegoncangan pertama (th ketiga/keempat) o Masa keserasian bersekolah dari masa kegoncangan pertama kegoncangan kedua o Masa kematangan dari masa kegoncangan kedua akhir masa remaja.

Hukum-hukum perkembangan
Hukum Cephalocoudal Hukum ini berlaku pada pertumbuhan fisik yang menyatakan bahwa pertumbuhan fisik dimulai dari kepala ke arah kaki. Bagian-bagian pada kepala tumbuh lebih dahulu daripada begian-bagian lain. Hukum Proximodistal Hukum ini berlaku pada pertumbuhan fisik, dan menurut hukum ini pertumbuhan fisik berpusat pada sumbu dan mengarah ke tepi. Alat-alat tubuh yang terdapat di pusat, seperti jantung, hati, dan alat-alat pencernaan lebih dahulu berfungsi daripada anggota tubuh yang ada di tepi.

Perkembangan Terjadi dari Umum ke Khusus Pada setiap aspek terjadi proses perkembangan yang dimulai dari hal-hal yang umum, kemudian secara sedikit demi sedikit meningkat ke hal-hal yang khusus. Contohnya anak lebih dahulu mampu menggerakkan lengan atas, lengan bawah, tepuk tangan terlebih dahulu daripada menggerakkan jari-jari tangannya.

Perkembangan Berlangsung dalam Tahapan-tahapan Perkembangan ( dari Umum ke Khusus) Dalam perkembangan terjadi penahapan yang terbagi-bagi ke dalam masa-masa perkembangan yang masing-masing tahap memiliki ciri-ciri yang berbeda. Masalah penahapan perkembangan ini juga menjadi persoalan bagi para ahli yang memiliki pendapat yang berbeda-beda. Contoh penahapan dalam perkembangan manusia meliputi: masa pra-lahir, masa jabang bayi (0 - 2 minggu), masa bayi (2 minggu 1 tahun), masa anak pra-sekolah (1 5 tahun), masa sekolah (6 12 tahun), masa remaja (13 21 tahun), masa dewasa (21 65 tahun), dan masa tua (65 tahun ke atas)

Hukum kesatuan organis Menurut hukum ini anak adalah satu kesatuan organis, bukan suatu penjumlahan atau suatu kumpulan unsur yang berdiri sendiri. Pertumbuhan dan perkembangan adalah differensiasi atau pengkhususan dari totalitas pada unsur-unsur atau bagianbagian baru, bukan kombinasi dari unsur-unsur atau bukan suatu kumpulan dari bagian-bagian.

Hukum Tempo dan Ritme Perkembangan Menurut hukum ini, setiap anak mempunyai tempo kecepatan perkembangan sendiri-sendiri. Artinya, ada anak yang mengalami perkembangan cepat, sedang, dan lambat.

Hukum Irama Hukum irama berlaku untuk setiap manusia, baik perkembangan jasmani maupun rohani tidak selalu dialami perlahan-lahan dengan urutan-urutan yang teratur, melainkan merupakan gelombang-gelombang besar dan kecil silih berganti.

Hukum Masa Peka Masa peka adalah suatu masa ketika fungsi-fungsi jiwa menonjolkan diri keluar, dan peka akan pengaruh rangsangan yang datang. Menurut Maria Montessori asal Italia ini berpendapat bahwa masa peka merupakan masa pertumbuhan ketika suatu fungsi jiwa mudah sekali dipengaruhi dan dikembangkan.

Hukum Rekapitulasi Menurut hackle asal jerman ini menyebut hukum ini hukum biogenetis. Dalam hukum rekapitulasi ini perkembangan jasmani individu merupakan ulangan dari perkembangan jenisnya. Dengan kata lain, otogenese adalah rekapitulasi dari phylogenese. Otogenese adalah perkembangan individu sedangkan phylogenese adalah kehidupan nenek moyang suatu bangsa.

Hukum Mempertahankan dan Mengembangkan Diri Dalam diri anak terdapat hasrat dasar untuk mempertahankan dan mengembangkan diri. Hasrat mempertahankan diri terlihat dalam bentuk-bentuk nafsu makan dan minum, menjaga keselamatan diri. Sedangkan hasrat pengembangan diri seperti hasrat ingin tahu, mengenal lingkungan, ingin bergerak, kegiatan bermain-main, dan sebagainya.

Hukum Predistinasi Menurut hukum predistinasi berarti betapapun sempurnanya pembawaan, bakat, dan sifat-sifat keturunan, betapapun baiknya lingkungan dan pemeliharaan anak, serta betapapun lengkapnya sarana dan sumber penghidupan, tetapi proses dan jalan perkembangan tidak akan berlangsung sebagaimana yang dikehendaki manusia seandainya nasib tidak membawanya demikian atau jika tidak di izinkan Allah swt.

