Anda di halaman 1dari 21

Sifat Koligatif Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit, Contoh Soal, Pembahasan | Perpustakaan Cyber

Home Testimoni About Us FAQ Panduan Privacy And Policy

Perpustakaan Cyber

Perpustakaan Cyber > Larutan > Sifat Koligatif Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit, Contoh Soal, Pembahasan

Suka

277

Sifat Koligatif Larutan Elektrolit Dan Non Elektrolit, Contoh Soal, Pembahasan
Sifat Koligatif LarutanElektrolit dan Non Elektrolit, Contoh Soal, Pembahasan-Di alam bebas
Suka 29.918 orang menyukai ini. Daftar untuk mengetahui apa yang disukai teman Anda.

hampir tidak ditemukan zat cair murni 100 %.Hampir semua cairan yang ada di bumi berbentuk larutan ataucampuran. Larutan merupakan campuran yang homogen, yaitusuatu campuran serba sama, antara zat terlarut (solute) dan zatpelarut (solvent), sehingga tidak dapat dibedakan satu sama lain.Adanya zat terlarut di dalam pelarut menyebabkan perubahansifat fisik pada pelarut dan larutan tersebut. Sifat fisik yangmengalami perubahan misalnya penurunan tekanan uap,penurunan titik didih, kenaikan titik didih, dan tekanan osmosis. Ada banyak hal yang menyebabkan larutan mempunyai sifatyang berbeda dengan pelarutnya. Salah satu sifat terpenting darilarutan adalah sifat koligatif larutan. Sifat koligatif didefinisikansebagai sifat fisik larutan yang hanya ditentukan oleh jumlahpartikel dalam larutan dan tidak tergantung jenis partikelnya. Beberapa sifat koligatif yang akan dibicarakan dalam bab inimeliputi penurunan tekanan uap pelarut, penurunan titik bekularutan, kenaikan titik didih larutan, dan tekanan osmosislarutan. Misalnya kristal garam.Kristal garamdiperoleh dari airlaut yangdiuapkan. Kristalgaram tersebut,jika dilarutkandalam air berubahmenjadi partikelyang sangat kecil, sehingga garamdapat larut dalamair. Larutangarammerupakancampuranhomogen. Jumlah zat terlarut dalam suatu larutan dinyatakan dengankonsentrasi larutan. Konsentrasi menyatakan komposisi secarakuantitatif perbandingan zat terlarut dengan pelarut dan ataularutan. Ada beberapa cara untuk menyatakan secara kuantitatifkomposisi tersebut, antara lain adalah molaritas, molalitas, dan fraksimol. Ketiganya akan menjadi dasar untuk mempelajari sifat koligatiflarutan, sehingga ketiganya harus dipelajari terlebih dahulu. A. Molalitas dan Fraksi Mol Dalam larutan, terdapat beberapa sifat zat yang hanya ditentukan olehbanyaknya partikel zat terlarut. Sifat ini disebut sebagai sifat koligatif larutan.Oleh karena sifat koligatif larutan ditentukan oleh banyaknya partikel zatterlarut, bab ini akan diawali dengan pembahasan mengenai konsentrasilarutan. 1.Molalitas Pada pelajaran sebelumnya, kita menyatakan konsentrasi dengan persentase(%) dan molaritas (M). Dalam perhitungan molaritas, kuantitas larutan didasarkanpada volume. Anda tentu ingat, volume merupakan fungsi suhu (zat akanmemuai ketika dipanaskan). Oleh karena sifat koligatif larutan dipengaruhisuhu, diperlukan suatu besaran yang tidak bergantung pada suhu. Besarantersebut dinyatakan berdasarkan massa karena massa tidak bergantung padasuhu, baik dari kuantitas zat terlarut maupun pelarutnya. Untuk itu, digunakanmolalitas yang menyatakan jumlah partikel zat terlarut (mol) setiap 1 kg pelarut(bukan larutan). Larutan yang dibuat dari 1 mol NaCl yang dilarutkan dalam1.000 g air dinyatakan sebagai larutan 1 molal dan diberi lambang 1

Kategori

Alpukat (12) Anabolisme (3) Animalia (17) Antropologi (2) Apel (11) Artikel dan Makalah (14) Asam dan Basa (6) Atom (34) Bahasa Indonesia (15) Batuan dan Tanah (1) Benzena (1) Biofuel (1) Biogas (1) Biologi (6) Bioteknologi (9) Budaya (18) Bumi dan Tata Surya (2) Cuaca dan Iklim (1) Daun Mint (1) Desa dan Kota (1) Ekonomi (30) Ekosistem (12) Enzim (12) Fermentasi (3) Fisika (68) Fotosintesis (5) Fungi (21) Genetika (21) Geografi (1) Hidrokarbon (22) Hidrosfer (1) Hormon
Agama dan Kepercayaan (1)

Tumbuhan (5) Hukum Dasar Kimia (7) Hukum Mendel (8) Ilmu Nutrisi (44) IPTEK (1) Jahe (18)

Jaringan Hewan (32) Jaringan Tumbuhan (23)


Jurnal (6)
Karbon (1)

Keanekaragaman Hayati Kesenian (10) Kimia (31) Larutan (10) Lingkungan (12) Lomba (2) Makanan Sehat (2) Makromolekul (1) Matematika (25) Metabolisme (5) Mikroalga (12) Mikroorganisme (3) Minyak Bumi
(8) Molekul (3) Mutasi (9) Obat-obatan (2) Organ Tumbuhan (7) Panduan dan Pedoman (1) Pengangkutan Tumbuhan (5) Penginderaan Jauh (1) Perhitungan Kimia (7)