Proses perkembangan merupakan suatu evolusi yang secara umum adalah sama pada setiap anak. Perbedaan-perbedaan individual dimungkinkan terjadi karena faktor-faktor pembawaan, pengalaman dalam lingkungan, dan fakor laoinya, seperti iklim, sosiologis, dan ekonomis. Aspek-aspek pertumbuhan dan perkembangan individu adalah:

1. Pertumbuhan Fisik a. Pertumbuhan sebelum lahir( masa konsepsi) b. Pertumbuhan setelah lahir 2. Intelek 3. Emosi 4. Sosial 5. Bahasa 6. Bakat Khusus 7. Sikap, nilai, dan moral Setiap individu mengalami pertumbuhan fisik dan nonfisik yang meliputi aspek-aspek intelek, emosi, bahasa, bakat khusus, nilai, dan moral, serta sikap. Pokok-pokok pertumbuhan dan perkembangan yaitu: Pertumbuhan Fisik Pertumbuhan fisik manusia merupakan perubahan fisik dari kecil atau pendek menjadi besar dan panjang, yang prosesnya terjadi sejak lahir hingga dewasa. o Pertumbuhan sebelum lahir

Manusia dimulai dari proses pembuahan ( pertemuan sel telur dan sperma ) yang membentuk suatu sel kehidupan,yang yaitu embrio. Embrio yang telah berusia satu bulan berukuran sekitar setengah sentimeter. Pada umur dua bulan, ukuranya membesar menjadi dua setengah sentimeter yang disebut janin atau fetus. Satu bulan kemudian (kandungan telah berumur 3 bulan), janin tersebut telah terbentuk menyerupai bayi dalam ukuran kecil. Masa sebelum lahir merupakan masa pertumbuhan dan perkembangan manusia yang sangat kompleks, karena masa itu merupakan awal terbentuknya organ-

organ tubuh dan tersusunnya jaringan syaraf yang membentuk system yang lengkap. Pertumbuhan dan perkembangan janin berakhir setelah kelahiran. Kelahiran merupakan kematangan biologis dan jaringan syaraf masing-masing telah mampu berfungsi secara mandiri. o Pertumbuhan setelah lahir

Pertumbuhan

fisik

manusia

setelah

lahir

merupakan

kelanjutan

dari

pertumbuhan sebelum lahir. Proses pertumbuhan fisik manusia berlangsung sampai masa dewasa. Dalam tahun pertama pertumbuhannya, ukuran panjang badan bertambah sekitar sepertiga dari panjang semula, sedangkan berat badannya bertamabah sekitar tiga kalinya. Sejak lahir sampai umur 25 tahun, perbandingan ukuran badan individu dari pertumbuhan yang kurang proporsional pada awal terbentuknya manusia. Pertumbuhan dan perkembangan fungsi biologis setiap orang memiliki pola urutan yang teratur. Ahli psikologi menyatakan bahwa pertumbuhan fisik dan perkembangan kemampuan fisik anak pada umumnya memiliki pola yang sama dan menunjukkan keteraturan. Secara umum pertumbuhan fisik anak dapat dibagi menjadi empat periode utama, dua periode ditandai dengan pertumbuhan yang cepat, dan dua periode lainnya dicirikan oleh pertumbuhan yang lambat. Perkembangan intelek Intelek atau daya piker seseorang berkembang sejalan dengan pertumbuhan syaraf otaknya. Karena daya pikir menunjukkan fungsi otak, kemampuan intelektual dipengaruhi oleh kematangan otak yang mampu menunjukkan fungsinya secara baik. Menurut Piaget, perkembangan kognitif seseorang mengikuti tahapan berikut ini: o Masa sensori motoric (0-2.5 tahun) Masa ini adalah masa ketika bayi menggunakan system penginderaan dan aktifitas motoric untuk mengenal lingkungannya.

o Masa pra-operasional (2 7 tahun) Ciri khas masa ini adalah kemampuan anak dalam menggunakan symbol yang mewakili suatu konsep. o Masa konkreto pra-rasional (7 11 tahun) Pada tahap ini anak sudah dapat melakukan berbagai tugas yang konkrit dan mulai mengembangkan tiga macam operasi berpikir yaitu identifikasi, negasi, dan reprokasi. o Masa operasional (11 dewasa) Pada tahap ini ia mampu mengambil kesimpulan dari suatu pernyataan. Perkembangan emosional Emosi atau perasaan merupakan salah satu potensi kejiwaan yang khas dimiliki oleh manusia. Pada awal pertumbuhannya yang dibutuhkan bayi adalah kebutuhan primer, yaitu makan, minum dan kehangatan tubuh. Apabila tidak terpenuhi bayi akan menangis. Jadi emosi merupakan perasaan yang disertai oleh perubahan atau perilaku fisik. Perkembangan sosial Dalam proses pertumbuhan dan perkembangannya setiap individu tidak dapat berdiri sendiri tapi memerlukan bantuan individu lainnya. Pada umumnya setiap anak akan lebih tertarik kepada teman sebaya yang sama jenis kelaminnya. Selanjutnya manusia mengenal kehidupan bersama, berkeluarga, dan bermasyarakat, atau berkehidupan sosial. Perkembangan bahasa Fungsi pokok bahasa adalah sebagai alat komunikasi atau sarana pergaulan dengan sesama.bahasa sebagai alat komunikasi dapat diartikan sebagai tanda, gerak,dan suara untuk menyampaikan isi pikiran dan perasaan kepada orang lain Berbicara adalah bahasa lisan. Dalam perkembangan awal berbahasa lisan, bayi menyampaikan isi pikiran atau perasaannya dengan menangis,tersenyum, atau ocehan.iamenangis atau mungkin menjerit jika tidak senang atau sakit dan mengoceh atau meraba jika sedang senang.syarat itu semakin lama semakin jelas hingga ia mampu menirukan bunyi bunyi bahasa yang di dengarnya.