Katabolisme (13) Kemangi

(8) (7)

News (298)
(18)
Pertumbuhan

Pertumbuhan

Tanaman

Tumbuhan (1) Peta (1) Planologi (1) Plantae

Prokariotik (20) Protista (27) Pupuk (1) Radioaktif (1) Reaksi Kimia (28) Reduksi dan Oksidasi (10)
Respirasi (2) Bakar (1) SIG (1) Sirih (2) Sirsak (5)

(7)

Sel (31) Sel Bahan Sistem Ekskresi (26) Sistem Gerak (50) Sistem Imun (Kekebalan Tubuh) (16) Sistem Indera (14) Sistem Organ (2) Sistem Pencernaan Makanan (30) Sistem Peredaran Darah (55) Sistem Periodik Unsur (15) Sistem Pernapasan (43) Sistem Regulasi / Koordinasi (44) Sistem Reproduksi (30) Sosiologi (14) Sumber Daya Manusia (1) Teh (2) Teh Hijau (18) Tomat (31) Totipotensi Tumbuhan (2) Transpor Zat (6) Virus (12) Powered by Blogger.

Sejarah (245)

Followers

http://perpustakaancyber.blogspot.com/2013/01/sifat-koligatif-larutan-elektrolit-dan-non-elektrolit.html[7/2/2013 3:13:35 AM]

Sifat Koligatif Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit, Contoh Soal, Pembahasan | Perpustakaan Cyber

m NaCl.

Gambar 1.Satuan konsentrasi molalitas memegang peranan penting dalam aktivitas di laboratorium

Molalitas didefinisikan dengan persamaan berikut.

Keterangan : m = molalitas (mol/kg) Mr = massa molar zat terlarut (g/mol) massa = massa zat terlarut (g) p = massa zat pelarut (g) Molalitas juga berguna pada keadaan lain, misalnya karena pelarutmerupakan padatan pada suhu kamar dan hanya dapat diukur massanya,bukan volumenya sehingga tidak mungkin dinyatakan dalam bentukmolaritas. Perhatikanlah contoh soal penentuan molalitas berikut. Contoh Soal 1 : Sebanyak 30 g urea (Mr = 60 g/mol) dilarutkan ke dalam 100 g air. Hitunglahmolalitas larutan! Kunci Jawaban :

Jadi, molalitas larutan urea adalah 5 m. Contoh Soal 2 : Berapa gram NaCl yang harus dilarutkan dalam 500 g air untuk menghasilkanlarutan 0,15 m? Kunci Jawaban : Molalitas artinya jumlah mol zat terlarut per kilogram pelarut. 0,15 m berarti 0,15mol NaCl dalam

http://perpustakaancyber.blogspot.com/2013/01/sifat-koligatif-larutan-elektrolit-dan-non-elektrolit.html[7/2/2013 3:13:35 AM]

Sifat Koligatif Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit, Contoh Soal, Pembahasan | Perpustakaan Cyber

1 kg (1.000 g) air. 0,15 mol NaCl dalam 1.000 g H2O Untuk menghitung jumlah mol NaCl yang diperlukan untuk 500 g H2O, kita dapatmenggunakan hubungan tersebut sebagai faktor konversi. Kemudian, kita dapatmenggunakan massa molar NaCl untuk mengubah mol NaCl menjadi massa NaCl.

Jadi, massa NaCl yang harus dilarutkan pada 500 g air untuk menghasilkan larutan0,15 m adalah 4,38 g. Contoh Soal 3 : Molalitas suatu larutan 20% berat C2H5OH (Mr = 46 g/mol) adalah.... Kunci Jawaban : C2H5OH 20% artinya 20 gram C2H5OHdalam 80 gram air :

Jadi, kemolalan larutan 20% beratC2H5OH adalah 5,4 m. Contoh Soal 4 : Berapakah kemolalan dari larutan 10% (w/w) NaCl? (w/w = persen berat) Kunci Jawaban : Larutan 10% (w/w), artinya =

w berasal dari kata weight. Untuk mengetahui kemolalan, kita harus mengetahui jumlah mol NaCl.10 g NaCl dapat diubah menjadi mol dengan menggunakan massa molar NaCl(58,44 g/mol). Untuk mengetahui massa air, dapat dilakukan dengan carapengurangan 100 g larutan NaCl oleh 10 g NaCl. massa air = 100 g 10 g = 90 g Untuk menentukan kemolalan, dapat dilakukan konversi sebagai berikut.

Jadi, larutan 10% (w/w) NaCl memiliki konsentrasi 1,9 m.

http://perpustakaancyber.blogspot.com/2013/01/sifat-koligatif-larutan-elektrolit-dan-non-elektrolit.html[7/2/2013 3:13:35 AM]

Sifat Koligatif Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit, Contoh Soal, Pembahasan | Perpustakaan Cyber

2. Fraksi Mol Fraksi mol merupakan satuan konsentrasi yang semua komponenlarutannya dinyatakan berdasarkan mol. Fraksi mol komponen i,dilambangkan dengan xi adalah jumlah mol komponen i dibagi denganjumlah mol semua komponen dalam larutan. Fraksi mol j adalah xj danseterusnya. Jumlah fraksi mol dari semua komponen larutan adalah 1.

Total fraksi mol = xi + xj = 1 Perhatikanlah contoh soal penggunaan fraksi mol berikut. Contoh Soal 4 : Larutan glukosa dibuat dengan melarutkan 18 g glukosa (Mr = 180 g/mol) ke dalam250 g air. Hitunglah fraksi mol glukosa. Kunci Jawaban :

Jadi, fraksi mol glukosa adalah 0,01. Contoh Soal 5 : Berapa fraksi mol dan persen mol setiap komponen dari campuran 0,2 mol O2 dan0,5 mol N2? Kunci Jawaban :

Fraksi mol N2 bisa juga dihitung dengan cara:

N2 x = 1 O2 x
= 1 0,29 = 0,71 % mol O2 = 0,29 100% = 29% % mol N2 = 0,71 100% = 71% Jadi, fraksi mol O2 adalah 0,29 dan fraksi mol N2 adalah 0,71, sedangkan persenmol O2 adalah 29% dan persen mol N2 adalah 71%. Contoh Soal 6 : Fraksi mol suatu larutan metanol CH3OH dalam air adalah 0,50. Konsentrasi metanol dalam larutan

http://perpustakaancyber.blogspot.com/2013/01/sifat-koligatif-larutan-elektrolit-dan-non-elektrolit.html[7/2/2013 3:13:35 AM]

Sifat Koligatif Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit, Contoh Soal, Pembahasan | Perpustakaan Cyber

ini jika dinyatakan dalam persen berat adalah .... Kunci Jawaban : mol metanol = mol air (misalkan 1 mol) massa metanol = mol x Mr = 1 x 32 = 32 massa air = mol x Mr = 1 x 18 = 18

B. Sifat Koligatif Larutan Non Elektrolit Meskipun sifat koligatif melibatkan larutan, sifat koligatif tidakbergantung pada interaksi antara molekul pelarut dan zat terlarut, tetapibergantung pada jumlah zat terlarut yang larut pada suatu larutan.Sifat koligatif terdiri atas penurunan tekanan uap, kenaikan titik didih,penurunan titik beku, dan tekanan osmotik. Apakah perbedaan di antarakeempat sifat koligatif tersebut? Perhatikanlah uraian berikut. 1. Penurunan Tekanan Uap Penguapan adalah peristiwa yang terjadi ketika partikel-partikel zat cair meninggalkan kelompoknya. Semakin lemah gaya tarik-menarik antarmolekulzat cair, semakin mudah zat cair tersebut menguap. Semakin mudah zat cairmenguap, semakin besar pula tekanan uap jenuhnya.Dalam suatu larutan, partikel-partikel zat terlarut menghalangi gerakmolekul pelarut untuk berubah dari bentuk cair menjadi bentuk uap sehinggatekanan uap jenuh larutan menjadi lebih rendah dari tekanan uap jenuhlarutan murni. Dari eksperimen yang dilakukan Marie Francois Raoult (1878),didapatkan hasil bahwa melarutkan suatu zat terlarut menyebabkanpenurunan tekanan uap larutan. Banyaknya penurunan tekanan uap (P)terbukti sama dengan hasil kali fraksi mol zat terlarut ( ( ), yaitu: ) dan tekanan uappelarut murni

Pada larutan yang terdiri atas dua komponen, pelarut A dan zat terlarutB, . Apabila tekanan uap pelarut di atas larutandilambangkan Persamaan akan menjadi: ,

maka .

Persamaan tersebut dikenal sebagai Hukum Raoult.

http://perpustakaancyber.blogspot.com/2013/01/sifat-koligatif-larutan-elektrolit-dan-non-elektrolit.html[7/2/2013 3:13:35 AM]

Sifat Koligatif Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit, Contoh Soal, Pembahasan | Perpustakaan Cyber

Tekanan uap pelarut (

) sama dengan hasil kali tekanan uap pelarutmurni ( ).

) dengan fraksi

mol pelarut dalam larutan (

Apabila zat terlarut mudah menguap, dapat pula ditulis:

Tekanan uap total dapat ditulis:

Contoh Soal 7 : Hitunglah tekanan uap larutan 2 mol sukrosa dalam 50 mol air pada 300 C jikatekanan uap air murni pada 300 C adalah 31,80 mmHg. Kunci Jawaban :

= 0,962 31,8 mmHg = 30,59 mmHg Jadi, tekanan uap larutan adalah 30,59 mmHg. Contoh Soal 8 : Berapakah tekanan uap parsial dan tekanan uap total pada suhu 25 C di atas larutan dengan jumlah fraksi mol benzena (C6H6) sama dengan jumlah fraksi moltoluena (C7H8)? Tekanan uap benzena dan toluena pada suhu 25 C berturut-turutadalah 95,1 mmHg dan 28,4 mmHg. Kunci Jawaban : Jika larutan terdiri atas dua komponen dengan jumlah fraksi mol yang sama, fraksimol keduanya adalah 0,5. Tekanan uap parsial :

= 0,5 95,1 mmHg = 47,6 mmHg

Tekanan uap total:

http://perpustakaancyber.blogspot.com/2013/01/sifat-koligatif-larutan-elektrolit-dan-non-elektrolit.html[7/2/2013 3:13:35 AM]

Sifat Koligatif Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit, Contoh Soal, Pembahasan | Perpustakaan Cyber

Jadi, tekanan uap parsial benzena dan toluena adalah 47,6 mmHg dan 14,2 mmHg,sedangkan tekanan uap total adalah 61,8 mmHg. 2. Kenaikan Titik Didih dan Penurunan Titik Beku Adanya zat terlarut pada suatu larutan tidak hanya memengaruhitekanan uap saja, tetapi juga memengaruhi titik didih dan titik beku. Padalarutan dengan pelarut air, kita dapat memahami hal tersebut denganmempelajari diagram fase air pada Gambar 2 berikut.