Perkembangan lebih lanjut, yang telah berusia 6 9 bulan, ia mulai berkomunikasi dengan satu kata atau dua kata, seperti mama, maem dan sebagainya. Bakat khusus Bakat adalah kemampuan khusus yang di miliki oleh setiap individu yang memerlukan rangsangan atau latihan agar berkembang dengan baik. Sikap, nilai, dan moral Bloom (woofolk dan nicolich, 1984:390)mengemukakan bahwa tujuan akhir proses belajar, yaitu penguasaan pengetahuan (kognitif ), penguasaan nilai dan sikap (efektif), dan penguasaan,keterampilan (psikomotorik).masa bayi masih belum mempersoalkan masalah moral karena dalam kehidupannya belum di kenal hierarki nilai dan suara hati, serta perilakunya belum di bimbing oleh nilai nilai moral. Menurut Santrock, 1995 perkembangan moral adalah perkembangan yang berkaitan dengan aturan dan konvensi mengenai apa yang harus dilakukan oleh manusia dalam interaksinya dengan orang lain. Semakin tumbuh berkembang fisik dan psikisnya, ia mulai memperkenalkan terhadap nilai nilai di tunjukkan hal hal yang boleh dan yang tidak boleh.menurut piaget, pada awalnya, pengenalan nilai dan pola tindakan itu masih bersifat paksaan,dan anak belum mengetahui maknanya. Hal ini terjadi karena perkembangan itu sendiri merupakan suatu proses perubahan yang kompleks, melibatkan berbagai unsur yang melibatkan berbagai unsur yang saling berpengaruh satu sama lain.

Teori perkembangan manusia Teori Navitisme (schopen haner) Perkembangan manusia ditentukan oleh faktor nativis yaitu faktor turunan (dibawah sejak lahir). Aliran nativisme merupakan pendapat dari A.Schopenhaver yang menyatakan bahwa pada perkembangan anak, faktor keturunan yang lebih mempengaruhi daripada faktor lingkungan, misalnya seorang bapak yang sifatnya jahat, kemungkinan besar anaknya pasti akan menjadi penjahat walaupun lingkungan tempat mereka tinggal merupakan lingkungan yang tergolong baik.

Teori Emperisme (John Locke) Perkembangan manusia ditentukan oleh empirisnya atau pengalamannya. Aliran emperisme dikemukakan oleh John Locke yang menyatakan bahwa pada perkembangan anak, faktor lingkungan lebih berperan daripada faktor keturunan. Misalnya seorang anak yang memiliki keturunan yang bersifat baik, tetapi lingkungan disekitarnya buruk atau teman-teman yang sering diajaknya bermain berprilaku buruk, pasti si anak akan meniru kebiasaan tersebut, karena pergaulan sangat berpengaruh pada tingkah laku pada anak, khususnya dikalangan remaja.

Teori konvergensi (William Stern) Perkembangan manusia ditentukan baik oleh faktor bawaan maupun pengalaman atau lingkungan. Aliran konvergensi dikemukakan oleh William Stern yang menyatakan bahwa faktor keturunan sama besar pengaruhnya dengan faktor lingkungan. Disini keduanya sama-sama sangat berpengaruh pada perkembangan anak, jadi jika anak dididik dengan baik, walaupun dari keturunan yang buruk, kemungkinan si anak dapat berprilaku baik. Disini juga dituntut bimbingan dari keluarga dan juga masyarakat tempat ia tumbuh.

Teori Naturalisme pada dasarnya manusia itu baik menjadi jahat karena pengaruh kebudayaanoleh karena itu untuk mendidik manusia harus dijauhkan dari pengaruh kebudayaan

Teori Rekapitulasi perkembangan merupakan ulangan dari perkembangan jenisnya (kebudayaan/peradaban) sehingga perkembangan manusia mengalami beberapa fase yaitu: 1. Masa berburu 2. Masa penggembala 3. Masa petani 4. Masa pedagang 5. Masa industri

Faktor yang mempengaruhi perkembangan Faktor endogen adalah faktor yang dibawa sejak lahir (turunan), misalnya yang berhubungan dengan keadaan jasmani : temperamen (darah, kelenjar, cairan),

Sanguinikus, flegmatikus, cholerikus, melancholikus. (Hipocrates & Genus; dalam Bigot dkk 1950). Termasuk juga di sini kecerdasan dan temperamen. Faktor eksogen adalah faktor dari luar individu (pengalaman, pendidikan, alam sekitar atau mileu).

Kematangan/Maturation:
Kemampuan untuk melakukan sesuatu yang lebih tinggi karena pertumbuhan disebut dengan kematangan (maturation) yaitu urutan perubahan yang dialami individu secara teratur yang ditentukan oleh rancangan genetiknya (Santrock & Yussen,1992:20). Dalam batasan ini kematangan dipandang sebagai suatu pembawaan (nature), yakni sebagai warisan biologis organism yang dibawa sejak lahir. Dalam arti yang lebih mudah kematangan adalah waktu yang tepat untuk belajar, misalnya anak yang berusia diatas 1 tahun sudah mengalami kematangan dalam belajar berjalan. Anak yang belum mengalami kematangan dalam suatu hal akan kesulitan dalam mempelajari hal tersebut. Kematangan seseorang merupakan salah satu bagian dari proses perkembangan individu, perkembangan akan senantiasa diikuti oleh kematangan secara bertahap dan menjadi kompleksitas dalam proses kematangan itu sendiri. Hal ini bertahap, diukur oleh fase usia serta proses perkembangannya, sehingga seorang individu akan memperoleh kematangan sesuai dengan periode usia yang telah dicapainya. Tahap dalam perkembangan di ikuti oleh kematangan, sehingga kematangan seorang individu diukur dari tahap mana ia telah berkembang. Kematangan ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu lingkungan, proses belajar, serta proses perkembangan individu tersebut. DAVIDOFF (1988) menunjukkan pd munculnya pola perilaku tertentu yg tergantung pd pertumbuhan jasmani & kesiapan susunan saraf. C.P.CHAPLIN (2002) perkembangan, proses mencapai kemasakan/usia masak yg dianggap berasal dari keturunan.