Gambar 2.Diagram fase air

Adanya zat terlarut pada suatu larutan menyebabkan penurunan tekananuap yang mengakibatkan terjadinya penurunan garis kesetimbangan antarfasesehingga terjadi kenaikan titik didih dan penurunan titik beku. a. Kenaikan Titik Didih Air ( )

Titik didih zat cair adalah suhu tetap pada saat zat cair mendidih. Padasuhu ini, tekanan uap zat cair sama dengan tekanan udara di sekitarnya.Hal ini menyebabkan terjadinya penguapan di seluruh bagian zat cair. Titikdidih zat cair diukur pada tekanan 1 atmosfer. Contohnya, titik didih air100 C, artinya pada tekanan udara 1 atm air mendidih pada suhu 100 C. Dari hasil eksperimen yang dilakukan pada penentuan titik didih larutan,ternyata titik didih larutan selalu lebih tinggi dari titik didih pelarutmurninya. Hal ini disebabkan adanya partikel-partikel zat terlarut dalamsuatu larutan menghalangi peristiwa penguapan partikel-partikel pelarut. Oleh karena itu, penguapan partikel-partikel pelarut membutuhkan energiyang lebih besar. Perbedaan titik didih larutan dengan titik didih pelarut murni disebutkenaikan titik didih yang dinyatakan sebagai rendah daripada (b berasal dari kata boil).Titik didih suatu larutan lebih tinggi atau lebih titikdidih pelarut, bergantung pada kemudahan zat terlarut itu

menguapdibandingkan dengan pelarutnya. Jika zat terlarut tersebut tidak mudah menguap, misalnya larutan gula, larutan tersebut mendidih pada suhu yanglebih tinggi daripada titik didih pelarut air. Sebaliknya, jika zat terlarut itumudah menguap misalnya etanol, larutan akan mendidih pada suhu di bawahtitik didih air. Hukum sifat koligatif dapat diterapkan dalam meramalkan titik didihlarutan yang zat terlarutnya

http://perpustakaancyber.blogspot.com/2013/01/sifat-koligatif-larutan-elektrolit-dan-non-elektrolit.html[7/2/2013 3:13:35 AM]

Sifat Koligatif Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit, Contoh Soal, Pembahasan | Perpustakaan Cyber

bukan elektrolit dan tidak mudah menguap.Telah ditentukan secara eksperimen bahwa 1,00 mol (6,02 1023 molekul)zat apa saja yang bukan elektrolit dan tidak mudah menguap yang dilarutkandalam (1.000 g) air akan menaikkan titik didih kira-kira 0,51 C. Perubahanpelarut murni ke larutan, yakni Tb, berbanding lurus dengan molalitas (m)dari larutan tersebut: m atau Tabel 1. Tetapan Kenaikan Titik Didih ( Pelarut Aseton Benzena kamfer Karbon tetraklorida Sikloheksana Naftalena Fenol Air Titik didih (oC) 56,2 80,1 204,0 76,5 80,7 217,7 182 100,0 ) Beberapa Pelarut Kb (oC /m) 1,71 02,53 05,61 04,95 02,79 05,80 03,04 00,52

Sumber: Chemistry Matter and Its Changes, 2004

Kbadalah tetapan kenaikan titik molal dari pelarut (C/m). Kenaikantitik didih ( T b ) adalah titik
didih larutan ( Tb ) dikurangi titik didih pelarutmurni ( Tb o).

Contoh Soal 9 : Hitunglah titik didih larutan yang mengandung 18 g glukosa, C6H12O6.(Ar C = 12 g/mol, Ar H = 1g/mol, dan Ar O = 16 g/mol) dalam 250 g air. (Kb air = 0,52 C/m) Kunci Jawaban :

= 0,4 m

T b = Kb m T b = 0,52 C/m 0,4 m T b = 0,208 C Titik didih larutan = 100 + T b Titik didih larutan = 100 C + 0,208 C Titik didih larutan = 100,208 C Jadi, titik didih larutan adalah 100,208 C.
Contoh Soal 10 :

http://perpustakaancyber.blogspot.com/2013/01/sifat-koligatif-larutan-elektrolit-dan-non-elektrolit.html[7/2/2013 3:13:35 AM]

Sifat Koligatif Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit, Contoh Soal, Pembahasan | Perpustakaan Cyber

Titik didih larutan yang mengandung 1,5 g gliserin dalam 30 g air adalah 100,28 C.Tentukan massa molekul relatif gliserin. (Kb air = 0,52 C/m) Kunci Jawaban : Titik didih larutan = 100 + T b 100,28 = 100 + T b Tb = 0,28 C

M = 92,8 g/mol Jadi, massa molekul relatif gliserin adalah 92,8 g/mol. b. Penurunan Titik Beku (Tf ) Seperti halnya pada kenaikan titik didih, adanya zat terlarut dalamlarutan akan mengakibatkan titik beku larutan lebih kecil daripada titik bekupelarutnya. Penurunan titik beku,T f (f berasal dari kata freeze) berbandinglurus dengan molalitas (m) larutan:

T f m atau T f = Kfm
denganKfadalah tetapan penurunan titik beku molal pelarut (C/m).Penurunan titik beku ( Tf) adalah titik beku pelarut murni ( Tf o ) dikurangititik beku larutan ( Tf).

T f = T f o - Tf
Berikut ini adalah beberapa harga tetapan penurunan titik beku ( Kf )dari beberapa pelarut. Tabel 2. Tetapan Penurunan Titik Beku ( Kf ) Beberapa Pelarut

Pelarut Aseton Benzena Kamfer Karbon tetraklorida Sikloheksana Naftalena Fenol Air

Titik beku ( o C) 95,35 5,45 179,8 23 6,5 80,5 43 0

Kf( o C/m) 2,40 5,12 39,7 29,8 20,1 6,94 7,27 1,86

http://perpustakaancyber.blogspot.com/2013/01/sifat-koligatif-larutan-elektrolit-dan-non-elektrolit.html[7/2/2013 3:13:35 AM]

Sifat Koligatif Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit, Contoh Soal, Pembahasan | Perpustakaan Cyber

Contoh Soal 11 : Berapakah titik beku larutan yang terbuat dari 10 g urea CO(NH2)2 dalam 100 g air?(massa molar urea 60 g/mol,Kf air = 1,86 C/m) Kunci Jawaban :

T f =Kf m T f = 1,86 C/m 1,7 m T f = 3,16 C Jadi, larutan tersebut memiliki titik beku 3,16 C di bawah 0 C atau pada 3,16 C.
Contoh Soal 12 : Hitunglah titik beku larutan yang terdiri atas 10 gram glukosa (Mr = 180 g/mol) dalam500 g air ( Kf air = 1,86 C/m). Kunci Jawaban :

T f = Kf m T f = 1,86 C/m 0,11 m T f = 0,20 C Titik beku larutan T f = Tf air Tf larutan 0,20 C = 0 Tf larutan Tf larutan = 0,20 C Jadi, titik beku larutan adalah 0,20 C.
Contoh Soal 13 : Hitunglah titik beku suatu larutan yang mengandung 2 g kloroform, CHCl3 (Mr =119 g/mol) yang dilarutkan dalam 50 g benzena ( Kf benzena = 5,12 C/m,Tf benzena= 5,45 C). Kunci Jawaban :

http://perpustakaancyber.blogspot.com/2013/01/sifat-koligatif-larutan-elektrolit-dan-non-elektrolit.html[7/2/2013 3:13:35 AM]

Sifat Koligatif Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit, Contoh Soal, Pembahasan | Perpustakaan Cyber

T f = Kf m = 5,12 C/m 0,34 m = 1,74 C Titik beku larutan T f = Tf benzena Tf larutan 1,74 = 5,45 Tf larutan Tf larutan = 3,71 C Jadi, titik beku larutan tersebut adalah 3,71 C.
Contoh Soal 14 : Larutan yang dibuat dengan melarutkan 5,65 g suatu senyawa yang tidak diketahuidalam 110 g benzena membeku pada 4,39 C. Berapakah massa molar senyawatersebut? Kunci Jawaban : Pada Tabel 2. diketahui titik beku benzena = 5,45 C dan Kf benzena = 5,12 C/m Tf = 5,45 C 4,39 C = 1,06 C Tf=Kf m

0,207 m artinya setiap kg benzena pada larutan mengandung 0,207 mol zat terlarutmaka jumlah mol pada 110 g benzena dapat dihitung.

Jadi, massa 1 mol zat terlarut tersebut adalah 245,65 g. Gejala penurunan titik beku juga memiliki terapan praktis di antaranyaadalah penurunan titik beku air. Zat antibeku (biasanya etilen glikol) yangditambahkan ke dalam sistem pendingin mesin mobil mencegah pembekuanair radiator pada musim dingin. Penggunaan CaCl2 dan NaCl untukmenurunkan titik leleh es juga sering diterapkan, misalnya untuk menyiapkan campuran pendingin dalam pembuatan es krim.Contoh penerapan Hukum Raoult digunakan pada alat distilasi untukmemisahkan campuran berdasarkan perbedaan titik didihnya.

http://perpustakaancyber.blogspot.com/2013/01/sifat-koligatif-larutan-elektrolit-dan-non-elektrolit.html[7/2/2013 3:13:35 AM]

Sifat Koligatif Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit, Contoh Soal, Pembahasan | Perpustakaan Cyber

Gambar 3. Alat distilasi dirancang menggunakan prinsip hukum Raoult.

3. Tekanan Osmotik Osmosis adalah merembesnya partikel-partikel pelarut dari larutan yanglebih encer ke larutan yang lebih pekat melalui suatu membran semipermeabel.Membran semipermiabel hanya melewatkan molekul zat tertentusementara zat yang lainnya tertahan. Perhatikanlah Gambar 4, gambar tersebut memperlihatkan larutan Adan larutan B dengan konsentrasi yang berbeda yang dipisahkan oleh suatumembran semipermeabel yang hanya dapat ditembus oleh molekul air.