Jadi kematangan merupakan suatu potensi yg dibawa individu sejak lahir tp bukan sebagai faktor keturunan/bawaan , timbul & bersatu dengan pembawaan & turut mengatur pola perkembangan tingkahlaku individu ; merupakan sifat tersendiri yg dimiliki setiap individu dlm bentuk & masa tertentu. Kematangan seorang individu meliputi kematangan fisik atau biologis serta kematangan psikis atau psikologis. Kematangan biologis : kematangan jaringan tubuh, saraf dn kelenjar-kelenjar. Kematangan fisik atau biologis seseorang merupakan proses yang berlangsung secara alami dan berkesinambungan, proses kematangan ini berkaitan erat dengan proses pertumbuhan seperti pertumbuhan tinggi badan, pertumbuhan tulang tulang, pertumbuhan organ organ seksual, tumbuhnya rambut di bagian bagian tertentu, dan pertumbuhan fisik lainnya. Kematangan psikis yg memerlukan latihan : keadaan berpikir, rasa, kemauan dll. Kematangan psikis meliputi kematangan cara berpikir, bergaul, kritis, berperasaan, ketertarikan pada lawan jenis, dan kematangan psikis lainnya. Pengalaman dan Kematangan Faktor perkembangan dan pertumbuhan dipengaruhi oleh faktor pengalaman, kematangan, juga masa peka seseorang. Pengalaman merupakan peristiwa-peristiwa yang dialami oleh individu dalam berinteraksi dengan lingkungan. Kematangan adalah urutan perubahan yang dialami individu secara teratur yang ditentukan oleh rancangan genetiknya. Kematangan merupakan suatu potensi yang dibawa sejak lahir, timbul dan bersatu dengan pembawannya serta mengatur pola perkembangan tingkah laku individu. Meskipun demikian kematangan tidak dapat dikategorikan sebagai faktor keturunan atau pembawaan karena kematangan merupakan sifat tersendiri yang umum dimiliki oleh setiap individu dalam bentuk dan masa tertentu, misalnya Anak berusia lima tahun belum matang untuk diberikan masalah abstrak atau perhitungan.

Masa peka adalah suatu masa ketika fungsi-fungsi jiwa menonjolkan diri keluar dan peka akan pengaruh rangsangan yang datang. Masa peka merupakan masa pertumbuhan ketika suatu fungsi jiwa mudah sekali dipengaruhi dan dikembangkan. Masa peka datang hanya sekali selama hidup seseorang. SOAL : 1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan: a. Pertumbuhan b. Perkembangan c. Kematangan 2. Perkembangan individu berlangsung secara sistematis, progresif dan berkesinambungan. Jelaskan apa artinya ! 3. Apakah semua orang harus melalui fase/tahap perkembangan yg sama ? Jelaskan! 4. Apa yang dimaksud dengan masa peka ? Jelaskan implikasinya bagi pendidikan. 5. Menurut Sdr perlukah seorang pendidiki memahami perkembangan peserta didiknya? Jelaskan alasan Sdr. 6. Dari sepasang orangtua ahli musik, anak-anak yg mereka lahirkan akan menjadi pemusik pula. a. Aliran apa yg berpandangan demikian ? b. Bagaimana pendapat Sdr ? 7. Hukum perkembangan menyatakan bahwa perkembangan dipengaruhi oleh factor pembawaan lingkungan & kematangan. Jelaskan ! JAWABAN: 1. Yg dimaksud: a. Pertumbuhan perubahan kuantitatif yg mengacu pd jumlah-besar & luas yg bersifat konkrit b. Perkembangan perubahan kualitatif yg mengacu pd mutu fungsi organ2 jasmani terletak pd penyempurnaan fungsi psikologis organ2 fisik

c. Kematangan munculnya pola perilaku tertentu tergantung pd pertumbuhan jasmani & kesiapakn susunan saraf. 2. Perkemb berlangsung secara : a. Sistematis merupakan satu kesatuan yg harmonis & saling mempengaruhi antara fisik & psikis b. Progresif perubahannya terjadi bersifat maju-meningkat-meluas, baik fisik/psikhis c. 3.berkesinambungan perubahan berlangsungberaturan/berurutan tdk meloncat/secara kebetulan. 3. Fase perkembangan penahapan/pembabakan rentang perjalanan kehidupan individu yg diwarnai ciri2 khusus/pola tingkah laku tertentu;jadi semua mengalami fase perkembangan yg sama. Hanya terjadi perbedaan pd tempo perkemb: usia yg tertera pd fase perkemb tdk dpt dikatakan dng pasti ada perbedaan individu: bakat, lingkungan, iklim,pertumbuhan jasmani dsb. 4. Masa peka suatu masa ketika fungsi jiwa peka akan pengaruh rangsangan yg datang. MONTESSORI masa pertumbuhan ketika suatu fungsi jiwa mudah dipengaruhi dn dikembangkan. Dimulai usia; 3 th 5 thn, dialami 1x dlm hidup. 5. Perlunya seorang pendidik memahami perkemb. Sangat perlu berkaitan dng tugas dn tanggungjawab sebagai pendidik membantu tumbuh kembang peserta didik membuat program pembelajaran yg sesuai-tepat efektif dn sistematis. 6. a. Aliran nativisme b. tdk selalu benar, krn tanpa lingkungan pend yg menunjang tdk akan pernah tercapai 7. Perkemb. Dipengaruhi factor pembawaan-lingkungan & kematangan pembawaan yg berupa gen-gen yg diwarisi dari ortu telah membuat kode-kode informasi genetic sehingga berperan sebagai blueprint bagi perkembangan;