Gambar 4.Proses osmosis dengan membran semi permeabel

Gambar 4. menggambarkan peristiwa osmosis. Pada Gambar 4a,diperlihatkan keadaan awal, kemudian setelah beberapa saat, tinggi air padatabung naik (Gambar 4b) hingga kesetimbangan tercapai. Tekanan balikdibutuhkan untuk mencegah terjadinya proses osmosis (Gambar 4c). Jumlahtekanan balik yang dibutuhkan merupakan tekanan osmotik larutan. Dua larutan yang memiliki tekanan osmotik sama disebut larutanisotonik. Jika salah satu larutan memiliki tekanan osmotik lebih tinggi darilarutan yang lainnya, larutan tersebut dinamakan hipertonik. Adapun jikalarutan memiliki tekanan osmotik lebih rendah dari larutan yang lainnya,larutan tersebut dinamakan hipotonik. Tekanan osmotik termasuk dalam sifat-sifat koligatif karena besarnyahanya bergantung pada jumlah partikel zat terlarut persatuan volume larutan.Tekanan osmotik tidak tergantung pada jenis zat terlarut. Persamaan berikut(dikenal sebagai Persamaan Vant Hoff) digunakan untuk menghitungtekanan osmotik dari larutan encer.

p = MRT
Keterangan: = tekanan osmotik (atm)

http://perpustakaancyber.blogspot.com/2013/01/sifat-koligatif-larutan-elektrolit-dan-non-elektrolit.html[7/2/2013 3:13:35 AM]

Sifat Koligatif Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit, Contoh Soal, Pembahasan | Perpustakaan Cyber

R = tetapan gas (0,082 L atm/mol K) M = molaritas larutan T = suhu (Kelvin) Contoh Soal 15 : Berapakah tekanan osmotik pada 25 C dari larutan sukrosa (C12H22O11) 0,001 M? Kunci Jawaban : Diketahui : T = 25 C = (25 + 273) K = 298 K M = 0,001 mol/L R = 0,082 L atm/mol K = MRT = 0,001 mol/L 0,082 L atm/mol K 298 K = 0,024 atm Jadi, tekanan osmotik larutan tersebut adalah 0,024 atm. Contoh Soal 16 : Dalam larutan encer, 0,001 M gula dalam air dipisahkan dari air murni denganmenggunakan membran osmosis. Berapakah tekanan osmotik dalam torr padasuhu 25 C? Kunci Jawaban : = MRT = (0,001 mol/L) (0,0821 L atm/mol K) (298 K) = 0,0245 atm

Jadi, tekanan osmotik 0,001 M gula dalam air adalah 18,6 torr. Contoh Soal 17 : Suatu larutan dengan volume 100 mL mengandung 0,122 g zat nonelektrolit terlarutdan memiliki tekanan osmotik 16 torr pada suhu 20 C. Berapakah massa molar zatterlarut tersebut? Kunci Jawaban : T dalam kelvin = (273 + 20)= 293 K

p = MRT
0,0211 atm = (M) (0,082 L atm/mol K) (298 K)

http://perpustakaancyber.blogspot.com/2013/01/sifat-koligatif-larutan-elektrolit-dan-non-elektrolit.html[7/2/2013 3:13:35 AM]

Sifat Koligatif Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit, Contoh Soal, Pembahasan | Perpustakaan Cyber

n=MV

n =8,63 105 mol

Jadi, massa molar zat terlarut tersebut adalah1,41 103 g/mol.

Contoh Soal 18 :

Suatu larutan dibuat dengan melarutkan 1,08 g protein, yaitu serum albuminmanusia yang diperoleh dari plasma darah (dalam 50 cm3 air). Larutanmenunjukkan tekanan osmotik 5,85 mmHg pada 298 K. Tentukan massa molekulrelatif albumin. Kunci Jawaban : Tekanan osmotik ( ) dikonversikan terlebih dahulu menjadi atm.

Jadi, massa molekul relatif albumin adalah 6,86 104 g/mol.

Jika tekanan mekanis pada suatu larutan melebihi tekanan osmotik,pelarut murni akan terperas ke luar dari suatu larutan lewat suatu membransemipermeabel (Gambar 6).

http://perpustakaancyber.blogspot.com/2013/01/sifat-koligatif-larutan-elektrolit-dan-non-elektrolit.html[7/2/2013 3:13:35 AM]

Sifat Koligatif Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit, Contoh Soal, Pembahasan | Perpustakaan Cyber

Gambar 6. Osmosis terbalik, menunjukkan jika tekanan mekanis lebih besar daripada tekanan osmotik , pelarut dipaksa melewati membran semipermeabel dari dalam larutan menuju ke pelarut murni.

Proses ini disebut osmosis terbalik (reverseosmosis) dan merupakan suatu cara untuk memulihkan pelarut murni daridalam suatu larutan. Contoh penerapan osmosis balik adalah pemulihan airmurni dari limbah industri dan menawarkan air laut (desalinasi). Proses osmosis sangat penting bagi tanaman dan hewan karena denganproses osmosis, air dibagikan ke semua sel organisme hidup. Dinding selmerupakan membran semipermeabel, membran sel hidup ini juga dapatditembus oleh zat-zat terlarut tertentu sehingga bahan makanan dan produkbuangan dipertukarkan lewat dinding sel ini. Permeabilitas dinding selterhadap zat terlarut seringkali bersifat memilih-milih dan sampai batastertentu tidak bergantung pada ukuran partikel zat terlarut dan konsentrasimereka. Misalnya, ion magnesium yang terhidrasi praktis tidak menembusdinding saluran pencernaan, sedangkan molekul glukosa dapat melewati. C. Sifat Koligatif Larutan Elektrolit

Jika zat terlarut membentuk larutan bersifat asam, basa, dan garam,ternyata rumus-rumus sifat koligatif larutan memiliki nilai yang tidak samadengan data percobaan. Harga-hargaP, T b , T f , dan dari larutanlarutan asam, basa, dan garam yang diamati melalui eksperimen selalu lebihbesar daripada harga-harga yang dihitung menurut perhitungan ideal.

Menurut Arrhenius, suatu zat elektrolit yang dilarutkan dalam air akanterurai menjadi ion-ion penyusunnya sehingga jumlah partikel zat padalarutan elektrolit akan lebih banyak dibandingkan dengan larutannonelektrolit yang konsentrasinya sama. Hal ini menyebabkan sifat koligatif pada larutan elektrolit lebih besar daripada larutan nonelektrolit. Perilaku elektrolit dapat digambarkan dengan memerhatikan fenomena diatas. Penurunan titik

T fglukosasebagai zat nonelektrolit, demikian bekuT farutan 0,005 m NaCl 1,96 kali (2 kali)
jugaT funtuk K2SO4 hampir 3 kali dari Tf glukosa. Keadaan ini dapat dinyatakan dengan persamaan berikut.

T f elektrolit = i T f nonelektrolit

Hubungan sifat koligatif larutan elektrolit dan konsentrasi larutandirumuskan oleh Vant Hoff, yaitu dengan mengalikan rumus yang adadengan bilangan faktor Vant Hoff yang merupakan faktor penambahanjumlah partikel dalam larutan elektrolit.

http://perpustakaancyber.blogspot.com/2013/01/sifat-koligatif-larutan-elektrolit-dan-non-elektrolit.html[7/2/2013 3:13:35 AM]

Sifat Koligatif Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit, Contoh Soal, Pembahasan | Perpustakaan Cyber

i = 1 + (n 1)

Keterangan : i = faktor yang menunjukkan bagaimana larutan elektrolit dibandingkandengan larutan nonelektrolit dengan molalitas yang sama.Faktor i inilah yang lebih lanjut disebut faktor Vant Hoff. n = jumlah ion dari elektrolit = derajat ionisasi elektrolit

Contoh elektrolit biner : NaCl(s) Na+(aq) + Cl(aq)................................................(n = 2) KOH(s) K+(aq) + OH(aq)...............................................(n = 2) Contoh elektrolit terner : H2SO4(l) + 2 H2O(l) 2 H3O+(aq) +SO 4 2 (aq)................(n = 3) Mg(OH)2(s) Mg2+(aq) + 2 OH(aq)..................................(n = 3) Contoh elektrolit kuarterner : K3PO4(s) 3 K+(aq) + PO43(aq).....................................(n = 4) AlBr3(s) Al3+(aq) + 3 Br(aq)............................................(n = 4) Untuk larutan elektrolit berlaku Hukum Vant Hoff 1. Penurunan Tekanan Uap Jenuh

Rumus penurunan tekanan uap jenuh dengan memakai faktor Vant Hoffhanya berlaku untuk fraksi mol zat terlarutnya saja (zat elektrolit yangmengalami ionisasi), sedangkan pelarut air tidak terionisasi. Oleh karenaitu, rumus penurunan tekanan uap jenuh untuk zat elektrolit adalah :

P = XBP {1 + (n 1) }
Perhatikanlah contoh soal penerapan rumus tekanan uap untuk zat elektrolitberikut . Contoh Soal 19 : Hitunglah tekanan uap larutan NaOH 0,2 mol dalam 90 gram air jika tekanan uapair pada suhu tertentu adalah 100 mmHg. Kunci Jawaban :

http://perpustakaancyber.blogspot.com/2013/01/sifat-koligatif-larutan-elektrolit-dan-non-elektrolit.html[7/2/2013 3:13:35 AM]

Sifat Koligatif Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit, Contoh Soal, Pembahasan | Perpustakaan Cyber

Karena NaOH merupakan elektrolit kuat ( = 1) dan n = 2 maka P = PXB {1 + (n 1) } P= 100 0,038 {1 + (2 1)1} P= 7,6 mmHg Tekanan uap larutan = 100 mmHg 7,6 mmHg= 92,4 mmHg Jadi, tekanan uap larutan NaOH adalah 92,4 mmHg. 2. Kenaikan Titik Didih dan Penurunan Titik Beku Seperti halnya penurunan tekanan uap jenuh, rumus untuk kenaikantitik didih dan penurunan titik beku untuk larutan elektrolit jugadikalikan dengan faktor Van't Hoff.