sedangkan

lingkungan

berperan

sebagai

sarana

yg

dpt

memfasilitasi/membatasi teraktualisasikannya karakteristik potensial yg diwarisi individu secara genetic.

Perbedaan Individual Peserta Didik


A. Pengertian Individu
Manusia adalah mahluk yang dapat dipandang dari berbagai sudut pandang . Sejak ratusan tahun sebelum Isa, manusia telah menjadi obyek filsafat, baik obyek formal yang mempersoalkan hakikat manusia maupun obyek material yang mempersoalkan manusia sebagai apa adanya manusia dengan berbagai kondisinya. Sebagaimana dikenal adanya manusia sebagai mahluk yang berpikir atau homo sapiens, mahluk yang berbuat atau homo faber, mahluk yang dapat dididik atau homo educandum dan seterusnya. Dalam kamus Echols & Shadaly (1975), individu adalah kata benda dari individual yang berarti orang, perseorangan, dan oknum. Berdasarkan pengertian di atas dapat dibentuk suatu lingkungan untuk anak yang dapat merangsang perkembangan potensipotensi yang dimilikinya dan akan membawa perubahan-perubahan apa saja yang diinginkan dalam kebiasaan dan sikap-sikapnya. Dalam pertumbuhan dan perkembangannya, manusia mempunyai kebutuhan-kebutuhan. Pada awal kehidupannya bagi seorang bayi mementingkan kebutuhan jasmaninya, ia belum peduli dengan apa saja yang terjadi diluar dirinya. Ia sudah senang bila kebutuhan fisiknya sudah terpenuhi. Dalam perkembangan selanjutnya maka ia akan mulai mengenal lingkungannya, membutuhkan alat komunikasi (bahasa), membutuhkan

teman, keamanan dan seterusnya. Semakin besar anak tersebut semakin banyak kebutuhan non fisik atau psikologis yang dibutuhkannya.

B. Karakteristik Individu
Setiap individu memiliki ciri dan sifat atau karakteristik bawaan (heredity) dan karakteristik yang memperoleh dari pengaruh lingkungan. Karakteristik bawaan merupakan karakteristik keturunan yang dimiliki sejak lahir, baik yang menyangkut faktor biologis maupun faktor sosial psikologis. Sementara karakteristik yang dipengaruhi lingkungan adalah karakteristik yang banyak dipengaruhi dengan keadaan masyarakat sekitar atau faktor-faktor eksternal dirinya. Natur dan nature merupakan istilah yang biasa digunakan untuk menjelaskan karakteristik-karakteristik individu dalam hal fisik, mental, dan emosional pada setiap tingkat perkembangan. Seorang bayi yang baru lahir merupakan hasil dari dua garis keluarga, yaitu garis keturunan ayah dan garis keturunan ibu. Sejak terjadinya pembuahan atau konsepsi kehidupan yang baru, maka secara berkesinambungan dipengaruhi oleh bermacam-macam faktor lingkungan yang merangsang.

C. Perbedaan Individu Peserta Didik


Makna perbedaan dan perbedaan individual menurut Lindgren (1980) menyangkut variasi yang terjadi, baik variasi pada aspek fisik maupun psikologis. Dari pembahasan yang berhubungan dengan individu terdapat dua fakta yang menonjol yaitu : 1. Semua dari manusia mempunyai kesamaan dalam pola perkembangannya. 2. Warisan manusia secara biologis dan sosial tiap-tiap individu mempunyai kecenderungan berbeda. Garry 1963 dalam buku Perkembangan Peserta Didik karya Sunarto dan B. Agung Hartono mengategorikan perbedaan individual ke dalam bidang-bidang berikut: 1. Perbedaan fisik, tingkat dan berat badan, jenis kelamin, pendengaran, penglihatan, dan kemampuan bertindak. 2. Perbedaan sosial termasuk status ekonomi, agama, hubungan keluarga, dan suku. 3. Perbedaan kepribadian termasuk watak, motif, minat, dan sikap.

4. Perbedaan inteligensi dan kemampuan dasar. 5. Perbedaan kecakapan atau kepandaian di sekolah.

Jenis perbedaan lainnya meliputi 1. Perbedaan kognitif Kemampuan kognitif merupakan kemampuan yang berkaitan dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan tehnologi. Setiap orang memiliki persepsi tentang hasil pengamatan atau penyerapan atas suatu obyek. Berarti ia menguasai segala sesuatu yang diketahui, dalam arti pada dirinya terbentuk suatu persepsi, dan pengetahuan itu diorganisasikan secara sistematik untuk menjadi miliknya 2. Perbedaan kecakapan bahasa Bahasa merupakan salah satu kemampuan individu yang sangat penting dalam kehidupan. Kemampuan tiap individu dalam berbahasa berbeda-beda. Kemampuan berbahasa merupakan kemampuan seseorang untuk menyatakan buah pikirannya dalam bentuk ungkapan kata dan kalimat yang penuh makna, logis dan sistematis. Kemampuan berbahasa sangat dipengaruhi oleh faktor kecerdasan dan faktor lingkungan serta faktor fisik (organ bicara). 3.Perbedaan kecakapan motorik Kecakapan motorik atau kemampuan psiko-motorik merupakan kemampuan untuk melakukan koordinasi gerakan syarat motorik yang dilakukan oleh syaraf pusat untuk melakukan kegiatan. 4.Perbedaan Latar Belakang Perbedaaan latar belakang dan pengalaman mereka masing-masing dapat memperlancar atau menghambat prestasinya, terlepas dari potensi individu untuk menguasai bahan 5 .Perbedaan bakat Bakat merupakan kemampuan khusus yang dibawa sejak lahir. Kemampuan tersebut akan berkembang dengan baik apabila mendapatkan rangsangan dan pemupukan secara tepat sebaliknya bakat tidak berkembang sama, manakala lingkungan tidak memberi

kesempatan untuk berkembang, dalam arti tidak ada rangsangan dan pemupukan yang menyentuhnya. 6.Perbedaan kesiapan belajar Perbedaan latar belakang, yang meliputi perbedaan sisio-ekonomi sosio cultural, amat penting artinya bagi perkembangan anak. Akibatnya anak-anak pada umur yang sama tidak selalu berada pada tingkat kesiapan yang sama dalam menerima pengaruh dari luar yang lebih luas. Perbedaan Individu peserta didik juga dapat dikategorikan menurut jenjang usia secara lebih spesifik, antara lain :

Perbedaan Individu anak usia SD a. Perbedaan pada perkembangan fisik Untuk melihat perbedaan pada perkembangan fisik anak se-usia SD dapat dilihat dengan jelas saat mereka berdiri bersama, terlihat ada yang tinggi, rendah, kurus, dan gemuk. Menurut Tanner (1973:35) pertumbuhan rata-rata anak usia 7 tahun tidak jauh berbeda dengan anak usia 9 tahun. Selain perbedaan yang terlihat jelas karena perkembangan fisik, ada juga faktor lain yang mempengaruhi perbedaan individu setiap anak yaitu faktor lingkungan, kesehatan anak, dan keluarga. Dalam sebuah studi penelitian menjelaskan bahwa apabila siswa laki-laki dan perempuan di kelas 3, 4, 5 SD diberi pendidikan jasmani yang sama, maka beberapa hal anak perempuan berhasil lebih baik daripada anak laki-laki. Beberapa hal tersebut adalah bisa berjalan cepat dan meloncat jauh (E.G Hall & Lee, 1984). Oleh karena itu, sebagai seorang pendidik harus menyadari perbedaan-perbedaan pada aspek fisik pada setiap peserta didiknya. b. Perbedaan pada perkembangan intelektual Seperti halnya perbedaan pada perkembangan fisik anak, pada tahap operasi konkret menurut Piaget, naka-anak dapat berpikir logis tentang suatu hal. Walaupun demikian, kadar dan cara anak untuk berpikir logis terhadap sesuatau akan ada perbedaan. Perbedaan yang ada tersebut disebabkan juga oleh berbagai faktor. Seorang pendidk

yang mengajar di kelas 1 SD dengan hanya ceramah (verbalisme) dalam menerangkan konsep pertambahan pada matematika, tidak akan membuat siswa berkembang secara maksimal. Lain halnya dengan jika guru tersebut menggunakan secara maksimal. Lain halnya dengan jika guru tersebut menggunakan berbagai benda konkret sebagai media untuk menyampaikan materi, akan membuat anak lebih cepat mengerti. c. Perbedaan pada perkembangan moral Perbedaan yang dapat terjadi pada aspek perkembangan moral pada individu banyak tergantung dari lingkungan bukan bawaan lahir. Terdapat 2 pandangan ahli tentang perbedaan pada perkembangan moral. i. Piaget dan Tahapan Moral Menurut Piaget, konsepsi anak mengenai moralitas berkembang pada dua tahap utama yang sejajar dengan tahap pra-operasional. Terdapat dua tahapan yaitu; o Tahap pertama, hambatan moralitas (heteronomous morality), bercirikan kekakuan, penyesuaian yang sederhana. o Tahap kedua, moralitas kerjasama (autonomous morality), bercirikan moral yang fleksibel. Perbedaan Perkembangan Moral pada Anak Tahapan Perkiraan Perkembangan 0 1 Usia 4-6 tahun 6-8 tahun Anak berpendapat bahwa pandangan dia hanya satu-satunya kemungkinan Anak sadar bahwa orang lain mengintregasikan suatu situasi dengan cara yang berbeda dengan 2 interprestasi mereka sendiri 8-10 tahun Anak mempunyai kepedulian yang bertolak belakang menyadari bahwa orang lain mempunyai pandangan yang berbeda dan orang lain peduli bahwa dia memiliki pandangan tertentu. Anak mengerti bahwa membiarkan orang lain tahu bahwa permohonannya tidak

3 4

dapat dilupakan 10-12 tahun Anak dapat membayangkan bahwa perspektif Remaja orang ketiga perlu diperhitungkan Orang-orang sadar bahwa komunikasi dan pengambilan peranan tidak selalu dapat menyelesaikan masalah untuk mengatasi nilai lawan-lawannya.