Perhatikanlah contoh-contoh soal berikut. Contoh Soal 20 : Sebanyak 4,8 gram magnesium sulfat, MgSO4 (Mr = 120 g/mol) dilarutkan dalam250 g air. Larutan ini mendidih pada suhu 100,15 C.Jika diketahui Kb air 0,52 C/m, Kf air = 1,8 C/m, tentukan: a. derajat ionisasi MgSO4; b. titik beku larutan. Kunci Jawaban : a. Reaksi ionisasi MgSO4 adalah MgSO4(s) Mg2+(aq) + SO42(aq)..............(n = 2) Kenaikan titik didih : Tb = Tb larutan Tb air Tb= 100,15 C 100 C = 0,15 C Tb = Kb.m.i

= 0,8 Jadi, derajat ionisasi MgSO4 adalah 0,8.

http://perpustakaancyber.blogspot.com/2013/01/sifat-koligatif-larutan-elektrolit-dan-non-elektrolit.html[7/2/2013 3:13:35 AM]

Sifat Koligatif Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit, Contoh Soal, Pembahasan | Perpustakaan Cyber

b. Untuk menghitung titik bekunya, kita cari dulu penurunan titik bekunyadengan rumus:

Tf larutan = Tf air Tf Tf larutan= 0 C 0,52 C = 0,52 C Jadi, titik beku larutan tersebut adalah 0,52 C. 3. Tekanan Osmotik Tekanan osmotik untuk larutan elektrolit diturunkan dengan mengalikanfaktor van't Hoff.

Perhatikanlah contoh-contoh soal berikut. Contoh Soal 21 : Sebanyak 5,85 gram NaCl (Mr = 58,5 g/mol) dilarutkan dalam air sampai volume 500 mL. Hitunglah tekanan osmotik larutan yang terbentuk jika diukur pada suhu27 C dan R = 0,082 L atm/mol K. Kunci Jawaban : diketahui, NaCl (n = 2) dan = 1 =MRTi

= 0,016 Jadi, derajat ionisasi larutan tersebut adalah 0,016. Rangkuman : 1. Molalitas adalah besaran yang berguna untukmenghitung jumlah zat terlarut yang dinyatakandalam mol dan jumlah pelarut dalam kilogram.

2. Fraksi mol merupakan satuan konsentrasi yangsemua komponen larutannya dinyatakan berdasarkanmol. Total fraksi mol = 1

http://perpustakaancyber.blogspot.com/2013/01/sifat-koligatif-larutan-elektrolit-dan-non-elektrolit.html[7/2/2013 3:13:35 AM]

Sifat Koligatif Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit, Contoh Soal, Pembahasan | Perpustakaan Cyber

3. Sifat koligatif bergantung pada jumlah zat yangterlarut pada larutan. Sifat koligatif terdiri atas penurunan tekanan uap (P), kenaikan titik didih(Tb ) dan penurunan titik beku (Tf ), dan tekananosmotik. a. Penurunan tekanan uap (P)

b. Kenaikan titik didih (Tb ) dan penurunantitik beku (Tf )

c. Tekanan osmotik ( ) =MRT 4. Sifat koligatif larutan elektrolit bergantung padabilangan faktor Vant Haff. Jadi, perhitunganpenurunan tekanan uap, kenaikan titik didih, dantekanan osmotik dikalikan dengan faktor VantHoff (i). i = 1 + (n 1) Anda sekarang sudah mengetahuiSifat Koligatif Larutan . Terima kasih anda sudah berkunjung kePerpustakaan Cyber. Referensi :

Rahayu, Imam. 2009.Praktis Belajar Kimiauntuk Kelas XIISekolah Menengah Atas/Madrasah AliyahProgram Ilmu Pengetahuan Alam.Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, p. 194. Bacalah terlebih dahulu Panduan Pengunjung jika anda ingin menggunakan materi dari blog ini.

http://perpustakaancyber.blogspot.com/2013/01/sifat-koligatif-larutan-elektrolit-dan-non-elektrolit.html[7/2/2013 3:13:35 AM]

Sifat Koligatif Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit, Contoh Soal, Pembahasan | Perpustakaan Cyber

Judul : Sifat Koligatif Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit, Contoh Soal, Pembahasan Rating : 9 out of 10 based on 666 ratings. 9 user reviews. Reviewer : Puri Maulana
MASUKKAN KATA KUNCI

Cari

ARTIKEL TERKAIT :

Penerapan Konsep Larutan Elektrolit dan Reaksi Redoks dalam Mengatasi Masalah Lingkungan Contoh Reaksi Kimia Ionisasi Larutan Elektrolit Kuat, Lemah dan Non Elektrolit Perbedaan Senyawa Ionik dan Senyawa Kovalen, Pengertian, Contoh Reaksi Kimia Hubungan antara Sifat Daya Hantar Listrik dan Jenis Ikatan Kimia Pengertian Sistem Koloid, Jenis-jenis, Cara Pembuatan, Macam-macam, Penggolongan, Sifat-sifat, Kestabilan, Metode, Contoh Soal, Pembahasan, Praktikum Kimia
Diposkan oleh Puri Maulana di 2:53 AM Label: Larutan

No comments yet

Add a comment

Back

Home

Next

2013 Copyright Perpustakaan Cyber | Google + | - All Rights Reserved | Berita Terbaru | Back to Top | Supported By : Alat Optik | Respirasi Aerob dan Anaerob | Porifera | Rantai Makanan | Termodinamika | Fotosintesis | Teori Kinetik Gas | Gymnospermae | Pengolahan Minyak Bumi | Angiospermae | Revolusi Industri |

http://perpustakaancyber.blogspot.com/2013/01/sifat-koligatif-larutan-elektrolit-dan-non-elektrolit.html[7/2/2013 3:13:35 AM]

Sifat Koligatif Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit, Contoh Soal, Pembahasan | Perpustakaan Cyber

http://perpustakaancyber.blogspot.com/2013/01/sifat-koligatif-larutan-elektrolit-dan-non-elektrolit.html[7/2/2013 3:13:35 AM]