Tabel di atas membahas tentang perbedaan yang timbul pada aspek perkembangan moral yang diajukan oleh Piaget, namun Kohlberg memiliki pandangan lain.

ii. Kohlberg dan Alasan Moral Kohlberg melukiskan tiga tingkatan alasan moral antara lain : Tingkat 1 : Pra Conventional Morality (anak usia 4-10 tahun). Anak masih di bawah pengawasan orang tua dan lain-lain, tunduk pada peraturan untuk mendapatkan hadiah atau menghindari hukuman. Tingkat 2 : Conventional Morality (anak berusia 10-13 tahun). Anak-anak telah menginternalisasikan figur kekuasaan standar. Mereka patuh terhadap peraturan untuk menyenangkan orang lain atau mempertahankan perintah. Tingkat 3 : Post Conventional Morality (anak usia 13 tahun lebih). Moralitas sepenuhnya internal. Dewasa ini orang-oarang telah mengenal beberapa konflik standar moral dan memilih di antara standar tersebut. d. Perbedaan Kemampuan Setiap anak usia SD mempunyai kemmapuan berbeda-beda. Kemammpuan disini dapat diartikan sebagai kemamapuan berkomunikasi, bersosialisasi, atau kemampuan kognitif. Kemampuan berkomunikasi adalah kemampuan seseorang untuk menyatakan buah pikirannya dalam bentuk ungkapan yang bermakna, logis dan sistematis. Kemampuan berbahasa ini banyak dipengaruhi oleh faktor intelektual, lingkungan, ataupun fisik organ seseorang. Sedangkan kemampuan bersosialisasi dipengaruhi oleh lingkungan teman sebayanya dan juga karena pengaruh kemajuan teknologi.

Perbedaan Individu pada anak usia sekolah menengah a. Perbedaan Intelegensi Pengertian intelegensi merujuk kepada bagaimana cara individu bertingkah laku, cara individu bertindak. Sedangkan intelegensi adalah kemampuan umum seseorang dalam memecahkan masalah dengan cepat, tepat dan mudah. Seseorang dikatakan memiliki perilaku inteligen sekiranya ia memiliki kemampuan untuk memahami hal-hal penting dari situasi yang dihadapi, dan mampu memberikan pemecahan yang lebih baik dibanding dengan yang lain. Pengelompokan intelegensi didasarkan pada ukuran yang dikenal dengan IQ. IQ diperoleh dengan memberikan seperangkat tes intelegensi kepada siswa yang dites. Pengelompokan hasil intelegensi antara lain: IQ 140 ke atas 130-139 120-129 110-119 100-109 90-99 80-89 70-79 60-69 Di bawah 60 Presentase Populasi 1 2 8 16 23 23 16 8 2 1 dariKlasifikasi Genius (jenius) Very Superior Superior Average Normal Dull Average (mendekati normal) Borderline (lambat) Mentally defficient Terbelakang

b. Perbedaan dalam kepribadian Sebagaimana telah digambarkan sebelumnya, bahwa ciri perkembangan individu pada masa remaja (adolesen) adalah masuk pada masa krisis identitas. Jika berhasil mengatasi krisis akan menjelma menjadi remaja yang sukses, sebaliknya jika tidak dapat mengatasi krisis akan menjadi remaja budak narkoba. Dalam pandangan Erikson (Gage Berliner, 1984:16) masa remaja adalah masa Sturm und Drang (masa angin-angin). Pada tahapan ini terjadi beberapa penangguhan dalam pengintegrasian unsur-unsur kepribadian. Masalah yang sering muncul pada usia remaja ini adalah membangun identitas diri. Para remaja senantiasa mencari identitas dirinya.

Pertanyaan retorik yang sering muncul pada masa remaja adalah siapa diriku? Apakah aku ini benar telah termasuk remaja? Sekiranya remaja gagal menemukan identitas dirinya, maka remaja menjadi kebingungan dalam menemukan jati dirinya. Ciri utama pada masa ini menurut Erikson adalah Identity versus Confusion. Kegagalan dalam mengatasi krisis identitas ini akan menyebabkan kegagalan remaja menjadi orang dewasa yang memiliki kepribadian terpadu. Disinilah peran penting guru di sekolah untuk membantu memudahkan penemuan identitas diri remaja.

Perbedaan Individu Orang Dewasa 1. Perbedaan Dalam Minat Orang dewasa memiliki banyak minat yang berbeda dan dibagi dalam tiga kategori, antara lain : a. Minat Pribadi Minat pribadi orang dewasa selalu menyangkut kehidupan seseorang tertentu. - Penampilan Penampilan sangat penting terutama untuk laki-laki dan wanita dewasa karena dalam interaksi sosial penampilan fisik yang menarik merupakan potensi yang menguntungkan dan dapat dimanfaatkan untuk memperoleh berbagai hasil yang menyenangkan bagi pemiliknya. Salah satu contohnya adalah kemudahan dalam berteman. - Pakaian dan Perhiasan Perhatian terhadap pakaian dan perhiasan tetap berperan kuat dalam masa dewasa. Orang dewasa sangat sadar bahwa keberhasilan dalam hubungan sosial dan berbagai bidang kegiatan banyak dipengaruhi oleh penampilan pakaian dan perhiasannya. Disepakati oleh para ahli bahwa pakaian dan perhiasan juga punya makna sebagai simbol status. Pakaian dan perhiasan seseorang menentukan tinggi rendahnhya status seseorang dalam kelompoknya, bahkan dapat menjadi penentu tingkat kelas sosial ekonomi orang yang bersangkutan. - Uang

Orang dewasa lebih tertarik pada uang karena uang dapat memenuhi kebutuhannya. Orang dewasa sangat berminat untuk mempelajari bagaimana cara mendapatkan uang yang cukup untuk memenuhi kebutuhannya sendiri maupun keluarga. Mereka berminat memperhatikan dan mempelah=jari anggaran rumah tangga atau berminat mengelola pendapatan atau pengeluaran keluarga. - Agama Orang dewasa umunya menaruh cukup perhatian terhadap agama. Orang tua sering merasa bahwa mengajarkan dasar-dasar agama yang dianut kepada anakanak merupakan tanggung jawab moral sebagai orang tua. b. Minat Rekreasional Istilah rekreasi diartikan sebagai kegiatan yang memberikan kesegaran atau mengembalikan kekuatan dan kesegaran psikologis sesudah lelah bekerja atau sesudah mengalami keresahan psikologis. Fungsi rekreasi sama dengan fungsi bermain pada masa kanak-kanak. Meskipun demikian rekreasi orang dewasa lain dari permainan kanak-kanak maupun remaja. Kegiatan rekreasi orang dewasa lebih berorientasi pada keluarga atau lingkungan tetangga dan sangat berbeda dengan rekreasi remaja c. Minat Sosial Beberapa faktor yang mempengaruhi minat dan aktivitas sosial orang dewasa adalah sebagai berikut : 1. Mobilitas sosial 2. Status sosial ekonomi 3. Lamanya tinggal dalam suatu kelompok masyarakat 4. Kelas sosial 5. Lingkungan 6. Jenis kelamin 7. Umur kematangan seksual 8. Urutan kelahiran 9. Keangotaan dari tempat ibadah 10. Kepribadian

Kepribadian orang dewasa disini mengacu pada kualitas total perilaku orang dewasa yang tampak dalam melakukan penyesuaian dirinya terhadap lingkungan secara unik. Ciri-ciri kepribadian orang dewasa yang tampak dalam interaksinya dalam lingkungan antara lain 1. Karakter yang mengacu pada konsekuen tidaknya dalam melakukan aturan etika perilaku, atau teguh tidaknya dalam memegang pendirian atau pendapat, atau konsisten tidaknya tindakan dalam menghadapi situasi lingkungan yang serupa atau berbeda. 2. Temperamen yang mengacu pada cepat atau lambatnya mereaksi terhadap rangsangan yang datang dar lingkungan. 3. Sikap, 4. Stabilitas emosional 5. Tanggung jawab 6. Sosiabilitas. Secara implisit dari penjelasan terdahulu telah dikatakan bahwa kepribadian itu dipengaruhi oleh faktor hereditas dan pengalaman melalui interaksi dengan lingkungannya antara lain melalui proses belajar 2. Kecakapan Kecakapan orang dewasa yang satu dengan yang lain berbeda. Orang dewasa yang tampak dapat bertindak secara cepat, tepat, dan dengan mudah lazim disebut orang cakap. Dalam isitlah psikologi orang tersebut disebut sebagai orang yang berperilaku inteligen. Kecakapan sering disebut dengan abilitas yang dibedakan menjadi dua kategori, antara lain : 1. Kecakapan nyata dan akurat, yang mengacu pada aspek kecakapan yang segera dapat didemonstrasikan dan diuji sekarang juga. Kecakapan nyata ini merupakan hasil usaha atau belajar dengan cara, bahan, dan dalam hal tertentu yang telah dijalaninya. 2. Kecakapan potensial, yang mengacu pada aspek kecakapan yang masih terkandung dalam diri yang bersangkutan yang diperolehnya secara hereditas (bawaan), yang dapat berupa abilitas dasar umum (intelegensi) dan abilitas dasar khusus (bakat).

DAFTAR PUSTAKA http://enikekawati.student.fkip.uns.ac.id/2010/06/24/karakteristik-peserta-didik/ diakses pada tanggal 11 Oktober 2011 pukul 09.00 http://komarudintasdik.wordpress.com/2011/02/15/perkembangan-peserta-didik/ diakses pada tanggal 12 Oktober 2011 pukul 09.00 http://kompasiana.com/post/edukasi/2010/09/01/karakteristik-dan-perbedaan-individu/ diakses pada tanggal 13 Oktober 2011 pukul 09.00 http://nurrafida.wordpress.com/2011/09/20/perbedaan-individual-peserta-didik/ diakses pada tanggal 14 Oktober 2011 pukul 13.00 Sumantri, Mulyani dan Syaodih, Nana. 2008. Perkembangan Peserta Didik.Jakarta:Universitas Terbuka. Sunarto dan Hartono, Agung, 2008. Perkembangan Peserta Didik. Jakarta: Rineka Cipta.

D I S U S U N OLEH:
Kelompok Anggota : II : Firdawati Aryani (2010121207) Eka Martinawati (2010121165) Kiki Retnowati (2010121103) Aditya Aji Pamungkas (2010121027) : Dra. Hj. Dewi Astenia, M. Ed.

Dosen Pengasuh

UNIVERSITAS PGRI PALEMBANG TAHUN AJARAN 2011 - 2012